Fully decorated students

Kamis siang kemarin tanggal 17 Januari 2008 sehabis ngajar Rekayasa Perangkat Lunak di kelas ganda TI-Stat saya berjalan-jalan di koridor kampus Anggrek lantai 2. Tiba-tiba saya disapa oleh seorang mahasiswa saya, “Pak..pak..ayo dong pak, ikutan…”, pintanya.

“Ikutan apaan ?”, tanya saya sambil mataku menyelidik di ujung eskalator. “Ini pak, kegiatan donor darah”, jawabnya. “Wow…kebetulan, saya donor darah udah 7 bulan yang lalu, rasanya tubuh ini agak berat dan agak kurang sehat”, pikirku..

Akupun mengisi data di resepsionis acara donor darah ini, dapat nomor 63. “Wah, lama ini ya ? Soalnya saya harus segera ngajar di Kampus Kijang”, tanya saya. Kampus Anggrek dan Kampus Kijang berjarak sekitar 1 km.

“Oh ya udah pak, duduk saja, nanti giliran berikutnya saya panggil”, kata si mahasiswa.

Akhirnya, sayapun menunggu di dalam. Menunggu giliran ditest darah, tentang golongannya, dan rhesusnya.

Saya tidak tahu yang mengadakan ini BEM Binus, HMJ atau UKM tertentu. Celakanya, saking banyaknya mahasiswa saya di 5 kelas berbeda menyulitkan saya mengidentifikasi mahasiswa yang menyapa saya tadi dari kelas apa ? Ganda ?

Tapi selintas saya amati jaket mahasiswa Binus yang berwarna maroon alias burgundy sewarna dengan Boston University itu. Ternyata, kebanyakan jaket mahasiswa yang jadi panitia kegiatan donor darah ini penuh dengan emblem bermacam warna. Setiap emblem menandakan kegiatan HMJ, UKM atau kegiatan khusus yang diikuti si mahasiswa/i.

Selintas saya lirik jaket seorang mahasiswa yang kira-kira ada 10 emblem yang tertempel. Wow !!! Selintas saya baca ada Mandarin Club, Nippon Club, BNCC (Binus Computer Club), dan lain lagi. Wah, ini cewek pasti IPKnya bangsa 3.90 ke atas sampai sempet-sempetnya ikut kegiatan sebanyak itu…

Saya lirik lagi jaket seorang mahasiswa. Ada yang aneh. Di bagian dada kanan jaket si mahasiswa ada emblem berbentuk mirip robot “Transformer”. Wah, kegiatan apa ini. Main robot ?

Saya tidak sempat nanya. Maklum Binus dan IPB, almamater saya dulu, agak beda. Di Binus mahasiswa yang aktif jaketnya akan ditempeli berbagai emblem dengan berbagai bentuk, tulisan, dan warna. Di IPB, yang ada hanya logo gebluk kasur doang (sejenis alat dari rotan yang fungsinya untuk memukul-mukul debu supaya pergi dari kasur yang sedang dijemur)..

Akhirnya tiba giliran saya “diisap” darahnya. Seorang mahasiswa yang terbaring di sebelah saya persis ternyata bangun duluan. Sayapun protes sama suster. “Eh suster, ngapain tuh mahasiswa sebelah koq bangun duluan dari saya ?”, tanya saya. “Oh itu pak, dia kan kurus, jadi darah yang diisap hanya 250 cc, sedangkan bapak gemuk jadi kita ambil 350 cc”, jelas si suster.

“Oooo…gitu tho”..

Selesai sudah, lenganpun di-tensoplast-in. “Silahkan menuju ruang makan di 304”, kata seorang panitia.

Sayapun menuju ruang 304. Dan sayapun dapat marie regal 3 biji dan susu coklat 200 cc. Lumayan, pikir saya. ternyata di marie regal disisipi juga sangobion untuk 7 hari..

Fully decorated students, the first think I want to be if time throws me back to my youth…

Haillll ya !!!

3 Comments (+add yours?)

  1. edratna
    Jan 19, 2008 @ 17:22:26

    Hmm donor darah membuat badan lebih sehat ya…..

    Reply

  2. Resi Bismo
    Jan 19, 2008 @ 21:41:19

    Ada yang kurang menunya mas tri!
    Indomi sama telur rebus ketinggalan, padahal itu menu utama yang diberikan selepas mendonorkan darah. Heheheheh…
    Secara baru 2 kali donor darah, ntar kalo lapar aja ke PMI mayan gratis InTel

    Reply

  3. tridjoko
    Jan 20, 2008 @ 05:30:07

    Bu Edratna: ada seorang teman yang dokter pribadinya lulusan Jerman. Dokter itu mengibaratkan tubuh ini kayak mesin mobil, yang lama kelamaan “oli”-nya yaitu darahnya akan kotor. Supaya bersih, tubuh harus sering dikeluarkan darahnya lewat donor darah. Setelah 10 round, pasti deh tubuh ini direkondisi lagi alias “in reijen” lagi ibarat mobilnya sih..

    Mas Resibismo : He..he..habis donor darah dikasih Indomie itu ada di PMI Pusat Tegal Parang dekat rumah sampeyan mas (sebelah Paramadina, tempat saya ngajar). Kalau di RW saya atau di kampus, Indomie tidak diberikan diganti biskuit dan susu. Memang ada beberapa orang ngebet donor darah karena kabarnya Indomie yang diberikan PMI Kramat Raya enak ya ??

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: