Setelah menulis serangkaian posting Blog ini, anda tentu bisa menebak seperti apa perasaan saya. Perasaan saya rasanya seperti telah menunaikan tugas yang berat, yang dalam jangka lama saya terjebak ke dalam jurang “proscatination” yang menurut orang Betawi adalah “jurus ntar sok” yang artinya selalu berjanji…ntar…besok… ntar…besok ini. Memang saya sudah sering diminta, terutama oleh kakak saya Enny, untuk segera menuliskan pengalaman menjalani operasi bedah jantung ini karena kalau penulisannya ditunda-tunda akan semakin lupa akan peristiwa-peristiwa yang telah saya lalui : suka, duka, senang, seram, dan terutama perasaan berada di ujung maut itu seperti apa..
Dan ternyata setelah operasi bedah jantung yang saya alami, sayapun tanpa terduga menderita sindroma lupa nama orang atau nama tokoh, dan lupa istilah-istilah populer yang sebelum ini amat sangat saya hapalkan. Belakangan dari komunikasi dengan sesama alumni SMA 1 Madiun, saya menemukan sindroma baru yang menimpa saya, yaitu lupa angka Romawi ! Ketahuan karena teman-teman saya alumni SMA 1 Madiun mengajukan banyak protes ke saya karena saya salah menulis angka Romawi I (satu) yang mixed up dengan angka Romawi II (dua). Anda tahu, saya serius atau tidak serius di sini kan ?
) More
Recent Comments