Lagu-lagu lama penghilang stress

Belanda masih jauh ! Daripada stress, silahkan mendengarkan lagu-lagu lama yang link-nya saya berikan di bawah ini. Jika sambungan internet anda di rumah atau di kantor setara dengan Speedy Unlimited, maka pasti tidak sulit mendengarkan lagu-lagu ini dengan sreaming yang normal..

Lagu pertama, bagaimana kalau menikmati dulu Procol Harum di “Whiter Shade of Pale”  di sini : http://www.youtube.com/watch?v=Mb3iPP-tHdA

Lagu kedua, bagaimana kalau nikmati suara emasnya” Lady of Folk Song” Joan Baez dengan lagunya “House of The Rising Sun” di sini : http://www.youtube.com/watch?v=gDwK-Zir8ls

Lagu ketiga dan terakhir, bagaimana kalau untuk mengimbangi Joan Baez kita dengarkan “King of Folk Song” Bob Dylan “The House of Rising Sun” di sini : http://www.youtube.com/watch?v=49IzD9IE5Vc

Udah..jangan banyak-banyak, ntar anda malah komplain hubungannya internetnya lambat, atau malahan komplain karena bill Speedy-nya membengkak seperti pantat dientup tawon…hehe…

13 Comments (+add yours?)

  1. alris
    Mar 08, 2009 @ 15:37:59

    Wah piye iki, saya ngenet di warnet. donlotnya lama. Kalo kelamaan ntar budget buat yang lain kemakan, berabe. Denger lagu itu ntar aja, saya udah ada karawitan jangkep yang nyamleng dari Nyi Condrolukito. Walau gak ngerti bahasa jawa tapi saya menikmati musik karawitan itu. Bener, musik adalah bahasa universal yang keluar dari hati.

    Uda Alris,
    Sebenarnya inti dari posting saya : dengarkan lagu yang membuat anda merasa tenteram. Boleh lagu klenengan dari Nyi Condrolukito, atau lagu degung Sunda, Kecapi Cianjuran, atau malah klenengan gamelan Bali, Gondang Batak, atau lagu-lagu Minang…

    Mungkin setiap orang lagu yang “menenteramkan” bisa beda-beda. Makanya perlu dicoba dan dicoba terus..

    Jadi, tidak harus 3 lagu yang saya sebutkan tadi…

    Reply

  2. totok
    Mar 09, 2009 @ 19:56:13

    Dengerin 3 lagu itu jelas bikin terhanyut ke masa lalu. Tiga lagu itu cak, sering tak nyanyikan kalau pas karaoke. Tapi sayang, suaraku gak nutut. Sebab suaraku cocok gae nyanyi My Way, sing suarane rodo serak-serak pilek.

    Mas ALRIS
    Ternyata orang Padang ada yang suka juga ya sama Nyi Condrolukito. Wah, bener-bener nikmat kelau mendengarkan lagu itu. Apalagi sambil tiduran, ditimpa angins emilir sepoi-sepoi basa.

    Dah sampai jakarte lagi nih yeee….

    Cak Totok,
    Ya…yang penting ndengerin lagu yang enak-enak buat didengerin. Lha masalah nyanyi, nanti aja. Salah-salah di suatu pertemuan nanti “Cak Totok mau menyumbangkan suaranya”…makanya, dari “menyumbangkan” jadi “sumbang” beneran…hehehe…

    Reply

  3. alris
    Mar 10, 2009 @ 00:59:22

    Pro Pak Totok dan Simbah:
    Karawitan Nyi Condrolukito saya suka mungkin karena pengaruh masa kecil. Diwaktu kecil saya suka mendengarkan radio RRI. Nah jaman saya kecil karena segala sesuatunya sentralisasi maka dikampung saya siaran radio yang maknyuss satu-satunya cuma RRI pusat yang di relay oleh RRI daerah. Saya ingat setiap jam dua siang habis berita pada hari senin dan kamis (kalo gak salah) hiburannya adalah karawitan jawa yang diisi oleh Nyi Condrolukito. Dan saya sering adu mulut dengan saudara saya kalo saya dengerin karawitan, karena saudara saya tidak suka.
    Semua jenis musik saya suka, kecuali seriosa. Suer kalo denger musik seriosa bulu kuduk saya merinding. Maaf bagi pemusik dan pecinta seriosa. Gimana dengan simbah?

    Reply

  4. TOTOK
    Mar 10, 2009 @ 20:27:58

    Weladalah, sejak Om Tri ke Surabaya, blognya jadi sepi. Simbah mungkin nang tengah segoro. Om Tri awake kesel mergo numpak pesawat mabuk.

    Kari aku karo Uda Alris, muter-muter nang dunia maya he…he

    Reply

  5. alris
    Mar 11, 2009 @ 10:12:18

    Yang punya rumah lagi dinas nang luar kota, tapi masuk kota, jadi blog-nya sepi gak ada comment.

    Reply

  6. simbah
    Mar 11, 2009 @ 20:23:01

    Uda Alris, sewaktu saya masih tinggal di PondokGede, suka nyetel radio p2sc atau kayumanis. Malam-malam tertentu juga menyiarkan budaya khas dari Sumatra barat…yang saya masih ingat salam pembukanya kalo nggak salah angko-angko dan ninik-mamak…dan seterusnya….????

    Reply

  7. alris
    Mar 11, 2009 @ 22:15:41

    Sampain sekarang radio itu masih ada siaran bahasa Minang-nya pak Pur.
    Angku-angku, niniak mamak,…dst

    Reply

  8. wayan
    Mar 13, 2009 @ 21:51:20

    ada lagu keroncong ga pak…kadang saya iseng pengen denger tipe2 lagu jadul.
    degung jg saya suka.

    Wayan,
    Banyak kok lagu keroncong di You Tube. Coba aja cari di Google “You Tube Keroncong” atau “You Tube Jembatan Merah” (kalau anda tahu judul lagunya mis. “Jembatan Merah”, “Hampir Malam di Yogya”, “Juwita Malam”, dan sebagainya). So far, saya suka suaranya (dan wajahnya) Sundari Soekoco. Tapi sepanjang suaranya mantap punya, saya juga suka…

    Reply

  9. tutinonka
    Mar 14, 2009 @ 12:30:45

    Pak Tri, apa kabar? Lamo indak basuo (halah, wong ora iso ngomong Padang wae lho, kok gaya! hehe … ).

    Biarpun belum tua banget (ngakunya) saya suka lagu-lagu lama. Soalnya waktu saya masih umur 10an tahun, ikut dengerin lagu-lagu kakak saya yang umur 30-an. Jadi bangsa lagu Nat King Cole, Andy William, Connie Francis, saya banyak tahu.

    Ohya, kalau boleh … mau nanya alamat rumah/kantor Pak Tri (via email saya saja, soalnya kalau dipublish di blog, nanti Pak Tri bisa-bisa didatengin petugas pajak … hehe ). Ada sesuatu yang mau saya kirimkan (dijamin bukan promosi barang Pak, swear … :D ).
    Terimakasih Pak …

    Bu Tutinonka,
    Ya..Bu..mpun dangu mboten temonan teng duniane mbak maya…;-)

    Penyanyi jadul yang ibu sebutkan itu saya tahu semua lho Bu : Nat King Cole, Andy Williams, Connie Francis, bahkan Tom Jones, Shirley Bassey, Ella Fritgerald, dsb…

    Bu, alamat kantor saya sudah saya kirimkan lewat japri..

    Reply

  10. simbah
    Mar 30, 2009 @ 00:17:45

    “A Whiter Shade of Pale”,….wahh….. mak nyuuuttt….kelingan kelas 3 SMASA, aku dilempari senyum gadis pujaanku sing ayune uleng-ulengan, apa boleh buat selepas SMA, dia dipersunting seorang pegawai pajak……kejadian 34 tahun silam, serasa baru kemaren sore……

    Mas Didiek,
    Wah…jangan-jangan areke iku sing dek cilik latihan nari dengan kita berdua di rumah saya itu ?

    Reply

  11. totok
    Mar 30, 2009 @ 08:13:26

    SIMBAH

    Wowww….wowww, Simbah ternyata pernag patah hati he…he…he. Pancen mbah, pegawe pajak dan keuangan liyane, opo maneh nang mbediyun, sering membuat patah hati orang.

    Bayangkan, waktu SMA kita biasanya pacaran atau naksir, yah……temen-temen sekelas, sak pantaran atau adik kelas kita. Tapi begitu mereka lulus, langsung diserobot sama pegawe-pegawe itu. Opo maneh sing huayu-huayuu….

    Sebab, pegawe-pegawe keuangan nang mbediyun kan kelase duwur cak, dadi karo wong tuwane areke yo mesti disorohno he…he.

    Sampean gak dewe cak, aku yo nate ngalami kok. Pacarku sing tak gadang-gadang sejak kelas 2 SMA, bareng lulus terus diserobot. Wah, yo rodo loro nang ati. Tapi jarene Cak tri, forget it. Ilang satu tumbuh selawe he…..he.

    Reply

  12. simbah
    Mar 30, 2009 @ 21:54:32

    He…he…..mana ada orangtua yang mau merelakan putrinya dipersunting jejaka yang gak jelas masa depannya…..?
    Masa itu yang ada dalam pikiranku, bagaimana caranya jadi insinyur…. yang laku keras adalah insinyur….bukan dokter dan lainnya… nyasar sebentar jadi pilot, 3jam ….fault, jadilah sekarang ini….hidup memang indah untuk dilewatkan begitu saja…..

    Mas Didiek,
    Ya itulah jalan hidup…mungkin kalau mas Didiek jadi menikah dengan gadis yang huayuuu dan pujaan mas itu, belum tentu mas bahagia. Bayangkan cewek huayuuu kan biaya maintenance nya juga banyak to ? Ya manicure, pedicure, spa, luluran coklat, pijat batu, muka dikasih buah-buahan sak pasar, dsb…. Beautiful girl is high cost and high maintenance..

    Iya ya, para orangtua jaman dulu masih sangat melihat siapa sih yang ngapelin putri saya, pekerjaannya apa, anaknya siapa, dia punya apa ? dsb..dsb..yang membuat kita dulu KO sebelum bertanding, maklum baru lulus SMA kan belum punya apa-apa. Mau memberi “porsekot” ke pujaan hati juga nggak tega dan nggak berani, selain itu dosa buesaaar…hehehe..

    Reply

  13. alris
    Apr 04, 2009 @ 02:12:06

    Hahahaha….ternyata Pak Totok dan Simbah pernah patah, hati pujaan hatinya disambar orang lain. Saya gak pernah patah hati, karena berani pacaran setelah lulus kuliah. Saya cuma gak kesampaian cita-cita untuk nikah dengan amoy sewaktu kerja di Pontianak. Tapi memang hidup begitu indah untuk dilewatkan, apalagi sampai gantung diri gara-gara cewek, silly tenan.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 324 other followers

%d bloggers like this: