Selama mengunjungi beberapa negara dahulu kala, saya pernah mengadakan survei kecil-kecilan menyangkut “licinnya” uang kertas masing-masing negara..
Kesimpulan saya, hanya Indonesia dan Korea yang masih mentolerir adanya uang kertas mereka yang “tidak layak pegang” karena sobek, sobek disambung pakai isolasi, atau kucel…
Negara-negara lainnya seperti Amerika Serikat, Singapore, Thailand, Jerman, dan tentu saja Jepang, selalu menjaga “kelicinan” dan “kekinclongan” mata uang kertas mereka..
Dan karena Indonesia terletak di daerah tropis yang lembab, maka mata uang kertas di Indonesia juga lebih cepat lecek dan usang karena tangan-tangan orang yang memegangnya dipenuhi keringat di udara maha panas dan lembab di Indonesia. Akibatnya, banyak mata uang lecek yang bertebaran di pasar-pasar tradisional, tempat-tempat umum seperti terminal atau stasiun, dan juga di gerbang-gerbang tol Jakarta !!!
Sedangkan Korea yang negara subtropis dan udaranya tidak begitu lembab, maka mata uangnyapun “agak tahan lama” dibandingkan mata uang Indonesia…dari segi kecepatan perlecekannya…
Dan sayapun sudah menandai setidaknya 2 gerbang tol yang perlu dicurigai sebagai penyuplai uang kembalian yang lecek. Satu gerbang tol adalah gerbang tol paling kiri Taman Mini dari Cawang ke Arah Pondok Indah. Jika anda melalui jalan tersebut dan mau membayar tol sekitar maghrib, dan uang yang anda bayarkan Rp 50 ribuan atau Rp 100 ribuan kinclong, bisa dipastikan kembaliannya pasti lecek semua !!!
Satu gerbang tol lainnya adalah gerbang tol paling kiri Tol JORR Jatiwarna ke arah Pondok Indah. Di pagi hari, mbak-mbak atau mas-mas yang jaga di sana mempunyai hobby yang sama ! Yaitu memberi kembalian uang lecek walaupun uang yang kita bayarkan masih kinyis-kinyis alias licin kinclong baru keluar dari ATM..
Saran saya, periksalah duwit kembalian dari kedua gerbang tol yang saya sebutkan tadi. Jangan sampai anda menyesal kemudian ! Jika anda ketahui duwit kembalian yang diberikan oleh penjaga tol lecek, jangan segan-segan untuk minta tukar dengan yang masih bagus sebagus lembar uang kertas yang anda bayarkan. Jika mereka menolak, bentak !!! Dan catat nama petugas tersebut…
Saya sungguh menyesal tidak melakukannya pagi ini tadi karena tergesa-gesa dan kasihan kepada antrian mobil di belakang saya yang sudah memanjang. Akibatnya, duwit Rp 50 ribuan saya yang masih kinclong diberi kembalian 4 lembar uang Rp 10 ribuan, keempatnya lecek semua, tiga di antaranya diselotip karena sobek, salah satu sambungan selotipnya miring, dan satu lagi lecek luar biasa…
Saya menyesal karena sambil di jalan tol uang tersebut ternyata lecek semua dan tidak sempat mengembalikannya…
Mestinya operator tol mempunyai Standard Operation & Procedure yang lebih mengutamakan kenyamanan pelanggan jalan tol, antara lain dengan memberi uang kembalian yang masih baru, dan menyisihkan uang tol yang lecek-lecek ke bank supaya ditukarkan dengan uang baru ke Bank Indonesia..
Apalagi kalau uang itu sudah disimpan di .., wah selain lecek, pasti bauuuu sekaliiii !
Recent Comments