Ceritaku Ceritamu Ceritakita

Film Pembangkit Motivasi

February 5, 2008 · 23 Comments

Salah satu mahasiswa saya usul, “Pak, mbok yao bapak itu zekali-zekali cerita tentang film yang membangkitkan motivasi”. Saya tulis kata “sekali” dengan “zekali” karena membayangkan ia berasal dari Tegal…

Kata dia, “Patch Adam” oleh Robin William salah satu yang bisa membangkitkan motivasi. Ceritanya tentang seorang mahasiswa kedokteran yang lebih memilih kerja sosial dan “menghibur orang sakit yang mau mati” daripada mengobati dengan obat dan jarum suntik…

Robin William yang pernah didapuk sebagai orang No.1 terlucu di Amerika Serikat, memang aktor yang handal. Sejak “Good Morning Vietnam” dimana ia memerankan penyiar radio di jaman perang Vietnam, yang bisa mengubah-ubah suara, sampai dengan “Mrs. Doubtfire” yang cerita tentang seorang bapak yang sudah / terpaksa bercerai dengan isterinya karena masalah ekonomi dan rindu sama anak-anaknya sampai dibela-belain menyamar sebagai perempuan supaya bisa melamar sebagai “nanny” alias pengasuh anak-anaknya yang masih kecil…

Saya mah setuju sajah “Patch Adam” teh diasupkan ka salah satu pilm nu tiasa membangkitkan motivasi (eh, koq tiba-tiba bicara bahasa Sunda. Sebenarnya I am not really comfortable in speaking Sundanese cause several of my Sundanese friends told me that my Sundanese speaking was terrible, as if I were an angkot driver in Jalan Dago whose prefer to say “aing” rather than “abdi”. “Goreng patut”, he/she used to say about my Sundanese. The only people that I feel comfortable to speak Sundanese to is to my buddy I Wayan Paster Susenapathy, whose himself a balinese !!!)..

Ok, kembali ke judul-judul film yang dapat membangkitkan motivasi. Sebagai orang Indiana alias “Hoosiers” (from “who is here ?”), saya menempatkan film “Breaking Away” sebagai film No.1 yang dapat membangkitkan motivasi. Mungkin anda akan kesulitan cari VCD-nya di Indonesia, tapi film itu saya tonton bersama teman saya Amril Aman di Bogor Theater somewhere in 1979 dulu. Ceritanya tentang sekelompok pemuda kampung yang ingin ikut balapan sepeda “Little 500″ di kampus Indiana University at Bloomington. Merekapun belajar keras, tapi selalu dihalang-halangi oleh club balap sepeda yang sudah mapan, baik dengan cara halus maupun dengan cara kasar (seperti, ditendang ke luar jalan aspal). Akhirnya merekapun memenangkan balapan sepeda Little 500 dan mendapat prize money yang besar (catatan: Little 500 sebenarnya meledek balapan mobil Indy 500 di kota Indianapolis, 1 jam perjalanan ke arah utara dari kota Bloomington melalui highway 67)..

Film motivasi kedua tentunya “Hoosiers” yang dibintangi antara lain oleh Gene Hackman si aktor watak. Dia berperan sebagai coach basket, yang lagi-lagi, ditugasi memberi coaching bermain basket di suatu sekolah (saya lupa SMP atau SMA) kampung. Berkat tangan dinginnya, akhirnya team basket sekolahnya make it to the state final, dan akhirnya juara. Film ini secara abadi diputar terus di gedung bioskop “Indiana” yang terletak di Jalan Kirkwook persis di depan kampus Indiana (ya, mirip Jalan Syahdan lah…beeh..)..

Film motivasi No.3, bagaimana dengan “Goodwill Hunting” yang dibintangi oleh Matt Damon dan Robin William. Matt Damon berperan sebagai seorang OB (office boy) yang tugasnya nyapu dan ngepel kampus Harvard University di malam hari. Pada suatu hari, seorang professor di Mathematics Department ngadain sayembara untuk membuat proof atas sebuah theorem bidang mathematics. Siapa bisa, akan diberi hadiah yang cukup besar…

Sudah seminggu, soal yang mesti di-proof belum ada yang jawab. Baik itu mahasiswa S2 atau S3, dari berbagai bangsa-bangsa pinter di dunia : Israel, China, Korea, India, tak satupun yang bisa menjawab. Sampai pada suatu pagi hari, seluruh Mathematics Department heboh karena seseorang telah memberi “proof” kepada theorem tersebut. Penasaran, si professor yang memberi soal (tapi juga artinya, dia sendiri nggak tahu jawabannya) ngintip, eh..ternyata yang bisa menyelesaikan proof itu adalah si OB. Di sini Robin William berperan sebagai psikiater yang membimbing si OB..

Film motivasi No.4, bagaimana dengan “A Beautiful Mind” yang dibintangi antara lain oleh Russell Crowe yang berperan sebagai Dr. John Nash (?) yang ngajar di Department of Physics, Yale University. Wow…universitas Bill Clinton, Hillary Rodham Clinton, dan George Bush Sr serta George W. Bush !

Sejak awal sebagai dosen yang jenius, John Nash telah menderita schizoprenia sejenis penyakit jiwa. Yaitu, John merasa ada orang yang terus membuntutinya, mengancamnya, dan mengawasinya terus-menerus. Saya belum pernah nonton film ini sampai selesai, tapi di akhir film semua professor di Yale merasa respect kepada John Nash dan di kantin universitas para professor itu memberikan pulpennya satu per satu kepada John Nash (wah…situasinya kayak “mangulosi” di adat suku Batak). Akhirnya John Nash mendapatkan hadiah Noble di bidang Physics…

Film motivasi No.5 dan seterusnya, silahkan cari sendiri. Pokoknya film yang membuat senang, dan membuat jiwa kita yang sudah nglokro, jadi bangkit kembali…

Ini daftar saya : “A League of Their Own” dibintangi Madonna, Geena Davis dan Sean Penn, “Dead Poet Society” dibintangi oleh Robin William, “Against All Odds” dibintangi oleh bintang film berambut pirang cantik, siapa ya ? (Jessica Lange ?), dan banyak lagi film-film music yang bisa membangkitkan motivasi misalnya “Sister Act” yang dibintangi Whoopy Goldberg…

Bagaimana dengan anda ? Apa film yang bisa membangkitkan motivasi anda ?

Cerita dong…

Categories: Uncategorized

23 responses so far ↓

  • diTTa // February 6, 2008 at 2:28 pm | Reply

    The Shawshank Redemption Pak.. film nya bagus sekali.. adaptasi cerita pendek nya Stephen King.. pasti bapak juga sudah nonton..

    sama Catch Me if You Can, walaupun kata orang” biasa aja.. tp saya salut aja soalnya true story hehe..

  • Tri Djoko // February 6, 2008 at 4:17 pm | Reply

    Hallo Ditta : Stephen King ? Are you kidding ? Saya biasanya tidak suka membaca novelnya ataupun melihat filmnya Stephen King dengan satu alasan…saya tidak suka film horror…

    Jadi, “Shawshank Redemption” bukan film horror ya ? Ya deh nanti saya VCD-nya..

    “Catch Me If You Can”-pun nanti saya coba cari VCD-nya. Mumpung dosen Binus lagi libur…

  • diTTa // February 7, 2008 at 7:43 pm | Reply

    bukan kog pak.. kan bukan novel nya yang diadaptasi, cerpen nya hehe.. wajib nonton pak ! di IMDB aja nomer 2 terbagus film nya setelah The Godfather :)

  • Tri Djoko // February 8, 2008 at 12:09 am | Reply

    Hallo Ditta : barusan saya cek IMDB (Internet Movie Database), memang “Shawshank Redemption” No.2. Memang IMDB rankingnya didapat dari suara pembaca situs IMDB, padahal kalau yang lainnya bisa berdasarkan Blockbuster (film yang paling laris).

    Nanti deh, kalau sempat ke Gramed Matraman saya cari copy VCD dari Shawshank Redemption. Penasaran juga sih..

    Tapi ternyata, lebih dari separo ranking IMDB itu diisi oleh film yang menjadi favorit saya, contohnya : Godfather (ranking 1), Godfather II (3), Schindler’s List (6), One Flew Over the Cuckoo’s Nest (7), Star Wars : Episode V – The Empire Strikes Back (8), dan Casablanca (9)..

    Sekuel Godfather, Star Wars, dan Lord of The Rings saya punya copynya, kalau nggak berupa VCD, juga saya “tanam” di hard disk saya…

    Thanks ya infonya, I really appreciate it..

  • Resi Bismo // February 8, 2008 at 6:50 am | Reply

    Mas, kalo saya rasa Godfather itu mirip kisahnya soeharto, cuma bedanya anak2 suharto masih hidup. Filem GOd father bukan termasuk film pembangkit motivasi melainkan sebuah nasehat bahwa sehebat2nya orang berkuasa dengan cara yang batil toh dia akan mati dan pasti kejahatan yang telah diperbuat akan mendapat balasannya.

    Kalo film Shawshank Redemption bercerita ttg persahabatan tanpa batasan2 SARA (persahabatan abadi). Bercerita juga ttg kesabaran, konsistensi, bayangkan 20 tahun mengikir tembok yg tebalnya 3 meter sampai jebol! wajib ditonton mas!

  • Tri Djoko // February 8, 2008 at 9:46 am | Reply

    Mas Resi : wah…kesan komentar saya di atas, Godfather film pembangkit motivasi ya ? Wah, maaf kalau gitu.

    Saya tidak bermaksud begitu. Film pembangkit motivasi bagi saya adalah yang telah saya sebutkan di posting awal saya..

    Lalu ini si Ditta, mahasiswa saya, menambah daftar dengan “Shawshank Redemption” dan “Catch Me if You Can”…sebagai film pembangkit motivasi menurut versi dia..

    Untuk meyakinkan “Shawshank Redemption” film top, dia bilang “Ada di ranking ke-2 dari IMDB lho pak”..

    Terus saya cek di IMDB memang “Shawshank Redemption” ranking 2. Ditta benar. Komentar saya berikutnya misleading..

    Mengingat blog saya ini sudah membahas berbagai judul film berkategori romantis, komedi, perang, film sedih, dan film pembangkit motivasi…saya langsung aja ngasih komentar tentang film “genre” lainnya selain film pembangkit motivasi..

    Sorry kalau menjadi misleading. Dan penjelasan ini saya berikan bukan karena Mas Resi doang, tapi posting ini dibaca ribuan orang karena sudah diangkat ke beberapa forum lainnya di bawah judul “film pembangkit motivasi”..

  • Resi Bismo // February 8, 2008 at 4:03 pm | Reply

    gpp mas tri santai aja, ini saya tambahkan lagi filem yang menurut saya masuk kategori pembangkit motivasi.
    The Pursuit of Happyness (2006) yang diperankan aktor will smith, ada seorang blogger yang sudah meresensi filmnya.
    please check this out:
    http://astrikusuma.com/?p=232

  • Tri Djoko // February 8, 2008 at 7:17 pm | Reply

    Mas Resi : Trims dan ok ntar aku cari copy VCD dari “The Pursuit of Happines” di sini. Biasanya yang lengkap di Gramed Matraman. Selain itu judul-judul tertentu sulit banget dicari..

    Saya juga suka Will Smith yang juga penyanyi itu, terutama perannya sebagai pilot di “The Independence Day”..

  • nandya // February 11, 2008 at 11:47 pm | Reply

    bener tuh pak, The Pursuit of Happyness (2006) benar2 memperlihatkan kisah sebuah keluarga yang berjuang mempertahankan hidup mereka di kota… banyak cobaan yang mesti dilalui mereka, tapi memang bener ini film bikin saya merinding disko (terharu lo, bukan merinding ketakutan)..
    two thumbs up buat film ini.

  • hendi // February 17, 2008 at 10:41 am | Reply

    SETUJUUU!!

    “Pursuit of Happiness” emang bagus, Will Smith dan anaknya bener – bener terlihat sebagai keluarga yang tegar.

    pertama kali saya liat juga ga percaya film ini, saya kira ceritanya seperti Oliver Twist.
    Tapi ternyata bagusan ini.

    Buat “Catch Me if You Can” itu yang diperankan oleh Leonardo Di Caprio sebagai pencuri yang akhirnya menjadi agen FBI, bukan??

    Kalo iya….teknik menipunya boleh juga.
    Celakanya kalau tidak pintar2 mengolahnya film ini bisa d salahgunakan untuk jadi jalan pintas menjadi sukses.
    Seperti Hacker yang setelah tertangkap bisa menjadi manager di bank untuk mengatasi hacker lain.

  • abuh // May 14, 2008 at 11:45 am | Reply

    wah..kl sy film yg memotivasi sy Children of heavent…bagus tuch…
    perjuangan sang kakak untuk mendapatkan sepatu untuk adiknya…

  • Irwin // May 14, 2008 at 2:50 pm | Reply

    Life is Beautiful juga bagus banget Pak.

    Pak Tri seangkatan sama Pak Amril ya? Beliau salah satu dosen saya di IPB. Salam kenal Pak.

  • tridjoko // May 14, 2008 at 3:08 pm | Reply

    –> Abuh : Wah…saya belum nonton tuh “Children of Heaven”…bintang filmnya siapa saja ya ?

    –>Irwin : Salam kenal juga….;-)

    Ya mas, saya se angkatan dengan Pak Amril Aman, sama-sama lulus tahun 1980 lalu Pak Amril ngambil Master in Statistics di Purdue University tahun 1984, tahun 1987 saya nyusul di negara bagian yang sama yaitu Indiana tapi di universitas saingan Purdua yaitu Indiana University at Bloomington…

  • -pangerankodok- // August 31, 2008 at 9:17 pm | Reply

    kemaren jg dah nonton nih film. asli bro, bener2 inspiratif.
    mengajarkan kepada kita, tentang kehidupan yang berkualitas itu harus didapatkan oleh siapapun. termasuk kepada orang yg nyaris mati. karena kematian, itu pasti akan terjadi pada semua orang. tinggal kita yang mengisinya dengan baik dan penuh dengan manfaat.

  • -pangerankodok- // August 31, 2008 at 9:19 pm | Reply

    kalau aku sih, jg pernah terinspirasi banget sama ‘good morning vietnam’. masih dibintangi orang yg sama.

    inspirasi, bahwa segala hal harus dilakukan dngan menyenangkan. dan kebenaran harus terus disampaikan. meskipun itu terasa pahit

  • Irvan Caesar // December 25, 2008 at 11:20 am | Reply

    Saya lebih memilih Russell Crowe di dalam A Beutiful Mind. Sampai sekarang kalau ada teman yang tanya film favorit saya, saya tegas menjawab A Beutiful Mind. Karena iklim akademik yang dibangun di dalam film itu betul-betul memompa semangat untuk belajar. Mungkin juga karena saya hidup di lingkungan akademik jadi film itu betul-betul ‘kena’.

    Terlebih film ini kan diangkat dari kisah nyata, jadi terlihat lebih real daripada yang lain. ‘Catch Me If You Can’ juga bagus, setidaknya Leonardo DiCaprio – yang berperan sebagai Frank Abagnale Jr. – berhasil memainkan peran penipu ulung, terlebih lagi film ini diangkat dari kisah nyata pula.

    Teman saya merekomdasikan saya untuk menonton Goodwill Hunting, tapi film nya belum dapat. Di mana ya?

    Bung Irfan,
    Ya..saya setuju “A Beautiful Mind” termasuk salah satu film favorit saya karena lokasinya di Universitas Princeton – salah satu universitas Ivy League di Amrik yang salah satu profesornya adalah Albert Einstein…(siapa yang tidak kenal dia, ya toh ?)..

    Catch Me If You Can” belum pernah nonton. Secara pribadi saya merasa Leonardo di Caprio terlalu “preppy” (tampan, metrosexual) yang bagi saya yang scientist ini (ceileee…) agak terlalu “rapi” bajunya (too good to be true bagi seorang scientist)…

    Goodwill Hunting” bagus banget lho. Dan karena saya berbackground Statistics/Mathematics/Computer Science…maka film itu “gue banget” gitu…berkisah tentang seorang office boy yang bisa mem-proof theorem yang dibuat oleh seorang profesor Matematika di Universitas Harvard !!! Bagi saya masuk Dept of Mathematics Harvard aja sulit minta ampun, apalagi membuktikan theorem yang barangkali hanya bisa dibuktikan oleh orang sekelas Albert Einstein….lha ini OB kok bisa membuktikannya….a must see movie ! Dapat copynya memang sulit, saya dulu punya CD-nya tapi saya pinjamkan ke teman yang Mathematician…eh belum dikembalikan sampai sekarang. Tapi kalau mau jalan-jalan ke Mal Ambasador..masih suka ada lho…atau nyewa di Original VCD Rental…

  • Irvan Caesar // December 25, 2008 at 10:08 pm | Reply

    Tampang Leonardo DiCaprio memang nampak metrosex daripada Russell Crowe yang agak misterius. Benar juga pak!

    Mudah-mudahan ada Goodwill Hunting di Mal Ambasador. Mendengarkan ‘trailer’ nya saja sepertinya sungguh menarik.

    Ngomong-ngomong tentang film Indonesia yang membangkitkan motivasi, saya lebih memilih Laskar Pelangi. (lagi-lagi) karena diangkat dari kisah nyata; Andrea Hirata. Saya memilih Laskar Pelangi karena ada Lintang di sana, seorang jenius dari pedalaman. Juga karena ketegaran Bu Mus untuk mengajar siswa-siswa miskin bertahun-tahun (sampai sekarang?).

    Selain Laskar Pelangi saya rasa belum ada. Atau karena saya tidak tahu.

    Mas Irvan,
    Gotcha ! Ya tadi saya maunya bilang saya lebih suka nonton Russell Crowe yang brewokan, “manly” dan “jantan”… daripada Leonardo di Caprio (saya tidak setampan Leonardo anyway…hwekekkekkek…),

    Film motivasi Indonesia ? Wah…dari sononya saya jarang nonton film Indonesia mas ! Mungkin “Laskar Pelangi” film motivasi terbagus dari dalam negeri, tapi saya juga belum sempat nonton tuh…(mungkin nunggu VCD-nya keluar di Gramed)….

    Mungkin ini agak mengejutkan, saya pandang film Indonesia terbaik sepanjang masa adalah “Garasi” !!!

  • budi // March 2, 2009 at 10:09 am | Reply

    nonton “the greatest game ever played” anda rasakan jadi seorang pemenang

    Budi,
    Lho…yang main di film itu siapa ? Jangan-jangan itu film dokumenter…

  • mel // April 7, 2009 at 11:30 am | Reply

    kalo saya sih film fireproof dan facing the giants
    film ini sangat memberikan saya semangat
    kalo saya lg males2 saya nonton ni aja
    so males saya berubah menjadi semangat
    nonton ja!
    bagus ganget lho!!

    Mel,
    O ya ? Nanti saya coba nonton kedua film yang anda sebutkan itu…

  • annie // May 4, 2009 at 2:32 am | Reply

    life is beautiful dan pursuit of happiness, dua film yang sangat menginspirasi dan memotivasi saya. film yang bercerita tentang pengorbanan, cinta kasih dan perjuangan hidup..
    luar biassaaaaa…
    bagi teman2 yang belum sempat menonton film ini..coba deh. banyak moral yang bisa kita pelajari.. acting para pemainnya sangat memukau. mampu membius para penonton. dan yang pasti siap2 tissue, kalau kita nonton dengan hati, pasti terharu bgt, terutama buat para ayah yang sangat mencintai anaknya… two thumps up for these movies..

    Mbak Annie,
    Ya..saya sudah nonton 2 movies itu, dan saya setuju dengan yang mbak Annie sampaikan…

    Dan terakhir, hari kemarin ini saya nonton VCD “Laskar Pelangi” yang menurut saya juga cukup inspiring dan memotivasi..

  • Marcel // October 11, 2009 at 7:58 pm | Reply

    Facing The Giant, Persuit of Happiness, The Honour, The Sales Agents,
    dari produksi dalam negeri Laskar Pelangi bisa jadi acuan juga kok

  • Seprie // October 20, 2009 at 9:05 am | Reply

    Simon Birch….. film motovasi terbaik menurut saya… setiap moment memberikan pesan sendiri…

    Sayang filmnya susah ditemukan. Di jogja saja hanya dapat di satu tempat.

  • Rini // November 1, 2009 at 4:05 pm | Reply

    Aku rkmndasiin imagine that, film klwrga ala eddie murphy. Bgs bwt refleksi para ayah yg kdng sbk bgt sama karirnya, smpe2 tnpa sdr suka mengabaikan cerita anak2nya.. Pdhl anaknya cm bth 1 hal didengerin aja..

    Rini,
    Thanks rekomendasinya…

    Kalau begitu, film Liar-Liar oleh Jim Carrey juga boleh dong ? Saya kira itu satu message dengan film “Imagine That” nya Eddie Murphy ini…

Leave a Comment