Combustible dan Negligence

Mengapa rakyat jelata tetangga-tetangga desa saya rela berjam-jam antre untuk mendapatkan barang 2 liter minyak tanah, padahal kepada mereka sudah dibagi kompor gas, regulator, selang berikut tabung gasnya ?

Mengapa anak Indy “Ceriwis” Barens di malam Tahun Baru 2008 mukanya tersemprot spiritus yang menyala di Bogor ?

Jawaban untuk kedua pertanyaan tersebut adalah “combustible” atau kemudahan suatu barang terbakar..

Apakah “combustible” dengan “bilangan oktan” sama maknanya, saya tidak tahu. Tapi sebagai contoh: spiritus punya daya bakar yang sangat kuat, makanya di Jawa dulu suka digunakan untuk menyalakan lampu petromaks (lampu minyak tanah yang bisa dipompa)..

Bensin juga punya daya bakar yang kuat. Saya pernah di tahun 1990 membakar sampah di Cimanggis. Karena sampahnya tidak mau terbakar, saya lalu mengambil satu jerigen bensin dari mobil Kijang saya. Bensin dari jerigenpun tanpa pikir panjang saya tuangkan ke sampah yang sedang berasap…dan buuuuuuuzzzzzzzz…api menyambar dari sampah sampai tangan saya yang memegang jerigen. Untung saya tidak panik dan segera bisa memadamkan api dengan menyiramkan pasir ke tempat sampah yang menyala…

Gas elpiji yang dibagikan oleh pemerintah ke masyarakat umumpun punya daya bakar yang tinggi. Apalagi kalau selang dan regulatornya bermasalah atau bocor, wah…elpiji bisa berpotensi meledak…atau sekurangnya menyebabkan kebakaran secara liar…

Sedangkan minyak tanah terkenal dengan daya bakarnya yang rendah, bahkan paling rendah dibandingkan dengan bahan bakar yang biasa mampir di dapur-dapur masyarakat kita. Jarang ada kecelakaan terjadi karena minyak tanah yang terbakar secara liar dan sulit dikendalikan. Tidak heran, masyarakat sampai saat ini masih getol memburu minyak tanah dimanapun dijual dan membentuk antrian yang amat sangat panjang..

Dalam kasus Indy Barens dan putranya, itu barangkali yang disebut negligence (kealpaan). Lebih baik waspada daripada hal-hal yang tidak dikehendaki tentang keluarga kita terjadi…

[Putra Indy Barens dibawa ke Bogor tanggal 31 Des untuk merayakan Tahun Baru 2008 dengan neneknya. Indy dan suami rencananya malamnya akan menyusul. Sore itu, si mbak kesulitan menyalakan areng untuk barbeku, dan berinisiatif menuangkan spiritus ke areng yang sudah berasap. Dan apipun…buuuuuzzzz, si mbak terkejut dan mengibaskan botol spiritus yang ternyata sudah menyala itu, dan buuuuuuzzzz….membakar bebeberapa anggota badan keponakan-keponakan kecil yang berlari kesana kemari. Anak Indy Barens-pun terbakar di bagian muka…Mudah-mudahan cepet sembuh ya le ya….]

2 Comments (+add yours?)

  1. edratna
    Jan 09, 2008 @ 17:16:48

    Duhh sedih sekali, kecelakaan di malam tahun baru. Jadi ingat, ibu-ibu mau melakukan arisan, makanan disiapkan, antara lain makanan yang dihangatkan dengan panci yang bawahnya ada spiritusnya. Kebetulan agak macet…ibu bos mencoba membantu, mendekat ke alat pemanas tsb…dan buzzzz…mukanya terbakar….

    Reply

  2. aliradar2004
    Aug 02, 2008 @ 11:19:32

    kasihan amat…hati-hati dong

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: