Ini pertanyaan mahasiswa lainnya..
Mungkin maksud pertanyaan ini adalah, mengapa seseorang harus mempunyai cita-cita dan mengapa cita-cita ini harus dikejar terus sampai dapat ? Mengapa seseorang mempunyai determinasi tinggi dalam mengejar cita-citanya tapi seseorang yang lainnya tidak mempunyai alasan itu ?
Orang harus lulus S1 karena untuk mencari kerja. Kerja adalah untuk mendapatkan gaji (uang) dan untuk kebanggaan. Kebanggaan adalah tuntutan keluarga, pacar, atau calon mertua. Jadi, dibolak-balik bagaimanapun seseorang sebaiknya lulus S1 terlebih dahulu sebelum melakukan hal-hal penting lainnya seperti bekerja, menikah dan sebagainya. Apalagi bila orang tersebut sudah duduk di bangku kuliah dan orangtuanya sudah terbongkok-bongkok membiayainya, maka tidak ada alasan untuk tidak lulus S1..
Nah, setelah lulus S1 dan orang tersebut memasuki dunia kerja, setelah beberapa tahun lulus S1 mungkin orang tersebut akan dipromosikan ke jabatan yang lebih tinggi. Karena lingkungan kerja biasanya di tempat-tempat tertentu sangat kompetitif, maka ijazah S1 biasanya tidak cukup dan yang diperlukan adalah minimal ijazah S2. Maka jika orang tersebut tidak ingin ketinggalan jaman dan tetap ingin stay competitive, maka mau tidak mau iapun harus mengambil pendidikan S2. Kalau misalnya S2 agak sulit dikejar karena alasan waktu dan uang, maka disarankan untuk mengambil sertifikasi tertentu seperti CISA, CISM, CIA, CFA dan sebagainya seperti yang saya tulis di beberapa postingan saya terdahulu…
Kalau pekerjaan anda di bidang pendidikan, yaitu sebagai dosen atau sebagai peneliti di sebuah lembaga research & development, maka biasanya gelar S2 belum cukup. Lagi-lagi bila lingkungan kerja anda seperti ini, maka gelar S3 adalah suatu keharusan. Karena kalau anda tetap berijazah S2 maka pangkat anda akan mentok di level tertentu. Contohnya, kalau anda bekerja sebagai dosen dengan pendidikan S2 maka jenjang akademis anda akan mentok di Lektor Kepala (Associate Professor) dan anda tidak akan mungkin mencapai jenjang Guru Besar (Professor) karena menurut peraturan terbaru syarat untuk menjadi guru besar adalah minimal pendidikan S3…
Mudah-mudahan anda jelas dengan yang saya maksudkan di sini, walaupun saya tetap tidak yakin apakah penjelasan saya ini jelas dan masuk akal…
Tapi satu hal yang pasti dan pernah saya rasakan. Kalau anda kesulitan menyelesaikan pendidikan S1, maka “tariklah cita-cita” anda “ke atas” yaitu minimal lulus S2, sehingga motivasi anda akan berlipat-lipat untuk menyelesaikan pendidikan S1, karena kalau tidak, akan tidak cukup syarat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S2..
Begitu pula, jika anda kesulitan menyelesaikan pendidikan S2, maka segera bayangkan diri anda minimal harus lulus S3, dan oleh karena itu motivasi anda akan bertambah untuk menyelesaikan pendidikan S2, sebab kalau tidak, adalah tidak mungkin untuk memasuki jenjang pendidikan S3..
Begitu aja saran saya, mudah-mudahan cukup jelas…
24 responses so far ↓
simbah // May 18, 2008 at 10:26 am
Dik Yon,…minta lonthong kepanjangan dari masing-2 CISA, CIFM dst…itu apa harus sekolah lagi utk mendapatkannya? …suwun…
tridjoko // May 18, 2008 at 2:54 pm
–> Simbah :
CISA = Certified Information Systems Auditor
CISM = Certified Information Security Manager
CIA = Certified Internal Auditor
CFA = Certified Financial Auditor
Keempat sertifikasinya itu sebenarnya bisa langsung diambil aja ujiannya. Biaya ujian sekitar $ 400 - $ 550.
Kalau sebelum ujian ikut “Preparation Exam” (bimbingan test) dulu pasti lebih baik. Keempat sertifikasi itu ada bimbingan testnya di Binus JWC (The Joseph Wibowo Center - nama pendiri Binus) alamatnya persis di Jalan Hang Lekir di sebelah timur Universitas Mustopo dan di sebelah selatan Senayan City Mall..
Biaya bimbingan test sekitar Rp 4 juta - Rp 5,5 juta..untuk 12 kali pertemuan (6 minggu x 2 pertemuan)..
Agung // May 19, 2008 at 10:03 am
wah,
bnr bgt Pak.
itu yang saya lakukan skrg2 ini.
saya ud bayangin “besok” saya akan pergi ke Leuven buat S2.
makanya nilai saya grafiknya perlahan naik.
hehehehehehehehehe….!!!
nel // May 19, 2008 at 10:32 am
setuju banget pak Tri, certification penting untuk bidang2 tertentu. sekarang ini rasanya lulus S1 udah biasa dan itu sebagian besar biasanya general prereq masuk di perusahaan manapun.
kadangkala di bidang tertentu certification lebih diperhatikan ketimbang experience. Saya beberapa kali interview di SAP consultant. Experience di ERP 7 thn, pas ditanya SAP certified? belum, langsung deh down.
Dan saya yakin gak lolos nya pasti karena belum certified.
tridjoko // May 19, 2008 at 4:26 pm
–> Agung :
Nah gitu Gung…kalau anda cuman “target” lulus S1 padahal anda sedang ngambil S1…tentu motivasi kurang kuat untuk selesai S1..
Supaya lebih kuat, cita-cita harus “ditarik ke atas” lulus S2, pasti motivasi jadi semakin kuat. Atau lebih kuat lagi, motivasi ditambah menjadi lulus S3, pasti motivasi lebih kuat lagi…
Tapi karena sekarang ini IPK anda belum terlalu sexy (untuk mengejar “Honor” atau “Cum Laude”), maka sebaiknya step-by-step dulu. Setelah ini yang penting lulus Master dulu, lha nanti dilihat kalau masih minat dan diterima program Ph.D, mengapa tidak ?
Gitu lho maksud saya…
tridjoko // May 19, 2008 at 4:32 pm
–> Mbak Nel :
Itulah mbak, mengapa saya sarankan sekali-kali mbak jalan-jalan ke Binus International di Kampus JWC (The Joseph Wibowo Center for Advanced Learning) yang terletak di sebelah selatan Mal Senayan City. Websitenya : http://jwc.binus.ac.id/
Di sana banyak ditawarkan berbagai macam sertifikasi seperti CISA, CISM, CIA, CFA dan kalau nggak salah SAP juga ada karena beberapa bulan yang lalu saya lihat banner SAP besar sekali dipasang di kampus Binus Anggrek..
Kalau nggak sempat berkunjung, telpon juga gpp..
Sure mbak, sertifikasi sangat penting. Teman saya lulus CISA langsung pekerjaan membludak dan dulunya naik angkot sekarang terpaksa beli sedan hatchback terbaru bikinan negeri Sakura..
Certification won’t hurt….begitulah kira-kira..
Kalau anda “certified”, maka anda “enak jatuhnya”… (he..he.. niru iklan celana panjang Executive 99 dulu)…
Agung // May 19, 2008 at 7:37 pm
iyah.
memank itu dampak psikologis yg bagus.
tapi kalo bayangin ampe S3 sih,nanti dulu Pak.
tktnya otak saya overload lg.
kelebihan motivasi.
hahahahahahhaha..!!
malah buat saya lbh pentingan sertifikasi dari pada S3,Pak.
cm ampe skrg msh bingung mao ambil sertifikasi yg mana.
hehehehehehehhehehehe…!!
tridjoko // May 19, 2008 at 7:49 pm
–> Agung :
Kalau mau ambil Ph.D nggak perlu dipikir sekarang kok. Nanti tiba-tiba..mak tungul…anda pengin ke Ph.D….
Yah, jalani saja. Pas nanti anda ambil Master di Belgia kalau nilainya A semua, atau B-nya cuman 1 ya itu berarti tandanya anda perlu ke Ph.D. Atau ngomong-ngomong dengan professor di sana “How’s about my countinuing to the Ph.D program ? What do you think about it ?”…
Ya sudah, jalani saja…
Sudah belum meneliti sertifikasi mana yang paling banyak dicari dan dibahas di Google ?
Agung // May 19, 2008 at 7:53 pm
iyah2…!!
nanti tanya profesornya aj pas S2 di Belgi nanti.
soalnya saya cm mao jd seorang businessman.
kalo ampe Ph.D,kesannya gmn gt.
hehehehehhe…!!
wah,kalo nilai saya A smua dan B nya cm 1 sih namanya berkah melimpah Pak.
hahahahahhahahaha…!!!
mudah2an…!!
AMIN…!!
hahahahahahahahaha….!!
belom smpet nih Pak.
saya pernah liat2 yg business coach itu,yg diadain di JWC.
ama sertifikatnya 25jt.
itu bole jg sih sbnrnya.
kalo bs sih CISA Pak.
tapi apa saya sanggup??
tridjoko // May 19, 2008 at 7:58 pm
–> Agung :
Sanggup apa tidak, coba dulu ambil CISA. Kalau nggak lulus waktu pertama ngambil, itu sudah biasa. Ada yang harus ngambil 4-5 kali baru lulus. Biasanya orang yang pikirannya “masih murni” justru cepet lulus CISA-nya lho soalnya CISA mengajarkan teori-teori baru yang bagi “orang lama” akan sulit menerimanya…
Tapi kalau papamu disuruh bayar Rp 230 rb aja marah-marah, bagaimana kalau disuruh bayarin ujian CISA USD 520 dan ikut CISA Preparation Review di Binus Rp 5.5 juta ???
Saran saya, sebaiknya anda kerja dulu dan bayar sendiri. Tidak usah minta duwit sama papamu.
Sound ok to you ?
Agung // May 19, 2008 at 8:07 pm
kalo buat pendidikan sih ortu saya ga banyak mulut,lgs keluar aj duitnya.
hehehehehehhehe…!!
kyk buat buku dan les2an,saya tinggal bilang,maka duit lgs ditransfer ke rekening saya.
kalo speedy ini kan lebih cm buat hiburan,dan ga ada faedah yg bnr2 berharga.
jd lebih dari jatah yg ditentukan tentu bukan hal baik.
bukan mslh nilai 230rbnya,cm nilai tanggung jawabnya.
tanpa perlu papa saya bilang gt,saya tau pasti itu yg beliau pikirkan.
jadi kalo buat tesnya CISA,saya bs bayar US$520 pake uang saya pribadi.
masalahnya kalo perlu 4-5kali tes baru lulus,
itu saya ga tega ama ortu saya.
hahahahahahahahahhaa…!!!
kalo buat preparationnya,saya yakin ortu saya mau bayarin.
aduh2….!!!
jd butuh 30an jt yah??
luar biasa CISA ini.
kalo abis lulus CISA gaji ga ampe 20jt sbln sih kebangetan…!!
hahahahhaha..!!
tridjoko // May 19, 2008 at 8:14 pm
–> Agung :
Kalau anda kerja di Big Four Company (PwC, E&Y, KPMG, Deloitte) katanya kalau anda lulus CISA langsung dikasih angpau Rp 30 jt kalau anda sekali coba dan lulus…
Kalau 2 kali coba baru lulus, angpau cuman Rp 20 jt dan seterusnya…
Kalau gagal, yah USD 520 terpaksa bayar kendiri…
Masalah hubungan internet, mestinya ortu ngerti bahwa itu untuk menunjang pendidikan, kecuali kalau anaknya emang pengin cari hiburan lewat internet, maka orang tua perlu ngawasin dan kalau perlu negur…
Tapi mendingan main internet di rumah walau bayar berapapun, daripada anaknya nongkrong di Empo main Dota sampai tengah malam baru pulang….
hahahahahaha…
Agung // May 19, 2008 at 8:20 pm
yah,bisa dihitung berapa kali saya buka internet buat urusan kuliah,dibanding cm buka FS,browsing,dan chat.
hehehehehehehehhehhee…!!!
emank lbh baik sih drpd begadang di empo,cm toh kalo ampe jebolnya byk gt sih,ga baik jg Pak.
hehehehehehehhehe…!!
angpao 30jeti???
indah tenan.
hehehehehehehhee….!!!!
Pak,jadi mending S2 dolo ato sertifikasi dolo???
tridjoko // May 19, 2008 at 8:24 pm
–> Agung :
S2 dulu atau Sertifikasi dulu ?
Time will tell…
I can’t disclose it now (ceile…begaya macam “fortune teller” nih awak)…
Kayaknya untuk tipe seperti anda sih : menikah dulu !!!
Hahahahahahaha….
Tanyalah pada buah semangka yang masih bentuk biji dan belum ditanam !
Agung // May 19, 2008 at 8:29 pm
hahahahahahahha…!!
tp masalahnya,kalo belom lulus S2,saya belom bole nikah Pak.
kalo bole mah,lulus SMA jg ud nikah kali dan skrg ud pny anak 2.
hahahahahahahahaha…!!
yah,mungkin bnr kt Bapak.
time will tell.
kalo jeda wkt lulus S1 dan terbang ke Belgi >1thn saya ambil sertifikasi dulu.
kalo <1thn saya akan S2 dolo.
tp tktny,kalo ud lulus S2,lgs deh nikah,dan mls ambil sertifikasi.
heehehehehehehehe…!!
jd yg bagus sih sertifikasi dolo baru S2.
(saya yg tanya,tp saya jg yg jawab. maaf yah Pak)
hehehehehehehhee…!!
tridjoko // May 19, 2008 at 9:44 pm
–> Agung :
Kabarnya Binus setelah lulus ujian pendadaran skripsi sambil nunggu wisudanya luaaaamaaa ya ?
Mestinya cepet-cepet calon sarjana dikasih SKL (Surat Keterangan Lulus) biar bisa cepet masuk dunia kerja. Kasihan kalau nganggurnya kelamaan…lama-lama ntar gak ada niatan buat kerja…
Kalau di univ. lain terutama yang negeri, agak gampang tuh ngasih SKL. Hari ini lulus ujian pendadaran skripsi, besoknya udah bisa minta SKL..
Agung // May 20, 2008 at 9:25 am
emank wisudanya lama.
apalg yg lulus smstr kemaren,hrs nunggu gedung baru dan auditoriumnya jadi.
tapi kalo saya sih,kalo pendadaran skripsi ud beres.
saya lgs minta SKLnya.
kalo perlu tiap hari saya minta.
kalo perlu lewat Bapaknya teman saya itu.
hahahahahahahahahahahahha…!!!
yah tapi saya pikir2 emank lbh baik saya kerja dulu 1 thn di sini,dan ambil sertifikasi.
baru abis itu S2 ke sana.
di sana deadline pendaftarannya 1April dan intakenya september.
jadi ada 1 thn lbh buat kerja n sertifikasi.
wah,1 thn bs gak yah pny CISA???
hahahahahahhaha…!!
tridjoko // May 20, 2008 at 12:00 pm
–> Agung :
Yang bener aja, masak wisuda Binus nanti di Auditorium baru ? Padahal 1 kali wisuda Binus kan bisa mewisuda 4,400 orang wisudawan, belum yang Binus International dan belum yang S2. Belum termasuk keluarganya, ya kira-kira 4,000 orang sekali datang jika asumsinya yang wisudawan 4,400 orang tadi dipecah menjadi 2 shift pagi dan siang hari (saya pernah terlibat sbg Dekan waktu itu, kalau nggak salah di tahun 1999)…
Seingat saya Auditorium Binus cuman muat 2,000 orang maksimum. Jika 1 wisudawan dihadiri oleh 2 orang (ayah + ibu) berarti jumlah wisudawan maksimal cuman 2,000/3 = 630 orang doang..
Wisuda apaan itu ? Jurusan Teknik Informatika aja nggak bisa seluruhnya diwisuda, kalau pakai Auditorium sih. Jadi, tetap makai JCC seperti tahun-tahun sebelumnya..
CISA Preparation Course cuman 6 minggu, dan ujian CISA sekarang ini bisa 2 kali setahun yaitu di bulan Juni dan Desember. Jadi, plenty of time for you to pursue a CISA certification…
Agung // May 20, 2008 at 2:36 pm
yah,kira2 saya bisa ambil tesnya 3kali (kalo saya gagal terus).
nanti lebih baik ambil preparation dolo yah Pak sbelom tesnya?!?!
saya sbnrnya penasaran,sbnrnya sesusah apa sih CISA itu,ampe2 hrs 4-5kali tes br lulus.
hehehehehehehehehehehe…!!
itu kata tmn saya Pak.
saya jg kurang tau.
mungkin dibikin 10 shift wisuda.
saya juga kurang ngerti.
itu lah sebabnya Irene,dkk belom diwisuda,karena itu,ktnya nunggu auditorium jadi.
tridjoko // May 20, 2008 at 4:51 pm
–> Agung :
Wah…Irene dkk belum diwisuda ? Are you kidding ?
Kalau saya jadi mereka, saya akan pinjam graduation gown Binus dari angkatan sebelumnya, lalu “nampang” jalan-jalan dan sebagainya dan videonya di-upload di You Tube…pasti cepat atau lambat banyak employer yang lihat…
Tapi saya denger, walaupun belum diwisuda, mereka semua sudah pada kerja di tempat yang bagus. Alhamdulillah lah…saya ikut senang…
Agung // May 20, 2008 at 8:31 pm
kyknya belom Pak.
saya pernah denger dr anak seangkatannya yg bilang,wisudanya tunggu auditorium jadi.
tapi SKL sih uda keluar ktnya.
bagus lah kalo mereka kerjaannya bagus2.
hehehehehehehehehe…!!
semoga saya juga demikian nantinya.
tridjoko // May 20, 2008 at 8:54 pm
–> Agung :
Tapi mereka itu IPK-nya “kelas berat” dan “sexy” lho…makanya dapat pekerjaan yang “bagus” pula….
Bagaimana dengan anda ?
Hahahaha….
Agung // May 20, 2008 at 8:59 pm
ooo..iya…!!
saya lupa kalo IPK saya ga se-sexy mereka.
hahahahahahahha..!!
tp jgn gt donk Pak.
kan rejeki orang sapa yg tau..!!
hehehehehehehehhe…!!!
kan saya pegang yg Bapak bilang,kalo orang IPKnya biasa2 aj pasti punya “bakat lain”.
hehehehehehehe…!!
tridjoko // May 26, 2008 at 5:07 am
–> Agung :
I ya..ya…saya sendiri lupa sama teori itu…hehehehe…
Leave a Comment