Hmmmmm….Mandom !

Itu adalah bunyi iklan yang paling dihapal oleh penonton televisi remaja dan anak-anak di tahun 1971-1975an.  Bintang iklannya adalah “the macho man” Charles Bronson, bintang film yang berwajah ganteng-ganteng sangar yang dicirikan dengan kumisnya yang baplang, muka agak kotak dan senyum sinis itu. Ia antara lain pernah membintangi “Chatos’ Land”, sebuah film western yang di situ ia bermain sebagai orang Indian dan ketika isterinya yang cantik diculik, diperkosa, dan dibunuh, ia bertekad mengejar penculiknya (yang kulit putih) sampai ujung dunia. Di film itu, yang berperan sebagai isterinya adalah aktris cantik Jill Ireland, yang dalam kehidupan sebenarnya ya memang isterinya.

Selain “Chato’s Land” ada beberapa film yang pernah dibintanginya, mungkin banyak malahan, sehingga keluarga yang punya tv pada heboh kalau Charles Bronson sempet nongol barang sebentaar…aja di tv (FYI, tidak sebelum 1977 ketika Bapak-Ibuku memutuskan untuk beli tv 20 inch hitam putih SHARP yang amat melegenda itu, jadi sejak SD, SMP, SMA keluargaku nggak gableg tv…).

Tapi kebanyakan saya lupa judulnya, apakah “Mission Impossible” ? Wah, pokoknya lupa….(apa pura-pura lupa, lha wong emang nggak punya tv, di kost-kostan saya di Bogorpun nggak ada tv, dan saya baru punya tv setelah menikah selama 4 bulan dan kredit TV dari COLUMBIA yang terkenal itu. Makanya di tahun 1982, temen-temen kantor memanggilku dengan sebutan “Astronot” karena saya barusan dari COLUMBIA…ha…ha…ha…)..

Tapi ada satu film Charles Bronson yang bagus dan saya ingat betul tapi mungkin tidak beredar di Indonesia atau sulit dicari copynya di Indonesia. Film itu bagus sekali yang saya tonton di TV waktu saya sekolah di Indiana sekitar tahun 1989 dulu, judulnya adalah “Is There Any Santa Claus ?”.

 Film itu bercerita tentang Amerika di masa depresi ekonomi tahun 1930, dimana semua orang Amerika tidak hanya orang tua tapi juga anak-anak semuanya sulit memperoleh makanan, bahkan sepotong roti. Semuanya berbaju compang-camping, muka belepotan areng, kurus kering, dan mata sayu tanpa ada nyala kehidupan (Amerika ! Jangan songong lu sekarang, emang udah makmur lu ye sekarang !!!).  Charles Bronson berperan sebagai seorang wartawan sebuah koran di salah satu kota besar di Amerika. Saya lupa nama korannya, tapi marilah kita menebak.. Kalau lokasi peristiwanya di New York pasti korannya adalah “The New York Times”, tapi kalau lokasinya di Chicago pasti korannya adalah “The Chicago Tribune”. Sebagai seorang wartawan yang bertugas di desk “Opini”, ia banyak menerima surat pembaca, ya persis surat pembaca di “Kompas” misalnya. Nah, pada suatu hari ada seorang anak yang menulis surat pada koran itu dan bertanya sebuah pertanyaan yang sangat penting dilakukan pada masa depresi seperti itu, oleh seorang anak pula, yaitu pertanyaan apakah Santa Claus bener-bener ada ? (sehingga bisa ngasih dia roti, bisa ngasih dia baju, bisa ngasih dia mainan kalau dia mau…dst..dst…)… Tapi sebenarnya maksud posting saya ini bukan tentang film-film Charles Bronson, tapi tentang Mandom, sebuah pabrik kosmetik milik Jepang, yang pabriknya setiap kali saya lewati kalau saya ngajar di Binus di kampus Astra Sunter. Ternyata, Mandom yang menurut saya cuman jualan “pomade” rambut seperti yang diiklankan oleh “Mmmmmm…..Mandom !” itu ternyata jumlah penjualannya sudah mencapai Rp 1 Triliun ditandai dengan peluncuran sebuah truk container menuju Medan yang saya lihat di TV pagi ini. 

Ha ? Jualan minyak rambut, bisa sampai Rp 1 Triliun ???????????????

Saya jadi ingat cita-cita saya sejak SD yang kalau saya tidak “terjebak” jadi dosen Binus, pasti cita-cita saya itu sudah terlaksana…

Yaitu, saya bercita-cita mempunyai sebuah perusahaan holding, dengan beberapa anak perusahaan. Ini yang dengan berapi-api saya selalu ceritakan pada temen-temen kecil saya dulu di kampung saya di Madiun sono. Ada perusahaan  saya yang khusus memproduksi tusuk gigi, diberi nama “PT. Tusuk Gigi TDW”. Ada yang khusus memproduksi “biting” alias irisan sapu lidi yang bisa untuk membungkus pecel, yang diberi nama “PT. Biting TDW”. Ada lagi yang khusus memproduksi daun-daun pisang pembungkus nasi pecel, yang saya beri nama “PT. Pincuk TDW”. Ada lagi yang khusus mbikin sendok daun pisang, yang saya beri nama “PT. Suru TDW”. Wah, pokoknya banyak lagi perusahaan lainnya sejenis itu…

Jika saja, perusahaan-perusahaan saya itu maju pesat dan mendapat omzet penjualan 1/10 nya saja dari Mandom, pasti sekarang ini di akhir tahun 2007 omzetnya sudah Rp 100 Milyar !!!!

Gila man !! Bener-bener gila !! Kalau itu terjadi, pasti saya benar-benar tidak perlu jadi dosen Binus “borongan” yang mengajar 20 sks per semester. Mungkin saya tetep ngajar, tapi ngambil saja 2 sks sekedar untuk ngajarin mahasiswa saya bikin blog… 

Maklum, Hummer Humvee saya sulit belok kalau ke Jalan Syahdan dan bakalan sulit parkir di kampus Syahdan !! 

Sorrrrrrryyyy  yaaaa !!

14 Comments (+add yours?)

  1. Andi
    Dec 08, 2007 @ 23:14:11

    wah pakknpa gak sekalian bandingin jadi pengacara HM Soeharto. Kan baru menang 1T. pengacara dapat 30an%. Oya nama perusahaan (Pincuk, Suru dst) kurang beken tuh. Nanti susah go internasional

    Reply

  2. tridjoko
    Dec 09, 2007 @ 00:13:36

    He..he..Andi bener juga…

    Yang jadi pengacara: cukup isteri saya dan anak sulung saya saja…ha..ha…

    Nama Pincuk, Suru, dsb kan bayangan dulu waktu saya kecil…

    Nama “Dagadu” sebenarnya kan juga ndeso….tapi buktinya ngetop, kalau anda jalan2 di Malioboro…

    Reply

  3. edratna
    Dec 09, 2007 @ 13:12:51

    Ternyata nama yang aneh memang bikin ngetop…coba aja nama blogger…kan aneh2 juga

    Reply

  4. Niko Gozali
    Dec 09, 2007 @ 20:15:15

    ga penting…
    yang penting cerita bapaknya gokil…
    ngekek2 nyengir2 gwa…
    pak 3 harusnya buka perusahaan pelembab gigi
    terus buat cerita blog yang gokil2…

    gigi aku ampe kering…
    haha…

    sekarang bapak buka PT. Kalau Saja Dulu
    mungkin bisa sukses pak…
    haha…

    Reply

  5. giovanyglagun
    Dec 09, 2007 @ 20:20:57

    hi pak tri. Ini saya giovany dari kelas 01PLT. add saya ya pak di blogroll bapak. Terima kasih pak..

    Reply

  6. Ace
    Dec 11, 2007 @ 16:39:01

    Keren Pak cita2nya… Kocak, gw senyum2 sendiri bacanya ^^

    Reply

  7. tridjoko
    Dec 12, 2007 @ 09:19:30

    Terima kasih…terima kasih…terima kasih….

    Bu Edratna : ya nama blog memang banyak yang lucu-lucu, seperti unspun, blogombal, blogerogotin, blogemblong, blogembul, dan blogembel !! he…he..

    Niko : emangnya you tahu bahasa Jawa seperti pincuk, suru, biting ?

    Giobany : nama blog anda apa ? Saya belum bisa add ini…

    Ace : ya pasti Ace punya cita-cita yang keren juga. Coba dong diceritain ama kita…

    Reply

  8. dynah86
    Dec 13, 2007 @ 23:07:56

    jadi intinya bapak nyesel jadi dosen binus yah??
    hahah..
    gapapa kok pak saya ajah nyesel masuk binus 🙂
    cuma udah terlanjur ajah yah pak ^^ jadi mau a mau lah.. jalanin ajah pak ^^ jadi dosen emang nya enak?? wkwkwk…

    Reply

  9. emil
    Dec 14, 2007 @ 01:30:38

    wah cerita bagus & cita”nya masuk akal juga….
    hahahhaaaa
    cerita bapak ngilangin stres….

    Reply

  10. Tri Djoko
    Dec 14, 2007 @ 23:30:32

    Dynah : apa saya nyesel jadi dosen Binus ? Mmmh…dari segi pekerjaan, tidak. Dari segi gaji, ya..nyesel dech (I wish I got a better job).. Tapi kenapa anda nyesel masuk Binus ? Mungkin dulu cita-citanya ke Harvard ? 😉

    Emil : wah..seneng cerita saya yang kaya gitu bisa ngilangin stress juga..he..he..

    Reply

  11. kunderemp
    Dec 19, 2007 @ 14:40:49

    “Yes Virgina, There Is A Santa Clause”

    Sayangnya.. belum ada DVD-nya..

    Reply

  12. tridjoko
    Dec 20, 2007 @ 09:15:36

    Mas Kunderemp : Kayaknya “Yes Virginia, There is A Santa Clause” adalah film yang berbeda dengan “Is There Any Santa Clause ?” yang dibintangi oleh Charles Bronson deh….

    Soalnya, saya pernah lihat dua-duanya. Kalau di “Yes, Virginia…” yang bertanya adalah seorang gadis kecil bernama Virginia, sedangkan di “Is There Any Santa Clause” yang bertanya adalah seorang anak laki-laki kecil…

    Itu kalau saya tidak salah lho, maklum saya memorized apa yang terjadi 20 tahun yang lalu…he..he..

    Selain itu, di Amerika Serikat juga ada film bagus yang diputar saat akhir tahun seperti ini. Filmnya hitam putih, dan bercerita tentang seorang narapidana yang dilepaskan saat Natal tiba dan membuat kehebohan di kampungnya…

    Film ini selalu diputar oleh stasiun tv NBC setiap tahunnya, kalau tidak salah…

    Ya sayangnya, repository film-film di Indonesia amat payah. Tidak ada perpustakaan milik swasta atau pemerintah yang mengkoleksi film-film dalam bentuk VCD atau DVD yang bisa dipinjam oleh masyarakat…

    Mungkin ada orang kaya di sebelah sana yang punya koleksinya, lalu dengan membaca blog ini ingin meminjamkan kepada kita ? Siapa tahu tho ?

    Reply

  13. lukman
    Dec 26, 2010 @ 13:42:42

    itu benaran ada g pak PT. Tusuk Gigi..saya sedang mencari pabrik atau produsennya…kl ada tlng confm ke email saya namkul_ok@yahoo.com Terima kasih

    Reply

  14. Hendy
    Apr 21, 2017 @ 09:00:41

    Lucu mas, ijin share nggih.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: