Pacebok
31 Jan 2009 5 Comments
Beberapa hari yang lalu, seorang teman entah siapapun dia, telah menaruh sebuah kalender “sensual” tepat di meja saya di kantor persis di sebelah monitor komputer. Gambarnya tentang seorang model “baru”, seperti di awal tahun 1980an dulu ada kalender sensual dengan sederetan model yang kebanyakan sekarang menjadi bintang film atau bintang sinetron..
Seperti biasa, kalau saya sampai di kantor saya akan segera mencek Blog saya untuk melihat adakah komentar baru yang masuk ? Dan apakah komentar itu perlu ditanggapi segera ? Yah,,,saya begitu memprioritaskan jawaban komentar di Blog saya yang menanyakan tentang skripsi (Matematika, Pendidikan, Sastra Inggris, dan Teknik Informatika). Setelah baca blog selesai, baru cek email (saya punya 2 di Yahoo, dan 1 di Gmail). Nah, biasanya sambil cek salah satu email saya itu juga akan ketahuan apakah account Facebook (FB) saya ada komentar dari kawan-kawan…
Nah, di pagi itu sedang enak-enaknya nonton FB tiba-tiba boss saya mendekati dari belakang sambil nanya dengan agak keras “Djok, lagi nonton Pacebok ya ?”…
Sayapun dengan malu langsung membalik kalender sensual itu, sehingga sekarang yang nampak hanyalah halaman putih dengan satu merk pembalut wanita di sana. Karena saya pikir Pacebok dari kata “cebok” yang artinya tidak jauh-jauh dari (maaf) pantat dan bagian depannya itu…
Boss sayapun komentar lagi “Enggak itu. Pacebok yang kamu lihat itu lho !”
Hweleh hweleh hweleh…ternyata yang dimaksud boss saya dengan Pacebok adalah Facebook (Fis buk) tho !!!
[Facebook adalah fenomena baru orang berkomunikasi sosial di dunia maya, Bisa untuk iseng-iseng dan temu kangen dengan teman2 lama di dunia real, atau bahkan untuk maksud serius seperti Barack Hussein Obama yang telah menjadi Presiden AS gara-gara Facebook. Sudahkan anda mempunyai account Facebook ? ]
Angker ?
30 Jan 2009 7 Comments
Jika anda mengalami dua hal aneh di tempat yang sama, apakah anda lantas sebut tempat itu sebagai angker ? Ini cerita tentang satu tempat yang ada toko groseri-nya dengan merk yang ada di mana-mana. Letaknya sekitar 1 km dari tempat saya tinggal dan terletak di pinggir jalan besar…
Sekitar 10 tahun yang lalu, saya berbelanja di toko itu dengan mobil saya hadapkan ke jalan, jadi pantat mobil ada di sisi toko. Setelah berbelanja beberapa barang, sayapun memutuskan menstarter mobil dan melepaskan rem tangan,…tapi ooops…mobil berjalan menuruni tempat parkiran dengan kondisi kunci stang masih terkunci dengan rem kaki. Yang bisa saya lakukan hanya membuka jendela dan tereak-tereak seperti orang gila ke mobil-mobil yang lalu lalang di depan toko “Awas…rem blong…awas rem blong !!!!”…
Banyak mobil dengan terheran-heran sopirnya memandang ke arah saya…dan mobilpun meluncur tanpa di gas dan tergerak oleh gaya gravitasi…makin lama makin kencang. Sialnya, di masa sekritis itu saya tidak selintaspun terlintas di benak saya untuk menggunakan rem tangan. Akhirnya Jegerrrrrr ! Mobil saya menabrak angkot, dan segera saya minta maaf ke sopir angkot dan menceritakan apa yang terjadi. Besoknya, angkot bertemu dengan saya di bengkel langganan saya dan saya mengeluarkan biaya Rp 125.000 untuk memperbaiki angkot itu dan permintaan maaf ke sopirnya. Rupanya angkot itu milik seorang kolonel AD, dan sesama keluarga AD kami saling ngobrol tanpa rasa dendam…
Tadi malam, sepuluh tahun setelah peristiwa yang pertama, saya ke toko yang sama yang didepannya ada ATM bank saya yang berlogo biru itu. Mobil saya parkir dengan hidung di depan, ke arah toko. Situasi hujan lumayan deras, dan mobil saya kacanya dipenuhi embun-embun kecil. Setelah menarik tunai di ATM yang ada dan beli lampu bohlam dan gula serta kopi, sayapun menuju mobil. Kaca kiri dan kanan sopir saya buka supaya lalu lalang mobil dan motor di jalan raya di belakang saya kelihatan. Tukang parkir mulai kasih aba-aba “Terus..mundur..terus..mundur…” dan tiba-tiba ada bunyi brakkkk…dan saya lihat seorang siswi SMA terkapar di aspal dengan motor Honda maticnya terjatuh. Si siswi SMA menangis tersedu, dan dibangunkan oleh orang-orang yang mulai berkerumun. Ia menangis dan berteriak-teriak memanggil bapak dan ibunya. Saya tenangkan dia, dan saya suruh orang membeli 2 tensoplast, luka di dengkulnya ibarat jatuh dari sepeda biasa saja. Setelah darah di dengkulnya hilang, iapun agak tenang setelah saya suruh jangan ia menangis dan bukan salahnya. Ia memakai helm di hujan yang cukup deras, jadi mungkin ia tidak bisa melihat jelas ketika ada tukang parkir memberi aba-aba berhenti…
Yang sampai sekarang saya belum tahu, si siswi tadi menabrak tukang parkir, motor lain, pejalan kaki, atau menabrak bagian belakang mobil saya ? Di rumah saya cek mobil tidak ada beret sedikitpun. Mungkin begitu disetop tukang parkir (yang kebetulan berbaju hitam), ia terkejut, terpeleset, motornya jatuh, dan motornya menyenggol mobil saya…
“Sudah, jangan menangis. Bukan salah mbak, tapi salahnya hujan. Helm yang mbak pakai ada embunnya, sehingga mbak tidak bisa melihat dengan jelas. Jangan bosan mengendarai motor”, kata saya menasehati. Soalnya tadi waktu menangis ia nelpon ibunya “Saya nggak mau naik motor lagi. Nggak mau naik motor lagi !”.
Akhirnya si siswipun tenang, dan ia bisa berbicara dengan tenang sambil tersenyum “Pak, saya sudah tidak apa-apa kok. Kalau bapak mau meninggalkan sini, silahkan saja. Ibu saya sedang menuju ke sini kok”..
“Maaf ya mbak, kalau saya ada salah”. Motor orange-nya saya tepikan, dan mobil saya undurkan kali ini dengan bantuan 2 tukang parkir. Si tukang parkir berbaju hitam tadi saya kasih uang parkir Rp 2000 tapi ia tidak mau menerimanya…
Saya hanya berpikir, apakah tempat itu angker ?
Mungkin tidak, mungkin saya hanya meleng saja…
[Pada waktu sembahyang Isya, sayapun meminta maaf kepada Allah tentang segala kesalahan saya..]
Kabut Puncak Ungu
30 Jan 2009 7 Comments
Lho,,,apa benar kabut di Puncak Pass sekarangberwarna ungu ? You bet !!! Masak kabut kok berwarna ungu. Judul ini dibuat begitu supaya anda “kecele” dan akhirnya tertarik buat membaca posting ini…
Yang jelas, selama 3 hari kemarin ini saya menghadiri Raker kantor saya di BBPK Ciloto yang letaknya persis di sebelah Hotel Lembah Hijau, Ciloto Puncak. Walaupun raker sering dipelesatkan “oRA KERjo” tapi gak apa-apa yang penting ngumpul, ngobrol serius, dan bercanda terus selama 3 hari dengan teman2 sekantor yang sejatinya jarang saya ajak ngobrol itu. Bukannya sombong, tapi saya memang bukan tipe pegawai yang 5 hari seminggu dan 8 jam sehari ada di kantor. Namun, saya tipe orang yang selalu aktif dari satu tempat ke tempat lain…
Hari Selasa jam 11.00 saya menuju puncak sendirian, mengendarai “Mbah Kakung”. Kalau anda belum tahu apa itu mbah Kakung…sebaiknya anda baca posting-posting saya sebelumnya. Dari rumah ke Ciawi cuman makan waktu 30 menit karena sempat balapan dengan Vitara dan Land Cruiser. Ibaratnya ada teman seperjalanan gitu. Tapi dari Ciawi sampai Ciloto kok ya makan waktu 2 jam !!! Believe it or not soalnya banyak anak sekolah keluar sekolah dan angkot-angkot pada ngetem…
Sampai di Puncak Pass yang dicirikan dengan kebun teh yang menghijau, kabut sudah menghadang. Pandangan mata cuman nembus 10-15 meter saja. Jadi terpaksa “Mbah Kakung” disuruh jalan pelan. Sampai Ciloto sudah ditunggu teman-teman selama 30 menit karena menurut jadwal saya membawakan presentasi pertama berjudul Penguatan Instrumentasi dan Sosialisai Audit Teknologi (PISAT). Untung, kebiasaan nge-BS yang sudah lama dijalankan memuluskan presentasi saya dan hadirinpun cuman bisa manggut-manggut saya tunjukin deliverables sebanyak 30 buku setebal 600 halaman itu (“Kena gertak sambal”…hehehehe…)…
Jumlah siang pulang, dan kabut Ciloto semakin menebal. Lampu headlamp terpaksa saya nyalakan. Kalau belum puas karena mata tidak bisa menembus kabut lebih jauh dari 10 meter, maka hazzard lamp-pun ikut saya nyalakan. Anehnya, di ketinggian ada kabut, agak rendah dikit kabut hilang, tapi agak rendah lagi kabut muncul lagi. Jadinya lampu headlamp nyala-mati-nyala-mati-nyala-mati….
Jelang Cisarua, hujan deraspun turun. Si mbah Kakung yang ACnya bermasalah menyebabkan kabut memenuhi kaca depan, samping dan belakang. Kabutpun ada sampai Cisarua, Cibulan, Gadog dan Ciawi. Masya ampyun…untung tidak terlalu banyak mobil jalan di Jumat siang itu…
Setelah nurunin Cak Darsono di terminal Baranangsiang Bogor, si mbah Kakung-pun saya pacu di tengah hujan gerimis turun ke arah Jakarta. Exit di Kampung Rambutan, sayapun nyambung ke JORR ke arah timur…
[Judul ini mungkin terinspirasi judul film di jaman dulu berjudul "Kabut Sutra Ungu"...]
Crocodile forget to smile
27 Jan 2009 1 Comment
Sewaktu beberapa tahun yang lalu saya masih suka “mudik” pulang ke Jawa dengan keluarga, saya sering memperhatikan tulisan-tulisan yang ditulis di mobil-mobil boks atau truk kecil yang biasanya merupakan “motto” dari daerah dimana mobil tersebut berasal…
Nah, karena pagi tadi hal yang sama dibahas lagi di Radio Prambors di acara Putuss oleh Imam Darto, saya jadi ingat peristiwa yang terjadi beberapa tahun yang lalu..
Setiap kota atau kabupaten biasanya mempunyai Visi atau cita-cita yang ingin dicapai oleh kota atau kabupaten tersebut. Biasanya visi itu mengandung kata-kata : indah, nyaman, bersih, tenteram, aman, berseri… dan biasanya visi itu sebagai kata ikutan yang mengikuti nama kota atau kabupaten. Misalnya Jakarta BMW (Bersih, Manusiawi, Wibawa), Bekasi Berhiber (Bersih, Hijau, Berseri), Semarang Atlas (Aman, tertib, lancar, asri), dan sebagainya dan sebagainya…
Nah, dulu ketika “pulang kampung” kami sekeluarga melalui Jakarta, Bekasi, Cirebon, Tegal, Pekalongan, Semarang, dan seterusnya…menuju ke kota saya di Madiun. Sepanjang jalan saya dan anak-anak saya serta isteri saya bercanda ria membahas “motto” atau “visi” masing-masing kota yang kita lalui…
Alangkah gembiranya kami setelah sampai di kota yang bernama Boyolali, yang ternyata Visinya adalah “Tersenyum”…mungkin dari kata Tertib, Sedu, nyaman, dan um..um..um…apa ya ?
Yah “Boyolali Tersenyum” yang kalau dibahasainggriskan ternyata juga nggak kalah hebohnya. “Boyo” artinya buaya atau crocodile, “lali” artinya lupa atau forget, dan “tersenyum” artinya to smile. Jadi “Boyolali tersenyum” bahasa Inggrisnya adalah “Crocodile forget to smile” !!!! Huraaa !
[Beberapa tahun yang lalu saya sempat tinggal di luar negeri, dan setahu saya kota-kota di luar negeri tidak punya "Visi" yang berupa slogan lalu disebutkan di belakang nama kota itu, kecuali untuk klub sepakbola, bola basket, atau american football. Apalagi ditulis di bak mobil boks atau truk mini segala. Jadi, cerita ini adalah khas Indonesia..... Wah, ada-ada saja ! ]
Karena saya hobby saja..
26 Jan 2009 6 Comments
Cerita ini terjadi sekitar tahun 1977. Waktu itu saya masih mahasiswa tingkat dua di Departemen Statistika dan Komputasi IPB. Kakak kedua saya masih menulis skripsi dan tugas akhir dari Departemen Agronomi IPB dan sedang diajak pacarnya untuk mengunjungi ibunya di Desa Kentong, Cepu. Karena saya lagi liburan semester di Madiun, maka kesempatan “pergi ke luar kota” yang langka itu langsung saya sambar. Saya juga pengin ikut ke Cepu..
Dari Madiun ke Ngawi kami bertiga naik Colt 120SS yang waktu itu sedang merajai jalanan sebagai angkutan antar kota. Mobil Jepang yang cukup lebar dan cukup kencang itu menjadi pemandangan sehari-hari di seluruh kota di Indonesia. Dalam waktu setengah jam, Colt kami sudah “mendarat” di Stasiun Bis Ngawi (masih di dekat perempatan dekat kantor polisi, bukan di posisi yang sekarang)..
Sebelum berangkat ke Cepu, kami masih sempat merasakan soto ayam di Stasiun Bis Ngawi. Ingat, Stasiun Bis adalah salah satu tempat yang banyak menyediakan makanan enak dengan harga murah ! Setelah kenyang dan waktu menunjukkan pukul 10.30 kamipun ganti Colt ke jurusan Cepu. Cepu waktu itu sudah menjadi kota minyak dan di sana ada Akademi Minyak Cepu yang hampir saya masuki sekiranya saya tidak diterima di IPB (dan ITB dan UGM….uhhh..)..
Ternyata jalanan Ngawi-Cepu waktu itu masih kurang mulus, banyak lubang dan melalui tengah hutan jati yang masih lebat. Setelah perjalanan sekitar 1 jam, sampailah kami di Terminal Bis Cepu. Nah, untuk ke Desa Kentong yang jauhnya sekitar 5 km kami memutuskan naik dokar dan itu rupanya satu-satunya moda transportasi jarak menengah di kota Cepu.
“Pinten pak nek bade dateng Dusun Kentong ?”, (Berapa pak taripnya kalau mau ke Desa Kentong ?) tanya pacar kakak saya ke Pak sais dokar.
Melihat kami bertiga yang agak kuyu dan kurus berpotongan mahasiswa yang kiriman uangnya suka telat, si sais dokarpun bilang “Mpun to pinten mawon, wong kulo nggih bade wangsul niki” (Sudah berapa saja, kebetulan saya lagi mau pulang juga nih), kata si sais dokar..
Sepanjang perjalanan yang cukup sepi, kami sempat ngobrol ke sana ke mari dengan Pak sais dokar yang ramah, berbaju hitam, bercelana hitam separo, dan pakai blangkon (topi kas jawa) itu. Rupanya ia pensiunan pegawai suatu perusahaan (dia tidak cerita perusahaan apa)..
Sesampai di tempat, setelah Pak sais dokar berkenan mengantarkan kami bertiga sampai persis di depan rumah pacar kakak saya, kami disuruh membayar Rp 50 saja. “Lho kok mirah sanget, punapa panjenengan mboten rugi to pak ?” (Lho kok murah sekali, apa Bapak tidak rugi ?), kata kakak saya membayangkan naik dokar bertiga yang jauhnya 5 km kok dengan tarip satu kali naik angkot di Bogor buat satu orang..
“Mpun mboten nopo-nopo, mpun cekap kangge tumbas suket kangge lare kulo niki” (Sudah gak apa-apa, sudah cukup untuk beli rumput buat “anak” saya ini), kata pak sais dokar kalem…
“Lho, kangge njenengan piyambak njur nopo ? (Lho, untuk Bapak sendiri lantas bagaimana ?), tanya kakak saya lagi..
“Kulo mpun wonten jatahipun, lha kulo niki pengsiunan kok, sing penting kulo gadah kegiatan” (Saya sudah punya uang kan saya pensiunan, yang penting saya ada kegiatan), kata pak sais dokar. Dan kamipun mengucapkan terima kasih dan melambaikan tangan sebagai salam dan penghormatan kepadanya sampai debu di jalan yang terbang diterjang roda dokarnya telah tidak terlihat…
Hari kemarin ini, di rumah saya terdengar kucing saya si Ringo sedang berantem dengan kucing pendatang yang badannya lebih besar. Bunyi ngeongnya sangat keras sampai-sampai semua tetangga saya pada melongokkan kepalanya keluar. Sayapun memisahkan kedua kucing yang adu dominasi wilayah itu dengan cara berlari mengejar si kucing pendatang… Tanpa sengaja saya sampai di depan rumah tetangga…
“Oh Pak RT, boleh nggak saya membuka bengkel sepeda ?”, kata si Bapak tetangga sambil menunjukkan kertas karton bertuliskan “Menerima tambal ban sepeda”. “Oh ya boleh saja pak, mengapa tidak ?”, kata saya.
Akhirnya saya menjadi klien pertama dari Bapak tetangga itu. “Anu pak, sepeda saya ini dari beli belum pernah diganti bannya sampai pecah-pecah gini. Daripada pecah di jalanan, lebih baik saya minta tolong diganti saja ya pak”, kata saya sambil menyerahkan uang sekedarnya..
Sorenya, sepeda saya sudah jadi baru dengan ban baru merk GENIO yang tapaknya masih baru…
“Berapa pak totalnya ?”, kata saya. “Wah, itu tadi uangnya sudah cukup pak”, kata Bapak tetangga tadi sambil melanjutkan “Yang penting saya sebagai pensiunan ada kegiatan”…
Wow… Deja Vu… 32 tahun yang lalu…
(Terus kapan saya akan pensiun ? Pensiun dari kantor sih mungkin 4 tahun lagi, kalau tidak diperpanjang 5 tahun sebagai Perekayasa. Tapi pensiun dari ngajar kayaknya belum terlihat waktunya kapan, asal badan masih bisa datang ke kampus, pasti setidaknya 8-10 sks tersedia bagi saya untuk cuap-cuap di depan mahasiswa….)
Happy Chinese Lunar New Year 2560
25 Jan 2009 1 Comment
Kepada pembaca Blog ini yang merayakannya, dengan ini saya mengucapkan “Selamat Tahun Baru Imlek 2560″
G o n g X i F a t C h a i !
Semoga kemakmuran dan kesejahteraan menghampiri anda semuanya di tahun ini..
Salam, Tri Djoko
Obama si anak “below Menteng”
23 Jan 2009 4 Comments
Masih cerita tentang Presiden Barack Obama nih… Bagi yang sudah bosan, gak apa-apa, skip aja cerita ini…
Sore tadi banyak stasiun televisi Indonesia yang menyiarkan berita petang melaporkan kemampuan berbahasa Indonesia dari Presiden Obama yang masih bagus. Ceritanya, siang itu Presiden Obama mengunjungi Department of State (Kementerian Luar Negeri) yang sekarang dipimpin oleh Hillary Rodham Clinton, isteri mantan Presiden Bill Clinton..
Setelah berpidato di hadapan para diplomat AS yang bekerja di Kementerian Luar Negeri, Presiden Obama-pun menghampiri para diplomat AS yang hadir di acara itu…
Tiba-tiba salah seorang diplomat yang bernama Charles Shriver (belakangan saya baca di koran, namanya yang benar adalah Charles Silver – tdw) menyapa Presiden Obama dengan bahasa Indonesia “Bapak, Selamat Siang !”..
Dan Obama-pun menjawab dengan cepat “Terima kasih. Apa kabar ?”
Mr. Shriver-pun menjawab “Kabar baik. When will you visit Indonesia ?”
Obama menjawab “Pretty soon. I would like to visit my neighborhood when I spent my childhood in Jakarta”.
Mr. Shriver-pun menjawab “I live near your neighborhood”
Obama menjawab “Really ? Yes, I lived in “Below Menteng” dengan merefer Jalan Menteng Dalam sebagai “Below Menteng”…
Sorenya stasiun TVOne bahkan mempelesetkan pidato inagurasi President Barack Hussein Obama sebagai Presiden ke-44 AS. Dengan cara, semua pidato tersebut di-dubbing dengan bahasa Indonesia aksen bule. Namun isinya sama sekali telah diganti, yaitu Obama memuji Indonesia, teringat akan Indonesia, dan sangat concern akan kesulitan yang dihadapi Indonesia seperti BBM mahal, sembako mahal, dan sebagainya…
Lucu banget. Dan sayapun terpaksa menirukan kata-kata Pak Jarwo Kwat….yaitu “Aya-aya wae !”….hehehe…
Kalau anda mau lihat langsung peristiwa itu di You Tube, ini link-nya : http://www.youtube.com/watch?v=TBwOnjU8V8o
Masih untung, saya….
23 Jan 2009 12 Comments
Sebagai orang Jawa, saya selalu beruntung karena orang Jawa konon kabarnya selalu beruntung yang dicirikan dengan kata-kata “Masih untung, saya…..”
Misalnya di cerita ketoprak atau wayang kulit, ada peperangan antara dua tokoh protagonis (tokoh baik) dengan tokoh antagonis (tokoh jahat) dan misalnya si tokoh baik bisa menewaskan tokoh jahat, tapi tak ayal si tokoh baik juga kena panah matanya yang sebelah kiri. Maka, kepada temannya tokoh baik ini akan bilang “Masih untung saya kehilangan hanya satu mata, sehingga mata saya masih satu. Lha coba saya kehilangan dua mata semuanya…rak kojur….nggak bisa lagi lihat wanita yang cantik-cantik…”
Jadi karena terlalu banyak nonton ketoprak atau wayang kulit semasa kecil dulu, saya sampai saat ini masih merasa beruntung sebagai orang (Jawa). Khususnya dalam pekerjaan saya sebagai dosen di universitas tempat saya mengajar sekarang..
Mengapa ?
Lha konon kabarnya, hanya ada 2 bisnis di dunia ini – terutama di Indonesia yang padat penduduknya – yang selalu jalan terus nggak peduli ekonomi krisis atau tidak. Pertama, yaitu bisnis Rumah Sakit Bersalin…karena krisis ataupun tidak si jabang bayi pasti pengin lahir ke dunia nggak peduli orangtuanya kena krisis atau tidak. Kedua, yaitu bisnis Sekolah macam Universitas tempat saya ngajar sekarang soalnya krisis atau tidak, si Upik harus tetap pergi ke sekolah – begitu konon bunyi sebuah iklan…
(Bagi yang sering nonton acara Kuliner-nya Pak Bondan atau Pak William Wongso pasti berargumen….Ketiga, bisnis Restoran – karena krisis atau tidak orang masih perlu makan kecuali kalau pengin kelaparan…hehe…boleh juga tuh..)…
Untung saya tinggal di Indonesia, dan untung saya sebagai dosen, jadi krisis atau tidak Insya Allah saya masih bekerja karena di krisis 1998 dulupun saya masih tetap bekerja…
Tapi coba perhatikan kalau anda tinggal di negara Paman Sam, sebuah perusahaan sekelas Microsoft-pun sudah bersiap-siap merumahkan sekitar 5,000 pegawainya dalam waktu dekat…
Ini beritanya, yang saya kutip dari sumber : http://blogs.zdnet.com/microsoft?/?p=1833&tag=nl.e589
“From: Steve Ballmer
Sent: Thursday, January 22, 2009 6:07 AM
To: Microsoft – All Employees (QBDG)
Subject: Realigning Resources and Reducing CostsIn response to the realities of a deteriorating economy, we’re taking important steps to realign Microsoft’s business. I want to tell you about what we’re doing and why.
Today we announced second quarter revenue of $16.6 billion. This number is an increase of just 2 percent compared with the second quarter of last year and it is approximately $900 million below our earlier expectations.
The fact that we are growing at all during the worst recession in two generations reflects our strong business fundamentals and is a testament to your hard work. Our products provide great value to our customers. Our financial position is solid. We have made long-term investments that continue to pay off.
But it is also clear that we are not immune to the effects of the economy. Consumers and businesses have reined in spending, which is affecting PC shipments and IT expenditures.
Our response to this environment must combine a commitment to long-term investments in innovation with prompt action to reduce our costs.
During the second quarter we started down the right path. As the economy deteriorated, we acted quickly. As a result, we reduced operating expenses during the quarter by $600 million. I appreciate the agility you have shown in enabling us to achieve this result.
Now we need to do more. We must make adjustments to ensure that our investments are tightly aligned with current and future revenue opportunities. The current environment requires that we continue to increase our efficiency.
As part of the process of adjustments, we will eliminate up to 5,000 positions in R&D, marketing, sales, finance, LCA, HR, and IT over the next 18 months, of which 1,400 will occur today. We’ll also open new positions to support key investment areas during this same period of time. Our net headcount in these functions will decline by 2,000 to 3,000 over the next 18 months. In addition, our workforce in support, consulting, operations, billing, manufacturing, and data center operations will continue to change in direct response to customer needs.
Our leaders all have specific goals to manage costs prudently and thoughtfully. They have the flexibility to adjust the size of their teams so they are appropriately matched to revenue potential, to add headcount where they need to increase investments in order to ensure future success, and to drive efficiency.
To increase efficiency, we’re taking a series of aggressive steps. We’ll cut travel expenditures 20 percent and make significant reductions in spending on vendors and contingent staff. We’ve scaled back Puget Sound campus expansion and reduced marketing budgets. We’ll also reduce costs by eliminating merit increases for FY10 that would have taken effect in September of this calendar year.
Each of these steps will be difficult. Our priority remains doing right by our customers and our employees. For employees who are directly affected, I know this will be a difficult time for you and I want to assure you that we will provide help and support during this transition. We have established an outplacement center in the Puget Sound region and we’ll provide outplacement services in many other locations to help you find new jobs. Some of you may find jobs internally. For those who don’t, we will also offer severance pay and other benefits.
The decision to eliminate jobs is a very difficult one. Our people are the foundation of everything we have achieved and we place the highest value on the commitment and hard work that you have dedicated to building this company. But we believe these job eliminations are crucial to our ability to adjust the company’s cost structure so that we have the resources to drive future profitable growth. I encourage you to attend tomorrow’s Town Hall at 9am PST in Café 34 or watch the webcast.
While this is the most challenging economic climate we have ever faced, I want to reiterate my confidence in the strength of our competitive position and soundness of our approach.
With these changes in place, I feel confident that we will have the resources we need to continue to invest in long-term computing trends that offer the greatest opportunity to deliver value to our customers and shareholders, benefit to society, and growth for Microsoft.
With our approach to investing for the long term and managing our expenses, I know Microsoft will emerge an even stronger industry leader than it is today.
Thank you for your continued commitment and hard work.
Steve”
Nonton Inagurasi Presiden Barack Obama
21 Jan 2009 7 Comments
Entah karena di masa kecil Barack Obama pernah tinggal 4 tahun di Jakarta atau karena memang ia “pribadi yang lain”, hampir semua rumah tangga di Indonesia tanggal 20 Januari 2009 malam pada nyetel siaran pelantikan alias inagurasi Barack Husein Obama sebagai Presiden Amerika Serikat yang ke-44.
Bukan pula karena saya “an American educated person” sampai bela-belain nonton acara inagurasi sepanjang 1,5 jam itu. Karena..dan karena…semua stasiun TV di Indonesia tadi malam menyiarakan acara Inagurasi Presiden Barack Obama ! Dari stasiun TV yang erat berhubungan dengan Amerika macam MetroTV sampai stasiun pemerintah TVRI sampai…dan sampai … semua stasiun TV. You name it !!!!
Saya belum pernah melihat banyaknya orang Indonesia nonton acara TV se-massal tadi malam, kecuali waktu kesebelasan sepakbola Indonesia main ataupun team bulutangkis Indonesia bertanding di Thomas Cup..
Dan seingat saya, untuk satu single event di luar negeri kecuali siaran sepakbola Piala Dunia, baru Lady Diana Spencer waktu pemakamannya dan Barack Husein Obama waktu inagurasinya sebagai Presiden AS ke-44 yang begitu banyak menyedot perhatian pemirsa TV di Indonesia..
Congratulations President Barack Obama !
[Namun banyak komentar orang Indonesia yang menyayangkan mengapa dalam pidato inagurasinya Presiden Barack Obama tidak menyinggung sedikitpun mengenai konflik di Gaza Strip yang sudah memakan banyak korban jiwa. Mungkin jawaban Presiden Obama jika ditanyakan hal ini adalah "I don't have to"...]
Kuliah pengganti kelas 05PCT,03PAW,07PAV
15 Jan 2009 29 Comments
Rabu dan Kamis tanggal 29 dan 30 Oktober 2008 yang lalu saya izin tidak masuk mengajar karena mempersiapkan hari pernikahan anak saya keesokan harinya…
Oleh karena itu, Kuliah Pengganti (KP) untuk kelas Interaksi Manusia dan Komputer (IMK), Perancangan dan Analisis Algoritma (PAA), serta Rekayasa Piranti Lunak (RPL) akan dilaksanakan sebagai berikut :
SELASA tanggal 20 Januari 2009 jam 07.20-11.00 : Kuliah Pengganti mata kuliah Perancangan dan Analisis Algoritma (PAA) kelas 03PAW, ruang : tunggu pengumuman di depan ruang akademis
SELASA tanggal 20 Januari 2009 jam 11.20-13.00 : Kuliah Pengganti mata kuliah Interaksi Manusia dan Komputer (IMK) kelas 05PCT, ruang : tunggu pengumuman di depan ruang akademis
SELASA tanggal 20 Januari 2009 jam 13.20-17.00 : Kuliah Pengganti mata kuliah Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) kelas 07PAV, ruang : tunggu pengumuman di depan ruang akademis
Ok ? Be There or Be Square !!!
Recent Comments