Film Paling Romantis

Banyak pertanyaan masuk ke Blog saya, tentang film apa yang paling romantis dari berbagai penjuru dunia. Tapi ada sedikit “selera” bicara di sini, tapi inilah daftar Film Romantis menurut saya :

FILM INDONESIA PALING ROMANTIS

1. “Pengantin Remaja” (1970, Sophan Sophiaan dan Widyawati. Saya nonton waktu SMP, benar-benar merasuk ke jiwa saya apalagi mendengar lagu OST “Romi dan Juli” dari Widyawati yang penyanyi Trio Visca itu. Apalagi melihat Sophan dan Widya menikah dan sampai hari ini masih rukun-rukun saja, rasanya senang sekali). 2. “Ada Apa dengan Cinta” (2002, Nicholas Saputra dan Dian Sastro. Sekali lagi “chemistry” bicara di sini, yang membuat saya memilih film ini. Dian adalah typical dari “wajah cewek manis” dari Madiun, karena Pak Sastrowardojo adalah penulis sastra yang berasal dari Madiun. Tapi lebih dari itu, OST dari Melly Goeslaw yang sweet sangat mendukung film ini). Honorable mention : “Ramona” (Jamal Mirdad, Lidya Kandow, keduanya juga akhirnya menikah, sampai hari ini), “Nagabonar I” dan “Nagabonar II” (Deddy Mizwar, Nurul Arifin. Cinta Nagabonar terhadap Kirana sangat besar dan sangat romantis, sampai Kirana matipun Nagabonar tidak kawin lagi), “Eiffel I’m in Love” (Samuel dan Sandy, agak sedikit cengeng, tapi ok)

FILM KOREA PALING ROMANTIS

1. “Full House” (Rain dengan ……- sorry lupa nama bintang ceweknya, sering bertengkar tapi itulah cinta yang sebenarnya), 2. “Love in Harvard” (saya hafal muka bintang cowok dan bintang ceweknya, tapi tidak tahu namanya. Cinta yang timbul tenggelam di tengah-tengah suasana belajar yang sangat ketat dan kompetitif di universitas terbagus di AS), 3. “Cats on The Roof” (bintang cowoknya sama dengan Love in Harvard, banyak bertengkar tapi itulah realitas cinta). Honorable mention: “Love in Paris”, “Jewel in the Palace”, “Tough Guy Girlfriend”.

FILM AMERIKA PALING ROMANTIS

1. “Cassablanca” (1932, Ingrid Bergman dan….. – lupa nama bintang cowoknya, film cinta dengan lagu yang sangat romantis bila dimainkan dengan piano, dalam suasana ketegangan Perang Dunia II di Maroko, 2. “Gone with The Wind” (1939, Clark Gable dan Scarlett O’Hara, cinta yang tidak pernah mati, di suasana Perang Saudara di Amerika Serikat antara pihak Union di utara dan Confederation di selatan), 3. “When Harry Met Sally” (1988, Billy Crystal dan Meg Ryan, dalam perjalanan dari Universitas Chicago ke New York, banyak bertengkar, “make it out” tanpa sengaja, dan menikah setelah 13 tahun bertemu, 4. “Sleepless in Seattle” (1990, Tom Hanks dan Meg Ryan, seorang arsitek duda yang dicarikan jodoh sama anak lelakinya, lalu rendez-vouz-nya di atas menara Empire State Building…wah romantis banget, mauuuu…dong), 5. “You’ve Got Mail” (1996, Tom Hanks dan Meg Ryan, seorang pengusaha toko buku tradisional yang bersaing dengan pengusaha toko buku kaya persis di depan tokonya, antara benci dan cinta, itulah makna cinta…kalau tidak ada benci, mana ada cinta ?), 6. “50 First Dates” (2004, Drew Barrymore dan Adam Sandler, seorang cowok playboy yang mendekati cewek cacat ingatan berkat kecelakaan, situasi Hawaii yang indah…romantiiis bangeeet…mauuuu donggg…). Honorable mention : “Love Story” (Ryan O’Neal dan Ali McGraw -lagunya sangat menyentuh kalbu, tapi karena agak sad ending, tidak memperoleh nomor), “Romeo and Juliet” (Olivia Hussey dan ….. – lupa nama bintang cowoknya, lagunya juga sangat menyentuh dan sedih, karena sad ending terpaksa saya exclude dari yang mendapat nomor), “Sweet November” (Charlize Theron), “An Officer and A Gentleman” (Richard Gere), “Return of the Fall” (Richard Gere), “Thelma and Louise” (Brad Pitt, Geena Davis), “Titanic” (Kate Winslett, Leonardo di Caprio).

FILM INGGRIS PALING ROMANTIS

1. “The English Patient” (2002, Juliette Binoche dan … – lupa nama bintang cowoknya, seorang perawat cantik jatuh cinta dengan pasien yang mukanya sudah cacat karena kecelakaan pesawat – kisah sebenarnya juga ada di Indonesia – lihat acara Kick Andy), 2. “Love Actually” (2004, Hugh Grant, pilihan anak saya Dessa dan Ditta).

That’s my two cents !!

18 Comments (+add yours?)

  1. Resi Bismo
    Jan 24, 2008 @ 23:09:09

    Kalo filem indo saya suka AADC, karena ini filem jadi kenangan saya waktu NOMAD sama mantan, hiks udah merit sama orang lain.
    Trus kalo UK punya, saya suka nothing hill, dalem banget tuh filem, belakangan ada juga masuk nominasi oscar yakni atonement, yang bercerita tentang kebohongan anak bau kencur yang tidak tahu menahu percintaan anak muda, akhirnya dia berbohong untuk memisahkan kedua pasangan tsb padahal kakanya sendiri.
    Kalo filem Amrik apa yach, titanic is the best romance film ever deh… Gimana mas?

    Reply

  2. Tri Djoko
    Jan 25, 2008 @ 10:21:41

    Mas Resi : wah..selera kita sama ya, karena suka AADC. Kalau film UK, “Nothing Hill” kayaknya saya pernah dengar, tapi “Atonement” kayaknya film baru ya mas ? Soalnya, di Indonesia mendapatkan film UK agak sulit yang versi romantis, adanya film action macam “Ronin” dan “The Transporter”..

    [Saya janji mau dapetin copy "Nothing Hill" dan "Atonement" kapan-kapan di Gramed Matraman, yang kabarnya the biggest book store in South East Asia..]

    Titanic ? Secara pribadi saya nilai film itu bagus, tapi saya belum pernah seneng lihat Leonardo di Caprio yang menurut saya “terlalu ganteng” tapi tidak “manly”.

    Film UK lainnya ? Bagaimana kalau “Pride and Prejudice” ? Saya tidak tahu itu film Amerika atau UK, tapi yang jelas lokasi ceritanya di UK. Saya seneng karena ceritanya mirip GWTW, cewek naksir berat, tapi cowoknya cuek bebek..

    Dan Keira Knightley, wow..dia itu versi gua banget. Kalau saya masih muda..he..he..

    Reply

  3. edratna
    Jan 29, 2008 @ 09:49:30

    Aku juga seneng film yang disebutkan di atas…ada lagi…”A walk to remember.” ..walau sad ending. Tapi seneng kata-katanya….cinta seperti angin…tak diundang tapi terasa, … tak terlihat, dan tak tahu kapan mulai nya…huhu romantis, yang main Mandy Moore.

    Nontonnya bareng si sulung, dan kontan diledekin temennya…haiya…nonton film nih sama ibu, film romantis lagi….

    Reply

  4. Hendi
    Feb 05, 2008 @ 00:40:59

    “You’ve Got Mail”, ,”Titanic” dan “A walk to remember.”….film romantis Amerika favorite..

    Bagaimana dengan Film INDIA Romantis Terfavorite??
    Saya suka
    ”Kal hoo na hoo” , “Kuch Kuch Hota Hai ” ,”Mohabbatein” dan “Kabhie Kushi Kabhie Ghum” (tentang antar saudara).

    Usul Pak.
    buat juga posting mengenai “Film yang menjadi pengobar semangat” buat Bapak, agar saya dapat menonton juga dan mendapatkan motivasi serta cara pandang yang baru.
    seperti:
    1 . Nagabonar 2, dari film itu saya jadi tau besarnya pengorbanan seorang ayah.
    setetes – dua tetes air mata pasti mengalir di pipi..

    2. Patch Adam, Robin William yang menjadi Dokter dengan tujuan dan caranya sendiri demi sesama, serta caranya memandang masalah yang bukan sebagai penghalang melainkan pendorong semangat. Dll

    Reply

  5. Tri Djoko
    Feb 05, 2008 @ 13:53:49

    Bu Edratna dan Hendi : Saya belum nonton “A Walk to Remember” dari Mandy Moore. Kapan-kapan saya dapatkan copy VCDnya kalau sempet ke Gramed Matraman..

    Tapi menjelang Valentine ini saya sudah siap-siap VCD “Notting Hill” dan “Atonement” yang disebutkan Mas Resi di atas. Belum sempat menontonnya, mungkin 1-2 hari lagi..

    Hendi : Film India paling romantis apa ? Saya ada, dan ingat. Tapi yang lupa malah judulnya. Yang main Anishwara Rai mantan ratu kecantikan dunia….wah, zantek zekaleee !! Ceritanya si Rai sebagai cewek India punya pacar bule dan si bule sudah pulang ke Inggris. Eh..ternyata di Inggris si bule sudah punya pacar baru lagi sama-sama bule, padahal si Rai sudah capek-capek nyusul ke Inggris. Apa nggak romantis sedih itu, cewek cakep dicuekin ?

    Mengenai usulnya mengulas film yang memberi motivasi, nanti deh pada waktunya saya tulis. Tapi calonnya tidak jauh dari “The Breaking Away” (film tentang balapan sepeda di Indiana University, univ saya, dulu saya nonton di Bogor Theater), “Dead Poet Society” (juga oleh Robin William), “Hoosiers” (juga tentang basket, juga tentang Indiana, Gene Hackman), “Goodwill Hunting” (juga Robin William !), “A Beautiful Mind” (Russell Crowe)..

    Kalau isteri saya favoritnya “Legally Blonde”, cerita tentang susah payah cewek yang mau masuk Universitas Harvard..

    Reply

  6. nandya
    Feb 10, 2008 @ 14:44:50

    Film Indonesia yang baru ” Radit dan Jany ” kata sebagian orang sih katanya romantis bgt…dan temen saya cowok yang setahu saya orang nya macho (mantan chowok ) bisa di bikin nangis sama film ini…hahahaha..
    tapi saya belum sempet nonton dan beli DVD nya…jadi belum bisa bandingin keromantisannya dengan film2 yang lain.

    Reply

  7. Tri Djoko
    Feb 10, 2008 @ 21:12:45

    Nandya : O..iya, saya malah baru tahu ada film Indonesia judulnya seperti itu “Radit dan Jany”..

    Sudah lama beredarnya, atau belum beredar ? Soalnya saya kok nggak pernah denger, minimal dari anak saya..

    (O ya saya lupa, anak sulung saya sekolah di Semarang dan yang bungsu di Bandung, mungkin karena itu I missed it…)

    Reply

  8. andyasril
    Feb 11, 2008 @ 21:38:16

    Radit dan Jany kalau saya tidak salah sudah diputar sejak awal january, tapi saya juga belom nonton pak..
    tapi masih ada kok di bioskop2 di jakarta http://21cineplex.com/playnow.cfm?id=1800

    Selamat menonton…

    Reply

  9. Tri Djoko
    Feb 12, 2008 @ 03:05:11

    Mas Andyasril : ya deh, saya nunggu VCD “Radit dan Jany” keluar sekitar 6 bulan lagi ntar biar bisa nonton di rumah..

    Kalau sekarang nonton “Radit dan Jany” langsung di bioskop, lho kakek-kakek kok nonton film romantis, lagi puber ketiga ya ?

    Nanti…apa kata dunia ?

    Reply

  10. tutinonka
    May 13, 2008 @ 13:35:22

    Pak Tri, kayaknya harus segera cari VCD “Notting Hill” deh, soalnya film ini romantis dan lucu. Insya Allah kita dibikin terpingkal-pingkal (kalau sense of humor kita nyambung … ). Bintangnya Julia Roberts dan Hugh Grant, diproduksi tahun 1999 dengan sutradara Roger Mitchell.

    Saya nonton 5 kali film “Gone With The Wind”, dan nggak bosen-bosen. Sinematografinya bagus sekali. “Titanic” juga saya tonton berkali-kali, tapi saya lebih kagum pada teknik pembuatannya.

    Bagaimana dengan film-film semacam “Troy”, “The Last Samurai” dan sebagainya? Film-film epik seperti ini selalu memancing keharuan yang beda dengan keharuan nonton film romansa. Indonesia pernah membuat “Cut Nyak Dien” dengan bintang Christine Hakim, wow … bagus sekali.

    Reply

  11. Tri Djoko
    May 13, 2008 @ 20:00:55

    –> Bu Tutinonka : Wah..Bu, saya itu sudah beli VCD “Notting Hill” sejak Mas Resi Bismo 3 bulan yang lalu memberitahukan bahwa itu film bagus. Tapi ya itu, ngangkrak terus di atas DVD Player saya di ruang tengah, saya belum punya waktu buat nontonnya. Dulu, saya suka nonton pakai Laptop tapi karena akhir-akhir ini Laptop dibawa anak saya yang lagi TA di ITB, makanya kalau nonton dari DVD Player kayaknya malas gitu…

    Saya nonton “Gone with The Wind” sudah 10 kali Bu, tapi saya nggak punya copy VCD-nya. Soalnya filmnya kalau di gedung bioskop kan sampai 3 jam ya…

    Saya lebih suka film-film Tom Hanks dan Meg Ryan seperti “Sleepless in Seatle”, “You’ve Got Mail” dsb soalnya mudah cari VCD-nya. Film-film Meg Ryan itu saya nontonnya sudah puluhan kali. Mungkin sosok Meg Ryan cocok dengan selera saya Bu (cewek bule rambut pendek, pirang, mata biru, kelihatan smart) dibandingkan dengan Vivien Leigh yang jadi Scarlett O’Hara di “Gone with The Wind” yang rambutnya keriting, warna dark brown (hitam), dan mata coklat (maklum dia orang Irlandia)…

    “Titanic” saya sempat suka, tapi nggak terlalu suka banget. Leonardo Di Caprio is “too preppy” (terlalu cakep, kecewek-cewekan, kurang jantan), dan Kate Winslett terlalu gemuk…Wha !

    Saya juga suka film epic lho Bu, tapi belum pernah nonton “Troy” secara utuh, cuman potongan-potongan saja. Brad Pitt mungkin lebih bagus jadi cowboy (di “Thelma and Louise”) daripada pahlawan sejarah. “The Last Samurai” saya kurang suka karena faktor Tom Cruise-nya yang belakangan kurang saya sukai karena meninggalkan isterinya Nicole Kidman. Padahal waktu Tom Cruise membintangi “Top Gun” saya suka banget, apalagi dia merayu guru ceweknya yang diperankan oleh Kelly McGillish (nha…cewek bule macam Kelly McGillish itu tipe saya banget Bu…he..he..). Saya juga suka waktu Tom Cruise main sama isterinya (waktu itu) Nicole Kidman di film “Far Far Away” yang cerita tentang perlombaan cepat-cepatan dapat tanah di negara bagian Oklahoma itu (ini cerita sebenarnya). Di “Far Far Away” ada adegan Nicole lihat “burungnya” suaminya yang ditutupi tudung saji (he..he..saya melihatnya di Singapore, mungkin kalau di Indonesia sudah disensor…)..lucu banget deh !

    Untuk film epic, jagoan saya tetap “Gladiator” dari Russell Crowe (karena dia sangat manly) dan “Attila The Hunt” yang bintangnya saya lupa namanya. Kedua film ini cool banget. “Gladiator” saya punya VCD-nya dan nonton puluhan kali, sayang “Attile The Hunt” saya belum dapat VCD-nya di Jakarta ini…

    O ya, “Tjut Nyak Dien” saya belum pernah lihat filmnya secara utuh, kabarnya Christine Hakim main baik sekali di situ. Saya lebih suka “Doe Tanda Mata” dari Jenny Rachman, yang saya pernah nonton secara utuh…

    Bu, ngomong2 di Yogya sekarang ini masih ada gedung bioskop nggak ? Kalau di Semarang kata anak saya tinggal 1 bioskop. Di Madiun sudah tewas semua gedung bioskopnya. Kalau di Jakarta sini masih puluhan Bu. Yang terjangkau dengan rumah saya (dekat, yah 3-20 km) ada 4 : Citos, Cibubur Junction, Tamini Square, dan Pondok Gede Plaza…

    Menurut saya, nonton di Bioskop itu paling siiiip, apalagi sama mantan pacar (isteri saya sekarang) dan sambil makan Popcorn seember gedhe….he..he..he…

    Reply

  12. tutinonka
    May 15, 2008 @ 00:15:02

    Wah, kalau saya lebih suka nonton pakai VCD player Pak, soalnya layar tv saya agak gede. Lagian bisa di-hold dan di-play pakai remote (jadi kalau mau ambil minum atau ke toilet dulu nggak repot … he he).

    Saya juga sudah nonton “Sleepless in Seatle”, “You’ve Got Mail”, dan “When Harry Met Sally”. Meg Ryan memang cocok main film yang berbau komedi gitu. Waaa …. lha kalau Bapak seneng cewek bule, rambut pirang, mata biru, kok milihnya malah tentara? Jauh banget euy … he he he, maaf Bu Susi, bercanda aja lho ….

    Menurut saya film “Troy” bagus kok Pak. Ada dialog-dialog yang filosofis, juga adegan yang mengharukan ketika Raja Troy meminta mayat anaknya (Hector) dari Achilles (dimainkan oleh Brad Pitt). Hector ini dibunuh oleh Achilles, lalu mayatnya diseret di belakang kereta kuda oleh Achilles. Malam harinya, Raja Troy menyelusup ke tenda Achilles, mohon agar diijinkan membawa pulang mayat anaknya. Dialognya pada adegan ini sangat mengharukan, membuat saya tersedu-sedu (untung nontonnya di rumah … ).
    Brad Pitt juga main bagus dalam “Seven Years inTibet” dan (kalau nggak salah judulnya) “Winter Fall”.

    “The Last Samurai” saya suka, dan sempat banjir air mata juga ketika nonton adegan Ken Watanabe akhirnya harakiri untuk membela harga dirinya sebagai Samurai. Tom Cruise meninggalkan Nicole Kidman kan di luar film, Pak. Kalau di film, yang ada ya Kapten Algren.

    Bapak belum nonton “Cut Nyak Dien”? Wah, perlu diragukan nasionalisme Bapak nih. Christine Hakim main baaguuus sekali. Christine begitu menjiwai spirit Cut Nyak, sampai-sampai sudah lewat beberapa lama dari shooting film, dia masih saja belum bisa lepas dari karakter Cut Nyak. Bapak nggak bisa bilang lebih suka “Doea Tanda Mata” dong kalau belum membandingkan dengan “Cut Nyak Dien”.

    Di Yogya masih ada bioskop nggak? Ada dong Pak, meskipun bioskop-bioskop lama memang sudah gulung tikar (eh, tutup tirai … mana ada bioskop pakai tikar ya). Yang terbaru ada di Ambarukmo Plaza. Saya dengar sekarang malah muncul bioskop-bioskop mini di semacam kafe-kafe, dengan kapasitas kursi hanya sekitar 10 – 15 buah. Filmnya bisa kita pilih sendiri, jadi kayak bioskop pesanan, begitu. Kita bisa nonton rame-rame sama teman atau keluarga. Kalau ini nggak cuma popcorn seember gedhe Pak, segerobak juga boleh …

    Reply

  13. tridjoko
    May 15, 2008 @ 20:33:28

    –> Bu Tutinonka :

    Wah..Bu kenapa ya film tertentu sangat berkesan bagi orang lain tapi tidak berkesan bagi orang lainnya ?

    Menurut saya, kalau kita sudah naksir nonton suatu film, entah karena tertarik sinopsisnya atau karena dibujukin temen buat nonton misalnya “Bagus deh, tonton aja !” dan kita nontonnya di gedung bioskop (bukan lewat VCD “copyleft”), tentu itu akan menjadi sangat berkesan…

    Misalnya film “A Few Good Men” yang bercerita tentang para Marinir di kamp Guantanamo, Kuba. Saya lamaaaaa sekali naksir mau nonton film itu, saya amati terus posternya yang ada tulisannya “coming soon”… Terus, waktu film itu benar diputar di Yishun Theatre, saya bener nonton di suatu hari Minggu yang panas. Wah..film itu bagus sekali. Permainan Tom Cruise dan Demi Moore sebagai JAG (Oditurat Militer Marinir), dan Jack Nicholson sebagai Kolonel Marinir ex Nam (Vietnam) yang gagah tapi pongah, sangat-sangat menawan.. Pokoknya, saya puassss begitu saja (sorry niru iklan Rinso)…

    Begitu juga di suatu hari Minggu lainnya saya nonton “The House Sitter” yang dibintangi Steve Martin dan Goldie Hawn yang amat sangat lucu dan romantis…saya ketawa ngakak sendirian di gedung bioskop ! (biasanya saya nonton sendirian, soalnya kamar hotel saya setiap jam 10-11 dibersihkan sama Janitor hotel, jadi lebih baik saya pergi, dan biasanya nonton)…

    Begitu juga waktu saya nonton “Thelma and Louise” dari Geena Davis dan Susan Sarandon yang kental dengan dialok Southerners’ American English itu..saya benar-benar terhibur, apalagi Brad Pitt yang waktu itu masih pemain baru…ngeledek suaminya Geena Davis dengan mengucapkan “I’ve f*** your wife !!” sambil menggoyangkan pinggulnya… hahahaha… (mungkin adegan itu di Indonesia bakal dipotong !!)..

    Bagi orang lain, mungkin ada alasan khusus mengapa Ibu misalnya seneng “The Last Samurai” tapi saya tidak karena nonton hanya dari VCD (veri “copyleft”). Begitu pula waktu saya bilang film “Letters from Iwo Jima” saya anggap bagus karena menggambarkan dengan pas tentara Jepang yang bertempur di Iwo Jima waktu Perang Dunia II, tapi keponakan saya tidak setuju dan dia malah bilang film lainnya tentang Iwo Jima yaitu “Flags of Our Fathers” dianggap lebih baik…

    Menurut saya, ya itu tadi. Kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah anda.. hahahaha…

    Itu saja…

    Reply

  14. dicky
    Dec 18, 2008 @ 04:19:17

    menurut saya ada beberapa film yang bener2 berkesan buat saya
    1. life is beautifull (bener2 dalem makanany)
    2. Facing the giant ( itu jadi ispirasi saya)
    3. a walk to remmember (karena hampir mirip sama
    kisah saya dan mantan pacar saya, yang entah kemana)
    4. radit love janni (film itu menggambarkan sebuah cinta yang sesungguhnya)

    Dari film-film yang anda tawarkan, saya baru nonton “Life is Beautiful”. Sedang “Radit Loves Janni” kapan itu diputar di TV tapi saya nggak sempat nonton mungkin keburu tidur…
    Kedua film yang lain, kapan-kapan saya tonton deh…

    Reply

  15. Bahtera Yudha Simanjuntak
    Apr 11, 2010 @ 09:17:21

    Saya punya sebuah cerita romantis yang jika dijadikan salah satu film indonesia, kemungkinan mampu dan di senangin oleh semua orang. Cerita nya adalah cerita romantis dan ini pernah saya dengar dan fakta. Saat saya mendengarkannya aja, air mata saya keluar dengan sendirinya. Bukan hanya karena ceritanya yang sedih, tapi kagum dan merupakan suatu pelajaran buat kita. Seandainya saya masuk ke dalam kejadian itu, mungkin saya akan bingung dan larut ke dalam kesedihan. Tapi ketika saya mendengar cerita itu saya menjadi dapat pelajaran, bahwasanya emang benar apa yang kita harapkan belum tentu kita miliki. Dan mampu untuk memberi kita pelajaran untuk kuat dalam menghadapi kejadian seperti itu.

    Reply

  16. gunks
    Feb 29, 2012 @ 16:21:07

    ass..
    mu tnya ni h pak.. tmpat dowload film yg mudah n’ gratis psti ny.. hheheu
    itu dmn y om . ???
    mohon pncerahan ny…

    Gunks,
    Saya juga gak tahu, tergantung filmnya apa kali. Mungkin Indowebster…

    Reply

  17. Imam Budi
    Mar 16, 2012 @ 17:57:34

    Pak kalo saya, film “300”, untuk film jagoan, karena manly dan heroic sekali, dimana 300 orang romawi melawan ribuan musuh persia… dan suasana filmya gothic sekali, didominasi warna gelap…

    Pak Imam,
    Wah…romantisnya Pak Imam ternyata di Romawi ya….hehehe
    Pak Imam…terima kasih waktu itu sudah membantu mencarikan referensi Disertasi Hadar Aviram.
    Tanggal 31 Maret 2012 ini isteri saya, berkat bantuan Pak Imam itu, akan mempertahankan Disertasi S3 nya tentang Desersi di Sidang Terbuka di FH Unibraw, Malang…

    Reply

  18. tanly boy sihombing
    Sep 15, 2012 @ 20:21:53

    mengarikan

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 313 other followers

%d bloggers like this: