Balikpapan kota yang indah..

Bila Tuhan tersenyum, lahirlah sebuah kota di tengah-tengah hutan diapit laut dan bukit. Itulah Balikpapan !

Terakhir mengunjungi Balikpapan pada tahun 1995 yang lalu, waktu itu saya sempat terkesan dengan kota Balikpapan yang rimbun, rapi, dan jalannya mulus sebagai layaknya kota minyak (jadi ingat Cirebon tahun 1976 yang lalu). Tapi di tahun 1995 itu saya hanya mampir saja ke Bandara Sepinggan Balikpapan karena tujuan saya dan teman waktu itu adalah pergi ke Samarinda yang berjarak 120 km di sebelah utara Balikpapan…

Awal Juni 2009 kemarin ini saya, isteri mengantarkan anak pertama saya pindah ke kota Balikpapan mengikuti suaminya yang sudah terlebih dahulu tinggal di Balikpapan. Insya Allah, 2,5 bulan lagi akan lahir cucu saya di kota minyak ini. Intro perjalanan saya dan isteri ke Balikpapan sudah saya tulis di “Operation Otong”…

Singkat kata, pesawat Garuda yang membawa kami dari Jakarta sudah approaching ke Sepinggan International Airport-Balikpapan. Bandara yang terletak persis di tepi pantai (seperti di Bali, atau Kaitak di HongKong) itu tampak kecil dari ketinggian sekitar 3.000 feet. Boeing 737-800 NG Garudapun mulai banking ke arah kiri dan seolah mau menceburkan ekor kirinya ke laut yang tenang di bawah. Begitu mendarat, agak hard landing memang, pilot segera me-reverse putaran engine yang membuat pesawat bergetar hebat tapi akibatnya bisa berhenti pada jarak yang relatif pendek, 500-700 meter mungkin. Belakangan saya baru tahu, separuh panjang landasan Sepinggan untuk mendarat dan separuh berikutnya khusus untuk take-off !

Dijemput menantu, kamipun berKijang ria mengitari kota Balikpapan yang benar-benar terkesan kota di tengah hutan karena tingginya dan rimbunnnya pepohonan di sebelah kiri-kanan jalan. Kamipun melewati Stadion Indoor yang cukup besar yang tahun lalu barusan digunakan untuk PON…

Setelah melepas lelah sejenak di rumah, dan sedikit membiasakan diri dengan hawa panas di kota yang dekat Garis Katulistiwa itu setelah agak sore kami keluar untuk mencari mie ayam dekat BB (Balikpapan Baru). Setelah agak kenyang Kijang kamipun menyusuri Jalan M.T. Haryono yang merupakan jalan terpanjang di Balikpapan. Ternyata ada satu penggal jalan yang sedang dikerjakan pengurukan jalannya.

Kijangpun menyusur pelan melalui beberapa lapangan sepakbola yang terletak di dekat kompleks Pertamina. Kira-kira ada 3 lapangan sepakbola yang berjajar yang dipenuhi oleh penduduk Balikpapan di sore yang cerah itu. Anak-anak bermain bola, si Ibu menikmati kudapan, dan si Bapak menunggui motor dengan sabar. Katanya di lapangan ini kalau malam minggu akan ramai sekali…

Di sebelah kiri jalan mulai terlihat laut lepas di belakang beberapa hotel, pertokoan, rumah pribadi, dan kantor kompleks Pertamina. Kalau ada yang saya tidak suka dengan Balikpapan adalah jalan raya utamanya tidak terletak di tepi laut seperti yang saya lihat di Pantai Losari di Makassar. Di Balikpapan, jalan terletak kira-kira 50 meter di tepi laut, dan antara jalan dan laut terdapat pertokoan, hotel, rumah-rumah indah, dan beberapa taman tamasya…

Jalan lurus terus dan kini Kijang kami sudah mendaki bukit di Kompleks Pertamina yang kanan-kirinya pohon-pohon tinggi nyaris seperti hutan. Menantu saya bilang, dalam sebulan terakhir ini telah ditemukan 3 ular sanca besar sepanjang 5-6 meter di tengah hutan ini. Yang menarik, rumah-rumah di Balikpapan itu minim pagar. Bahkan beberapa rumah di kompleks ini tidak berpagar padahal di tempat parkirnya ada mobil Innova atau Avanza baru. Suatu pemandangan yang sangat aneh, dibandingkan dengan pemandangan sehari-hari di Jakarta yang rumahnya rata-rata berpagar tinggi !

Kamipun melewati Kilang Minyak Balikpapan yang penuh dengan pipa-pipa. Di ujung kompleks yang penuh pipa ini, sore itu kami bertemu beberapa rombongan supporter Persiba Balikpapan yang baru saja keluar stadion setelah pertandingan selesai. Dibandingkan supporter Persija atau Persib, mungkin supporter Persiba ini kalah galak, tapi toh cukup menarik dengan assessories baju, topi, syal dan spanduk yang didominasi warna biru. Sewaktu balik kanan dari tepi stadion, mobil kami disusul bis Persiba yang dikawal Polantas..

Mungkin kalau hujan turun cukup lebat di Balikpapan ini, saya akan teringat akan kota Bogor di pertengahan tahun 1970an yang masih dinaungi rimbunnya pohon-pohon tinggi, kontour berbukit-bukit, dan jalanan mulus..

Balikpapan adalah Bogor minus hujan, tapi plus lautan…

8 Comments (+add yours?)

  1. alris
    Jun 19, 2009 @ 15:46:06

    Pak Tri, ini namanya jalan-jalan bin plesiran yang menyenangkan. Semoga kelahiran si otong lancar dan membawa berkah orang tua, tentu saja juga buat keluarga besarnya.

    Uda Alris,
    Terima kasih doanya….;-)

    Reply

  2. [Gm]
    Jun 19, 2009 @ 20:36:40

    Waduh, jadi makin kangen dengan Balikpapan, pak… kalau memperkirakan arah perjalanan bapak dari bandara, saya jadi punya dugaan rumah menantu bapak di perumahan bumi nirwana indah hehehe… atau perumahan yang dekat kapolda itu (lupa namanya) :D… rumahnya banyak yang tidak berpagar soalnya..

    Balikpapan adalah Bogor minus hujan, tapi plus lautan, plus listrik byar-pet dan teman-teman hehehe…

    Mas Goyo,
    Wah…ini memuji apa memuji…..;-)

    Memang benar rumah (kontrakan) menantu saya dekat banget dengan Perumahan Bumi Nirwana Indah…hehehe…

    Bahkan, kantor anak saya (yang pindahan dari kantor pusat) persis di depan perumahan Bumi Nirwana Indah itu….

    Sebenarnya rumah (kontrakan) menantu saya lurus jalannya BB (Balikpapan Baru) itu….

    Bener mas, gambaran Balikpapan adalah Bogor minus hujan, minus pagar, plus listrik byar-pyet…hehe…

    Reply

  3. Buat Opini Untuk Kontes NgeBlog
    Jun 20, 2009 @ 03:25:45

    waduh, bapak saya belum pernah menjelajah pulau kalimantan sulawesi ambon dan papua. hehe…

    tapi dapat info dari bapak ttg balikpapan, dapat gambaran dikit seperti apa kalimantan.

    balikpapan bukan di balik papan kan yah? hehe…

    yang jelas balikpapan ga sepadat merayap seperti Ibu Kota yang kita punya.
    hehe

    Subhan,
    Saya sudah mengunjungi 17 propinsi di Indonesia, hampir semuanya di tahun 1995-1996….karena secara kebetulan ada teman kantor yang ngajak jalan-jalan…

    Jadi maksudnya, kesempatan bagi anda jalan-jalan keliling Indonesia akan datang sendiri pada waktunya…hahaha…

    Reply

  4. tutinonka
    Jun 28, 2009 @ 23:04:54

    Pak Tri, saya ke Balikpapan tahun 2004, dalam suatu tugas dari kampus. Nggak sempat keliling-keliling kota, cuma sempat beli oleh-oleh di Pasar Kebun Sayur. Barang seni yang dijual di pasar itu cukup beragam dan bagus-bagus, dari berbagai daerah juga ada. Waktu itu saya tinggal di hotel tua Benakutai. Yang mengesankan, di lobby hotel itu ada grand piano, dan selalu ada pengunjung (kebanyakan pegawai pengeboran lepas pantai yang berlibur di darat) yang memainkannya dengan suka rela. Wah, permainan mereka bagus-bagus lho …

    Saya pengin ke Balikpapan lagi, sekalian ke Kutai Kartanegara. Semoga.

    Bu Tuti,
    Wah…dari cerita Ibu kelihatannya sudah cukup “khatam” dengan Balikpapan nih…. Saya waktu itu juga sempat beli oleh-oleh di Pasar Kebun Sayur. Ada t-shirt Dayak Kalimantan di situ, dan saya nyesel cuman beli satu seharga Rp 20.000, padahal t-shirt dengan bahan serupa di kampus ITB harganya Rp 30.000… Batu-batuan di Pasar Kebun Sayur juga bagus-bagus, sayang kurang diasah….Coba kalau diasahnya bagus harga bisa meningkat 100 kali lipat. Di tahun 1999 saya pernah mengantarkan seorang teman Korea yang kini kerja di Australia untuk beli batu permata sebesar kancing baju 2 buah seharga Rp 1,8 juta…..lha barang yang sama di Pasar Kebun Sayur kok harganya cuman Rp 15 ribu…..Hopo Tumon ? Mungkin kalah di bidang 4C saja : Color, Cut, Clarity, Carat saja…

    Ada berita menyedihkan Bu, kalau nggak salah Hotel Benakutai sudah tutup karena bangkrut, itu kalau saya tidak salah baca….Soalnya saya dan menantu saya melewati sebuah jalan yang di sebelah kanannya ada hotel berlantai 10 warna krem dan saya nyeletuk “Wah..bagus ya hotelnya”. Tapi menantu saya bilang “Itu sudah tutup pa, karena bangkrut”….yang jelas nama hotelnya ada “Kutai” nya, entah Benakutai atau bukan…

    Hotel terbaru dan terbesar di Balikpapan kini kayaknya sih Hotel Novotel..

    Reply

  5. rya
    Nov 12, 2009 @ 12:21:23

    salam knal pak tri..
    wah nama cucu pak tri sama dgn nama anak sya, otong. Iya benakutai dah hmpir 2thn tutup krn bangkrut. Sya smpat krja disana. Hotel tua plus byk keluhan dr tamu hehe

    Mbak Rya,
    Hehehe…terima kasih informasinya mbak, terutama tentang hotel bagus Benakutai yang sekarang sudah almarhum….

    Salam untuk Otong, putra mbak…haha…

    Reply

  6. bakr
    Dec 09, 2009 @ 20:35:00

    photo-photo kota balikpapan, kunjungi dong http:\\kotabalikpapan.wordpress.com

    Mas Bakr,
    Terima kasih informasinya…

    Reply

  7. dyah
    Jan 12, 2010 @ 11:28:59

    iy mang bener Pak Tri kota Balikpapan indah banget dari tahun 2000 s/d 2008 akhir saya tnggal disana banyak kenangan indah saya tertnggal di sana ……. i lup u Balikpapan moga kamu tetep indah seindah kenanganku……………

    Mbak Dyah,
    Hahaha…semoga kenangan indah mbak Dyah tentang kota minyak ini tidak akan terhapus selamanya….

    Reply

  8. putrazs
    Mar 25, 2010 @ 16:50:28

    wah… nampaknya bpk trksan skali dgn kota ini, kpn k bpp lg pak? stiap tahun prkmbangan kota ini sngat dinamis pak, yah cndrung mngkuti sang “ibu” jakarta, tp smga tdak mngkuti yg bruknya, info trakhir htel bnakutai akn djadikan RS int’l (group eka klo tdk slah) krn ltaknya strategis dan trget prushaan asing include WNA nya yg jd dya tarik

    Putrazs,
    Iya Balikpapan kota yang indah dan menarik, gabungan antara Gunung, Hutan dan Pantai. Benar-benar asyik, dan aman (sampai suatu hari seorang pencuri masuk ke rumah anak saya)…

    Mengenai Hotel Benakutai, saya sangat tertarik dengan letak hotel ini yang lokasinya strategis. Dijadikan apapun sebenarnya sukses kok, orang “hong sui” nya juga bagus (terletak di ketinggian, dan di pojokan)…

    Terima kasih infonya Putrazs..

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 302 other followers

%d bloggers like this: