Ngejembreg

Judul tulisan ini bukan berasal dari bahasa Jerman, tapi berasal dari bahasa “Jerman” (jejere Kauman) yang artinya messy, untidy, dirty, pokoknya yang berhubungan dengan keadaan : tidak teratur, tidak terawat, tidak beraturan, dan tidak classy. Nah !!

Mungkin anda cukup lama mengamati orang-orang Amerika pada umumnya, whatever the race is, bisa yang kulit putih, kulit hitam, kulit merah, kulit coklat, atau kulit kuning ?

Kalau anda cukup jeli, rata-rata orang Amerika mempunyai gigi yang teratur rapi, a flashing smile !! Mengapa ? Konon kata seorang teman yang waktu itu ngambil Ph.D di Case Western Reserve University, Cleveland, Ohio, yang membawa serta isteri dan anak-anaknya, di SD Amerika (Primary School) setiap saat ada perawatan gigi bagi anak secara gratis.

Gigi anak yang bolong, copot atau perlu perawatan khusus akan diperhatikan dengan baik, gratis pula. Makanya kesimpulan saya tentang tokoh wayang orang atau wayang kulit satu ini, yaitu Buta Cakil, dia bukan lulusan Amerika karena giginya mrongos, tonggos, dan suka main keris pula (Jaka Sembung makan jahe, nggak ada hubungannya he..he..)..

Ciri kedua dari orang Amerika adalah rata-rata rumahnya dalam keadaan rapi, minimalis, dan bersih. Pokoknya tidy and clean-lah !

Saya mula-mula heran waktu mencoba mengambil kesimpulan itu, tapi dengan berdiskusi bareng beberapa teman Amerika di meja makan, baca Koran atau majalah, maka jawabanpun didapat..

Ternyata, 25% penduduk Amerika dalam 5 tahun akan pindah rumah !!! Baik pindah rumah di kota yang sama, di kota yang berbeda di negara bagian yang sama, atau di kota yang berbeda di negara bagian yang berbeda, ataupun malahan pindah ke kota di luar negeri. Akibatnya, waktu pindah rumah, apalagi bila jaraknya jauh, pasti sebagian besar barang : furniture, buku, baju, perlengkapan dapur, perlengkapan garasi mobil, akan dibuang ke tempat sampah, di taruh di tempat penampungan Bala Keselamatan (drop zone of Salvation Army), diberikan teman atau tetangga, ataupun dijual murah ke teman atau tetangga (yang terakhir ini biasanya peralatan elektronik: radio, tv, tape recorder).. 

Akibatnya lagi, rumah atau apartemen yang baru ditempati akan kelihatan minimalis dan rapi, tentu saja, karena jumlah barang-barangnya akan sedikit… 

Apa yang terjadi di rumah-rumah orang Indonesia termasuk rumah saya ?

Sebelum menikah, selama berpacaran dengan bekas pacar saya (isteri saya sekarang), saya bilang padanya “Aku nanti kalau menikah denganmu, harta saya tidak akan banyak, tapi buku-buku saya pasti akan banyak sekali, memenuhi segenap ruangan, memenuhi segenap meja dan kursi, lantai dan almari”, kata saya…

Bagi anda yang pernah datang ke rumah saya, “ramalan” saya itu sekarang telah menjadi kenyataan…

Saya punya banyak buku di rumah. Karena selama belajar di tingkat undergraduate maupun post graduate, saya banyak membeli buku. Saya juga banyak ikut club buku semacam LCIS (Library of Computer and Information Sciences) kalau tidak salah. Di klub ini, setiap bulan saya akan dikirimi buku yang tidak wajib kita beli. Kalau tidak kita beli, buku tersebut cukup dikirim lagi ke gudangnya. Tapi kalau kita beli, ya buku kita tahan, dan cek kita kirimkan ke mereka. Di klub ini ada juga tawaran “member gets member”, jadi selepas pertemuan Permias se Midwest saya akan mencatat nama teman-teman yang datang di pertemuan tersebut. Saya lapor ke LCIS tentang nama dan alamat mereka, LCIS mengirimkan tawaran ke mereka (tawaran pertama: 10 buku tentang Computer and Information Sciences dengan harga hanya US $1), dan kalau salah satu dari mereka memutuskan join dengan LCIS maka saya akan mendapat gratis 1 buku computer. Jadi, tidak heran di suatu bulan saya akan menerima “hadiah” dari program “member gets member” 10 sampai 15 buku per bulan…

Akhirnya, jumlah buku saya menjadi hampir tak terhitung. Sewaktu saya masih menjadi salah satu pejabat di Binus, ruangan saya selain dipenuhi lukisan juga dipenuhi buku-buku computer, copy skripsi mahasiswa, berkas-berkas ISO-9000, majalah-majalah computer, catalog-katalog Binus, brosur-brosur Binus, dan masih banyak lagi. Cukup untuk memenuhi 1 kamar kerja berukuran 3 x 3 m2….

Tapi pada suatu hari, sesuatu yang tidak diharapkan, tapi sudah diantisipasi, terjadi. Saya diputuskan tidak menjadi pejabat Binus lagi, dan konsekuensinya, dalam waktu 1 bulan saya harus mengosongkan ruang kerja saya berikut komputer yang ada, dengan bersih. Akhirnya buku saya yang berjumlah satu kamar saya muat ke 20 tas besar kecil dan saya masukkan ke mobil Espass saya.  Sampai di rumah, buku-buku tersebut saya pindahkan ke salah satu kamar di rumah yang berfungsi sebagai gudang buku…

Worse yet, beberapa bulan setelah saya “boyong kantor” ke rumah, kantor isteri saya oleh seorang Presiden RI pada masa itu, diperintahkan untuk dibubarkan dalam waktu 1 bulan karena “situasi sudah berubah dan itu hanyalah kantor lama warisan dari rejim lama yang sudah tidak sesuai lagi dengan situasi sekarang”. Padahal normalnya pembubaran kantor dilakukan dalam waktu 1 tahun, tapi ini hanya 1 bulan. Akibatnya, isteri sayapun terpaksa mengepak buku-buku yang ada di kantornya sebanyak satu mobil dan diboyong ke rumah.

Worse still, kalau buku-buku dan kertas-kertas saya sebagian bisa langsung dibuang ke tempat sampah, tapi kalau buku-buku dan kertas-kertas isteri saya sebagian besar bertuliskan “rahasia” yang tidak mungkin dimusnahkan kecuali dibakar atau dicincang dengan “paper shredder”. Tapi saya nggak mau membakarnya karena asapnya akan mengganggu tetangga, dan paper shredderpun saya tidak punya…

Akibatnya, salah satu kamar saya dihuni buku-buku yang berasal dari 2 kantor : kantor saya dan kantor isteri saya…

Buku-buku tersebut tidak saya apa-apakan, saya biarkan saja, dan kebanyakan disimpan dalam almari tripleks bikinan sendiri yang bersifat sementara…

Tapi Tuhan Maha Adil dan Maha Pencipta, termasuk menciptakan makhluk-makhluk super kecil yang hampir tidak bisa dilihat yang pekerjaannya adalah memakan buku, yaitu rayap !!

Lama kamar buku itu saya tak tengok, dan pada suatu hari setelah saya menengoknya, lebih dari 50 persen buku-buku saya sudah dimakan sama binatang kecil itu.

Sedihkah saya ?

At first, ya. Setelah itu, lama-lama saya sudah bisa menerimanya. By nature, ingatan saya akan sebuah kursi di Binus sudah terlupakan, dan dengan taktis kertas-kertas isteri saya yang berkualifikasi rahasiapun diubah oleh binatang kecil-kecil tadi menjadi bubur tanah, tak sebutir hurufpun yang tersisa…

Masih ngejembreg-kah rumah saya ? Apakah saya sekarang menjadi tidy and clean, seperti rumah-rumah orang Amerika ?

Saya ingat sebuah katalog Rice University waktu saya berniat melanjutkan studi saya ke program Ph.D bidang Computer Science. Di sebuah katalog ada foto faculty (dosen) dari Computer Science Department di Rice University, beliau duduk di kursi kerjanya, tersenyum, di latar belakangnya banyak buku-buku dan ada sebuah tulisan yang cukup mencolok berbunyi : “Clean desk is the sign of dirty mind”…

Dan, tulisan itulah yang sekarang menghiasi kantorku di BPPT.  Bagaimana dengan kantorku di Binus ? Hah, tadi belum baca ? Saya tidak mempunyainya, sejak 7 tahun yang lalu…. 

Bagaimana dengan rumah saya, apakah sekarang tidy and clean ?

Huh….it’s really a good question !!!

(typical jawaban professor Amerika kalau sulit menjawab atau tidak mau menjawab pertanyaan dengan segera…)…

4 Comments (+add yours?)

  1. edratna
    Dec 23, 2007 @ 06:45:18

    Saya sebetulnya pengin rumah rapih, bersih, setiap kali barang2 atau kertas2 dievaluasi, yang tak perlu lagi dibuang…..tapi kedua cowok dirumah membuat rumah penuh buku. Walau udah punya kamar kerja tersendiri tetap aja bukunya masih berserakan di tempat lain.

    Reply

  2. Agung
    May 14, 2008 @ 21:02:16

    dari pada di relakan pada rayap,mending “dititipkan” di saya Pak.
    hehehehehehehe…!!

    Reply

  3. tridjoko
    May 15, 2008 @ 20:20:08

    –> Agung :

    Terlambat, man !

    Semua sudah terlanjur dimakan rayap….hiks…

    Reply

  4. Agung
    May 15, 2008 @ 20:54:27

    yahhhh…!!!!
    sayang banget…!!!
    knp yah org pinter kurang menghargai buku.
    kyk rektor kita,
    buku2nya hampir dikiloin.
    tp akhirnya ama anaknya diambil dan bikin perpus buat HIMMT di JDB.
    hehehehehe…!!
    yg skrg msh utuh deh Pak.
    daripada terlambat lg dan habis jd makanan rayap.
    hehehehehehehehehhee….!!!

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: