Terkesima “Band of Brothers”

Dalam posting saya beberapa saat yang lalu saya katakan bahwa Film Perang adalah salah satu genre film kesukaan saya.

Yang terbaik, tentu saja, masih “Platoon” disusul dengan “A Bridge Too Far” lalu disusul oleh “Black Hawk Down”. Itu tentu saja untuk kategori “film bioskop” (sorry “Apocalypse Now”, “The Dear Hunter”, dan “Green Berets” yang juga bagus…)..

Untuk kategori “film seri tv” saya masih suka “Tour of Duty” yang menceritakan perang Vietnam itu, yang salah satu pandangan menariknya adalah para serdadu GI kalau nyerang VC selalu memutar lagu “Paint it black” dari Rolling Stones itu…

Di TGA di sebuah mall dekat rumah saya (saya lupa…rumah saya di Malibu atau di Coconut Groove ya…he..he..), sudah lama saya naksir pengin nonton film produksi bersama antara Tom Hanks dan Steven Spielberg yang berjudul “Band of Brothers” yang bercerita tentang Perang Dunia II itu…

Seperti juga baju GAP di toko baju Woolworth yang ada di College Mall Bloomington yang saya taksir setiap kali berkunjung ke situ tapi belum mampu membelinya karena harganya yang $ 35 itu, “Band of Brothers”pun sudah saya taksir sejak setahun lalu. Harganya yang Rp 185 ribu untuk 12 CD yang membuat saya akhirnya setiap kali mundur teratur (jangan curigation gitu dong, saya bukannya nunggu sampai edisi bajakannya keluar, tapi saya nunggu Tunjangan Dedikasi dari Binus keluar nih..)…

Akhirnya seminggu yang lalu “Band of Brothers”pun sudah ada di tangan saya. Saya tonton sehari 2 VCD, jadi total saya tonton selama 6 hari untuk 12 VCD. Apa penilaian saya ? Saya penginnya memberikan 5 jempol ke atas untuk film ini, tapi saya bukan polidaktili (=orang yang jari tangannya lebih dari 5), jadi ya deh 4 jempol ke atas : jempol tangan kanan, jempol tangan kiri, jempol kaki kanan, dan jempol kaki kiri..

Ini sedikit hint untuk “Band of Brothers” :

Part 1 CURAHEE. Di Toccoa, Georgia, tahun 1942, sejumlah anak muda berlatih untuk menjadi anggota dari sebuah resimen angkatan darat Amerika Serikat yang baru dibentuk, yaitu pasukan payung. Di bawah kepemimpinan keras dari Letnan Sobel, anggota2 dari Kompi E (Kompi Easy) yang baru dibentuk telah bertransformasi dari seorang sipil yang culun menjadi anggota tentara yang paling elit di Angkatan Darat. Dalam pelatihan yang keras itu terlihat kompetisi antara Letnan Sobel yang dibenci prajurit dengan Letnan Winters yang lebih disukai oleh prajurit.

Part 2 DAY OF DAYS. Pada tanggal 6 Juni 1944, Hari H, pesawat2 yang mengangkut ribuan pasukan payung menyeberang lautan dari Inggris ke Perancis, dan mereka disambut dengan hujan tembakan dari bawah. Tidak ada yang mendarat persis di tempat yang direncanakan, dan banyak yang hilang senjatanya atau bekalnya waktu mendarat. Winters mencoba menggabungkan anggota yang terpisah sampai mereka ketemu dengan regunya masing-masing. Winters akhirnya dipilih untuk memimpin penyerangan terhadap benteng artileri pasukan Jerman, tapi Winters akhirnya kehilangan satu orang prajuritnya.

Part 3 CARENTAN. Dua hari sejak Hari H, Kompi Easy diminta merebut kota Carentan, terlibat pertempuran yang akhirnya dimenangkannya tapi kehilangan beberapa korban.  Beberapa serdadu seperti Kopral Blithe sangat sulit menyesuaikan diri dengan situasi perang. Setelah 36 hari sejak pendaratan Hari H di Normandi dan beberapa pertempuran sengit, Kompi Easy kembali ke Inggris, tapi hanya sementara, karena mereka dikirim ke medan perang lagi.

Part 4 REPLACEMENTS. Karena banyaknya korban, beberapa anggota pasukan payung pengganti bergabung dengan Kompi Easy untuk diterjunkan secara masif ke Belanda dalam Operasi Market Garden. Walaupun tidak menemui perlawanan di kota Eindhoven, Kompi Easy dan sejumlah tank Inggris dipukul mundur oleh pasukan Jerman yang lebih superior dan akhirnya beberapa orang menjadi korban. Rencana pasukan sekutu untuk memasuki Jerman melalui Belanda dan mengakhiri perang sebelum Natal tiba, gagal.

Part 5 CROSSROADS. Winters memimpin penyerangan di sebuah parit Belanda yang menghasilkan kemenangan yang meyakinkan sehingga ia diangkat jadi Perwira Eksekutif Batalyon. Tidak puas dengan pekerjaan yang bersifat administratif, Winters sedih melihat kepemimpinan di pasukannya sekarang. Setelah berlibur 2 hari ke Paris, tibalah berita bahwa pasukan Axis (Jerman-Italia) masuk ke Hutan Ardennes untuk memutus garis pasukan Sekutu.  Kompi Easy diminta untuk mempertahankan garis Sekutu ini dengan perlengkapan seadanya padahal menghadapi ganasnya musim dingin..

Part 6 BASTOGNE. Di ganasnya musim dingin yang mematikan, di hutan di luar kota Bastogne, Belgia, Kompi Easy berjuang sendirian untuk mempertahankan garis Sekutu di tengah ancaman kaki mati beku karena dingin (frost bite) dan kelaparan, karena tiba tanpa perlengkapan baju musim dingin dan amunisi yang memadai. Serdadu kesehatan Eugene Roe kecapaian menghimpun alat-alat kesehatan dan obat sedikit demi sedikit, yang akhirnya ia berteman dengan seorang perawat Belgia bernama Rene. Kompi Easy melewatkan Natal dalam kedinginan, dan menerima surat permintaan menyerah dari Angkatan Darat Jerman yang dijawab oleh Jenderal Taylor dengan kata-kata “Lu gile ngkali ye ?” (You’re nuts !!!)

Part 7 THE BREAKING POINT. Sejak melawan Jerman dengan gigih di Bastogne, Kompi Easy yang kecapaian ditugaskan merebut kota Foy di sebelah hutan. Beberapa anggota pasukan tewas dan terluka karena dihujani peluru artileri (meriam, tank, whopper atau howitzer, mortir), ditambah kurang kompetennya pimpinan mereka yaitu Letnan Dike, dimana Winters nggak bisa melakukan apa-apa (Dike lulusan Yale, sama dengan Ike – Jenderal Dwight D. Eisenhower Presiden AS, ditugaskan di kompi elit karena koneksi orang kuat di DC). Kompi Easy berhasil merebut kota Foy tapi dengan korban yang buanyaaak..

Part 8 THE LAST PATROL. Kompi Easy tiba di kota Haguenau (apa dekat Den Haag ya), dekat perbatasan Jerman, dan ditugaskan menyeberangi sungai Rhein untuk mengambil/menculik seorang tawanan tentara Jerman. Letnan Jones, lulusan baru dari West Point (Akmilnya Amrik) yang sangat ingin mencicipi pengalaman perang, mengajukan diri untuk memimpin tugas ini. Walau sukses, misi ini memakan satu korban jiwa, yang menyebabkan Letnan Winters ngarang dalam laporan tertulisnya bahwa “misi kedua sudah dijalankan, tapi tanpa hasil membawa tawanan tentara Jerman”. Maksud lo ? Ya, supaya anak buahnya nggak jadi korban sia-sia lagi…

Part 9 WHY WE FIGHT. Mungkin bagian ini adalah yang paling menyedihkan. Kompi Easy akhirnya memasuki Jerman, tanpa perlawanan yang berarti dan punya kesempatan rileks untuk pertama kalinya setelah 2 tahun ! Suatu patroli dekat hutan menemukan salah satu kamp konsentrasi, masih terisi oleh banyak tawanan yang kondisinya mengerikan. Beberapa penduduk lokal tidak mengakui pernah mendengar tentang kamp ini, dan dipaksa untuk bekerja menguburkan beberapa jenazah, di tengah berita meninggalnya Hitler.

Part 10 POINTS. Ini bagian yang teraneh. Bagi pasukan yang sudah 2 tahun lebih bertugas perang di Eropa dan menderita luka pula dan mendapat bintang “Hati Ungu” (Purple Heart) rupanya kredit pointnya tetap kurang untuk dibebastugaskan dari pasukan dan boleh pulang ke Amrik. Kompi Easy memasuki kota Berchtesgaden di Bavaria, yang dulunya markas besar banyak pemimpin penting dari Reich Ketiga, dan merebut “Sarang Elang”, benteng puncak bukit punya Hitler. Karena Perang Pasifik belum selesai, serdadu yang belum cukup kredit pointnya terancam untuk dikirim ke Perang Pasifik. Menyerahnya Jepang telah mengakhiri Perang Pasifik, dan para serdadupun bisa memilih sendiri ingin jadi apa setelah pulang ke Amrik nanti.

VCD Nomor 11 dan 12 isinya cuman komentar dan dokumenter seperti yang biasa kita lihat dalam program BBC atau National Geographic di Metrotv itu..

Bagi anda yang belum nonton “Band of Brothers” segeralah nonton. Banyak rumus yang masih berlaku sampai hari ini, misalnya tidak selalu perwira muda lulusan sekolah hebat akan dihormati oleh para prajuritnya yang lebih tua dan lebih kenyang dengan bau mesiu peperangan (saya jadi ingat cerita Letnan Rudini, lulusan Akademi Militer Breda Belanda, yang dicuekin prajuritnya dalam suatu operasi di Sulsel, tapi setelah Rudini paling berani melakukan patroli, pelan-pelan prajuritnyapun jadi segen padanya..)

26 Comments (+add yours?)

  1. Arie Kusuma Atmaja
    Jan 01, 2008 @ 21:48:50

    weh sama ….. saya juga penggemar film band of brothers! seru! mantap!

    Reply

  2. edratna
    Jan 02, 2008 @ 20:46:51

    Kapan-kapan bisa pinjam nih

    Reply

  3. tridjoko
    Jan 02, 2008 @ 21:10:13

    Anytime….datang aja ke rumah. Sorry Candi Murca sama Gajah Madanya belum tersentuh, masih banyak tugas mbikin soal ujian nih…

    [Itupun Dessa pamer dengan Laskar Pelanginya..]

    Reply

  4. Chandra
    Mar 22, 2009 @ 23:21:44

    mantabs,, saya juga penggemar berat serial “band of brothers”,,,

    inspiratif sekali filmnya,,,

    coba kalo Indonesia bs bkin film kaya gtu kan keren bgt,,, misalnya aja perjalanan gerilya pasukan Soedirman,,,, yg di soroti adalah pasukannya bukan Jenderalnya,,

    kayaknya keren juga tuh,,

    tnx info2 nya

    Reply

  5. dayu
    May 08, 2009 @ 21:47:45

    oom, ada info yang jual dvd ato vcd band of brothers ori ga? sy cari2 di toko rata2 udah ga ada, kebetulan saya berminat untuk mengoleksi..

    thx before..

    Dayu,
    Lho…kalau di Gramedia Jakarta yang tokonya besar-besar (Matraman, Pondok Indah Mall 1) rasanya VCD “Band of Brothers” original masih ada lho. Anda bisa nanya ke penjualnya, kalau perlu pesan, walaupun perlu beberapa hari/minggu untuk datang…

    Kecuali kalau anda tinggal di luar kota Jakarta, nah itu yang susah….(saya sendiri sih masih nyimpan VCD ori-nya di rumah)…

    Reply

  6. Tegar Algamar
    Jun 11, 2009 @ 11:17:57

    3 miles up 3 miles down

    gw punya dvd nya sejak awal perilisan nya,
    tapi ga’ pernah tuh ada rasa bosen ngeliantin major winters beraksi sama anak buahnya
    ini film yang paling inspiratif sepanjang hidup gw

    CURRAHEE,,,,,,,,,,,,,,,

    Tegar,
    Saya juga suka sekali film itu…
    Terutama pas nyanyi di truk sehabis menang perang itu…
    “Gory…gory…gory…skydivers…we won’t fight no more….”

    Padahal gory artinya berdarah-darah…;-)

    Reply

  7. panjie
    Aug 05, 2009 @ 18:47:17

    ga ada pilem yang bisa nandingi band of brothers ,,,,,,,,,pokoknya ni pilem no wahid dah hho
    q paling seneng lyad pilem perang yang setingna PD II,,,ada info film lg ga yg set na PD II,,,thanks

    Panjie,
    Kalau film lama PD II yang paling saya sukai adalah “A Bridge Too Far“…tapi mungkin di Indonesia sulit dicari VCD nya..
    Yang masih bisa dicari VCD nya ya mungkin “Saving Private Ryan“….
    Kalau PD II dilihat sisi manusiawinya menurut saya yang paling bagus adalah “Schindler’s List“, “Life is Beautiful“, dan “The Pianist“….

    Itu PD II di “Teater Eropa”, kalau yang PD II di “Teater Pasifik” yang paling bagus menurut saya adalah “Letters from Iwojima” dan “The Thin Red Line” untuk film barunya. Untuk film lama saya paling suka dengan “Tora..Tora..Tora..”..

    Reply

  8. Fauji
    Feb 25, 2010 @ 10:32:27

    Gak ada film yg bisa kalahkan ‘band of brother’ yg buat sy terkesan adalah sosok seorang winters bersama rekanx nikson,,juga seluruh prajuritx,,terutama wild bill guernere ‘it’s not your bisnis cowboy’. Mantap….sy tantang kalau ada yg bisa buat film lbh bagus dr ini.

    Fauji,
    Hahahahaha….:)

    Reply

  9. Fikar
    Mar 11, 2010 @ 06:29:05

    saya msh inget pertama kali liat nih Film msh di puter di indosiar, ampe ampir sminggu di puter indosiar. Keren bgt nih Film, ga cmn critain 1 tokoh ajah. ada si maj. winter, si bengal wild bill, ada jg si doc Roe yg jatuh cinta ma perawat asal belgia.. Keren abis nih film.

    Fikar,
    Yo’i….

    Reply

  10. iyos
    Mar 19, 2010 @ 03:11:31

    weleh ini pelem keren bgt yo…saya ajah sampe nonton berulang2 tanpa bosen2 karena emang ceritanya keren abis….setting gambar juga mantap untuk kelas movieseries…

    scene yang menurut saya paling nusuk tapi keren dan membanggakan justru saat maj, winter sedang menghadiri ceremony pelucutan senjata tentara jerman…duduk di atas jeep dengan gagahnya tanpa sengaja letnan sobel lewat didepannya dan memberikan salut pada maj.winter dengan sedikit perasaan terpaksa….
    lalu maj.winters menegur nya and
    he said… “we salute the rank not the man” otomatis si sobel salute ulang lah takut ma pangkatnya………beehehhhhhhhhhhhhhh…….dalemmmmm beneerrrrrr…..gondok banget dengernya dah gw mah…..dua jempol lah buat maj.winter…
    sosok pimpinan yg tegas dan bersahaja…..

    Reply

    • iyos
      Mar 19, 2010 @ 03:19:07

      mengapa scene tersebut dalem bgt buat saya….

      alasannya simple…jadi manusia itu harus bersahaja…tau diri bahasa kerennya…membumi seperti padi…jadi kalo punya pangkat dikit yah jangan sombong dulu tar kalo bawahannya punya panhkat lebih tinggi kan repot sendiri bawa dirinya…ya ga sih….

      seperti saat winter di angkat jadi assistenya si sobel di epi 1…dengan tingkah songongnya dia nyuruh winters untuk piket di dapur dulu selama beberapa minggu sebelum menikmati kenaikan pangkat jadi assistenya sobel…kurang ajar bgt tuh manusia….poor winters wkwkwkwkwk

      Reply

  11. Nita
    May 03, 2010 @ 01:42:21

    Sipp… !! Pinjem pisidi nya dunk… Hihihi…
    Paling inget adegan pas nemuin camp concentration.. Kesian bgt.. Darimana yach nyari orang yg kurus kering tinggal balung kulit segitu byknya? (mikir mode : on). Sama adegan pas ketemu cewek rambutnya gundul pethal2 sambil gendong baby dijalan, hiks… Aku kesian baby nya. Katanya tuh cewek bekas pelacurnya tentara nazi.

    eh, saving private ryan kok gak masuk list favorit sampeyan to? Tuh pilem kan bagus bgt.. Aku sampe tak bela2in beli dvd ori 200rebu di disctarra, soalna nyari di rental2 udah kagak ada.

    “letters from iwojima” juga bagus tuh… Actor utamanya ken watanabe (actor the last samurai).

    Nita,
    Darimana dapat orang2 yang kurus kering itu ? Yah…keunggulan salah satu film bule kan di bidang “casting” alias nyari orang untuk memerankan tokoh tertentu di film, sehingga filmnya nyaris sempurna alias mirip dengan aslinya…

    Keunggulan kedua film bule adalah di bidang “ward robe” alias baju yang dipakai oleh si tokoh, yang sesuai dengan jamannya (beda dengan film Indonesia yang memfilmkan jaman Pangeran Diponegoro tapi pakai baju Tetoron dan celana Tetrex yang sangat nggak banget…)…

    Saving Private Ryan” termasuk film favorit saya dan sudah saya sebutkan di salah satu posting saya (namun konteksnya beda dengan “Band of Brothers” ini). “Letters from Iwojima” juga sangat menyentuh…pernah juga saya tulis di posting yang lain…

    Reply

  12. nita
    May 14, 2010 @ 00:25:56

    Thanx infonya pak..

    Klo ada film2 berlatar PD II entah itu film perang ato drama infoin ke saya yach…

    Kapan hari saya nonton ‘The Boys in The Stripped Pyjamas’. Film drama tragical, ceritanya menarik.

    Nita,
    Sama-sama, kalau ada film Perang yang menarik…infoin di sini juga ya……hehehe

    Reply

  13. ali imron
    Jul 18, 2010 @ 21:46:22

    semua yang ada di film ini membuatku semangat dalam menaklukan masalah hidup

    Syukurlah…

    Reply

  14. Ari
    Sep 24, 2010 @ 17:04:52

    Dimana saya bisa dapat yang originalnya? Tolong ya, saya belum nonton tapi yakin film ini bagus banget…

    Ari,
    Ada di Toko Buku Gunung Agung, Gramedia atau di Disc Tara. Tapi anda harus rajin2 hunting, untuk 10 VCD harganya cukup mahal yaitu waktu itu Rp 280 ribu, tapi untuk harga original dan ini film bagus….worth it banget deh…

    Reply

  15. yusuf
    Jan 11, 2011 @ 18:32:10

    ada film berseri sama dgn ‘band of brothers’ judul’y ‘the pacific’,,cerita ttg pnyerbuan tentara amerika ke jepang,,film’y sama seru’y dgn band of brothers,,top abis dch….

    Yusuf,
    Benar…serial film HBO “The Pacific” adalah lanjutan dari “Band of Brothers”. Tapi di HBO Indovision, “The Pacific” telah di-dubbing dengan bahasa Indonesia…jadi ilang seremnya..

    Di beberapa Mall di Jakarta, “The Pacific” bajakan sudah mulai dijual.
    Tapi saya sedang nunggu VCD aslinya, soalnya yang “Band of Brothers” saya beli VCD asli 1-2 tahun yang lalu, harganya Rp 280 ribu untuk 10 buah VCD…

    Reply

  16. tepuridewa
    Jan 17, 2011 @ 19:27:45

    bozz saya blum nonton ni film.
    belinya dimana?
    skarangmasih ada gak?

    Tepur,
    Saya dulu belinya di Gramedia Matraman, Jakarta.
    Untuk 10 VCD asli film “Band of Brothers” harganya 3 tahun yang lalu
    Rp 280 ribu.

    Gak tau ya, sekarang masih ada copy asli di Gramedia atau nggak.

    Reply

  17. Khoirull
    Apr 12, 2012 @ 09:54:09

    Saya suka bangets sama film band of brother,..sekarang diputer di TV chanel kemanusiaan,..tayangnya tiap hari senen dan selasa klow tidak salah senen depan episode ke9,…salut + 4 jempol untuk kompi esay & winters,…
    Kapan za film Indonesia THE RAID diputer di TV,…????

    Reply

  18. Ardhan Ardiyana
    Jun 13, 2012 @ 20:44:23

    ok banget lah filmnya. banyak sejarah yang saya dapatkan. saya salut terhadap kepimpinannya kapten winters yang diangkat menjadi mayor, karena sudah memimpin easy company dengan baik. kapten nixon, sersan lipton,malarkey,webter,guarnge,joy toye,buck,and all easy company soldiers is the best.

    Iya mas..

    Reply

  19. fian...
    Aug 09, 2012 @ 20:49:30

    sayangnya adegan pendaratan pasukan sekutu dipantai utah, omaha, gold, juno, & sword tdk diperlihatkan walaupun sebentar

    Fian,
    Lha kan Kapten Winters dan kawan-kawan adalah pasukan Airborne yang tugasnya terjun “di belakang garis musuh” dan menusuk musuh dari belakang, bukan pasukan pendarat yang kualifikasinya Marinir
    Tapi lihat aja pendaratan di pantai Utah dsb di film “Saving Private Ryan” yang juga bagus banget….

    Reply

  20. ferry bayu aji nugraha
    Aug 12, 2012 @ 23:01:32

    saya menyukai film ini pada detailnya..senjata,kendaraan perang,baju seragam prajurit n smua perlengkapannya..
    film yg gk ngebosenin..menurut gw sih..
    tp yg paling mengesankan dalam film ini adalah bagaimana ekspresi tiap person dan suasana yang menarik perhatian saat menonton dan tentu saja dipadukan dengan backsound yg sesuai..
    band of brothers..menjadi inspirasi dan sikap hidup bagi yg pernah menonton..

    Mas Bayu,
    Persis mas…itulah kehebatan film keluaran Amrik…yang sangat memperhatikan detail…jadi kita bisa merasa “terbenam” (immerse) ke dalamnya ketika kita menonton film tersebut…

    Beda dengan film Indonesia, contohnya “Sang Pencerah”. Menurut saya film itu Plot, Casting, dan sebagainya sudah mantap dan bagus….tapi masak cerita tentang sosok Ahmad Dahlan yang hidup di awal tahun 1900an…tapi pakaian yang dipakai adalah pakai terbuat dari kain polyester yang baru diciptakan kira-kira pertengahan tahun 1960an…..saya yang melihatnya jadi ’empet’ dan ‘getem-getem’ (gondok). Harusnya pembuat film berburu katun karung terigu yang mencerminkan teknologi baju pada tahun 1900an itu….

    Reply

  21. budi liman
    May 16, 2013 @ 00:18:17

    best serial movie of the year…

    Reply

  22. mulyadi
    May 31, 2014 @ 20:03:09

    mas, saya dulu punya filmnya dari 1 – 10 tapi krn hardisk ku error hilang semua koleksiku, bisa minta tlg gk mas?

    Reply

  23. nlalex2121
    Apr 12, 2015 @ 11:22:36

    Iya, serial ini berkesan banget
    Saya yang awalnya tidak suka film perang jadi terkesima melihat perjuangan Easy Company yang pantang menyerah
    Serial ini tidak hanya memperlihatkan karakter pemimpin yang hebat seperti Ltn. Dick Winters, tapi juga pemimpin malas seperti Ltn. Dike. Sebuah potret yang realistis dari kehidupan manusia 😀

    Reply

  24. Nomo
    May 12, 2015 @ 04:32:28

    Yup, Serial perang baling TOP menurut ane, Band Of Brothers. dan adegan yang paling ane suka pas kapten sobel di boongin sama Luz dengan menirukan suara Jendral taylor, lucu banget ane puter ulang berkali-kali.. hahahaha

    Reply

  25. max
    Mar 05, 2016 @ 15:05:01

    ulasan yang sangat keren..!

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: