Saya sengaja menaruh lebih banyak “bara” ke dalam “sekam” nih…
Posting berikut saya dapatkan dari : http://www.pro-rh.com/graduate-jobs/94296.htm
Dia bilang begini :
Which one is the best IT univ in Indonesia: Binus, Trisakti, UPH, UI, or ITB? |
| Some say that Binus is the best in Indonesian IT, but when I searching for Alumnis, in Microsoft Ind. IBM Ind, Indosat, Telkomsel, XL I found that the majority (>95%) of their directors & GM are ITB graduate. If next year I school in Binus, what company will accept me for the job? In ITB the informatika major is a part of electronica major, and many say that is hard to enter & the studi is hard too But some say that hardware is doesn’t need in IT but software - so hard study in ITB is no need So what is the best: Binus or ITB |
ITB of course.
ITB produces managers. Meanwhile Binus produces engineers.
Which one do you prefer? ITB
Yes you might got the job there…… but if you planning to be the directors I suggest you go for ITB. you should see from the “past” record to get “the future”.
Nothing relate about arrogance , I’m sure after you’re graduate from ITB you’ll be a good person ![]()
Just ignore about somebody whose feeling insecure about ITB alumni, maybe he has a problem in he’s carrier. Good luck for your choises…
Bener, gue setuju banget dengan Yohanes! Gue lulusan salah satu PTN terkemuka di tanah air. Sebenarnya selama kuliah gue kecewa berat. Dengan persaingan yang super ketat selama mengikuti UMPT (jaman gue dulu), berdoa siang malam, belajar pagi sore, mengalahkan ribuan peserta lainnya, kelenger abis pokoknya.. ternyata mutu pendidikan yang gue dapetin tidak sepadan dengan airmata dan darah yang telah gue curahkan. It was all about prestige. Mutu? Au’ ah lap!
about quality, BINUS.
If u have a certificate from ITB or UI, u can ger job easier in Indonesia
but, having certicicate of BINUS u can work outside of Indonesia easily.
ITB is yesterday news. they are all directors because there used to be the only one ITB in Indonesia. and it’s state University.
Nowdays belongs to the young progressive and modernize thinking of the new age. BINUS.
28 responses so far ↓
Agung // May 6, 2008 at 10:23 pm
Binus produces engineer??
that’s bullshit..!!
Binus produces business owner.
hahahahahahahaha…!!!
as he said that,in ITB they have to study about hardware too.
so,how come a hardware expert who usually wasting time in the workshop or hardware lab can be a manager??
because software is so near to business and management,and so easy to applicate software to business and management.
so much nearer and easier than hardware.
that’s not valid,if someone who expert in software called engineer.
the hardware’s expert is more compatible anyway.
hehehehehehehehe…!!!
tridjoko // May 7, 2008 at 4:16 am
–> Agung : yah…harus diakui argumen tersebut di atas sangat sangat rubbish !
Yang saya cari sebenarnya a sound argument that proves how IF ITB can be better than IF Binus…
Jika a sound argument tersebut memang tidak ada, maka sebagai corollary atau lemma-nya…ya theorem tersebut tidak valid…
As simple as that…
Agung // May 7, 2008 at 8:35 am
yg anehnya yah..!!
di suatu perusahaan besar kyk IBM,microsoft,dll;
menurut data umur GM dan directornya kira2 antara 37-50thn,ato bahkan lebih.
dengan kata lain mereka lulus kuliah S1 kira2 15-25tahun yg lalu.
dan pd saat itu saya kira Binus belum berbentuk universitas,tp masih STMIK.
dan mungkin ga sih lulusan STMIK bs kalahin institusi yg ud ada dr jaman Belanda??
trus ITB tau malu ga kalo bandingin hal kyk gt.
kalo ibaratnya tuh kyk Inter Milan lawan Piacenza (seri C).
dan utk skrg2 ini,
kita hanya baru bisa melihat wkt kita apply buat msk kerja.
nah,kalo sekarang bole lah,anggap Inter Milan lawan AS Roma.
hahahahahahahahaahahaha…!!!
mungkin ITB akan kelihatan “kalah”nya dari Binus begitu angkatan saya lulus nanti Pak.
(*ajeegile si Agung,PD aj bakal sukses nantinya*)
hahahahahahahahaa…!!!
tridjoko // May 7, 2008 at 11:44 am
–Agung : Good point ! Tapi saya kira malahan Binus masih bernama ATK (Akademi Tehnik Komputer) at that time…he..he..he..
The point is, watch your step ITB ! In the next 5-10 years Binus will be head-to-head with ITB. And with Binus 2020 Vision, by 2020 Binus will be like Stanford and ITB will be like Caltech…
And which one is the best, Stanford of Caltech ?
In IT ?
You must be joking ! Stanford is a way much better than Caltech !
Agung // May 7, 2008 at 2:19 pm
ga usa nunggu selama itu Pak.
skrg2 ini aj,lulusan IF Binus ud bisa kok head to head lawan lulusan IF ITB.
bahkan ga cm IFnya aj.
fakultas ilmu komputer (faculty of computer science)nya juga uda berani diadu.
jgnkan itu,bahkan saya yg juga anak MIPA,berani kalo hrs diadu ama anak MIPA ITB.
hahahahahahahahahahaha….!!!
saya kira kalo 5-10 ke depan,ato bahkan thn 2020,saya yakin ITB cuma menang di teknik mesin,elektro,teknik fisika,dan kimia.
yah,pokoknya yg di Binus ga ada departmentnya lah.
hehehehehehehehehe…!!
nah,itu bs jd contoh,antara Stanford dan Caltech.
hehehehehehhehe…!!
(*btw,Pak,kita ga dpt bagian nih?? kan kita ud bawa nama baik Binus..!!*)
hahahahahaahahhahaha…!!
Tri Djoko // May 7, 2008 at 4:49 pm
–> Agung : bagiannya…tanya temenmu itu…he..he..he..
nel // May 7, 2008 at 5:47 pm
kebetulan semalem ada acara kantor suami which is bos2 nya alumnus IF ITB. memang sekarang ITB ada jalur resmi (SPMB) dan jalur khusus (spt pak Tri bilang), jadi yg diterima lewat jalur khusus itu yg bener2 pinter krn pembagian jatah itu tadi. Trus kl di suatu perush itu mendominasi lulusan univ tertentu ya karena ikatan kekeluargaan nya kuat, mereka merasa berasal dari tata cara aturan yg sama.
just curious aja, ada gak pak anak yg top 5 di sekolahnya langsung mau masuk PTS di indo lho(gak mau ke PTN).
tridjoko // May 7, 2008 at 7:15 pm
–> Mbak Nel : SPMB itu beda dengan USM mbak, baik secara teknis maupun filosofinya. Saya tahu ini karena pas anak saya masuk ITB, mulai ada jalur USM di samping SPMB (tapi anak saya masuknya lewat jalur SPMB..)…
Ini menurut keterangan Rektor ITB waktu itu, yaitu Pak KK. “Kalau SPMB mengukur “tingkat kecerdasan” calon mahasiswa, sedangkan kalau USM mengukur “tingkat intelektualitas” calon mahasiswa”…
Justru di situ letak permasalahannya. Di SPMB yang ditanyakan adalah soal-soal yang sulit-sulit, jadi siapa bisa menyelesaikan soal-soal SPMB dengan nilai tinggi (>= 62), maka dia bisa masuk IF ITB…
Sedangkan USM, soalnya mirip SAT (Scholastic Aptitude Test). Kalau mbak belum pernah lihat SAT, maka samalah dengan GRE (Graduate Record Examination). Jadi yang diukur sebenarnya semacam psikotest tapi lebih terukur. Nah saya yang nggak setuju adalah pernyataan “Kalau lulus USM, berarti PINTER”..
Kalau ada orang yang bilang begitu, berarti he/she didn’t really know what he/she is talking !!!
Contohnya saya, kecerdasan saya yang diukur dengan IPK saya cuman 2 koma 5 sekian, jadi kecerdasan saya biasa-biasa saja. Tapi waktu mau nerusin ke US, nilai GRE saya cukup tinggi, yang artinya intelektualitas saya lumayan. Apakah saya bisa dibilang PINTER ? Wah..wah..wah…apa kata dunia nanti kok orang dengan IPK 2 koma 5 sekian kok dibilang pinter !!!
Itu maksud saya sebenarnya mbak.. Masalah PERNYATAAN dan LOGIKA saya jagonya, kan saya orang Computer Science he..he..he..
Pertanyaan curiousity mbak Nel, “Apakah ada anak top 5 di sekolahnya langsung mau masuk PTS di Indonesia dan gak mau masuk PTN ?”..
Pertanyaan yang pintar, tapi sekaligus NAIF mbak…maaf ya…
Yang sekolah di Binus itu banyak anak-anak No.1 di kelasnya, mereka berasal dari sekolah-sekolah hebat macam SMA Sutomo Medan atau SMA Don Bosco Padang atau SMA Loyolla Semarang. Banyak juga mahasiswa Binus alumni sekolah unggulan di Jakarta macam SMAK 1, SMAK 3, SMA 8, SMA 81, SMA 78 dan sebagainya. Mereka itu No.1 mbak di kelasnya, bahkan di sekolahnya, dan mereka kalau mau ngambil IT ngambilnya Binus. Kenapa dalam negeri ? Menurut saya karena kemampuan ekonominya yang tidak terlalu menguntungkan..
Tapi kalau bicara BINUS sebenarnya kita punya BINUS HIGH (SMA Binus) yang lokasinya di Simprug kerjasama Binus dengan Australia. Banyak lulusannya melanjutkan sekolah ke Amerika (U. Penn, Illinois Urbana-Champaign, Purdue, U. Texas Austin, Ohio State), ke Eropa, ke Australia, dan ke Jepang (lihat websitenya di :
karena mereka secara ekonomi mampu. Jadi lulusan BINUS HIGH jarang yang melanjutkan ke ITB atau UI, kalaupun mereka terus ke PT dalam negeri mereka akan milih BINUS INTERNATIONAL yang kampusnya di sebelah Senayan City…
http://simprug.binus-school.net/HighSchool.asp.
Untuk kategori mereka (alumni BINUS HIGH) melanjutkan sekolah ke LN is the order of the day (sudah biasa…
Jadi mbak Nel, BINUS itu artinya the whole schools from Kindergarten to Master’s Program in IT. Bukan hanya BINUS yang terletak “di pedalaman” itu, tapi yang “di tengah kota” macam Simprug dan Senayan juga ada….
Jadi, saya nggak BLUFFING lho mbak. Kalau kapan2 mbak Inel mau jalan-jalan ke Binus Simprug, Binus Serpong dan Binus Senayan monggo saya anterkan….
Agung // May 7, 2008 at 10:16 pm
@Mbak Nel juga :
soal anak2 terbaik di SMA yg pilih univ.
saya pikir,skrg2 ini mereka tidak lg memilih PTN sbg prioritas.
contohnya 2 alumni TI-Mat Binus angkatan 2003 (Pak Tri Djoko pasti tau orangnya),yg lulus dgn IPK >3,8 merupakan lulusan terbaik SMA Santa Ursula Pusat dan SMA Tarakanita.
kita yg di daerah JABODETABEK tau lah kaliber 2 sekolah itu.
dan juga juara umum angkatan saya di SMA Santa Ursula BSD,juga msk 10 besar olimpiade kimia nasional,plus lbh dr 10 piala di Sanur BSD dr kontribusi anak ini,
dia malah ambil jurusan musik di UPH.
wkt saya tanya,”kok msk jurusan musik sih?? sayang banget,lo pinter kan “dewa” bgt. ga ikut SPMB aj kyk yg lain?”.
dia jwb dgn simpel,”passion gw di musik. emank ada PTN yg ada jurusan musik yg bgs?”
wkt itu saya terdiam,”luar biasa anak ini.”
hahahahahahahahhaha…!!
dan kalo buat saya,orang yg msk PTN itu,cuma org yg cari kuliah murah,bukan kualitas pendidikan.
dalam hal ini bukan cuma secara akademis,tapi juga hal lain yg tak perlu saya sebut satu2 (toh,saya msh mahasiswa S1,masak ceramah ama para Master degree holder).
hehehehehehhehehehehe…!!!
sebagai contoh,disiplin yg diterapkan PTS,sejauh ini lebih efektif drpd di PTN.
yah,coba aj kita “tonjok” tmn kita di Binus ato UPH,mending siap2 daftar di univ laen.
hehehehehehhee…!!
dan sekali lagi saya tekankan student’s satisfaction on lecturer’s teaching dan educating quality.
satu cerita ttg tmn SMA saya lagi.
dia tmn karib saya,orgnya pintar,saingan saya di tim olimpiade matematika,bahkan dia jg pernah msk tim olimpiade fisika.
dan dia jg ckp hebat soal komputer,walopun otodidak.
skrg dia kul di teknik mesin ITB dgn IPK <1,25.
ada 2 pertanyaan dlm hati saya,
“gmn bisa anak sepinter dia??”,dan
“kok belom di DO??”
pertanyaan kedua itu bukannya sombong ato mao ngjatohin dia,tp kalo di Binus,SGU,ato UPH kmungkinan besar ud di DO.
dan sebabnya adalah,
pertama,dia kuliah di ITB,krn cita2nya kul di mekantronik SGU tidak kesampean krn ortunya ga sanggup bayar 20jt/smstr.
kedua,dia ga sanggup kuliah dgn dosen yg “ga niat” ngajar dan tll subjektif.
dan saya juga pny 1tmn lain (yg bahkan lbh hebat dr tmn saya yg pertama) yg mundur dr ITB dgn sebab yg hampir sama.
yah,percaya ato tidak,saya melihat disini ketidak mampuan ITB mendidik.
mungkin kalo mengajar (teaching) sih OK.
tp kalo mendidik (educating)??
saya berbicara ga cuma sbg mahasiswa Binus,tp jg mahasiswa PTS.
krn ga cm Binus aj yg bgs,UPH dan SGU jg mantab.
hehehehehehehehehe…!!
dan ini lah sbagian dr “survey kecil2an” saya thdp tmn2 saya sndiri.
dan data ini benar,berdasarkan fakta,dan tanpa rekayasa ato omong kosong.
tridjoko // May 7, 2008 at 11:44 pm
–> Agung : (walaupun bukan untuk saya, tapi untuk mbak Nel) :
Wah..good point Gung !
Saya tambahin ya mbak Nel…
Tahu nggak mbak, mahasiswa jurusan ganda Teknik Informatika-Matematika (TI-MAT) yang pintar-pintar dan IPK nya 3.7, 3.8 atau 3.9 lebih itu biasanya milih dosen pembimbingnya juga yang mantap punya, yaitu teman dosen saya yang namanya….Pak Tri Djoko..(he..he..kok jadi narcis yah…Ok Gung, itu Milka, Irene, dan Felicia ya yang kau maksud ?)…
Mengenai mahasiswa ITB dan mahasiswa Binus, bagusan mana ? Anda tahu sendiri jawabannya karena mahasiswa ITB disaring dengan SPMB (this one, I couldn’t agree more…alias saya mah setuju wae…)…Tapi untuk mahasiswa ITB yang disaring dengan USM, saya masih bisa membantahnya…ibarat kalau anda melakukan “proof” di mathematical course di Harvard…salah sedikit, you are DOWN and OUT !
Bagaimana dosen ITB atau dosen Binus, lebih bermutu mana ?
Very difficult question…dan ini sudah menjadi bahan pembahasan berabad-abad lampau…waktu itu ada pertanyaan, bagusan mana guru SMA 48 (yg biasa-biasa saja) dengan guru SMA 8 (yang unggulan DKI/nasional) ?
Jawabnya, ternyata bagusan guru SMA 48 karena dengan mendapat murid yang biasa-biasa aja (sebagai INPUT) tapi harus menghasilkan lulusan yang bermutu tinggi (masuk IF ITB misalnya, sebagai OUTPUT). Sedangkan guru SMA 8 mendapat murid unggul (sebagai INPUT) dan menghasilkan lulusan yang bisa masuk IF ITB (sebagai OUTPUT). Jika kita hitung Output/Input SMA 48 dan SMA 8, maka Output/Input SMA 48 jauh lebih unggul daripada SMA 8 karena Output sama tapi Inputnya beda… See ?
Begitu juga Dosen ITB dan Dosen Binus, Output/Input Dosen Binus jauh lebih baik daripada Dosen ITB, karena Outputnya sama (bisa masuk Microsoft misalnya) sedangkan Inputnya beda (ITB lulus SPMB, Binus kagak)…See ?
Point Agung yang menarik lagi, sekarang ini Universitas Swasta semakin mendekati Universitas Negeri dalam hal mutu, bahkan berusaha menyamai dan melebihi. Padahal lahirnya universitas-universitas swasta macam UPH dan SGU itu baru kemarin sore…walaupun Binus jauh lebih awal, tapi dibandingkan dengan ITB yang lahir sejak 1920 (jaman Belanda), jelas beda dong !
Tapi coba kita buat KURVA kenaikan prestasi selama rata-rata 1 tahun, pasti yang UPH dan SGU paling tinggi, lalu Binus nomor dua, baru ITB paling bawah, karena selama JANGKA WAKTU yang segitu lama, kenaikan prestasi ITB jauh lebih “landai” kurvanya….alias heunteu maju-maju, kitu !
Yah mbak, analisis seperti itu ada di matakuliah “MBA 101″ (mata kuliah dasar banget ttg MBA dalam membuat analisis ratio, analisis pertumbuhan, dsb)…
Di Amerika, siapa nyangka STANFORD University yang lahirnya baru kemarin sore (tahun 1901) sekarang menjadi universitas No.1 (atau paling rendah, No.2) di Amerika dan bisa ngalahin Universitas Chicago, dsb yang sudah lahir ratusan tahun sebelumnya ?
Akhirnya untuk penutup, saya kutip ucapan Pak Jos Luhukay pakar IT ternama di Indonesia saat ini, “Universitas swasta itu jauh lebih cepat dalam merealisasikan rencana-rencana, dibanding universitas negeri”..
Pak Jos knows darn well what he means, coz at that time when he spoke this he still a lecturer at Comp. Sci. Dept at UI. Universitas negeri dlm merealisasikan rencana harus ngisi rencana DIPA (Daftar Isian Proyek Anggaran) tahun ke-n, tahun ke n+1 DIPA-nya turun, dan tahun ke n+2 proyek terlaksana, jadi butuh AT LEAST 2 tahun untuk melaksanakan sesuatu.
Di universitas swasta ?
It’s only one “click” away…(lihat tangan saya mbak)…
He..he..he…how’s about that ?
Adhi // May 8, 2008 at 5:58 am
Pak Tri, berhubungan dengan point diatas, mengenai omongannya pak Jos, saya mengalami sendiri, udah KAPOK deh ..makanya saya pingin ngikut jejaknya pak Jos aja hehe…..
Agung // May 8, 2008 at 8:01 am
wah Pak,kalo Milka saya ga kenal.
yg saya maksud Irene (alumni Tarakanita) dan Nita (alumni Santa Ursula Pusat).
makanya saya bilang kalo saya sbg anak MIPA berani kalo hrs diadu ama MIPA ITB.
hahahahhahahahahaha…!!!
kalo SGU sih msh relatif landai Pak.
mungkin dibanding Binus,msh menang Binus.
tp kalo UPH,bueh….!!!
UPH baru berumur 15thn,tp ud mantab di segala sisi.
tourism dan fisip-nya suda terbaik di indo.
foodtech-nya juga.
hehehehehehehehe…!!
tridjoko // May 8, 2008 at 9:19 am
–> Mas Adhi : wah..gimana kabar London dan Paris mas ?
Omongannya Pak Jos ya udah pasti Joss….mas !!! Makanya, layak dikutip karena beliau bicara dari hasil analisis yang mendalam dan beliau memang “agak futuristic” sedikit…ya mirip-mirip Habibie lah. Makanya Binus maju seperti ini sekarang….ya karena “ramalan” Pak Jos itu (Thanks Pak Jos, how are you Pak ?)..
Apalagi mas Adhi sendiri mengalami, makanya pengin niru jejak Pak Jos…he..he..he.. bagus mas !
tridjoko // May 8, 2008 at 9:23 am
–> Agung : ya kalau Irene bimbingan saya sih, she is Ok dan mengerjakan tugas skripsi dengan sangat serius ….
Nita ? Hmmm…sayang dia agak jual mahal, karena tidak mau saya bimbing….maunya dibimbing orang yang bergelar Doktor !!
I was not. Tapi sebenarnya saya “Doktor” juga sih…”Ngodok nu kotor-kotor” dan “Mondok di kantor”….
Hi..hi..hi..hi…
Hidup Doktor !!!!
nel // May 8, 2008 at 12:16 pm
pantesan aja Pak tri gak setuju, saya juga ndak setuju,
ralat pak, maksud saya yg pinter itu yg jalur SPMB (UMPTN kan jaman saya).
@agung: setuju dg agung “dan kalo buat saya,orang yg msk PTN itu,cuma org yg cari kuliah murah”. saya dan saudara2 saya termasuk sepupu2 termasuk yg ekonomi nya pas2an ortu cuman pegawai negri, jadi kita hanya mengandalkan kepinteran supaya bisa lolos di SPMB.
mengenai kualitas pendidikan kita memang dpt referensi nya sama saudara2 yg masuk ke UI, ITB, IPB. dan menurut saya kualitasnya juga gak jelek
tridjoko // May 8, 2008 at 3:51 pm
–> Mbak Nel :
Ralat diterima mbak…..Peace !
pkab // May 8, 2008 at 4:23 pm
Bisa jadi karena itu masalah koneksi, siapa yang jadi boss akan merekrut anak buahnya dari almamater yang sama sedapat mungkin.
universitas negeri itu susah bergerak gesit, apalagi dengan dimintanya mereka untuk mencari dana sendiri, maka pada akhirnya mereka akan menjadi “komersil” dan bisa jadi menomor duakan anak2 pandai dan memburu/ mempersilahkan anak2 yang memiliki duit banyak tapi otak cekak masuk ke univ itu.
binus lain halnya, ia sangat gesit, malah per dua tahun berani ganti kurikulum, yang malah akhir2nya agak keblinger juga mengejar perubahan-perubahan yang terjadi. serba salah, karena di dunia IT perubahannya juga begitu cepatnya. Dulu sempat heboh ActiveX, sekarang mungkin ditinggalkan orang, jadi aneh juga kalau kurikulumnya masih ngajarin teknologi yang udah ketinggalan2 gitu.
Bisa juga judul matakuliahnya dibuat umum: ToToLan (TOpik-TOpik LANjutan) yang isinya bisa berganti tiap semester kalau perlu.
Nasib jadi orang IT….
Agung // May 8, 2008 at 7:14 pm
Mbak Nel :
maaf yah Mbak,kalo pendapat saya kbykan pedes2.
hehehehehehehe…!!
tapi ada hal yang sampe saat ini saya masih salut dgn PTN.
yaitu di UGM dan Udayana,Bali.
pertama,dua univ itu msih “murah”,dan kualitasnya msh “bagus”,mungkin karena ga tll mata duitan.
dan kedua,di 2 univ itu jg fakultas kedokterannya msh sangat baik,dan kalo menurut saya sih lbh baik drdp UI. krn UI skrg uda komersial dan mudah dapat IPK tinggi di FK UI skrg2 ini.
saya tau karena saya pny byk tmn di FK UI,FK UGM,dan FK Udayana.
dan kalo FK,univ swasta se”tajir” UPH pun,belom bs “meledak”.
hehehehehehehehe…!!
Pak Tri Djoko:
maklum Pak,Nita itu alumni Santa Ursula Pusat.
sekolah homogen puteri yg plg terkenal seindo itu.
bahkan jg terkenal krn sikap para wanita yg sangat qualified.
hahahahahahhahaahhaha…!!
saya sempet pacaran ama anak Sanur Pos.
wah,capek ati Pak.
hahahahahaahahahha….!!
lha???
yg saya bingung,kok Bapak ga kuliah Ph.D Pak??
ato nunggu Ibu lulus dr UniBraw??
hehehehehehehehe…!!
tp kalo saya liat2,byk org dpt gelar Doktor tanpa kuliah.
kyk SBY n Mochtar Riyadi (PresKom Lippo Group).
hehehehehehehehe…!!
Agung // May 8, 2008 at 10:26 pm
Pak,saya barusan diskusi sama tmn saya yg di IF ITB.
ktnya di sana tidak ada peminatan.
aneh yah?!?!?
jadi mahasiswanya “pilih sndiri” mata kuliahnya,di mana menurut saya mungkin bs terjadi “salah ambil” mata kuliah.
tridjoko // May 8, 2008 at 11:42 pm
–> Agung : kenapa saya harus ngambil Ph.D ? Orang gini aja udah laku keras…ha..ha..ha..
(saya dulu di CS Indiana sudah ngambil kelas Ph.D-level semua sampai habis. Yang belum saya lakukan adalah mendaftar di Ph.D program dan ikut qualifying exam…)..
IF ITB tidak ada peminatan itu urusan mereka. Who cares ?
Saya dulu waktu di Indiana ada 6 “stream” (bidang peminatan) yang bisa kita pilih 2 di antara 6 itu, tapi saya ngambil 4 di antaranya yaitu AI, Information Systems, Computer Organization (hardware), dan Numerical Analysis. Yang belum saya ambil adalah Operating Systems dan Compilers. Tapi di Indiana juga sama dengan ITB yaitu mahasiswa “dibebaskan” mengambil 2 stream mana saja sesuai bakat dan minat mereka…
tridjoko // May 8, 2008 at 11:47 pm
–> Pak Suryadi : setujuuu Pak ! Lebih baik di undergraduate upper level lebih dibanyakan lagi mata kuliah “Independent Study” dan juga “Advanced Topics in Computing” (ToToLan)…
Dengan demikian, mahasiswa senang dan dosen juga senang, sekaligus bisa menangkap segala perubahan bidang IT yang serba cepat daripada “terpaku” pada satu judul mata kuliah tertentu misalnya “Object-Oriented Programming”.. Lha, kalau pada suatu hari OOP udah nggak laku lalu njur bagaimana ?
Agung // May 9, 2008 at 7:24 am
hehehehehehee…!!
spy keliatan kalo IF ITB lbh ga prestisius dibanding IF Binus.
hahahahahahahaha…!!
nah,kalo itu kan ada peminatan yg “disediakan”.
tp kalo di ITB ga ada “arah yg disediakan”.
hehehehehehehe..!!
ciyeh Bapak,yg “laku”..!!
hahahahahahahahahaha…!!!
cuma tanya aj Pak.
kan pendidikan org kyk cewe.
gelar tuh outlooknya.
nah,ilmu tuh innerbeauty-nya.
hahahahhhahahaha…!!!
tridjoko // May 9, 2008 at 12:58 pm
–> Agung :
I couldn’t agree more, my man !
Agung // May 9, 2008 at 2:05 pm
wah,sepertinya diskusi ttg IF Binus vs IF ITB ud mulai jenuh nih.
hehehehehehehehehehe….!!!
tp Pak,kalo Bapak bergelar Ph.D,sapa tau mempercepat cita2 Bapak tahun baruan di atas Singapore Airlines tujuan London.
hehehehehehehe…!!
tridjoko // May 9, 2008 at 2:23 pm
–> Agung : saya memang Ph.D lho jangan salah !!!
Ph.D = Piled harder and Deeper…
M.S. = More Shit.. (M.S. sebutan Amerika unt M.Sc.)
B.S. = Bull Shit…
(ini saya baca dari Grafiti di Toilet CS Indiana Lindley Hall lowerground..)…
Selain itu, saya juga bergelar MA !!
MA = Madiun Asli…
Hi..hi..hi…
Agung // May 10, 2008 at 2:46 pm
wah…!!
kalo S.Si dan S.Kom apa Pak singkatannya??
hahahahahahha…!!
Ph.D itu bukannya Pretty Huge D**k..??!?!
hahahahahhahahaha…!!
saya juga punya gelar sejak lahir Pak.
gelarnya BA,tp bukan Bachelor of Art.
tp BA : Benteng Asli.
hehehehehehehehe…!!
tridjoko // May 10, 2008 at 2:50 pm
–> Agung : How’s about this :
S.Si = Sarjana Sia-sia
S.Kom = Sarjana Kompor
He..he..he..
Agung // May 10, 2008 at 9:11 pm
yah…!!!
jgn gt donk Pak…!!!
masak saya kuliah sia2.
hahahahahahahahaahha….!!!!
ga kebayang kalo ada sarjana kompor.
kesannya kompor tuh benda hi-tech dan multiguna gt.
hahahahahaha..!!
Leave a Comment