Para Skripsi-er, waspadalah !

Semester ganjil 2008/2009 ini saya banyak membimbing skripsi jalur non-kelas di Binus, kebanyakan dari jurusan Teknik Informatika atau jurusan ganda (Teknik Informatika-Matematika dan Teknik Informatika-Statistika)..

Saya hanya perlu mengingatkan, sekarang sudah pertengahan Desember yang artinya penyelesaian skripsi anda tinggal 1,5 bulan lagi. Saya tidak ingin seorangpun akan gagal menyelesaikan skripsi di akhir bulan Januari 2009 nanti. Oleh karena itu, bangunlah, ingatlah, bekerjalah, dan tidak lupa berdoalah supaya penyelesaian skripsi anda dapat dilakukan tepat pada waktunya…

Skripsi itu mudah kok, tinggal menulis beberapa halaman plus menyelesaikan program komputer. Kalau program komputer anda mentok, anda mestinya “marah” dan cepat-cepat menyelesaikan penulisan skripsinya. Bagaimana bisa ? Bisa saja, Bab 2 kan cuman LandasanTeori, dan Bab 3 kan cuman Analisis dan Perancangan. Maka kalau anda mentok di programnya, kan masih bisa menulis Teori dan melakukan Analisis dan Perancangan ? Ya kan ?

Seingat saya ada sekitar 10-15 bimbingan skripsi saya semester ini. Nathanael sudah hampir selesai Bab 4, Arif masih melakukan pendalaman coding yang tidak selesai-selesai, Merry sudah nyerah ngerjain Fraktal dari awal, Revyana masih bingung di sana-sini, Yuliana and her gang tinggal finalisasi Bab 4 dan Bab 5 (sudah 300 halaman euy !), Adhitya and his gang tidak pernah muncul selepas Lebaran, dan satu kelompok sedang menyelesaikan masalah Manajemen Sewa Perkantoran (eh…saya lupa namanya ya..). Ada yang kelupaan ?

Orang bilang menyelesaikan skripsi S1, thesis S2, atau disertasi S3 (ini penamaan menurut IPB lho) itu ibarat hamil. Selama hamil belum melahirkan maka yang ada cuman perasaan mual, muntah, malas, dan pesimistis. Tapi semua rasa sakit itu harus dibuang jauh-jauh dan anda harus segera menemukan “mood” untuk menyelesaikan pekerjaan paling penting di kehidupan anda itu…

(Untung saya dulu S2-nya ngambil “by course” dan bukan “by research”, jadi yang namanya tegang itu tidak ada euy !)

Rumput tetangga lebih hijau ?

Apakah benar, rumput tetangga anda lebih hijau ? Kalau ya berarti anda “seeking the greener pasture”..alias mencari tempat penggembalaan yang lebih hijau rumputnya (emang kita kambing ??)….

Ternyata kalau dipikir-pikir dalam mencari pekerjaan itu, kita tidak hanya dibingungkan antara memilih menjadi PNS atau menjadi Pegawai Swasta, namun dalam perjalanannya nanti kita dibingungkan apakah bekerja di Kantor X ini (yang PNS) atau di kantor Y (yang PNS juga). Sama halnya di swasta, apakah kita mau bekerja di Perusahaan A (yang swasta) ataukah di perusahaan B (yang notabene swasta juga)… Tapi yang paling parah kalau anda sekarang bekerja di unit kerja atau divisi U namun pengin dipindahkan bekerja di divisi V !

Manusia memang tidak pernah puas (eh…apakah binatang gampang puas ? kalau sapi, kayaknya ya…)…

Memandang rumput tetangga lebih hijau, isteri tetangga lebih cantik, anak tetangga lebih nurut, mobil tetangga lebih kinclong, tv tetangga lebih jernih, playstation tetangga lebih cool, sampai tempat kost-an tetangga lebih lengkap….itu memang penyakit manusia yang namanya IRI singkatan dari kata IRRITATED !

Di satu sisi, membandingkan dengan siapapun itu gejala normal…namun kalau segala hal dibandingkan dengan tetangga atau siapapun…itu sudah gejala Paranoia, katanya lho (saya tidak pernah belajar psikologi)…apalagi kalau perbandingannya sudah ke kucing tetangga, kutu tetangga, sampai bakteri tetangga (lho..apa ya ada ?)…

Bagaimana menghilangkan sifat IREN dan DAHWEN ini (bukan nama gadis cantik lho !) ?

Sebenarnya gampang, apalagi kalau anda terlahir sebagai orang Jawa atau sudah tertransformasi menjadi seperti orang Jawa…

Nenek moyang kita dulu sudah bilang : NRIMO ING PANDUM (menerima apa saja pembagiannya) disingkat NERIMO. Kalau sudah ada sikap nerimo, maka apa yang diberikan Yang Di Atas kepada kita, apapun itu, kita harus nerima…Kata lain dari nerimo mungkin BERSYUKUR…bersyukur atas apapun yang telah diberikan Yang Di Atas kepada kita sekarang ini : kesehatan, kekayaan, ilmu,….

Cara kedua adalah PERCAYA bahwa apa yang telah diberikan kepada kita adalah yang terbaik. Nah, percaya ini yang sangat sulit dilakukan…yang mudah adalah TIDAK PERCAYA. Tapi latihlah diri anda untuk percaya…caranya dengan mengambil nafas dalam-dalam, dan pelankan degup jantung anda sampai sepelan-pelannya (tapi jaga jangan sampai berhenti !)….lebih enak kalau dengan cara mata terpejam…

Yang ketiga adalah YAKIN-lah bahwa hari esok akan lebih baik. Anak-anak anda akan lebih baik hari esok, level pendidikannya meningkat, level keuangannya membaik, dan level moral dan kepatuhan terhadap Yang Di Atas-pun membaik…

Nah, dengan NRIMO, PERCAYA dan YAKIN….mudah-mudahan rumput tetangga sekarang ini tidak lebih baik daripada rumput anda, karena sekarang RUMPUT ANDA-lah YANG PALING HIJAU !

Lho ?

Serba serbi tentang sup

Mungkin anda tidak bisa membayangkan, saya dulu waktu lagi sekolah di Indiana selalu minum sup ayam di tengah dinginnya malam di ruang komputer di Swain Hall atau di  Lindley Hall ? Mengapa ? Karena seperti yang ditulis di buku terkenal dari Stephen Covey “Chicken Soup of the Soul”, sup ayam itu bisa men-charge baterai kehidupan anda yang lagi redup sehingga menjadi pyar..pyar..hidup kembali !

Sup ayam di kedua gedung favorit saya untuk kerja malam di depan komputer itu sebenarnya bisa dibeli di vending machine kampus. Dengan memasukkan sekeping uang quarter (25 cent) dollar ke vending machine, pencet “chicken soup”…maka 5 detik kemudian keluarkan sebuah cup menghadap ke atas (tentu saja !) yang sedang di-congi oleh sup sebanyak sekitar 75 ml itu. Vending machine untuk beli soup sama dengan yang jual potatoe snacks, permen coklat M&M, permen karet Wrigley berbagai rasa, dan beberapa chocolate bar dari Toblerone sampai Silver Queen.

Ah..sebenarnya rasa chicken soup-nya itu mirip dengan rasa kaldu Indomie saja. Cuman ada zat ajaib di dalamnya yang membuat kehidupan menjadi lebih baik (ceileee !)… dan bugs yang ada di programpun biasanya segera kelihatan bila habis minum sup ayam kaldu doang ini…

Entah kenapa, saya bisa membedakan berbagai sup yang ada di kantin asrama, di restoran, di warung, atau dimana saja. Memang sebenarnya wajah saya hanya Bintang 3 (malah…mungkin cuman Melati 1 !) tapi saya dikaruniai lidah Bintang 5 lho ! Makanya saya bisa merasakan enaknya French Onion Soup, Italian Cheese Soup, Tomato Soup, Chicken Soup, Asparagus Soup, dan yang lainnya yang biasanya dihidangkan bergantian di asrama saya dulu…

Ketika makan (eh..apa mestinya “minum” ?) sup tidak menjadi masalah, tetapi membuatnya itu yang menjadi masalah. Membuat sup paling mudah ya beli yang instan saja. Di Amerika maupun di Indonesia membuat sup secara instan mudah saja, tinggal beli saset-nya di supermarket…dicampur sedikit air panas,,,tunggu lima menit,..sup anda siap dihidangkan ! Atau beli yang versi kalengan yang masih ada irisan kentang dan ayamnya !  Di Singapore malahan anda bisa beli “shark fin soup” (wah…dari namanya kita tahu ini makanan mahal) versi kalengan dengan harga Sin $ 3.00 saja padahal kalau beli “shark fin soup” beneran di restoran ada yang harganya semangkuk Sin $ 650 !!

Di Indonesia, “sup”, “soto”, “rawon”, “coto” mempunyai konotasi yang berbeda walaupun pada dasarnya hanya sup saja. Karena di Indonesia orang makan (eh..apa minum ?) sup biasanya dicampur sama nasi, sedang di luar negeri yang makannya berurutan secara USDEK (Unjukan-Sup-Daharan-Es-Kondur) sejati…sup biasanya dihidangkan sebagai apetizer alias “pembuka selera”. Nah, kalau selera sudah terbuka maka waktunya makan main course alias nasi dan lauknya !

Saya masih ingat di kota masa kecil saya dulu bila ikut Ibu “jagong manten” selalu disuguhi sup ayam yang enak betul, saking enaknya sampai saat ini saya masih teringat dan terkenang-kenang akan keenakannya…

Begitu juga, minggu lalu waktu ke Surabaya saya sempat makan “rawon setan” di depan hotelnya Mak Erot (yaitu JW Marriott !!!) yang sedap dan pedasssss betul…namun esok paginya sekali ek…ek…setannya bisa keluar semua !!!

Menurut anda, sup mana yang paling enak ? Bikinan Ibu atau beli di warung atau restoran ?

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 308 other followers