Trafik Jakarta sudah normal
26 Dec 2008 5 Comments
Berbeda dengan hari kemarin yang sepi pi pi pi, hari ini jalanan Jakarta mulai agak normal mendekati hari-hari biasa walau belum full bener… yah mirip di suatu hari Minggu yang ramai (padahal hari ini Jumat…)…
Pagi ini saya harus jemput isteri yang baru datang dari Malang di Stasiun Gambir. Saya sudah pesan, kalau kereta sudah sampai Stasiun Cikampek sms atau call saya biar saya segera meluncur ke Gambir. Jam 6.45 isteri nelpon kereta sudah sampai Cikampek. Sayapun masih sempat mandi dan segera meluncur..
Karena hari ini hari kerja dan bukan hari libur seperti kemarin, maka rule “three-in-one” di Jalan Sudirman-Thamrin sudah mulai berlaku. Akhirnya saya belok kanan di Jalan Rasuna Said (Kuningan) untuk mengakali 3-in-1 soalnya waktu sudah menunjukkan 07.15. Jalan Kuningan cukup sepi tapi di sana-sini motor sudah banyak berlalu lalang. Mungkin mereka itu pekerja kantor bagian ME yang tetap harus masuk, atau pekerja swasta soalnya kalau PNS kebanyakan hari ini ngambil cuti massal (dipotong dari cuti tahunan)…
Tepat di depan Hotel Four Seasons ada pemandangan menakjubkan… ternyata Jalan Flyover baru sudah dibuka !!! Nah..kini patung yang bertuliskan “66” untuk menghormati Angkatan 66 ini terletak persis di median jalan. Mobil sayapun meluncur di flyover baru ini yang kiri-kanannya jembatannya dihiasi pagar persis motif yang ada di Tembok Besar China. Lumayan lebar dan mungkin menyelesaikan banyak kemacetan yang bakal terjadi di sini terutama di hari kerja..
Sampai Gambir, mobilpun saya parkir, lalu saya telpon isteri lagi. Sudah sampai Bekasi, katanya. Sayapun naik ke platform tingkat 3 di sepur 2 dimana Gajayana akan “mendarat“. Pagi ini matahari bersinar cerah dan saya lihat beberapa expatriate (bule) pada mau naik kereta di sepur 3 dan 4. Itu jurusan Yogya dan Bandung, pikir saya.
Beberapa expat bepergian dengan keluarganya. Ada pasangan yang mau pergi ke Bandung yang dari perawakan, warna rambut dan mukanya mungkin orang Belanda atau Jerman. Ada lagi satu cewek berambut pirang sedang “dede” menyongsong matahari sambil nunggu kereta. A smart move ! Sehingga ia tidak perlu pergi ke tanning saloon buat men-tanning kulitnya agar kelihatan coklat (dan menghemat $ 100 !). Dari perawakan dan warna rambutnya pasti ia dari negara Skandinavia macam Swedia..
Perut yang laparpun sambil nunggu kereta isteri datang, saya isi dengan Tango Coklat bungkus kecil dan Pocari Sweat botol kecil. Yang aneh, di Stasiun Gambir kedua makanan-minuman “semenjana” ini berharga Rp 13.000. Mungkin kalau di Indomaret atau Alfamaret paling harganya cuman Rp 6.000 !!!
Ada hallo-hallo..Gajayana segera mendarat di sepur 2. Keretapun tiba, sayapun menuju ke Gerbong 3 yang kabarnya ada isteri saya di sana. Setelah ketemu, saya cepika-cepiki sebentar dengan isteri, lalu sayapun ngacir ke arah mobil, diikuti pembawa barang isteri saya (kita biasa berderma dengan mengkontrakkan bawaan barang ke mas-mas berbaju kuning bertuliskan Mentari dan IM3 itu), dan isteri saya tergopoh-gopoh ngikutin di belakang…
Hari semakin panas, dan sayapun memutuskan akan ngambil rute Lapangan Banteng-Senen-Kramat-Pramuka-dst. Dan seperti biasanya, isteri sayapun nanya :
“Kenapa sih ngambil jalan sini ?”
Saya tidak menjawab, dan terus menyetir….
Ice breaker
26 Dec 2008 6 Comments
Sering kalau anda sedang berbicara di sebuah seminar penting, sedang ngajar di depan kelas, atau sedang ronda malam dengan orang-orang yang tidak begitu anda kenal dan ternyata anda sulit untuk memulai berbicara…
Nah…di situlah anda perlu ngomong untuk pemecah kebuntuan..alias “ice breaker”. Saya ada 2 cerita ice breaker berikut …
Pertama, “Bagaimana cara anda membakar 15 tusuk sate selama 15 menit, jika diberikan sebuah panggangan sate yang hanya bisa nampung 10 tusuk sate, dan setiap tusuk sate harus dibakar 2 kali sampai mateng yaitu pertama sisi A-nya dan kedua sisi B-nya. Waktu yang diperlukan untuk membakar sisi A sampai mateng 5 menit, begitu pula untuk membakar sisi B sampai mateng 5 menit” (cerita dan jawab saya dengar dari Cici Panda di acara Panda Berkokok-nya Radio Prambors FM pada suatu hari)..
Kedua, “Bagaimana caranya anda memotong cake sebanyak 8 potongan yang hampir sama besar dalam 3 kali potongan, jika diberikan sebuah cake dan sebuah pisau pemotong cake yang diameternya melebihi cake tersebut” (Cerita saya dapat dari teman saya yang bekerja di HR Dept sebuah perusahaan teknologi telekomunikasi terkemuka di Indonesia)
Bisakah anda menjawab salah satu atau keduanya ? Komentar di sini dong kalau bisa…
(Perhatian !!! Bagi yang bisa menjawab teka-teki ini Panitia tidak menyediakan Hadiah…)
K-word
26 Dec 2008 1 Comment
Salah seorang teman saya, seorang praktisi HR di sebuah perusahaan papan atas dan terpenting di Indonesia berkata, bahwa problem yang dihadapi Indonesia sekarang pantas saja tidak segera teratasi. Ternyata hal ini ada hubungannya dengan sikap, perilaku, dan moral orang Indonesia jika dibandingkan dengan orang asing….
Ini ceritanya…
Pada suatu hari di suatu tempat, orang Indonesia sedang bercakap-cakap dengan orang Amerika dan orang Inggris. Percakapan yang cukup lama dan sehabis makan enak di restoran yang semuanya dimakan, termasuk telur rebus, kacang rebus, ketela rebus, dan kedele rebus. Alhasil, dari “knalpot” mereka dihasilkan bau-bauan yang ruaar biasaaaa…bauuunya !
Jika kentut, orang Inggris dengan bahasa Inggris ala “King’s English”-nya yang super fluent (lha iyalah !!!) akan bilang : “Pardon me !”…
Dan jika kentut, orang Amerika dengan bahasa Inggris ala orang Irlandia yang ngomongnya sambil diseret akan bilang : “Excuse me !”..
Tapi kalau orang Indonesia kentut, sambil berkata yang tidak sopan dia akan segera bilang : “Not me…not me !”..
(Pantas saja masalah bangsa ini tidak mau selesai-selesai, lha wong ngentut aja nggak mau ngaku..hehehe…)
Yang Terlucu dari Rowan Atkinson
26 Dec 2008 Leave a Comment
Well..well..well..jangan tewel…(pasti Cak Totok jadi terpingkal-pingkal)…
Where are you going ? Lho..lho.. ayu-ayu kok lambene guing (sumbing)…he..he.. (trims ke Hamdani temen sekelas SMP yang “menciptakan” kalimat ini…
Anda semua pasti mahfum dong siapa itu Rowan Atkinson yang di Indonesia terkenal sebagai Mr. Bean dan di mal-mal seantero Indonesia bisa dibeli VCD-nya berupa banyolan konyol-konyol lucu nyebelin sebanyak 8 seri itu ?
Tapi tahu nggak, beberapa bulan yang lalu saya nulis tentang Rowan Atkinson ini namun segera dilupakan pembaca blog ini. Tadi pagi saya lihat ada enquiry masuk ke blog ini lagi mungkin dari pembaca blog yang baru lebih lanjut tentang Cak Rowan ini..
Maka di bawah ini saya berikan satu link yang bisa anda capai dan ternyata di sana ada video terlucu dari Rowan Atkinson yang sedang pentas di suatu tempat di Universitas Harvard dengan audience orang-orang pinter dari seantero dunia (mudah-mudahan orang Indonesianya ada juga)…sehingga sedikit-sedikit ada suara tawa spontan dan semakin lucu akan mengundang tawa yang semakin keras (seperti saya kalau lagi ngajar di depan kelas dan melucu).. Kali ini ada teks bahasa Inggrisnya jadi lebih mempermudah anda…
Lihat saja di sini : http://www.youtube.com/watch?v=9UbqZ_oN5do&NR=1
Pasti anda akan ikut terpingkal-pingkal juga…. Selamat menonton !
(Catatan : tapi video ini mensyaratkan anda mengetahui sejarah, agama, dan profesi-profesi manusia terlebih dahulu..)
Hari ini Jakarta sepi pi pi pi
25 Dec 2008 5 Comments
Hari ini tadi, saya telah memecahkan rekor yaitu bisa bermobil dari rumah sampai Stasiun Gambir yang terletak di sebelah Monas hanya dalam waktu 30 menit saja ! Wah..kalau lihat waktunya secepat itu, pasti anda pikir rumah saya di Menteng, Pondok Indah, atau paling banter Pondok Labu (padahal saya tinggal di Pondok…… hehehe)..
Kenapa harus ke Stasiun Gambir sepagi itu ? Nah…itulah yang perlu dibahas. Ada pepatah Amrik bilang “to err is human, to moo is bovine” …yang artinya berbuat kesalahan itu manusiawi, dan melenguh itu sapi…. (hehehe…saya jadi merasa bersalah, kayaknya versi asli pepatah itu bukan begitu, maklum di Comp Sci Dept banyak orang yang “aneh-aneh” dan suka ngubah-ngubah…wah saya jadi ketularan nih…hehehe..)…
Tadi malam sebenarnya, saya dan anak kecil saya sudah pergi ke rumah besan saya yang berjarak sekitar 3 pintu exit tol (dari tol ke tol). Sampai sana dengan keperluan mengambil oleh-oleh dari Balikpapan yang dibawa oleh menantu saya berupa 2 doz kepiting yang sudah dimasak asam manis dan lada hitam (2 rasa) yang setiba di rumah saya langsung santap dengan anak kecil saya sampai ludes..des..des..des… (waktu habis makan 1:30 pagi !). Eh..sesampai mobil di rumah kembali, terlupa bahwa CD berisi foto-foto pernikahan anak saya yang besar belum sempat diberikan karena anak kecil saya sebagai “navigator” lebih sibuk YM-an sama temannya lewat HP daripada memperhatikan jalan dan lingkungan…ya gini nih jadinya..
“Ya..udah, besok pagi-pagi papa antar ke Stasiun Gambir CD-nya sebelum kamu berangkat KA-nya. Ok “, kata saya ke anak yang besar..
“KO !”, kata anak saya yang besar…biasaaaa…dengan kata dibalik-balik…
Akhirnya pagi tadi jam 6.15 setelah mandi, saya mengeluarkan mobil dari garasi..menstart dan nancap gas lewat jalan tol. Dari rumah sampai Stasiun Gambir cuman ketemu atau nyelip 10-15 mobil saja !!! Asyik nggak ? Penginnya, Jakarta terus sepi kayak gini biar saya nyaman hidupnya….. suatu impian yang tak bakal terwujud ibarat mengharapkan Planet Mars serame bursa Wall Street atau BEI pada jam-jam sibuk… Manaa adaaa ?
Sempat ngeri soalnya kemarin malam di Jak-TV sempet dibahas kalau penjagaan polisi dan satpol PP di malam Natal cukup bagus, and yet masih banyak kemacetan disana-sini…dan itu sebenarnya yang saya harapkan ketemu di pagi ini…kemacetan ! Ternyata tidak ada sama sekali…
Sayapun pulang dari Stasiun Gambir jam 06.55 setelah ketemu anak gede saya, suaminya, dan adik iparnya yang masih sekitar 1 jam lagi KA-nya berangkat ke Klaten.
“Tunggu aja di Kindy’s sambil minum-minum apa kek, kopi, teh atau Milo. Masih ada waktu sekitar 45 menit”, saran saya ke mereka bertiga..
Sayapun heading north melalui Jalan Merdeka Utara..”Selamat pagi pak Presiden !”..belok kiri masuk Jalan Merdeka Barat yang juga sepi pi pi pi… (saya sengaja menghindari lewat di depan gereja-gereja di bilangan Menteng karena takut macet). Terus ke Jalan Thamrin, Jalan Sudirman dan belok kiri ke “Cas-Blank” alias Jalan Casablanca alias Jalan Satrio, muter U-turn di bilangan apartemen kuningan, masuk Jalan Kuningan dan berhenti di SPBU langganan saya buat ngisi bensin. Mobil yang antri pagi itu di SPBU ini juga kurang dari 5 buah, warung Soto Bangkong juga tutup, dan akhirnya saya ngisi Rp 105.000 dan menyodorkan kartu kredit buat bayar bensin premium (salah satu kebiasaan saya…praktis sih !)
“Tapi di-charge 2 persen Pak”, kata si tukang bensin..
“No problemo, amigo !”, kata saya sok nyepanyol (padahal muka saya ngeJawa banget !)…
Dan sayapun terus membawa mobil ke selatan, pertigaan kuningan ke kiri melalui jalur busway yang belum ada bisnya. Sampai Cawang terus ke timur masuk Tol Cikampek..dan akhirnya belok kanan ke tol JORR..
Sampai rumah sebelum jam 08.00..
dan sayapun langsung menuju ke WC… (lho, apa hubungannya ?)…
Selamat ya…
24 Dec 2008 5 Comments

“Selamat Hari Natal 25 Desember 2008″ bagi para pembaca blog ini yang merayakannya…

“Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1430 Hijriah pada tanggal 29 Desember 2008″ bagi para pembaca blog ini yang merayakannya….

dan akhirnya untuk semua pembaca blog ini saya mengucapkan “Selamat Tahun Baru 1 Januari 2009″ mudah-mudahan tahun depan ini lebih membuat anda pintar, sejahtera lahir batin, dan tidak lupa bahagia selalu…
Salam,
-Tri Djoko Wahjono
Bahayanya parkiran ala Menara Babel
22 Dec 2008 7 Comments

The tower of Babel (photo source unknown)
Tahu Menara Babbel ? Konon menara kuno yang dibangun di Irak sana itu adalah struktur bertingkat pertama yang dibangun oleh umat manusia sebelum jaman Pra Romawi Kuno…
Tower yang memiliki tangga putar itu mungkin adalah cara kuno satu-satunya untuk bisa naik ke tingkat yang lebih tinggi..
Nah, Sabtu kemarin karena diperintahkan untuk mencari toner printer HP Laserjet 6 untuk komputer di rumah…sayapun meluncur ke Mal Ambasador yang merupakan mal favorit saya untuk belanja computer and electronic gadget di Jakarta…
Alamak…salahnya saya teh berangkat dari rumah mestinya sekitar jam 09.00 sehingga bisa sampai Mal Ambasador pas toko-toko buka. Dasar pemalas, badan ini mau dilepaskan dari tempat tidur baru jam 13.00 siang dan jam 13.30 sayapun meluncur masuk tol JORR sambung tol dalam kota. Alamak….macet kali lalulintas di Jakarta ini !!!! Sayapun berusaha sabar…walaupun akhirnya perlu 2 jam sendiri untuk mencapai Mal Ambasador. Tidak tahulah, siang itu orang-orang Jakarta pada memacu weekend cars-nya memenuhi jalan-jalan..
Tapi yang paling mendebarkan begitu masuk parkiran ITC Kuningan (karena parkiran Mal Ambasador pasti nggak dapat spot parkir) waktu mobil diperiksa sekuriti dengan cara dibuka dan dilongok ke dalam, saya lirik sisa parkir di Lantai 5 tinggal 17 spot, Lantai 6 tinggal 9 spot, dan Lantai 7 tinggal 27 spot. Entah kenapa, hati saya sudah merasa tak enak..
Memasuki parkir yang harus memutar melingkar-lingkar kayak Menara Babel itu saya sudah curiga akan kecepatan mobil di depan saya yang agak ogah-ogahan naik. Benar saja, di lantai 3 alias 2 lantai menuju tempat parkir yang “datar” terjadi kemacetan !! Nah lu !!!! Keringatpun bercucuran bukan karena kepanasan tapi karena kecemasan ! Mobil saya rem dengan rem tangan, dan rem kakipun belum saya lepaskan. Jendela saya buka lebar-lebar hanya dengan maksud supaya tidak cemas. Angin semilir berhembus masuk mobil. Sebenarnya pemandangan dari sini sangat indah karena bisa melihat gedung-gedung bertingkat di Jalan Sudirman-Thamrin yang mirip kota Sint Louis di negara bagian Missouri itu (minus tower plengkung McDonalds-nya tentu saja)…
Lima belas menit kemudian, baru mobil di atas saya bergerak perlahan. Sayapun ngikuti dan harap-harap cemas agak sampai tempat parkiran datar sesegera mungkin. Terima kasih Tuhan, akhirnya saya bisa “mendarat” di P5 dan masalahnya sekarang…tinggal mencari spot parkir. Tapi saya mempunyai the sixth sense dalam mencari spot parkir macam ini dan di suatu tikungan seorang bapak yang kelihatannya berprofesi sebagai sopir pribadi menunjukkan saya salah satu spot parkir (paralel !!!) yang masih ada..
Sayapun parkir, mengucapkan terima kasih kepada bapak tadi dengan kode tangan sedikit melambai…dan di karcis parkir saya tulis tempat mobil saya parkir biar tidak lupa .. yaitu P5 C2 !
Tinta printer berkode 06f itu rupanya sulit dicari, si embak di Andika Komputer Lantai 4 perlu telpon 7 kali ke berbagai toko temannya baru nemu. Harganya sudah diduga Rp 740.000 tidak kurang !!! Sebelum US Dollar naik gila-gilaan harganya sudah Rp 550.000 (1 USD = Rp 9300). Berarti sekarang dihitung 1 USD = Rp 12500 sehingga ketemu harga segitu. “Iya nih pak, sebenarnya Dollar sudah turun Rp 10.900 nih pak tapi tinta printer HP emang naik sekitar 10% kok”, jelas si embak dengan nada apologetik…
“Tidak masalah mbak, toh ini dibeli dengan urunan saya, isteri saya dan kedua anak saya”, kata saya kepada si embak. Sayapun pergi meninggalkan Andika Komputer menenteng tinta 06f tadi. Waktu pulang dan turun dari tempat parkir alias menuruni “Menara Babel” ini, mobil-mobil yang mau naik sudah macet antri parkir melingkar-lingkar sejak Lantai 1. Rasain lu !!!! (lho..kok jadi ngumpat…?)..
Sayapun ngebut pulang ke rumah, mandi, ganti baju, pakai sepatu dan nyetarter mobil lagi kali ini menuju kampus IPB di Baranangsiang untuk menghadiri acara pembagian 26 Beasiswa Astaga Peduli Pendidikan (BAPP)..
Sayapun nelpon Kang Asep “Kang,,,,tempatnya dimana teh ? Di lantai 1 atau lantai 2 ?”. Dari seberang sana Kang Asep ngejawab “Di lantai 1 dekat kita kumpul-kumpul dulu. Hayu cepat ke sini, belum terlambat kok”…
Dan Camry-un saya meluncur mendaki di Jagorawi menuju Bogor…. ngrrrng…ngrrrrng…ngrrrrng….
Pemilu Presiden 2009 ?
21 Dec 2008 Leave a Comment
Mudah-mudahan sambungan internet anda di rumah cukup cepat sehingga bisa melihat “kekonyolan” seperti ini di Pemilu Presiden 2009 nanti..
Lihat aja di link ini : http://www.youtube.com/watch?v=1aBaX9GPSaQ&NR=1
Hoahoaaahoaaaahoaaaaahahahahahahaha !!!!
ASTAGA peduli pendidikan
21 Dec 2008 6 Comments
“Think bigger than yourself” atau “jangan pikirkan dirimu sendiri tapi pikirkan juga orang-orang lainnya” adalah nasehat bijak yang suka disuarakan oleh orang-orang bijak di luar sana..
Artinya, alangkah mudahnya memikirkan kebutuhan sandang, pangan dan papan sendiri karena hal itu kalau kita sabar akan datang dengan sendirinya. Namun sebagai orang yang serba dikaruniai (“advantage person“) kita selayaknya juga memikirkan orang-orang yang serba kekurangan (“disadvantage persons“) di luar sana. Dengan demikian, dunia ini akan menjadi dunia yang lebih baik bagi kita semuanya…
Oleh karena itu teman-teman saya IPB Angkatan 13 atau Angkatan 1976 yang disebut “ASTAGA” (singkatan “Ayo Santai Tapi Awas GAgal”) mengadakan Reuni Akbar di bulan Juli 2007 yang lalu setelah 27 tahun (!!!!) tidak saling ketemu selepas lulus di tahun 1980. Dari satu angkatan sejumlah 543 orang (sekitar 15 orang sudah meninggalkan dunia yang fana ini), sebanyak 350 orang (70 %) hadir di Reuni yang diadakan di Sentul Selatan itu…
Hasil temu-temu teman tadi, pertemanan yang pernah terjadi nun di 27 tahun yang lalu ingin dipererat lagi dengan suatu kegiatan “tabungan akherat” yaitu memberikan beasiswa kepada para mahasiswa TPB (Tingkat Persiapan Bersama) IPB yang umumnya rentan terhadap kebutuhan beasiswa ini. Di tahun 2007 yang lalu telah diberikan 13 beasiswa untuk membayar SPP selama 1 semester masing-masing berupa uang Rp 1 juta. Mengapa 13 ? Karena itulah angka keramat untuk angkatan kita, Angkatan 13..
Sabtu tanggal 20 Desember 2008 kemarin ini di suatu sore hari yang dingin di Bogor, bertempat di (mantan) ruang sidang Rektorat IPB di kampus Baranangsiang hadir 26 orang (2 x 13 orang) calon penerima beasiswa “Astaga Peduli Pendidikan” beserta 13 orang penerima beasiswa tahun lalu.. Hadir pula 18 orang wakil Astagian dari seluruh Indonesia dan seluruh dunia, karena ada yang baru datang dari Medan dan dari Brunei…hanya untuk menyaksikan peristiwa bersejarah ini…
Acara yang dibuka oleh Erna..eh..Aska yang mantan penyiar Radio Marcella setelah molor setengah jam dari jadwal semula jam 17.00 itu sempat terganggu sound system yang belum terpasang. Tapi selanjutnya, Kang Asep yang punya gawe dengan lancar membawakan acaranya..
Yang mengharukan, acara dibuka dengan menyanyikan HYMNE IPB yang saya sendiri tidak pernah mendengarnya dalam 28,5 tahun terakhir ini ! Hymne yang syairnya dibuat oleh H. Syafei Atmodiwiryo dan aransemen oleh Koesbianto itu kita nyanyikan dengan khidmat…walaupun Astagian yang tidak pernah merambah kampus ini harus nyontek syairnya…
Institut Pertanian/pengabdi nusa bangsa/Menempa tunas muda/cendekia pencipta jaya
Bergema swara cita/amalkan ilmu tuk Nusa/Dengan semangat bergelora/jayalah IPB Kita
Tugas bakti civitasnya/laksanakan selalu/Tridharma nan mulia/IPB terus maju
Institut Pertanian/pengemban cita suci/Institut Pertanian Bogor/almamater kami
Acara kedua adalah perkenalan para Astagian yang hadir. Dimulai Desy (Fapet) yang alumni Sekolah Indonesia Kuala Lumpur itu dan Pak Desy (suaminya) yang dari Teknik Perminyakan ITB, Kang Asep (Statistika) yang sempat menikmati beasiswa Supersemar setahun tapi kemudian dicabut karena “melawan” pemberi beasiswa, Aska (Sosek) yang juga mengajar di Program S2 IPB, Bahtiar (Statistika) yang sekarang Warek I sebuah PTS papan atas di Jakarta, Gozali Muchdie (FKH) “orang Brunei” yang datang ke IPB pengin jadi dokter eh adanya dokter hewan dan sempat diuji lisan Prof. Titus (almarhum), “Dimana letak jantung anjing ?” dan dijawab “Sebelah kiri, Prof !” dan dihardik oleh Professor “Goblog kamu, keluar !!!!!”…dan ternyata hanya 3 orang yang lulus ujian lisan dari 30 orang termasuk dirinya (soalnya yang 27 orang menjawab “Di sebelah kanan, Prof !“). Ada lagi Siti Nuramaliati (Fapet ?) yang panggilan populernya “Lilik” yang sekarang jadi Biologist di LIPI, Ingrid (THP) dosen FKUI yang sempat “terjebak” ojek payungnya Prio Waspodo yang sekarang jadi suaminya, Hermien (Sosek) alias “Entuk” yang sekarang bekerja di Oil Company, Anna Mariana (HPT) yang bersama Rawit suka berjualan batik dan ngeceng di PKM di tanggal-tanggal tua dengan harapan ada yang ngajak makan (!!!) yang sekarang bekerja sebagai konsultan renewable energy di sebuah Oil Co, Gayatri (Agronomi) alias Rawit yang pernah menduduki kursi paling empuk di sebuah bank BUMN dan sekarang menjadi pendidik banker itu (“Waktu sekolah dulu di Agronomi belajar tentang bunga, eh setelah kerja malahan mengurusi bunga bank“), Nora Panjaitan (MP) orang Batak bersuara keras yang mengaku “tak pandai mencari suami” akhirnya dapat teman sebangkunya itu karena “mudah, murah, sudah tahu kelebihan dan kekurangannya”, Nurhaeni (MP) yang merupakan salah satu cewek “tercakep” di MP (maklum, jumlah ceweknya cuman 3 dari 40 orang mahasiswa MP), Priyo Waspodo (THP) yang jarang belajar karena lebih sering main gitar dan “ngojek payung” akhirnya dapat tumpangan Ingrid itu, Tri Djoko (STK) dosen cum peneliti yang pengin masuk Statistika karena “cewek-ceweknya paling ok punya” tapi setelah masuk jebul cowok semua itu, Rachman Effendi (STK) si juragan kaos dan tukang kredit tea, Balaman Tarigan (Agronomi) yang dulu waktu mahasiswa kacamatanya paling tebal dan it turns out sekarang kantongnya paling tebal itu, Komarsah (Tanah) yang dari dulu suka ngintip-ngintip di jurusan HPT akhirnya dapat Lidia dan sudah bercucu umur 8 bulan itu, dan last but not least Basuki (Tanah) yang sekarang mengabdi sebagai dosen dan lagi dikejar deadline sehingga “dipaksa” datang ke ruang pertemuan ini…
Pokoknya intro dari teman-teman Astagian cukup kocak, menyentuh, dan penuh motivasi sehingga adik-adik baik yang pernah menerima beasiswa Astaga maupun yang belum pada tertawa terbahak-bahak, merenung, dan mendengarkan sepenuh hati.. Oya, penerima beasiswa Astagian ini adalah dari Angkatan 44 (tahun 2007 kemarin) dan Angkatan 45 “Patriot” (tahun 2008 sekarang ini)..
Acara selanjutnya, setiap Astagian yang hadir secara bergiliran memberikan beasiswa kepada mahasiswa yang namanya dipanggil. Berdiri di tengah, diberi amplop coklat berisi uang Rp 2 juta untuk membayar SPP selama setahun, menandatangani kwitansi tanda terima, dan bersalaman dan mendengarkan petuah-petuah “kakak kelas” (eh karena jaraknya 32 tahun apa nggak sebaiknya disebut “bapak kelas” atau “ibu kelas” ? Hahahaha…)…Saya sendiri kebagian memberikan beasiswa kepada adik Rafika, NIM G14080084, “Selamat belajar ya !” pesan saya…
Sayang sms yang membanjir dari “komandan” alias isteri saya yang mengingatkan saya supaya segera mengantar anak sulung saya ke rumah mertuanya menyebabkan saya tidak bisa mengikuti acara ini secara penuh dan harus segera cabut ngebut ke arah Jakarta… dan saya kehilangan kesempatan untuk ditraktir Rawit (sebagai bendahara tentu saja !) dan kawan-kawan yang mungkin akan pergi ke Cafe DeDaunan menikmati pofertjes dan bajibur di malam yang dingin itu….
Tapi Bogor yang dingin, misterius, dan anggun itu telah melemparkan saya ke masa 32 tahun sebelumnya yang di bulan Januari 1976 kampus ini dan kota ini telah menerima saya sebagai salah satu mahasiswanya, berangkat dari sebuah kota kecil di Jawa Timur sana…
Mata sayapun berkaca-kaca mengingat ayah saya yang tergolek lemas karena sakit di bulan Januari 1977 dan saya dipanggil IPB untuk menerima beasiswa Supersemar.. Dan sekaranglah waktunya bagi saya dan teman-teman Astagian semuanya untuk lebih “berpikir lebih besar daripada mikir dirimu sendiri”…antara lain dengan bersama-sama menyingsingkan lengan baju untuk memikirkan pendidikan adik-adik kita di TPB IPB yang menurut rencananya di tahun 2009 nanti akan memberikan beasiswa bagi 39 orang (3 x 13) mahasiswa TPB IPB.
Hayo, siapa yang belum ikutan ??? Sebelum terlambat loh !
“Think bigger than yourself !”
“Ayooo !!!”
(Ditulis oleh Tri Djoko, bukan wartawan, tapi seorang Blogger)
Good bye Rieke, Desta, Arie Daging
19 Dec 2008 10 Comments
Tahun 2009 nanti kelihatannya tidak akan secerah tahun 2008 yang akan berakhir ini atau tahun-tahun sebelumnya. Salah satu alasannya, ada beberapa program TV dan program Radio menarik yang ada di tahun 2008 nggak akan tampil lagi tahun depan…Uh..sedihnya… sob..sob…sob…. ;-(
Rieke Diah Pitaloka alias Rieke alias Oneng, hari Jumat tanggal 19 Desember 2008 ini say good bye kepada para pemirsa acara “Good Morning” di TransTV setelah siaran lebih dari 1.000 episode (3 tahun lebih). Tidak dijelaskan alasannya, tapi yang “kelihatan” adalah…Rieke sekarang sudah hamil 7 bulan (?) dan kira-kira akhir Januari atau awal Januari 2009 akan melahirkan seorang anak laki-laki. “Menjadi Ibu” bisa jadi salah satu alasan Rieke cabut dari “Good Morning”…tapi orang awam juga tahu kalau Rieke adalah calon kuat anggota DPR dari PDIP yang akan bertarung di suatu daerah di Jawa Barat. Mengingat kuatnya partai yang mendukung Rieke dan kuatnya “brand image” Rieke…kelihatannya si Oneng nggak bakalan o’on lagi dan akan menjadi semakin pinter….di Senayan sana !!! Good luck Rieke, for your baby boy and your house representative seat !
Menurut kabar yang saya dengar pula, Deddy Mahendra Desta alias “Desta Club Eightees” bersama Ari Apriliadi alias “Ari Daging” juga akan mengakhiri kepengasuhan mereka di acara “Putusss…”-nya Prambors setelah siaran (dan saya dengarkan setiap hari) selama 5 tahun penuh !!! Konon siaran Putuss pada hari Rabu tanggal 24 Desember 2008 ini adalah siaran terakhir mereka berdua…
Alasan yang terakhir ini ? Wah…bukankah anda bisa jawab sendiri ? Desta sudah main di lusinan film (Garasi, Kawin Kontrak (?), Pemadam Kebakaran, dsb…banyak deh) dan Ari Daging juga setali tiga uang. Selain film, dunia MC juga sering diakrabi keduanya.. .mungkin hampir setiap weekend…baik di dalam kota maupun di luar kota. Acara “Putussss…” juga sudah berkali-kali mirip layang-layang putus ditinggal salah satu dari Desta & Ari Daging atau keduanya. Sering diganti dengan Cici Panda atau Imam Darto sih selama beberapa hari ini…
Alasan lain, mungkin umur pendengar Putusss sudah tidak sesuai lagi dengan umur Desta dan Ari Daging yang sudah “beranjak dewasa” (untuk tidak menyebutnya “bau tanah” seperti yang selama ini sering mereka klaim….hahahaha…)…
Yang jelas, hidup tanpa “Good Morning” masih bisa soalnya itu acara TV anyway dan di mobil saya tidak ada TV-nya. Tapi putus dengan “Putusss.”-nya Desta & Ari Daging tentu sangat berat bagi saya, walaupun umur saya sekarang sudah “kebalikan” dari umur pendengar Putusss…tapi perlu diakui selama 5 tahun ini saya tidak putus mendengarkan Putusss…soalnya setiap kali mobil distarter dan AC dinyalakan salah satu atau kedua anak saya yang ikut di dalam mobil selalu tereak :
“Prambors pah !”..
Recent Comments