Buku Kenangan yang Hilang

Sewaktu saya bersekolah di SMP dan SMA pada kurun waktu 1970-1975 saya mempunyai beberapa “buku harian” yang menurut saya sangat berguna. Jumlah buku harian saya itu ada empat. Sekarang tidak ada satupun buku tersebut tertinggal, dan ada sedikit rasa penyesalan..

Buku pertama berisi catatan lirik lagu-lagu yang populer di masa SMP dan SMA saya, dari lagu-lagunya John Lennon, Beatles, Led Zeppelin sampai lagu melow-nya Eddie Peregrina dan Victor Wood yang oleh Remy Silado disebut sebagai “penyanyi bakiak” itu. Beberapa lirik lagu Indonesia dari Koes Plus, Panbers, dan Anna Mathovani juga ada di situ. Juga beberapa puisi yang kutulis sendiri. Jumlah halamannya sekitar 100 halaman, lumayanlah…

Buku kedua berisi guntingan jenis-jenis huruf yang saya ambil dari Majalah Aktuil di waktu itu. Pada masanya, Majalah Aktuil adalah majalah yang progressif banget dengan hal-hal baru dan merupakan majalah musik dan majalah remaja terbaik di jaman itu. Saya bisa katakan, tidak ada satupun cowok di Madiun yang mau dikatakan modern yang tidak membaca majalah itu. Nah, tipe-tipe huruf itu sangat membantu saya mendesain t-shirt yang merupakan hobby saya. Kalau anda mengambil jurusan Desain Komunikasi Visual, maka cara-cara menggambar dan memilih huruf harus diambil sebanyak 12 sks (!!!!) dalam mata kuliah Tipologi Huruf. Wah, nyesel deh sempat hilang. Jenis huruf yang ada di Windows terlihat kurang “bergairah”, dan yang “bergairah” adalah yang ada di Macintosh..

Buku ketiga dan keempat berisi iklan-iklan film yang dimuat di koran KOMPAS dari tahun 1973-1975. Biasanya iklan film juga diikuti dengan resensi film yang bersangkutan. Nah, hobby saya dan roommate saya Kikiek adalah mencari film-film menarik yang kudu ditonton. Pokoknya setiap ada Susan George dan Edwige Fenech bermain film, pasti saya kejar. Begitu pula setiap ada Charles Bronson, David Niven, Jack Palance, dan Franco Nero main, kami juga kejar nontonnya, baik yang first run di Madiun Theater (sekarang sudah almarhum), second run di Bioskop Lawu (sekarang menjadi Mall Sri Ratu), atau third run di Bioskop Arjuna di sebelah utara Alun-Alun…

Maksud saya, alangkah bahagianya saya jika keempat buku itu ketemu. Seingat saya buku pertama tertinggal di Madiun, dan sisanya tertinggal di kost-kostan saya di Bogor dulu..

Adakah buku anda yang anda sangat menyesal karena telah kehilangannya ?

7 Comments (+add yours?)

  1. ariefantasista10
    Mar 06, 2008 @ 20:46:54

    Pak, ini saya Arie
    Kelas 04 PKT
    NIM : 1000862664
    Tolong add di link blogroll bapak…

    Reply

  2. ariefantasista10
    Mar 06, 2008 @ 20:47:17

    Pak, ini saya Arie
    Kelas 04 PKT
    NIM : 1000862664
    Tolong add di link blogroll bapak…

    http://ariefantasista10.wordpress.com

    terima kasih, pak

    Reply

  3. Andreas
    Mar 06, 2008 @ 21:06:57

    Pak ini aku Andreas, dari 04 PKT…
    NIM : 1000862670
    Tolong add di link blogroll nya bapak…

    http://journey88gokong.wordpress.com

    makasih ya pak….

    Reply

  4. simbah
    Mar 06, 2008 @ 22:16:07

    Dik Yon, . .beruntung bisa beli Buku, aku hanya bisa ‘minjam’. Yg namanya minjam kan, giliran. Justru aku mengkoleksi ‘kaset’ lagu2, tapi giliran pulang kampung th.1980-an sudah pada hilang, adikku banyak, jadi mungkin pada diambilin.

    Sekarang nyari lagu2 yg aransemenya asli, susah banget. Punya info di Jkt, toko mana yg jual CD lagu2 nostalgia dgn aransemen asli, dik Yon. . ?

    Reply

  5. tridjoko
    Mar 07, 2008 @ 08:47:03

    –> Arie dan Andreas : Sudah saya blogroll man, just check it out…

    –> Simbah : Wah mas, buku yang ada di rumah saya tidak semuanya beli. Ada yang dikasih teman, ada yang dikasih kakak, ada yang “dititipin” kakak (tapi “belum” diminta kembali). Tapi saya usahakan setiap bulan beli buku mas, ya iseng-iseng aja. Ada yang tentang komputer (bikin blog, cara jadi hacker, membuat user interface yang baik, dsb) ada juga yang novel (biasanya saya beli yang berbahasa Inggris, dan kesukaan saya adalah pengarang Brazil Paulo Cuelho, yang setiap buku barunya datang saya selalu beli di toko buku Periplus, Pondok Indah Mall I)..
    Anak sulung saya setiap bulan juga beli buku, katanya untuk menghilangkan jenuh. Buku terakhir yang dia beli adalah “Laskar Pelangi”.. Mengenai beli lagu Indonesia yang “aransemen asli” dan “penyanyi asli” saya juga kesulitan menemukannya di Jakarta yang luas ini mas !. Hal ini pernah saya keluhkan di posting saya yang terdahulu (sayang saya lupa yang mana). Beda dengan di Amerika yang ex kaset tahun 1930-an dan 1940-an-pun masih terus dijual sampai sekarang. Mengapa begitu ? Saya pikir karena penyanyi Indonesia “dibeli putus” sama perusahaan rekaman seperti Musica atau Remaco di jaman dulu, sedangkan penyanyi Amerika atau Inggris “diberi royalty fee” oleh perusahaan rekamannya. Makanya, The Beatles dan keturunannya masih mendapatkan royalty dari lagu yang dikarang bapaknya, sampai 40 tahun kemudian !! Makanya pula penyanyi Amerika atau Inggris tetap kaya walau tidak menyanyi lagi dan sebaliknya penyanyi Indonesia jatuh melarat ketika tidak menyanyi lagi. Saya sebenarnya ingin mendapatkan CD penyanyi kesayangan saya Anna Mathovani tapi aransemen asli, sayangnya gak ada. Satu-satunya tempat yang mungkin ada kaset atau piringan hitam asli ya di Pasar Barang Bekas di Jalan Surabaya – Menteng mas. Kalau mas Didiek “Simbah” Purwoko mau beli asal keuangannya tidak terbatas, nanti saya antarkan ke Jalan Surabaya yang setiap pagi saya lalui ketika mengantar anak saya kerja di bilangan Menteng…

    Reply

  6. ariefantasista10
    Mar 08, 2008 @ 02:37:52

    ok sip Pak… thanks..

    Reply

  7. simbah
    Mar 09, 2008 @ 10:59:12

    Wah, . .matur nuwun Dik Yon, pencerahannya. . mengenai kaset… dan lagu2 itu, dan . . Buku saya ngiri dng teman2 yg tinggal di mana ada Gramedia maupun Maruzen, maunya saya tiap bulan beli buku . .sayang di Mediyoen, belum ada toko buku yg lengkap-kap. Makanya kalo pas ada kesempatan mampir ke Gramedia, Solo ato Matraman, kayak orang baru turun Gunung lihat pasar . .ambil ini ambil itu, pake kredit lagi. Taunya tagihan datang . .he. . .he .. malu aku. .

    Eh. . ngomong2 ma’af sekedar ngingetin. . . gimana kalo Dik Yon, ngambil asisten. Buat ngedit cerita2 di Blog ini anda trus cari penerbit. Ntar kalo keterusan aku khawatir, tak edit sendiri trus tak ajuin ke Penerbit, duwitnya aku yg trima sendiri. . .ha….?, konon Laskar Pelangi ditulis sama Andrea, hanya utk Ibu Gurunya, Bu Mus. Tapi tau2, sama temennya dikirim ke Penerbit . . .(seperti dimuat Kompas)..? Hayo…gimana..?

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 313 other followers

%d bloggers like this: