Prelude

Berikut ini cerita-cerita versi baru saya dengan judul hanya terdiri dari satu kata. Di antara dipesan oleh Cak “Pak Dokter” Sukren, mas Alan, bli Gde, mas Bambang, Febri, dan Samuel, yang waktu itu volunteer untuk pesan tulisan yang perlu ditulis di Blog saya ini…hehe…

DaPuran

Orang dari etnis Jawa, dari kecil saya sudah tahu apa arti dari kata Dapuran. Setelah saya besar,

 

SiAlan

 

 

Pilihan

 

 

Cabut

 

 

Tua

 

 

Open (d/h Trip)

 

 

 

Menyambut Tahun 2018

Tahun 2018 ini perlu disambut dengan sukacita. Satu atau dua hal mungkin berubah, tetapi mungkin juga tidak. Karena saya orangnya dari tipe yang tidak mudah berubah. Tetapi dalam hal menulis Blog, tahun 2018 ini saya akan bertekad untuk menulis lagi, tidak saja untuk memperluas calon pembaca blog saya ini, namun juga untuk membuat saya tetap punya kemampuan menulis yang prima, setidaknya dalam hal menulis Blog.

Tahun 2018 ini saya akan menulis sebagian besar Posting saya dengan judul satu kata, seperti yang pernah dilakukan oleh Penyair pujaan saya, yaitu Bli Putu Wijaya, yang banyak menulis puisi dengan judul hanya satu kata.

Selamat menikmati, and you stay there, coz I am still here…..

Materi Bayes dan Markov untuk Mata Kuliah AI (kelas LK01 dan LN01)

Dear Students,

Ujian Akhir Semester semakin dekat, berikut ini saya sampaikan Materi Tambahan untuk Bayesian Theory dan Markov Chain.

Markov 1

Markov 2

Bayes 1

Bayes 2

 

Bahan mata kuliah Inteligensia Semu

Dear Students,

Berikut bahan untuk mata kuliah Inteligensia Semu.
Silahkan klik : Bahan kuliah AI chapter 13

Klik juga Answer Key Berikut:
Answer Key Pertemuan 9
Answer Key Pertemuan 10

 

Bahan Konsep Bahasa Pemrograman

Untuk mempersiapkan diri di UTS dan UAS mata kuliah Konsep Bahasa Pemrograman, bagi mahasiswa saya bisa klik link berikut ini : Buku Teks

Chapter Epilogue. Six months after the surgery

The large amount of readers of my blog about the heart disease I had, of course very encouraged me. That’s a sign that what I had been writing and sharing on this blog were appreciated by the readers, whether it was a would-be cardiac patient like Ms. Rika or a cardiologic student who was studying abroad like Mr. Fajar… and there were many more “silent” blog readers that have never given any comment.

To continue my previous stories, here I am going to tell the readers about anything I have experienced in the last 6 months after the cardiac surgery. For brevity, I recap anything I experienced from the first month after the cardiac surgery until the sixth month after the surgery. More

Chapter 28. Conclusion

After writing a series of blog posts, you would be able to guess what my feeling was like. I felt like I have fulfilled a daunting task which in a long term I got stuck into a “procrastination” abyss which according to Betawi people it was “ntar sok tactic” which meant always promising … later… tomorrow… later… just tomorrow. Indeed, I’d often been asked, especially by my sister Enny, to immediately write down my experience of undergoing cardiac surgery because if I delayed the writing I would be more oblivious to the events that I had have been through: the pleasant, sorrow, joy, horror, and particularly what the feeling of being at the point of death was like…

And apparently after underwent the heart surgery, I unexpectedly suffered from a syndrome of forgetting people’s name or characters’ names, and popular terms that I have memorized them all before. Later from my discussion with the alumni fellows from SMA 1 Madiun, I discovered the syndrome that afflicted me, it was forgetting Roman numerals! It was discovered when my friends of SMA 1 Madiun filed a protest to me because I was wrong in writing Roman numeral I (one) which was mixed up with the Roman numeral II (two). You know whether I’m serious or not about this, don’t you? More

Previous Older Entries