Asian Idol: membuat RCTI No.1 lagi

Entah sudah berapa lama saya tidak pernah nonton saluran tv RCTI. Mungkin terakhir kali waktu babak 5 besar Indonesian Idol 2007 beberapa bulan yang lalu. Mestinya, sebagai tv swasta tertua di Indonesia, RCTI mendapat “berkah” sebagai stasiun tv terbaik. Tapi beberapa tahun atau beberapa bulan terakhir ini, that’s not the case !!

Saya masih ingat sepulang sekolah dari Amerika Desember 1989 yang lalu, nonton RCTI masih harus pakai decoder. Jadi sayapun antri panjang untuk mendapatkan decoder itu di suatu ruko di Jalan Raya Pasar Minggu. Tapi decoder habis dan kudu dipesan lagi. Kalau nggak salah waktu itu harga decoder adalah Rp 300 ribu (catatan: kalau Rp 2 juta di tahun 1990 sama dengan Rp 10 juta uang sekarang di tahun 2007, maka Rp 300 ribu setara dengan Rp 1,5 juta uang 2007…)..

Ternyata, beberapa bulan setelah saya antri panjang decoder itu, RCTI mengumumkan bahwa nonton RCTI tidak perlu pakai decoder lagi ! Beruntung, saya belum sempat beli decoder…

Horreeeee !!

Berarti saya bisa nonton Liga Italia sepuasnya ! Maka, sayapun mulai nonton pertandingan-pertandingan Juventus lagi, klub favorit saya sejak tragedi Heysel di Belgia tahun 1983 yang memakan nyawa 39 orang supporter Juve karena tembok ambruk dan final Liga Champions harus ditunda 1,5 jam.

Tapi di tahun 1990, pusat sepakbola Italia “de facto” adalah  Milan, dengan AC Milan dan Inter Milan yang waktu itu sama kuat. AC Milan masih diperkuat trio Belanda : Gullit – Rijkard – Van Basten, sedangkan Inter Milan diperkuat trio Jerman : Brehme-Voeller-Klinsmann. Padahal kedua pasang trio itu baru saja bertempur di Piala Eropa 1988 dengan kemenangan Belanda. Akibatnya, derbi Milan tahun 1990 ibarat Perang Dunia ke III. Saya masih ingat, Rudy Voeller meludahi muka Rijkard “Cuuuh…..” dan Riijkardpun ganti meludahi mulut Voeller “Cuuuh…..” dan saya yang muak dengan adegan ludah-meludah itu ganti meludahi lantai saya dengan rasa muak “Cuuuuhh…!!” dan….kena kucing saya !! Kucing saya, si Borneo, lari terbirit-birit sambil teriak “Meeeeeooooooooongggggg….”. Mungkin dalam hatinya ia bilang, “Emang gue kucing apaan ????”…

Sejak saat itu, saya mengikuti terus Liga Italia sampai sekarang di bulan Desember 2007 ini. Selain Juventus, pada awal-awal tahun 1990an saya juga terkesan dengan sepak terjang Parma yang dilatih oleh Zdenek Zeman yang asli Ceko itu, dengan tim yang disebut “Heart Breaking Parma” itu (saya akan cerita lebih lanjut di posting berikutnya, ingatin saya ya….)..

Tidak hanya Liga Italia, tapi juga Piala Dunia 1990 di Italia, PD 1994 di Amerika Serikat, PD 1998 di Perancis, PD 2002 di Korea, dan PD 2006 di Jerman, kalau tidak salah masih disiarin di RCTI. Begitu pula Piala Eropa 1992 dimana Denmark Juara, PE 1996 yang juara adalah Jerman, PE 2000 yang juara adalah Perancis lewat golden goalnya David “Trezegoal” Trezeguet di jala Fransesco Toldo, PE 2004 di Portugal, juga masih disiarin RCTI. Entah setelah itu, karena kelihatannya RCTI kalah bid melulu dengan stasiun tv lainnya…

Singkat cerita, RCTI dihujani dengan berton-ton sinetron : pagi, siang, sore, malam, sampai pagi lagi. Entah berapa ember muntahan saya melihat sinetron-sinetron tidak bermutu karena over exposure berkat kebanyakan cahaya berkat kebanyakan shootingnya malam itu….

Sayapun mulai melupakan RCTI, dan mulai berpindah ke lain hati…

Sampai pada suatu hari, American Idol dan Indonesian Idol mulai ditayangin di RCTI. Sayapun bilang pada diri sendiri, “Teklek kecemplung kalen, tinimbang golek aluwung balen” (My sandals were thrown to the gutter, it’s better to pick ‘em up rather than buy the new ones). Itu arti sebenarnya, arti kiasannya, “yah lebih baik balik lagi deh ke hati yang lama…..” (Mungkin lebih “hangat” dan “cocok ukurannya”, atau istilah teman saya Rahman Efendi si juragan kaos itu, “Kalau sudah bekas, mana bisa ditukar tambah ?”…he..he…)

Sayapun dengan anak-anak saya Dessa dan Ditta termasuk ibunya anak-anak, seneng lihat American Idol. Dengan catatan, kalau masih betah melek !! Temen saya di kantorpun, si Zamzam, juga ngefans berat sama American Idol. Setiap ketemu Senin pagi di kantor jelang rapat rutin, dia pasti nyanyi lagu terpopuler yang dinyanyikan oleh seorang peserta American Idol malam sebelumnya..

Begitu juga, Indonesian Idol mengajarkan banyak hal. Antara lain, lagu mana yang paling populer di Indonesia dan paling enak dinyanyikan di mobil, misalnya selama keluarga kami pulang ke Jawa. Dari tidak tahu Nidji, jadi tahu karena salah satu lagunya dinyanyikan oleh salah seorang kontestan Indonesian Idol.

Mengapa saya seneng dengan acara nyanyi-menyanyi begituan ? Lho, lo kagak tahu tho ? Saya dulu waktu SMP tidak pernah belajar karena setiap malam nyanyi dan diiringi gitar oleh teman saya Abel, orang Batak yang bahasa Jawanya lebih medok daripada saya itu. Walaupun dia bilang suara saya “fals”, saya tetep nyanyi saja kalau saya lagi suka (sekurangnya di kamar mandi, tapi waktu dibilang suara saya “fals” langsung saya mutung, karena waktu itu belum ada Iwan Fals dan Doel Soembang…he..he..).

Alasan kedua, I play a lot of musical instruments. From guitar, drum, piano, flute, harmonica (I can play as good as Taylor Hicks the American Idol, if only if….you believe I can fly. Haaa…haaa….). Jadi ingat mbahnya computer, Donald Knuth yang ngarang 7 seri buku Computer Algorithms itu, tapi baru selesai 3 dari tahun 1978 sampai hari ini karena keasyikan bikin software LateX dan keasyikan main musik dengan Ph.D students bimbingannya. No lah, I’m just kidding !!!

Kembali ke laptop !!! Saya seneng banget malam ini melihat Asian Idol show di RCTI Sabtu malam ini. Show ini benar-benar dihantamkan secara frontal dengan acara-acara bagus di tv-tv lainnya, semisal malam ulang tahun ke-6 TransTV dan Trans|7, show nyanyi di Indosiar, dan seabreg siaran lagi di tv lain. Tapi menurut saya Asian Idol terbaik, karena mempertemukan 6 Idol pilihan dari 6 negara Asia : India, Indonesia, Singapura, Malaysia, Filipina, dan Vietnam. Entah kebetulan atau tidak, dari 6 kontestan Asian Idol itu ternyata 3 cowok dan 3 cewek..

Pengumuman pemenang The First Asian Idol (Asian Idol Result Show) akan dibacakan Minggu malam tanggal 16 Desember 2007. Karena posting ini saya buat Sabtu malam, hasilnya belum diketahui, tapi marilah kita membuat prediksi. Anggap saja saya ini si Simon Cowell yang super ketus itu…

Facewise, pemenangnya mungkin adalah Hady Mirza dari Singapura atau Phuong Vy dari Vietnam. Voice wise, pemenangnya kurang lebih adalah Mike Mohede dari Indonesia atau Mau Marcello dari Filipina. Jacklyn Victor dari Malaysia atau Abijeet Savant dari India lebih komplet sebagai satu paket.

Karena yang dinilai adalah “paket” kemampuan nyanyi, wajah dan penampilan, serta kemungkinan masa depan dapur rekaman yang sukses, maka : Abijeet Savant dari India akan gulung koper karena….ia telah beristri !!! Menurut saya, mana ada cewek yang memberikan vote pada dia ?

Jadi to tell you the truth, saya juga bingung memilih siapa yang menang sebagai The First Asian Idol nanti karena kelima-limanya sama bagusnya..

Pusing ach, puuuuusssssssiiiiingggggggg….!!!

Yang jelas, saya sudah mengirim 4 sms @ Rp 2000 dari Telkomsel pascabayar saya. Dan semuanya saya ketik INDO  PHIL dan dikirim ke 9288..

Tapi kalau jujur, saya akan memilih pilihan yang sama dengan si Daniel MC-nya Asian Idol dan Indonesian Idol itu, yaitu Phuong Vy dari Vietnam…karena….wajahnya bening banget. Mengingatkan saya pada VCD film Vietnam yang bagus sekali yang saya pinjam dari koperasi BPPT waktu itu. Kalau nggak salah judulnya, “The story of the Lotus”….

  

2 Comments (+add yours?)

  1. Biondy
    May 18, 2008 @ 07:30:41

    wah udah lama nih post. waktu itu aku dukung Mike ama phuong vy 😀

    Reply

  2. Ryan Nugraha Kurniawan
    Mar 12, 2010 @ 00:14:35

    ralat: piala dunia 2006 di sctv, sedangkan piala dunia 1990-2002, baru di rcti.. tp ga sepenuhnya dimonopoli rcti..thn 1990, tvri nyiarin 5 ptandingan scr live..thn 1994, rcti cm siar brp ptandingan (sisanya disiarin tvri, tpi, n sctv).. trz piala dunia 1998…rcti nyiarin ga smw ptandingan..sebagian ptandingan dimonopoli sctv, ada juga yg dimonopoli tpi,anteve,indosiar, n tvri..

    Mas Ryan,
    Makasih banyak infonya….dan ralatnya…:)

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: