Test CPNS BPPT semeriah Pesta Blogger 2008

Maskot PB2008 (by Kang Iwan)

Maskot PB2008 (by Kang Iwan)

Kurang lebih sepuluh hari yang lalu di tempat yang sama, Auditorium BPPT, telah dilangsungkan Pesta Blogger 2008 yang konon pesta kedua bagi para Bloggerians di Indonesia. Mbak Blogger, Mas Blogger, Kang Blogger, Teh Blogger, Uda Blogger, Uni Blogger, Bang Blogger, Ito Blogger, dan Bloggers yang lain pada tumplek blek berhaha-hihi berjeprat-jepretan dan mejeng kanan mejeng kiri berfoto ria yang latar belakangnya PB2008 beserta segenap sponsornya (saking banyaknya sponsor….ditulisnya kueciiil kueciiil…)…

Test CPNS di Auditorium BPPT (photo by Kang Ryo Saeba)

Test CPNS di Auditorium BPPT (photo by Kang Ryo Saeba)

Nah, pagi tadi saya mengantar anak saya yang ikut mengadu nasib beserta sekitar 1.500 orang para job seekers yang berminat untuk mengisi lowongan berbagai bidang disiplin ilmu dari teknik, ekonomi, sosial, psikologi, sampai seni rupa yang ada di BPPT yang konon membuka sekitar 200-300 lowongan kerja (tepatnya saya nggak apal sih, tapi 1 bidang ilmu misalnya Teknik Penerbangan…yang diperlukan rata-rata adalah 2 orang)… Para job seekers itu memenuhi lorong-lorong gedung BPPT dari tangga masuk sampai ruang atrium sampai auditorium dan sampai kantin dan minimarket…dipenuhi oleh wajah-wajah sendu penuh harap siapa tahu siapa hari nanti mereka bisa jadi PNS : pekerjaan yang menjanjikan “menangis sehari, ketawa 29 hari” …..

Bedanya dengan PB2008, kali ini beberapa job seekers berlagak serius dan kalaupun ngobrol dengan teman-temannya dilakukan dengan berbisik-bisik (hampir tidak kelihatan giginya)….beda dengan PB2008 yang setiap ketemu kawan gigi Pepsodent-nya langsung diliatin…cling…cling….Hi…Hi…I am over here ! Hehehe…

Sehari sebelumnya, tepatnya kemarin (ya iyalah…masak iya dong)….saya melihat beberapa job seekers terutama yang wanita berwajah lugu…dianter oleh orangtuanya. Ada yang dianter oleh ibunya yang sudah sepuh…ada yang dianter oleh bapaknya yang sudah sepuh….dengan wajah antara heran, kagum, yang jelas penuh harap pada suatu hari mereka bisa menghuni gedung ini untuk 20-30 tahun yang “sedikit menangis, banyak ketawa“….

Harap-harap cemas di wajah mereka itu tergambar jelas, sayang saya nggak punya kamera DSLR untuk nge-shoot hal ini…soalnya kalau pakai kamera poket kan terlalu nyolot….

Konon beberapa di antara job seekers ini telah bekerja di berbagai industri : perbankan, telco, oilco, R&D, education, dsb. Mereka rela sejenak meninggalkan pekerjaannya sehari-hari untuk mencari masa depan yang lebih pasti (pasti tidak dipecat, pasti rendah gajinya, pasti banyak kesempatan beasiswa ke luar negeri untuk mengambil S2, S3 atau sekedar OJT dan studi banding ke luar negeri)..

Tapi banyak juga sih, yang masih kinyis-kinyis baru keluar “fresh from the oven” dari kampus masing-masing sebagai sarjana. Dengan 600 soal yang harus dikerjakan selama 8 jam (jam 08.00-16.00 diseling waktu istirahat), kelihatannya psikotest BPPT hari ini cukup menyita waktu, tenaga dan pikiran. Konon dalam waktu seminggu, hasil psikotest sudah keluar dan bagi yang lulus tinggal menjalani 1 tahap lagi yaitu job test alias wawancara dengan user masing-masing..

Yang para job seekers itu belum tahu, kans masing-masing orang berbeda. Tahun lalu, BPPT memerlukan 2 orang Sarjana Teknik Kimia. Tapi yang melamar hanya 1 orang….ya tentu saja bagi orang ini tinggal merem saja asal mengisi lembar psikotest seadanya pasti sudah lulus masuk BPPT…lha wong kansnya 200% (ada 2 lowongan…hanya 1 yang melamar). Mungkin bagi chemical engineers, BPPT yang megah gedung dan nama besarnya (dulluuuuuuuu..tapi..) dengan gaji yang megah amplopnya (amplop besar) dan kecil isinya (alias “kunthing”..) itu kurang menarik untuk dimasuki. Well, tidak semua orang berpikir begitu….

Tahun 2008 ini, tadi saya ngobrol dengan lulusan Teknik Penerbangan sebuah universitas/institut terkemuka di Indonesia…katanya kemarin waktu ngambil Nomor Ujian ia sempat ngelirik ada 26 orang yang melamar….padahal BPPT hanya membutuhkan 2 orang (kans dia adalah 1/13 alias 7 %). Sedangkan di kasus anak saya, jumlah lowongan ada 2 orang sedangkan yang ngelamar di posisi itu ada 4 orang (kans dia adalah 1/2 alias 50 %)….

Saya bilang ke anak saya, “Nduk…apapun yang terjadi, jalani test di kantor papamu dengan baik. Lulus tidaknya masalah nanti. Do your best...”… *)

Bila lulus, ia akan memutuskan apakah bekerja sebagai “Umar Bakri” (seperti Pak “Oemar Bakri” kajurnya dulu) atau sebagai “Mbak Minyak“…mungkin shalat istiqarah perlu… Kalau tidak lulus, ia akan tetap bekerja sebagai “Mbak Minyak” mungkin untuk 2-5 tahun ke depan setidaknya….tapi yang penting, ia sudah menjalani tahapan test menjadi CPNS….yang bagi sebagian orang tetap berarti “CaPek deh Nan Sengsara“…tapi ada sebagian lagi yang mengartikan sebagai “Ceria Pegawai Nan penuh Senyum“….hehehe…

What a sight !

(Sayang dollar maish tinggi jadi belum ada dokat buat beli kamera DSLR, tapi don’t worry…dollar rendahpun mungkin nggak kebeli kok…hwekekkekkek….)…

*) jangan diartikan KKN lho…I’m not that type of guy…

94 Comments (+add yours?)

  1. alris
    Dec 02, 2008 @ 08:43:57

    Saya kalau boleh milih pilh jadi mbak minyak aja di perusahaan luar yang punya standar gaji lebih bagus. Kumpulin modal sebanyaknya. Setelah merasa cukup cabut dan bikin usaha, jadi bos sendiri. Capek deh diatur-atur jadual. Hidup terasa enjoy kalo merdeka. Gak percaya? Tanya deh sama Pak Totok di mBediyun sana :)

    Hehehe…kan Pak Totok sudah pangsiun sebagai “Kang Koran”…dulunya sih sering wira-wiri ke Hong Kong dsb buat meliput apa saja…hahaha..

    Reply

  2. adhiguna
    Dec 02, 2008 @ 15:08:56

    Kalau sudah S3 dan punya industrial experience di LN, mau masuk BPPT perlu psikotes lagi nggak pak Tri ?

    So pasti mas, masuk BPPT pasti di-test lagi lah….soalnya kalau nanti masuk BPPT tanpa test dikiranya KKN lho…. Orang waktu test CPNS kemarin ada banner di BPPT di depan ruang test CPNS yang bunyinya “Test masuk CPNS BPPT tidak dipungut biaya apapun. Jika ada yang memungut biaya, silahkan lapor ke nomor telpon sekian sekian sekian…
    Tapi untuk S3 yang tenaganya banyak diperlukan BPPT kayak sampeyan mungkin test hanyalah formalitas…tapi juga tergantung bidang studi anda apa dan jumlah pelamarnya berapa ? Kalau lowongannya di bidang studi anda 2 orang dan yang melamar hanya 2 orang, pasti test hanyalah formalitas karena semuanya (2 orang itu) bakal diterima….

    Reply

  3. simbah
    Dec 03, 2008 @ 17:11:05

    Bolehlah…dik Yon, kalau mBak Ditta nyoba jadi PNS, asal saja ruangannya III-a keatas, jangan di bawahnya…pengalamanku tahun 80-an golongan II, dari A sampai D, nelongso tenan. Gak tahu kalo sekarang…perbandingannya tahun 1982 Bossku Kepala bandara kelas satu di u.Pandang sana, ada di golongan III-A dapat fasilitas rumah dinas besar dan satu buah sedan fiat-1300. Bandingkan dengan Ibuku, Guru SD juga golongan III-A, tapi gak punya rumah dinas dan mobil fiat, ‘tikhompe’-nya jelas lebih gede Boss-ku itu, soalnya tunjangannya sebagai Kabandara, kan lumayan…
    Makanya biar saja….nyoba…toh ilmu sudah dikepala, mau kemana aja ayo….

    Iya mas, anak saya melamar sebagai lulusan S1 jadi kalau diterima pasti golongan ruangannya III/a. Kemarin ini saya tidak melihat ada seleksi untuk pegawai golongan II dan III karena seleksinya biasanya dilaksanakan pada waktu yang lain, dan soal testpun pasti beda lah dengan yang sarjana.. Sebenarnya anak saya yang bungsu sekarang sudah dapat pekerjaan sebagai “mbak minyak” yang gajinya lebih besar daripada gaji saya…hehehe….tapi gpp lah, namanya juga cuman nyoba-nyoba…

    Reply

  4. adhiguna
    Dec 03, 2008 @ 23:13:13

    Wah kalau anaknya pak Tri sih wis nothing to lose, nggak dapet BPPT ya nggak apa-apa, btw di middle east (Kuwait, Qatar, UAE) engineer O&G gajinya guede bgt, orang-orang Perancis teman saya aja pada mau kerja disana.

    Oh ya pak Tri,
    kalau di BPPT atau TNI ada batas umurnya nggak ya pak Tri?

    Ya mas, nothing to loose…soalnya dia sudah punya “kursi” di sebuah perusahaan bagus… ;-) O ya, kalau dapat tawaran ke Middle East untuk urusan kerja Oilco emang nyaman, bahkan ada cewek kakak kelas anak sayapun kerjanya di sana…hehe… Tapi ada juga yang tidak tahan karena engineer kok disuruh ngangkatin pipa-pipa tiap hari…akhirnya kembali ke Bandung dan ngambil S2 (mungkin kerja Oilco di overseas untuk nabung buat S2)…
    Di PNS batas umur paling atas diangkat menjadi CPNS adalah umur 35 tahun. Jadi sebaiknya memutuskan jadi PNS paling lambat umur 34 tahun atau 34,5 tahun hehe…
    Di TNI, kalau masuknya via Akmil, AAU, atau AAL ya 23 tahun, tapi kalau masuknya via Wamil secara teoritis umur maks sama dengan di PNS yaitu 35 tahun, tapi kebanyakan ya umur 25, 26, 27 tahun lah pengin jadi TNI via wamil. Setelah umur 30 mana ada orang yang pengin disuruh push up 50 kali ?

    Reply

  5. Adhiguna Mahendra
    Dec 05, 2008 @ 03:11:30

    Iya pak Tri saya juga pernah jadi Field Engineer di Perusahaan Oil Service terkemuka, ya kerjaannya memang cuman ngangkat-ngangkat dan install-install doang hehe.. makanya nggak betah, walopun gajinya $$$ …

    Alhamdulilah setelah sekolah lagi dan jadi R&D engineer, secara material dan intellectual cukup memuaskan

    Anaknya pak Tri tertarik bisa juga tuh mencoba jalur R&D enginering. Kalau suka belajar dan berinovasi pasti merasa happy di bidang ini.
    (walaupun mungkin secara materi tidak se-memuaskan jadi field engineer atau secara intelektual tidak se-memuaskan jadi akademisi di Universitas).

    Saya berpikir memang pingin sih pak balik lagi ke Indonesia ikut membangun bangsa dengan bekerja di institusi seperti BPPT, juga cita-cita terbesar saya adalah mengembangkan teknologi militer di TNI. Disuruh pushup 100x pun saya masih sanggup kok pak…:)

    Tapi sepertinya kalau 35 kemudaan pak… Saya rasa umur 35 belum punya cukup pengalaman untuk mewujudkan cita2 itu.

    Wah..kalau begitu bener yang saya denger-denger dari beberapa alumni ITB yang kerja di Oilco sebagai Field Engineer…. ;-)

    Yah..memang cari kerjaan itu idealnya komposisi antara “fulus” dan “batinus”. Fulus dapet tapi batinus minus, ya orangnya nggak sabaran…penginnya keluar mulu (ada kakak kelas anak saya yang spt itu).. Batinus dapet tapi fulus kurang di PNS ya kadang-kadang cukup sedih juga. Tapi kalau melihat mobil yang parkir di kantor saya, jarang tuh yang mobilnya vintage banget kecuali ybs memang kategori “vintage lover”…hehehe… Artinya, teoritis PNS gajinya kecil tapi in reality karena banyak doanya dan cukup sabar akhirnya “ikan yang cukup besar”-pun masuk jaring…hihihi…
    O ya mas, kata anak saya waktu harga minyak tinggi bettt (USD 143 per barrel) semua oilco giat melaksanakan eksplorasi, tapi begitu harga minyak nyungsep tinggal separonya (hari ini USD 64, barusan saya ditelpon teman saya di NY…hehehe…nggak ding..becanda mas) maka oilco giat melakukan R&D untuk energi terbarukan, inovasi eksplorasi, inovasi produksi, dsb. Maka anak sayapun boleh dong…kalau disebut sebagai “R&D Engineer” biar agak kelihatan keren, gitu…
    Hubungan BPPT (dan kawan-kawan BUMNIS lainnya) dengan TNI & Polri cukup erat, banyak peralatan TNI & Polri yang kita kembangkan, produksi dan supply dari pesawat terbang (CN-212, CN-235 MP), rantis (untuk Polri dan Kavaleri), senapan serbu (untuk infantry), pistol (untuk perwira), roket (untuk AU), dsb. Tahun depan kita akan audit IT yang berhubungan dengan hankam sebagai salah satu studi kita… Jadi sebenarnya cukup fun kerja di BPPT, terutama kalau “profil” orangnya kayak Mas Adhiguna gini…

    Reply

  6. resi bismo
    Dec 07, 2008 @ 00:40:40

    Assalamualaikum Mas Tri,

    Sebenarnya dari posting mas yang PNS vs Non PNS saya mo komen banyak, berhubung ORTU saya keduanya PNS, tapi saya ragu. Dulu dengan gaji yang bisa dibilang minim sebanding dgn tanggungjawab dikantor, dirasa masih cukup menghidupi keluarga dengan 3 orang anak (1 meninggal umur 20). Alhamdulillah kami bertiga tidak kekurangan kasih sayang, lahir batin sangat cukup, kami bisa bersekolah sampai S2. Waktu saya SMA nyokap bisa beli mobil corolla yang jaman itu untuk ukuran seorang PNS golongan IIC sangat hebat ukurannya. (Tanpa indikasi korupsi loh! kalo korupsi waktu ya… jgn tanya kaleee….)
    Bapak kerja sangat santai, bahkan sempat tidak ngantor 7 tahun, karena meneruskan Drs-nya di UI, disela2 sekolah bapak ngurus saya momong dsb.
    Pokoknya jadi PNS jaman dulu MENTERENG BANGET deh.

    Balik ke ujian CPNS BPPT. Di kota tempat saya tinggal sekarang ada 2 orang kiriman habibi dulu, 2 2 nya udah PhD, dan bekerja mapan disini. Herannya kok mengapa mereka tidak mau pulang, yang notabene telah menjadi pegawai BPPT ketika lulus SMA dulu. Tanya kenapa mas…..????

    Dari obrolan2 dgn mereka, ilmu yang mereka dapatkan tak dapat di aplikasikan di institusi tempat mereka bekerja / gak bisa riset karena gak ada alat, selain gaji yang menurut hemat saya juga agak “kurang ajar” kalo di banding di LN. Akhirnya mereka balik lagi ke mari. Padahal dgn status PNS, mereka gak perlu susah2lagi cari kerjaan…. wong udah ada kursi buat kerja gitu loh diindo.

    Akhirnya ya kembali ke diri masing2, “NAWAITU-nya” seperti apa. Sbg peneliti mau hidup cukup dan professional ya di LN tempatnya lengkap dgn fasiltas riset. Mau hidup sederhana dan bebas melakukan yang ia suka, ya di tanah air lah tempatnya, karena toh masih banyak sesuatu yang dapat di lalukan di negeri kita tercinta ini.

    gitu dulu mas, Entschuldigung(sorry) kalo kepanjangan.

    Walaikumsallam Mas Resi Bismo,
    Wah..mas Resi ada darah PNS juga ya… ;-)
    Suasana saya dan isteri saya sekarang ini, saya PNS dan isteri TNI, juga masih sama mas dengan suasana orangtua Mas Resi dulu. Saya kerja santai, sedang isteri bisa kerja sambil momong anak dan membesarkan anak. Korupsi waktu dengan ngajar di universitas saya lakukan juga sih, “to make the ends meet” kata orang bule sono. Happy-kah saya ? Dari skala “Happiness Test”-nya Oprah score saya 35 artinya “I can’t be happier than now” alias “full happy” gitu loh mas…

    Mengapa Master dan Ph.D dulu-dulu yang disekolahin sama Habibie sejak SMA ke luar negeri kok ada yang nggak mau pulang ke Indonesia ? Hahahaha….saya membacanya agak terpingkal-pingkal mas ! Kebetulan saya ini S1 saya di bidang Statistics jadi menurut saya “Di suatu populasi yang cenderung normal (mengikuti bell-shaped curve) ada orang yang sangat jelek, jelek, sedang, bagus, dan sangat bagus” berikut dengan persentasenya menurut kurva normal. Yang “sedang” pasti 64 %, yang sangat jelek pasti 5 %, jelek pasti 13 %, bagus 13 %, dan sangat bagus juga 5 %. Sudah pasti presentasinya seperti itu. Nah, 2 Ph.D teman Mas Resi itu termasuk yang mana ? hahaha…

    Jawaban jujur mas, persis yang seperti Mas Resi utarakan itu : lab kurang mendukung, gaji tak mencukupi, suasana kerja terlalu santai. Ada lagi, menurut teori Habibie yang dikutip dari kasus KAIST/KIST banyak orang Korea bergelar Ph.D dipanggil pulang oleh Presiden Park Chung Hee untuk membangun Korea dan mereka di Korea diberi rumah, mobil, dan 4 x gaji (saya sempat lihat rumahnya kalau nggak salah di Daejon). Para ilmuwan ini juga diberi wewenang untuk mengatur negara dari sisi teknologi. Hasilnya, Korea sekarang sudah menjadi “macan Asia” (anggota OECD, kumpulan 13 negara paling maju ekonominya di dunia)..

    Celakanya di Indonesia ada pergumulan pemikiran antara “teknokrat” dan “ekonom”, dan kelihatannya di Indonesia “teknokrat” kalah dan “ekonom” menang. “Bean counter” menang ! Tentunya ini bad news bagi para teknokrat (jelasnya baca “Lee Iacocca : An Autobiography”). Akhirnya temen2 Mas Resi yang masih di Jerman itu tidak mau pulang…

    Jawaban politis, orang Indonesia yang setelah disekolahin negara capek-capek masih enak-enak di LN tanpa membalas budi terhadap tax payers yang telah membiayai mereka sekolah itu adalah “oknum” ! Kalau sudah disebut “oknum” pasti ya habis perkara…knocks on wood…jangan ditiru sama anak cucuku…amit-amit jabang bayi…

    Kenyataannya mas, walau dengan gaji hanya Rp 2,5 – Rp 3,0 per bulan, kiranya saya cukup berbangga karena banyak Ph.D yang dulu disekolahin Pak Habibie itu sekarang ini masih bekerja memeras keringat di BPPT, tanpa mengeluh sedikitpun (ingat “kurva normal” tadi).. I am so proud of them !!!

    Dan Ph.D yang banyak dipakai di BPPT itu kebanyakan latar belakangnya Electrical Engineering (Control, Telecommunication, Power), Computer Engineering, Computer Science…..mungkin bagi teman2 di bidang ilmu ini nyari duwit cukup mudah di Jakarta….ngajar beberapa jam di Binus atau UPH…sudah melebihi gaji yang mereka terima di BPPT…

    (Saya kok jadi mikir, sebaiknya Mas Resi baca juga pengalaman pertama saya di BPPT yang saya tulis di Blog saya http://pengembarasenja.blogspot.com/ mungkin dari sana awal dari cerita bermula…)…

    Mudah-mudahan ini jadi jelas mas ceritanya… (saya nggak ada keberatan, lha wong saya bisa cerita dari “the bigger picture” sampai dengan “shop floor” kok…)…

    Reply

  7. alrisblog
    Dec 11, 2008 @ 23:05:51

    Salute, Pak Tri. Bener, sampeyan bisa menjelaskan bukan hanya cerita dari “the bigger picture” sampai “shop floor”. Baca penjelasan panjenengan nambah pengetahuan saya.
    Saya setuju banget orang Indonesia yang setelah disekolahin negara capek-capek masih enak-enak di LN tanpa membalas budi terhadap tax payers yang telah membiayai mereka, bukan lagi oknum tapi sudah soft pengkhianat. Tujuan Pak Habibie dulu nyekolahin mereka supaya bisa memajukan Indonesia tentunya. Ada benernya ada ikatan dinas sekian tahun untuk mengabdi kepada lembaga pengirim mereka sekolah ke luar negeri begitu mereka menamatkan sekolah diluar negeri.

    Uda Alris,
    Iya..walaupun “the bigger picture”-nya sempurna banget, tapi di tataran “shop floor” masih ada yang gak nyambung dengan the bigger picture…
    Ada beberapa karyasiswa yang pulang ke Indonesia menunjukkan tanda-tanda mereka bakalan “cabut”, baik cabut dari kantor pengirim mereka ke LN dan bekerja di perusahaan lain di Indonesia (which is, masih termasuk bagus) atau cabut ke negara lain (nah…ini yang mengkhianati tax payers yang telah membiayai mereka sekolah ke LN. Walaupun hidup mereka di LN kebilang sukses, mungkin “di dunia lain” mereka akan ditagih utang…hehe..)..
    Kalau sekolah ke LN dengan biaya sendiri atau beasiswa dan tidak dibiayai tax payers di Indonesia, itu sih ok ok dan fine fine saja…

    Reply

  8. d412u
    Dec 20, 2008 @ 09:42:58

    MAU TANYA NIH, BERAPA GAJI LULUSAN D3 DI BPPT DAN UNTUK KARIR GIMANA? JAWAB YA PAK, THANKS!!!

    Kalau nggak salah gaji lulusan D3 yang diterima sebagai PNS Golongan II/b di BPPT gajinya adalah Rp 1.243.000 per bulan (Standar Gaji PNS 2008). Itupun masih ditambah TSP (Tunjangan Selisih Penghasilan) tapi jumlahnya saya tidak tahu, mungkin sekitar Rp 200.000,- Jadi total income Rp 1.443.000 per bulan. Kalau ada Perjalanan Dinas masih ada tambahan yah setahun mungkin jumlahnya sekitar Rp 2 – 3 juta. Tapi ingat gaji segitu kalau sudah diangkat PNS, kalau masih CPNS gajinya 80% dari Rp 1.243.000 tadi jadi sekitar Rp 994.400,- (yah masih di bawah UMR DKI ya ?).. O ya, masa CPNS ini sekitar 12 bulan…

    Karir ? Saya tidak bisa menjawab soalnya anda tidak bilang D3-nya jurusan apa. Kalau jurusan IT kayaknya cerah-cerah aja tuh… Nantinya bisa nerusin ke S1, S2 dan kalau perlu S3… Bisa biaya sendiri atau beasiswa dari mana-mana dengan syarat masa kerja minimal 2 tahun…

    Reply

  9. Akan
    Dec 21, 2008 @ 18:07:43

    Kalau dari D3 teknik mesin gimana Pak? Bisa gak ya hidup dengan gaji sebesar gitu di jakarta?
    Trimakasih ya Pak!!!

    Gaji segitu cukup untuk kerja di Jakarta ? O ya, saya lupa kalau anda ikut proyek masih dapat sekitar Rp 500.000 per bulan, jadi total income tahun pertama sekitar Rp 1.400.000 per bulan…

    Cukup ? Tergantung sih, kalau anda anak tunggal atau anak bungsu yang tidak menanggung biaya adik-adik dan orang tua anda cukup mantap dan mandiri ekonominya, saya sarankan ambil yang di BPPT..

    Tapi kalau orang tua anda tidak mandiri (masih perlu dibantu ekonominya), adik anda banyak yang perlu disekolahin…saya sarankan anda ambil yang swasta saja…
    Jadi PNS itu enak kalau kita sudah umur 40 tahun atau lebih. Hidup tenang, gaji cukup (dicukup-cukupin), biasanya juga jarang sakit (lain dengan yang di swasta yang mendapat ancaman pemecatan, pengurangan tenaga kerja, dsb)…

    Dari segi ekonomi, rata-rata orang BPPT di umur 40 tahunan pada bisa beli mobil tuh (kalau motor sih, bisa juga pinjam di koperasi dan dipotong gaji, mungkin setelah kerja 1 tahun)…
    Demikian mudah-mudahan info ini berguna…

    Reply

  10. tiffa
    Jan 27, 2009 @ 14:18:06

    saya mengikuti tes cpns kmrn & alhamdulillah ditrima, tapi saya tidak diberitahukan gajinya.
    saya s1 teknik kimia, selama masih status cpns brp gaji saya? terimakasih pak

    Mbak Tifa,
    Saya cek ke seorang kawan sekantor yang tahun kemarin masuk CPNS, setiap bulan akan menerima 75% gaji PNS + TSP (Tunjangan Selisih Penghasilan) yang totalnya Rp 1.683 juta. Katanya itu belum termasuk uang makan sebesar Rp 15 rb sehari (di BPPT 1 bulan biasanya masuk 23-25 hari). Jadi kalau anda masuk terus, ditambah uang makan penghasilan bisa mencapai Rp 2 jutaan.
    Itu juga belum saya masukkan uang proyek yang disebut OJ (orang jam) yang per bulannya bisa menerima antara Rp 800 rb – Rp 1 juta, tapi dibayarkan hanya 10 kali per tahun. Namun OJ ini tergantung kepada unit kerja dimana anda ditempatkan. Ada yang ada OJ-nya, ada yang sedikit OJ-nya, dan ada yang “full OJ”..
    Intinya, kalau anda menerima dengan legowo sebagai PNS, saya jamin hidup anda akan nikmat-nikmat saja…. ;-)

    Reply

  11. nita
    Jan 28, 2009 @ 12:42:27

    assalamu’alaikum
    sama seperti mbak tifa, saya juga diterima di bppt. tapi ada satu hal yang masih saya pertanyakan. apakah di bppt ada kontrak & penalti (apabila mengundurkan diri) atau tidak. karena teman saya di LIPI (yang jg CPNS) kontrak 4thn dengan penalti 10 juta.
    terima kasih atas perhatian bapak

    Nita,
    Walaikumsallam….
    Saya tidak tahu apakah di BPPT nanti ada kontrak PNS 4 tahunan nggak seperti yang ada di LIPI. Mestinya kalau di LIPI ada, pasti itu kebijakan nasional PNS, jadi mestinya BPPT juga nanti ada kontrak (tapi terus terang saya belum nanya ke teman saya yang baru masuk BPPT itu, tapi kayaknya sih di BPPT nggak ada kontrak)..

    Tapi intinya, kalau anda sudah memutuskan jadi PNS, kenapa harus keluar ? Mestinya dari awal lebih baik anda tidak jadi masuk PNS (seperti kasus anak saya, sudah diterima di BPPT tapi ia memutuskan tidak jadi masuk karena sudah diterima di sebuah perusahaan minyak nasional)..

    Saran saya, BPPT itu tempat bekerja yang enak lho, apalagi bagi kaum wanita seperti anda-anda itu. Nanti kalau anda menikah dan hamil, tidak ada tempat yang paling enak minta izin cek kehamilan, tidak masuk karena ngurus anak selain BPPT. Masalah gaji, itu kan dari BPPT saja, andapun bebas mau usaha apa saja : mengajar, jadi konsultan, punya toko atau punya restoran…

    Nggak percaya ? Saya sebentar lagi merayakan ulang tahun ke-29 masuk BPPT nanti di bulan Agustus…

    Reply

  12. indah
    Feb 13, 2009 @ 10:17:21

    Senengnya ya pak jadi pns. saya juga keterima cpns desember kemaren.. Senengnya masih bisa jagain anak..n suami..

    Mbak Indah,
    Wah…masih untung anda sudah bersuami dan mempunyai baby tapi masih diterima sebagai CPNS. Berarti mbak punya nilai lebih dibanding pesaing-pesaingnya dong…
    Tapi mbak, believe me, untuk Ibu rumah tangga yang mempunyai baby kecil, jadi PNS adalah surga : karena aturan kerjanya tidak seketat di swasta namun take home pay-nya ya hampir sama lah…
    Menjadi masalah, kalau baby anda nanti sudah SD semua, SMP semua, atau SMA semua. Nah, pada waktu itu mbak harus sudah punya penghasilan tambahan selain PNS : menulis di koran, jadi konsultan, dsb…
    Selamat ya sudah memasuki dunia PNS, duniaku….hihihi..

    Reply

  13. andhy
    Sep 13, 2009 @ 05:53:30

    assalamu’alaikum

    pak, saya lulusan teknik fisika dengan major yang saya ambil adaah bidang Rekayasa Energi (Energi terbarukan, Solar system dan analisis termal). Sekarang saya kuliah S2 di The Joint Graduate School of Energy and Environment. Saya mengambil jurusan Energy Technology dengan topik riset adalah pada bidang energi bangunan. Riset saya yang lain adalah aplikasi pencahayaan alami pada bangunan serta aplikasi energy modelling untuk bidang kebijakan energy.

    kira2 apakah saya ada peluang untuk masuk BPPT setelah s2 ??? Jika ada seberapa besar peluang saya ?? dan apakah memungkinkan bagi saya untuk mengajar ?? karena saya sendiri cukup bingung apakah dengan bidang saya, saya bisa mengajar di berbagai universitas.

    Mas Andhy,
    Masuk BPPT sekarang ini melalui test bebas (siapa saja bisa ikut) dan prosesnya cukup fair kok. Jadi kalau mas Andhy berminat, bisa daftar aja via website bppt : http://www.bppt.go.id/ tentunya nanti kalau sudah dibuka pendaftarannya. Di BPPT Serpong ada unit teknis yang menangani riset energi seperti yang Mas Andhy sebutkan..

    Mas Andhy juga bisa mengajar di perguruan tinggi, tapi kalau membaca ilmu spesifik yang Mas punyai…mas bisa ngajar mata kuliah “Fisika Bangunan” di jurusan Arsitektur (ada di Trisakti, Untar, Atmajaya, UPH, dan Binus)…

    Demikian, selamat mencoba…

    Reply

  14. andhy
    Sep 13, 2009 @ 05:55:29

    oh iya, ada yang kurang pak… kira2 untuk bidang saya, apakah memungkinkan untuk membuat sebuah konsultan jika saya ada di BPPT ?? karena saya tetap melihat bahwa prospek bidang saya tidak terlalu bagus di Indonesia. hehe

    Mas Andhy,
    Mungkin saja…mengapa tidak ? Tapi tentunya tidak meninggalkan tugas-tugas di BPPT. Mengingat anda kan masih pegawai baru kan ?

    Tapi anyway, di BPPT kita juga sering memberi konsultasi untuk beberapa perusahaan swasta dan pemerintah di bidang keahlian kita. Saya sebagai orang IT juga sering turun ke client kok…

    Reply

  15. andhy
    Sep 14, 2009 @ 13:28:07

    terima kasih pak atas jawabannya. apakah dengan status saya sebagai lulusan s2 (setelah lulus nanti) perguruan tinggi luar negeri, dapat memperbesar kemungkinan saya masuk ke BPPT ?? terutama untuk bidang saya ?? dan apakah setiap tahun ada lowongan untuk bidang saya ?? terima kasih pak atas jawabannya

    Mas Andhy,
    Setahu saya setiap tahun BPPT membuka lowongan kerja untuk lulusan Teknik Fisika, jumlahnya sih nggak banyak, setahu saya 2-3 orang saja per tahun..

    Dengan menyandang gelar S2, sebenarnya kans anda lebih tinggi daripada yang gelar S1, provided that hasil test psikologi anda di hari pertama test lebih baik dari mereka. Kalau sudah lolos test psikologi dan tinggal wawancara, peluang anda lebih besar sih daripada yang hanya lulusan S1…

    Reply

  16. Budi
    Oct 07, 2009 @ 05:56:57

    Pak Tri, sy mau tanya,

    Sy lulusan S1 Informatika salah satu universitas negeri terkenal di indonesia, umur 28 tahun

    sy sekarang masih bekerja di pers lokal di bandung, sudah menikah dan sudah dikaruniai 1 orang anak, istri tidak bekerja alias sebagai ibu rumah tangga.

    Nah, yg ingin sy tanyakan :

    1. kira-kira peluang dan masa depan sy andaikan diterima di BPPT bagaimana pak? apakah masih bisa disekolahkan S2, jadi dosen dll seperti cerita-cerita sebelumnya?

    2. kira-kira penempatannya untuk informatika di jakarta ataukah di kota lain?

    3. apakah bisa mengajukan pindah ke kota lain ketika sudah diterima jadi PNS? (berhubung biaya hidup jakarta pasti gila-gilaan)

    4. tahun depan kira-kira gaji IIIa brp ya?, trus kalau misal sy sudah umur 40 tahun gaji kira-kira jadi brp?

    sekian pak, itu saja dulu, nanti kalau ada pertanyaan lagi menyusul,
    mohon pencerahan,
    trims.

    Reply

  17. sigit
    Oct 09, 2009 @ 11:41:44

    Pak

    Mohon pencerahan dan sarannya…
    saya lulusan SMK teknik mesin, pengen daftar pns di BPPT sih, umur 20 tahun, sekarang sudah bekerja di salah satu perusahaan kontraktor di bidang telekomunikasi (gak nyambung sama sekolah di SMK), saya juga sambil kuliah (kelas karyawan – sabtu – minggu), ambil jurusan Teknik sipil, sudah semester 4.

    Apakah jika sudah di terima di BPPT, masih bisa melanjutkan studi , sedangkan jika di terima, tekniknya teknik mesin, bukan sipil?

    Standar gaji untuk lulusan SMA berapa pak?

    Sedangkan untuk kuliah , perbulannya saya mengeluarkan biaya 725 ribu per “BULAN” / 4,2 juta per semester.

    Mohon pencerahan pak, sekiranya saya daftar PNS sekarang, atau setelah lulus S1?

    Terimakasih banyak

    Sigit,
    Kalau saya jadi anda, saya akan secepat mungkin masuk dunia kerja, bisa sebagai PNS di BPPT atau di lembaga yang lain. Standar gajinya sama saja…

    Saya kurang tahu persisnya berapa gaji PNS di BPPT untuk lulusan SMK. Kalau nggak salah setelah diangkat sekitar Rp 1,5 juta, tapi kalau masih CPNS terima 80% yaitu Rp 1,2 juta per bulan…

    Nah, setelah masuk PNS nanti week end anda bisa sekolah lagi dan setelah lulus Sarjana, golongan ruang gaji anda bisa disesuaikan (dinaikkan) sesuai dengan ijazah yang terbaru. Itu bakalan makan proses sih, tapi pasti bisanya sih…(asal tempat anda ngambil S1 diakui ijazahnya oleh pemerintah)..

    Reply

  18. sigit
    Oct 24, 2009 @ 20:32:25

    oke pak..terimakasih banyak informasinya

    Sigit,

    No problemo, amigo !

    Reply

  19. ade
    Nov 13, 2009 @ 16:56:03

    Assalamu’alikum……pak….mau nanya ……kalo standar gaji s-1 teknik elektro di BPPT berapa (saat masih cpns berapa, saat sudah jadi pns berapa)……mohon bantuannya….sebagai gambaran buat saya pak……….terima kasih sebelumnya…wassalam

    Ade,
    Kalau tidak salah nih ya ?

    Standar gaji lulusan S1 Teknik Elektro di BPPT saat CPNS adalah Rp 1,7 juta per bulan.
    Saat sudah dipromosikan menjadi PNS standar gajinya adalah Rp 2,2 juta per bulan..

    Tapi mohon maaf jika angka-angka itu kurang tepat, maklum yang namanya standar gaji itu bergerak terus. Tapi yang bisa saya tambahkan, di BPPT selain gaji juga akan mendapatkan beberapa penghasilan tambahan dari perjalanan dinas (Rp 300-350 rb per hari), dari Honor Proyek (Rp 1,6 – Rp 1,7 juta per bulan), dan kadang-kadang dari Honor Konsultansi dari pihak luar (bisa Rp 1-2 juta per bulan, tergantung kepada besarnya proyek)..

    Mudah-mudahan menjadikan maklum…

    Reply

  20. Lina
    Nov 28, 2009 @ 14:50:10

    pak saya baru saja diterima sbg cpns bppt, sy s1 akuntansi.. sekarang sy bekerja sbg auditor di slh satu ktr akuntan publik internasional. menurut bapak apakah sy harus mengambil peluang di bppt ini? kl boleh sy tau apakah jur akuntansi memiliki peluang karir di bppt? sy cukup bgg juga akan hal ini, krn sy sndiri pny cicilan kpr sbesar 2jt per bulan, dengan take homepay sy sekarang -/+ 4jt sj sy sdh merasa ngos2an utk by hidup,,tp untungny sy msh pny uang tambahan dr mengajar n bisnis kecil2an, apalg sy bniat tahun dpn ingin mencicil mobil jg,,sy berniat di usia25 th sy plg tdk hrs sdh pny rmh n mobil walopn nyicil.. lalu menurut bapak apakah karakter spt sy yg mobile n pekerja keras cocok untuk menjd pns??? namun prototype wanita harus mjd cpns cukup membuat sy gusar namun jg berharap.. mohon pandangany ya pak.. tks

    Lina,
    Kebetulan kualifikasi saya auditor IT, jadi saya sedikit tahu lah bagaimana cara kerja di Big Four Company itu.

    Pandangan saya cukup singkat. Anda sebagai akuntan dari bekerja di sebuah Big Four Company masuk BPPT itu ibarat anda pindah tinggal dari Jakarta yang padat, gerak cepat, dan kompetitif ke kota kecil Madiun yang tidak padat, geraknya lambat, dan hampir gak ada saingan.

    Saya bisa katakan karir sebagai Akuntan di BPPT jalan di tempat, kecuali anda pribadi masih berminat menambah sertifikasi seperti CIA, CISA (teman2 saya di Gd II lantai 12 banyak yang punya CISA), CISM dan sebagainya, nah mungkin karir anda baru bisa terangkat (walaupun mungkin kerja di partner nya BPPT, bukan di dalam BPPT)..

    BPPT take home pay sebagai PNS gol III/a cuman Rp 2 jutaan, jadi sulit untuk bisa nyicil rumah dan mobil sekaligus, kecuali uang cicilan anda hasilkan dari bisnis anda…

    Tapi enaknya perempuan kerja di BPPT nanti waktu udah nikah dan melahirkan dan membesarkan anak, karena sebagai PNS waktunya banyak tidak terbatas, beda dengan kerja di Big Four Company yang di bulan2 tertentu anda harus kerja sampai jam 11 atau 12 malam. Dipandang dari sudut ini, sebagai PNS atau pegawai BPPT, anda serasa berada di surga ! Hahahahah..

    Itu aja Lina, pandangan saya….

    Reply

  21. Syamroni
    Sep 06, 2010 @ 15:39:11

    Assalamualaikum Pak Tri,..

    Sy sedang menungggu sidang tesis S2 di Unibraw Malang untuk Teknik Elektro (insya aalloh sekitar desember 2010). Kemaren (hingga saat ini)tesis sy mengambil di BPPT PTIK Lab Optik Fotonik dimulai dari bulan februari kemaren 2010. Kepala Lab telah MENYARANKAN/MEREKOMENDASI agar saya masuk BPPT di periode 2010 ini.
    Pertanyaan saya:
    1. Kapan test online penerimaan CPNS 2010 BPPT dilakukan?? kira2 bulan apa biasanya??
    2. Waktu tesis (proyek insentif kemaren, alhamdulillah sy dapat fee sekitar 1,7 Jt/bulan). Bagaimana peluang sy dalam CPNS kali ini??, mengingat meskipun sy tinggal nunggu sidang tesis (dari info temen2 masih banyak Nepotisme kekerabatan)dlm penerimaan di BPPT.

    matur nuwun atas jawabanya,
    wasslam

    Mas Oni,
    Kalau gak salah penerimaan peg baru BPPT Oktober nanti, tunggu aja pengumumannya. Sama sekali tidak ada nepotisme atau kekerabatan untuk pendaftaran PNS di BPPT, karena ini kantor letaknya di Pusat dan gajinya kecil….mungkin lain dengan test di Pemda yang banyak faktor kekerabatannya…

    Anak saya yang kecil pernah test di BPPT dan diterima (walau tidak jadi masuk karena ia sudah kerja di Pertamina), tapi ia diterima karena mampu, bukan karena anak saya. Test CPNS di BPPT pakai teknik test yang sangat canggih, dan mengandalkan “memoriizing” yang sangat intensif (itu aja kisi-kisinya mas)…

    Pokoknya, kalau si mas percaya diri dan mampu…pasti sebentar lagi jadi PNS di BPPT deh…hehehe

    Reply

  22. Pemuda
    Oct 27, 2010 @ 00:09:55

    Mas saya dari S1 ekonomi yg masih nganggur lama hampir setahun ikut berbagai tes ga lulus lulus he… saya sudah mendaftar di BPPT… kira-kira bagaimana kronologis tesnya??? berapa ya jumlah soalnya??apakah ada materinya seperti tes bakat skolastik atau tes skala kematangan??? tolong tips n triknya Mas thanks

    Pemuda,
    Wah…sorry ya saya telat baca komentar anda….padahal test BPPT sudah jalan hari Rabu kemarin….jadi yah…gimana dong ?

    Reply

  23. Pemuda
    Oct 28, 2010 @ 21:25:49

    nah bukannya testnya tgl 11 nopember 2010 mas??? saya ada lho pengumuman CPNS BPPT ?? dan kumpul berkas terakhir tanggal 1 nopember?? boleh minta sharing ya??

    Pemuda,
    Pelajari aja buku2 Test Potensi Akademik (TPA) seperti yang banyak dijual di TB Gramedia Matraman (ada sekitar 10 buku). Hapalkan test yang standar : menjumlah angka ke atas, test konsistensi, menggambar, dsb.

    Kata anak saya (yg pernah test) ada 1 kunci lagi, yaitu kuatkan ingatan anda, karena di 1 jenis test ada adu kuat ingatan…..

    Itu aja sih..

    Reply

  24. Pemuda
    Oct 29, 2010 @ 14:18:20

    oh tes menjumlah angka ke atas sampe ke bawah ya mas (tes koran) hmmmm……waduh saya ga ada modal untuk beli 10 buku tsbt he… oh gitu toh kronologisnya….
    boleh tanya lagi mas sekedar untuk memotivasi saya emang berapa sih standar gaji+tunjangan PNS di BPPT???ada bonusnya ga??thanks mas

    Pemuda,
    Standar gaji PGPS BPPT tinggal dilihat di Tabel yang ada di Google, sama kok. Cuman di BPPT masih diberi TSP (Tunjangan Selisih Penghasilan) yang untuk golongan III/a jumlahnya Rp 474.000,-. Jadi untuk golongan III/a jumlah penghasilan sekitar Rp 1.500.000 (gaji) + Rp 474.000 (TSP) + Rp 1.600.000 (OJ = Orang-Jam, honor proyek) + Rp 1.050.000 (SPPD 3 hari rata-rata) = Rp 4.524.000…..tapi kondisi ini kondisi “the best case” atau “kondisi maksimum”…

    “Kondisi minimum” ya gaji + TSP saja, sekitar Rp 2 juta kurang sekian….

    Reply

  25. bagio
    Nov 21, 2010 @ 12:13:53

    mau tanya mas tri, kalau untuk job test, apa aja yang di bahas?

    Reply

  26. bagio
    Nov 21, 2010 @ 12:14:49

    mau tanya mas tri, kalau untuk job test, apa aja yang di bahas?
    terus setelah job test ada test2 selanjutnya ngak??

    Bagio,
    Job test itu pertanyaannya tentang ilmu anda sendiri oleh karena jelaskan kemampuan anda sendiri dengan jelas….dan aplikasi ilmu anda itu kepada unit kerja di BPPT yang mengundang anda Job Test.

    Job Test seingat saya sudah tahap terakhir test di BPPT.

    Jadilah diri anda sendiri, jawab secara meyakinkan, tunjukkan bahwa anda senang bekerja di BPPT, tapi di sisi lain jangan tunjukkan kalau nggak diterima di BPPT dunia akan kiamat.

    Good luck, mudah-mudahan diterima….

    Reply

  27. Malikul
    Nov 22, 2010 @ 01:53:54

    Mas, Rabu bsk, insy saya ada panggilan job test/wawancara di BPPT, alhamdulillah test pertama dh lu2s, saya mo tanya mengenai kisi2 wawancara, kr2 seputar apa y mas? ko di suruh bawa TA/skripsi yh?

    Malikul,
    Seingat saya Job Test itu sudah test tahap terakhir di BPPT, karena anda akan ketemu “user” (orang/unit kerja yang bakal mempekerjakan anda nantinya kalau diterima di BPPT).

    Saran saya : jadilah anda sendiri, dan jawablah pertanyaan sesuai dengan yang anda inginkan. Selain itu, beri kesan anda senang bekerja di BPPT tapi jangan tunjukkan bahwa kalau anda tidak diterima di BPPT dunia akan kiamat.

    Santai saja. Good luck, mudah2an diterima…

    Reply

  28. Agus
    Dec 02, 2010 @ 16:13:30

    selamat sore pak tri..
    mau tanya nih tapi agak ke dalam ya..
    kalau salary semua pns kan rata2 sama. kira2 di bagian apa pak yang lahannya basah..

    Mas Agus,
    Wah…kalau di kantor saya (BPPT) bisa dibilang kering semua atau basah semua. Yang jelas, siapa yang kreatif dan seneng kerja keras biasanya penghasilan tambahan akan datang dengan sendirinya…

    Reply

  29. malik
    Dec 02, 2010 @ 16:36:08

    ass. pak tri.
    alham dulillah saya sudah diterima di BPPT. kira2 unit penempatan kerja saya apakah sesuai waktu job test atau tidak?
    waktu job test saya di tempatkan di PTIM. menurup pak tri peluang karir dan OJ untuk Unit ini gimana?
    sebagai orang dalam. menurut pak tri unit kerja apa saja di BPPT yang “full OJ”??
    mohon pencerahaannya…
    waalaikum salam pak

    Reply

  30. malik
    Dec 02, 2010 @ 16:53:40

    ass. pak tri.
    alham dulillah saya sudah diterima di BPPT. kira2 unit penempatan kerja saya apakah sesuai waktu job test atau tidak?
    waktu job test saya di tempatkan di PTIM. menurup pak tri peluang karir dan OJ untuk Unit ini gimana?
    sebagai orang dalam. menurut pak tri unit kerja apa saja di BPPT yang “full OJ”??

    Bung Malik,
    Selamat ya anda sudah diterima di BPPT. Tentu saja penempatan anda akan sesuai dengan hasil Job Test. Di BPPT itu sistem kerjanya sistem kerja kerekayasaan dan pakai “Sistem Matriks”. Jadi kalau anda rajin bekerja dan punya banyak teman di unit-unit kerja lain di BPPT, kemungkinan besar anda akan dapat OJ dari mana-mana….

    Jadi bersiapkan untuk kerja keras dan tetap optimis…

    Reply

  31. ana
    Dec 13, 2010 @ 11:35:16

    pak tri,,alhamdulillah sy dtrima d bppt. swktu job test dpt upt pstkp, apa penempatan jg psti disana pak? trims

    Mbak Ana,
    Iya mbak…kalau anda job testnya di UPT PSTKP….ya kemungkinan besar ditempatkannya di UPT PSTKP juga…bukan di tempat lain…

    Reply

  32. Lawliet
    Jan 07, 2011 @ 21:18:13

    Pak, mau tanya.
    Untuk penerimaan cpns TA 2010 kira2 masuknya kapan ya. soalnya si link http://lowongan.bppt.go.id ngak bisa di buka. terus apakah mungkin di panggil lewat telp??
    Satu lagi pak kira2 dapat mess ngak atau tunjangan tempat tinggal??

    Lawliet,
    Test CPNS BPPT TA 2010 sudah selesai, dan CPNS nya sudah ngantor mulai Januari 2011 ini.
    Biasanya testnya bulan Oktober-Nopember dan pendaftaran secara online…
    Website BPPT gak bisa dibuka lagi, karena ada masalah manajemen BPPT ingin “menyembunyikan sesuatu”..hehe

    Mess atau tempat tinggal tidak dijamin, kecuali di daerah seperti di Bali, Yogya atau Lampung..

    Reply

  33. Zahra
    Jul 23, 2012 @ 15:32:03

    Akhirnya nemu juga :) ,
    Kira2 karir di BPPT gimana yah pak? kebetulan sama kaya bapak, latar belakang saya statistika. Taun 2012 ini BPPT buka, tapi masih ngambang kira2 disana gimana? emmm klo soal gaji gimana pak? mksh Pak :)

    Zahra,
    Seingat saya baca dari running text di TV beberapa hari yang lalu, tahun 2012 ini semua PNS terkena aturan “zero growth” tidak bisa menerima PNS baru, kecuali ada yang pensiun.

    Di BPPT standar-nya biasa-biasa saja seperti PNS yang lainnya, tanpa tambahan apa-apa. Enaknya ya santai, tidak enaknya gaji ada batas atas (yang cukup rendah). Tapi enaknya juga benefitnya cukup banyak. Misalnya saya di usia 54 tahun terkena sakit jantung dan untuk operasi dan sebagainya sudah keluar Rp 230 juta….tapi saya hanya membayar kurang dari Rp 5 juta sebagai ‘cost sharing’. Berarti kan kita menghemat Rp 225 juta, iya nggak ?

    Reply

    • Zahra
      Jul 24, 2012 @ 10:35:57

      iya pak saya lihat dr web bttp nya langsung :) . Wah dana kesehatan terjamin ya pak berati, semoga lekas sembuh pak. Ada bocoran ga pak kira2 buka lagi kapan? soalnya mau daftar persyaratan juga belum lengkap,daerah asalnya jauh jadi jauh juga buat ngurus2 syaratnya.

      Zahra,
      Iya saya juga bingung bagaimana sih pemerintah ini, katanya zero growth artinya gak menerima PNS baru lagi, tetapi kemarin saya baca di KOMPAS pemerintah akan menerima 111.500 orang PNS baru di tahun 2012 ini, yang akan ditest secara serentak di seluruh Indonesia.

      Saya tidak tahu kapan akan dibukanya, tapi Zahra mulai ngintip aja website kantor pemerintah yang Zahra inginkan misalnya BPPT (http://www.bppt.go.id) atau RISTEK (http://www.ristek.go.id)…

      Memang sekarang Zahra tinggal di kota mana, dan asalnya dari mana kok dibilangnya “jauh”…hehe…

      Reply

  34. Wahyu
    Jul 25, 2012 @ 16:53:13

    Assalamu’alaikum pak, akhrnya nemu blog unik juga, sy dari geodesi pak, mau tanya, prospek di BPPT itu gmana ya ut jurusan saya?terus standar gajinya dari tahun 2012 ini masih sama ya pak?……saya lagi ikhtiar juga di seleksi BPN, BPPT, dan migas nasional, doakan pak dapat terbaik, pengin bs bermanfaat bagi negeri dan masyarakat, via pns atau bumn he..he.., terima kasih

    Regards

    Wahyu

    Mas Wahyu,
    Kalau alumni Geodesi, sebenarnya yang cocok itu di Bakosurtanal. Saya dengar tahun ini ujian PNS nya serentak. Artinya, Mas Wahyu hanya boleh memilih 1 kantor PNS (mis milih apakah BPPT atau Bakosurtanal). Kalau di BPPT, itu saringannya per jurusan. Misalnya tahun 2010 dulu Sarjana Teknik Elektro yang dibutuhkan 6 orang, tapi yang mendaftar 60 orang, jadi peluang diterima hanya 6/60 = 10%, sedangkan anak saya yang berpendidikan Teknik Geofisika waktu itu yang dibutuhkan 2 orang dan yang mendaftar hanya 4 orang, jadi peluang diterima = 2/4 = 50 %…

    Gaji PNS dimana-mana sama, standar 2012 untuk seluruh PNS di seluruh Indonesia juga sama…

    Kalau BUMN, standar gajinya berbeda-beda, tergantung apakah BUMN nya menguntungkan atau tidak, dan seberapa besar keuntungannya…

    Reply

  35. pramudya
    Sep 03, 2012 @ 09:45:10

    selamat pagi pak,
    saya mau bertanya pak apakah materi psikotest yang diujikan untuk cpns bppt,
    Dan untuk disiplin ilmu manajemen biasanya job desk’nya seperti apa?
    Terimakasih sebelumnya pak

    Pramudya,
    Walah…kenapa anda baru bertanya sekarang ? Katanya hari ini, pagi ini ketika saya menjawab pertanyaan anda, sudah test ya ?

    Isi psikotest-nya standar sih, ada Krapelling, Konsistensi, dan sebagainya standar psikotest. Selain itu ada semacam TPA (sebenarnya ini GRE, Graduate Record Examination, yang dibahasaindonesiakan). Lalu juga ada test bahasa Inggris. Kalau anda sudah lulus Psikotest ini, maka tahap berikutnya adalah Job Test. Di BPPT, Job Test inilah untuk mencari pegawai yang dicari. Jadi usahakan menjawab apa adanya, tidak perlu dibuat-buat…

    Tapi FYI, test CPNS di BPPT itu susah2 gampang. Anak bungsu saya perempuan sempat lulus test CPNS tapi dia lebih suka bekerja di sebuah perusahaan minyak nasional (sebelumnya memang ia sudah bekerja di sana). Dan peluang diterimanya, berdasarkan bidang keahlian masing-masing.

    Misalnya waktu jaman anak saya test masuk BPPT di tahun 2009, untuk bidang keahlian Teknik Elektro yang mendaftar 60 orang, tetapi lowongan hanya untuk 6 orang, jadi peluang diterima = 6/60 = 10 %.

    Sedangkan untuk Teknik Geofisika, bidangnya anak perempuan saya, yang dibutuhkan 2 orang dan yang mendaftar hanya 4 orang, jadi peluang diterima adalah = 2/4 = 50 %. Akhirnya anak saya memang diterima, tetapi dia memutuskan tetap bekerja di perusahaan minyak nasional…dan baru-baru ini dia pindah bekerja di sebuah bank pelat merah dan ditempatkan di sebuah kota besar di Jawa Timur…

    Reply

  36. pramudya
    Sep 04, 2012 @ 08:52:50

    Makasih pak atas infonya, untuk testnya belum hari ini

    Reply

  37. Risma
    Sep 13, 2012 @ 16:00:48

    Sore Pak.. mohon pencerahannya.. saya kmaren ikut tes PNS BPPT, sedang menunggu hasil. saya S1 Informatika. tolong info dong pa..gaji CPNS BPPT (cpns dan seudah jadi PNS nya) itu kira2 saya dapet per bulan berapa ya kalau nanti saya jadi di bppt, +tunjangan dll…. karna sekarang saya sudah punya satu anak ..jadi sangat penting memikirkan gaji yg akan saya dapat…hehe..terimakasih pak..mohon jawabannya

    Risma,
    Selamat ya Risma telah ikut test CPNS BPPT. Tetapi walaupun saya berdoa Risma diterima sebagai CPNS di BPPT nantinya, tetapi sebelumnya mohon maaf jika saya sarankan Risma jangan terlalu berharap diterima di BPPT. Karena untuk setiap 1 posisi lowong di BPPT, yang mendaftar dari jurusan Teknik Informatika sekitar 10-15 orang, jadi kans anda diterima hanya 6% – 10% saja. Tetapi kalau bidang studi anda Teknik Geofisika misalnya, peluang diterima lebih besar, kadang 50% karena ada beberapa lowongan, tetapi yang melamar hanya sedikit. Jadi di test CPNS BPPT, saingan anda adalah calon pelamar yang bidangnya sama dengan anda….

    Mengenai gaji di BPPT menurut link ini : http://4.bp.blogspot.com/-bZ-ManDaOXo/TtXnuNYWG9I/AAAAAAAABEQ/27dL6hmjwso/s1600/Gaji+PNS.jpg untuk gaji PNS golongan III/a adalah Rp 1.900.000. Jadi kalau untuk CPNS ya 80% nya berarti sekitar Rp 1.520.00, nanti di bulan April atau Oktober berikutnya, anda sudah akan menerima SK PNS dengan gaji full. Gaji itu diberikan 13 x karena di bulan Juli (ketika banyak ortu nyekolahin anaknya) akan diberikan gaji ke-13. Terus kalau anda ikut proyek, anda akan dapat tambahan uang OJ (Orang Jam) yang jumlahnya bisa sekitar Rp 1.5 – Rp 2.0 juta per bulan, tergantung di proyek apa anda nanti ditempatkan (bisa lebih sedikit, bisa lebih besar). Kalau perjalanan dinas akan diberi uang harian RP 300.000,- tapi semua uang transport dan uang hotel ditanggung…

    Menurut saya, pekerjaan paling enak adalah jadi PNS untuk seorang ibu yang mengasuh anak kecil. Karena izin kalau anak sakit relatif lebih mudah didapat, dibandingkan dengan pekerjaan di swasta..

    Reply

  38. apriro
    Sep 13, 2012 @ 19:40:53

    pak saya lulusan D.IV nautika kemaren daftar di BPPT dan alhamdulillah lolostahap pertama mungkin karena yang daftar cuma 2 orang saja itupun temen saya satu angkatan di kampus…. yang saya mau tanyakan untuk prospek nautika ke depan bagaimana di BPPT dan besar gaji bppt untuk D.IV. dan apakah ada gaji ke 13 dan lain2 trimakasih banyak pak…

    Apriro,
    Mmm…selamat Apriro telah lolos test tahap pertama. Kelihatannya baik anda atau teman anda, atau salah satu dari anda, bakal diterima di BPPT nih. Karena saringannya kan hanya jumlah saingan per bidang. Jadi kalau lowongan 2 orang untuk nautika, berarti anda berdua akan diterima. Kalau cuman 1 lowongan, ya berarti salah satu yang akan diterima…

    Standar gaji bisa di-klik di link ini : http://4.bp.blogspot.com/-bZ-ManDaOXo/TtXnuNYWG9I/AAAAAAAABEQ/27dL6hmjwso/s1600/Gaji+PNS.jpg dan setiap bulan Juli akan diberikan gaji ke-13 sebesar 1 x gaji…

    Uang harian perjalanan dinas RP 300 ribu, tapi uang transport dan uang hotel sudah dijamin. Uang bulanan dari proyek, tergantung proyeknya dan tergantung bidangnya, tapi jumlahnya sekitar Rp 1,5 – Rp 2,0 juta per bulan. Sebenarnya masih banyak uang lagi, tapi tergantung bidang keahlian anda “dipakai” atau tidak…

    Reply

  39. apriro
    Sep 15, 2012 @ 21:06:31

    hehehe trimakasih pak tri…dan satu lagi pak pertanyaan biasanya untuk jurusan nautika nanti di tempatkan di UPT mana ya pak sama di daerah mana…? sekalilagi trimakasih dan sukses selalu pak tri

    Apriro,
    Kalau saya boleh nebak ya….akan ditempatkan di UPT Baruna Jaya yang punya 4 kapal riset : Hydrography, Topography, Oceanography….dan apa gitu (saya tidak hapal)…
    Kalau lagi off-shore, ya anda ngantor di Gedung BPPT di Jalan Thamrin.
    Tapi kalau lagi on-shore, ya anda jalan bersama kapal sesuai rute perjalanan kapal, bisa ke Lombok atau ke Selat Sunda, atau ke Samudera Hindia.
    Sayangnya dulu waktu saya diajak buat berlayar 1 bulan, saya tidak mau…padahal asyik juga ya berlayar bersama kapal, bisa foto-fotoan dan asyik banget tuh buat diupload ke Facebook….hehehe

    Sehari-hari kapal Baruna Jaya ini nongkrong di Dermaga Tanjung Priuk (deket gedung PT. Pelabuhan Indonesia II)…

    Iya, kalau anda diterima, silahkan datang menemui saya di Gedung II Lantai 12…hehe

    Reply

  40. ELVI
    Oct 23, 2012 @ 10:25:05

    Pak, untuk hasil tes BPPT tanggal 8 september kemren ada kabar kapan diumumkan ga soanya dari pemerintah pusat cuma BPPT yang belum mengeluarkan hasil tesnya, smentara departemen lain udah keluar semua…
    oya mau nanya,kantor BPPT untuk tiap propinsi ada ya? maslahnya ada pernyataan yang bersedia ditempatkan diwilayah indonesia.
    Terimakasih untuk jawabannya.

    Elvi,
    Ya anda telpon aja ke Biro SDMO BPPT, kapan pengumuman itu akan dikeluarkan. Setahu saya, memang pengumuman itu sampai sekarang belum keluar (Correct me if I am wrong)…
    BPPT selain di Jakarta, ada di Serpong (Tangerang), ada di Sulusuban (Lampung), ada di Jogja (di kampus UGM), dan ada di Denpasar….

    Reply

  41. ELVI
    Oct 24, 2012 @ 09:51:28

    ooo…thanks pak untk jawaabnnya…..teman2 saya udah pernah mencoba telpon kBPPT, diangkat tetapi ga ada suaranya..cuma butuh kepastian jadwalnya aja pak.kecewa juga jadinya.

    ELVI,
    Nama lengkap Elvi siapa ?
    Beritahu saya lewat FB saya “TriDjoko Wahjono”
    atau lewat email saya “tridjokoeta@yahoo.com”

    Nanti saya tanyakan langsung ke Biro SDMO…

    Reply

  42. jobseeker
    Nov 02, 2012 @ 10:38:37

    pak numpang nanya juga…pengumuman hasil TKD cpns BPPT kapan diumumkan?? Trs kira2 ada thpan tes lagi atau sudah final, secara di situs MENPANW sdh ada rekap hsl yg lolos grade 117 orng dr 69 formasi.
    Terima kasih

    Mas Arif,
    Hari Senin ini saya akan ke kantor menanyakan hal ini…
    Nanti kalau ada kabar, saya kabari di sini…

    Reply

  43. jobseeker
    Nov 05, 2012 @ 07:42:33

    wah terima kasih pak, ditunggu kabar baiknya

    Mas Arif,
    Saya dapat kabar….jika dipanggil di BPPT….pasti minggu yang lalu sudah menjalani test tahap selanjutnya, yaitu Job Test…..

    Berarti peserta yang tidak dipanggil Job Test, berarti yang bersangkutan tidak lolos ke tahap selanjutnya….

    Reply

  44. jobseeker
    Nov 06, 2012 @ 09:44:37

    loh kok ga d umumin lwt web pak, kan katanya segala pngumuman cpns akan diumumin d web. Hal ini jg di lakukan oleh instansi lain. Maaf ya pak bukannya mau meragukan bpk,tp saya sdh cek satu2 dr peserta yg ikt tes dan saya peringkat 5 dr 10 formasi yg ada (semua grade saya terpenuhi). Kalau memang tdk ada perubahan dr yg saya cek, insya Allah hrsnya saya lolos dong. Tolong dikonfirmasi lagi pak. Terima kasih

    mas Arif,
    Saringan test CPNS di BPPT itu berdasarkan bidang ilmu.
    Misalnya ada 6 lowongan Sarjana Elektro, yang mendaftar 60 orang, berarti kemungkinan diterima = 6/60 = 10%
    Anak saya 2 tahun yang lalu mau masuk BPPT, lowongan Sarjana Teknik Geofisika ada 2 orang, yang mendaftar hanya 4 orang, jadi kemungkinan diterima = 2/4 = 50%….alias 5 kali lebih besar kemungkinannya buat diterima.
    Nah…kalau mas Arif merasa ranking 5 dari 10 peserta, kalau jumlah lowongan untuk bidang Mas Arif ada 5 lowongan, berarti mas Arif sudah pasti diterima…

    Reply

  45. jobseeker
    Nov 06, 2012 @ 16:31:55

    saya juga sudah kroscek ke teman2 saya yg nilai TKDnya tinggi, ktnya mereka jg belum dpt kabar apa2 dari BPPT. Sekali lg maaf ya pak, bukannya mau berburuk sangka tapi kalau proses pengumumannya sprti yg bapak sebutkan di atas akan menyebabkan tes CPNS BPPT rawan indikasi kecurangan, sebab untuk tes CPNS kali ini para peserta bisa melihat nilainya sendiri atau peserta lainnya.

    Mas Arif,
    Iya…saya sedang mencari tahu tentang masalah itu….

    Reply

  46. jobseeker
    Nov 07, 2012 @ 12:07:04

    terima kasih pak, ditunggu kabar selanjutnya.

    Mas Arif,
    Katanya pengumuman siapa yang mau ikut job test sudah diumumkan, jadi kalau saat ini belum ada panggilan, maka berarti tidak lolos ke tahap berikutnya….

    Reply

  47. jobseeker
    Nov 09, 2012 @ 14:37:57

    Tapi kok kemarin ada teman yg telp ke sdm bppt, katanya masih menunggu dri menPAN gtu pak. Kalau memang sdh diumumkan, boleh tau tdk kriteria kelulusan itu sprti apa? Soalnya tdk mungkin berdasarkan rangking dri tes tertulis,soalnya temen saya yg notabene rangking 1 di salah satu formasi yg tersedia jg tidak dpt panggilan dr bppt.

    Arif,
    Sebaiknya anda yang telpon atau datang sendiri ke Biro SDMO BPPT. Semuanya pasti terbuka kok, apalagi sekarang kan sudah ada Undang Undang Keterbukaan Informasi Publik. Semua pertanyaan masyarakat termasuk Arif akan dijawab sebaik-baiknya oleh pihak yang berwenang di BPPT. Tidak ada yang ditutup-tutupi kok jaman sekarang ini…

    Reply

  48. jobseeker
    Nov 09, 2012 @ 15:06:18

    sekedar menambahkan lagi pak, ini ada di ketentuan rekruitmen bppt TA.2012 poin 7:
    7. Setiap pelamar dapat melihat Pengumuman dan informasi lain yang berkaitan dengan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil BPPT secara online melalui portal http://www.bppt.go.id. Panitia tidak melayani komunikasi langsung dengan pelamar yang berkaitan dengan proses rekrutmen dan hasilnya.
    Jika melihat poin di atas berarti bppt tdk transparan dan melanggar aturannya sendiri.
    Yah tapi kalau memang sdh ada pengumumam seperti yg bpk sebutkan di atas mau bgmn lagi.
    Terima kasih banyak atas informasi dan bantuan yg bpk berikan kepada saya.
    Semoga yg lolos jadi pegawai bppt memang benar2 orang yg kompeten dan semoga tes cpns ini bersih,adil, dan tdk ada kecurangan.

    Reply

  49. Noname
    Nov 18, 2012 @ 13:12:07

    bapak sebutkan salah satu nama yang lolos kita akan cross cek ke orangnya…
    dan di sini semua terbuka maka bapak sebutkan nama lengkap bapak, jabatan, tempat dinas, atasan nya bapak siapa?? biar kita bisa cek lagsung ke BPPT kebenaran informasi disini..yang bapak berikan
    terima kasih agak pedas sedikit,. semoga berkenan menjawab dengan jujur..

    Noname,
    Jangan terlalu khawatir….kalau pada akhirnya anda tidak berhasil masuk ke BPPT….itu artinya, Tuhan telah menyediakan anda tempat lain yang jauuuh lebih baik daripada BPPT.

    Nama saya ? Sudah jelas-jelas ada di About Me di blog ini….tidak ada yang saya tutup-tutupi….karena saya tidak ada urusan dengan penerimaan pegawai di BPPT. Kalau anda mau memasukkan nama saya di Google….juga ada 10 ribu lebih situs (webpage) yang menyebut nama saya…

    Tapi dalam kasus informasi penerimaan CPNS BPPT ini, saya mendapatkan informasinya bukan dari pihak yang berwenang di Biro SDMO, tetapi dari seseorang yang “mengetahui”. Saya sendiri sehari-hari setahun ini sudah tidak ngantor lagi, karena menjalani MPP (Masa Persiapan Pensiun), jadi sehari-hari saya tinggal di rumah, tidak ngantor…

    Kalaupun anda gagal masuk BPPT tahun ini, toh tahun depan, tahun depannya lagi, tahun depannya lagi….anda masih bisa melamar….tidak perlu berputus asa, coba terus saja….

    Reply

  50. jobseeker
    Nov 22, 2012 @ 09:39:32

    oww jadi bpk dapat kabar tsb bukan dari pihak SDM langsung ya? dan besar kemungkinan bapak dapat informasi yg kurang tepat karena kemaren saya sudah menelpon pihak SDM BPPT dan katanya pengumuman memang belum dikeluarkan, msh menunggu ketetapan dari MENPAN tp ketetapan apa yg dimaksud mereka tdk mau menjelaskan dan segala pengumuman cpns memang hanya di posting lewat web. Tapi saya sangat berterima kasih atas bantuan dan dukungan bapak.

    Reply

  51. crayon
    Oct 11, 2013 @ 01:04:22

    taun ini hampir semua instansi mengadakan cpns pake komputer alias CAT untuk tahap TKD nya. bukan lagi LJK. sedangkan tahap TKB di BPPT berupa psikotest. nah untuk tahap jobtest, itu bentuknya CAT juga atau wawancara?

    Crayon,
    Jobtest bentuknya wawancara…biasanya ada 2-3 pewawancara. Usahakan anda menjawab pertanyaannya secara jujur, santai, dan menunjukkan siapa diri anda. Being genuine is a must….yang lulus biasanya bukan siapa paling pintar atau paling cakep, tapi siapa yang bisa memberikan jawaban yang memuaskan penanya…

    Good luck !

    Reply

  52. tiche
    Oct 21, 2013 @ 09:18:25

    pak saya ikut tes cpns di bppt, jurusan saya biologi, nah seandainya sy lulus kira2 saya akan ditempatkan dimana? slain itu saya jg mau tax bgmn proses kerja di bppt? mohon penjelasanya pak, trima kasih

    Tiche,
    BPPT itu untuk jurusan Biologi bisa ditempatkan di Serpong (70% pegawai BPPT berkantor di sini), atau Sulusuban, Lampung, tapi bisa juga diikutkan proyek kapal Baruna Jaya, jadi nanti ikut kapal 1-2 minggu (maks 1 bulan) untuk survai ambil sampel dari seluruh Indonesia. Lihat saja nanti sampai Tiche dipanggil “Job Test”, di situ sudah ketahuan siapa “user” (unit kerja yang akan merekrut Tiche) nanti…
    Kerja di BPPT asyik-asyik aja, buktinya saya sempat kerja 32 tahun, asal : tidak terlalu berharap dengan gelimang uang, karena ya adanya cuman gaji PGPS, plus tunjangan kinerja (disebut uang Remunerasi), dan tambahan lain kalau lagi perjalanan dinas, terlibat proyek, atau membantu client (saya dulu sebagai IT Auditor, telah mengunjungi banyak BUMN yang kita bantu perapian IT-nya).
    Salam dan Good luck…

    Reply

  53. tiche
    Oct 24, 2013 @ 09:33:34

    pak saya kembali bertanya, apakah kantor bppt sprt instansi2 lain yg kantorx berada di seluruh indonesia? apakah di wilayah sulsel jg ada kantor atau instansi yg dibawah naungan bppt? jika sdh kerja di bppt, apakah bisa pindah tempat kerja? misalnya dgn alasan ikut suami atau alasan yg lain..
    mohon penjelasannya pak, trima kasih

    Tiche,
    BPPT memang punya kantor di beberapa wilayah Indonesia, tapi tidak di Sulawesi.
    Misalnya di Tulangbawang, Lampung (Single Cell Protein Project), di Yogya (Teknologi Pantai, OTEC = Ocean Thermal Energy Conversion Project), dan di Bali (Bali Ceramics Project).
    Yang penting dapat PNS dulu, setelah dapat nomor PNS, secara teoritis anda bisa bekerja dimanapun dimana ada PNS-nya, namanya “Pindah Kerja” atau “Diperbantukan”, tapi NIP-nya tetap NIP PNS BPPT.
    Saya bilang “secara teoritis” karena mungkin tidak semudah itu prosesnya…bisa pindah ke instansi pusat lainnya, atau bahkan ke Pemerintah Daerah..

    Reply

  54. crayon
    Nov 08, 2013 @ 06:05:48

    pak untuk 2013-2014 ini take home pay pns bppt berapa yah. untuk ukuran biaya hidup di serpong termasuk tinggi atau tidak. dgn asumsi bakal punya 2 anak 1 istri yg tidak bekerja. ohya saya blm pernah ke serpong. apakah kotanya menarik dan fasilitas komplit? kalo saya lamar jabatan teknik mesin, kira kira posisi jabatannya sebagai apa dan kalo posisinya peneliti, karirnya nanti mentok sebagai profesor peneliti atau gimana.

    Crayon,
    Mengenai gaji BPPT itu ada 5 komponen : gaji PGPS, tunjangan kinerja (remunerasi), tunjangan jabatan, honor orang jam (OJ), dan sisa perjalanan dinas. Untuk standar gaji PGPS bisa dilihat di Google, saya lupa nilai berapa, tergantung anda S1 dengan pangkat awal III/a atau S2 dengan pangkat awal III/b. Seingat saya gaji PGPS untuk III/a itu Rp 2,3 juta. Remunerasi sekitar sebesar gaji, ya katakanlah Rp 2 juta, tunjangan jabatan Perekayasa ya sekitar katakanlah Rp 750 ribu, honor orang jam sekitar 1,5 juta, dan sisa perjalanan dinas katakanlah 1,5 jt per bulan. Jadi total bisa dapat 8 juta kurang lebih.

    Dengan isteri tidak bekerja dan 2 anak, insya Allah cukup. Karena sebagai PNS gaya hidup kita seperti seorang Pramuka, makan seadanya. Persis gaya hidup guru, tentara, polisi. sama lah. Dan karena kita bisa hidup sederhana walau dapat uang sekecil apapun kita syukuri. Kota Serpong lumayan nyaman, tapi pemandangan gemerlah 1-2 km dari Puspiptek sudah sampai BSD. Jalan ke kantor dari rumah kita melawan arus, jadi bis jemputan cepat sekali sampai, mungkin hanya 40 menit saja sudah sampai kantor.

    Kalau anda Teknik Mesin ya bisa jadi Perekayasa Mesin Transportasi atau Mesin Energi. Karir top adalah Perekayasa Utama seperti halnya Profesor Riset, tapi seperti halnya saya, anda masih bisa nyambi kerja sebagai Dosen, atau Konsultan nantinya.

    Reply

  55. sesi
    Nov 10, 2013 @ 13:22:00

    pak mau tanya kalo geofisika biasanya kerja dimana? kalau yang di pusat (thamrin) biasanya dari jurusan apa saja?
    oh iya pak yang diambil untuk jobtest/wawancara itu diambil brapa orang dari yang lulus TKD&Psikotest ataukah semua akan dianggil wawancara asalkan lulus passing grade?
    terimakasih pak.

    Sesi,
    Kebetulan di tahun 2010 anak saya dari Geofisika juga test masuk BPPT dan diterima, dia waktu itu mau ditempatkan ke UPT Baruna Jaya, katanya 1 bulan penuh ikut kapal berlayar keliling Indonesia. Anak saya posisi waktu itu sudah kerja di Pertamina EPTC, akhirnya anak saya memutuskan tidak jadi masuk PNS BPPT, karena ia memilih tetap di Pertamina (walaupun sekarang sudah pindah ke BRI).
    Yang di Thamrin bisa dari jurusan apa saja : T. Elektro, T. Informatika, dsb, kayaknya semua jurusan ada semua deh. Yang dipanggil job test ya tergantung ratio jumlah lowongan dibanding jumlah pelamar. Misalnya anak saya dari Geofisika dulu, yang melamar 4 orang, jumlah lowongan ada 2, jadi ya semua 4 orang itu di-job test, walaupun yang lolos hanya 2, anak saya mundur, akhirnya digantikan temennya yang semula tidak lolos job test-nya. Begitu. Kalau jumlah lowongan sedikit yang melamar banyak, ya mungkin yang lolos job-test juga hanya sedikit. Kira-kira seperti itu Sesi…

    Reply

  56. tiche
    Nov 18, 2013 @ 08:16:02

    pak untuk tes cpns tahun ini, apakah sdh ada pengumuman hasil tahap pertama (TKD-TKB) yg lolos ke tahap selanjutx (wawancara-jobtest)? kalau belum, kira2 kapan pengumumanx? apakah peserta yg lolos smuax mengikuti jobtest atau hax formasi tertentu yg ikut jobtest?
    trima kasih sblumx

    Tiche,
    Saya tidak tahu apakah PKD-TKB sudah diumumkan Tiche, soalnya saya posisi sudah pensiun, tidak jadi pegawai negeri lagi. Coba aja Tiche cek lewat website, kalau nggak datang ke kantor BPPT di Jalan Thamrin, kalau sempet.
    Mestinya yang lolos jobtest disesuaikan dengan lowongan per bidang keahlian yang ada. Misalnya lowongan untuk Teknik Elektro ada 6, mungkin yang dijobtest ya sekitar 3-4 kalinya sekitar 18 sampai 24 orang. Sedang misal untuk lowongan Geofisika ada 2, mungkin yang dijobtest bisa 3 kalinya jadi ada 6 orang (waktu anak saya yang dari Geofisika mau masuk BPPT, lowongan ada 2 yang melamar ada 4 orang, jadi peluang = 2/4 = 50 %).

    Reply

  57. tiche
    Nov 23, 2013 @ 07:36:10

    saya kembali bertanya pak, untuk hasil tes TKD-TKB BPPT kmrn apa ada kabar kapan diumumkan, soalnya dari pengumuman sblumx kalo hsil tes akan diumumkan minggu ke2 november sdngkn ini sdh lwt mnggu ke2, smentara instansi lain jg sdh ada yg m’umumkan hsilx…saya sudah pernah cek ke webx tp tak ada tanda2 pengumuman dan pernah mencoba mengirim ke email bppt dan bertax di webx tp tak ada blsn serta mencoba telpon ke BPPT, tapi hanya nada bising tak ada suara. saya cuma butuh kepastian jadwalnya sj pak, soalnya takut kalo nnt pengumuman dan pemanggilan jobtest sdh dilaksanakan. agak resah juga pak.

    Tiche,
    Tidak perlu bingung dan tidak perlu resah. Pantau terus web BPPT yang dimaksud yang sedianya untuk mengumumkan hasil psikotest di BPPT sekalian menunggu panggilan Job Test, bila ada.
    Setahu saya saat ini berbagai Biro dan Bagian di BPPT sedang dalam proses pindahan ke Gedung Baru di Puspiptek Serpong, jadi mungkin tidak ada yang mengangkat telponnya. Kan sudah diumumkan, tidak perlu bertanya melalui telpon, tapi pantau terus website-nya.
    Bila perlu mulailah melamar ke lowongan-lowongan pekerjaan yang lain.
    Ayoooo….tetap semangat….Tiche pasti bisa !

    Reply

  58. uma
    Nov 23, 2013 @ 09:29:29

    dalam web BPPT Pak, tertera bahwa tidak ada kontak langsung dengan BPPT karena semua hal terkait dengan pengadaan CPNS BPPT akan diumumkan melalui web BPPT….seperti daftar Frequently Asked Question (FAQ) pada web BPPT…..
    “Apakah ada pemanggilan melalui surat untuk mengikuti suatu tahapan seleksi?
    Tidak ada. Semua informasi akan diumumkan melalui portal lamaran BPPT :
    http://lowongan.bppt.go.id
    maka saya berkesimpulan bahwa kami belum tentu bisa mendapatkan informasi jika langsung bertanya ke kantor pak….

    agak bingung mencari solusinya pak…

    Sukma,
    Tidak perlu bingung, tunggu saja dan pantau terus web BPPT tersebut kalau-kalau anda dipanggil untuk Job Test.
    Tidak perlu khawatir, tempat lain juga banyak pekerjaan untuk lulusan Biologi kok. Jikapun tahun ini nasib belum bisa masuk BPPT, coba lagi tahun depan.
    Ayooo…tetap semangaaat…!

    Reply

  59. caca
    Nov 25, 2013 @ 09:00:15

    pak saya ingin bertanya, wawancara di bppt menggunakan bahasa inggris atau indonesia? setelah itu apakah ada tes kesehatan juga pak?
    mohon informasinya pak, terimakasih.

    Caca,
    Biasanya wawancara dalam bahasa Indonesia.
    Tetapi anda juga akan ditanya kemampuan bahasa Inggris anda.
    Jika kemampuan bahasa Inggris anda excellent (menurut pengakuan anda), mungkin saja wawancara diubah jadi dalam bahasa Inggris.
    Kebanyakan Peneliti/Perekayasa BPPT adalah lulusan AS atau Inggris, jadi rata-rata pintar berbahasa Inggris.
    Test kesehatan setahu saya tidak ada, tetapi dari penampilan fisik anda dan catatan di psikotest anda akan ketahuan apa hambatan kesehatan anda. Tapi “medical check up” seperti di perusahaan lainnya, tidak ada.
    Tetap semangaaat….dan Salam…

    Reply

    • syahrany
      Nov 29, 2013 @ 23:45:20

      Salam Pa Tri, apa kabar? Semoga sehat terus ya Pa.

      Pa, alhamdulillah saya lolos TKD BPPT. Ada beberapa pertanyaan yang saya mau tanyakan Pa.
      1. Apabila saya telah lulus S1, tetapi saya melamar memakai D3, apakah untuk penyetaraan nya itu butuh proses yang lama dan sulit?
      2. Berapa lama bisa pindah unit atau kota, apakah 2 tahun sudah bisa minta pindah? Yang saya tahu, untuk tahun ini penempatannya hanya di Bekasi, Lampung, Bali dan Yogya.
      3. BPPT apakah ada yang di Bogor Pak?
      4. Untuk karir orang IT sendiri, katanya bagus ya Pa? Bisa diikutkan seminar2 atw penelitian2 atw kuliah lg y Pa?
      Terima kasih banyak atas perhatian nya Pa. Salam sukses.

      Rany,
      Saya jawab pertanyaannya satu per satu ya :

      1. Menurut saya yang penting Rany harus jadi CPNS, kemudian PNS dulu. Masalah penyetaraan dan sebagainya diurus sambil jalan saja. Sebenarnya transfer dari Gol. II/b (karena lulusan D3) ke Go. III/a (karena lulusan S1) relatif lebih sulit dibandingkan dari Gol. III/a ke III/b (karena lulusan S2). Itu kuncinya.

      2. Kalau untuk lowongan PNS BPPT sekarang hanya untuk Bekasi, Lampung, Yogya dan Bali, ya terima saja yang penting bisa jadi CPNS terus jadi PNS. Transfer pindah ke kota lain di BPPT relatif lebih mudah daripada pindah ke luar kota di lingkungan bank pemerintah…!

      3. BPPT tidak ada yang di Bogor….sorry….:)

      4. Untuk orang IT di BPPT wah itu sorganya, ada masalah High Performance Computing (HPC), ada masalah CNS/ATM (Communication, Navigation, Surveillance/Air Traffic Management) untuk pesawat terbang, ada masalah Computer Security (mengenai enkripsi data agar anti sadap), dan sebagainya. Dan peneliti IT (seperti saya) bisa melakukan apa saja : sekolah lagi hingga S2, S3, ikut berbagai seminar di DN maupun LN, ikut berbagai riset baik di BPPT sendiri atau diminta oleh lembaga lain (Kemendagri, KPU, dsb). Jadi lumayan bebas, saya sendiri jadi IT Auditor dan (nyaris) mendapatkan sertifikasi CISA (Certified Information Systems Auditor) yang kerjaannya lumayan banyak seperti mengaudit IT-nya BUMN yang ada di Indonesia.

      Reply

  60. dira
    Nov 30, 2013 @ 14:07:24

    Selamat sore Pak Tri, :)
    Alhamdulillah saya lolos tes TKD BPPT tahun ini pak. Saya ingin bertanya, kalo lulusan S1 Teknik Kimia kira2 kerja di unit apa ya pak? kemudian untuk jobtest / wawancara nya bagaimana pak, apakah ada kisi2 dari pak tri, terutama untuk formasi teknik kimia. Mohon penjelasannya bapak.. :D
    Terima Kasih :)

    Dira,
    Selamat ya anda sudah diterima test TKD BPPT. Kalau Teknik Kimia bisa ditempatkan di Lampung, Bekasi, atau Bali, kecuali Yogya.
    Teknik Kimia kan keahliannya Teknologi Process, ya mungkin nanti disuruh membuat biodiessel di Lampung, atau menciptakan Keramik yang bermutu di Bali (yang BPPT Bekasi, saya belum dapat infonya mengerjakan apa, maklum saya sudah pensiun sekarang).
    kALAU Yogya kan masalah teknik pantai, kebanyakan adalah staf yang berlatar belakng Teknik Sipil, khususnya Sipil Basah (bangunan air)…

    Reply

  61. jojo
    Dec 02, 2013 @ 12:07:58

    Selamat Sore pak.. ;)
    saya lolos tkd bppt, sedang menunggu untuk jadwal job test. Formasi 2 orang, yang dipanggil job test ada 20 orang ;( semoga rejeki ;)
    pak, kalau untuk jurusan S1 Arsitektur, kira2 nantinya akan ditempatkan dimana ya pak? apakah di serpong, lampung, jogja, ataukah surabaya?
    mohon informasinya sebagai pandangan awal pak?

    terima kasih sebelumnya..

    Jojo,
    Wah…selamat dulu sudah lolos psikotest untuk CPNS BPPT 2013…tinggal sekarang berharap walaupun kans hanya 10 % (=2/20)…hehehe….tapi kan pekerjaan itu seperti jodoh, jadi ya tinggal berdoa aja…
    Kalau Arsitektur kemungkinan besar ya di Serpong, mungkin untuk mengganti beberapa Arsitek kita yang masuk masa purnatugas (pensiun)…mungkin ditempatkan di bawah Settama di Biro-Biro Supporting (Biro Umum, dsb)….atau ditempatkan di studi tentang Perencanaan/Inovasi Perkotaan (Built Environment)…..tapi ini dugaan saya lho…

    Reply

  62. Wina
    Dec 03, 2013 @ 14:36:27

    Salam Bp. Tri. :-)
    Perkenalkan saya wina, lulus TKD, dengan jurusan Kimia Murni. Kalau Kimia Murni itu dibidang atau Pengkajian mana pak? (saya lihat di web bppt misalnya seperti: ada Kebijakan Teknologi, Sumber Daya Alam dan Kebencanaan, AgroIndustri&Bioteknologi). Untuk lokasi wilayahnya dimana saja pak? Kalau di Kimia itu biasanya mengerjakan apa di BPPT pak?
    Aduh, maaf pak, pertanyaan saya ada 4 (agak banyak). Mohon bantuannya informasinya pak. Terima kasih banyak Bp. Tri, semoga Bapak dan keluarga sehat selalu. Sukses ya pak ;-)

    Wina,
    Wah….selamat ya Wina sudah lulus TKD BPPT, dan sekarang tinggal nunggu job test aja….
    Karena Wina dari Kimia murni, mudah-mudahan saya agak tepat nih nebaknya….hehe…
    Kayaknya Wina kalau jadi diterima di BPPT akan ditempatkan di Kedeputian TAB (Teknologi Agro-Bioteknologi), di sana banyak menangani masalah pertanian (tissue culture, seperti membuat “kambing Dolly” atau “bibit Aloe vera sp”) atau masalah obat-obatan (membuat reagen diagnostika….tapi ini apa…saya tidak tahu, maklum Kimia saya selalu dapat 4, walaupun Matematika saya selalu dapat 9…hehe)..
    Kemungkinan besar Wina akan ditempatkan di Serpong. Wina bisa tinggal dimana saja di Jabodetabek, karena bis jemputan BPPT ada sekitar 50 bis yang jurusannya ke segenap penjuru Jabodetabek…
    Sekali lagi selamat ya…

    Reply

  63. None
    Dec 04, 2013 @ 14:13:08

    Sebelumnya Trima kasih banyak pak Tri yang sudah meluangkan waktunya dan banyak memberikan info pada kita semua tentang BPPT, semoga pak Tri sehat dan happy selalu :D

    Pak Tri, saya juga lulus tes TKD BPPT untuk jurusan S1 Teknik Elektro (ada sekitar 11 posisi S1 dan 1 Posisi D3, jumlah lulus tes TKD 120an), saya ada beberapa pertanyaan dan saran pak :
    1. Untuk jurusan Teknik Elektro (Telekomunikasi Multimedia) kira2 ditempatkan dimana ya pak ? apakah di Thamrin juga ?
    2. Waktu tes TKD dulu kita juga sekalian tes TKB (Menggambar) tapi pengumuman tes terakhir adalah psikotes dan wawancara, bisa minta pandangan pak Tri kisi2 tes Psikotes dan wawancara nya pak ?
    3. Untuk tes wawancara kira2 yang perlu dipersiapkan apa aja ? apakah perlu menghafal profil BPPT (visi misi) atau isu update atau persiapan knowledge diri sendiri ?
    4. Bisa minta tips dan tricknya pak agar bisa lolos diterima sebagai CPNS BPPT tahun ini ..

    Trima kasih banyak

    Mas None,
    Wah…Teknik Elektro tetap kompetitif ya masuknya ke BPPT, di tahun 2008 dulu ada 6 posisi yang mendaftar ada 60 orang, berarti 10% diterima. Tahun 2013 ini rupanya sama, lowongan ada 11 orang, yang mendatar 121 orang, jadi yang akan diterima sekitar 10% juga.

    Psikotest itu hanya yang pertama saja, setelah lulus dari psikotest, ya tinggal Job Test.

    Tujuan Job Test BPPT adalah mencari tahu apakah calon adalah calon yang mentalnya kuat, diberi tugas apapun mau menerima dan bisa mengerjakan, termasuk diminta perjalanan dinas ke luar kota, menginap kadang di hotel kadang di tengah ladang atau hutan, punya fisik yang prima dibuktikan tidak hanya bisa jalan (naik mobil) di jalan halus saja tetapi juga kalau perlu bisa sampai pedalaman Kalimantan. Mempunyai kepercayaan diri terhadap kemampuan diri sendiri, tetapi juga bisa bekerja sama dengan teman tidak hanya sesama Teknik Elektro tetapi juga kalau ada kolaborasi dengan ilmu-ilmu lainnya (karena studi atau proyek di BPPT kebanyakan bersifat multidisipliner). Mempunyai minat menjadi ilmuwan (perekayasa, peneliti) yang tangguh, dibuktikan dengan senang membaca apa saja dan senang mendengarkan radio atau TV. Bisa menerima nasib sebagai PNS dengan gaji pas-pasan.

    Kalau tidak bisa itu semua, lebih baik tidak datang saja sekalian di Job Test BPPT !

    Ini mungkin skenario sesi tanya jawab Job Test nanti untuk Teknik Elektro (ilmu lain silahkan memodifikasi pertanyaan dan jawaban). Biasanya Job Test anda menghadapi 2 atau 3 orang dari User (unit kerja tempat anda nanti akan dipekerjakan).

    Penanya A (Ketua) : Silahkan duduk, siapa nama anda ?
    Jawab anda : Vitra
    Penanya B (Anggota) : Anda lulusan mana, tahun berapa ?
    Jawab anda : EL ITB, 2013.
    A : Anda pernah kerja dimana saja ?
    Anda : Sebagai pegawai belum pernah, tetapi selama mahasiswa pernah kerja di Encona (sebutkan nama perusahaan) sebagai teknisi elektro Teknik Telekomunikasi.
    B : Apa tujuan anda bekerja di BPPT ?
    Anda : BPPT diketahui sebagai lembaga pemerintah yang banyak studi/proyek di bidang Telekomunikasi.
    A : Apa saja misalnya ?
    (
    Nah, di sini pentingnya anda juga tahu apa saja yang telah dikerjakan oleh BPPT di ilmu anda)
    Anda : BPPT dari yang saya baca di Koran (sebutkan korannya, Kompas adalah paling aman) BPPT punya proyek e-Pemilu dan e-Voting yang memerlukan aplikasi mobile untuk mengirimkan data dari TPS ke Pusat (KPU bekerja sama dengan BPPT) untuk e-rekapitulasi (rekap hasil perhitungan suara di TPS-TPS seluruh Indonesia). Saya baca BPPT pernah mempraktekkan hal ini di Kabupaten Jembrana-Bali, di Kabupaten Bantaeng-Sulsel, dan di Kabupaten Boyolali-Jateng.
    B : Koran atau majalah apa saja yang biasa anda baca ?
    Anda : KOMPAS sehari-hari saya baca di kost-an/asrama ITB, selain itu ada juga KORAN TEMPO yang disenangi teman-teman saya, saya sendiri juga membaca The Jakarta Post (nilai plus untuk kemampuan bahasa Inggris !)
    A : Lalu acara TV apa yang paling anda senangi ?
    Anda : Saya di Asrama tidak ada TV (atau TV asrama buat nonton bola mulu sama teman2), saya ebih banyak lihat YouTube.
    B : Anda nanti tahu kira-kira anda akan ditugasi apa kalau diterima di BPPT ?
    Anda : (Walaupun ini mengawang-ngawang dan mengarang-ngarang seperti mengambil dari udara, tetapi sebaiknya anda menjawab bagus di sini). Kira-kira tahu. Saya akan diminta membaca hasil riset di bidang telekomunikasi. Saya akan ditugasi bergabung ke suatu studi/proyek, dan saya akan ditugasi menyelesaikan masalah telekomunikasi. Mungkin saya akan mencek beberapa standar tentang telekomunikasi yang ada saat ini (sebutkan beberapa standarnya, dari X25 sampai IEEE sekian sekian kalau anda hapal).
    A : Sekarang pertanyaan yang agak sulit ya. Apakah anda pernah bepergian dengan pesawat terbang ?
    Anda : Pernah (jawaban yang bagus, “tidak pernah” adalah dead blow !!).
    A : Anda tahu navigasi penerbangan atau pernah denger yang namanya CNS/ATM ? (Saya di sini tidak mengarang, tetapi ilmu terbaru yang ada di ilmu anda kelihatannya akan ditanyakan !!!!)
    Anda : Hmmmmmm…..apa ya….(kalau anda ngejawab seperti ini, double dead blow !!!!). Oh ya saya ingat Pak/Bu. CNS/ATM adalah singkatan Communication, Navigation, Surveillance/Air Traffic Management….yaitu suatu sistem tercanggih dan terbaru dari teknik telekomunikasi, radar dan satelit untuk keselamatan dan keamanan penerbangan…
    A : (wajahnya terlihat puas)….wah…bagus…bagus….bagus… Job Test selesai, silahkan pulang, nanti bila diterima anda akan kami beritahu….bla…bla…bla…

    [Demikian kira-kira skenario Job test, anda ditanya hal yang sepele, teori dasar, sampai dengan teknologi yang paling canggih]…

    Reply

  64. Fitra Hidiyanto
    Dec 05, 2013 @ 10:51:40

    Met pagi pak Tri,
    Saya sudah lulus TKD dan TKB (tes gambar), sedangkan saat ini sedang menunggu untuk tes berikutnya yaitu Psikotes dan Job test, boleh minta tolong kisi2 atau tips dan tricknya untuk lolos tes Psikotes dan wawancara ini pak Tri, kalo tahun sebelum2nya materi apa yang mesti dipersiapkan agar lulus tes Psikotes dan job test ini ? dan Untuk jurusan Teknik Elektro kira2 penempatan dimana ?

    Terima kasih

    Fitra,
    Kisi-kisi coba baca jawaban saya ke teman anda tadi (mungkin di atas pertanyaan anda ini). Saya sudah memberikan sedikit kisi-kisi untuk Job Test.

    Untuk Elektro kayaknya di Serpong deh penempatannya, ada sekitar 40 bis dari berbagai tempat di Jabodetabek, jadi anda bisa kost dimana saja atau tinggal di rumah sendiri. Soalnya di Tulang Bawang, Sulusuban, Lampung kebanyakan lulusan Biologi atau Teknologi Pangan atau Teknologi Proses (Teknik Kimia). Di Bali kebanyakan Teknik Material atau Desain Produk, dan di Yogya kebanyakan Teknik Sipil jurusan bangunan pantai.

    Reply

  65. TITI
    Dec 05, 2013 @ 12:06:34

    salam kenal pak…
    saya atti, saya baru lulus tahun ini dan alhamdulillah lulus tahapan TKD dengan nilai yg memuaskan..
    saya lulusan D3 Analis kimia, yang ingin saya tanyakan, saat ini saya baru diterima kerja dan sudah bekerja selama seminggu di salah satu BUMN daerah jabodetabek tetapi masih sbagai pegawai tidak tetap dengan kontrak kerja 2 tahun, dan jika ingin menjadi pegawai tetap bumn tersebut harus mengikuti seleksi lagi…
    antara bppt dan tempat kerja saya sekarang merupakan bidang yg saya sukai, saya masih bingung memilih antara bppt dan perusahaan BUMN tersebut, karena jika nanti saya lulus dan memilih bppt maka saya harus membayar penalti sebesar sisa bulan kontrak dikali besar gaji perbulan yg besarnya bisa sampai 70 juta..
    bagaimna pendapat bpak??
    terus dengan bidang saya kira-kira sya ditempatkan dmna ya?
    peluang untuk D3 analis kimia bgaimana ya? kemudian jika saya sudah melanjutkan S1 apakah mudah untuk penyesuaiannya?
    saya ingin bekerja dimana saya masih bisa berperan sbgai istri dan ibu yang baik jika saya sudah menikah nanti..
    apakah di bppt ada fasilitas mess dan transportasi??
    maaf pak pertanyaan saya banyak… mohon bantuannya ya..
    terma kasih banyak^^
    semoga waktu dan pikirannya menjadi berkah… amiin

    Titi,
    Anda dari Akademi Kimia Analis Bogor ya ?
    Kalau tujuan anda jangka panjang, bekerja di BPPT itu paling ideal, karena sebagai ibu rumah tangga masih bisa disambi/ijin momong anak, sedangkan di BUMN walaupun gaji mungkin lebih tinggi daripada BPPT tapi kalau BUMN kan tidak boleh mbolos.
    Transportasi untuk BPPT disediakan sekitar 40 bis ukuran sedang (seperti Miniarta/Metromini) untuk banyak jurusan di Jabodetabek. Tapi mess tidak disediakan, kecuali mungkin di BPPT di kota lain.
    Saran saya, kalau keluar dari BUMN sekarang anda harus bayar penalti 70 juta, ya nikmati dulu kerja di BUMN itu selama 2 tahun ini sehingga anda tidak perlu bayar penalti. Terus nanti 2 tahun lagi toh bisa ikut test BPPT lagi, dan mungkin nanti anda sudah S1.
    Tapi apapun keputusannya, sebaiknya dibicarakan dengan pacar, calon suami, atau suami anda dulu bagaimana sebaiknya.
    Kalau proses dari D3 ke S1 cukup mudah, malah ada staf unit kerja saya dulu dari SMA ke S1 juga mudah kok.

    Reply

  66. MIna Reqina
    Dec 06, 2013 @ 21:25:36

    Salam pak tri,
    Saya Reqina lulus TKD juga pak tri, saya masih bingung kisi2 materi ujian psikotes lanjutan di ujian TKB nanti dan biasanya apa pertanyaan Primer/utama yang memegang poin penting dalam penerimaan PNS BPPT pak Tri, soalnya saya udah tes wawancara di kementrian lain sebelumnya tapi gagal.

    Trima kasih
    moga sehat selalu ya pak …

    Mina,
    Saya sudah kasih kisi-kisi wawancara Job Test nanti seperti apa, yaitu di jawaban saya terhadap penanya terdahulu di posting ini (tinggal dilihat aja beberapa komentar ke atas)…
    Semoga sukses dan dapat diterima di BPPT…

    Reply

  67. nunu
    Dec 09, 2013 @ 17:56:06

    Salam kenal pak,
    saya nunu dan alhamdulillah lulus TKD dan psikotes (gambar) untuk tahun ini.
    kemaren baru ada pengumuman bahwa akan diadakan lagi tes untuk Psikotes lanjutan dan Jobtest dengan waktu yang berbeda (tgl 18 dan 19 desember).
    yang saya tanyakan, psikotes lanjutan itu tesnya seperti apa ya pak? dan kira2 pertanyaan untuk jobtes biasanya mengenai apa ya?
    kalau untuk jurusan Sistem Informasi (ilmu komputer) kemungkinan besar di tempatkan dimana pak? serpong, lampung, jogja atau surabaya? soalnya yang dibutuhkan untuk jurusan saya lumayan banyak, ada 48 orang. terimakasih

    Nunu,
    Wah…bener nih kalau lowongan untuk Sistem Informasi ada 48 orang ?
    Siapa tahu anda salah sangka, mungkin yang dibutuhkan sekitar 5 orang ngkali,
    karena biasanya untuk jurusan-jurusan komputer rasio lowongan terhadap yang mendaftar
    sekitar 1 : 10.
    Kemungkinan yang background-nya Sistem Informasi akan ditempatkan di kantor pusat (Thamrin)
    ataupun kantor cabang/lab (Serpong). Kemungkinan menempatkan Sistem Informasi di
    Bali, Yogya atau Lampung, kalaupun ada, maksimal 1 orang per tempat.
    Kisi-kisi Job Test sudah saya paparkan sebagai jawaban penanya sebelumnya, anda tinggal lihat aja
    sedikit ke atas…

    Reply

  68. TITI
    Dec 09, 2013 @ 20:26:46

    oh gitu ya pak.. hhehe makash..
    klo misalnya saya lulus TKB bppt sebagai tahapan terakhir ttapi sya tidak mengambilnya apkah ada penalti?
    bgaimana peluang karir dan beasiswa jurusan analis kimia di bppt? menurut teman saya menjadi cpns dibwah kementrian harus siap dtugaskan dmnapun termasuk daerah yg jauh… apakah benar???
    maaf pak banyak bertanya… terima kasih pak… ^^

    Titi,
    Sebenarnya anak perempuan saya yang waktu itu sudah bekerja di Pertamina juga pernah melamar ke BPPT dan diterima, tetapi malam sebelum ia diharuskan melapor esok paginya ke BPPT, ia bilang ke saya bahwa ia tidak mau pindah ke BPPT dari Pertamina.
    Jadi paginya saya melaporkan ke staf SDMO yang sudah menggelar meja di Lantai 1 untuk menerima calon CPNS, bahwa anak saya mengundurkan diri dan saya pesan kepada staf SDMO tersebut “Mas, sebaiknya pelamar dengan nilai berikutnya diterima untuk mengisi lowongan ini..”
    Jadi alangkah bijaknya Titi, lebih baik anda kalau sudah diterima, datang aja ke BPPT pada hari H dan mengatakan bahwa anda mengundurkan diri tidak jadi bekerja di BPPT, supaya pelamar berikutnya bisa masuk menggantikan anda untuk menjadi calon CPNS BPPT.
    Kalau anda terlanjur masuk ke BPPT kemudian mengundurkan diri setelah itu, itu namanya tidak punya rasa kasihan terhadap puluhan calon pelamar yang berebut untuk bisa masuk ke BPPT. Think about it…

    Reply

  69. nunu
    Dec 10, 2013 @ 11:15:42

    terimakasih udah dibalas pak..

    bener kok pak.. ada 48 orang yang akan diterima. tapi untuk jurusan Sistem Informasi, IT, Teknik komputer dan Sistem Komputer. kl disana ditulisnya semua digabung. sedangkan yang lolos dr TKD ada 288 orang.
    oh iya, jadi kalo untuk psikotes lanjutan biasanya tesnya seperti apa ya pak?

    Nunu,
    Lihat jawaban saya ke penanya sebelumnya, di atas sini…

    Reply

  70. isti
    Dec 11, 2013 @ 12:29:32

    salam kenal pak,, mau tanya klo untuk bidang akuntansi, kira2 tips dan kisi2 interview nya apa aja yaa pak?? minta saran dan masukkan nya yaa pak :)

    Isti,
    Ya karena BPPT itu kantor pakarnya teknologi, coba deh dekati dengan IT semua proses pencatatan secara Akuntansi itu sehingga accountable.
    Pelajari Sistem Informasi Akuntansi (SIA), terus pelajari IT Governance dalam hubungannya dengan Akuntansi terutama Audit IT sebagai bagian dari Financial Audit.
    Gitu aja, selebihnya, berikan jawaban yang jujur tapi meyakinkan untuk setiap pertanyaan, dan bersedia ditempatkan di cabang BPPT dimana saja di Indonesia. Kira-kira itu kuncinya.
    Good luck !

    Reply

  71. isti
    Dec 11, 2013 @ 13:56:57

    dear pak tri, msh menyambung pertanyaan sya di atas, alhamdulillah sya lolos TKD, dan sedang persiapan untuk Tes Kepribadian n Tes Wawancara,, Minta tips dan kisi2 untuk pertanyaan2 apa saja yg akan di tanyakan untuk jurusan akuntansi ya pak?

    Isti,
    Sudah saya jawab di pertanyaan Isti di atas ya.
    Jawab dengan lugas, dan jujur.
    Selebihnya berdoa, selebihnya lagi pasrah…
    Good luck !

    Reply

  72. Lulu
    Dec 11, 2013 @ 22:32:51

    Dear Pak tri, perkenalkan saya Lulu Pak, Alhamdulillah sudah lulus TKD, maaf sy mw tnya Pak, setelah saya menyimak pertanyaan2 di atas sepertinya banyak yg bingung dgn psikotest lanjutan. Jadi angkatan yg mengikuti sistem CAT sekarang sbnrnya pd saat TKD sudah mengikuti semacam psikotest / tes kepribadian. Namun stelah lulus tkd msh ada psikotest lanjutan. Mngkin bpk ada info mengenai Hal tsb, mohon pencerahannya. Terimakasih Pak..

    Lulu,
    Justru sekarang setelah adanya CAT, saya jadi tidak tahu yang disebut “Psikotest Lanjutan” itu seperti apa. Tahun-tahun sebelumnya belum pernah ada.

    Dulu ada Psikotest sehari penuh, dari pagi sampai siang. Tapi kan sekarang itu sudah digantikan dengan CAT. Menurut saya, tidak ada Psikotest lanjutan, dalam arti yang seperti CAT itu. Kalaupun ada, paling ngisi daftar riwayat hidup dan ditanya-tanya, tetapi kalau sudah begini, namanya adalah Job Test. Dan tanya-jawab Job Test sudah saya berikan contoh skenarionya waktu menjawab penanya di atas.

    Gini deh, saya doain aja Lulu masuk BPPT, oke ?

    Lulu, saya ingat. Sering-sering nanti calon CPNS yang lolos kan dipanggil untuk Job Test di Unit Kerja tertentu. Nah, begitu calon datang biasanya tidak di-Job Test dulu, tapi diminta untuk membuat paper 10-15 lembar mengenai latar belakang pendidikannya dan bidang kerja yang akan dikerjakan nanti, misalnya latar belakang Sistem Informasi (SI) yang akan bekerja di Pusat Difusi Teknologi, maka dia harus nulis tentang cara penggunaan website, internet, hypermedia untuk menyebarluaskan (mendifusikan) teknologi tertentu…terutama teknologi yang berguna bagi masyarakat….misalnya RFID, yang ada di Flazz Card-nya BCA atau di e-Toll card-nya Mandiri, dan saat ini sedang dipakai untuk mendistribusikan bensiun premium (bensin bersubsidi) di masyarakat….

    Reply

  73. Lulu
    Dec 13, 2013 @ 23:23:47

    Hehe,, wah terimakasih banyak Pak atas doa dan info nya..
    Jurusan sy kimia pak, kemungkinan penempatannya kan ada bbrp unit y. saya ceritanya soal unit harapan sy aja y pak?

    Maaf ya pak nanya terus
    Semoga bapak sehat selalu, sehingga bisa terus sharing2 sama qt ^^

    Lulu,
    Kalau jurusan anda Kimia, nanti unit kerjanya kalau gak salah di TAB = Teknologi Agro Bioteknologi, jadi kalau jurusan Kimia ya misalnya membuat reagen, atau obat, atau pupuk, begitu kira-kira….
    Asal anda ceritanya masih terkait dengan Kimia, pasti bagus kok. Jangan lupa waktu diwawancara anda harus kelihatan termotivasi dan bisa melakukan segalanya, walaupun jauh di ujung wilayah Indonesia…..

    Semoga sukses, saya doakan supaya Lulu lolos….hehe

    Reply

  74. ida
    Dec 15, 2013 @ 16:47:32

    haloo pak Tri …perkenalkn nama saya ida….mw tanya kisi2 job test paling umum untuk Ilmu kompuetr apa ya?? apakah ditanya tentang teknologi saat ini?? …Terimakasih ^_^

    Ida,
    Kisi-kisi Job Test BPPT untuk Ilmu Komputer/Teknik Informatika ya..
    Saya coba ya, dengan merunut apa saja proyek BPPT yang berhubungan dengan komputer seperti list di bawah ini :
    - IS/IT Audit (di Pusat Audit Teknologi)
    - e-Commerce, e-Licensing, e-Voting, e-Procurement, e-Business (di PTIK)
    - High Performance Computing (di PTIK)
    - CNS/ATM untuk penerbangan (Communication, Navigation, Surveillance/Air Traffic Management)
    - Remote Sensing (di Kedeputian TPSA)
    - GIS (di Kedeputian TPSA)
    - Natural Language Processing (di PTIK)
    - Employee/Personnel Database (di Settama)
    - e-Project (di Settama)
    - Video Production (di Settama)
    - Text Setting dengan Tex, LaTex (di Settama)
    - Emme/2 untuk Transportasi (di Pusat Transportasi)

    Khusus di Pusat Audit Teknologi,pelajari Framework berikut ini :
    - CoBit 4.2/Cobit 5 (Control Objective for Business-related Information Technology)
    - ITIL v3 (IT Infrastructure Library)
    - ISO 20000 (IT Services)
    - ISO 27000 (IT Security)
    - ISO 9000 (Quality Management System, untuk IT Quality Assurance)

    Ketahui juga :
    - Enterprise Resource Planning (ERP)
    - Software untuk ERP Implementation seperti : SAP, dsb

    Demikian, mudah-mudahan Ida lolos dan diterima di BPPT…amiiiin…

    Reply

  75. Edward
    Dec 16, 2013 @ 17:55:21

    Halo Pak tri,
    apa kabar ? semoga tetap makin sehat dan penuh semangat yah :)

    Saya Edward yang pernah mendapat ilmu2 berharga dari bapa sewaktu kuliah dulu :D , kebetulan saya sedang cari2 info tentang ujian di BPPT egh ketemu blog yang tak asing lagi, ternyata punya pak Tri.
    saya baru tau ternyata pak tri pensiunan dari BPPT toh.

    oh iya pak, saya tahun ini melamar ke BPPT (jurusan IT), formasi tahun ini sekitar 48 formasinya gabungan ( IT/SI/SK/MI/ dll) .
    yang sudah lolos dari sistem CAT sekitar 270an peserta untuk lanjut tahap selanjutnya psikotest & jobtest / wawancara.

    sebenarnya saya ingin tanyakan untuk jobtest / wawancara untuk formasi (IT/SI/SK/MI/DLL) tersebut biasanya berkaitan dengan apa ?
    tapi saya liat bapa sudah jawab di atas, jadi sepertinya saya udah ada bayangan.
    he…he…he
    Oh iya, mohon doanya yah pak, mudah2an saya bisa keterima di BPPT

    Dan Terima kasih pak buat info2nya di blog ini :D

    Edward,
    Wuah…hahaha…ternyata anda mau mengikuti jejak saya jadi pegawai BPPT ya….”You wanna fill my shoes“, istilah Amriknya seperti itu…hehehe…

    Iya, tadi sudah ada yang nanya apa kisi-kisi soal Job Test di bidang IT (TI/SI/SK/KA), dan saya sudah berikan kisi-kisinya. Tapi seperti saya sudah jawab sebelumnya juga, kemungkinan hari pertama anda diundang Job Test itu hanya ketemu Direktur Pusat dari unit kerja yang akan menerima anda nanti, setelah itu ada kemungkinan anda diberi waktu 1 minggu untuk membuat paper yang judulnya diberikan oleh unit kerja itu. Biasanya seperti itu. Jarang yang begitu datang anda langsung ditanya ini itu…

    Karena dengan memberi paper kan Job Test-nya lebih fair bagi semua orang, mengingat yang ditanyakan kan yang kita tulis, jadi kalau kita sendiri tidak tahu apa yang kita tulis, ya apa ya seperti itu mau bekerja di BPPT menggantikan Pak Tri Djoko ? Tidak to…hehe…

    Makanya belajar yang rajin. Sampai waktu Job Test nanti, anda masih bisa nanya 10, 100 kalau perlu 1000 pertanyaan kepada saya, semuanya akan saya jawab dengan memuaskan. Free, tidak perlu bayar…hehe

    Oh ya, saya doakan anda diterima di BPPT….seperti juga yang lainnya sebelum ini…

    Reply

  76. Djarwo
    Dec 17, 2013 @ 02:22:56

    Pak Tri, Saya mau tanya nih seputar job test tentang jurusan Sistem Informasi.. Saya program2 gitu sudah ngeblank pak, Karena kerjaan saya sebagai IT Support selama 3 thn lebih ke hardware dan troubleshoot.. Akhir nya sudah tidak pernah nyentuh program2 apa lg codding.. Gmn kemungkinan sy lolos ya pak? Tapi saya orang yg mau belajar, klo diberi kesempatan.. Apakah di bppt cari yg bener2 ahli seperti pak tri atau ada kesempatan utk org2 seperti saya yg mau belajar.. Atau pak tri ada tips untuk kondisi seperti saya ini, krn saya berminat bekerja di BPPT..
    Terima Kasih Pak Tri..

    Djarwo,
    Memang nanti di dalam Job Test gak sampai nguji kemampuan calon CPNS saya kira, yang ditest hanya : motivasi, kapabilitas, dan kapasitas dari calon CPNS dan semacam “fit and proper test” apa yang bersangkutan cocok untuk bekerja di BPPT.

    Calon CPNS seperti Djarwo masih ada kesempatan lolos sih, tapi mudah-mudahan anda ditest-nya di Settama, yang kebanyakan kerjaannya IT Support. Soalnya kalau anda di-test di bagian High Performance Computing atau IT Audit, ya tentu anda akan kesulitan menjawab karena itu masalah teoritis banget….

    Jadi berdoa aja semoga anda di-test oleh tester dari Settama biar kans anda masuk BPPT semakin besar.

    Good luck Wo !

    Reply

  77. Djarwo
    Dec 26, 2013 @ 01:24:30

    Makasih Pak Tri kemaren saya sudah ditest di BPPT dibagian PDIS yg interview saya.. Klo ga salah pak Hary Budiarto yg interview saya.. Terlalu singkat interview nya pak dan kebetulan Bpk yg interview saya ingin sholat jadi percakapan nya singkat kemudian di berikan soal test (waduh sehari2 makanannya IT Support).. Ada 3 soal pak, Soal pertama saya bisa jawab, Yang kedua bisa jg tp contoh nya ngawur krn codding pak nah yang ketiga tentang flowchart ya kira2 salah urutan gambar nya saya pak :D.. Kira2 gmn peluang nya gmn ya pak Klo ngeliat situasi saya tersebut, mana kemenkeu lepas lg di pengumuman akhir pak T_T Sisa ini amunisi saya.. Oh iya pak saya sudah jujur waktu pas itu interview klo hanya pengetahuan saya hanya basic dalam program itu jg pas waktu kuliah, kira2 saya salah ga ya pak?

    Djarwo,
    Ya saya doakan semoga anda diterima di PDIS….:)
    Kalaupun tidak gak perlu putus asa, cari kerja yang lain, toh tahun depan masih bisa diulangi lagi test di BPPT, iya kan ?
    Atau anda ngambil S2 dulu baru masuk lagi ke BPPT kan juga bisa….
    Pokoknya tetap semangat, tetap optimis, dan jangan menyerah….!

    Reply

  78. fulan
    Dec 31, 2013 @ 11:34:26

    met siang pak tridjoko, semoga bapak sehat selalu..

    Saya ingin menyampaikan terimakasih banyak atas sharing dan nasehat yg bapak berikan melalui media blog ini. Sangat bermanfaat bagi kami.

    Sbg pelamar cpns bppt, saya sudah menjalani tes smp akhir (wawancara) di puspiptek. Namun hingga kini belum ada kepastian dan kejelasan mengenai pengumuman hasil seleksi akhir cpns 2013 di bppt. Info terakhir adalah pengumuman ditunda sampai proses administrasi selesai.

    Sementara di banyak K/L lainnya sudah mengumumkan hasil seleksi, mulai tgl 24 des 2013 kemarin. Saya dan teman2 pelamar cpns bppt lainnya sangat menantikan pengumuman tsb, bahkan juga banyak yg mulai galau nih pak. Hehehe

    Jika ada info tolong dikabarkan kepada kami via blog ini ya pak tri djoko yg baik
    hati. Terimakasih banyak ya pak.

    Fulan,
    Tidak perlu galau…..lahir, jodoh, pekerjaan, mati….itu di tangan Tuhan…
    Ada pekerjaan yang anda buru setengah mati, tetapi tidak dapat.
    Artinya, ada pekerjaan lain yang lebih berharga menunggu anda, selain CPNS di BPPT.
    Ada temen yang dulu keluar dari BPPT, sekarang jadi Dirjen di Deplu dan sekarang jadi Dubes. Ada yang jadi Boss Koran. Ada yang jadi Boss Konsultan.
    Anak saya sendiri tidak diterima sebagai CPNS di Deperdag waktu itu, tapi diterima di sebuah perusahaan swasta yang sangat menghargai karyawan…
    Mengenai pengumuman, memang tidak ada keharusan tanggal sekian sekian harus diumumkan…jadi tunggu aja…
    Anyway, good luck buat anda Fulan…

    Reply

  79. Fitra
    Jan 01, 2014 @ 08:11:49

    Trima kasih banyak pak Tri atas saran dan infonya, saat ini saya sudah menjadi CPNS BPPT dan tinggal melengkapi pemberkasan. Uraian dan penjelasan pak Tri memberikan gambaran dan bekal awal dalam tes PNS BPPT dan itu info yang berguna sekali dan bermanfaat buat saya sehingga saya lulus tes dan diterima sebagai CPNS BPPT. Oh iya, saya asli dari Ponorogo pak Tri, daerah dekat madiun juga :D …Met kenal pak Tri mungkin kapan2 bisa ketemu pak Tri langsung untuk sharing ide perekayasaan
    Salam

    Fitra,
    Selamat ya anda sudah diterima sebagai CPNS BPPT…
    Iya, mudah-mudahan kapan-kapan kita bisa ketemu…walaupun kans-nya kecil karena saya sudah pensiun…

    Reply

  80. taufikiqbalr
    Jan 01, 2014 @ 17:10:09

    Selamat sore pak Tridjoko, saya baru ikut tes cpns di BPPT, dan alhamdulillah diterima di bagian PDIS Bidang Data dan Informasi, kalau untuk divisi tersebut apakah ditempatkannya pasti di Serpong Pak?
    Lalu di divisi tersebut apakah bisa ikut pelatihan2 seperti CEH atau bidang sekuritas lain?
    Dan apakah di divisi PDIS banyak dibutuhkan untuk dipekerjakan untuk membantu instansi lain pak?
    Lalu yang masih membuat saya bimbang untuk memilih BPPT itu lebih ke salary, soalnya banyak yang bilang kalau BPPT tergolong “kering”, malah teman saya ada yg mau keluar dari BPPT, tapi ada yg masih kerasan di BPPT, saudara saya juga dulu keluar dari BPPT soalnya ditawari kerja di perusahaan swasta,
    Itu saja mungkin pertanyaan saya Pak, terima kasih.

    Taufik,
    Selamat dulu deh….anda sudah diterima di PDIS…
    Setahu saya di BPPT ada satu unit kerja yang menghimpun banyak peralatan mahal untuk Computer Security, cuman saya tidak yakin yang mana : PDIS atau Ipteknet ?
    Mengenai mengambil CISA atau CEH certificate, cepat atau lambat ada kok kesempatan, dibayarin kantor full. Cuman kalau sekali ngambil anda gak lulus, ya kalau mau ngulang lagi harus bayar sendiri…
    Menurut saya CPNS itu dimana-mana sama, kecuali CPNS di Kemenkeu yang memang standar gajinya dibedakan. Tapi sebagai CPNS di BPPT anda masih bisa lho, nyambi jadi dosen di sore atau malam hari, lumayan, ilmu anda tetap bermanfaat, selain dapat tambahan uang saku….
    Kalau anda sudah biasa hidup sederhana, jadi PNS itu nikmat. Tapi kalau anda penginnya cepet kaya, ya lebih baik jangan jadi PNS. Masalahnya, kenapa anda “menyesal” setelah diterima sebagai CPNS BPPT ? Lihatlah di luar sana, ada puluhan, bahkan ratusan sarjana yang bermimpi untuk jadi CPNS BPPT tapi tidak bisa masuk ?

    Reply

  81. pria
    Jan 03, 2014 @ 10:44:07

    Met siang pak Tri.

    Pertama2 saya mau ucapkan terima kasih banyak atas wejangan dan sharingnya di blog ini. Alhamdulillah saya lulus seleksi CPNS BPPT.
    Menurut pengumuman, proses pemberkasan nanti tgl 8 – 10 jan 2014, sementara TMT 1 Feb 2014.

    Mohon arahannya ya pak Tri:
    1. Kapan waktu yg tepat untuk saya mengajukan resign dari perusahaan tempat saya bekerja?
    Krn Sesuai peraturan dari Depnaker dan perusahaan, permohonan resign harus diajukan 1 bulan sebelumnya. Apakah TMT 1 Feb 2014 itu saya langsung aktif bekerja di BPPT dan mendapat gaji bulan Februari atau spt apa pak?
    kondisi saya sudah berkeluarga pak sehingga kalau saya resign terlalu cepat, takutnya belum mulai aktif di BPPT dan belum akan mendapatkan gaji di BPPT.

    2. Informasi yg saya dapatkan dari http://www.bkn.go.id/kanreg04/in/prosedur-layanan/peninjauan-masa-kerja.html. Mengenai surat pengalaman bekerja yg akan digunakan sbg Peninjauan Masa Kerja (diperhitungkan untuk penetapan gaji pokok), apakah surat ini harus disiapkan saat pemberkasan 8 – 10 Jan 2014 ini ataukah bisa menyusul ya pak? Saya mempunyai pengalaman bekerja lebih dari 5 thn di perusahaan swasta berbadan hukum. Sepengetahuan saya, surat pengalaman bekerja hanya bisa saya dapatkan dari perusahaan setelah saya mengajukan surat resign.

    Terima kasih sebelumnya. Salam sukses dan Sehat selalu untuk Pak Tri.

    Pria,
    Saya kasih tahu pahitnya dulu ya…
    BPPT itu walaupun anda mulai bekerja 1 Feb 2014 tetapi belum tentu di tanggal 1 Maret 2014 anda langsung menerima gaji sebagai CPNS lho (75% dari gaji PNS). Kadang telat sampai 3 bulan kemudian baru digaji, kalau gak salah ini kejadian tahun 2007-2008 yang lalu. Mudah-mudahan sih sekarang sudah baik sistemnya..

    Ya anda harus mengajukan permintaan resign tanggal 2 Januari 2014 dari tempat kerja sekarang supaya bisa diterima di BPPT mulai 1 Februari 2014 (lolos butuh dari perusahaan sekarang mungkin tertanggal akhir Januari 2014).

    Pengalaman kerja di swasta 5 tahun, emang ngaruh ? Kalau dari swasta ke swasta, memang iya ngaruh. Tapi swasta ke pemerintah, kayaknya semuanya seperti di-reset ke-0 lagi. Kecuali pemerintah ke pemerintah (dari PNS ke PNS), maka masa kerja PNS sebelumnya bisa dimasukkan. Itu setahu saya lho, pengalaman di masa lalu. Gak tau ya kalau segalanya sekarang sudah berubah.

    Anda sudah berkeluarga ? Wah itu yang gawat…mudah-mudahan tabungan anda ada 3 bulan gaji nih….

    Reply

  82. sesi
    Jan 07, 2014 @ 12:54:01

    pak saya hanya masuk sebagai cadangan di bppt, dan saya ingin bertanya,,
    dalam point 6 di pengumuman bppt dijelaskan bahwa seluruh peserta CADANGAN wajib hadir MELAPOR pada tanggal 15-16 jan,
    yang ingin saya tanyakan, apakah peserta cadangan datang hanya untuk absen saja pak?
    apa nggak kasihan kalo semisal ada peserta cadangan yang dari Papua datang ke serpong hanya untuk absen saja? atau mungkin ada hal lain yang harus dilakukan?
    terimakasih sebelumnya pak,,

    Sesi,
    Ambil positifnya saja, kalau disuruh datang, ya datang ke Serpong, kan niatnya dari awal sudah ingin jadi CPNS BPPT kan ?

    Menurut saya, lulus cadangan sudah something, dan bisa diceritakan di anak cucu, bahwa dulu Sesi sudah berhasil lulus cadangan CPNS BPPT. Anggap BPPT itu seperti Microsoft, atau Rand Corporation, atau Booz, Allen & Hamilton….jadi lulus cadangan di sana, itu sudah something banget…

    Dan siapa tahu, cita-cita anda sebagai PNS kesampaian ? Tahun 2008 anak perempuan saya diterima sebagai CPNS BPPT dan tinggal lapor besok paginya. Malam harinya anak perempuan saya bilang, “Pa saya kayaknya besok pagi nggak jadi deh pengin jadi CPNS di BPPT, karena masih suka bekerja di sini (dia sebut Oil Company pelat merah di Jakarta)”. Akhirnya anak saya mengundurkan diri, saya datang ke Lantai 1 Gedung II dan lapor ke orang SDMO, “Mas/Mbak, maaf anak saya nomor urut 161 bilang ke saya, kalau dia tidak jadi menjadi CPNS BPPT, dia mengundurkan diri. Mohon calon selanjutnya yang rankingnya di bawah anak saya, diterima…”..

    Dan yang diterima adalah teman anak saya, sama-sama lulusan ITB……good news bagi anak saya, dan good news bagi temennya yang alumni ITB itu…..(anak saya sekarang bekerja di sebuah bank plat merah di Surabaya)…

    Jadi, sekali lagi, siapa tahu, anda diterima sebagai CPNS BPPT ?
    Segalanya harus diperjuangkan, kan ?
    Jangan ambil pahitnya dulu, ambil manisnya aja..

    Reply

  83. sesi
    Jan 08, 2014 @ 10:45:28

    terimakasih banyak pak atas sarannya :)

    Oke Sesi...

    Reply

  84. dho2
    Jan 14, 2014 @ 03:36:16

    Salam sejahtera untuk Bapak. Pak saya mau bertanya, dwputi bidang TPSA-PTISDA bidang teknologi akuntansi sumberdaya alam itu lokasi kerjanya di daerah mana pak..

    Terimakasih untuk jawaban nya pak

    Dhodho,
    Saat ini setahu saya TPSA-PTISDA masih berkantor di Jalan Thamrin.
    Tapi kabarnya semua BPPT nanti akan pindah ke Serpong, sesuai dengan konsep MPA (Metropolitan Priority Area) yang saat ini pekerjaan konsultan-nya sudah diselesaikan oleh JICA, lihat link-nya di sini : http://www.kp3ei.go.id/uploads_file/20130129163004.MPA_Report-1.pdf

    Jadi ya siap-siap aja untuk kerja baik di Jalan Thamrin ataupun di Serpong…

    Reply

  85. Fitra
    Jan 27, 2014 @ 19:43:24

    Pak Tri,
    Saya sudah pemberkasan di BPPT januari 2014, yang mau saya tanyakan kapan kira saya masuk kerja di BPPT apakah mulai tanggal TMT (1 feb) ataukah menunggu SPMT di web BPPT ? kapan gaji bisa keluar ? bagaimana proses penggajian nya, transfer gaji + tunjangan atau bertahap ? Trima kasih

    Fitra,
    Kayaknya sih anda bisa langsung bekerja di BPPT per 1 Februari 2014 ini deh, tetapi gaji biasanya terhitung mundur sejak 1 Januari 2014. Biasanya begitu bekerja SK CPNS kan bisa langsung keluar, nah langsung terima gaji di awal bulan depannya (tanggal 1 Maret), biasanya via BRI BPPT. Kecuali di tahun 2008, yang waktu itu pengurusan gajinya agak kacau, anak-anak CPNS baru terima gaji di bulan ke-4 (tetapi tetap, dihitung mulai 1 Januari 2014).

    Kalau gitu siap-siap bekerja di BPPT mulai 1 Februari 2014, juga siap-siap minjem duwit ke siapa gitu, sebelum anda terima gaji CPNS, yaitu masih 80% dari PGPS.

    Good luck !

    Reply

  86. Sigit
    Feb 03, 2014 @ 18:49:06

    Dear Pak Tri,

    saya sangat tertarik sekali informasi tentang BPPT dari penjelasan bapak.
    Untuk masalah gaji tentang komponen tunjangan OJ dan Sisa perjalanan dinas itu apakah selalu mendapatkannya tiap bulan?? Jika ya, seberapa besar nilai kisaran tunjangan OJ dan Perjalanan dinas paling rendah mendapatkannya?

    Mas Sigit,
    Kalau gaji, jelas mendapatkannya setiap bulan, yaitu setiap tanggal 1 dengan prinsip “bekerja dulu, baru dibayar” (tetapi waktu BPPT masih di bawah Pertamina, gajiannya setiap tanggal 28).

    Kalau OJ, tidak diterima setiap bulannya, dan sangat tergantung kepada unit kerja mana, tahun ini dapat dana DIPA berapa, dan apakah boss unit kerja anda mau “berbagi” alias mau menyisihkan OJ buat anak buahnya. Unit kerja yang baik, boss yang baik, pasti anda dapat OJ. Jumlahnya tidak tentu, tapi antara 800 ribu sampai 2,5 juta per bulan tergantung peran masing-masing di dalam sistem perekayasa (sebagai ES, atau L atau GL atau KP atau CE).Biasanya OJ dibagi 10 bulan dalam 1 tahun dimulai bulan Maret setiap tahunnya, tetapi pembagiannya bisa per bulan, per 2 bulan, per 3 bulan, atau malah per 6 bulan sekali, di belakang setelah pekerjaan selesai.

    Kalau sisa perjalanan dinas, wah…untuk indeks harga mahal seperti tahun 2014 sekarang ini kayaknya istilah “sisa” itu overstatement (berlebihan deh). Begini, kalau peneliti/perekayasa bepergian, dia dapat biaya perjalanan dinas, kalau gak salah seharinya 400 rb atau 450 rb, Tetapi tiket pesawat, transport lokal dan hotel sudah dibayari oleh kantor. Nah kalau kita jalan 3 hari berarti dapat uang saku 1,2 jt, kalau 4 hari ya 1,6 jt, seperti itu. Hanya biasanya bagi kita yang masih yunior, tidak tiap bulan kita disuruh perjalanan dinas, paling 2 bulan sekali, atau katakanlah setiap tahunnya 4-5 kali. Tetapi sekali lagi, ini tergantung seberapa populer unit kerja anda, terutama dari sudut pandang “client” yaitu lembaga pemerintah atau swasta lainnya “di luar sana”.

    Walaupun OJ dan perjalanan dinas itu bagi sebagian orang cukup, tetap sebaiknya anda mempunyai keahlian khusus yang sangat dibutuhkan oleh “client” di luar sana : bisa keahlian menulis laporan, bisa keahlian menulis program komputer, bisa keahlian menguasai Audit IT berdasarkan berbagai framework (Cobit 5, ITIL v3, ISO 27001), bisa keahlian membuat tabel, bisa keahlian membuat gambar/ilustrasi yang bagus dengan Corel Draw atau Visio atau Emme/2. Yang jelas kemampuan berbahasa Inggris sangat diperlukan dan harus ditingkatkan sampai Toefl 600 atau 625 bila perlu…

    Reply

  87. Adinda
    Feb 05, 2014 @ 08:52:17

    Bapak
    Suami saya alhamdulillah di terima di BPPT Sistem Transportasi. Bisakah bpk berikan gambaran yang jelas tugas2 yang akan di hadapi. Sebelumnya suami saya bekerja di perusahaan karoseri di magelang.
    Terimakasih

    Adinda,
    Saya dekat sekali dan seringkali “join study” dengan orang-orang Transportasi.
    Kalau gak salah, di Pusat Teknologi Transportasi itu dibagi 3 bidang yaitu : 1. Bidang Prasarana Transportasi, 2. Bidang Sarana Transportasi, dan 3. Bidang Sistem Transportasi.

    Kalau suami Adinda ditempatkan di Prasarana Transportasi ya berarti studi tentang infrastruktur transportasi, baik transportasi darat (membuat terminal, jalan raya, jembatan, termasuk ASDP = Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan), transportasi laut (membuat dermaga), ataupun transportasi udara (membuat airport dan prasarana navigasi dalam sistem CNS/ATM = Communication, Navigation, Surveillance/Air Traffic Management).

    Kalau suami ditempatkan di Sarana Transportasi ya berarti melakukan studi tentang alat transportasi, baik darat (bis, KA termasuk MRT dan monorail-heavy train dan light train, termasuk ASDP yaitu Ferry), laut (kapal laut, baik kapal penumpang maupun kapal kargo/container generasi III, IV, V, VI, sampai VII), maupun udara (pesawat terbang pengangkut penumpang AOC 121, AOC 135, dan AOC 91, pesawat terbang pengangkut kargo).

    Nah, yang menarik kalau suami ditempatkan di Sistem Transportasi, maka akan menggunakan teknik-teknik matematika, teknik industri, dan system engineering untuk melakukan studi dengan menggunakan tools : simulasi (Monte Carlo simulation minimalnya), optimisasi (metode Simplex, dynamic programming, branch and bound, sampai penggunaan neural network dan genetic algorithms). Intinya di Sistem Transportasi, jika kita berbicara transportasi maka harus ada itung-itungannya, kalau perlu sejajar yang sudah dilakukan oleh konsultan kelas dunia seperti Booz, Allen and Hamilton, A.T. Kearney, Stanford Research Institute, Rand Corporation, McKinsey, Boston Consulting Group, dan sebagainya. Saya ingat, software (tools) yang harus dikuasai minimal Emme/2.

    Demikian kurang lebihnya, saya sendiri walaupun pendidikan menanam kangkung di Bogor dulu sekolahnya, tetapi ahli transportasi dan ahli IT lho….hehe…tahun kemarin saya masih terlibat sebagai konsultan di Kementerian Perhubungan, kelihatannya tahun ini juga…

    Reply

    • Adinda
      Feb 25, 2014 @ 17:57:11

      Thanks for the fast response, Sir. It’s really nice to share with you. You have a lot of experiences to share and I’m really proud to be that part.

      Dari pengalaman Anda, suami saya belajar banyak. Sekarang sedang gencar-gencarnya cari informasi tentang aplikasi emme/2 ataupun Monte Carlo Simulation. Mengingat jurusan suami saya sebelumnya adalah Teknik Mesin maka istilah-istilah diatas masih agak asing. Selama bekerja suami berkutat pada gambar-gambar teknik tentang karoseri terutama bus dan heavy duty. Sebelumnya suami saya bekerja di New Armada, perusahaan karoseri di Magelang.

      Tanggal 1 Maret 2014 besok suami mulai pembekalan orientasi, saya sebagai istri selalu mendukung suami, maka dari itu saya carikan artikel artikel ataupun makalah tentang sistem transportasi yang semoga akan membantu suami kedepannya lagi dalam menunaikan tugas.

      Jika Bapak punya file-file ataupun artikel tentang sistem transportasi saya dengan senang hati menerimanya, jika Bapak berkenan, maaf sebelumnya Bpk :).

      Email saya: dee_adinda@yahoo.com

      Mbak Adinda,
      Wah…saya sudah nemu 2 orang yang diterima di BPPT di tahun 2014 ini,ternyata isterinya seorang guru…:)

      Proyek yang barusan saya kerjakan tahun kemarin adalah ASEAN Open Sky 2015 yang membahas tentang transportasi udara, jadi banyak data tentang transportasi udara ini. Kalau mau di-share agak sulit juga soalnya bahannya 1 flash disk penuh, mungkin sekitar 1 GB.

      Sebelum mempelajari Emme/2 atau Monte Carlo Simulation, mungkin bagus juga kalau suami bisa mempelajari tentang dasar-dasar system transportasi, misalnya Gravity Model. Bahannya mudah didapat di Google kok, silahkan memasukkan pencarian “Transportation Model Gravity Model PDF” maka akan muncul banyak file yang bisa di-download dan dibaca-baca….

      Begitu saja mbak, kalau ada file spesifik yang diperlukan, nanti saya kirim via email.

      Salam…

      Reply

  88. dho2
    Feb 06, 2014 @ 00:25:02

    Malem pak Tri.
    Saya mau nanya satu lg nih pak Tri..

    Saya jurusan Matematika, kira-kira pekerjaan secara umum di BPPT untuk jurusan itu bgmna pak, dan kira-kira proyek untuk jurusan Matematika apa yah pak biasa nya.

    Hatur nuhun pak untuk jawabannya.

    Dho2,
    Kalau gak salah jurusan Matematika kebanyakan diterima di Pusat Teknologi Transportasi. Jadi, baca saja jawaban saya kepada pertanyaan Adinda di atas. Jawaban untuk anda sama dengan jawaban untuk Adinda. Ok ?

    Reply

  89. uky
    Feb 06, 2014 @ 01:34:38

    Selamat malam pak,
    saya salut sama bapak yang menjawab semua pertanyaan diatas,
    kalo boleh tanya, di PPKIT nanti bekerjanya seperti apa pak?
    saya dari Kediri pak, Latar belakang pendidikan Planologi, namun saat daftar saya memilih formasi Manajemen Transportasi karena Tugas Akhir saya lebih fokus ke Urban Transport.
    Alhamdulillah saya diterima dan saat Wawancara saya sangat senang,karena banyak ditanya (seperti diskusi) tentang konsep dan pengalaman riset yang pernah saya ikuti.
    -Terima Kasih

    Uky,
    Saya juga salah satu alumni PPKIT, tahun 1999-2001 saya bergabung di sana, dulu boss-nya Pak Lukman Hakim (Ketua LIPI sekarang), tetapi kemudian saya menyeberang ke PAT…hehe…

    Agak aneh memang, orang yang interestnya Transportasi tapi ditaruh di Kebijakan Teknologi. Kalau di PPKIT nanti bekerjanya seperti apa ? Jangan dipikir dulu deh, mending anda berbaur dengan senior-senior dulu di sana, yang jelas PPKIT adalah salah satu tempat terbaik di BPPT. Kekeluargaannya sangat kental, dan setiap hari Rabu ada acara “DukDukMong” (duduk-duduk sambil ngomong-ngomong) tentunya juga disertai makan-makan, dimana antara staf bisa saling nanya dan jawab kalau ada yang tidak tahu. Pokoknya PPKIT is one of the best in BPPT. Anda tidak akan menyesal bergabung di sini. Sampai sekarang, saya kalau ketemu temen2 PPKIT selalu say Hi dan kalau saya berkunjung ke sana, 5-10 teman pasti selalu menghampiri saya. Agak aneh memang, karena saya sudah meninggalkan unit kerja ini di tahun 2001 yang lalu….:)

    Apa pekerjaannya ? Singkatnya begini, katanya menurut teori Teknologi itu ditemukan dari siklus : Inovasi -> Pengembangan -> Pilot Project (test, green system) -> Penerapan -> Pemasaran. Contohnya dari teknologi yang paling simpel sampai yang paling canggih ada. Misalnya yang paling simpel contohnya “sepeda”. Sepeda dulu inovasinya berasal dari sepeda 1 roda seperti yang dipakai di sirkus-sirkus itu. Terus dikembangkan sehingga menjadi 2 roda. Sulit dikendalikan awalnya, tetapi kemudian ada Pilot Project. Dilanjutkan dengan penerapan di sepeda-sepeda “Onta” jaman dulu, yang sangat dikenal oleh kakek dan bapak kita dulu : ada merk BSA, Fongers, dan sepeda onta lainnya (yang masih banyak kelihatan di hari Minggu di Jalan Thamrin di acara “car free day”). Terus penerapannya ya bentuk Prototype, lalu dipasarkan. Pengembangan selanjutnya, ada sepeda balap, sepeda Fixie (yang berumur pendek)….kalau mau ngikutin jejaknya coba deh langganan Indovision dan melihat acara langsung Tour de France selama 21 hari dan melihat seperti apa perkembangan sepeda, terutama sepeda balap sekarang, yang terbuat dari serat karbon, yang enteng dan tahan banting, yang berharga ratusan juta.

    Inovasi paling menakjubkan tentu di pesawat terbang. Sejak Wright bersaudara menemukan pesawat terbang, Wilbur dan Carl (?) Wright menerbangkan prototipe pesawat terbang pertama dari atas bukit, namun pada awalnya ditentang oleh ayah mereka sendiri yaitu Wright senior, bahwa adalah melawan takdir orang yang menciptakan alat yang menyerupai makhluk lainnya selain manusia (pesawat terbang menirukan burung ciptaan YME). Tetapi kemudian pesawat terbang berkembang pesat, sejak PD I yang ditandai dengan sayap ganda, PD II dengan pesawat tempur dan pesawat Bomber serta pesawat angkut, sampai saat ini ada pesawat yang sayapnya melengkung ke depan (X25), ataupun pesawat WIGE yang bisa terbang di atas laut/perairan jika terbang 2-3 meter di atas air karena secara intrinsik akan dapat gaya “lift” dari permukaan air. Sampai terbentuk dari pengembangan selanjutnya pesawat angkut (C), pesawat tempur (F), pesawat serangan darat (A), pesawat pengebom (B) itu semua untuk jenis “fixed wings” dan helicopter untuk jenis “rotary wings”.

    Nah, inovasi secara ringkas bisa digambarkan seperti itu. Tetapi di negara barat kan inovasi itu biasanya berujung pada Patent. Secara kasar dapat dikatakan, bahwa untuk setiap 1 mobil Jepang yang kita lihat di jalanan, katakanlah harganya USD 20,000, maka 1/3 dari harga mobil tersebut sebenarnya untuk membayar Patent yang dimiliki oleh orang lain, misalnya patent untuk : ABS (Anti-lock Breaking System). Nah di negara Barat, Patent itu sudah menjadi kegiatan sehari-hari dan negara sekecil Korea mungkin mempunyai ribuan Patent, di Indonesia pemilik Patent kalau gak salah baru sekitar 200 (ada candaan, ora iso ngurus Patent, yo dipateni wae…hehe)..

    Saya pernah dikirim oleh kantor untuk belajar di Korea selama 2 bulan, setiap hari beberapa Professor terbaik Korea bertemu dan mengajar di depan kita. Kita bisa bertanya apa saja, dan mereka akan menjawab secara jujur (beberapa di antaranya saya tulis di Blog ini, misalnya tentang “Kita bisa melakukan apa saja yang ingin kita lakukan”).

    Nah oleh para Professor Korea tersebut (kebanyakan dari KAIST = Korean Advanced Institute of Science and Technology) diceritakan bahwa Qualcomm adalah contoh terbaik dari Inovasi ini. Pada saat tahun 2001 mengunjungi Korea dan mendapat training selama 2 bulan, kami diberitahu bahwa Qualcomm itu kantornya sangat kecil (mungkin sekecil PPKIT) yang dihuni hanya oleh 8 orang, namun Patent yang dimiliki oleh Qualcomm itu ratusan jumlahnya. Dan nasib baik Qualcomm-pun datang waktu Industri Korea kalau tidak salah Samsung, diarahkan oleh pemerintah Korea (waktu itu MOST = Ministry of Science and Technology) untuk memilih apakah mau handphone/cellphone dengan sistem GSM (Global System Modification ? yang jelas diledek “Geser Sedikit Mati”) ataukah CDMA (Coded-Division Multiple Access)….dan Pemerintah Koreapun dengan banyak pakar bergelar doktor lulusan US menyarankan untuk memilih CDMA, dengan membayar “fee” kepada Qualcomm di sekitar tahun 1997-1998 sebanyak 25 juta dollar karena yang punya Patent untuk CDMA itu Qualcomm. Maka perusahaan kecil yang kantornya dihuni hanya oleh 8 orang itupun mendadak kaya raya. Cerita selanjutnya berlanjut, dan anda lihat sekarang Qualcomm mempunyai Stadium yang lebih megah dari Gelora BK di Senayan dan disebut Qualcomm Stadium di LA. Anda juga pasti sudah mendengar processor Qualcomm Snapdragon yang menghuni otak dari telpon-telpon pintar.

    Jadi, menurut saya, PPKIT nanti akan seperti itu. Kalau dihubungkan dengan Planologi sebagai ilmu anda, kayaknya yang relevan adalah mengenai “Technology City”, tetapi sayangnya di Serpong ada namun kurang berkembang sesuai dengan kemauan/impian sebelumnya. Padahal di Singapore berjalan baik dan dihuni oleh perusahaan teknologi papan atas seperti HP (beberapa di antaranya chip-nya dibuat di Batam, tetapi “di-cap” di Singapore). Dan di Korea hampir setiap provinsi selalu mempunyai “Technology City”, seingat saya salah satunya Song Do Technology Park di sekitar bandara internasional Incheon yang waktu saya berkunjung ke sana tahun 2001 masih berupa tanah lapang luas, sekarang pasti sudah jadi kota mandiri semacam Bumi Serpong Damai, tentu saja plus fasilitas teknologi Hi-Tech di sana sini.

    Demikian yang bisa saya sampaikan.

    Reply

  90. Sigit
    Feb 08, 2014 @ 17:48:23

    Dear Pak Tri,

    Terima kasih atas penjelasannya.
    Alhamdulillah saya diterima di bagian unit BTMP lab MP.
    Untuk unit ini saya belum tahu untuk tugas-tugas nanti yang akan saya hadapi.
    Mohon penjelasan untuk unit BTMP ini. Dan bagaimana perkembangan unit ini untuk ke depannya?dan bagaimana untuk proyek-proyek di unit ini?
    Terima kasih

    Regards,
    Sigit

    Mas Sigit,
    Balai Teknologi Mesin dan Propulsi sesuai tupoksinya ya mengembangkan dan menguji teknologi mesin (motor, mobil) dan teknologi propulsi (pesawat terbang). Banyak jenis mesin sepeda motor yang diuji di BTMP, begitu juga mesin beberapa mobil. Di jaman Habibie Menristek dulu, mesin-mesin propulsi pesawat terbang produksi PTDI juga diuji di sini.
    Prospeknya ke depan ya menurut saya linear-linear saja, karena BTMP tidak akan “lompat” menguji mesin pesawat ruang angkasa, misalnya.
    Kalau secara pribadi mau meneliti/membahas mengapa mesin mobil F1 banyak yang payah “engine mapping”-nya, terus membahas mengapa Valentino Rossi kalau sama Jorge Lorenzo padahal mesinnya sama-sama Yamaha….kalau anda tahu persis mengapa alasannya, menurut saya itu sudah merupakan bonus dari bekerja di BTMP..

    Reply

  91. sigit
    Feb 11, 2014 @ 09:34:47

    Dear Pak Tri,

    Terima kasih atas informasinya.
    Ada beberapa hal juga yang mau saya tanyakan Pak.
    Untuk di unit BTMP, Bagaimana dengan frekuensi proyek2 penelitiannya di BTMP? dan darimana dana proyek penelitian tersebut? apakah proyek penelitian sudah dibudgetkan dari awal atau tergantung dengan proposal kita (maksud saya disini bahwa dana sudah dibatasikah)? Dan bagaimana prospek untuk mendapatkan beasiswa melanjutkan studi S2 ke LN di unit ini Pak? Dan syarat apa saja untuk bisa melanjutkan studi S2 ke LN ?
    Saya mohon bapak dapat memberikan pencerahan.
    Terima Kasih banyak atas penjelasan yang diberikan bapak selama ini.

    Regards,
    Sigit

    Mas Sigit,
    Setiap unit kerja di BPPT setiap tahunnya biasanya sudah diberikan dana DIPA (dana anggaran pembangunan) sejumlah tertentu. Jadi setiap tahun khusus untuk penelitian (di BPPT lebih tepat disebut “rekayasa” atau “perekayasaan”) sejumlah tertentu. Nah, nanti di setiap unit kerja ada yang bertindak sebagai KP, CE, GL, L, ES dan sebagainya (PR : singakatan apa saja itu ?). Nah, “point” perekayasaan akan ditentukan dari “role” kita dalam perekeyasaan itu, jadi GL akan mendapatkan point tinggi, sedang ES biasanya ya tidak terlalu tinggi.

    Pekerjaan lainnya akan datang dari industri, ini disebut dana PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) istilah singkatnya “proyek resmi” dari industri. Mungkin di Proyek PNBP ini nggak ada struktur perekayasaannya (atau ada, tergantung kepada Boss di unit kerja anda).

    Di setiap unit kerja jumlah dana DIPA dibanding PNBP berapa, di BPPT berbeda-beda, tetapi saya yakin jumlah dana PNBP di BTMP pasti sama atau lebih besar dari dana DIPA-nya. Wong semua industri di Indonesia asal menyangkut mesin atau propulsi ngerjainnya ya di BTMP ini.

    Masalah sekolah ke LN, sebagai PNS di BTMP jalurnya banyak. Bisa lewat jalur resmi (di papan pengumuman cek terus), atau bisa nyari sendiri (misalnya lewat informasi yang akan saya berikan…hehehe)…tapi kalau pengin sekolah S2 atau bahkan S3 ke LN, lebih baik siap-siap dulu dengan “bekal”-nya, yaitu IPK (GPA) yang tinggi, Nilai Toefl yang tinggi (mungkin Toefl PBT > 580 atau Toefl IBT > 75), ada beberapa Engineering Dept di luar negeri yang mensyaratkan nilai GRE General (total Score > 1,200) dan GRE Subject Test yang tinggi. Ini khusus yang paling sulit ditembus, yaitu US Universities….(seperti saya dulu…hehe)…

    Begitu, seperti saya dulu, belum pernah dikursusin oleh kantor, nilai Toefl saya belajar sendiri sudah 507 padahal itu Toefl beneran, jadi ya sudah lumayanlah. Begitu ada kesempatan sekolah, nilai saya sudah tinggi dan sesuai dengan persyaratan yang diberikan oleh universitas (waktu itu saya ngambil Computer Science di US)…

    Demikian mas…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 302 other followers

%d bloggers like this: