Film Pembangkit Motivasi

Salah satu mahasiswa saya usul, “Pak, mbok yao bapak itu zekali-zekali cerita tentang film yang membangkitkan motivasi”. Saya tulis kata “sekali” dengan “zekali” karena membayangkan ia berasal dari Tegal…

Kata dia, “Patch Adam” oleh Robin William salah satu yang bisa membangkitkan motivasi. Ceritanya tentang seorang mahasiswa kedokteran yang lebih memilih kerja sosial dan “menghibur orang sakit yang mau mati” daripada mengobati dengan obat dan jarum suntik…

Robin William yang pernah didapuk sebagai orang No.1 terlucu di Amerika Serikat, memang aktor yang handal. Sejak “Good Morning Vietnam” dimana ia memerankan penyiar radio di jaman perang Vietnam, yang bisa mengubah-ubah suara, sampai dengan “Mrs. Doubtfire” yang cerita tentang seorang bapak yang sudah / terpaksa bercerai dengan isterinya karena masalah ekonomi dan rindu sama anak-anaknya sampai dibela-belain menyamar sebagai perempuan supaya bisa melamar sebagai “nanny” alias pengasuh anak-anaknya yang masih kecil…

Saya mah setuju sajah “Patch Adam” teh diasupkan ka salah satu pilm nu tiasa membangkitkan motivasi (eh, koq tiba-tiba bicara bahasa Sunda. Sebenarnya I am not really comfortable in speaking Sundanese cause several of my Sundanese friends told me that my Sundanese speaking was terrible, as if I were an angkot driver in Jalan Dago whose prefer to say “aing” rather than “abdi”. “Goreng patut”, he/she used to say about my Sundanese. The only people that I feel comfortable to speak Sundanese to is to my buddy I Wayan Paster Susenapathy, whose himself a balinese !!!)..

Ok, kembali ke judul-judul film yang dapat membangkitkan motivasi. Sebagai orang Indiana alias “Hoosiers” (from “who is here ?”), saya menempatkan film “Breaking Away” sebagai film No.1 yang dapat membangkitkan motivasi. Mungkin anda akan kesulitan cari VCD-nya di Indonesia, tapi film itu saya tonton bersama teman saya Amril Aman di Bogor Theater somewhere in 1979 dulu. Ceritanya tentang sekelompok pemuda kampung yang ingin ikut balapan sepeda “Little 500″ di kampus Indiana University at Bloomington. Merekapun belajar keras, tapi selalu dihalang-halangi oleh club balap sepeda yang sudah mapan, baik dengan cara halus maupun dengan cara kasar (seperti, ditendang ke luar jalan aspal). Akhirnya merekapun memenangkan balapan sepeda Little 500 dan mendapat prize money yang besar (catatan: Little 500 sebenarnya meledek balapan mobil Indy 500 di kota Indianapolis, 1 jam perjalanan ke arah utara dari kota Bloomington melalui highway 67)..

Film motivasi kedua tentunya “Hoosiers” yang dibintangi antara lain oleh Gene Hackman si aktor watak. Dia berperan sebagai coach basket, yang lagi-lagi, ditugasi memberi coaching bermain basket di suatu sekolah (saya lupa SMP atau SMA) kampung. Berkat tangan dinginnya, akhirnya team basket sekolahnya make it to the state final, dan akhirnya juara. Film ini secara abadi diputar terus di gedung bioskop “Indiana” yang terletak di Jalan Kirkwook persis di depan kampus Indiana (ya, mirip Jalan Syahdan lah…beeh..)..

Film motivasi No.3, bagaimana dengan “Goodwill Hunting” yang dibintangi oleh Matt Damon dan Robin William. Matt Damon berperan sebagai seorang OB (office boy) yang tugasnya nyapu dan ngepel kampus Harvard University di malam hari. Pada suatu hari, seorang professor di Mathematics Department ngadain sayembara untuk membuat proof atas sebuah theorem bidang mathematics. Siapa bisa, akan diberi hadiah yang cukup besar…

Sudah seminggu, soal yang mesti di-proof belum ada yang jawab. Baik itu mahasiswa S2 atau S3, dari berbagai bangsa-bangsa pinter di dunia : Israel, China, Korea, India, tak satupun yang bisa menjawab. Sampai pada suatu pagi hari, seluruh Mathematics Department heboh karena seseorang telah memberi “proof” kepada theorem tersebut. Penasaran, si professor yang memberi soal (tapi juga artinya, dia sendiri nggak tahu jawabannya) ngintip, eh..ternyata yang bisa menyelesaikan proof itu adalah si OB. Di sini Robin William berperan sebagai psikiater yang membimbing si OB..

Film motivasi No.4, bagaimana dengan “A Beautiful Mind” yang dibintangi antara lain oleh Russell Crowe yang berperan sebagai Dr. John Nash (?) yang ngajar di Department of Physics, Yale University. Wow…universitas Bill Clinton, Hillary Rodham Clinton, dan George Bush Sr serta George W. Bush !

Sejak awal sebagai dosen yang jenius, John Nash telah menderita schizoprenia sejenis penyakit jiwa. Yaitu, John merasa ada orang yang terus membuntutinya, mengancamnya, dan mengawasinya terus-menerus. Saya belum pernah nonton film ini sampai selesai, tapi di akhir film semua professor di Yale merasa respect kepada John Nash dan di kantin universitas para professor itu memberikan pulpennya satu per satu kepada John Nash (wah…situasinya kayak “mangulosi” di adat suku Batak). Akhirnya John Nash mendapatkan hadiah Noble di bidang Physics…

Film motivasi No.5 dan seterusnya, silahkan cari sendiri. Pokoknya film yang membuat senang, dan membuat jiwa kita yang sudah nglokro, jadi bangkit kembali…

Ini daftar saya : “A League of Their Own” dibintangi Madonna, Geena Davis dan Sean Penn, “Dead Poet Society” dibintangi oleh Robin William, “Against All Odds” dibintangi oleh bintang film berambut pirang cantik, siapa ya ? (Jessica Lange ?), dan banyak lagi film-film music yang bisa membangkitkan motivasi misalnya “Sister Act” yang dibintangi Whoopy Goldberg…

Bagaimana dengan anda ? Apa film yang bisa membangkitkan motivasi anda ?

Cerita dong…

52 Comments (+add yours?)

  1. diTTa
    Feb 06, 2008 @ 14:28:55

    The Shawshank Redemption Pak.. film nya bagus sekali.. adaptasi cerita pendek nya Stephen King.. pasti bapak juga sudah nonton..

    sama Catch Me if You Can, walaupun kata orang” biasa aja.. tp saya salut aja soalnya true story hehe..

    Reply

  2. Tri Djoko
    Feb 06, 2008 @ 16:17:47

    Hallo Ditta : Stephen King ? Are you kidding ? Saya biasanya tidak suka membaca novelnya ataupun melihat filmnya Stephen King dengan satu alasan…saya tidak suka film horror…

    Jadi, “Shawshank Redemption” bukan film horror ya ? Ya deh nanti saya VCD-nya..

    “Catch Me If You Can”-pun nanti saya coba cari VCD-nya. Mumpung dosen Binus lagi libur…

    Reply

  3. diTTa
    Feb 07, 2008 @ 19:43:01

    bukan kog pak.. kan bukan novel nya yang diadaptasi, cerpen nya hehe.. wajib nonton pak ! di IMDB aja nomer 2 terbagus film nya setelah The Godfather :)

    Reply

  4. Tri Djoko
    Feb 08, 2008 @ 00:09:56

    Hallo Ditta : barusan saya cek IMDB (Internet Movie Database), memang “Shawshank Redemption” No.2. Memang IMDB rankingnya didapat dari suara pembaca situs IMDB, padahal kalau yang lainnya bisa berdasarkan Blockbuster (film yang paling laris).

    Nanti deh, kalau sempat ke Gramed Matraman saya cari copy VCD dari Shawshank Redemption. Penasaran juga sih..

    Tapi ternyata, lebih dari separo ranking IMDB itu diisi oleh film yang menjadi favorit saya, contohnya : Godfather (ranking 1), Godfather II (3), Schindler’s List (6), One Flew Over the Cuckoo’s Nest (7), Star Wars : Episode V – The Empire Strikes Back (8), dan Casablanca (9)..

    Sekuel Godfather, Star Wars, dan Lord of The Rings saya punya copynya, kalau nggak berupa VCD, juga saya “tanam” di hard disk saya…

    Thanks ya infonya, I really appreciate it..

    Reply

  5. Resi Bismo
    Feb 08, 2008 @ 06:50:43

    Mas, kalo saya rasa Godfather itu mirip kisahnya soeharto, cuma bedanya anak2 suharto masih hidup. Filem GOd father bukan termasuk film pembangkit motivasi melainkan sebuah nasehat bahwa sehebat2nya orang berkuasa dengan cara yang batil toh dia akan mati dan pasti kejahatan yang telah diperbuat akan mendapat balasannya.

    Kalo film Shawshank Redemption bercerita ttg persahabatan tanpa batasan2 SARA (persahabatan abadi). Bercerita juga ttg kesabaran, konsistensi, bayangkan 20 tahun mengikir tembok yg tebalnya 3 meter sampai jebol! wajib ditonton mas!

    Reply

  6. Tri Djoko
    Feb 08, 2008 @ 09:46:57

    Mas Resi : wah…kesan komentar saya di atas, Godfather film pembangkit motivasi ya ? Wah, maaf kalau gitu.

    Saya tidak bermaksud begitu. Film pembangkit motivasi bagi saya adalah yang telah saya sebutkan di posting awal saya..

    Lalu ini si Ditta, mahasiswa saya, menambah daftar dengan “Shawshank Redemption” dan “Catch Me if You Can”…sebagai film pembangkit motivasi menurut versi dia..

    Untuk meyakinkan “Shawshank Redemption” film top, dia bilang “Ada di ranking ke-2 dari IMDB lho pak”..

    Terus saya cek di IMDB memang “Shawshank Redemption” ranking 2. Ditta benar. Komentar saya berikutnya misleading..

    Mengingat blog saya ini sudah membahas berbagai judul film berkategori romantis, komedi, perang, film sedih, dan film pembangkit motivasi…saya langsung aja ngasih komentar tentang film “genre” lainnya selain film pembangkit motivasi..

    Sorry kalau menjadi misleading. Dan penjelasan ini saya berikan bukan karena Mas Resi doang, tapi posting ini dibaca ribuan orang karena sudah diangkat ke beberapa forum lainnya di bawah judul “film pembangkit motivasi”..

    Reply

  7. Resi Bismo
    Feb 08, 2008 @ 16:03:10

    gpp mas tri santai aja, ini saya tambahkan lagi filem yang menurut saya masuk kategori pembangkit motivasi.
    The Pursuit of Happyness (2006) yang diperankan aktor will smith, ada seorang blogger yang sudah meresensi filmnya.
    please check this out:
    http://astrikusuma.com/?p=232

    Reply

  8. Tri Djoko
    Feb 08, 2008 @ 19:17:43

    Mas Resi : Trims dan ok ntar aku cari copy VCD dari “The Pursuit of Happines” di sini. Biasanya yang lengkap di Gramed Matraman. Selain itu judul-judul tertentu sulit banget dicari..

    Saya juga suka Will Smith yang juga penyanyi itu, terutama perannya sebagai pilot di “The Independence Day”..

    Reply

  9. nandya
    Feb 11, 2008 @ 23:47:17

    bener tuh pak, The Pursuit of Happyness (2006) benar2 memperlihatkan kisah sebuah keluarga yang berjuang mempertahankan hidup mereka di kota… banyak cobaan yang mesti dilalui mereka, tapi memang bener ini film bikin saya merinding disko (terharu lo, bukan merinding ketakutan)..
    two thumbs up buat film ini.

    Reply

  10. hendi
    Feb 17, 2008 @ 10:41:54

    SETUJUUU!!

    “Pursuit of Happiness” emang bagus, Will Smith dan anaknya bener – bener terlihat sebagai keluarga yang tegar.

    pertama kali saya liat juga ga percaya film ini, saya kira ceritanya seperti Oliver Twist.
    Tapi ternyata bagusan ini.

    Buat “Catch Me if You Can” itu yang diperankan oleh Leonardo Di Caprio sebagai pencuri yang akhirnya menjadi agen FBI, bukan??

    Kalo iya….teknik menipunya boleh juga.
    Celakanya kalau tidak pintar2 mengolahnya film ini bisa d salahgunakan untuk jadi jalan pintas menjadi sukses.
    Seperti Hacker yang setelah tertangkap bisa menjadi manager di bank untuk mengatasi hacker lain.

    Reply

  11. abuh
    May 14, 2008 @ 11:45:28

    wah..kl sy film yg memotivasi sy Children of heavent…bagus tuch…
    perjuangan sang kakak untuk mendapatkan sepatu untuk adiknya…

    Reply

  12. Irwin
    May 14, 2008 @ 14:50:58

    Life is Beautiful juga bagus banget Pak.

    Pak Tri seangkatan sama Pak Amril ya? Beliau salah satu dosen saya di IPB. Salam kenal Pak.

    Reply

  13. tridjoko
    May 14, 2008 @ 15:08:20

    –> Abuh : Wah…saya belum nonton tuh “Children of Heaven”…bintang filmnya siapa saja ya ?

    –>Irwin : Salam kenal juga….;-)

    Ya mas, saya se angkatan dengan Pak Amril Aman, sama-sama lulus tahun 1980 lalu Pak Amril ngambil Master in Statistics di Purdue University tahun 1984, tahun 1987 saya nyusul di negara bagian yang sama yaitu Indiana tapi di universitas saingan Purdua yaitu Indiana University at Bloomington…

    Reply

  14. -pangerankodok-
    Aug 31, 2008 @ 21:17:00

    kemaren jg dah nonton nih film. asli bro, bener2 inspiratif.
    mengajarkan kepada kita, tentang kehidupan yang berkualitas itu harus didapatkan oleh siapapun. termasuk kepada orang yg nyaris mati. karena kematian, itu pasti akan terjadi pada semua orang. tinggal kita yang mengisinya dengan baik dan penuh dengan manfaat.

    Reply

  15. -pangerankodok-
    Aug 31, 2008 @ 21:19:18

    kalau aku sih, jg pernah terinspirasi banget sama ‘good morning vietnam’. masih dibintangi orang yg sama.

    inspirasi, bahwa segala hal harus dilakukan dngan menyenangkan. dan kebenaran harus terus disampaikan. meskipun itu terasa pahit

    Reply

  16. Irvan Caesar
    Dec 25, 2008 @ 11:20:40

    Saya lebih memilih Russell Crowe di dalam A Beutiful Mind. Sampai sekarang kalau ada teman yang tanya film favorit saya, saya tegas menjawab A Beutiful Mind. Karena iklim akademik yang dibangun di dalam film itu betul-betul memompa semangat untuk belajar. Mungkin juga karena saya hidup di lingkungan akademik jadi film itu betul-betul ‘kena’.

    Terlebih film ini kan diangkat dari kisah nyata, jadi terlihat lebih real daripada yang lain. ‘Catch Me If You Can’ juga bagus, setidaknya Leonardo DiCaprio – yang berperan sebagai Frank Abagnale Jr. – berhasil memainkan peran penipu ulung, terlebih lagi film ini diangkat dari kisah nyata pula.

    Teman saya merekomdasikan saya untuk menonton Goodwill Hunting, tapi film nya belum dapat. Di mana ya?

    Bung Irfan,
    Ya..saya setuju “A Beautiful Mind” termasuk salah satu film favorit saya karena lokasinya di Universitas Princeton – salah satu universitas Ivy League di Amrik yang salah satu profesornya adalah Albert Einstein…(siapa yang tidak kenal dia, ya toh ?)..

    Catch Me If You Can” belum pernah nonton. Secara pribadi saya merasa Leonardo di Caprio terlalu “preppy” (tampan, metrosexual) yang bagi saya yang scientist ini (ceileee…) agak terlalu “rapi” bajunya (too good to be true bagi seorang scientist)…

    Goodwill Hunting” bagus banget lho. Dan karena saya berbackground Statistics/Mathematics/Computer Science…maka film itu “gue banget” gitu…berkisah tentang seorang office boy yang bisa mem-proof theorem yang dibuat oleh seorang profesor Matematika di Universitas Harvard !!! Bagi saya masuk Dept of Mathematics Harvard aja sulit minta ampun, apalagi membuktikan theorem yang barangkali hanya bisa dibuktikan oleh orang sekelas Albert Einstein….lha ini OB kok bisa membuktikannya….a must see movie ! Dapat copynya memang sulit, saya dulu punya CD-nya tapi saya pinjamkan ke teman yang Mathematician…eh belum dikembalikan sampai sekarang. Tapi kalau mau jalan-jalan ke Mal Ambasador..masih suka ada lho…atau nyewa di Original VCD Rental…

    Reply

  17. Irvan Caesar
    Dec 25, 2008 @ 22:08:34

    Tampang Leonardo DiCaprio memang nampak metrosex daripada Russell Crowe yang agak misterius. Benar juga pak!

    Mudah-mudahan ada Goodwill Hunting di Mal Ambasador. Mendengarkan ‘trailer’ nya saja sepertinya sungguh menarik.

    Ngomong-ngomong tentang film Indonesia yang membangkitkan motivasi, saya lebih memilih Laskar Pelangi. (lagi-lagi) karena diangkat dari kisah nyata; Andrea Hirata. Saya memilih Laskar Pelangi karena ada Lintang di sana, seorang jenius dari pedalaman. Juga karena ketegaran Bu Mus untuk mengajar siswa-siswa miskin bertahun-tahun (sampai sekarang?).

    Selain Laskar Pelangi saya rasa belum ada. Atau karena saya tidak tahu.

    Mas Irvan,
    Gotcha ! Ya tadi saya maunya bilang saya lebih suka nonton Russell Crowe yang brewokan, “manly” dan “jantan”… daripada Leonardo di Caprio (saya tidak setampan Leonardo anyway…hwekekkekkek…),

    Film motivasi Indonesia ? Wah…dari sononya saya jarang nonton film Indonesia mas ! Mungkin “Laskar Pelangi” film motivasi terbagus dari dalam negeri, tapi saya juga belum sempat nonton tuh…(mungkin nunggu VCD-nya keluar di Gramed)….

    Mungkin ini agak mengejutkan, saya pandang film Indonesia terbaik sepanjang masa adalah “Garasi” !!!

    Reply

  18. budi
    Mar 02, 2009 @ 10:09:17

    nonton “the greatest game ever played” anda rasakan jadi seorang pemenang

    Budi,
    Lho…yang main di film itu siapa ? Jangan-jangan itu film dokumenter…

    Reply

  19. mel
    Apr 07, 2009 @ 11:30:02

    kalo saya sih film fireproof dan facing the giants
    film ini sangat memberikan saya semangat
    kalo saya lg males2 saya nonton ni aja
    so males saya berubah menjadi semangat
    nonton ja!
    bagus ganget lho!!

    Mel,
    O ya ? Nanti saya coba nonton kedua film yang anda sebutkan itu…

    Reply

  20. annie
    May 04, 2009 @ 02:32:10

    life is beautiful dan pursuit of happiness, dua film yang sangat menginspirasi dan memotivasi saya. film yang bercerita tentang pengorbanan, cinta kasih dan perjuangan hidup..
    luar biassaaaaa…
    bagi teman2 yang belum sempat menonton film ini..coba deh. banyak moral yang bisa kita pelajari.. acting para pemainnya sangat memukau. mampu membius para penonton. dan yang pasti siap2 tissue, kalau kita nonton dengan hati, pasti terharu bgt, terutama buat para ayah yang sangat mencintai anaknya… two thumps up for these movies..

    Mbak Annie,
    Ya..saya sudah nonton 2 movies itu, dan saya setuju dengan yang mbak Annie sampaikan…

    Dan terakhir, hari kemarin ini saya nonton VCD “Laskar Pelangi” yang menurut saya juga cukup inspiring dan memotivasi..

    Reply

  21. Marcel
    Oct 11, 2009 @ 19:58:31

    Facing The Giant, Persuit of Happiness, The Honour, The Sales Agents,
    dari produksi dalam negeri Laskar Pelangi bisa jadi acuan juga kok

    Reply

  22. Seprie
    Oct 20, 2009 @ 09:05:08

    Simon Birch….. film motovasi terbaik menurut saya… setiap moment memberikan pesan sendiri…

    Sayang filmnya susah ditemukan. Di jogja saja hanya dapat di satu tempat.

    Reply

  23. Rini
    Nov 01, 2009 @ 16:05:50

    Aku rkmndasiin imagine that, film klwrga ala eddie murphy. Bgs bwt refleksi para ayah yg kdng sbk bgt sama karirnya, smpe2 tnpa sdr suka mengabaikan cerita anak2nya.. Pdhl anaknya cm bth 1 hal didengerin aja..

    Rini,
    Thanks rekomendasinya…

    Kalau begitu, film Liar-Liar oleh Jim Carrey juga boleh dong ? Saya kira itu satu message dengan film “Imagine That” nya Eddie Murphy ini…

    Reply

  24. rose
    Feb 19, 2010 @ 10:28:55

    The shawshank Redemption yang ngantongin 7 Oscar itu bener2 film bagus yang inspiratif. Musik, akting, dialog yang serba intens tapi gak ngebosenin itu lho yang bikin pesan moralnya bisa diterima siapapun. Bener2 memotivasi dech… taglinenya berbunyi: Fear can hold you prisoner, hope can set you free. Udah ngejelasin semua tuh isi film.
    Satu lagi yang menginspirasi juga film Fight Club dan Forrest Gump… ^^

    Rose,
    Terima kasih pendapatnya. Saya juga sudah nonton “Shashank Redemption” dan “Forrest Gump”. Kalau “Fight Club”….hehe…lupa udah nonton atau belum…

    Mungkin setiap orang beda-beda pandangannya tentang film mana yang dapat membangkitkan motivasi, tapi kalau suatu film bisa membangkitkan motivasi, kenapa tidak ?

    Ya nggak ?

    Reply

  25. abu azcha
    Mar 20, 2010 @ 23:50:22

    hlo bung tri…. senang nyasar dn ketemu anda… meski sayang referensinya lebih banyak ke film2 barat. boleh dong sekl2 intip film “spt disinggung di atas ‘children of heaven’ atau ‘turtle can fly’. film terakhir ini menggambarkan potret warga irak paska invasi amerika ke negeri itu. ada kesedihan ketika anak2 irak yang cacat mencoba mengarungi hidup mereka, dan anak2 yg depresi mencoba mengakhiri hidup mereka krn tak sanggup menanggung beban adik2 mrk. sebuah tragedi yg menyentil kita dibalik kemegahan amerika, yang mungkin…. bung tri bagian dari hiruk-pikuk amerika itu… may be…

    Bang Abu,
    Wah…sebenarnya saya sengaja tidak membahas film-film yang sedih, karena konsep blog ini sebenarnya untuk menghibur pembacanya dan melupakan sejenak apa problema yang dihadapi sehari-harinya…

    Sudah terlalu banyak “blog tetangga” yang memuat cerita kesedihan seperti yang disiratkan oleh Bang Abu di atas, mungkin alangkah baiknya saya tidak ikutan ke situ..nanti kebanyakan…

    Anyway, terima kasih telah berkunjung ke blog saya yang sangat sederhana ini…

    Reply

  26. nina
    Mar 28, 2010 @ 21:24:59

    asli untuk motivasi? nonton aja “The Secret”
    seven thumbs up!!! (minjem jempol orang kan bisa hehehe…)

    Oops, belum pernah nonton film ini nih…:)

    Reply

  27. Ryn Setya
    Jul 05, 2010 @ 21:33:36

    Ikutan share ya mas Tri..
    Saya mau tambahin dengan film “Man of Honor” dibintangi oleh Robert De Niro dan Cuba Gooding Jr, soundtracknya juga bagus, judulnya “Win” dinyanyikan oleh Brian Mc Knight. Nonton atau denger lagunya, sama-sama keren…!

    Makasih mbak Reni…:)

    Reply

  28. lya
    Jul 08, 2010 @ 11:38:36

    good will hunting, Good Morning Vietnam and the The shawshank Redemption

    best movie. untuk saad ini agaq jarank ditemui film”motivator. pada sibuk buat film action semua :D

    cek my website to download new movie

    Makasih mb Lya..

    Reply

  29. lya
    Jul 08, 2010 @ 14:59:49

    sama” pak :D

    Reply

  30. fahmi
    Oct 27, 2010 @ 21:12:02

    invinsible dan pursuit of happiness.

    invisible dari kisah nyata, seorang bartender yang tiba-tiba mendapat kesempatan untuk menjadi pemain american football pada usia 30..must check it

    Reply

  31. basir aburafy
    Jan 25, 2011 @ 16:43:08

    saat kuliah ku berkesan dengan film “Oktober Sky” yang diputer anak2 rohis SIGMA matematika…. penasaran??

    Reply

  32. Juliani Juwono
    Apr 04, 2011 @ 22:20:21

    Salam kenal, mas
    Saya juga suka film yg membangkitkan motivasi
    pursuit of happiness, saya dah nonton, memang bagus tu
    Bagaimana kalo “We Are Marshall” ? atau “The Patrio” atau
    “The Last Samurai” ? aku suka film2 itu

    Mbak Juliani,
    Waktu menulis posting ini sebenarnya yang saya maksudkan dengan “pembangkit motivasi” adalah motivasi untuk menjalani hidup ini pada umumnya, ya seperti “Pursuit of Happiness” itu…

    Tapi kalau “We Are Marshall”, “The Patriot” dan “The Last Samurai” menurut saya lebih ke film sejarah, bisa sih membangkitkan motivasi…motivasi untuk mencintai negeri (saya dulu pernah beli vcd bajakan “The Last Samurai” yang waktu itu saya menontonnya tanpa kesan, tapi baru kemarin ini saya lihat lagi dari kabel tv HBO “The Last Samurai”…ternyata message yang dibawa film itu sangat bagus sekali ya…)…

    Reply

  33. mutiara adawiya alnisa
    Apr 27, 2011 @ 08:08:09

    salam kenal pak, saya mutiara
    sy hobi bgt nonton film n sekarang lagi nyari film” bwt motivasi belajar
    ada usul pak??
    oh iya film yg menurut sya bgus tuh 3idiots film india sih tp bagussssss deh menurut sy sih tuh stu”y film india yg mendidik :D
    coba deh nonton ….

    Mbak Mutiara,
    Salam kenal kembali mbak….wah nama mbak mengingatkan pada Mutiara Sani…bintang film jaman dulu, saudarinya Ratna Sarumpaet…

    Sebenarnya film yang mendukung motivasi belajar banyak ya….tergantung bidangnya apa. Kalau bidangnya Matematika, Statistika atau Teknik Industri…saya sarankan nonton “Goodwill Hunting” yang dibintangi Matt Damon dan Robin William…

    Untuk motivasi sekolah secara umum, bagaimana dengan “Love Story” yang dibintangi oleh Ryan O’Neal dan Ali McGraw…karena ini film klasik banget lho dan mengambil lokasi shooting di Harvard University…universitas paling terkenal di Amerika (almamaternya John F. Kennedy dan Barrack Obama)…

    Kalau versi film serinya ada film Korea berjudul “Love in Harvard” yang menurut saya cukup bagus dan memberi motivasi juga…

    Jadi menurut saya, film motivasi itu tergantung kepada masing-masing lho….

    Reply

  34. Yudo
    Jun 10, 2011 @ 14:43:12

    GIE :)

    Reply

  35. stupid_cupid
    Sep 28, 2011 @ 15:32:19

    BLIND SIDE
    BAREFOOT DREAM
    SOUL SURFER

    Oh ya ?

    Reply

  36. rio
    Nov 18, 2011 @ 13:29:08

    Ada film motivasi yang membuat saya terkesan “Scent of a Woman” dibintangi sama Al Pacino & Chris o’ Donell.

    Reply

  37. BBB
    Nov 30, 2011 @ 16:54:24

    Saya juga ingin menyumbangkan informasi film inspirasi favorit saya: “With Honors”, yg diperankan Brendan Fraser & Joe Pesci. Mereka berdua adalah aktor komedian terkenal yg justru main di film yg cukup serius ini. Dan temanya juga pas berhubungan dengan perjuangan membuat skripsi/tesis. Waktu itu saya sampai hunting VCDnya karena saking bagus & mengharukan ceritanya.

    Sinopsis singkatnya bercerita tentang Monty (Brendan) yg mengalami masalah data tesisnya rusak karena HDD failure. Ketika dia buru2x menuju tempat fotokopi utk membuat backup print-out tesis yg sempat dibuat, tidak sengaja ia terpeleset dan tesisnya jatuh ke gorong2x di bawah perpustakaan dimana seorang gelandangan, Simon (Joe Pesci), tinggal.
    Singkat cerita, demi menebus tesisnya, Monty harus memberikan kebutuhan pangan per hari diganti dengan 1 lembar tesisnya. Sejalan waktu, ternyata Chris memiliki intelek yg bahkan membuat para pengajar terperangah di balik kisah kelam kehidupannya. dan mereka berdua jadi semakin saling menghargai satu sama lain hingga Monty membantu Chris menemukan keluarganya yg hilang.
    Di lain pihak, ketika akhirnya Monty sudah menerima sebagian besar lembaran tesisnya, ia menyadari konten yg ditulisnya dirasakan seperti suatu kebohongan dan membuang tesis tersebut. Iapun mulai menulis tesis baru, sesuai dengan filosofi yg selama ini didapatkan dari Chris.
    Pada akhirnya, sang professor pembimbing tesis mengkritisi tesis barunya sekaligus memuji keberaniannya, namun sayang karena telat dikumpulkan maka is hanya bisa lulus “without honors”. Namun Monty tidak menyesal sama sekali.

    Sebenarnya ada satu lagi film favorit, namun kisahnya lebih mengarah ke inspirasi kehidupan. Jika beruntung, coba cari film “House of the Spirits” yg dibintangi Jeremy Irons, Meryl Streep, Glenn Close, Winona Ryder, & Antonio Banderas. Durasinya juga lumayan panjang sekitar 2,5 jam dan terdapat sedikit adegan di atas 17 tahun (termasuk konten kekerasan di dalamnya). Intinya menceritakan jatuh-bangun perjuangan hidup dari start sampai finish dan ada harapan walau dalam keadaan kelam sekalipun. Film ini, berikut dengan “Scent of a Woman” merupakan film yg sangat menyesakkan dada sekaligus mengharukan ketika nonton di bioskop awal ’90-an. Namun film ini lumayan sulit didapat, sehingga belum lama ini saya baru berhasil dapat copy digitalnya saja setelah sekian lama mencari.

    Utk tambahan film inspiratif yg ber-setting di timur tengah, bisa juga coba “The Kite Runner” yg menceritakan hubungan 2 saudara berbeda ibu yg berhubungan dengan suasana kota Afganistan dari jaman jaya hingga keadaannya sekarang. Konsep ceritanya mirip film Iran “Children of Heaven” dan film Italy “Life is Beautiful” (kalau masih ingat kejadian Academy Award ’99 dimana aktor pemenangnya berlari2x sambil banyak sekali mengucapkan “Thank You!” ke setiap orang yg ia jumpai).

    Semua film yg disebut di atas saya anggap masih masuk dalam kategori konsep cerita yg serupa dengan “Patch Adams” yg merupakan favorit pak Tri.

    Utk Asia, bisa juga coba film Jepang “One Litre of Tears” (1 Rittoru no Namida) yg mengisahkan perjuangan seorang gadis yg menderita penyakit langka yg selain membuat ia lumpuh juga hanya bisa hidup tidak lama. Film ini juga sudah disadur ke versi sinetron Indonesia yg berjudul “Buku Harian Nayla”. Sayang memang yg satu ini endingnya menyedihkan, tapi kisah perjuangannya itu sangat motivatif sekali.

    Sebenarnya masih banyak film2x inpiratif seperti Dances With The Wolves, The Bucket List, Empire of the Sun, dan lainnya. Tapi itu bisa jadi panjang sekali kalau dibahas. Juga, sepertinya film2x inpiratif fave saya juga kebanyakan dari era ’90-an. :p

    Mas Bobby,
    Wah…thanks sumbangan sinopsisnya. Hampir semua film yang mas Bobby sebutkan saya sudah nonton, kecuali “With Honors” yang kayaknya saya belum nonton, dan “Catatan Harian Nayla” sayapun belum nonton….secara DVD film Indonesia yang saya tonton hanya sebatas “Laskar Pelangi”, “Senandung Di Atas Awan”, atau “Garuda Di Dadaku”…

    Tapi yang “House of Spirits” saya juga beruntung langganan tv kabel Indovision di rumah….jadi saya masih sempat melihatnya (walaupun tidak bisa menikmati adegan yang dipotong…..hehehe….ini Indonesia Bung, bukan Singapura)…

    Kenapa hanya film2 tahun 1990-an yang bisa membangkitkan motivasi ? Apa karena Hollywood dan film Indie jarang bisa membangkitkan motivasi sekarang ini ? Itu mungkin pertanyaan kita semua….

    Reply

  38. BBB
    Dec 01, 2011 @ 18:02:17

    Kalau yg bpk maksud adegan love-making itu sih saya juga biasanya skip. Cuma masalahnya di situ ada terselip plot penting. Lagipula porsi adegan sensor yg saya maksud itu yg lebih ke arah sisi kekerasan seperti siksaan yg diterima Blanca yg melihatnya bikin miris. Saya juga waktu itu sempat lihat versi sensornya dan membuat adegan sesudahnya jadi terasa agak hambar. Bukan sengaja mencari, tapi memang IMHO ada plot penting di dalamnya.

    Utk Nayla, cukup nonton versi film jepangnya saja (1 Liter of Tears) karena yg Nayla itu berupa sinetron. Memang saya sempat lihat seriannya dijual di toko buku dan toko kaset rohani, tapi menurut saya terlalu panjang. Lagipula sinema lokal fave saya malah kebanyakan dari era 80-an ke belakang. Yg 90-an ke atas cuma AADC saja. :p
    Namun saya baru saja ingat ada satu film era 2000-an ini yg lumayan motivatif, walau hanya mulai di bagian akhirnya saja: FTV “Juli di bulan Juni” yg dibintangi Sissy Priscillia yg berperan sebagai gadis penderita disleksia. Film ini juga kalau tidak salah dibuat utk memperingati bencana tsunami Aceh.

    Dan alasan mengapa favorit film2x saya kebanyakan dari era 90-an ke belakang itu karena beberapa faktor:
    - Era 2000 ke atas sudah mulai dimanja kualitas spesial efek yg memukau, berbanding terbalik dengan era 90-an di mana film dengan spesial efek yg bagus bisa saya bilang sangat sedikit.
    - Sebaliknya, banyak film era 2000 ke atas memiliki konsep cerita yang tidak baru lagi. Hal yg menurut saya seringkali dirasakan di tiap era, dimana kaum muda merasa film yg mereka tonton saat itu terasa keren sementara kaum yg lebih dewasa menganggap film di jamannya lebih keren lagi dan bisa jadi malah menilai film yg lebih “jadul” dari itu terlihat lebih bagus. Belum lama ini saya sempat menonton film perang yg berjudul “The Bridge on the River Kwai” yg mana masih era hitam-putih dan kebetulan diputar di tv kabel, ternyata ceritanya sangat menarik.
    - Hal di atas menciptakan semacam kritis dalam menciptakan konsep cerita yang baru, sehingga lagi2x spesial efek lebih dikedepankan. Hal ini saya rasakan tidak hanya terjadi di media sinema saja, tapi juga di media lain seperti animasi, game, dan lainnya.

    Mas Bobby,
    Wah…kayaknya mas Bobby ni “movie freak” banget nih….hehehehe….
    Sebenarnya sama dengan saya, “pada suatu era”. Waktu SMA saya sering nonton sama room mate saya Hermawan Sulistyo atau Kikiek (yang sering muncul di MetroTV itu), bisa 3-4 kali per minggu. Tapi waktu itu kita nontonnya di bioskop Lawu yang sering muter film “second run” karena lebih murah. Kita nyebutnya “nonton film sek” (nggak pakai “s”, “sek” dari kata “seket” artinya “lima puluh rupiah”…hehehe)… Trus waktu kuliah di Singapura saya nonton bisa 3-4 kali per minggu, karena saya tinggal di hotel selama 9 bulan dan pada jam 10-12 pagi kamarnya bakalan dibersihin, maka selama kamar dibersihin saya “melarikan diri” ke bioskop2 yang ada di Singapura. Kalau hari Sabtu & Minggu pagi biasanya saya pergi ke Yishun Theatre (waktu itu dengan 6 cinema-nya termasuk yang paling top di Singapura). Tapi kalau Sabtu & Minggu malam saya sukanya ke City Hall Theatre (lupa namanya, tapi persis di depan Stasiun MRT City Hall). Kalo pas di Singapura, saya nonton sendirian saja…
    Saking movie freak-nya saya, anak saya yang pertama saya beri nama “Dessa” yang adalah tokoh utama dari film “Sang Gadis” yang diperankan oleh Iis Sugianto dan Herman Felani (kalo tidak salah)…. Jadi, movie freak-nya Mas Bobby belum terlalu freak banget….karena nama anak anda kan gak ada yang diambil dari nama di film….hehe…
    Setuju…saya kadang2 lebih suka film lama, untuk genre perang saya suka “Green Berets”, “The Bridge of River Kwai” yang mas Bobby juga suka, “A Bridge Too Far”, sampai “Platoon” dan “Apocalypse Now”. Walaupun film modern macam “Saving Private Ryan”, “Blackhawk Down”, dan film seri HBO “Band of Brothers” dan “The Pacific” juga worth to watch….
    Setuju dengan film Indonesia….”AADC” itu koleksi saya, tapi diilangin ama anak saya karena dipinjamkan ke temennya…hua..hua..hua.. Yang lainnya saya tidak sempat explore….karena saya sekarang tidak hanya “bapak yang sibuk”….tapi juga “kakek yang sibuk”….yang diurusin udah 2 generasi….hehehe

    Reply

  39. BBB
    Dec 05, 2011 @ 14:24:00

    piye toh pak. Jadi saya ini “movie freak” atau bukan? :lol:
    Tapi yah memang yg berkesan buat saya sebenarnya sih ga banyak, banyak yg sebenarnya “ga sengaja mampir” di penglihatan saya. :p
    Lagipula, semenjak era 2000-an ke atas juga labih banyak disita sama dunia IT, jadinya film2x yg dinikmatin mayoritas berasal dari tv kabel.

    PS:
    Bukan anak bapak saja yg dari dunia sinema. Nama depan saya juga di”anugerahi” dari nama anak kelahiran pasangan aktor-aktris ternama jaman 60/70-an (sekarang masih eksis sebagai kakek/nenek yg bersahaja), sampai waktu itu ada lagunya juga koq. ;D

    Mas Bobby Sanjaya,
    Wah…hahahaha…ternyata nama depan anda dari Bobby Sandhora…..hehehee

    Reply

  40. psichromatic
    Dec 05, 2011 @ 17:20:33

    gw seneng bgt ama filmny Will Smith yg “Persuits of Happiness”
    gmn seorang yg jatuh,
    begitu dalamnya,
    mencoba untuk bangkit..
    begitu banyak rintangan di depannya,
    begitu banyak org2 d sampingnya yg meninggalkan ato bahkan mencemoohnya, tp dia tetap melangkah majundemi cita2 dan tentu saja anak kesayangannya

    Salute buat pencipta tu film :)

    Yo’i…betul banget…

    Reply

  41. adi
    Dec 31, 2011 @ 14:08:08

    kalo film yang kyak 3 idiots itu apa aja yaaa ??

    salam kena for all :)

    Reply

  42. me
    Dec 31, 2011 @ 14:22:49

    lha kalo film indonesia yg bisa buat motivasi apa ya friend.,.,.,; ?? yg filmnya kisah nyata kyak “menembus impian” ??

    coment pleeease

    Adi,
    Banyak sih….tergantung definisi anda dengan “motivasi” itu apa ?

    Bagi saya sendiri, “Laskar Pelangi” memberi motivasi kepada saya sendiri dan seluruh keluarga besar saya untuk tidak takut untuk hidup sederhana….seperti yang ditunjukkan oleh anak-anak Laskar Pelangi ketika harus tampil di depan umum hanya dengan bermodalkan daun-daunan untuk penutup tubuh karena saking melaratnya mereka, mereka pasti tidak akan bisa mengalahkan bagusnya baju dan assesoris karnaval/festival yang dilakukan oleh anak-anak PN. Timah….

    Reply

  43. Rori April
    Jan 26, 2012 @ 21:53:59

    Saya rekomendasiin ini Pak Tri “Ultimate Gift” sama “The Kite Runner”. Ultimate Gift tentang kakek (milyader) yang mau ngasih warisan yang buanyak banget ke cucunya, tapi dia ga mau sembarang ngasih, dia mau cucunya itu jadi orang “bener” dulu :D nah di sini yang seru gmn cerita seorang cucu nya yang tengil, antipati sosial, biasa hidup “wah” bisa berubah 180 derajat,,, dijamin seru, bikin terharu dan tentunya me-motivasi:D

    Kalo the kite runner tentang bocah-bocah afghanistan sebelum pecah perang, intinya tentang kakak beradik yang ga tau klo mereka sodara (dirahasiain Bapaknya) akhirya mereka berpisah, dan perang pecah, yang satu tetap di afghan, dan yg satu ngungsi ke Amerika, setelah gede yg di afghan meninggal karena perang, kemudian yg di Amrik di kabarin bahwa sodaranya yang meninggal masih punya anak yang hidup di afghanistan dan entah dimana, lalu yang hidup itu mencari ke afghanistan walaupun dia tau nyawa taruhannya karena dia merasa sangat berhutang budi ke sodaranya yang telah meninggal itu, karena semasa kecil dia selalu dilindungi sodara nya, memotivasi kita untuk lebih syg sama sodara sendiri (buat yang sering berantem :D)

    Reply

  44. rysa
    Feb 13, 2012 @ 17:02:18

    kalau menurut saya film motivasi selanjutnya adalah …. LASKAR PELANGI !!! :D

    Rysa,
    Iyaaaaaa….itu sudah pasti Rys….saya 1000 % setuju….LASKAR PELANGI is sooo motivating….
    Rysa Blogger juga yaaa…sama dong….

    p.s.: dan juga DENIAS, SENANDUNG DI ATAS AWAN….juga pantas sebagai film motivasi…

    Reply

  45. cindy isviana musi
    Feb 25, 2012 @ 19:46:09

    aku ingin bertanya menapa cintaku harus barakhor,, tpi masih menyelip rasa syang

    Cindy,
    Ya Cindy sabar saja. Pasti suatu saat akan menemukan cinta abadi, yang tidak akan berakhir, yang dipenuhi terus oleh rasa sayang sepanjang masa…

    Reply

  46. udin
    Jun 25, 2012 @ 16:19:13

    The Billionare

    Reply

  47. agung agara
    Jul 28, 2012 @ 02:42:49

    salam kenal ni buat semua ya..setelah saya baca ini blog ini dan komentar2 ya saya tertarik atas pembahasan ya. tentang film motivasi..
    saya sangat senang menonton film2 yang bisa membangkitkan motivasi kita pada saat menonton ya.
    ini daftar film yang pernah saya tonton yang saya anggap luar bisa.
    yang bisa memberi motivasi hidup dan memberi suatu pelajaran dalam menjalani kehidupan ini.
    The_Billionaire , the children of heaven, cinderella man, biutuful mind, 127.Hours, afrika united, forrest.gump, the pursuit of happyness, The Shawshank, life is beautiful, freedom whrite, million.dolar.baby, i not stupid, Gifted Hand, men of honor, little miss sunshine, the blind side, The.Greatest.Game.Ever.Played
    dan masih ada beberapa lagi dari film barat maupun film indonesia..
    yang blum saya masukan.

    Agung,
    Makasih sharingnya….

    Reply

  48. Gapri
    Dec 24, 2012 @ 09:44:52

    kalau saya lebih demen pada film good will hunting dan a beatiful mind menginspirasi dan begitu memotifasi satu lagi menurut versi saya love story in harvard filmnya begitu menyentuh dan memotivasi gan wajib nonton kalu yang sedang kasmaran ,he.heee…

    Reply

  49. Don
    Jan 17, 2013 @ 09:46:35

    The Billionare juga merupakan suatu film yang bagus dan memotivasi.
    seorang anak muda yang sukses dalam kehidupannya. alangkah baiknya apabila anak2 muda sekarang dapat menonton & meniru caranya. :D

    Reply

  50. jefrigunawanundip
    Feb 05, 2013 @ 23:51:27

    3 idiots. nih film complete bgt.

    Reply

  51. alfinmuhammada l f i n
    May 07, 2013 @ 08:54:29

    october sky-1998. tentang pembuatan roket di amerika. based on true story :D

    Reply

  52. hawary
    Jun 06, 2013 @ 10:19:53

    taree jamaan, pay it forward, english vinglish, pacth adam

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 297 other followers

%d bloggers like this: