Jumat seru di Trans7

Siapa bilang hari Jumat sore acara TV membosankan? Jumat sore ini kebetulan saya ada di rumah dan tidak ada pekerjaan signifikan yang bisa dikerjakan. Ngoreksi berkas-berkas UTS mahasiswa sudah selesai. Membantu isteri mengetik term paper sudah selesai. Dan semuanya praktis sudah selesai dikerjakan…

 

Setelah sore tadi sempet nonton pertandingan ulangan bola antara “The North Jak” Persitara melawan “Elang Jawa” PSS Sleman yang seru dan berakhir imbang 3-3 itu di Antv, sore jelang malam saya sempat nonton “Si Gundul” di Trans7 yang episodenya memikat, dan malamnya..wow…saya seolah dinner dengan mashes potatoes with gravy, makanan kesukaan seniman New York kondang Andy Warholl dan kesukaanku juga, karena ada film bagus yang dibintangi Jack Nicholson dan Diane Keaton diputar di Trans7 yang berjudul “Somethings Gotta Give”..

   

Ok pertama saya akan ceritakan tentang “Si Gundul” di Trans7. “Si Gundul” adalah potret seorang petualang umur 20 tahunan yang mengembara dari satu wilayah di Indonesia ke wilayah yang lain. Kadang-kadang dia “ngenger” (bantu-bantu) nelayan menangkap ikan di kapal, kadang-kadang ikut menangkap udang di bagan, kadang-kadang ikut bantu-bantu memetik “madu dari sarang tawon” di pohon setinggi 30 meter (apartemen 7 tingkat) berakar papan, tapi sore ini episode si Gundul adalah tentang pengalamannya mendaki gunung dengan menyusuri sungai kecil di sekitar Sumatera Selatan.

 

Di episode ini ia memancing belut yang dibakarnya lalu dimakan, kemudian mengumpulkan cacing tanah, dibakar, dan dimakan, sampai membuat “bivak” (gubuk sementara, terbuat dari daun-daun pisang, sekedar untuk tempat tidur)..

 

Melihat kemampuan si Gundul dalam menaklukkan alam dan survival di alam bebas, bisa saya katakana “Si Gundul” selayaknya disebut sebagai Brad Friedl-nya Indonesia. Brad Friedl adalah orang Australia yang sering muncul di acara TV “Animal Planet” dan punya kelebihan ber-survival-ria di alam bebas karena sejak kecil ia belajar begitu dari temannya seorang Aborigin, bangsa asli Australia…

 

Cuman bedanya Brad Friedl adalah seorang “ranger” yang bekerja di Department of Environment and Natural Resources Australia, sehingga sambil dishoot menangkap binatang buruan misalnya, ia akan menggambarkannya sambil bercerita atau berkata-kata. Sedangkan Si Gundul ini hanya berkata bilamana perlu saja, selebihnya ceritanya diisi dengan gaya narasi…

 

“Somethings Gotta Give” bercerita tentang dua orang laki-laki, Julian berumur 30 tahunan yang berprofesi sebagai dokter yang dibintangi oleh Keanu Reeves, satunya lagi Harry berusia 60 tahunan yang berprofesi sebagai orang kaya dan belum pernah kawin (the most eligible bachelor) yang dibintangi oleh Jack Nicholson.

 

Kedua laki-laki ini terlibat berkawan, dan terlibat cinta, dengan tiga orang wanita yang usianya masing-masing jauh berbeda. Wanita tertua, Erica, umur 50 tahunan yang berprofesi sebagai penulis novel dan mengajar di Department of English – Columbia University, New York, diperankan oleh Diane Keaton. Wanita kedua umur 40 tahunan yang merupakan adik wanita pertama, diperankan oleh seseorang (maaf, saya tidak tahu nama bintang filmnya), dan wanita ketiga umur 20 tahunan adalah anak wanita pertama, saying pemerannya siapa saya tidak tahu (nulis blog lain dengan nulis berita, semuanya tidak perlu dicek, langsung aja tulis walaupun ada data yang tidak akurat)…

 

Pokoknya cerita “Somethings Gotta Give” ini seru sekali, saya tidak mau menceritakannya di sini karena terlalu menarik dan terlalu panjang. Lebih baik anda langsung menuju ke toko penjualan CD original kalau punya duwit. Kalau tidak punya, ya cukup pinjam dari CD rental sebelah rumah…

 

[ BTW, ini film kesekian dari Jack Nicholson yang saya nikmati, dari “Who Flew Over the Cooko’s Nest”, “A Few Good Men”, “About Schmidt”, dan yang terakhir “Somethings Gotta Give” ini …]

 Dan, dengan sore yang mengesankan, terima kasih Trans7 !!

I do really owe you…!!!

 

Nilai UTS T0114 RPL

0600618452 WILLY CHANDRA  86
0600647175 HADI SIANGGONO HALIM  84
0700690464 ANDRE ARMANDO SILI      0   A
0800739493 VIVI ANDRIA   90
0800742834 NATHANAEL GRATIAS SUMAKTOYO 96
0800745382 TRI KUMALA SARI  92
0800753232 ARIEF WIJAYA   90
0800755175 RANGGA PRADIPTA  84
0800758605 YOHANES HENINDYO NUROGO 92
0800760093 HENRY EKA SAPUTRA  86
0800760383 EDWIN WIBISONO  82
0800765636 JANSEN DHARMA PUTRA  86
0800769344 ARIS MUNANDAR  94
0800770030 YENNY SYLVIA   84
0800774546 YELLY WILBAR   82
0800775201 EKA NAMARA WIJAYA  88

Nilai UTS T0034 PAA

1000835726 WENNY   98
1000835732 KARTIKA MELANIA  88
1000835764 ADRIAN OKTANZAH  92
1000835953 IVAN DRACO AURYN TONGGARA PA 90
1000836911 HARIS   95
1000837132 HARYANGGA SUGITO  85
1000838980 DIPA RIANTO   85
1000839711 RYANDY   72
1000840991 ERIK ARISTO TJIOE  86
1000841943 INDRA GUNAWAN  85
1000842826 ALEXANDRO SIMON  90
1000844043 REZA RENIKA   93
1000844320 SATHYA IDANANTA  70
1000847221 MANAL   80
1000847770 SRI WARDIYATMI  80
1000848855 LISTY NURINDRIANI HADITIA 80
1000850001 SUWANDY   87
1000851774 sANDY KURNIAWAN  85
1000853224 IVAN DAVID   65
1000857235 HENRY REYNOLD  70
1000858521 PUTRI CITA ARINDANI  90
1000862512 MARTHARIUS LAWALATA  87
1000862525 FREDY WIJAYA   87
1000863502 HARLIN SUDARIO  90
1000867293 YOSUA   80
1000867431 NIKO    92
1000867652 RIZAL CHANDRA  90
1000869651 RAY FERNANDO   73
1000870306 DANIEL ARIFIN  90
1000870432 SANTI GOWANI   85
1000870773 JOHAN   90
1000871214 EDGAR GERRIANTO  82
1000873365 JOHANES GREIMON DJOEANG 90
1000873472 ANDREW SAPUTRA  99
1000876612 RIMA VEISTYA ISWANDARI 88
1000876663 LUNG HENDRA YONATA  82
1000877325 MERRY ISKANDAR   88
1000880036 MARTIN ADITYA TAMRIN  85
1000880553 MUHAMMAD ABDULLAH SURKATY 82
1000881575 ADERICK KISPRADHANA  82
1000882981 BRANALDO UTOMO HALIM  92
1000883220 DEA ARDELIA   95
1000883845 OLOAN AMRIADI TADEUS S 0   A
1000884394 MARCO ADRIAN   80
1000885573 ADITYA KRISTIANTO PRANATA 82
1000886090 HENDRIK JAYA SURYANTO 82
1000889804 MUHAMMAD LUTFI  77

Made in Jepun

Dua dekade yang lalu, saya baca di sebuah koran yang mendiskusikan apa jadinya jika hidup kita tanpa barang-barang buatan Jepun alias Jepang ?

“Membosankan !!!!!!”, begitu kata kebanyakan orang..

Malam ini saya kembali berandai-andai. Apa jadinya bila barang-barang buatan Jepang dihilangkan dari rumahku ? Wah, hasilnya sangat menyedihkan. Malam ini saya tidak bisa nonton film “Forrest Gump” di Global TV karena ada 4 tv saya di rumah (termasuk yang rusak dan yang telah berumur 25 tahun) adalah buatan Jepang, kecuali satu di kamar saya yang buatan Korea.

Selain itu, besok pagi saya nggak bisa ngajar di Binus karena mobil Camry-un saya adalah buatan Jepang. Apalagi ya ? Oh, tentu saya akan kepanasan karena 2 kipas angin saya buatan Jepang, walau ada 3 kipas angin lainnya buatan Sidoarjo, dan 1 kipas angin yang terbesar adalah buatan Cina..

Apalagi ya ? Oh ya, saya besok pagi nggak bisa nanak nasi buat sarapan karena rice cooker saya buatan Jepang. Masak airpun nggak bisa karena kompor saya buatan Jepang. 

Saya juga akan menangis sedih besok sore karena motor saya buatan Jepang. Saya juga nggak bisa men-scan foto-foto lama karena scanner di komputer saya adalah buatan Jepang…

Masih banyak lagi barang di rumah adalah buatan Jepang, yang pastinya saya akan sedih sekali kalau barang-barang itu diambil dari rumah saya, yaitu : buku komik manga saya (asli Jepang), CD “Tokyo Love Story” yang dikasih anak saya Ditta, power speaker saya, tape deck cum karaoke saya, pompa air saya, dan sebagainya dan sebagainya…

Walaupun saya tidak bisa mandi, beol, masak air panas, nanak nasi, nonton TV, dengerin musik, tapi saya masih agak lega karena saya masih bisa melakukan beberapa hal lainnya…

Komputer desktop saya adalah bikinan Amerika, begitu pula laptop dimana saya nulis blog ini, komputer desktop “jangkrik” saya motherboardnya bikinan Taiwan walau prosesornya bikinan Amerika, TV saya yang di kamar bikinan Korea, lampu emergency saya bikinan Cina, begitu pula raket anti nyamuk saya adalah bikinan Cina..

Tapi jelas, my life would be very very very very miserable without gadget, widget, goodies, things that Made in Japan…

[Last but not least, saya sering denger orang berteori: bahwa di dunia ini kebanyakan barang ditemukan (be invented) di Inggris, dikembangkan di Amerika, diproduksi di Jepun, dan akhirnya digunakan di Indonesia.....]…

Bagaimana dengan anda ?

Ditta: From Bali with Love, and..Tokens

As I wrote in my previous post, my youngest daughter Ditta was elected as a student volunteer (SV) in a joint conference of three professional associations in oil & gas industries, namely Indonesian Geophysicists Association (HAGI), Indonesian Geologists Association (IAGI), and Indonesian Petroleum Engineers Association (IATMI) held in Westin Hotel of Nusa Dua, Bali, from 12th to 17th November 2007 (www.jcb2007.org).

Ditta was selected from hundreds or even thousands of proposals pouring in to the organizating committee of the joint conference’s desk. Ditta was one among 20 student volunteers elected from a numerous geoscience departments in numerous prominent institutes and universities in Indonesia. The other 19 SVs were from University of Indonesia, University of Trisakti, Bandung Institute of Technology, Gadjah Mada University, Veteran Development University of Yogyakarta, Diponegoro University, The 10th November Institute of Technology of Surabaya, and Hasanuddin University of Makassar. When dispatching the announcement via e-mail, the joint conference committee urged the students to inform them back immediately in case of withdrawal, because there were still hundreds of would-be student volunteers queueing in a very very long waiting list to become SVs..

As a student volunteer, Ditta will receive a package of return air ticket from town of domicile to Bali, local transport cost, a free hotel stay (board & lodging), and some generous extra money from the joint conference committee. There are a long list of oil & gas companies sponsoring the joint conference. From giants such as Chevron to service companies such as Western Geco. Please do not forget to mention Indonesia’s own oil company, Pertamina. There are two government agencies showed their present in the conference, namely Department of Mining and Energy, and BP Migas (oil & gas regulatory agency).

As Ditta has been a student volunteer herself in the previous year, 2006, she knows very well that beside “the generous package” from the joint conference committee, she will receive an endless list of “tokens” (I use the word “tokens” here instead of “gifts”, because the former is more appropriate for this kind of occasion and the later is more appropriate with other occasions such as birthday party, etc.).

So, in short, Ditta received a lot of tokens from the joint conference committee and participants. She never told me how she got all of those tokens. But I would guess, she received it directly from the companies. Since as a student volunteer, she was bounded by ethical code to be followed, such as be prohibited from getting the token for herself, as the tokens primarily were to be given away to the visitors of the joint conference.

The number of tokens Ditta received must be endless. She said she had to brought 2 other backpacks to carry them, in addition to the backpack to carry her belongings (clothes, extra shoes, etc.).

I myself, received a black backpack with red-green-blue logos of BP Migas and Pertamina on it. I also got two golf hats from Chevron and Fugro-Jason (Ditta, what is that company which gave you the blue hat ? I know that the company is a service company which sells software for processing and interpreting seismic data. I remember there is a writing on it “#1 in reservoir characterization”). In addition to that, I also got a badge, somekind of widget you usually write your name and address on it and tie it to your bag, from Western Geco. Last but not least, two Balinese-style t-shirts accompanied all those things.

I was so happy to receive all of those tokens from Bali, but there is no way I could wear all those things altogether. Otherwise, people would think that I were a geoscience professor from ITB ! (no way Jose, I am an associate professor of computer science from Binus University !!)..

Ditta said that a lot of her friends did not receive any  token at all due to the shortage of tokens she brought from Bali. Of course, Ditta loves all of her geophysicist buddies, but due to her first time ever to Bali, she has not yet known well all of the good and cool places which sell the Bali tokens for good prices. Besides, her free time was limited due to the tight schedule as a student volunteer in serving the participant of the conference.

Well, folks, time is up. I got to rush to another campus to teach computer algorithms and programming..

Kurikulum pelatihan audit SI/TI

Seorang teman bertanya tentang kurikulum pelatihan tentang audit sistem informasi/ teknologi informasi itu seperti apa ? Berikut ini jawaban saya :

Pertama-tama perlu ditentukan terlebih dahulu berapa lama pelatihan audit sistem informasi itu akan berlangsung. Dengan asumsi, pelatihan ini dilaksanakan secara full time dan semua peserta pelatihan telah mendapatkan izin untuk mengikuti pelatihan dari kantornya masing-masing sehingga pelatihan dapat dilaksanakan dari jam 09.00 – 16.00 setiap harinya.

Jika masa pelatihan 1 hari, maka hal-hal yang dibahas tentu pokok-pokoknya saja dan yang dibahasnyapun hanya kulit-kulitnya saja dari audit sistem informasi.

Jika masa pelatihan 2 hari, maka selain konsep dasar tentang audit sistem informasi yang akan dibahas di hari pertama, di hari kedua masih dapat dibahas tentang tatacara melakukan audit sistem informasi dalam pembahasan studi kasus.

Jika masa pelatihan 3 hari, maka konsep dasar akan diberikan pada hari pertama, di hari kedua bias dibahas tentang tatacara melakukan audit sistem informasi dan pembahasan studi kasus, di hari ketiga dapat diberikan materi tentang ujian CISA (Certified Information Systems Auditor), di hari keempat dapat diberikan materi tentang ujian CISM (Certified Information Security Manager), dan di hari kelima dapat diberikan dua kali simulasi ujian yaitu ujian CISA di pagi hari dan ujian CISM di sore hari.

Kurikulum pelatihan audit sistem informasi mungkin dapat disusun sebagai berikut :

Hari Pertama

09.00 – 10.30  Apa itu Audit Teknologi ?

10.30 – 10.45  Istirahat

10.45 – 12.00  Audit Sistem Informasi / Teknologi Informasi

12.00 – 13.00  Istirahat, sholat dan makan siang (Ishoma)

13.00 – 14.30  Audit Berdasarkan Risiko

14.30 – 14.45  Istirahat

14.45 -  16.00  Audit Sistem Informasi dalam Kerangka Audit Finansial 

Hari Kedua

09.00 – 10.30  Audit Around the Computer and Audit on the Computer

10.30 – 10.45  Istirahat

10.45 – 12.00  Audit Input

12.00 – 13.00  Istirahat, sholat dan makan siang (Ishoma)

13.00 – 14.30  Audit Process

14.30 – 14.45  Istirahat

14.45 -  16.00  Audit Output 

Hari Ketiga

09.00 – 10.30  The IS Audit Process and IT Governance

10.30 – 10.45  Istirahat

10.45 – 12.00  Systems and Infrastructure Life Cycle Management and

                        IT Service Delivery and Support

12.00 – 13.00  Istirahat, sholat dan makan siang (Ishoma)

13.00 – 14.30  Protection of Information Assets

14.30 – 14.45  Istirahat

14.45 -  16.00  Business Continuity and Disaster Recovery

Hari Keempat

09.00 – 10.30  Information Security Governance and Information Risk Management

10.30 – 10.45  Istirahat

10.45 – 12.00  Information Security Program Development

12.00 – 13.00  Istirahat, sholat dan makan siang (Ishoma)

13.00 – 14.30  Information Security Program Management

14.30 – 14.45  Istirahat

14.45 -  16.00  Incident Management and Response

Hari Kelima

09.00 – 10.30  Ujian Simulasi CISA tahap 1

10.30 – 10.45  Istirahat

10.45 – 12.00  Ujian Simulasi CISA tahap 2

12.00 – 13.00  Istirahat, sholat dan makan siang (Ishoma)

13.00 – 14.30  Ujian Simulasi CISM tahap 1

14.30 – 14.45  Istirahat

14.45 -  16.00  Ujian Simulasi CISM tahap 2 

Berdasarkan target audience yang ada, kurikulum pelatihan audit sistem informasi / teknologi informasi tersebut dapat disesuaikan sesuai dengan permintaan user. 

Nilai UTS T0593 IMK

0700697155  TOMY PRANOTO                                         82
0900787953  LIONG ANDY WIJAYA                              74
0900788691  RICKY PRASETYA SUDHARMA             84
0900789265  BENYY TARUNA                                          84
0900790115  ADI WIBOWO PRASETYO                         88
0900790595  KRISTOFORUS STEVEN LAKSMANA  0  A
0900791446  IRFAN SANTOSO                                          86
0900792032  CONNY MANDARYANI                             82
0900792764  WIRYA LIUMARTHA                                  80
0900793382  KURNIAWAN                                                80
0900794523  REGINA WIRAKUSUMA                           0  A
0900794952  ANDREW WANDA LUKITO                      78
0900795116  ANJANI NINDY HAPSARI                          74
0900795766  NAWAWI                                                          80
0900796812  ELISA JUNIANTO                                         80
0900797191  ARINI WIDYA ANZANI                                78
0900797954  WILLIAM WIHARJA                                    84
0900798780  JOHAN SOFIAN WINATA                         80
0900799404  HAFIZH SULISTYA ADHY                         80
0900800444  DYNAH NILMALASARI                              72
0900800993  CHRISTIANTO WAHYUDI PANGEST   0  A
0900801705  MUZAMMIL SUBARMAN                           78
0900802430  STEVANUS                                                       78
0900803282  GRARI GARISETYA                                       80
0900803692  ANNELIA CRISNAWATI                              74
0900804184  AMBAR NOVIAN SYAH                                78
0900805344  NINO MENOVA                                               88
0900806126  RISCA UTAMI                                                   86
0900806675  EGA FATHMA                                                   82
0900807614  WELLY FERNANDO ARITONANG            82
0900808926  FEBRI ERWANDONO                                    84
0900809235  RICKY WAHYUDI                                           80
0900809746  HENY                                                                   80
0900810262  JEFRY HERIYANTO                                        88
0900810691  KRISTANTO WIBOWO                                    92
0900811712  RIZKY SEBASTIAN                                             78
0900812652  KARTOLO                                                              76
0900813453  SEPTINA MURNIA SARI                                 80
0900814102  NICLAS KRISTIAN JANIS                               80
0900815130  SUHADI                                                                  82
0900816171  ERIZA SEPTIANI                                                  80
0900816581  NOVI SETIANI                                                      78
0900816751  BUDIMAN PAPAK                                                84
0900816953  RIA INDAH WULANSARI                                 76
0900817281  ASRIWENI                                                               84
0900818201  FARID RIDHA                                                        82
0900819210  JONY IRAWAN TANZIL                                      74
0900819955  ENGEL EFFENDY                                                  82
0900820061  RIGCO GEOVANO                                                 76
0900821083  ANDRI KURNIAWAN                                           82
0900821215  CAESARIUS FEBRIANTO                                     80
0900821480  ERWIN ABDIWIJAYA                                           90
0900821915  WELY ARIFIN                                                            86
0900822312  DAVID CHANDRA                                                   88
0900822760  HAINIEK JENSEN SAPUTRA                             82
0900823214  JULIUS CHANDRA PRATAMA                            82
0900823492  MIKHO PRATAMA KRISTIAWAN                     80
0900823744  TRIANTO WIJAYA                                                   80
0900823971  YUGO ORIESGRAHA RAHARJO                          76
0900824904  RIDWAN RICHARDI                                               82
0900824942  FEBRIYANTI LODI                                                   74
0900825466  HUSEN                                                                          65
0900825932  HENDI KEMAL PRADANA                                     76
0900826613  JOHNNY HERMAN                                                    78
0900827995  RIDHA MUHARI                                                        80
0900828732  YOKO HALIM TIRTA KISMA                                 66
0900829275  ARIPIN WIDJAJA                                                       76
0900829786  DEDDY ALBERT                                                          78
0900830876  OKTRIN WATTIMENA                                             80
0900831941  MUHAMMAD NAQUIB                                              0   A
0900832742  HASANUDDIN                                                             88
0900833726  SIGIT PRATOMO                                                         82
0900834193  DAVID REWARD SIMANGUNSONG                     78

Nilai UTS T0016 AlgoPemrog

1100027180  ZULFIAH                                                     68
1100027193  MUHAMMAD REZA PAHLAWAN       68
1100027224  TEGUH JAYA SATRIA                            72
1100027256  FELIX UMAR                                             74
1100027275  CHRISTINE SUMAMPAU                     88
1100027306  ANGGITA PUTRI RANGKUTI            0   A
1100027344  ANDRIAN AUTAWI                                74
1100027376  HERRIYANTO                                           78
1100027382  VINCENT KOSALIM                               88
1100027413  DEWI LESTARI                                          92
1100027426  YULIUS                                                        84
1100027451  TONY                                                             72
1100027464  RICARDO WAHYU KRISTIANDI        76
1100027501  YANCE WIJAYA                                         76
1100027520  HENDRA GOH                                            78
1100027546  FEBDIANTO                                                 80
1100027552  ROSMINA                                                      94
1100027565  ED DOLF                                                        88
1100027571  JAMES APRIANTO MARINGAN SAIN 76
1100027590  REGINA CENDRAKASIH                          86
1100027621  MUHAMAD IKHSAN HERDIANSYAH  66
1100027653  HANDRIANY MOKALE                              76
1100027735  ALFITRA                                                           82
1100027741  HIRAM BHAGAS ANGYADI                       66
1100027786  FARRA AMALIA                                              76
1100027810  WENDY THEDY                                              78
1100027823  AUDRY MULYA RAHMAN                          72
1100027836  I MADE PREDANGGAPATI JUANA         76
1100027874  NUSAN DHARMA SUSILA                          80
1100027911  DHANIA KUSUMASTUTI                             78
1100027962  HILMANTRIADI HENDRAWAN               72
1100027981  AHMAD RIFQI                                                  70
1100028012  IMAM HADITIA ZABBAR ARIEF              0   A
1100028063  JONATHAN NOBUALA LAOLI                  76
1100028076  RACHMAT RAHMADYAN                            66
1100028100  ALANT JUNEDI, DS                                        72
1100028113  HARTONO                                                            70
1100028132  HARTANTO JAYA                                             80
1100028183  NIKO GOZALI                                                     84
1100028196  MARCORIES JAKUB                                         70
1100028252  KHOIRUL MUADIB                                          78
1100028271  FERLIO A. BADO-LOI DA SILVA                   76
1100028290  FREDDY LAJUARDI CHRISTOVER             68
1100028385  MUHAMMAD ISWAN                                      0   A
1100028441  MARSHA SINYO                                                  74
1100028454  MEGAWATI SETIAWAN                                  74
1100028473  DRAKE MARCEL GIOVANNI                          70
1100028486  JANUAR HASAN                                                 70
1100028492  LAURENTIUS CACA                                           68
1100028510  RUDY                                                                        70
1100028542  ADINATA KRISTANTO                                      88
1100028643  DEDE PUTERA                                                      88
1100028706  EDO BAWONO                                                       84
1100028725  STEPHANIE                                                            80
1100028744  MICHAEL HADIONO                                           84
1100028750  LAUWVIO MARCELL                                           74
1100028776  KURNIAWAN SUTANTO                                     76
1100028826  HADIANTO CANDY                                              88
1100028832  PAULUS KRISTIAN                                               94
1100029002  ADI WIRANATA DARMAWAN                          76
1100029053  MICHAEL SUTEJO                                                 70
1100029085  FELIX THANUELSON                                           80
1100029116  JOHANES CHRISTIAN HERLIANTO                72
1100032376  GIOVANY GLADYS GUNAWAN                          66
1100056716  ILHAMNI RANGGA                                                  62
1100057580  DILA A PUTRI ERBANDI                                      80
1100059900  TRISNA FEBRIANA                                                 72
1100060676  NOVITRA HERMIYANTI EKAPRASTI              64

Kakang Kampret di Jalan Kompeni

Sak wise kapan gerakan para muda sing senengane baris-berbaris, mangumbara neng alam bebas, lan seneng ngabiantu wong liya dijenengake Pramuka ? Nek miturut aku kuwi mestine sak wise tahun 1963, amarga ceritaku neng ngisor iki kira-kira ing tahun 1961 sing piye gerakan kaya mangkono iku isih dijenengake Pandu. Kanggo bocah cilik sing isih ana Sekolah Rakyat (SR) ya melune Pandu kelas Kurcaci utawa Pandu Kurcaci.. 

Cerita singkate ing sekitar tahun 1961 mbakyuku sing paling mbarep saben Sabtu lan Minggu sore ngumpul neng Kantor Kelurahan Mojorejo minangka maelu kegiatan tambahan sing dijenengake Pandu Kurcaci. Aku sing wektu iku isih umur 5 tahunan isih durung ngerti mbakyu mbarepku kuwi neng Pandu Kurcaci diajari apa wae. Sing jelas, ketoke mbakyu mbarepku iku seneng banget buktiku nek pas mulih saka kegiatan Pandu Kurcaci ceritane akeh banget, wis pokoke nyerocos kaya pancuran neng Sedudo.. 

Sak ben bengi sak durunge wayah turu, aku lan mbakyuku sing nomor loro wis dikongkon leyeh-leyeh neng pat tidur. Sak wise adike loro mapan arep turu ning isih melek, mbakyu mbarepku ngadeg neng pat tidur lan wiwit nyanyi. Wektu iku sing jenenge pat tidur biasane saka wesi sing ana klambune soale akeh jingklonge ning wektu iku durung ana obat jingklong, sing ana ming sapu lidi sing disimpen neng pat tidur. Sapa ngerti ana sak wijining jingklong sing nakal lan nerobos klambu, wis mesti wae njur dipateni karo sapu lidi marang ibuku utawa mbakyu mbarepku.. 

Singkate cerita, balik neng awal crita, aku lan mbakyuku wing nomor loro wis dikongkon mapan turu karo mbakyuku sing mbarep, terus mbakyuku sing mbarep bergaya ala Pandu Kurcaci karo ngadeg nyanyi kanti swara sing banter banget :    

    Kakang Kampret di Jalan Kompeni

    (1,1,1,6,6,5,4,5,6,4)

    Tiap hari naik eksposisi

    (4,6,6.5,1up,2up,6.5,6,6.5,1up,6)

    Naik gunung turun gunung

    (4,4,4,2up,2up,2up,2up,2up)

    Kakang Kampret lalu kecemplung

    (4,4,4,1up,1up,1up,1up,1up)

    Kakang Kampret aduh aduh biyung   

    (4,4,4,6.5,6,5,6.5,6,5,4) 

Mangkono ping siji, diulangi maneh ping loro, diulangi maneh ping telu, terus mbakyuku sing mbarep ngongkon awake dewe cah loro nerokke deweke nyanyi, sampe lambe meniren lan ngelak pengin ngombe (ampun…ampun… wis mandega nyanyimu…).. 

Pas matane kene cah loro wis mendrip mendrip meh ngantuk, mbakyuku sing mbarep nutup nyanyinye karo lagu sing ora suwe diepek karo negara tetangga neng lor kuwi : 

    Rasa sayange

    Rasa sayang sayange

    Pandu Mojorejo

    Rasa saying sayange

(aku ora nyatet not baloke soale kowe kabeh sing maca iki rak wis mudeng tho karo nyanyian kuwi, lha mosok rung mudeng..pantes wae diepek karo negara tetangga..)

Matane kene cah loro wis sangsoyo dalu sangsoyo mendrip-mendrip, mbakyu mbarepku ya wis meniren lambene, sak wise ngombe banyu kendi sak gelas, mbakyuku melu mapan turu neng pat tidur…

Ing pungkasane, sing dienteni suwe teka. Ibu mlebu pat tidur lan melu mapan turu. Dadi posisi turune saka sing paling tengen : ibu, aku cah ragil, mbakyuku nomor loro, lan mbakyuku sing mbarep.. 

Kaya biasane Ibu ndongeng “Kancil nyolong timun“ episode 24 yakuwi kancil dikerangkeng karo pak tani arep dibeleh, ning karo akale sing IQne 164 kaya Miranda Gultom si kancil ngapusi gajah sing awake gede kanti cara si gajah dikongkon mlebu neng kerangkeng ngganteni si kancil soale mendunge arep ambhleg alias udan deres angin lesus gambul ora kira kira… 

Sakmene disik cerita iki. 

== Cuthel ==  

Acara musik di TV yang kusukai

Banyak mahasiswa kelas saya Interaksi Manusia dan Komputer (IMK) yang saya suruh buat blog, mengatakan dalam blognya bahwa mereka tipe mahasiswa yang kesepian. Tentu saja saya agak merasa heran mengingat Jakarta kan kota besar yang serba ada, mengapa seorang mahasiswa bisa merasa kesepian ? 

Mungkin mahasiswa itu tidak tahu caranya mengusir sepi, pikir saya. Mungkin mereka tidak punya TV di rumah atau rumah kostnya, tebak saya sekenanya. Atau mereka putus pacar, kiriman uangnya telat, atau lagi menderita flu, reka-reka saya ngawur.. 

Kalau saya jadi mahasiswa sekarang, saya sudah siap dengan seribu cara untuk mengusir sepi. Tentu saja dengan nonton TV sehabis ngerjain PR yang diberikan dosen. Banyak acara TV yang bagus, antara lain acara “Manikustik“ di JakTV (sorry bagi anda yang tinggal bukan di Jakarta yang mungkin tidak bisa menangkap siaran TV lokal Jakarta ini). 

Walaupun tidak sering, tapi sesekali saya nonton acara “Manikustik“ di JakTV ini. Acara ini mengambil tempat di panggung yang ditata secara agak temaram tapi nyeni dengan banyak lampu-lampu lampion bergantungan, dan audience yang duduk di sofa empuk sehingga tidak bisa bergoyang kecuali goyang tangan dan kepala.

Musiknya jenis akustik atau “unplugged“, yaitu tanpa gitar listrik dan piano listrik, mungkin karena itu dinamai “Manikustik“.. 

Di antara acara Manikustik yang saya pernah lihat, saya paling terkesan dengan band Coklat. Karena saya suka sekali dengan tipe suara Kikan, sang vokalis, yang jenis vokalnya persis pleg dengan jenis vokalnya The Cranberries itu. Dan walaupun saya tidak suka dengan ketukan drummer Coklat yang menurut saya sepersekian detik kecepeten atau kelambaten itu ! Suatu saat Kikan mengambil vokalis tamu cowok yang bernama Ipang (?). Duet mereka ? Waduh, asyik Bo !! 

Group kedua selain Coklat yang saya suka di acara “Manikustik“ Jak TV adalah Netral. Sudah lama saya mendengarkan musiknya Netral dan terus terang saya agak salut dengan suara vokalisnya yang bernama Bagus itu. Menurut saya, suara vocal Bagus cukup lumayan disbanding banyak vokalis band lainnya di Indonesia. Lagu “Sorry” tentu saja saya paling suka. Saya suka mendengarkan Netral waktu nyetel radio mobil saya yang seringkali tertancap di saluran Radio Prambors terutama di acara Putuss yang dipandu oleh Ari Daging dan Deddy Mahendra Desta yang cucunya Asmarawan Kho Ping Ho dan tempat tinggalnya dekat rumah saya itu. Malahan suatu saat, Bagus ikut siaran selama 1 jam di acara Putuss-nya Prambors !

Kalau saya bilang sering dengerin Netral sebelumnya, saya tidak bilang bahwa saya pernah lihat performance band Netral. Dan baru saya tahu kalau anggota band Netral itu cuman tiga orang. Oh my God ! Kalau tahu begitu, saya pasti lebih suka lagi kepada Netral sejak dulu. Selain Bagus di vocal cum gitaris, Eno si rambut Mohawk di drum, ada lagi bassistnya yang saya lupa namanya (Tolong Dess, siapa nama bassist Netral ? Ooops, Dessa sedang ada training di Ciawi malam ini ketika tulisan ini diketik…).

Dari dulu saya sekali dengan band yang anggotanya 3 orang, misalnya Emerson, Lake and Palmer (ELP), lalu ada lagi Grand Funk Railroad. Keduanya adalah group band yang ngetop masa saya SMA di tahun 1973-1975an.

Awal tahun 1980an, saya jatuh cinta kepada The Police yang beranggotakan 3 orang dengan vocalistnya Sting. “Roxanne…don’t put your body in the red light”, begitu kira-kira lengkingan suara Sting mengenai seorang pelacur bernama Roxanne…

Sebelum acara “Manikustik”, saya juga sangat menikmati acara TV tentang musik dengan kategori Unplugged, tapi saya lupa di stasiun TV mana (it’s ok, toh A.C. Nielsen telah mencatat semuanya pada waktu itu). Misalnya Norah Jones (jazz), Prince (pop apa ya ?), tapi yang saya paling suka adalah Nirvana, dengan vokalisnya Curt Cobain yang sudah almarhum.

Nonton Norah Jones saya suka karena saya kenal bapaknya (Ceileeee…..) yang bernama Ravi Sankar, karena ia itu guru sitarnya The Beatles dan Led Zeppelin. Sampai baik The Beatles ataupun Led Zeppelin keduanya pernah mengeluarkan lagu yang bergaya India, kalau lagi The Beatles saya lupa judulnya, tapi yang Led Zeppelin coba deh dengerin “Kashmir“ yang pernah dijadikan theme songnya salah satu film James Bond itu.. 

Ada tiga lagu Nirvana yang sampai sekarang saya masih suka dengar karena MP3nya tersimpan di komputer saya, antara lain „“Polly“ (cerita seorang cewek) dan „“Teen Pit“ (ketiak cewek ?).  

Tapi all in all, dalam 10 tahun terakhir acara musik yang saya suka di TV adalah acara live performance-nya Billy Joel di University of Pennsylvania. Kenapa Billy Joel ? Karena dialah penyanyi Amerika yang paling terkenal di Amerika maupun di Rusia yang salah satu lagunya ada nyebut-nyebut “JFK” itu. Kenapa University of Pennsylvania ? Karena ini universitas yang paling terkenal dan salah satu yang paling tua di Amerika (putranya alm Ibu Th. Widia, Steven, adalah lulusan sini). Di acara itu, Billy Joel tidak hanya nyanyi tapi ia juga cerita mengapa ia menciptakan lagu itu.

Billy Joel cerita salah satu lagunya yang berjudul “Die Young” (mati muda) sempat dilarang untuk diputar oleh seorang pendeta (priest) di Puerto Rico, daerah protektorat Amerika. Karena lagu itu dilarang, justru lagu itu laku jutaan keeping. Akhirnya Billy Joel komentar, ”Priest, lain kali anda larang lagu saya yang lain aja biar penjualannya seabreg !!”. Aya aya wae…

Dasar Billy Joel !

Dasar mahasiswa, kenapa kesepian ??

Previous Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 244 other followers