Pagi ini saya berangkat dari rumah sekitar jam 06.00 padahal saya harus ngajar AI di kelas 06PAW Binus jam 07.00. Sebelum ke Binus, saya harus ngedrop anak saya Ditta di Baraya – Jatiwaringin, karena dia mau langsung ke kampus ITB. Anak saya Dessa-pun ikut. Maka, dari rumah saya masuk tol JORR arah Cikampek, lalu belok kiri di Cikunir dan masuk tol Cikampek.
Sebelum belok kiri ke arah Jatiwaringin ternyata…Oh my Gawd !!! Banyak bener motor dari arah selatan menuju utara, sampai Polisi lalu lintaspun mengadakan acara “buka tutup” segala. Mobil saya yang keluar tol mau ke arah selatan (ke arah As-Syafiiah) diberhentikan polisi menunggu arus dari selatan mereda. Tapi nggak pernah reda, maka 10 menit kemudian mobil saya boleh jalan lagi. Sampai Baraya jam 06.28 dan sayapun say good bye ke anak saya Ditta dan mobil sayapun kembali ke arah utara menuju tol dalam kota..
Tol Cikampek arah dalam kota (ke arah barat) ini tidak pernah menjadi favorit saya. Bisnya sama truknya lebih banyak daripada jumlah domba di kelurahan Jatiwaringin, alias banyak banget beih !!
Di Tol Cikampek mobil tersendat-sendat, kecepatan cuman 10 km/jam. Untunglah ada bis kecil jelek berwarna kuning, kaca belakangnya sudah ditambal dan atapnya sudah setengah keropos. Bis mana lagi kalau bukan bis kantor saya, BPPT ?
Akhirnya saya nguntit terus di belakang bis nomor 47 itu. Di belok kiri, saya ikut belok kiri. Ke kanan lagi, saya ikuti. Jadilah saya “membelah” antrian mobil ke arah Semanggi ala “Running Back” (Lorenzo White dari Michigan State ? Maybe), dan bis BPPT tadi bagaikan “Linesman” saya saja…
Brrrmm..brrmmm..brrmmm…asyik !! Tapi rupanya Linesman saya tadi cepat sekali berlalu dan gerakannya sulit ditebak. Kadang-kadang jauh kekiri, tapi kemudian ke kanan lagi. Sampai di Cawang, saya terpisah dan tidak bisa mengejar bis jemputan BPPT dengan sopir yang cukup “gila” itu !
Jadinya saya hari ini nyopir ala “Running Back”..
[Running back adalah salah satu posisi di dalam American Football, posisinya di belakang Quarterback yang mensuplai bola dari awal. Biasanya sebelum dihajar (di-sack) oleh lawan, Quarterback punya dua pilihan membawa bola, bisa lewat udara dengan cara dilemparkan ke Wide Receiver atau Flanker, atau dilempar ke belakang untuk dibawa lari "lewat darat" melalui Running back]..
Di Jakarta ini cara nyopir yang lain adalah “ala Left Back” atau “The Roberto Carlos way”. Cara ini digunakan oleh antara lain seorang ibu tetangga saya yang jago ngebut. Dia selalu lewat kiri..kiri..dan kiri..sampai nanti waktunya harus ke kanan..
Pokoknya, cepat sampai kantor atau kampus..
Tapi tak urung, saya telat juga hari ini. Biasanya sampai jam 07.00, ini jam 08.00 baru sampai kampus. Untung mahasiswanya baik-baik mau nunggu..he..he..
Recent Comments