Test CPNS BPPT semeriah Pesta Blogger 2008
02 Dec 2008 32 Comments
Kurang lebih sepuluh hari yang lalu di tempat yang sama, Auditorium BPPT, telah dilangsungkan Pesta Blogger 2008 yang konon pesta kedua bagi para Bloggerians di Indonesia. Mbak Blogger, Mas Blogger, Kang Blogger, Teh Blogger, Uda Blogger, Uni Blogger, Bang Blogger, Ito Blogger, dan Bloggers yang lain pada tumplek blek berhaha-hihi berjeprat-jepretan dan mejeng kanan mejeng kiri berfoto ria yang latar belakangnya PB2008 beserta segenap sponsornya (saking banyaknya sponsor….ditulisnya kueciiil kueciiil…)…
Nah, pagi tadi saya mengantar anak saya yang ikut mengadu nasib beserta sekitar 1.500 orang para job seekers yang berminat untuk mengisi lowongan berbagai bidang disiplin ilmu dari teknik, ekonomi, sosial, psikologi, sampai seni rupa yang ada di BPPT yang konon membuka sekitar 200-300 lowongan kerja (tepatnya saya nggak apal sih, tapi 1 bidang ilmu misalnya Teknik Penerbangan…yang diperlukan rata-rata adalah 2 orang)… Para job seekers itu memenuhi lorong-lorong gedung BPPT dari tangga masuk sampai ruang atrium sampai auditorium dan sampai kantin dan minimarket…dipenuhi oleh wajah-wajah sendu penuh harap siapa tahu siapa hari nanti mereka bisa jadi PNS : pekerjaan yang menjanjikan “menangis sehari, ketawa 29 hari” …..
Bedanya dengan PB2008, kali ini beberapa job seekers berlagak serius dan kalaupun ngobrol dengan teman-temannya dilakukan dengan berbisik-bisik (hampir tidak kelihatan giginya)….beda dengan PB2008 yang setiap ketemu kawan gigi Pepsodent-nya langsung diliatin…cling…cling….Hi…Hi…I am over here ! Hehehe…
Sehari sebelumnya, tepatnya kemarin (ya iyalah…masak iya dong)….saya melihat beberapa job seekers terutama yang wanita berwajah lugu…dianter oleh orangtuanya. Ada yang dianter oleh ibunya yang sudah sepuh…ada yang dianter oleh bapaknya yang sudah sepuh….dengan wajah antara heran, kagum, yang jelas penuh harap pada suatu hari mereka bisa menghuni gedung ini untuk 20-30 tahun yang “sedikit menangis, banyak ketawa“….
Harap-harap cemas di wajah mereka itu tergambar jelas, sayang saya nggak punya kamera DSLR untuk nge-shoot hal ini…soalnya kalau pakai kamera poket kan terlalu nyolot….
Konon beberapa di antara job seekers ini telah bekerja di berbagai industri : perbankan, telco, oilco, R&D, education, dsb. Mereka rela sejenak meninggalkan pekerjaannya sehari-hari untuk mencari masa depan yang lebih pasti (pasti tidak dipecat, pasti rendah gajinya, pasti banyak kesempatan beasiswa ke luar negeri untuk mengambil S2, S3 atau sekedar OJT dan studi banding ke luar negeri)..
Tapi banyak juga sih, yang masih kinyis-kinyis baru keluar “fresh from the oven” dari kampus masing-masing sebagai sarjana. Dengan 600 soal yang harus dikerjakan selama 8 jam (jam 08.00-16.00 diseling waktu istirahat), kelihatannya psikotest BPPT hari ini cukup menyita waktu, tenaga dan pikiran. Konon dalam waktu seminggu, hasil psikotest sudah keluar dan bagi yang lulus tinggal menjalani 1 tahap lagi yaitu job test alias wawancara dengan user masing-masing..
Yang para job seekers itu belum tahu, kans masing-masing orang berbeda. Tahun lalu, BPPT memerlukan 2 orang Sarjana Teknik Kimia. Tapi yang melamar hanya 1 orang….ya tentu saja bagi orang ini tinggal merem saja asal mengisi lembar psikotest seadanya pasti sudah lulus masuk BPPT…lha wong kansnya 200% (ada 2 lowongan…hanya 1 yang melamar). Mungkin bagi chemical engineers, BPPT yang megah gedung dan nama besarnya (dulluuuuuuuu..tapi..) dengan gaji yang megah amplopnya (amplop besar) dan kecil isinya (alias “kunthing”..) itu kurang menarik untuk dimasuki. Well, tidak semua orang berpikir begitu….
Tahun 2008 ini, tadi saya ngobrol dengan lulusan Teknik Penerbangan sebuah universitas/institut terkemuka di Indonesia…katanya kemarin waktu ngambil Nomor Ujian ia sempat ngelirik ada 26 orang yang melamar….padahal BPPT hanya membutuhkan 2 orang (kans dia adalah 1/13 alias 7 %). Sedangkan di kasus anak saya, jumlah lowongan ada 2 orang sedangkan yang ngelamar di posisi itu ada 4 orang (kans dia adalah 1/2 alias 50 %)….
Saya bilang ke anak saya, “Nduk…apapun yang terjadi, jalani test di kantor papamu dengan baik. Lulus tidaknya masalah nanti. Do your best...”… *)
Bila lulus, ia akan memutuskan apakah bekerja sebagai “Umar Bakri” (seperti Pak “Oemar Bakri” kajurnya dulu) atau sebagai “Mbak Minyak“…mungkin shalat istiqarah perlu… Kalau tidak lulus, ia akan tetap bekerja sebagai “Mbak Minyak” mungkin untuk 2-5 tahun ke depan setidaknya….tapi yang penting, ia sudah menjalani tahapan test menjadi CPNS….yang bagi sebagian orang tetap berarti “CaPek deh Nan Sengsara“…tapi ada sebagian lagi yang mengartikan sebagai “Ceria Pegawai Nan penuh Senyum“….hehehe…
What a sight !
(Sayang dollar maish tinggi jadi belum ada dokat buat beli kamera DSLR, tapi don’t worry…dollar rendahpun mungkin nggak kebeli kok…hwekekkekkek….)…
*) jangan diartikan KKN lho…I’m not that type of guy…


Dec 02, 2008 @ 08:43:57
Saya kalau boleh milih pilh jadi mbak minyak aja di perusahaan luar yang punya standar gaji lebih bagus. Kumpulin modal sebanyaknya. Setelah merasa cukup cabut dan bikin usaha, jadi bos sendiri. Capek deh diatur-atur jadual. Hidup terasa enjoy kalo merdeka. Gak percaya? Tanya deh sama Pak Totok di mBediyun sana
Hehehe…kan Pak Totok sudah pangsiun sebagai “Kang Koran”…dulunya sih sering wira-wiri ke Hong Kong dsb buat meliput apa saja…hahaha..
Dec 02, 2008 @ 15:08:56
Kalau sudah S3 dan punya industrial experience di LN, mau masuk BPPT perlu psikotes lagi nggak pak Tri ?
So pasti mas, masuk BPPT pasti di-test lagi lah….soalnya kalau nanti masuk BPPT tanpa test dikiranya KKN lho…. Orang waktu test CPNS kemarin ada banner di BPPT di depan ruang test CPNS yang bunyinya “Test masuk CPNS BPPT tidak dipungut biaya apapun. Jika ada yang memungut biaya, silahkan lapor ke nomor telpon sekian sekian sekian…”
Tapi untuk S3 yang tenaganya banyak diperlukan BPPT kayak sampeyan mungkin test hanyalah formalitas…tapi juga tergantung bidang studi anda apa dan jumlah pelamarnya berapa ? Kalau lowongannya di bidang studi anda 2 orang dan yang melamar hanya 2 orang, pasti test hanyalah formalitas karena semuanya (2 orang itu) bakal diterima….
Dec 03, 2008 @ 17:11:05
Bolehlah…dik Yon, kalau mBak Ditta nyoba jadi PNS, asal saja ruangannya III-a keatas, jangan di bawahnya…pengalamanku tahun 80-an golongan II, dari A sampai D, nelongso tenan. Gak tahu kalo sekarang…perbandingannya tahun 1982 Bossku Kepala bandara kelas satu di u.Pandang sana, ada di golongan III-A dapat fasilitas rumah dinas besar dan satu buah sedan fiat-1300. Bandingkan dengan Ibuku, Guru SD juga golongan III-A, tapi gak punya rumah dinas dan mobil fiat, ‘tikhompe’-nya jelas lebih gede Boss-ku itu, soalnya tunjangannya sebagai Kabandara, kan lumayan…
Makanya biar saja….nyoba…toh ilmu sudah dikepala, mau kemana aja ayo….
Iya mas, anak saya melamar sebagai lulusan S1 jadi kalau diterima pasti golongan ruangannya III/a. Kemarin ini saya tidak melihat ada seleksi untuk pegawai golongan II dan III karena seleksinya biasanya dilaksanakan pada waktu yang lain, dan soal testpun pasti beda lah dengan yang sarjana.. Sebenarnya anak saya yang bungsu sekarang sudah dapat pekerjaan sebagai “mbak minyak” yang gajinya lebih besar daripada gaji saya…hehehe….tapi gpp lah, namanya juga cuman nyoba-nyoba…
Dec 03, 2008 @ 23:13:13
Wah kalau anaknya pak Tri sih wis nothing to lose, nggak dapet BPPT ya nggak apa-apa, btw di middle east (Kuwait, Qatar, UAE) engineer O&G gajinya guede bgt, orang-orang Perancis teman saya aja pada mau kerja disana.
Oh ya pak Tri,
kalau di BPPT atau TNI ada batas umurnya nggak ya pak Tri?
Ya mas, nothing to loose…soalnya dia sudah punya “kursi” di sebuah perusahaan bagus…
O ya, kalau dapat tawaran ke Middle East untuk urusan kerja Oilco emang nyaman, bahkan ada cewek kakak kelas anak sayapun kerjanya di sana…hehe… Tapi ada juga yang tidak tahan karena engineer kok disuruh ngangkatin pipa-pipa tiap hari…akhirnya kembali ke Bandung dan ngambil S2 (mungkin kerja Oilco di overseas untuk nabung buat S2)…
Di PNS batas umur paling atas diangkat menjadi CPNS adalah umur 35 tahun. Jadi sebaiknya memutuskan jadi PNS paling lambat umur 34 tahun atau 34,5 tahun hehe…
Di TNI, kalau masuknya via Akmil, AAU, atau AAL ya 23 tahun, tapi kalau masuknya via Wamil secara teoritis umur maks sama dengan di PNS yaitu 35 tahun, tapi kebanyakan ya umur 25, 26, 27 tahun lah pengin jadi TNI via wamil. Setelah umur 30 mana ada orang yang pengin disuruh push up 50 kali ?
Dec 05, 2008 @ 03:11:30
Iya pak Tri saya juga pernah jadi Field Engineer di Perusahaan Oil Service terkemuka, ya kerjaannya memang cuman ngangkat-ngangkat dan install-install doang hehe.. makanya nggak betah, walopun gajinya $$$ …
Alhamdulilah setelah sekolah lagi dan jadi R&D engineer, secara material dan intellectual cukup memuaskan
Anaknya pak Tri tertarik bisa juga tuh mencoba jalur R&D enginering. Kalau suka belajar dan berinovasi pasti merasa happy di bidang ini.
(walaupun mungkin secara materi tidak se-memuaskan jadi field engineer atau secara intelektual tidak se-memuaskan jadi akademisi di Universitas).
Saya berpikir memang pingin sih pak balik lagi ke Indonesia ikut membangun bangsa dengan bekerja di institusi seperti BPPT, juga cita-cita terbesar saya adalah mengembangkan teknologi militer di TNI. Disuruh pushup 100x pun saya masih sanggup kok pak…:)
Tapi sepertinya kalau 35 kemudaan pak… Saya rasa umur 35 belum punya cukup pengalaman untuk mewujudkan cita2 itu.
Wah..kalau begitu bener yang saya denger-denger dari beberapa alumni ITB yang kerja di Oilco sebagai Field Engineer….
Yah..memang cari kerjaan itu idealnya komposisi antara “fulus” dan “batinus”. Fulus dapet tapi batinus minus, ya orangnya nggak sabaran…penginnya keluar mulu (ada kakak kelas anak saya yang spt itu).. Batinus dapet tapi fulus kurang di PNS ya kadang-kadang cukup sedih juga. Tapi kalau melihat mobil yang parkir di kantor saya, jarang tuh yang mobilnya vintage banget kecuali ybs memang kategori “vintage lover”…hehehe… Artinya, teoritis PNS gajinya kecil tapi in reality karena banyak doanya dan cukup sabar akhirnya “ikan yang cukup besar”-pun masuk jaring…hihihi…
O ya mas, kata anak saya waktu harga minyak tinggi bettt (USD 143 per barrel) semua oilco giat melaksanakan eksplorasi, tapi begitu harga minyak nyungsep tinggal separonya (hari ini USD 64, barusan saya ditelpon teman saya di NY…hehehe…nggak ding..becanda mas) maka oilco giat melakukan R&D untuk energi terbarukan, inovasi eksplorasi, inovasi produksi, dsb. Maka anak sayapun boleh dong…kalau disebut sebagai “R&D Engineer” biar agak kelihatan keren, gitu…
Hubungan BPPT (dan kawan-kawan BUMNIS lainnya) dengan TNI & Polri cukup erat, banyak peralatan TNI & Polri yang kita kembangkan, produksi dan supply dari pesawat terbang (CN-212, CN-235 MP), rantis (untuk Polri dan Kavaleri), senapan serbu (untuk infantry), pistol (untuk perwira), roket (untuk AU), dsb. Tahun depan kita akan audit IT yang berhubungan dengan hankam sebagai salah satu studi kita… Jadi sebenarnya cukup fun kerja di BPPT, terutama kalau “profil” orangnya kayak Mas Adhiguna gini…
Dec 07, 2008 @ 00:40:40
Assalamualaikum Mas Tri,
Sebenarnya dari posting mas yang PNS vs Non PNS saya mo komen banyak, berhubung ORTU saya keduanya PNS, tapi saya ragu. Dulu dengan gaji yang bisa dibilang minim sebanding dgn tanggungjawab dikantor, dirasa masih cukup menghidupi keluarga dengan 3 orang anak (1 meninggal umur 20). Alhamdulillah kami bertiga tidak kekurangan kasih sayang, lahir batin sangat cukup, kami bisa bersekolah sampai S2. Waktu saya SMA nyokap bisa beli mobil corolla yang jaman itu untuk ukuran seorang PNS golongan IIC sangat hebat ukurannya. (Tanpa indikasi korupsi loh! kalo korupsi waktu ya… jgn tanya kaleee….)
Bapak kerja sangat santai, bahkan sempat tidak ngantor 7 tahun, karena meneruskan Drs-nya di UI, disela2 sekolah bapak ngurus saya momong dsb.
Pokoknya jadi PNS jaman dulu MENTERENG BANGET deh.
Balik ke ujian CPNS BPPT. Di kota tempat saya tinggal sekarang ada 2 orang kiriman habibi dulu, 2 2 nya udah PhD, dan bekerja mapan disini. Herannya kok mengapa mereka tidak mau pulang, yang notabene telah menjadi pegawai BPPT ketika lulus SMA dulu. Tanya kenapa mas…..????
Dari obrolan2 dgn mereka, ilmu yang mereka dapatkan tak dapat di aplikasikan di institusi tempat mereka bekerja / gak bisa riset karena gak ada alat, selain gaji yang menurut hemat saya juga agak “kurang ajar” kalo di banding di LN. Akhirnya mereka balik lagi ke mari. Padahal dgn status PNS, mereka gak perlu susah2lagi cari kerjaan…. wong udah ada kursi buat kerja gitu loh diindo.
Akhirnya ya kembali ke diri masing2, “NAWAITU-nya” seperti apa. Sbg peneliti mau hidup cukup dan professional ya di LN tempatnya lengkap dgn fasiltas riset. Mau hidup sederhana dan bebas melakukan yang ia suka, ya di tanah air lah tempatnya, karena toh masih banyak sesuatu yang dapat di lalukan di negeri kita tercinta ini.
gitu dulu mas, Entschuldigung(sorry) kalo kepanjangan.
Walaikumsallam Mas Resi Bismo,
Wah..mas Resi ada darah PNS juga ya…
Suasana saya dan isteri saya sekarang ini, saya PNS dan isteri TNI, juga masih sama mas dengan suasana orangtua Mas Resi dulu. Saya kerja santai, sedang isteri bisa kerja sambil momong anak dan membesarkan anak. Korupsi waktu dengan ngajar di universitas saya lakukan juga sih, “to make the ends meet” kata orang bule sono. Happy-kah saya ? Dari skala “Happiness Test”-nya Oprah score saya 35 artinya “I can’t be happier than now” alias “full happy” gitu loh mas…
Mengapa Master dan Ph.D dulu-dulu yang disekolahin sama Habibie sejak SMA ke luar negeri kok ada yang nggak mau pulang ke Indonesia ? Hahahaha….saya membacanya agak terpingkal-pingkal mas ! Kebetulan saya ini S1 saya di bidang Statistics jadi menurut saya “Di suatu populasi yang cenderung normal (mengikuti bell-shaped curve) ada orang yang sangat jelek, jelek, sedang, bagus, dan sangat bagus” berikut dengan persentasenya menurut kurva normal. Yang “sedang” pasti 64 %, yang sangat jelek pasti 5 %, jelek pasti 13 %, bagus 13 %, dan sangat bagus juga 5 %. Sudah pasti presentasinya seperti itu. Nah, 2 Ph.D teman Mas Resi itu termasuk yang mana ? hahaha…
Jawaban jujur mas, persis yang seperti Mas Resi utarakan itu : lab kurang mendukung, gaji tak mencukupi, suasana kerja terlalu santai. Ada lagi, menurut teori Habibie yang dikutip dari kasus KAIST/KIST banyak orang Korea bergelar Ph.D dipanggil pulang oleh Presiden Park Chung Hee untuk membangun Korea dan mereka di Korea diberi rumah, mobil, dan 4 x gaji (saya sempat lihat rumahnya kalau nggak salah di Daejon). Para ilmuwan ini juga diberi wewenang untuk mengatur negara dari sisi teknologi. Hasilnya, Korea sekarang sudah menjadi “macan Asia” (anggota OECD, kumpulan 13 negara paling maju ekonominya di dunia)..
Celakanya di Indonesia ada pergumulan pemikiran antara “teknokrat” dan “ekonom”, dan kelihatannya di Indonesia “teknokrat” kalah dan “ekonom” menang. “Bean counter” menang ! Tentunya ini bad news bagi para teknokrat (jelasnya baca “Lee Iacocca : An Autobiography”). Akhirnya temen2 Mas Resi yang masih di Jerman itu tidak mau pulang…
Jawaban politis, orang Indonesia yang setelah disekolahin negara capek-capek masih enak-enak di LN tanpa membalas budi terhadap tax payers yang telah membiayai mereka sekolah itu adalah “oknum” ! Kalau sudah disebut “oknum” pasti ya habis perkara…knocks on wood…jangan ditiru sama anak cucuku…amit-amit jabang bayi…
Kenyataannya mas, walau dengan gaji hanya Rp 2,5 – Rp 3,0 per bulan, kiranya saya cukup berbangga karena banyak Ph.D yang dulu disekolahin Pak Habibie itu sekarang ini masih bekerja memeras keringat di BPPT, tanpa mengeluh sedikitpun (ingat “kurva normal” tadi).. I am so proud of them !!!
Dan Ph.D yang banyak dipakai di BPPT itu kebanyakan latar belakangnya Electrical Engineering (Control, Telecommunication, Power), Computer Engineering, Computer Science…..mungkin bagi teman2 di bidang ilmu ini nyari duwit cukup mudah di Jakarta….ngajar beberapa jam di Binus atau UPH…sudah melebihi gaji yang mereka terima di BPPT…
(Saya kok jadi mikir, sebaiknya Mas Resi baca juga pengalaman pertama saya di BPPT yang saya tulis di Blog saya http://pengembarasenja.blogspot.com/ mungkin dari sana awal dari cerita bermula…)…
Mudah-mudahan ini jadi jelas mas ceritanya… (saya nggak ada keberatan, lha wong saya bisa cerita dari “the bigger picture” sampai dengan “shop floor” kok…)…
Dec 11, 2008 @ 23:05:51
Salute, Pak Tri. Bener, sampeyan bisa menjelaskan bukan hanya cerita dari “the bigger picture” sampai “shop floor”. Baca penjelasan panjenengan nambah pengetahuan saya.
Saya setuju banget orang Indonesia yang setelah disekolahin negara capek-capek masih enak-enak di LN tanpa membalas budi terhadap tax payers yang telah membiayai mereka, bukan lagi oknum tapi sudah soft pengkhianat. Tujuan Pak Habibie dulu nyekolahin mereka supaya bisa memajukan Indonesia tentunya. Ada benernya ada ikatan dinas sekian tahun untuk mengabdi kepada lembaga pengirim mereka sekolah ke luar negeri begitu mereka menamatkan sekolah diluar negeri.
Uda Alris,
Iya..walaupun “the bigger picture”-nya sempurna banget, tapi di tataran “shop floor” masih ada yang gak nyambung dengan the bigger picture…
Ada beberapa karyasiswa yang pulang ke Indonesia menunjukkan tanda-tanda mereka bakalan “cabut”, baik cabut dari kantor pengirim mereka ke LN dan bekerja di perusahaan lain di Indonesia (which is, masih termasuk bagus) atau cabut ke negara lain (nah…ini yang mengkhianati tax payers yang telah membiayai mereka sekolah ke LN. Walaupun hidup mereka di LN kebilang sukses, mungkin “di dunia lain” mereka akan ditagih utang…hehe..)..
Kalau sekolah ke LN dengan biaya sendiri atau beasiswa dan tidak dibiayai tax payers di Indonesia, itu sih ok ok dan fine fine saja…
Dec 20, 2008 @ 09:42:58
MAU TANYA NIH, BERAPA GAJI LULUSAN D3 DI BPPT DAN UNTUK KARIR GIMANA? JAWAB YA PAK, THANKS!!!
Kalau nggak salah gaji lulusan D3 yang diterima sebagai PNS Golongan II/b di BPPT gajinya adalah Rp 1.243.000 per bulan (Standar Gaji PNS 2008). Itupun masih ditambah TSP (Tunjangan Selisih Penghasilan) tapi jumlahnya saya tidak tahu, mungkin sekitar Rp 200.000,- Jadi total income Rp 1.443.000 per bulan. Kalau ada Perjalanan Dinas masih ada tambahan yah setahun mungkin jumlahnya sekitar Rp 2 – 3 juta. Tapi ingat gaji segitu kalau sudah diangkat PNS, kalau masih CPNS gajinya 80% dari Rp 1.243.000 tadi jadi sekitar Rp 994.400,- (yah masih di bawah UMR DKI ya ?).. O ya, masa CPNS ini sekitar 12 bulan…
Karir ? Saya tidak bisa menjawab soalnya anda tidak bilang D3-nya jurusan apa. Kalau jurusan IT kayaknya cerah-cerah aja tuh… Nantinya bisa nerusin ke S1, S2 dan kalau perlu S3… Bisa biaya sendiri atau beasiswa dari mana-mana dengan syarat masa kerja minimal 2 tahun…
Dec 21, 2008 @ 18:07:43
Kalau dari D3 teknik mesin gimana Pak? Bisa gak ya hidup dengan gaji sebesar gitu di jakarta?
Trimakasih ya Pak!!!
Gaji segitu cukup untuk kerja di Jakarta ? O ya, saya lupa kalau anda ikut proyek masih dapat sekitar Rp 500.000 per bulan, jadi total income tahun pertama sekitar Rp 1.400.000 per bulan…
Cukup ? Tergantung sih, kalau anda anak tunggal atau anak bungsu yang tidak menanggung biaya adik-adik dan orang tua anda cukup mantap dan mandiri ekonominya, saya sarankan ambil yang di BPPT..
Tapi kalau orang tua anda tidak mandiri (masih perlu dibantu ekonominya), adik anda banyak yang perlu disekolahin…saya sarankan anda ambil yang swasta saja…
Jadi PNS itu enak kalau kita sudah umur 40 tahun atau lebih. Hidup tenang, gaji cukup (dicukup-cukupin), biasanya juga jarang sakit (lain dengan yang di swasta yang mendapat ancaman pemecatan, pengurangan tenaga kerja, dsb)…
Dari segi ekonomi, rata-rata orang BPPT di umur 40 tahunan pada bisa beli mobil tuh (kalau motor sih, bisa juga pinjam di koperasi dan dipotong gaji, mungkin setelah kerja 1 tahun)…
Demikian mudah-mudahan info ini berguna…
Jan 27, 2009 @ 14:18:06
saya mengikuti tes cpns kmrn & alhamdulillah ditrima, tapi saya tidak diberitahukan gajinya.
saya s1 teknik kimia, selama masih status cpns brp gaji saya? terimakasih pak
Mbak Tifa,
Saya cek ke seorang kawan sekantor yang tahun kemarin masuk CPNS, setiap bulan akan menerima 75% gaji PNS + TSP (Tunjangan Selisih Penghasilan) yang totalnya Rp 1.683 juta. Katanya itu belum termasuk uang makan sebesar Rp 15 rb sehari (di BPPT 1 bulan biasanya masuk 23-25 hari). Jadi kalau anda masuk terus, ditambah uang makan penghasilan bisa mencapai Rp 2 jutaan.
Itu juga belum saya masukkan uang proyek yang disebut OJ (orang jam) yang per bulannya bisa menerima antara Rp 800 rb – Rp 1 juta, tapi dibayarkan hanya 10 kali per tahun. Namun OJ ini tergantung kepada unit kerja dimana anda ditempatkan. Ada yang ada OJ-nya, ada yang sedikit OJ-nya, dan ada yang “full OJ”..
Intinya, kalau anda menerima dengan legowo sebagai PNS, saya jamin hidup anda akan nikmat-nikmat saja….
Jan 28, 2009 @ 12:42:27
assalamu’alaikum
sama seperti mbak tifa, saya juga diterima di bppt. tapi ada satu hal yang masih saya pertanyakan. apakah di bppt ada kontrak & penalti (apabila mengundurkan diri) atau tidak. karena teman saya di LIPI (yang jg CPNS) kontrak 4thn dengan penalti 10 juta.
terima kasih atas perhatian bapak
Nita,
Walaikumsallam….
Saya tidak tahu apakah di BPPT nanti ada kontrak PNS 4 tahunan nggak seperti yang ada di LIPI. Mestinya kalau di LIPI ada, pasti itu kebijakan nasional PNS, jadi mestinya BPPT juga nanti ada kontrak (tapi terus terang saya belum nanya ke teman saya yang baru masuk BPPT itu, tapi kayaknya sih di BPPT nggak ada kontrak)..
Tapi intinya, kalau anda sudah memutuskan jadi PNS, kenapa harus keluar ? Mestinya dari awal lebih baik anda tidak jadi masuk PNS (seperti kasus anak saya, sudah diterima di BPPT tapi ia memutuskan tidak jadi masuk karena sudah diterima di sebuah perusahaan minyak nasional)..
Saran saya, BPPT itu tempat bekerja yang enak lho, apalagi bagi kaum wanita seperti anda-anda itu. Nanti kalau anda menikah dan hamil, tidak ada tempat yang paling enak minta izin cek kehamilan, tidak masuk karena ngurus anak selain BPPT. Masalah gaji, itu kan dari BPPT saja, andapun bebas mau usaha apa saja : mengajar, jadi konsultan, punya toko atau punya restoran…
Nggak percaya ? Saya sebentar lagi merayakan ulang tahun ke-29 masuk BPPT nanti di bulan Agustus…
Feb 13, 2009 @ 10:17:21
Senengnya ya pak jadi pns. saya juga keterima cpns desember kemaren.. Senengnya masih bisa jagain anak..n suami..
Mbak Indah,
Wah…masih untung anda sudah bersuami dan mempunyai baby tapi masih diterima sebagai CPNS. Berarti mbak punya nilai lebih dibanding pesaing-pesaingnya dong…
Tapi mbak, believe me, untuk Ibu rumah tangga yang mempunyai baby kecil, jadi PNS adalah surga : karena aturan kerjanya tidak seketat di swasta namun take home pay-nya ya hampir sama lah…
Menjadi masalah, kalau baby anda nanti sudah SD semua, SMP semua, atau SMA semua. Nah, pada waktu itu mbak harus sudah punya penghasilan tambahan selain PNS : menulis di koran, jadi konsultan, dsb…
Selamat ya sudah memasuki dunia PNS, duniaku….hihihi..
Sep 13, 2009 @ 05:53:30
assalamu’alaikum
pak, saya lulusan teknik fisika dengan major yang saya ambil adaah bidang Rekayasa Energi (Energi terbarukan, Solar system dan analisis termal). Sekarang saya kuliah S2 di The Joint Graduate School of Energy and Environment. Saya mengambil jurusan Energy Technology dengan topik riset adalah pada bidang energi bangunan. Riset saya yang lain adalah aplikasi pencahayaan alami pada bangunan serta aplikasi energy modelling untuk bidang kebijakan energy.
kira2 apakah saya ada peluang untuk masuk BPPT setelah s2 ??? Jika ada seberapa besar peluang saya ?? dan apakah memungkinkan bagi saya untuk mengajar ?? karena saya sendiri cukup bingung apakah dengan bidang saya, saya bisa mengajar di berbagai universitas.
Mas Andhy,
Masuk BPPT sekarang ini melalui test bebas (siapa saja bisa ikut) dan prosesnya cukup fair kok. Jadi kalau mas Andhy berminat, bisa daftar aja via website bppt : http://www.bppt.go.id/ tentunya nanti kalau sudah dibuka pendaftarannya. Di BPPT Serpong ada unit teknis yang menangani riset energi seperti yang Mas Andhy sebutkan..
Mas Andhy juga bisa mengajar di perguruan tinggi, tapi kalau membaca ilmu spesifik yang Mas punyai…mas bisa ngajar mata kuliah “Fisika Bangunan” di jurusan Arsitektur (ada di Trisakti, Untar, Atmajaya, UPH, dan Binus)…
Demikian, selamat mencoba…
Sep 13, 2009 @ 05:55:29
oh iya, ada yang kurang pak… kira2 untuk bidang saya, apakah memungkinkan untuk membuat sebuah konsultan jika saya ada di BPPT ?? karena saya tetap melihat bahwa prospek bidang saya tidak terlalu bagus di Indonesia. hehe
Mas Andhy,
Mungkin saja…mengapa tidak ? Tapi tentunya tidak meninggalkan tugas-tugas di BPPT. Mengingat anda kan masih pegawai baru kan ?
Tapi anyway, di BPPT kita juga sering memberi konsultasi untuk beberapa perusahaan swasta dan pemerintah di bidang keahlian kita. Saya sebagai orang IT juga sering turun ke client kok…
Sep 14, 2009 @ 13:28:07
terima kasih pak atas jawabannya. apakah dengan status saya sebagai lulusan s2 (setelah lulus nanti) perguruan tinggi luar negeri, dapat memperbesar kemungkinan saya masuk ke BPPT ?? terutama untuk bidang saya ?? dan apakah setiap tahun ada lowongan untuk bidang saya ?? terima kasih pak atas jawabannya
Mas Andhy,
Setahu saya setiap tahun BPPT membuka lowongan kerja untuk lulusan Teknik Fisika, jumlahnya sih nggak banyak, setahu saya 2-3 orang saja per tahun..
Dengan menyandang gelar S2, sebenarnya kans anda lebih tinggi daripada yang gelar S1, provided that hasil test psikologi anda di hari pertama test lebih baik dari mereka. Kalau sudah lolos test psikologi dan tinggal wawancara, peluang anda lebih besar sih daripada yang hanya lulusan S1…
Oct 07, 2009 @ 05:56:57
Pak Tri, sy mau tanya,
Sy lulusan S1 Informatika salah satu universitas negeri terkenal di indonesia, umur 28 tahun
sy sekarang masih bekerja di pers lokal di bandung, sudah menikah dan sudah dikaruniai 1 orang anak, istri tidak bekerja alias sebagai ibu rumah tangga.
Nah, yg ingin sy tanyakan :
1. kira-kira peluang dan masa depan sy andaikan diterima di BPPT bagaimana pak? apakah masih bisa disekolahkan S2, jadi dosen dll seperti cerita-cerita sebelumnya?
2. kira-kira penempatannya untuk informatika di jakarta ataukah di kota lain?
3. apakah bisa mengajukan pindah ke kota lain ketika sudah diterima jadi PNS? (berhubung biaya hidup jakarta pasti gila-gilaan)
4. tahun depan kira-kira gaji IIIa brp ya?, trus kalau misal sy sudah umur 40 tahun gaji kira-kira jadi brp?
sekian pak, itu saja dulu, nanti kalau ada pertanyaan lagi menyusul,
mohon pencerahan,
trims.
Oct 09, 2009 @ 11:41:44
Pak
Mohon pencerahan dan sarannya…
saya lulusan SMK teknik mesin, pengen daftar pns di BPPT sih, umur 20 tahun, sekarang sudah bekerja di salah satu perusahaan kontraktor di bidang telekomunikasi (gak nyambung sama sekolah di SMK), saya juga sambil kuliah (kelas karyawan – sabtu – minggu), ambil jurusan Teknik sipil, sudah semester 4.
Apakah jika sudah di terima di BPPT, masih bisa melanjutkan studi , sedangkan jika di terima, tekniknya teknik mesin, bukan sipil?
Standar gaji untuk lulusan SMA berapa pak?
Sedangkan untuk kuliah , perbulannya saya mengeluarkan biaya 725 ribu per “BULAN” / 4,2 juta per semester.
Mohon pencerahan pak, sekiranya saya daftar PNS sekarang, atau setelah lulus S1?
Terimakasih banyak
Sigit,
Kalau saya jadi anda, saya akan secepat mungkin masuk dunia kerja, bisa sebagai PNS di BPPT atau di lembaga yang lain. Standar gajinya sama saja…
Saya kurang tahu persisnya berapa gaji PNS di BPPT untuk lulusan SMK. Kalau nggak salah setelah diangkat sekitar Rp 1,5 juta, tapi kalau masih CPNS terima 80% yaitu Rp 1,2 juta per bulan…
Nah, setelah masuk PNS nanti week end anda bisa sekolah lagi dan setelah lulus Sarjana, golongan ruang gaji anda bisa disesuaikan (dinaikkan) sesuai dengan ijazah yang terbaru. Itu bakalan makan proses sih, tapi pasti bisanya sih…(asal tempat anda ngambil S1 diakui ijazahnya oleh pemerintah)..
Oct 24, 2009 @ 20:32:25
oke pak..terimakasih banyak informasinya
Sigit,
No problemo, amigo !
Nov 13, 2009 @ 16:56:03
Assalamu’alikum……pak….mau nanya ……kalo standar gaji s-1 teknik elektro di BPPT berapa (saat masih cpns berapa, saat sudah jadi pns berapa)……mohon bantuannya….sebagai gambaran buat saya pak……….terima kasih sebelumnya…wassalam
Ade,
Kalau tidak salah nih ya ?
Standar gaji lulusan S1 Teknik Elektro di BPPT saat CPNS adalah Rp 1,7 juta per bulan.
Saat sudah dipromosikan menjadi PNS standar gajinya adalah Rp 2,2 juta per bulan..
Tapi mohon maaf jika angka-angka itu kurang tepat, maklum yang namanya standar gaji itu bergerak terus. Tapi yang bisa saya tambahkan, di BPPT selain gaji juga akan mendapatkan beberapa penghasilan tambahan dari perjalanan dinas (Rp 300-350 rb per hari), dari Honor Proyek (Rp 1,6 – Rp 1,7 juta per bulan), dan kadang-kadang dari Honor Konsultansi dari pihak luar (bisa Rp 1-2 juta per bulan, tergantung kepada besarnya proyek)..
Mudah-mudahan menjadikan maklum…
Nov 28, 2009 @ 14:50:10
pak saya baru saja diterima sbg cpns bppt, sy s1 akuntansi.. sekarang sy bekerja sbg auditor di slh satu ktr akuntan publik internasional. menurut bapak apakah sy harus mengambil peluang di bppt ini? kl boleh sy tau apakah jur akuntansi memiliki peluang karir di bppt? sy cukup bgg juga akan hal ini, krn sy sndiri pny cicilan kpr sbesar 2jt per bulan, dengan take homepay sy sekarang -/+ 4jt sj sy sdh merasa ngos2an utk by hidup,,tp untungny sy msh pny uang tambahan dr mengajar n bisnis kecil2an, apalg sy bniat tahun dpn ingin mencicil mobil jg,,sy berniat di usia25 th sy plg tdk hrs sdh pny rmh n mobil walopn nyicil.. lalu menurut bapak apakah karakter spt sy yg mobile n pekerja keras cocok untuk menjd pns??? namun prototype wanita harus mjd cpns cukup membuat sy gusar namun jg berharap.. mohon pandangany ya pak.. tks
Lina,
Kebetulan kualifikasi saya auditor IT, jadi saya sedikit tahu lah bagaimana cara kerja di Big Four Company itu.
Pandangan saya cukup singkat. Anda sebagai akuntan dari bekerja di sebuah Big Four Company masuk BPPT itu ibarat anda pindah tinggal dari Jakarta yang padat, gerak cepat, dan kompetitif ke kota kecil Madiun yang tidak padat, geraknya lambat, dan hampir gak ada saingan.
Saya bisa katakan karir sebagai Akuntan di BPPT jalan di tempat, kecuali anda pribadi masih berminat menambah sertifikasi seperti CIA, CISA (teman2 saya di Gd II lantai 12 banyak yang punya CISA), CISM dan sebagainya, nah mungkin karir anda baru bisa terangkat (walaupun mungkin kerja di partner nya BPPT, bukan di dalam BPPT)..
BPPT take home pay sebagai PNS gol III/a cuman Rp 2 jutaan, jadi sulit untuk bisa nyicil rumah dan mobil sekaligus, kecuali uang cicilan anda hasilkan dari bisnis anda…
Tapi enaknya perempuan kerja di BPPT nanti waktu udah nikah dan melahirkan dan membesarkan anak, karena sebagai PNS waktunya banyak tidak terbatas, beda dengan kerja di Big Four Company yang di bulan2 tertentu anda harus kerja sampai jam 11 atau 12 malam. Dipandang dari sudut ini, sebagai PNS atau pegawai BPPT, anda serasa berada di surga ! Hahahahah..
Itu aja Lina, pandangan saya….
Sep 06, 2010 @ 15:39:11
Assalamualaikum Pak Tri,..
Sy sedang menungggu sidang tesis S2 di Unibraw Malang untuk Teknik Elektro (insya aalloh sekitar desember 2010). Kemaren (hingga saat ini)tesis sy mengambil di BPPT PTIK Lab Optik Fotonik dimulai dari bulan februari kemaren 2010. Kepala Lab telah MENYARANKAN/MEREKOMENDASI agar saya masuk BPPT di periode 2010 ini.
Pertanyaan saya:
1. Kapan test online penerimaan CPNS 2010 BPPT dilakukan?? kira2 bulan apa biasanya??
2. Waktu tesis (proyek insentif kemaren, alhamdulillah sy dapat fee sekitar 1,7 Jt/bulan). Bagaimana peluang sy dalam CPNS kali ini??, mengingat meskipun sy tinggal nunggu sidang tesis (dari info temen2 masih banyak Nepotisme kekerabatan)dlm penerimaan di BPPT.
matur nuwun atas jawabanya,
wasslam
Mas Oni,
Kalau gak salah penerimaan peg baru BPPT Oktober nanti, tunggu aja pengumumannya. Sama sekali tidak ada nepotisme atau kekerabatan untuk pendaftaran PNS di BPPT, karena ini kantor letaknya di Pusat dan gajinya kecil….mungkin lain dengan test di Pemda yang banyak faktor kekerabatannya…
Anak saya yang kecil pernah test di BPPT dan diterima (walau tidak jadi masuk karena ia sudah kerja di Pertamina), tapi ia diterima karena mampu, bukan karena anak saya. Test CPNS di BPPT pakai teknik test yang sangat canggih, dan mengandalkan “memoriizing” yang sangat intensif (itu aja kisi-kisinya mas)…
Pokoknya, kalau si mas percaya diri dan mampu…pasti sebentar lagi jadi PNS di BPPT deh…hehehe
Oct 27, 2010 @ 00:09:55
Mas saya dari S1 ekonomi yg masih nganggur lama hampir setahun ikut berbagai tes ga lulus lulus he… saya sudah mendaftar di BPPT… kira-kira bagaimana kronologis tesnya??? berapa ya jumlah soalnya??apakah ada materinya seperti tes bakat skolastik atau tes skala kematangan??? tolong tips n triknya Mas thanks
Pemuda,
Wah…sorry ya saya telat baca komentar anda….padahal test BPPT sudah jalan hari Rabu kemarin….jadi yah…gimana dong ?
Oct 28, 2010 @ 21:25:49
nah bukannya testnya tgl 11 nopember 2010 mas??? saya ada lho pengumuman CPNS BPPT ?? dan kumpul berkas terakhir tanggal 1 nopember?? boleh minta sharing ya??
Pemuda,
Pelajari aja buku2 Test Potensi Akademik (TPA) seperti yang banyak dijual di TB Gramedia Matraman (ada sekitar 10 buku). Hapalkan test yang standar : menjumlah angka ke atas, test konsistensi, menggambar, dsb.
Kata anak saya (yg pernah test) ada 1 kunci lagi, yaitu kuatkan ingatan anda, karena di 1 jenis test ada adu kuat ingatan…..
Itu aja sih..
Oct 29, 2010 @ 14:18:20
oh tes menjumlah angka ke atas sampe ke bawah ya mas (tes koran) hmmmm……waduh saya ga ada modal untuk beli 10 buku tsbt he… oh gitu toh kronologisnya….
boleh tanya lagi mas sekedar untuk memotivasi saya emang berapa sih standar gaji+tunjangan PNS di BPPT???ada bonusnya ga??thanks mas
Pemuda,
Standar gaji PGPS BPPT tinggal dilihat di Tabel yang ada di Google, sama kok. Cuman di BPPT masih diberi TSP (Tunjangan Selisih Penghasilan) yang untuk golongan III/a jumlahnya Rp 474.000,-. Jadi untuk golongan III/a jumlah penghasilan sekitar Rp 1.500.000 (gaji) + Rp 474.000 (TSP) + Rp 1.600.000 (OJ = Orang-Jam, honor proyek) + Rp 1.050.000 (SPPD 3 hari rata-rata) = Rp 4.524.000…..tapi kondisi ini kondisi “the best case” atau “kondisi maksimum”…
“Kondisi minimum” ya gaji + TSP saja, sekitar Rp 2 juta kurang sekian….
Nov 21, 2010 @ 12:13:53
mau tanya mas tri, kalau untuk job test, apa aja yang di bahas?
Nov 21, 2010 @ 12:14:49
mau tanya mas tri, kalau untuk job test, apa aja yang di bahas?
terus setelah job test ada test2 selanjutnya ngak??
Bagio,
Job test itu pertanyaannya tentang ilmu anda sendiri oleh karena jelaskan kemampuan anda sendiri dengan jelas….dan aplikasi ilmu anda itu kepada unit kerja di BPPT yang mengundang anda Job Test.
Job Test seingat saya sudah tahap terakhir test di BPPT.
Jadilah diri anda sendiri, jawab secara meyakinkan, tunjukkan bahwa anda senang bekerja di BPPT, tapi di sisi lain jangan tunjukkan kalau nggak diterima di BPPT dunia akan kiamat.
Good luck, mudah-mudahan diterima….
Nov 22, 2010 @ 01:53:54
Mas, Rabu bsk, insy saya ada panggilan job test/wawancara di BPPT, alhamdulillah test pertama dh lu2s, saya mo tanya mengenai kisi2 wawancara, kr2 seputar apa y mas? ko di suruh bawa TA/skripsi yh?
Malikul,
Seingat saya Job Test itu sudah test tahap terakhir di BPPT, karena anda akan ketemu “user” (orang/unit kerja yang bakal mempekerjakan anda nantinya kalau diterima di BPPT).
Saran saya : jadilah anda sendiri, dan jawablah pertanyaan sesuai dengan yang anda inginkan. Selain itu, beri kesan anda senang bekerja di BPPT tapi jangan tunjukkan bahwa kalau anda tidak diterima di BPPT dunia akan kiamat.
Santai saja. Good luck, mudah2an diterima…
Dec 02, 2010 @ 16:13:30
selamat sore pak tri..
mau tanya nih tapi agak ke dalam ya..
kalau salary semua pns kan rata2 sama. kira2 di bagian apa pak yang lahannya basah..
Mas Agus,
Wah…kalau di kantor saya (BPPT) bisa dibilang kering semua atau basah semua. Yang jelas, siapa yang kreatif dan seneng kerja keras biasanya penghasilan tambahan akan datang dengan sendirinya…
Dec 02, 2010 @ 16:36:08
ass. pak tri.
alham dulillah saya sudah diterima di BPPT. kira2 unit penempatan kerja saya apakah sesuai waktu job test atau tidak?
waktu job test saya di tempatkan di PTIM. menurup pak tri peluang karir dan OJ untuk Unit ini gimana?
sebagai orang dalam. menurut pak tri unit kerja apa saja di BPPT yang “full OJ”??
mohon pencerahaannya…
waalaikum salam pak
Dec 02, 2010 @ 16:53:40
ass. pak tri.
alham dulillah saya sudah diterima di BPPT. kira2 unit penempatan kerja saya apakah sesuai waktu job test atau tidak?
waktu job test saya di tempatkan di PTIM. menurup pak tri peluang karir dan OJ untuk Unit ini gimana?
sebagai orang dalam. menurut pak tri unit kerja apa saja di BPPT yang “full OJ”??
Bung Malik,
Selamat ya anda sudah diterima di BPPT. Tentu saja penempatan anda akan sesuai dengan hasil Job Test. Di BPPT itu sistem kerjanya sistem kerja kerekayasaan dan pakai “Sistem Matriks”. Jadi kalau anda rajin bekerja dan punya banyak teman di unit-unit kerja lain di BPPT, kemungkinan besar anda akan dapat OJ dari mana-mana….
Jadi bersiapkan untuk kerja keras dan tetap optimis…
Dec 13, 2010 @ 11:35:16
pak tri,,alhamdulillah sy dtrima d bppt. swktu job test dpt upt pstkp, apa penempatan jg psti disana pak? trims
Mbak Ana,
Iya mbak…kalau anda job testnya di UPT PSTKP….ya kemungkinan besar ditempatkannya di UPT PSTKP juga…bukan di tempat lain…
Jan 07, 2011 @ 21:18:13
Pak, mau tanya.
Untuk penerimaan cpns TA 2010 kira2 masuknya kapan ya. soalnya si link http://lowongan.bppt.go.id ngak bisa di buka. terus apakah mungkin di panggil lewat telp??
Satu lagi pak kira2 dapat mess ngak atau tunjangan tempat tinggal??
Lawliet,
Test CPNS BPPT TA 2010 sudah selesai, dan CPNS nya sudah ngantor mulai Januari 2011 ini.
Biasanya testnya bulan Oktober-Nopember dan pendaftaran secara online…
Website BPPT gak bisa dibuka lagi, karena ada masalah manajemen BPPT ingin “menyembunyikan sesuatu”..hehe
Mess atau tempat tinggal tidak dijamin, kecuali di daerah seperti di Bali, Yogya atau Lampung..