Wajah yang sering saya gambar

(Ini gambar “pantograph”…alat pembesar foto, bisa didapatkan di toko-toko buku atau gerai kaki lima atau di pasar loak)

Gara-gara posting saya yang bicara tentang pensil dan kode-kodenya serta cara ngerautnya…saya jadi ingat bahwa di masa kecil dari SD, SMP dan SMA bahkan sampai universitas..saya suka menggambar, terutama menggambar wajah orang. Di puncak “karir” saya senang menggambar bahkan saya pernah ingin melanjutkan ke Seni Rupa ITB di bulan Desember 1975…tapi ada kata-kata “discouragement” dari ayah saya waktu itu yang membuat saya mundur teratur dari cita-cita saya masuk SR ITB…

Waktu SD kelas IV atau V (1967-1968) saya sering mendengarkan musik-musik The Beatles di radio RRI Madiun atau radio swasta Madiun waktu itu (Remaco dan Gabriel) atau radio SMA 1 Madiun (Bima). Lagu Beatles yang paling populer waktu itu adalah “Hey Jude” dan “Obladi Oblada”..

Nah, sebagai “selebriti” yang lagunya sering didengar di radio lokal dan lirik lagu-lagunya bisa dibaca di majalah “Vista” atau “Aktuil”, maka saya dan teman2 juga hapal persis wajah anggota-anggota Beatles seperti : John Lennon, Ringo Starr, George Harrison dan Paul McCartney. Foto-foto hitam putih anggota Beatles juga mudah didapatkan di emperan toko-toko di Madiun.

Pada suatu hari, saya memperhatikan seorang remaja tetangga yang bernama Sapto sedang melukis keempat wajah anggota The Beatles menggunakan pensil “konte”. Pensil yang ukurannya agak besar daripada pensil biasa, lebih lunak, dan legam sekali hasil coretannya itu. Saya memperhatikan dengan sangat antusias bersama teman2 kecil saya. Ia menggambar selama 30 menit untuk satu contoh foto yang diletakkannya di sebelah kiri kertas HVS warna putih. Selesai menggambar, iapun membagikan hasil gambarnya tadi ke siapa saja yang hadir dan menginginkan gambar itu sekaligus mengaguminya sebagai pelukis dadakan !

Besoknya sayapun menaiki sepeda BSA Bapak saya untuk pergi ke emperan toko di sekitar alun-alun, untuk mencari alat pembesar gambar (magnifier) di Pasar Sore alias Pasar Kaget Madiun di sekitar Proliman (waktu itu kereta api Madiun-Ponorogo masih aktif berjalan setiap jam). Sayapun menemukan alat itu, yang terbuat dari kayu balsa (pinus) yang bentuknya seperti jangka guru di kelas itu. Di rumah, sayapun mencoba membesarkan gambar anggota Beatles macam John Lennon dengan alat itu. Hasilnya…wah lumayan, persis foto aslinya… !!! Tetapi sebagai orang yang berbakat menggambar (menurut penilaian saya sendiri), saya tidak terlalu tertantang hanya membesarkan foto pakai alat pembesar. Saya penginnya menggambar sendiri…!

Di suatu sore hari yang cerah, sayapun mengumpulkan barang 4-5 teman dekat untuk menyaksikan saya melakukan “demo” menggambar. Sayapun bergaya seperti Sapto : pakai celana sobek-sobek, telanjang dada, wajah celometan, dan muka agak serius…menggambar tokoh pertama saya : John Lennon ! Mengapa John ? Karena jaman itu penampilannya sudah seperti Hippies beneran dengan jenggot dan kumis tebal, rambut gondrong dan kaca mata. Amat sangat mudah digambar !! Soalnya nggak menggambar “wajah” sama sekali, cuman menggambar “asesoris” dari wajah saja !…

Teman2 saya rupanya sama “mlongo”nya melihat saya menggambar seolah mereka sedang melihat Sapto sedang menggambar. Setelah 20 menit menggambar, gambar John Lennon yang tersenyum misteriuspun selesai. Teman saya berebut mendapatkannya ! “Sabar..sabar..sabar…semua akan dapat gambar dari pelukis Yono…”, kata saya waktu itu. Akhirnya sayapun menggambar semua anggota Beatles yang jumlahnya 4 orang untuk ke-4 orang teman saya, dan satu lagi saya menggambar John Mayall…yang entah kenapa suka juga digambar sama anak2 seusia saya sebagai tokoh di luar Beatles…dan satu lagi adalah Joe Cocker…

(Selain Sapto, anak Madiun yang suka menggambar adalah Mas Yoyok kakaknya Kikiek, temannya kakak saya yang kedua di SMP 2 Madiun. Di samping itu adalah Mas Totok (ooops…saya lupa namanya, tapi yang jelas ia melanjutkan ke Teknik Geodesi ITB angkatan 1974), teman kakak saya kedua di SMA 1 Madiun yang suka menggambar tokoh-tokoh Kimia semacam Niels Boer yang gambarnya dipasang di ruang Laboratorium Kimia SMA 1…)…

Waktu di SMP 2 Madiun saya juga melanjutkan hobby saya menggambar wajah (figure drawing). Kali ini saya mulai menggambar yang alus-alus dan yang bening-bening….cewek !!! Tipe cewek yang suka saya gambar mirip dengan tokoh isterinya Raja yang kembali di dalam film “Lord of The Rings : The Return of The King”. Sayang saya lupa namanya, tapi di film “Reign over Me” kalau tidak salah ia berperan sebagai Psikiater bagi si sakit dr. Feinmann yang diperankan oleh Ben Stiller itu. Kalau di Indonesia, yah wajahnya mirip Cathy Sharon ex VJ-nya MTV yang sekarang suka muncul di Extravaganza itu….muka-muka bentuk telur, yang sangat mudah saya gambar…

Tapi gara-gara pandai menggambar wajah, waktu SMP saya kena batunya. Pada suatu hari saya menggambar wajah adik kelas saya yang ternyata persis..sis…gara-garanya di Kompas kok ada contoh “Oh..ini wajahnya mirip si X” adik kelas saya itu. Saking miripnya, sekelas dan se SMP-pun jadi geger ! Sayang, ada beberapa “secret admirer” di kelas saya sendiri – setidaknya si Y dan si Z – yang patah hati karenanya !!!

Pas di SMA 1 Madiun, saya masih suka menggambar wajah orang-orang. Tapi masa SMA bagi saya adalah “masa kegelapan” dan tidak ada secuilpun perasaan ingin jadi orang pinter. Adanya menjauhi masyarakat umum dan saya hanya melakukan “kegiatan rahasia” seperti diam-diam ikut beberapa perguruan bela diri yang latihannya 3 kali seminggu… (later on, ini banyak membantu saya membangun kepercayaan diri dan disiplin terhadap waktu)..

Waktu IPB tingkat III, yaitu di tahun 1978, terjadilah Revolusi Iran yang dikomandoi oleh Ayatollah Khomeini. Foto-foto Khomeini-pun ada di majalah Time atau Newsweek yang suka saya beli di Toko Buku Wisma Batik (seberang Patung Kujang saat ini)… Instinct saya menggambarpun jalan lagi dan saya menggambar wajah Ayatollah Khomeini dengan berbagai alat tulis yang saya punya : pensil biasa, pensil Konte, ballpoint biasa, ballpoint Boxy…sampai-sampai beberapa gambar Ayatollah memenuhi kamar kost saya di Jalan Belitung Bogor…

Pada suatu hari, serombongan anak Statistika IPB mampir ke kamar kost saya dan melihat gambar Ayatollah Khomeini yang sangat mirip…merekapun satu per satu “mengambil” gambar-gambar itu dan ternyata saya biarkan saja. Besoknya, saya menggambar beberapa wajah Ayatollah lagi dan ternyata masih banyak yang belum kebagian…akhirnya gambar itu “diambil” lagi. Mengapa wajah Ayatollah ? Ya karena seperti John Lennon, Ayatollah mempunyai wajah penuh kumis dan jenggot dan surban yang amat mudah buat digambar…

Kalau yang saya ceritakan di sini seolah kegiatan menggambar saya “sukses selalu”, sebenarnya tidak selamanya seperti itu. Sebenarnya saya mau “menyensor” cerita ini, tapi saya urungkan dan lebih baik terus terang. Pada waktu saya SD dulu, Bapak saya sering melihat saya menggambar John Lennon dan sebagainya di rumah, diam-diam Bapak sayapun melihat salah satu “bakat terpendam” saya. Beliaupun memberi saya uang sekedar untuk beli kertas HVS putih dan pensil konte. “Coba Le, Bapak digambar”. Sayapun mengambil salah satu foto hitam putih Bapak saya dan mencoba menggambarnya lebih besar…

Ternyata hasilnya…..tidak mirip sama sekali !!!!!

Sayapun malu hati di hadapan Bapak saya. Dan proses menggambar Bapak saya itu saya ulangi dan saya ulangi lagi…tapi tetap tidak bisa mirip. Di gudang, saya cari alat pembesar gambar itu…tapi sudah tidak ada. Di emperan toko sekitar Pro Liman, sayapun tidak nemu…

Ya udah Pak, maafin saya. Foto yang tidak mirip Bapak itupun tidak tega saya pasang di tembok…

I wish my Dad sported a mustache, beard, dan glasses…..so it is a lot easier to draw his face !!!!

49 Comments (+add yours?)

  1. hendry
    Oct 13, 2008 @ 12:48:35

    Wah.. Wah.. Ternyata, bisa gambar juga.. Ck.ck.ck.
    Aku mau liat… ^^

    Reply

  2. edratna
    Oct 13, 2008 @ 16:42:57

    Sekarang kan bisa dilanjutkan lagi…..jika lagi ada waktu…menggambar juga bisa mengurangi stres..risikonya rumah berantakan….kena cat minyak dsb nya

    Reply

  3. tridjoko
    Oct 13, 2008 @ 17:16:03

    –> Hendry :

    Mau lihat ? Ya deh..kapan-kapan saya mau nggambar wajah lagi… Bisa kirim contoh foto hitam putih ke saya ? Nanti saya gambar wajahnya…hahaha….

    –> Bu Edratna :

    Saya mainnya tidak pernah cat minyak. Media favorit saya adalah “konte” (carbon pencil), ballpoint Boxy, dan paling banter watercolor… Kalau cat minyak kan susah ngebersihinnya… tapi kalau watercolor dibasuh air, sudah beres kok….

    Gimana mbak Ani, nggak diterusin lagi bakat nggambarnya ? Nggambar “the most eligible bachelor” misalnya ?

    Reply

  4. Kunderemp An-Narkaulipsiy
    Oct 14, 2008 @ 02:06:58

    Emang lebih mudah kalau orang tersebut berkumis, berjenggot, atau ada bekas luka sehingga leih mudah dikenali.

    Kalau kelimis, botak… wah.. itu sukar..

    Misalnya, aku pernah mencoba menggambar Gandhi. Hasil pertama, lho.. kok malah mirip Dalai Lama daripada Gandhi?

    Kucoba kuulangi lagi.. lho.. kok hasilnya mirip salah satu dosenku, Pak LYS…

    Kalau soal gambar wajah, aku lebih suka gambar wanita. Aku menikmati menggambar rambutnya.. hehehe

    Reply

  5. tridjoko
    Oct 14, 2008 @ 08:38:28

    –> Mas Kunderemp :

    Emang..kalau wajah seseorang punya banyak “assessories” macam janggut, kumis, kacamata, codet, dijahit 12, dan bekas peluru…lebih mudah digambar…

    Mungkin harus ditanya ke tukang gambar di dekat Taman Suropati atau dekat Gedung Kesenian Jakarta, bagaimana sih kunci menggambar wajah sehingga kalau mereka menggambar wajah kok mirip ? Mungkin kuncinya : kenali ciri-ciri paling menonjol dari wajah itu…jarak vertikal dan jarak horizontal dari hidung, mata, alis dan sebagainya…

    Di Indonesia yang paling jago menggambar wajah adalah alm Basoeki Abdoellah sehingga banyak cewek cakep dan selebritis pesan gambar kepada beliau. Tapi ada kesan gambarnya Basoeki “lebih indah dari warna aslinya”…client sih senang, tapi kritikus senep…(sakit perut)…

    Saya waktu muda juga lebih menikmati menggambar wanita. Sayang saya nggak bisa menggambar rambutnya dengan baik. Kalau teman saya Anis (roommate di Bogor dulu) senang menggambar rambut sehingga gambar hasil kerjanya mirip gambar hasil kerja Si Jon (ilustrator di majalah Gadis dulu)..

    Ayo dong..mas Kunderemp kan pernah menggambar banyak, “portofolio”nya dikumpulkan di Multiply, siapa tahu ada orang Jepang kaya yang mau beli lukisan mas 1 milyar Yen…hehehe…

    Tentang menggambar wanita, kalau modelnya Julia Robert tentu lebih mudah digambar karena bibirnya yang super lebar, dibanding menggambar Katherine Heigl (Grey’s Anatomy) yang wajahnya biasa-biasa aja hampir nggak ada ciri yang menonjol…

    Tul kan ?

    Reply

  6. liswari
    Oct 14, 2008 @ 12:20:00

    wah aku sukanya di gambar ajah *narcis :-p
    Tahun lalu pernah iseng pas di Disney minta dilukis sama pelukis jalanan.. biayanya sekitar $30 .. termasuk murah dan not bad hasilnya..

    Reply

  7. tridjoko
    Oct 14, 2008 @ 15:15:33

    –> Mbak Lis

    Kalau memang hasilnya bagus, seperti lukisan wajah di TIME atau NEWSWEEK…wah $ 30 murah mbak…

    Isteri saya dilukis pelukis amatir di Malioboro, foto berwarna harganya Rp 30 rb, tapi saya tidak yakin itu wajah isteri saya….kemiripannya cuman 50% aja… ;-(

    Reply

  8. Mufti AM
    Oct 14, 2008 @ 19:14:05

    Berarti sampeyan memang pandai dan profesional pak. Saya juga pernah coba, tapi gak pernah bisa. Kalaupun bisa, diulang lagi hasilnya dah beda. Besok2 giliran nggambar wajah para Blogger pak, pasti banyak peminatnya deh….

    Reply

  9. liswari
    Oct 14, 2008 @ 22:16:16

    huehehe gambarnya saya bawa ke Indo Om, buat di tunjukkin ke gendut dan menurut gendut not bad.. :-p kayaknya ada di rumah cilandak…
    kalau menurut orang2 yg lewat pas waktu di lukisnya, you are like a doll hihihi.. soalnya memang kayaknya jadi jauh lebih muda gitu … Yg paling ku ingat, pelukis itu bener2 dapet dan mirip bgt pas yg bagian mata..perfect.. tapi bagian lain its just ok…

    Mau di adu sama pelukis itu om?? hahaha *bilang ajah mau jadi model buat dilukis :-p

    Reply

  10. tridjoko
    Oct 15, 2008 @ 08:18:03

    –> Mas Mufti AM :

    Wah..bagus tuh idenya, untuk membuktikan seberapa bagus hasil gambar saya, akan saya gambar dulu wajah para blogger…

    Sayang rumah masih berantakan, soalnya dalam 3 minggu mau ada acara keluarga. Jadi belum bisa nemu “meja” yang tepat…semuanya penuh buku atau benda2 lain yang dulunya tidak di situ…

    Reply

  11. tridjoko
    Oct 15, 2008 @ 08:22:46

    –> Mbak Lis :

    Mau diadu sama pelukis itu ? Wah…not a bad idea !!!

    Tiga tahun lagi saya udah pensiun (jika tidak diperpanjang), “profesi” saya nanti apa setelah pensiun sedang dipikirkan sekarang. Sebagai orang yang ngaku “multi talented” (yesss..seperti Mr. Ripley !) saya bisa jadi pengamen jalanan, pelukis jalanan, tukang bikin kopi jalanan, tukang jualan jadah goreng jalanan, tukang pemungut sampah…(uh I like to write about this)…dsb…

    Kalau sekali melukis saya dapat Rp 30.000, sehari aja dapat 5 client, kan udah dapat Rp 150.000 sehari, kali 30 hari brarti udah dapat Rp 4.5 juta –> much bigger than my salary now as a PNS….hehehe….

    Not bad…not bad…

    Reply

  12. Rindu
    Oct 15, 2008 @ 09:43:41

    Kalo menggambar wajah saya kira kira bisa gak kang? apa malah jadi kaya luna maya sang model itu nantinya ..

    *ngarep*

    Reply

  13. tridjoko
    Oct 15, 2008 @ 11:20:45

    –> Ceu Rindu :

    Sudah pasti..akang penginnya bisa…hehehe… masalah nanti mirip Luna Maya atau Isabella Ajani (kayaknya mbak lebih mirip yang ini)…ya itu namanya bonus.. ;-)

    Ada akang yang tadi sudah usul supaya semua Blogger digambar wajahnya dan dipasang di sini…

    I will….some time…

    Reply

  14. alris
    Oct 15, 2008 @ 16:33:13

    Pak Tri emang multi talented, main gitar oke, menggambar bisa, ilmu IT udah makanan sehari-hari, balogger postingannya hebat dan idenya ada aja yang orang lain gak mungkin pikirin, konsultan dan banyak lagi mungkin saya gak ketahui. Jadi gak salah saya panggil sensei. Boleh tuh usulan blogger, Pak Tri sekali-sekali menggambar wajah para blogger, nanti tak kirimi foto aku via email, hehehe…

    Reply

  15. .\Gojo
    Oct 15, 2008 @ 19:13:21

    Kalau pak Tino dulu sering bilang… “bagus… bagus…”

    Pak Tri… aku penasaran… yang dimaksud dengan ‘alat pembesar gambar’ itu apa ya?

    aku kok nyambungnya ke lup ya? Tapi kok kayaknya bukan lup yang dimaksud Pak Tri dalam paparan di atas… makasih :)

    Reply

  16. tridjoko
    Oct 15, 2008 @ 22:48:46

    –> Alris :

    Ah..jangan sok memuji ah..maluuu… ;-)

    Sebenarnya saya biasa saja kok, kalau ngaku “multi talented” ya itu cuman sedikit-sedikit. Jadi bisanya sedikit-sedikit, malah kalau diitung saya lebih banyak nggak bisanya tentang sesuatu daripada bisanya…

    Saya nggak bisa : berenang, main gitar ala Spanish, main piano klasik, menggambar dengan cat minyak (kecuali tidak pakai kuas tapi pakai pisau, kape, cutter, dsb),mengaji, baca huruf Arab, baca aksara Chinese, baca hiragana&katakana Jepang, dsb..dsb…

    hahaha…

    Reply

  17. tridjoko
    Oct 15, 2008 @ 22:56:48

    –> .\Gojo :

    Hehe..kali ini yang bilang “Bagus..bagus..” saya sendiri, bukan Pak Tino Sidin (alm). Soalnya memang menggambar sendiri, di buku sendiri, di lihat sendiri, disenyumin sendiri, dan akhirnya dikagumin sendiri…hihihi…

    “Alat pembesar gambar” itu bentuknya mirip “jangka” yaitu alat yang digunakan Guru SMP dan SMA untuk menggambar lingkaran, segitiga sama kaki, dsb di papan tulis. Sama-sama terbuat dari kayu balsa dan kakinya ada 3, satu untuk jarum penancap dan 2 untuk pensil. Nah, di antara 3 kaki itu ada beberapa batang kecil kayu balsa yang bentuknya seperti 2 huruf “X” yang saling berkaitan, satu di atas satu di bawah.

    Caranya membesarkan gambar, misalnya kita punya gambar photo ukuran 3×4 mau kita besarkan, maka jarum kita tancapkan ke kertas. Lalu pensil yang satu kita gerakkan mengikuti arah tepian foto (seperti main Freehand) lalu pensil yang satu lagi mulai membuat gambar photo diperbesar, katakanlah menjadi ukuran 15×20..

    Bingung nggak ? Kalau masih bingung nanti saya gambarkan dan paste di posting ini. Sementara ini sekian dulu, soalnya ini pakai TelkomNet. Speedy saya seminggu ini masih mati terus padahal udah bayar Rp 498 ribu…!

    Reply

  18. Steven
    Oct 16, 2008 @ 15:13:10

    Pak saya juga punya hobi menggambar,tapi entah kenapa saya kok gk bisa ya gambar orang asli,ad permasalahan ketika menggambar bagian hidungnya..

    Akhirnya saya lebih tertarik menggambar tokoh2 kartun dengan manga style..lebih ke arah tokoh2 komik jepang..

    Ada tips pak?

    Reply

  19. tridjoko
    Oct 16, 2008 @ 17:39:09

    –> Steven :

    Tips ? Practice makes perfect, jadi supaya menggambar langsung dari model (“orang asli”) dengan hasil bagus ya harus latihan…latihan…dan latihan…

    Menggambar hidung sebenarnya cukup simple, lihat dulu dari mana asal cahaya ? Atas, bawah, samping kiri, samping kanan ? Nah, dari penyinaran tersebut ada bagian hidung yang menjadi “batas” antara gelap dan terang….nah di “batas” itulah garis hidung dibuat…

    Hehehe…tadi di kelas RPL saya bahas dikit dan demokan dikit bahwa “menggambar orang jelek” lebih mudah daripada “menggambar orang cakep”. Jadi menggambar ala manga itu sama dengan “menggambar orang jelek” jadi mestinya lebih mudah…

    Kalau nggambar kartun sampai persis J. Schultz (“Peanuts”), Pak Lat (malaysia) atau GM Sudharta (“Oom Pasikom”)…malah lebih sulit daripada menggambar biasa….

    Tips ?

    Latihanlah mulai sekarang…hahaha…

    Reply

  20. .\Gojo
    Oct 16, 2008 @ 18:06:12

    Pak Tri,

    Hummm… sudah mulai terbayang bentuk dan cara kerjanya, Pak… walau rasanya sih aku belum pernah melihat barang aslinya hehe…. nyari di google juga belum nemu gambarnya… mungkin keywordnya yang kurang tepat…

    terima kasih :)

    Reply

  21. Steven
    Oct 16, 2008 @ 23:33:26

    klo latihan sebenernya sih saya juga sudah mulai suka menggambar sejak kelas 6 SD..tapi ya itu,menggambar tokoh2 komik..

    Saya pernah juga menggambar wajah orang dengan model 3D..hasilnya sangat tidak memuaskan..

    Lalu bagaimana dengan bagian hidung di daerah dekat lubang hidung pak?apakah itu harus digambar juga?soalnya garis hidung kan dari daerah di antara 2 mata lalu turun ke bagian di atas bibir yaitu bagian dekat lubang hidung..

    Terus pake arsiran juga dong pak??biasanya arsiran dipake di daerah mulut utk menggambar bibir,bener gk pak??soalnya saya prnh mencoba menggambar bibir tapi tdk terlihat real sm sekali..

    Pak upload cth gmbr bapak dong,jd pada bisa liat..hehe..

    Reply

  22. alrisblog
    Oct 17, 2008 @ 09:14:58

    Setuju usulan Steven pak Tri uploda contoh gambar yang sudah dibuat. Nanti kita-kita yang nilai gambarnya bagus atau sangat bagus..hehehe…

    Reply

  23. alrisblog
    Oct 17, 2008 @ 09:15:29

    Setuju usulan Steven pak Tri upload contoh gambar yang sudah dibuat. Nanti kita-kita yang nilai gambarnya bagus atau sangat bagus..hehehe…

    Reply

  24. Elys Welt
    Oct 17, 2008 @ 13:53:27

    gambarnya nggak dipasang pak ? :)

    Reply

  25. yessymuchtar
    Oct 17, 2008 @ 16:49:58

    aku pengen di gambar dong mukanya…(dan pak Triwahjono melempar yessy pake batu bata)

    Reply

  26. tridjoko
    Oct 17, 2008 @ 18:45:45

    –> Yessymuchtar :

    Tenang aja mbak… semua Blogger bakalan digambar wajahnya satu per satu…. ;-)

    hahaha….

    Reply

  27. tridjoko
    Oct 17, 2008 @ 19:23:46

    –> Steven :

    Wah…anda kan sukanya nggambar “manga” sedangkan saya tidak suka menggambar “manga”. Jadi, apa yang anda tanyakan itu saya ya kurang mengerti… Lihat saja ke komik-komik manga, nanti anda akan tahu apa jawaban dari pertanyaan anda “bagaimana menggambar lubang hidung”….hehehe…

    Saya sendiri cara menggambar saya ala Yan Mintaraga….yang orang-orangnya cenderung cakep seperti model orang bule, badannya tinggi dan langsing. Baik cowoknya maupun ceweknya…

    –> Alris dan mbak Elys Welt :

    Ya deh..ya deh, nanti contoh gambarnya dipasang…

    Reply

  28. Steven
    Oct 17, 2008 @ 22:21:44

    Gak kok pak..yang saya maksud disini tuh menggambar wajah orang asli..jd klo menggambar wajah orang asli dgn model tampak depan apakah lubang hidungnya harus digambar juga??

    Klo gmbr manga sih saya ud cukup bisa,saya sampai membeli buku how to draw and create manga..tapi krn ud berthn2 gmbar manga terus saya jd bosan,mau bljr menggambar dgn model asli gk bisa..alias terhadang berbagai masalah dgn hasil gmbarnya,salah satunya ya itu gambar hidung..hehe

    ditunggu pak gambarnya..

    Reply

  29. Ardianto
    Oct 20, 2008 @ 22:05:37

    wah, saya menggambar saja tidak bisa…
    jadinya malah aneh, gimana ya cara mulai menggambar dengan baik..?

    Reply

  30. tridjoko
    Oct 20, 2008 @ 22:25:01

    –> Mas Ardianto :

    Wah..sampeyan niku nganeh-nganehi wae. Wong jarene sekolah neng Ngi-Te-Be sing gedunge ming jarak 30 meter saka Es-Er Ngi-Te-Be kok takon piye carane nggambar ????

    Weleh..weleh…weleh… salah alamat mas !!! ;-)

    Reply

  31. Ayuliana
    Oct 21, 2008 @ 10:00:15

    -> .\Gojo // October 16, 2008 at 6:06 pm

    cuma mau bantuin, alat pembesar foto itu pernah saya kenal jaman SD kelas 4 or 5 (berarti tahun 1987 or 1988). namanya “PANTOGRAPH”

    Reply

  32. tridjoko
    Oct 22, 2008 @ 18:22:08

    –> Ayuliana :

    Wah.. thanks berat infonya…

    Buat .\Gojo bisa lihat di Google, set Gambar, masukkan string “Pantograph” ada banyak gambarnya tuh…

    Reply

  33. .\Gojo
    Oct 23, 2008 @ 19:57:44

    Mbak Ayuliana, Pak Tri,

    Terima kasih atas infonya :)…

    Reply

  34. tutinonka
    Oct 28, 2008 @ 21:39:07

    Wah, saya baru tahu kalau pantograph bisa dipakai untuk membesarkan foto. Setahu saya, alat itu dipakai untuk membesarkan peta (sebenarnya prinsipnya sama saja ya).

    Saya dulu juga suka nggambar, tapi paling nggak bisa kalau nggambar wajah yang mirip foto. Susah itu, Pak. Saya juga nggak bisa nggambar wajah laki-laki yang macho. Katanya, garis yang saya buat terlalu halus, jadi cuma cocok untuk nggambar wajah perempuan. Akhirnya, supaya kelihatan kalau itu gambar laki-laki, saya pasang kumis dan jenggot saja … hehehe (padahal kan tidak semua laki-laki berkumis dan berjenggot ya).
    Ditunggu gambar wajah blogernya, Pak.

    Reply

  35. tridjoko
    Oct 29, 2008 @ 00:13:24

    –> Bu Tutinonka :

    Pantograf bisa untuk membesarkan foto juga Bu, dengan catatan foto cuman arsiran tipis doang…seperti gambar Avatar-nya Mas Ardianto itu lho…

    Hehehe…ibu lucu juga, menggambar cowok tapi kecewek-cewekan dan supaya kelihatan macho, dikasih kumis dan jenggot….

    Brarti, itu macho = mantan cowok….hehehe….

    Iya Bu, penginnya mau segera menggambar wajah para Blogger nih, jelang Pesta Blogger nanti. Sayang waktu senggang nggak ketemu, soalnya Sabtu 1 Nop ini saya mau mantu Bu….nanti deh, kalau sudah ada waktu saya pasti gambar semuanya, walau ala kartun sekalipun…hehehe…

    Reply

  36. totok
    Nov 02, 2008 @ 16:35:47

    Wah, sampean crito soal gambar John lennon, membuat aku harus mengaku dosa, mumpung eling. Soale aku tau nyolong gambar john lennon sampean, arep tak tiru. Nah, ternyata hasil tiruanku sesuai pas karo gambar sampean, meski gak pakai alat koyok sampean itu. Soale tak blat, pleg karo gambar asli soko sampean he…he…he. Jadilah gambar made by Totok. Sori suwe aku gak isok nyambangi blog sampean, soale komputerku dadi beras ha…ha… Iki aku nunut nggone konco.

    Hehehe..Tok…ceritamu lucu banget, komputer kok iso dadi beras… Iyo pancene ndonya ki aneh kok, koran iso dadi beras, celono iso dadi beras, gelang iso dadi beras, komputer iso dadi beras, lan hp iso dadi beras…
    Wah..ngaku dosamu kesetithiken…hehehe…
    Sorry waktu nduk mBediun aku ora sempat kontak-kontak sampeyan soale wektuku entek kanggo ngerjain pekerjaan kantoran..
    Kapan-kapan nyoba ketemu yo Tok…

    Reply

  37. alrisblog
    Nov 03, 2008 @ 15:56:26

    Wah girangnya ketemu sobat di blog<<<(pak Tri dan pak Totok)
    Pak Tri, pak Totok orangnya lucu ya, apa-apa bisa jadi beras, emang beliau lucu dari kecil, ya. Lha nyolong lukisan untuk ditiru baru ngaku sekarang, hehehe.. Sesekali tolong tulis tentang kota Bogor dong, pak Tri. Kalo pak Tri yang ceritain pasti seru. IPB suka berkolaborasi dengan swasta bikin mal ,ya, pak. Botani square, ekalokasari plaza hasilnya. Eh, jangan-jangan pak Tri punya pengalaman ngapel di asrama yang sekarang jadi mal di simpang tiga arah ke tajur itu? Saya juga pernah di IPB, lho. Kursus bahasa jepang di upt bahasa yang di jl. gunung gede, seberang telkom. Jangan-jangan kampus yg di gunung gede itu diincar investor dijadiin apartemen atau kondo, lokasinya strategis.

    Iya itu Mas Totok salah satu temenku yang paling “gila”. Dulu SMP saja kerjaannya sudah “ngrentengi cewek” dan tiba-tiba ceweknya diajak ke rumahku tanpa bilang-bilang, sehingga urung tak temui sebagai tamu…soalnya saya terlanjur “mlayu sipat kuping” (lari terbirit-birit)..hehehe…
    Wah, saya tidak pernah lho ngapel di Mal ex Asrama Ekalokasari itu lho…soalnya itu asrama cowok semua yang ngisi hehehe….(kecuali anda nganggap saya “orang aneh”…hihihihi…). Satu-satunya asrama putri di kota Bogor ya namanya APIPB yang salah dua penghuninya adalah kakak-kakak perempuan saya E.D.Ratnawati (edratna) dan E.D. Purbayanti. APIPB-pun sekarang sudah jadi Mal besar…saya lupa lagi apa nama Mal itu…
    Saya bisa cerita 1000 cerita tentang Bogor, baik suka maupun duka. Dulu di tahun-tahun saya tinggal di Bogor (akhir 1975-akhir 1982) kotanya masih sejuk, hujan setiap hari, dan pohon-pohonnya masih rindang… Sekarang (2008) ? Beberapa pohon tinggi masih ada, tapi Jalan Gunung Gede sudah banyak FO dan pohon-pohon rindangnya sudah pada tumbang…

    Reply

  38. totok
    Nov 03, 2008 @ 18:16:18

    Wah, aku maklum duwe konco sibuk poollll. Aku sempat nonton fotomu pas nang Sarangan, wah….koncoku gak isok tuwek masio rambute wis warno loro he…hee…heee.
    Cak Tri, aku yo tiru-tiru gawe blog, tapi bareng wis dadi, aku gak isok mbukak, lali carane. Sing tak eling-eling onok jenenge koran dimensi, opo dimensi madiun. tapi gak isok dibukak. Maklum, wis rodo kurang memorine.
    Tapi aku wis ngopi petunjuk sampean gae blog, tapi durung sempat tak jajal, soale iki internet nyolong-nyolong duweke konco.
    Aku duwe langganan unlimited, tapi komputere kadung dadi beras, dadi gak isok tak bukak soko karung beras.
    Nah, sopo ngerti komputer sampean sing rusak iku iso mlayu tekan mediun he…he…he.
    kapan-kapam mek nang mediun maneh, ketemu yooo, ak kangen lho karo konco lawas.
    Eh, iku sing tahu posting arek SMA 1 sing nok AS, aku sempat ketemu nang mediun trus diwawancarai anak buahku, mlebu koranku. Salam yoooooo, nek Disha posting (eh, bener posting yooo istilahe, sori agak gaptek hahahahaha)

    Wah…aku pancen kolektor komputer kawak. Yen akeh wong sugih iso tuku laptop kinclong lan banter, aku ming ngelus dada soale aku dewe ora iso kaya mangkono. Mulane hobbyku menghidupkan komputer mati, dan senyum kepuasan tersembul setiap kali komputer lawas mau iso murup meneh…hehehe…
    O ya kowe sempat mewawancarai Disha yo…Baguslah, saiki adik kelase Disha ya ana sing nyusul ke Amerika tapi kali ini ke kota Colorado Springs (lihat blognya mbak Yulis di yulism.wordpress.com)…Jenenge Thomas..

    Reply

  39. totok
    Nov 03, 2008 @ 18:26:23

    Eh, blogku sampean buka lewat Dimensi-Madiun.Blogspot, atau kalau gak bisa ambil salah satu tulisannya JURNALIS SEJATI tapi yo akeh banget leh goleki, tapi paling tidak ada kata-kata “aku tak tahu mengapa…… dst.

    Tok, aku wis berhasil mbukak Blog lawasmu http://dimensi-madiun.blogspot.com/ nek kono ana fotomu sing saiki jebule wis lume lan tuwek yo sampeyan, padahal mbiyen kowe cilik nyengangik koyo cangik…kurus kering koyo kurang mangan ngono lho…saiki jebule wis “setulegi” (setengah tuwo lemu ginuk-ginuk)…
    Blogmu gak iso di-update soale kowe lali username dan password-nya…

    Reply

  40. totok
    Nov 14, 2008 @ 22:30:45

    Wah, lagi-lagi sori, baru bisa bukak internet. Mumpung duwe duwit recehan gae nang warnet khusus mbukak blogmu he…he…
    Syukur isok mbukak blogku, soale aku dewe sing gawe kadang gak isok mbukak, maklumlah rodo gaptek, tapi lumayan lho.
    Sing pinter komputer anakku sing nomer 1, biyen kuliah nang Informatika Malang (STIKI). Saiki usaha dewe gae internet home nang Madiun, dodol bandwidth seket ewuan unlimited. Tapi dilewatno Wifi. Wah nek ketemu sampean mesti cocok. Wingi oleh server bekase Indosat, gedene sak mejo, aku dewe yo gak ngerti fungsine.
    Nah soal fotoku nang blog, tak seindah warna aslinya. Aslinya isih rodo kinclong koyok ”Mbah Kakung” sampean sing lagi dipoles.

    Dhisa iku ternyata, dulure bojone anakku sing nomer loro asli Pacitan. Weruhe yo pas diwawancarai anakku (sori iki koran keluarga, dadi pemimpin redaksi nyambi dodol koran, wartawane anake dewe he…he…he).

    aku yo pengin koranku (khusus pendidikan) tak gae website, tapi anakku durung duwe wektu, dadi yo nunggu. Soale aku gak njowo soal konokan iku. Maklum kelase operator, bukan profesor koyok sampean.

    Ok sementara gitu dulu, engko tak sambangane bloge mbaj yulis.

    Wah..sakjane awakmu karo awakku iki dodolane podho wae…yakuwi : dodol kawruh !!! Bedane sampeyan dodole lewat koran, lan aku ngeteng neng kelas-kelas di se antero Jakarta sing gelem mbayar aku, ning ojok murah-murah rek bayarane engko gak cucuk karo biayane angkot…hehe…
    Wah..usaha anakmu sing dodol “WiFi” sepuasnya itu patut didukung, kalaupun sementara isih gagal atawa kurang berhasil diterusno ae…soale omonge koncoku, wong bisnis iku kudu gagal 7 kali dulu, baru berhasil dadi pebisnis sing jempolan…haha.. Apa maneh sedela maneh onok teknologi baru sing disebut “WiMax” wah…juann kenceeeng mengko internet-e…ngacir alias ngibrit…hihihi… O ya, supaya anakmu sing usaha nggak mengkis-mengkis, sebaiknya menjadi pengusaha binaannya Telkom utawa Indosat. Kan banyak program CSR (korporet sosial responsibiliti) gitu lah…Yen perlu bantuan, ngomong ae soale nek ming siji loro wong Telkom utawa Indosat mestinya aku ya kenal..
    Disha, aku urung nate ketemu, lha ketemune neng dunia maya. Tapi arek iku arek pinter, cilik-cilik wis neng ngAmberika tinggal di tepi Danau Michigan tapi soko sisi nagara bagian New York… Secara pribadi wis tak anggep anakku dewe lan moga-moga deweke berhasil terus sekolah ke jenjang yang lebih tinggi…sopo ngerti oleh beasiswa soko Singapur..Baru belakangan aku ngerti dekne wong Pacitan tak kiro wong tonggo deso soale dekne ngerti yen pas cilik aku seneng nglangi neng kali mBlender…hehe…
    Yen koranmu mbok gawe online, wah..iku pasti ciamik banget. Opo perlu bantuan wong Diknas ? Mumpung aku kenal siji loro wong kono kuwi (wah…aku ngakuku kenal karo sopo wae..hahaha…padahal durung tamtu..)..
    Aku ndelok fotomu sing lemu ginuk-ginuk alias “Setu Legi” (setengah tuwo lemu ginuk ginuk) rodo pangling mengingat moso cilikmu sing kuru, ireng, ngentutan, dan senenganmu nginjen wong neng wisma sebelah sing nembe……. hehehe…
    Kapan-kapan ketemuan neng mBediun Tok. Rong minggu wingi aku lagi mantu anak pertama – Dessa – oleh Mas Nanu sing asale soko mBayat, Klaten, kanca sekelas waktu di FH Undip dulu… Sorry gak ngundang-ngundang soale undangane terbatas (pesta kecil-kecilan wae) lan undangane dadine wis meh main mantene lagi teka undangane…
    Bagus yen awakmu ngontak Mbak Yulis, sing asale saka mBendo Maospati, daerah “jajahanmu” wektu cilik (kelingan makam Mbah Jugo rak ?)…hehehe….

    Reply

  41. totok
    Nov 15, 2008 @ 13:37:48

    Nah, iki jenenge konco tenan. Nek onok kenalan sing isok mbantu usaha kecilku pasti asyik dong. Ini kan bukan KKN tapi NKK (noto konco-konco) he…he…he. Dadi nek NKK kan gak kecantol KPK, wong gak onok hukume.

    Jujur saja, koranku jan-jane wis diakoni karo kalangan pendidikan di mbediun, cuma yoiku, nek arep cetak isih lirak-lirik opo sing kenek ”disekolahke” disik. Syukur nek onok sing bisa bantu pinjaman modal lunak, pasti mlakune banter.
    Alamat rumah mana, engko tak kirimi bundel koranku, dadi nek duwe konco iso bantu, kenek dipamerke. Pasti gak ngisin-ngisini alumni SMP 2 ha…ha…ha, lha wong 25 tahun nyangkul nang Jawa Pos dadi duwe kelas rek (nyombong nih yeeee….)
    Usahane anakku yo wis jalan, saiki wis njajah, Ponorogo, Magetan, Ngawi, cumak yo modal dengkul dadi yo mlakune koyok siput.
    Nah soal Wimax, pasti areke tertarik, iku alate atau sofware-e apa tersedia?
    Aku saiki gak isok nginceng tonggo sebelah, dadi awakku iso lemu. Biyen kuru soale kakehan nginceng haaa…ha.
    Wah, mbak yulis gak iso tak akses dek bengi, tapi terus tak coba.
    TAPI YANG MENARIK YA SOAL NKK IKU LHO.

    Sak jane, sebaiknya bisnise anakmu kuwi kudu ditulis neng Blog : apa sing wis dicapai, apa rencanane, apa hambatane, apa sing diperlokne. Mengko yen aku ketemu kancaku neng Indosat, Telkom atau Inka, aku iso menghubungkan..
    Woo…awakmu kuru mbiyen merga ngincengan terus ya lan ngombene banyu putih, pantes…sak wise mari kebiasaanmu, awakmu dadi lemu…

    Reply

  42. totok
    Nov 16, 2008 @ 19:49:22

    Saran yang bagus, engko tak kongkone gawe blog. Tapi areke akhir-akhir ini rodo sibuk, soale internet home nang mediun lagi booming. Opo maneh, duweke anakku dibanding duweke kompetitor luwih jossss, luwih ngacir.
    Soale onok Warnet sing gawe speedy, terus sebagian njupuk nggone anakku, ternyata luwih banter duweke anakku.
    Syukur nek pas ketemu sohib-sohib sampean, bisa bantu lak tambah josss.
    Bahkan saiki akeh sing ngesub, dadi akhire sing door to door malah sing ngesub kuwi.
    Tapi yo ojo usahane anakku thok rek, koranku nek onok sing bisa bantu. Pasar sudah ada dan jelas, kualitas juga gak perlu diragukan, padahal bondho dengkul ha….ha….
    Soal inceng-menginceng, saiki pancen mari tenanan. soale wis gak perlu nginceng maneh, wis onek persediaan sing gak perlu dinceng, kalau perlu dipelototi he….he…he.
    Usul, aku durung pernah moco nang blog sampean, yok opo sampean pacaran. (atau saya belum lihat semua ya…). Aku pengin ngerti, soale aku gak tau weruh sampean pacaran, pasti seru deh kalau ditulis. Lha wong biyen sampean ora wani cedak karo cewek, koncone lanang thok. Arep sambang Indrawati nang PG Soedhono wae gak wani mlebu, padahal wis tak ewangi ngancani ngontel sepeda 25 km ha…haa…
    aku jane pengin kontak konco-konco liyane. Nek onok sing mlebu blog iki, tolong dikabari nek aku yo isih urip.
    Ok pak dosen, selamat ngecer ilmu, tapi ojo diincrit-incrit yooooo.

    Wah..sakjane bisnis anakmu wis apik kuwi prospek-e, kari ditekuni wae lan dikembangkan sambil jalan, mengko rak josss pisan…Saka kanca-kanca Jakarta aku ngamati nek wong pengin bisnis-e maju kuwi “ono syarate”. Syarate opo, aku gak enak ngomong neng kene cak…mengko wae nek sampeyan ketemu aku nduk mBediyun, mengko tak critani…
    Terus perkembangan koranmu kepriben, sak jane aku ya segen ngandanine sampeyan iku cak. Ngomong langsung wae yo cak, iki ora meden-medeni lho….sakjane jamane koran cetak kuwi wis berakhir sekitar 3 tahun lalu di dunia ini. Ndelok wae koran-koran Jakarta macam Kompas, Republika lan Media Indonesia. Mbiyen rak halamane sak gede-gede gajah, jebul biaya ora nutut merga koran cetak ora laku, mulo saiki ukuran gajahe dicilikno lan saiki wis ukurane Bledug (anak gajah)…hehehe… Tren saiki kuwi malah koran online atau berita online macam Yahoo, Google, apa Detik.Com. Mula Kompas dsb ugo nduwe koran online lan pemasang iklannya ya ming masang Banner. Konon menurut sumber terpercaya, Detik.com iku hasile per bulan wis puluhan M per bulan lho cak !!! Opo ora nggegirisi ?
    Dadi cak, masalah koran, yen sampeyan pengin maju,,,kudu diubah dadi koran online….dijenengne opo wae ben ketoke mirip karo pemain dunia, misale Kebo (saingannya Yahoo), utawa Gudel (saingannya Google)…ngono lho…
    Masalah pacaran ? Wah..mulane Blog iki ming kanggo cerito masalah makanan wae, soale iku sing paling aman : ora dibreidel pemerintah, ora dibreidel kampus tempatku bekerja, lan ora dibreidel bojoku… Lagian masalah pacaran kan sudah tiga dekade yang lalu berlalu. Nek dino iki aku isih mbahas pacaran, lha opo bedane aku karo Marcel Siahaan cak ? Hahahaha… Kanca-kanca sing lawas mbiyen, wis puluhan tahun ora ketemu. Miturut kabar sing iso dipercaya, beberapa kanca-kanca mbiyen saiki wis awarahum statusnya. Jadi ben dekne istirahat dengan damai di alam sono, yo ojo dieling-eling, mengko ndak mbalik neng dunia meneh. Sak-aken…ben istirahat dengan tenang wae…
    Sing jelas bojoku saiki wong mBediyun uga, walau Kabupaten Madiun. Ketemune dekne lungguh pas di sampingku di suatu perjalanan kereta api Madiun-Bandung. Sejak itu pacaran, satu setengah tahun kemudian nikah, lan saiki wis nikah selama 26 tahun 1 bulan 10 hari !!! Hahahaha….puas…puasss…puasssss,,,,,, !!!

    Reply

  43. totok
    Nov 17, 2008 @ 10:44:37

    Betul, aku yo ngerti nek koran sudah berakhir. Mulo aku pengin gae website. Tapi untuk ukuran Madiun, terutama siswa lan sekolahan ndesone ternyata masih bisa masuk. Sebab, akeh sing isih gaptek IT. Dadi nek aku gawe koran konsumennya mereka itu, sedang kalau bikin web, gae sing kelase koyok sampean ha…ha…
    Pancen cak, gak isok gede, wong iki yo gae hiburan, dan paling tidak untuk gagah-gagahan, wah Totok punya koran. Padahal gak onok apa-apane, arep cetak kudu mlayu nang gadean disik he…he…he.
    Kapan nang mbediun, pasti kita bisa cerita banyak.
    Wah, ternyata sampen pacare cumak siji trus dadi bojo yo, asyiklah, tapi ojo koyok tukul, puas-puas-puas aja.
    Nek aku akhire kawin mergo kecekaklaan. Dadi umur 21 wis duwe anak.

    Mangkane…mongko cak, ojok sering nginjen-nginjen..akhirnya kecelakaan lan njur duwe anak selagi muda (too young to be married, kata Hollies…kelingan rak ?). Mulane sampeyan dadi simbah duwe putu pertama neng angkatane SMP awake dewe. Bener sampeyan cak, sekolah-sekolah neng pelosok kuwi kudu dijejeli karo bacaan koran sampeyan kuwi, walaupun kualitas setara “Dharmo Kondo” sing biyen mbok pekso pekso aku nuku kae lho jalaran kowe loper-e ! Masalahe, ben bocah-bocah sekolah kuwi oleh “jendelo” ngge ndelok “ndonya njobo” kanthi moco koranmu…Tapi ben sampeyan gak neng gadean terus, ya kerjasama dengan perusahaan-perusahaan sekitar Madiun, sing gede kan duwe program CSR (korporet sosial responsibiliti) dadi kowe iso oleh duwite ngge nyetak koran “pemberdayaan masyarakat”-mu. Opo hubungi aja Depdiknas Madiun, opo Depdagri… Tapi jangka panjang, koranmu kudu isok mlebu internet. Carane ben murah…gampang….gawe ae blog soko wordpress, lan tulisanmu mau dilebokno bloge-wordpress, lan ono “button” sing nerimo sumbangan dalam rangka pemberdayaan masyarakat. Tak kiro nek mung seyuto rong yuto kowe mesti oleh kanti coro mangkono mau….Ya wis, mengko dibahas nek aku ketemu awakmu neng mBediyun yo…
    Nek masalah gaya, sejak SMP kowe ora nate “mati gaya”…dadi duwe opo ora duwe koran..sakjane kowe isih tetep gaya lho….asal ora pas digebugi bojomu ae…hehehe…

    Reply

  44. alris
    Nov 17, 2008 @ 19:59:00

    Saya tertawa membaca komentar pak Totok dan balasan komentar pak Tri. Walau gak mengerti semua kata bahasa jawa yang dipakai tapi saya mengerti maksudnya. Setelah pisah puluhan tahun ketemu di dunia maya, ternyata mengasikkan. Puas, puas, puas….

    Hehehe…soale dia mancing-mancing supaya saya cerita masalah “asrama”…eh..salah ding…”asmara” mangkanya saya coba menghindar terus. Sejak muda dia itu “mak comblang” kelas wahid sih…hahaha… puas..puas…puassss !

    Reply

  45. totok
    Nov 19, 2008 @ 20:27:19

    Wah ternyata ada juga ya yang ngintip obrolan kita. Memang asyik ketemu teman lama yang puluhan tahun sama-sama menghilang.
    Wah, usulanmu jan apik tenan. Cuman sayange aku kudu belajar gae blog maneh nang wordpress maneh, utowo kursus nang sampean ha…ha..ha
    Yokopo carane blog iku isok ditontok wong sak jagad koyok duweke sampen iku lho. Weleh-weleh, nontok komentare sampek mblenger dan menarik he…he,
    Wah soal mak comblang aku ora komentar, soale gak onok sing nyantol. Buktine awakmu justru oleh wong Kabupaten Madiun, goro-goro duduk se bangku di kereta. Mugo-mugo gak koyok lagune Didi Kempot n”NANG STASIUN BALAPAN”.
    Tenan lho yo, tulisen carane bikin bllog koyo ngono iku. Nek kuatir dibajak, silahkan via email saja. Soale saiki akeh ”pembajak” tul gak?

    Tok,
    Sakjane aku wis nulis posting sing judule “Cara Mudah Bikin Blog”. Cobak ae digoleki meneh, carane bukak blogku terus golekana search bar, terus masukkan “Cara Mudah Bikin Blog”…mudah-mudahan isih ketemu..
    Yen durung ketemu, gawe blog iku semudah membalik telapak tangan. Tinggal ngasih jeneng wae blogmu arep mbok jenengne opo ? Misalnya “warokkuru”. Lha terus neng Internet bar (pakai Internet Explorer atau Mozilla) ketik “http://warokkuru.wordpress.com/” lan tekan enter…
    Mengko keterangan liyane tinggal diikuti, seperti ngisi e-mail address, password, dsb. Password kudu sing kuat, mungkin gabungan antara huruf, angka, lan special character…
    Selanjutnya, terserah anda….
    Gampang kok…njaluk dibantu anakmu sing jago IT ya malah luwih penak…
    Nek kowe nge-blog pakai wordpress, setelah menulis dijamin 5 menit kemudian wis diwaca karo kanca-kanca saka ngAmberika, ngEropa, ngAustralia, ngAfrika, sampai ngAwi apamaneh ngLames lan ngRambe…hehehe…
    (Mak Comblang kelas wahid tapi gagal terus nggak ada yang nyantol, soalnya pasang harganya terlalu tinggi…hihihihi…)…

    Reply

  46. Fadjar
    Jan 18, 2009 @ 22:43:31

    Mas…kalo di Bandung, bisa di beli di toko mana..?
    Terus terang sudah lama saya cari alat ini. Ada yang bisa kasih informasi..?

    Mas Fadjar,
    Coba deh Gramedia atau Datascript. Kalau masih belum nemu, wah jangan-jangan harus order ke luar negeri. Tapi sebenarnya dengan membuat sendiri dari gambar di posting saya bisa kok. Cukup beli kayu profil di toko material, dilubangi dan diberi mur. Ujungnya diberi pengikat pensil, karet gelang juga bisa…

    Bikinan sendiri tapi bisa berfungsi, wah itu kepuasan tiada tara. Ibarat dapat hadiah lotere 1 milyar…. ;-)

    Reply

  47. mashudi
    Jul 10, 2009 @ 20:20:09

    aku mau nanya cara membeli secara grosir

    Mashudi,
    Membeli grosir apa mas, soalnya ini posting tentang “Wajah yang sering saya gambar”..

    Reply

  48. susetyo
    Nov 30, 2010 @ 15:05:49

    mas, kalo mas tidak keberatan bantu saya memperoleh alat lukis pembesar gambar (panthograph), gimana caranya.

    Mas Susetyo,
    Walah…saya aja melihat panthograph yang terakhir kali waktu SD. Kalau mas membawa gambar pantograph kemudian minta dibikinkan oleh tukang kayu di daerah anda, Kalbar, saya yakin dalam waktu cepat bisa dibuat…orang membuatnya cukup mudah kok….

    Reply

  49. Lukman Suryono
    Nov 03, 2011 @ 08:16:15

    Dimana ya beli alat Pantograf ? sekolah saya butuh 10 pcs. Tolong dikasih info :
    Email : lukman_suryono@yahoo.co.id
    SMS/Call HP: 08123583279

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 334 other followers

%d bloggers like this: