Jumat seru di Trans7

Siapa bilang hari Jumat sore acara TV membosankan? Jumat sore ini kebetulan saya ada di rumah dan tidak ada pekerjaan signifikan yang bisa dikerjakan. Ngoreksi berkas-berkas UTS mahasiswa sudah selesai. Membantu isteri mengetik term paper sudah selesai. Dan semuanya praktis sudah selesai dikerjakan…

 

Setelah sore tadi sempet nonton pertandingan ulangan bola antara “The North Jak” Persitara melawan “Elang Jawa” PSS Sleman yang seru dan berakhir imbang 3-3 itu di Antv, sore jelang malam saya sempat nonton “Si Gundul” di Trans7 yang episodenya memikat, dan malamnya..wow…saya seolah dinner dengan mashes potatoes with gravy, makanan kesukaan seniman New York kondang Andy Warholl dan kesukaanku juga, karena ada film bagus yang dibintangi Jack Nicholson dan Diane Keaton diputar di Trans7 yang berjudul “Somethings Gotta Give”..

   

Ok pertama saya akan ceritakan tentang “Si Gundul” di Trans7. “Si Gundul” adalah potret seorang petualang umur 20 tahunan yang mengembara dari satu wilayah di Indonesia ke wilayah yang lain. Kadang-kadang dia “ngenger” (bantu-bantu) nelayan menangkap ikan di kapal, kadang-kadang ikut menangkap udang di bagan, kadang-kadang ikut bantu-bantu memetik “madu dari sarang tawon” di pohon setinggi 30 meter (apartemen 7 tingkat) berakar papan, tapi sore ini episode si Gundul adalah tentang pengalamannya mendaki gunung dengan menyusuri sungai kecil di sekitar Sumatera Selatan.

 

Di episode ini ia memancing belut yang dibakarnya lalu dimakan, kemudian mengumpulkan cacing tanah, dibakar, dan dimakan, sampai membuat “bivak” (gubuk sementara, terbuat dari daun-daun pisang, sekedar untuk tempat tidur)..

 

Melihat kemampuan si Gundul dalam menaklukkan alam dan survival di alam bebas, bisa saya katakana “Si Gundul” selayaknya disebut sebagai Brad Friedl-nya Indonesia. Brad Friedl adalah orang Australia yang sering muncul di acara TV “Animal Planet” dan punya kelebihan ber-survival-ria di alam bebas karena sejak kecil ia belajar begitu dari temannya seorang Aborigin, bangsa asli Australia…

 

Cuman bedanya Brad Friedl adalah seorang “ranger” yang bekerja di Department of Environment and Natural Resources Australia, sehingga sambil dishoot menangkap binatang buruan misalnya, ia akan menggambarkannya sambil bercerita atau berkata-kata. Sedangkan Si Gundul ini hanya berkata bilamana perlu saja, selebihnya ceritanya diisi dengan gaya narasi…

 

“Somethings Gotta Give” bercerita tentang dua orang laki-laki, Julian berumur 30 tahunan yang berprofesi sebagai dokter yang dibintangi oleh Keanu Reeves, satunya lagi Harry berusia 60 tahunan yang berprofesi sebagai orang kaya dan belum pernah kawin (the most eligible bachelor) yang dibintangi oleh Jack Nicholson.

 

Kedua laki-laki ini terlibat berkawan, dan terlibat cinta, dengan tiga orang wanita yang usianya masing-masing jauh berbeda. Wanita tertua, Erica, umur 50 tahunan yang berprofesi sebagai penulis novel dan mengajar di Department of English – Columbia University, New York, diperankan oleh Diane Keaton. Wanita kedua umur 40 tahunan yang merupakan adik wanita pertama, diperankan oleh seseorang (maaf, saya tidak tahu nama bintang filmnya), dan wanita ketiga umur 20 tahunan adalah anak wanita pertama, saying pemerannya siapa saya tidak tahu (nulis blog lain dengan nulis berita, semuanya tidak perlu dicek, langsung aja tulis walaupun ada data yang tidak akurat)…

 

Pokoknya cerita “Somethings Gotta Give” ini seru sekali, saya tidak mau menceritakannya di sini karena terlalu menarik dan terlalu panjang. Lebih baik anda langsung menuju ke toko penjualan CD original kalau punya duwit. Kalau tidak punya, ya cukup pinjam dari CD rental sebelah rumah…

 

[ BTW, ini film kesekian dari Jack Nicholson yang saya nikmati, dari “Who Flew Over the Cooko’s Nest”, “A Few Good Men”, “About Schmidt”, dan yang terakhir “Somethings Gotta Give” ini …]

 Dan, dengan sore yang mengesankan, terima kasih Trans7 !!

I do really owe you…!!!

 

Nilai UTS T0114 RPL

0600618452 WILLY CHANDRA  86
0600647175 HADI SIANGGONO HALIM  84
0700690464 ANDRE ARMANDO SILI      0   A
0800739493 VIVI ANDRIA   90
0800742834 NATHANAEL GRATIAS SUMAKTOYO 96
0800745382 TRI KUMALA SARI  92
0800753232 ARIEF WIJAYA   90
0800755175 RANGGA PRADIPTA  84
0800758605 YOHANES HENINDYO NUROGO 92
0800760093 HENRY EKA SAPUTRA  86
0800760383 EDWIN WIBISONO  82
0800765636 JANSEN DHARMA PUTRA  86
0800769344 ARIS MUNANDAR  94
0800770030 YENNY SYLVIA   84
0800774546 YELLY WILBAR   82
0800775201 EKA NAMARA WIJAYA  88

Nilai UTS T0034 PAA

1000835726 WENNY   98
1000835732 KARTIKA MELANIA  88
1000835764 ADRIAN OKTANZAH  92
1000835953 IVAN DRACO AURYN TONGGARA PA 90
1000836911 HARIS   95
1000837132 HARYANGGA SUGITO  85
1000838980 DIPA RIANTO   85
1000839711 RYANDY   72
1000840991 ERIK ARISTO TJIOE  86
1000841943 INDRA GUNAWAN  85
1000842826 ALEXANDRO SIMON  90
1000844043 REZA RENIKA   93
1000844320 SATHYA IDANANTA  70
1000847221 MANAL   80
1000847770 SRI WARDIYATMI  80
1000848855 LISTY NURINDRIANI HADITIA 80
1000850001 SUWANDY   87
1000851774 sANDY KURNIAWAN  85
1000853224 IVAN DAVID   65
1000857235 HENRY REYNOLD  70
1000858521 PUTRI CITA ARINDANI  90
1000862512 MARTHARIUS LAWALATA  87
1000862525 FREDY WIJAYA   87
1000863502 HARLIN SUDARIO  90
1000867293 YOSUA   80
1000867431 NIKO    92
1000867652 RIZAL CHANDRA  90
1000869651 RAY FERNANDO   73
1000870306 DANIEL ARIFIN  90
1000870432 SANTI GOWANI   85
1000870773 JOHAN   90
1000871214 EDGAR GERRIANTO  82
1000873365 JOHANES GREIMON DJOEANG 90
1000873472 ANDREW SAPUTRA  99
1000876612 RIMA VEISTYA ISWANDARI 88
1000876663 LUNG HENDRA YONATA  82
1000877325 MERRY ISKANDAR   88
1000880036 MARTIN ADITYA TAMRIN  85
1000880553 MUHAMMAD ABDULLAH SURKATY 82
1000881575 ADERICK KISPRADHANA  82
1000882981 BRANALDO UTOMO HALIM  92
1000883220 DEA ARDELIA   95
1000883845 OLOAN AMRIADI TADEUS S 0   A
1000884394 MARCO ADRIAN   80
1000885573 ADITYA KRISTIANTO PRANATA 82
1000886090 HENDRIK JAYA SURYANTO 82
1000889804 MUHAMMAD LUTFI  77

Made in Jepun

Dua dekade yang lalu, saya baca di sebuah koran yang mendiskusikan apa jadinya jika hidup kita tanpa barang-barang buatan Jepun alias Jepang ?

“Membosankan !!!!!!”, begitu kata kebanyakan orang..

Malam ini saya kembali berandai-andai. Apa jadinya bila barang-barang buatan Jepang dihilangkan dari rumahku ? Wah, hasilnya sangat menyedihkan. Malam ini saya tidak bisa nonton film “Forrest Gump” di Global TV karena ada 4 tv saya di rumah (termasuk yang rusak dan yang telah berumur 25 tahun) adalah buatan Jepang, kecuali satu di kamar saya yang buatan Korea.

Selain itu, besok pagi saya nggak bisa ngajar di Binus karena mobil Camry-un saya adalah buatan Jepang. Apalagi ya ? Oh, tentu saya akan kepanasan karena 2 kipas angin saya buatan Jepang, walau ada 3 kipas angin lainnya buatan Sidoarjo, dan 1 kipas angin yang terbesar adalah buatan Cina..

Apalagi ya ? Oh ya, saya besok pagi nggak bisa nanak nasi buat sarapan karena rice cooker saya buatan Jepang. Masak airpun nggak bisa karena kompor saya buatan Jepang. 

Saya juga akan menangis sedih besok sore karena motor saya buatan Jepang. Saya juga nggak bisa men-scan foto-foto lama karena scanner di komputer saya adalah buatan Jepang…

Masih banyak lagi barang di rumah adalah buatan Jepang, yang pastinya saya akan sedih sekali kalau barang-barang itu diambil dari rumah saya, yaitu : buku komik manga saya (asli Jepang), CD “Tokyo Love Story” yang dikasih anak saya Ditta, power speaker saya, tape deck cum karaoke saya, pompa air saya, dan sebagainya dan sebagainya…

Walaupun saya tidak bisa mandi, beol, masak air panas, nanak nasi, nonton TV, dengerin musik, tapi saya masih agak lega karena saya masih bisa melakukan beberapa hal lainnya…

Komputer desktop saya adalah bikinan Amerika, begitu pula laptop dimana saya nulis blog ini, komputer desktop “jangkrik” saya motherboardnya bikinan Taiwan walau prosesornya bikinan Amerika, TV saya yang di kamar bikinan Korea, lampu emergency saya bikinan Cina, begitu pula raket anti nyamuk saya adalah bikinan Cina..

Tapi jelas, my life would be very very very very miserable without gadget, widget, goodies, things that Made in Japan…

[Last but not least, saya sering denger orang berteori: bahwa di dunia ini kebanyakan barang ditemukan (be invented) di Inggris, dikembangkan di Amerika, diproduksi di Jepun, dan akhirnya digunakan di Indonesia…..]…

Bagaimana dengan anda ?

Ditta: From Bali with Love, and..Tokens

As I wrote in my previous post, my youngest daughter Ditta was elected as a student volunteer (SV) in a joint conference of three professional associations in oil & gas industries, namely Indonesian Geophysicists Association (HAGI), Indonesian Geologists Association (IAGI), and Indonesian Petroleum Engineers Association (IATMI) held in Westin Hotel of Nusa Dua, Bali, from 12th to 17th November 2007 (www.jcb2007.org).

Ditta was selected from hundreds or even thousands of proposals pouring in to the organizating committee of the joint conference’s desk. Ditta was one among 20 student volunteers elected from a numerous geoscience departments in numerous prominent institutes and universities in Indonesia. The other 19 SVs were from University of Indonesia, University of Trisakti, Bandung Institute of Technology, Gadjah Mada University, Veteran Development University of Yogyakarta, Diponegoro University, The 10th November Institute of Technology of Surabaya, and Hasanuddin University of Makassar. When dispatching the announcement via e-mail, the joint conference committee urged the students to inform them back immediately in case of withdrawal, because there were still hundreds of would-be student volunteers queueing in a very very long waiting list to become SVs..

As a student volunteer, Ditta will receive a package of return air ticket from town of domicile to Bali, local transport cost, a free hotel stay (board & lodging), and some generous extra money from the joint conference committee. There are a long list of oil & gas companies sponsoring the joint conference. From giants such as Chevron to service companies such as Western Geco. Please do not forget to mention Indonesia’s own oil company, Pertamina. There are two government agencies showed their present in the conference, namely Department of Mining and Energy, and BP Migas (oil & gas regulatory agency).

As Ditta has been a student volunteer herself in the previous year, 2006, she knows very well that beside “the generous package” from the joint conference committee, she will receive an endless list of “tokens” (I use the word “tokens” here instead of “gifts”, because the former is more appropriate for this kind of occasion and the later is more appropriate with other occasions such as birthday party, etc.).

So, in short, Ditta received a lot of tokens from the joint conference committee and participants. She never told me how she got all of those tokens. But I would guess, she received it directly from the companies. Since as a student volunteer, she was bounded by ethical code to be followed, such as be prohibited from getting the token for herself, as the tokens primarily were to be given away to the visitors of the joint conference.

The number of tokens Ditta received must be endless. She said she had to brought 2 other backpacks to carry them, in addition to the backpack to carry her belongings (clothes, extra shoes, etc.).

I myself, received a black backpack with red-green-blue logos of BP Migas and Pertamina on it. I also got two golf hats from Chevron and Fugro-Jason (Ditta, what is that company which gave you the blue hat ? I know that the company is a service company which sells software for processing and interpreting seismic data. I remember there is a writing on it “#1 in reservoir characterization”). In addition to that, I also got a badge, somekind of widget you usually write your name and address on it and tie it to your bag, from Western Geco. Last but not least, two Balinese-style t-shirts accompanied all those things.

I was so happy to receive all of those tokens from Bali, but there is no way I could wear all those things altogether. Otherwise, people would think that I were a geoscience professor from ITB ! (no way Jose, I am an associate professor of computer science from Binus University !!)..

Ditta said that a lot of her friends did not receive any  token at all due to the shortage of tokens she brought from Bali. Of course, Ditta loves all of her geophysicist buddies, but due to her first time ever to Bali, she has not yet known well all of the good and cool places which sell the Bali tokens for good prices. Besides, her free time was limited due to the tight schedule as a student volunteer in serving the participant of the conference.

Well, folks, time is up. I got to rush to another campus to teach computer algorithms and programming..

Kurikulum pelatihan audit SI/TI

Seorang teman bertanya tentang kurikulum pelatihan tentang audit sistem informasi/ teknologi informasi itu seperti apa ? Berikut ini jawaban saya :

Pertama-tama perlu ditentukan terlebih dahulu berapa lama pelatihan audit sistem informasi itu akan berlangsung. Dengan asumsi, pelatihan ini dilaksanakan secara full time dan semua peserta pelatihan telah mendapatkan izin untuk mengikuti pelatihan dari kantornya masing-masing sehingga pelatihan dapat dilaksanakan dari jam 09.00 – 16.00 setiap harinya.

Jika masa pelatihan 1 hari, maka hal-hal yang dibahas tentu pokok-pokoknya saja dan yang dibahasnyapun hanya kulit-kulitnya saja dari audit sistem informasi.

Jika masa pelatihan 2 hari, maka selain konsep dasar tentang audit sistem informasi yang akan dibahas di hari pertama, di hari kedua masih dapat dibahas tentang tatacara melakukan audit sistem informasi dalam pembahasan studi kasus.

Jika masa pelatihan 3 hari, maka konsep dasar akan diberikan pada hari pertama, di hari kedua bias dibahas tentang tatacara melakukan audit sistem informasi dan pembahasan studi kasus, di hari ketiga dapat diberikan materi tentang ujian CISA (Certified Information Systems Auditor), di hari keempat dapat diberikan materi tentang ujian CISM (Certified Information Security Manager), dan di hari kelima dapat diberikan dua kali simulasi ujian yaitu ujian CISA di pagi hari dan ujian CISM di sore hari.

Kurikulum pelatihan audit sistem informasi mungkin dapat disusun sebagai berikut :

Hari Pertama

09.00 – 10.30  Apa itu Audit Teknologi ?

10.30 – 10.45  Istirahat

10.45 – 12.00  Audit Sistem Informasi / Teknologi Informasi

12.00 – 13.00  Istirahat, sholat dan makan siang (Ishoma)

13.00 – 14.30  Audit Berdasarkan Risiko

14.30 – 14.45  Istirahat

14.45 –  16.00  Audit Sistem Informasi dalam Kerangka Audit Finansial 

Hari Kedua

09.00 – 10.30  Audit Around the Computer and Audit on the Computer

10.30 – 10.45  Istirahat

10.45 – 12.00  Audit Input

12.00 – 13.00  Istirahat, sholat dan makan siang (Ishoma)

13.00 – 14.30  Audit Process

14.30 – 14.45  Istirahat

14.45 –  16.00  Audit Output 

Hari Ketiga

09.00 – 10.30  The IS Audit Process and IT Governance

10.30 – 10.45  Istirahat

10.45 – 12.00  Systems and Infrastructure Life Cycle Management and

                        IT Service Delivery and Support

12.00 – 13.00  Istirahat, sholat dan makan siang (Ishoma)

13.00 – 14.30  Protection of Information Assets

14.30 – 14.45  Istirahat

14.45 –  16.00  Business Continuity and Disaster Recovery

Hari Keempat

09.00 – 10.30  Information Security Governance and Information Risk Management

10.30 – 10.45  Istirahat

10.45 – 12.00  Information Security Program Development

12.00 – 13.00  Istirahat, sholat dan makan siang (Ishoma)

13.00 – 14.30  Information Security Program Management

14.30 – 14.45  Istirahat

14.45 –  16.00  Incident Management and Response

Hari Kelima

09.00 – 10.30  Ujian Simulasi CISA tahap 1

10.30 – 10.45  Istirahat

10.45 – 12.00  Ujian Simulasi CISA tahap 2

12.00 – 13.00  Istirahat, sholat dan makan siang (Ishoma)

13.00 – 14.30  Ujian Simulasi CISM tahap 1

14.30 – 14.45  Istirahat

14.45 –  16.00  Ujian Simulasi CISM tahap 2 

Berdasarkan target audience yang ada, kurikulum pelatihan audit sistem informasi / teknologi informasi tersebut dapat disesuaikan sesuai dengan permintaan user. 

Nilai UTS T0593 IMK

0700697155  TOMY PRANOTO                                         82
0900787953  LIONG ANDY WIJAYA                              74
0900788691  RICKY PRASETYA SUDHARMA             84
0900789265  BENYY TARUNA                                          84
0900790115  ADI WIBOWO PRASETYO                         88
0900790595  KRISTOFORUS STEVEN LAKSMANA  0  A
0900791446  IRFAN SANTOSO                                          86
0900792032  CONNY MANDARYANI                             82
0900792764  WIRYA LIUMARTHA                                  80
0900793382  KURNIAWAN                                                80
0900794523  REGINA WIRAKUSUMA                           0  A
0900794952  ANDREW WANDA LUKITO                      78
0900795116  ANJANI NINDY HAPSARI                          74
0900795766  NAWAWI                                                          80
0900796812  ELISA JUNIANTO                                         80
0900797191  ARINI WIDYA ANZANI                                78
0900797954  WILLIAM WIHARJA                                    84
0900798780  JOHAN SOFIAN WINATA                         80
0900799404  HAFIZH SULISTYA ADHY                         80
0900800444  DYNAH NILMALASARI                              72
0900800993  CHRISTIANTO WAHYUDI PANGEST   0  A
0900801705  MUZAMMIL SUBARMAN                           78
0900802430  STEVANUS                                                       78
0900803282  GRARI GARISETYA                                       80
0900803692  ANNELIA CRISNAWATI                              74
0900804184  AMBAR NOVIAN SYAH                                78
0900805344  NINO MENOVA                                               88
0900806126  RISCA UTAMI                                                   86
0900806675  EGA FATHMA                                                   82
0900807614  WELLY FERNANDO ARITONANG            82
0900808926  FEBRI ERWANDONO                                    84
0900809235  RICKY WAHYUDI                                           80
0900809746  HENY                                                                   80
0900810262  JEFRY HERIYANTO                                        88
0900810691  KRISTANTO WIBOWO                                    92
0900811712  RIZKY SEBASTIAN                                             78
0900812652  KARTOLO                                                              76
0900813453  SEPTINA MURNIA SARI                                 80
0900814102  NICLAS KRISTIAN JANIS                               80
0900815130  SUHADI                                                                  82
0900816171  ERIZA SEPTIANI                                                  80
0900816581  NOVI SETIANI                                                      78
0900816751  BUDIMAN PAPAK                                                84
0900816953  RIA INDAH WULANSARI                                 76
0900817281  ASRIWENI                                                               84
0900818201  FARID RIDHA                                                        82
0900819210  JONY IRAWAN TANZIL                                      74
0900819955  ENGEL EFFENDY                                                  82
0900820061  RIGCO GEOVANO                                                 76
0900821083  ANDRI KURNIAWAN                                           82
0900821215  CAESARIUS FEBRIANTO                                     80
0900821480  ERWIN ABDIWIJAYA                                           90
0900821915  WELY ARIFIN                                                            86
0900822312  DAVID CHANDRA                                                   88
0900822760  HAINIEK JENSEN SAPUTRA                             82
0900823214  JULIUS CHANDRA PRATAMA                            82
0900823492  MIKHO PRATAMA KRISTIAWAN                     80
0900823744  TRIANTO WIJAYA                                                   80
0900823971  YUGO ORIESGRAHA RAHARJO                          76
0900824904  RIDWAN RICHARDI                                               82
0900824942  FEBRIYANTI LODI                                                   74
0900825466  HUSEN                                                                          65
0900825932  HENDI KEMAL PRADANA                                     76
0900826613  JOHNNY HERMAN                                                    78
0900827995  RIDHA MUHARI                                                        80
0900828732  YOKO HALIM TIRTA KISMA                                 66
0900829275  ARIPIN WIDJAJA                                                       76
0900829786  DEDDY ALBERT                                                          78
0900830876  OKTRIN WATTIMENA                                             80
0900831941  MUHAMMAD NAQUIB                                              0   A
0900832742  HASANUDDIN                                                             88
0900833726  SIGIT PRATOMO                                                         82
0900834193  DAVID REWARD SIMANGUNSONG                     78

Previous Older Entries