Sejarah Binus: Melamar Jadi Dosen ATK

.[Cerita ini diambil dari blog lama saya dengan judul “Melamar Jadi Dosen ATK”. Karena posting ini menjadi favorit teman-teman dosen muda, maka saya copy+paste lagi di blog saya yang sekarang. Selamat membaca..]

Seperti biasa, pagi itu aku bangun pagi sekitar jam 4.30 dan mulai mandi. O ya, hari ini adalah bulan Agustus 1982. Aku sudah bekerja sebagai peneliti bidang pangan di BPPT – sebuah lembaga think thank milik pemerintah – selama dua tahun persis (aku mulai kerja 8 Agustus

1980). Sebentar lagi, tepatnya dua bulan lagi, aku bakalan menikah dengan orang yang sudah aku pacari selama 1,5 tahun ini. Namanya Susi, ia adalah seorang anggota militer dengan pangkat Sertu.

Entah apa yang membuat aku mempunyai ide untuk bekerja sambilan sebagai dosen, di samping pekerjaan utamaku sebagai peneliti di BPPT. Ini yang mungkin disebut sebagai “indera keenam” atau “bisikan ajaib”. Mengapa ?

Karena pekerjaanku di BPPT saat itu sudah bisa dibilang sangat mantap. Kantor paling modern se Jakarta, terletak di jalan yang paling terkenal di Indonesia – Jalan Thamrin, dengan gaji standar perusahaan minyak milik pemerintah. Ya, sewaktu aku melamar kerja di BPPT di pertengahan 1982, BPPT baru saja berganti nama. Nama lama adalah Divisi Advanced Technology Pertamina (Divisi lainnya yaitu Divisi Teknologi Penerbangan juga baru saja berubah nama menjadi PT. Nurtanio). Gaji awalku adalah Rp. 142.000, ditambah TSP (Tunjangan Selisih Penghasilan) sebesar Rp 75.000, dan masih ditambah uang lembur berkisar antara Rp 20.000-Rp 45.000. Yah total sekitar Rp 240.000, yang kalau dikurs dengan mata uang US Dollar saat itu 1 USD = Rp 425, maka gaji perbulanku adalah USD 600. Not bad at all, mengingat saya pegawai baru. Gaji kakakku yang bekerja di BRI waktu itu hanya separuh gajiku, yaitu Rp 118.000,-.

Dengan gaji sebesar itu, saya bisa hidup layak kost di Jalan Belitung, Bogor. Malah bisa menabung beberapa di Bank Tabungan Negara yang tentunya saat itu masih numpang di Kantor Pos Besar Samping Kebun Raya Bogor.

Dengan berubahnya Divisi AT Pertamina menjadi BPPT di tahun 1978, proses mutasi dari pegawai Pertamina Gol. 6 menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil) segera dimulai. Beberapa pegawai senior ditawari, apakah mau menjadi pegawai BPPT, PT. Nurtanio, atau tetap di Pertamina. Anehnya, hanya segelintir orang yang pikirannya “cukup waras” dan memilih Pertamina. Sebagian besar, memilih sebagai PNS yang gajinya standar sekali.

Tapi aku lain, aku mencurigai ada sesuatu yang bakal terjadi. Misalnya, gaji akan dipatok sesuai dengan pegawai negeri lain. Waktu gajiku di BPPT Rp 240.000 per bulan, pegawai PNS Gol III/a gajinya hanya Rp 75.000, malah tiga bulan pertama sebagai CPNS gajinya hanya Rp 50.000.

Aku memberontak. I have to do something, kataku. It’s better to have a side job just in case something happens. Although I have to work in the evening (yeah, that’s why people called to have a side job as “moonlighting” because we work while to moon shine…in the evening).

Pagi itu, seperti biasa aku numpang bis antar kota LIMAS, bis paling keren yang menjalani rute Bogor-Cililitan via Jagorawi. Ongkos sekali jalan kalau tidak salah Rp 400. Kalau ongkos naik bemo di Bogor tahun 1982 adalah Rp 50 sekali jalan. Bis LIMAS yang masih baru itu baunya wangi, jumlah penumpangnya pas tempat duduk, dan kita masih dihibur dengan alunan musik yang beraliran slow rock. Sayup-sayup terdengar lagu “Cat Size” dari penyanyi rocker wanita yang bertubuh mungil tapi kekar, Suzi Quattro !

Jalan tol sepanjang 44 km dilibas LIMAS dalam waktu setengah jam saja.

Aku segera turun di depan Kodam Jaya (situasinya masih persis seperti saat ini, hanya jalan di depan Kodam waktu itu masih agak sempit). Aku menyeberang jalan untuk menunggu bis jemputan Mercedez Benz OH-11 warna krem dengan cat biru muda bertuliskan BPP Teknologi. Beberapa teman BPPT sudah menunggu di depan Kodam, ada Prasetio yang alumni Mesin ITB, ada alm. Pak Todo Tambunan (almarhum) yang alumni Jerman, ada Petrus Panaka yang alumni Elektro ITS, ada Moh. Basri yang alumni Elektro ITB, dan yang paling mencolok ada orang yang namanya Tito yang kulitnya putih, pakai baju biru dari bahan combed cotton, dan celana kaki berbahan katun.

Sebelum naik bus, saya beli koran KOMPAS dari anak asongan yang lewat. Koran Tri, Koran Tri, seru Petrus dan O ya, ada Anton Gunarto teman sekelas kakak saya Endang dari Agronomi IPB. Kompas halaman pertama saya baca, halaman kedua dibaca Petrus, dan halaman ketiga dibaca Anton. Sejak itu, bis yang AC-nya cukup dingin itu berjalan pelan menyusuri Jl. Otista, belok kiri di Jalan Diponegoro sebelah FKUI, masuk Jalan Imam Bonjol, dan belok kanan di bunderan HI, dan akhirnya sampailah kita di kantor, tepat pukul 07.10 (kadang-kadang kami bertemu dengan alm. Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang menyopiri sendiri Jeep Toyota Land Cruiser canvas warna hijau muda).

Masih ada 20 menit sebelum kantor dimulai jam 07.30. Sepanjang perjalanan tadi, semuanya tidur atau baca koran, tapi yang namanya Tito itu ngomong terus, ada atau tidak ada yang ngajak ngomong (I will tell you later, belakangan Tito yang dipanggil “Tanpa Input Tanpa Output” juga menjadi dosen Binus. Bahkan anaknya yang bernama Adit menjadi mahasiswa bimbingan skripsiku. Anaknya secara fisik dan sifat persis dengan bapaknya, dan secara sadar ia menyebut dirinya “Kenthir“. Klop !).

Setelah mengisi absen model ceklok merk AMANO, aku segera naik ke Lantai 5. Waktu itu aku didapuk sebagai ahli statistik untuk Studi Pengkajian Sistem Pedesaan Indonesia. Tugasnya mengajari staf lain dalam merancang pengambilan sampel dan menganalisis data berdasarkan teknik statistik, baik deskriptif maupun inferens.

Satu ruang berukuran 6 x 8 meter waktu itu diisi dengan 13 orang staf. Kepala Studinya adalah Prayitno Ramona, alumnus FISIP UI. Anggota studinya beberapa dari IPB : Iding Chaidir (Perikanan), Yanto Tatang Raharja (Peternakan), Sulaefi (Agronomi), Anton Gunarto Prajawisastra (Agronomi), Soleh Iskandar (almarhum, HPT), Suryo Handoto (Mekanisasi), Hariadi Wardi (Tanah) dan saya sendiri (Statistik). Yang dari UI ada Prayitno Ramona (FISIP), Dwi Yani (FISIP, anaknya Jendral A. Yani), dan ada beberapa orang UI lagi yang mulai akan keluar. Lalu dari UGM ada Sri Rudatin alias “Mbak Tenong” (Arsitek, putranya Prof. Gembong), Maryadi (Agronomi). Lalu ada Jane – cewek bule manis yang bekerja sebagai Senior Scientist. Satu lagi Senior Scientist adalah Dr. Manase Mallo (belakangan menjadi Dekan FISIP UI).

Di waktu jam istirahat, aku membaca kembali koran KOMPAS yang aku beli tadi. Tiba-tiba mataku tertuju pada iklan “LOWONGAN DOSEN, DIBUTUHKAN TENAGA DOSEN PARUH WAKTU UNTUK MATA KULIAH MATEMATIKA, STATISTIKA”. Yang memasang iklan adalah AKADEMI TEHNIK KOMPUTER (ATK), Jl. Cideng Timur, Jakarta Pusat.

Segera saya draft surat lamaran secara sembunyi-sembunyi untuk saya poskan nanti sore sesampainya di rumah di Bogor. O ya, waktu itu aku memutuskan tetap tinggal di Bogor semenjak aku lulus dan kerja di Jakarta. Bogor serasa dingin, dengan pohon-pohonnya yang besar dan rindang, dan hampir setiap hari hujan. Sedangkan Jakarta serasa berdebu. Aku akan tinggal di Jakarta setelah menikah, pikirku.

Sorenya, surat lamaran dosen untuk ATK aku kirimkan via Kantor Pos Besar Bogor yang letaknya persis di tepi Kebun Raya itu. Jarak kantor pos dengan pohon besar yang setiap siang digelayuti oleh ratusan kalong itu kira-kira hanya 50 meter. Setelah malam, tentu kalong kalong itu pada cari makan buah-buahan entah dimana.

Singkat kata, seminggu kemudian di rumah kostku di Jalan Belitung ada surat tiba. Dari ATK. Wah, mudah-mudahan aku diterima, doaku. Isinya undangan untuk wawancara, ditandatangani oleh Direktur ATK, Ir. Th. Widia S.

Sebelumnya aku ingat, bahwa secara nama aku sudah kenal dengan Th. Widia ini karena aku pernah beli dua buah buku karangannya berjudul “Pemrograman COBOL Jilid I dan Jilid II “yang berwarna biru dan orange, langsung di tempat kursus MCC (Modern Computer Course) Jl. Makaliwe.

Siang itu, tanpa kesulitan saya bisa menemukan rumah yang dituju di Jl. Cideng Timur. Rumah ini rumah biasa bertipe 100 dengan arsitektur akhir tahun 1950an. Tidak terlalu bagus, tapi lumayan. Jaraknya dari jalan raya sekitar 20 meter masuk ke dalam. Saya mengetok pintu, dan ditemui oleh seorang laki-laki. Badannya kekar, tingginya sekitar 170 cm, dan kelihatannya ia atlet, berumur sekitar 25 tahunan, orangnya cukup ganteng – mungkin seperti Ju Mong di film Korea yang dilihat isteri saya barusan.

“O, ini Pak Tri Djoko ya”, sapanya.

“Ya Pak”, jawab aku.

“Bapak Pak Ir. Th. Widia ya ?”, tanyaku spontan.

“O bukan, Th. Widia itu Ibu, bukan Bapak”, katanya.

“Nama saya Carmelus”, tambahnya.

(terus terang aku agak tersipu-sipu salah nebak, kirain Th. Widia tuh cowok !)

Singkat kata, aku diwawancara dan ditanya pernah mengajar Statistika atau tidak.

Pernah, aku jawab saja begitu, karena minimal aku pernah jadi asisten dosen, walaupun mata kuliah Ekonomi Mikro dan Biologi. Tapi, sedikit berbohong asal tujuannya baik kan berpahala, pikirku. Sewaktu Pak Carmelus nanya apakah aku mau mengajar Matematik atau Statistik, aku milih Statistik saja karena itu memang bidang ilmu saya.

Dua minggu setelah itu, jadilah aku dosen Statistika di ATK, yang kuliah pertamanya dimulai awal September 1982. Aku jadi dosen angkatan kedua (dicirikan dengan nomor kode dosen D02xx), dan menjadi dosen ke-10 di ATK.

Lainnya adalah dosen Matematika seperti Pak Wikaria Gazali (kemudian menjadi Dekan MIPA), Pak Gerald Polla (kemudian jadi Rektor UBinus), Pak Sudadi Atmojo (dosen Matematika), dosen Pancasila seperti Pak Suprapto dan Pak Menara Simanjuntak, dosen Bahasa Inggris seperti Ibu Devi Pitono (isteri dr. Pitono, dokter resmi UBinus), dan Ibu Inneke (kemudian menjadi Dekan Sastra), dosen Pemrograman seperti Pak Tri Pujadi, Pak Agus Prahono dan Pak Yusrizal Oenzil, serta alm Pak Winokan yang ngajar Etika (beliau “Godfatther” atau Bapak baptisnya Ibu Th. Widia).

Ruang dosennya berukuran 6 x 10 meter, yang didalamnya diisi oleh Ibu Th. Widia selaku Direktur ATK dan Pak Carmelus selaku Wadir Bidang Akademis, lalu ada Pak Efendi (sekarang Koordinator Fotocopy Binus – Kampus Syahdan) yang menangani tata usaha/gaji, dan beberapa dosen lainnya.

Kita semua menempati ruang yang sama. O ya, di tahun 1982 jumlah mahasiswa ATK adalah 200 orang (bandingkan di tahun 2008 sekarang, jumlah dosen Binus ada sekitar 2,000 orang dan jumlah mahasiswa sekitar 30,000 orang, berarti ada kenaikan sebesar 150 kali dalam waktu 26 tahun !!)..

Rupanya ada hal yang menggembirakan dan yang kurang menggembirakan dari mengajar di ATK ini. Yang menggembirakan, the pay is OK. Aku mengajar 2 sks dan setiap sks diberi honor Rp 9.000 (USD 21) dan setiap 2 sks diberi uang transpor Rp 3.000 (USD 7.5). Jadi, total honorku sebulan adalah 4 x Rp 21.000 = Rp 84.000 (USD 200). Not bad, karena ini sudah sekitar 1/3 gajiku di BPPT yang sebesar USD 600.

Yang kurang menggembirakan, rupanya ATK ini masih menyewa gedung bertingkat tapi letaknya di sayap belakang dari gedung utama yang berbentuk L, di Jalan Kyai Tapa yang letaknya persis di samping Pompa Bensin. Jumlah ruang kelasnya ada 2, masing-masing berukuran 10×12 m2 yang disesaki dengan 120 mahasiswa yang semuanya bermimpi jadi programmer komputer yang handal.

Ruang kelas dan ruang administrasinya sih ok di lantai 3, tapi kamar mandinya di lantai 2 sangat bau dan kita sebaiknya tidak usah kebelet supaya sepatu kita tidak tertempeli dengan bau-bauan yang baunya berbanding terbalik dengan parfum Chanel No. 5 itu.

O ya, satu lagi. Jika aku sedang ngajar Statistik, ada satu staf administrasi Binus yang namanya Supardi Laesa (alias ”Pak Brewok”, sekarang staf akademis Kampus Anggrek), yang selalu mendengarkan aku memberikan kuliah.

Aku datang ke Binus sekitar jam 17.15 kadang naik bis jemputan BPPT yang jurusan Grogol/Kebun Jeruk. Atau kadang-kadang menaiki sepeda motor Honda Bebek 70 cc-ku yang berwarna merah.

Waktu itu Mal Taman Anggrek masih belum ada, yang ada Kebun Anggrek. Slipi masih berupa bunderan, dan Pancoran juga masih berupa bunderan (round-about). Dan sejak menikah di bulan Oktober 1982 aku dan isteri tinggal di rumah kontrakan di Jl. Almunawar (dekat mesjid Almunawar), persis di belakang Kompleks Triloka Mabes TNI-AU Pancoran.

(Bersambung)

17 Comments (+add yours?)

  1. Agung
    Feb 22, 2008 @ 20:47:15

    luar biasa pak..!!
    hahaha..!!

    Reply

  2. Tri Djoko
    Feb 22, 2008 @ 21:09:30

    Agung : Nice to know that !

    Reply

  3. purwoko
    Feb 23, 2008 @ 17:21:11

    Wah, . . ketemu Blog anda. . .saya jadi keasyikan Dik Yon, sambil menyelam minum, maksudnya sekolah tanpa bayar. Ngomong2 soal gaji th 1982, itu juga pas baru-2 nya saya masuk perusahaan minyak asing, tapi take-home pay sekitar Rp.125,000. separuh dari yg anda terima, tidak apa. Waktu itu anda kan sudah jadi tukang insinyur. Lha saya masuk jadi operator. Harga motor bebek tahun segitu ya sekitar Rp.125,000.- Dus sebulan gaji bisa buat beli bebek. Tapi dasar bujangan, ya ngalir gitu aja. Waktu di Makassar gaji sebagai ATC sebulan dapat Rp.16,000.- ngenes kan? Eh, ngomong2 pantas tidak ya. . ? Kalau di forum ini ingin tanya Keluarga Dik Yon, seperti anak sudah berapa, yg gede di mana, jumlah berapa kemudian yg terkecil, sedang kuliah di mana. Soalnya itu yg menggelitik hati saya utk serba ingin tahu keadaan teman yg sudah 30 tahun tidak pernah ketemu. Bukan pertanyaan kekayaanmu berapa, mobilmu apa dan berapa . . .iya khan. Cuman saya takut tidak berkenan, jadi sengaja saya lewatkan saja. Trus pernah gak tiap tahun pulang kampong, sekarang ayahanda Pak Marsono, tinggal di mana dan Ibu (kalo tidak salah Ibu Marsono adalah teman guru Ibu saya mengajar di SD Modjoredjo) jadi waktu belum sekolah SD saya pernah bertamu dengan paman saya, sowan ke Bapak mau masuk ke SMOA. Tapi belum mengenal anda, wong itu tahun 1962. Oke dik Yon, itu saja dulu . . see u . . later

    Reply

  4. Tri Djoko
    Feb 23, 2008 @ 18:37:09

    Mas Purwoko : gak apa-apa nanya apa apa saja di blog saya ini. Lha wong blog ini kan maksudnya memang untuk begituan. Sharing ideas and get to know each other setelah terpisah 30 tahun..he..he..

    Anggap yang berbicara cuman kita berdua..he..he..(ssst..yang lain juga banyak nguping lho !)..

    Wah, apakah motor bebek bekas mas ? Saya beli Honda bebek C70 Desember 1975 harganya sudah Rp 265.000 di show room Jl.H.Agus Salim Madiun dulu.. Kalau Rp 125.000 mungkin motor second ya mas ?

    Eh nama Ibu siapa sih ? Mungkin saya kenal. Apalagi saya sekolah di SD Mojorejo I lulusan 1969. Ibu saya adalah Kepala Sekolah SD Bhakti dan pensiun tahun 1984, namanya Ibu Sumirah.

    Nanya keluarga ? Gak apa-apa mas. Isteri saya berasal dari sekitar Madiun juga, bekerja sebagai Dosen di sekolah tinggi hukum yang semua mahasiswanya tentara (AD, AL, AU). Saat ini ia sedang ngambil S3 Ilmu Hukum di Unibraw Malang, padahal waktu saya nikahi ia hanya lulusan SMA. S2-nya dari Ilmu Hukum UI. Jadi ia sering mondar-mandir Jakarta-Malang pp naik Gajayana, dan tentunya sering mampir Madiun…

    Anak pertama, Dessa, yang sering saya tulis dalam posting, adalah lulusan IPA SMU 48 Jaktim, tapi masuk Ilmu Hukum Undip karena yang keterima pilihan ke-2 di SPMB. Dua tahun yang lalu sudah lulus dan sekarang bekerja di sebuah perusahaan asuransi di bilangan Menteng Raya. Tahun 2008 ini ia akan “knot landing”. Tahu kan maksudnya mas ?

    Anak kedua, Ditta, juga sering saya tulis di posting saya. Ia sedang menyelesaikan tugas akhir di Dept. Geophysics Engineering ITB. Ia kayaknya menulis Tugas Akhir tentang ” A 2D Simulation on Oil Reservoir at xxxxx Basin” menggunakan software keluaran Halliburton yaitu ProMax. Katanya, satu data set perlu waktu 2 hari untuk diproses oleh komputer ITB sampai keluar hasilnya. Kalau hasilnya jelek, segalanya diulangi lagi dari nol ! Makanya TA-nya bakalan lama, tapi mantap punya ! Ia lulusan SD, SMP, SMA Nasional I Pondok Gede, sebuah sekolah privat kecil yang guru-gurunya mengajar dengan “cinta”, bukan hanya dengan “otak”, dan masuk ITB karena pilihan ke-1 SPMB-nya lulus (FYI, banyak anak lulusan Nasional I yang masuk sekolah Kedokteran, dan yang masuk ITB-pun setiap angkatan juga banyak)..

    Boleh mas tanya kekayaan saya kok..he..he.. Kekayaan saya kebanyakan berupa buku, mungkin ada 10 lemari buku dari berbagai judul, dari buku Nagasasra, Cara Macul yang Benar, Kutut Manggung, sampai Bagaimana Menjadi Hacker dalam 4 Jam. Selain itu saya punya 13 ekor kucing, beberapa di antaranya blasteran antara kucing kampung dan Anggora. Pohon belimbing ada 1, selain itu tanaman three colors dan apa ya ? O ya, kucing saya makanannya Friskies, sejenis snack khusus untuk kucing…

    Sayangnya bapak, Pak Marsono, sudah wafat tahun Maret 1981 dulu. Ibu, Ibu Marsono, menyusul wafat Oktober 1986 dulu, tepat 10 hari sebelum saya berangkat ke Amerika (makanya sekolah saya awal-awalnya kacau balau). Almarhum Bapak-Ibu dimakamkan berdampingan di makam desa 200 m sebelah selatan rumah saya. Setiap tahun saya bisa 2-3 kali nyekar, sambil melihat rumah saya yang masih ada di Madiun…

    FYI, ibu saya dari dulu guru SD dan karir paling top Kepala SD. Bapak saya pernah jadi guru SD, kemudian guru SMP, lalu meningkat guru SMA, dan terakhir Dosen IKIP. Setelah IKIP dilikuidasi, terakhir waktu wafat ayah saya guru SPG yang gedungnya ya di bekas IKIP itu (diminta pindah ke IKIP Surabaya, Malang, Semarang, dan Yogyakarta beliau tidak mau, dengan alasan seumur saya ini kalau di tempat baru terlalu banyak tetek bengek yang harus diurusi)..

    Reply

  5. purwoko
    Feb 24, 2008 @ 12:01:35

    Wah, . . makasih banget Dik Yon . . jelas banget . . .anda keluarga ‘pembelajar’ kacang ora ninggal lanjaran. Soal baca buku, saya juga hoby , cuman utk koleksi saya ngaku kalah habis, gimana coba? dipinjamg teman tapi gak pernah kembali . .maka nanti saya mau ngikutin Anda, bikin lemari buku yg bisa dikunci. Selamat . . punya ‘kekayaan’ yg tak ternilai . .cuman saya gak habis pikir, sampeyan & fam, kok gak capek2 nya sekolah, terus dan terus . . . Saya dah gak sanggup dik Yon, kepalaku dah berasap . . .Maka kalau aku lihat potret sampeyan . . itu ‘recent photograph’ apa photo waktu SMP dulu? Kalau itu benar ‘recent phothograp’, lagi saya beri selamat, Awet muda. . .!!! Benar ? Kalo aku sorry, rambut dah gak mau numbuh, banyak kawan sekolah kita tidak percaya(kaget) kalau aku Simbah temannya dulu . .memang aku pernah kena ‘omo wereng’, dus rambut pada ngacir . . cir . .

    Oh ya ibu saya bernama Kartini, mengajar di SD Modjoredjo-2 sampai th 1966 trus pindah ke SD Budi Oetomo (BO) sampe pension. Yg jelas Ibu saya pernah mengenal almarhumah Ibu Sumirah, karena pernah cerita. . . . Juga saya baru tahu Bapak Ibu sudah ‘kapundhut’ . . . ma’af . . .. . saya sering jalan lewat makam sebelah selatan rumah Bapak.
    Walah . . saya tahunya baru sekarang kalo Anda tinggal disekitar Pd.Gede tahu begitu tak cari dari dulu, yah namanya juga orang pada sibuk.
    Kalo sering nyekar, jangan segan2 utk mampir syukur2 mau bermalam, tapi zaman sudah laen . .sekarang pada bermalam di Hotel, makanya kalau ngobrol2 dan rumah lamanya sudah pada dikontrakin atau dijual, teman2 pd nginep di hotel Merdeka. Oya kalo pas ke Mediyoen saya ada tlp 0351 – 466 506, nanti tak samperin di mana sampeyan berada. . .
    Itu saja dulu, entar disambung lagi, makasih banyak . . .

    Reply

  6. Tri Djoko
    Feb 24, 2008 @ 14:27:04

    Mas Purwoko : Ooo..ibu anda ibu Kartini dari SD Mojorejo II ya ? Sebelahan dong dengan ibu saya yang di SD Bhakti. Pantas ibu saya dan ibu sampeyan kenal…(Madiun kota kecil, sesama guru, siapa yang tidak kenal ?)..

    Terima kasih mas atas tawarannya mampir ke rumah sampeyan. Nanti aku tindak lanjuti..Tapi kalau jadwal sampeyan pas nggak “on-shore” lho !

    Jadi Ibu Kartini masih sugeng sampai sekarang ?

    Reply

  7. simbah
    Feb 24, 2008 @ 14:38:22

    Ya, . .masih sugeng cuman jalannya harus dibantu ‘walker’ habis jatuh dan patah tulang setahun lalu. . . sudah sepuh . . .makanya aku pulang ngiras nungguin Ibu, cuma gak serumah ajah . .

    Reply

  8. Tri Djoko
    Feb 24, 2008 @ 14:58:04

    Simbah : wah…senang mendengar Ibu masih sugeng…

    Reply

  9. Agung
    Feb 24, 2008 @ 22:32:32

    oo..iya pak.
    ini kan msh bersambung.
    kita (sebenarnya mungkin cm saya,tp supaya kesannya ngfans bgt. hehehe..!!) nungguin lho part.2 alias sambungan cerita yang ini.
    hehehe..!!

    Reply

  10. Tri Djoko
    Feb 24, 2008 @ 23:03:01

    Agung : cerita sambungannya…tunggu tanggal mainnya ya !

    Reply

  11. Ivana
    May 05, 2008 @ 02:03:32

    hai, postingannya bagus.
    salam kenal

    Reply

  12. tridjoko
    May 05, 2008 @ 04:37:07

    –> Ivana :

    Salam kenal juga..

    Dorang dari Manado, na ?

    Reply

  13. Menara Simanjuntak
    Jun 02, 2008 @ 16:45:11

    BINUS.ACCES

    Reply

  14. Rio
    Jul 07, 2008 @ 16:40:28

    Sukses pak tridjoko..saya mantan mahasiswa bapak waktu tahun 2006..hehehe..saat itu saya masih kuliah semester 6 jur KA…tapi lupa bapak mengajar mata kuliah apa..kalo gak salah audit sisfo deh..hehe
    wah ingatan bapak kuat sangat..sudah 26 tahunan masih ingat jg..hehe

    Reply

  15. Haryanto
    Jul 31, 2008 @ 11:48:27

    Teman-Teman…,

    Saya mau menginformasikan utk semua

    bahwa persh tmp saya bekerja membutuhkan beberapa programmer sebagai berikut:

    Posisi : J2EE Training Program (Kode : Bootcamp)

    1.Pendidikan D3 / S1 Dari jurusan Teknik Informatika, Ilmu Komputer, Teknik Elektro, dan Matematika, Fisika, and related background (Fresh Graduate are welcome to apply)

    2.IPK Minimal 2.75

    3.Umur tidak lebih dari 25 Tahun

    4.Menguasai Konsep Relational Database Management System (RDMS)

    5.Menguasai salah satu bahasa programming dengan baik ( PHP, VB, C, C++)

    6.Mempunyai kemauan belajar yang kuat

    7.Mempunyai interpersonal skill yang baik

    8.Bersedia mengikuti ikatan dinas selama 1 tahun

    JAVA PROGRAMMER (Kode : Java)

    Kualifikasi :

    – Lulusan D3 / S1 Teknik Informatika, Ilmu komputer, or related background

    – IPK min. 2,75 (skala 4)

    – Pengalaman minimal 1 tahun menggunakan pemrograman J2EE

    – Menguasai RDBMS, seperti Oracle, Sql Server, dan MySQL

    – Menguasai J2EE, EJB, Struts, Websphere

    – Menguasai struts, hibernate

    – Menguasai XML

    Posisi : PHP Programmer (Kode : PHP)

    Lulusan S1 Teknik Informatika/SI, universitas terkemuka

    Kualifikasi :

    – Mengerti dan menguasai konsep Object Oriented Programming

    – Menguasai salah satu framework PHP (mis: Prado,Symfony,CakePHP, dll).

    – Javascript, mengerti Ajax (nilai tambah)

    – Bisa setting Apache

    Posisi : Vb 6.0 Programmer (Kode : Vb 6.0)

    – Bachelor degree in IT, Computer Science, or related

    – 1 years experience in IT industry

    – Expert in Programming (VB.6), Database (MS SQL 2000)

    – Oriented result,good attitude, Team oriented

    – Willing to work under pressure (Tough environment).

    .NET PROGRAMMER (Kode:Net)

    Kualifikasi:

    – D3/SI Teknik Informatika, Elektro, Computer Scrience, atau Industrial Engineering

    – IPK min. 2,75 (skala 4)

    – Mengerti Visual Basic 6 / Visual Basic.NET/ASP/ASP.NET

    – Memahami SQL/MsSQL

    Posisi : C#.Net

    – Minimum bachelor degree in Computer Science from a reputable university

    – Has 1 years of experiences

    – .NET Framework 1.1, 2.0, 3.0

    – Visual Studio 2003,2005,2008

    – Webservice, SOAP,ADO

    – AJAX

    – Major database Oracle, SQL Server 2005, Reporting Services

    Posisi : DBA Oracle (Kode : DBA)

    – S1 Teknik Informatika, Ilmu Komputer, or related

    – IPK min 2.75

    – Mapping data, Performance Tunning, Backup & Recovery, Package

    – Bisa Form Report (khusus Oracle [optional])

    – Object Package (khusus Oracle)

    PL/SQL Programmer (Kode : PL/SQL)

    Qualification should be match as:

    – Diploma or Bachelor Degree ( S1 ) Majoring Information Technology from well known University.

    – Min 1 year experience in PL/SQL

    – Has experience / familiar with RDBMS such as ORACLE, Sql Server and My Sql

    – Min GPA 2,75 score

    – Hard worker, good analytical, orientation to detail and ability to handle project with tight deadline, and eager to learn with minimum supervision.

    – Have good communication and interpersonal skill

    – Has experience in banking and financial systems or finance industrial

    – Good communication In English

    LOTUS NOTE (Kode : Lotus Note)

    Qualification should be match as:

    – Diploma or Bachelor Degree ( S1 ) Majoring Information Technology from well known University.

    – Min 1 year experience in Lotus Note

    – Min GPA 2,75 score

    – Hard worker, good analytical, orientation to detail and ability to handle project with tight deadline, and eager to learn with minimum supervision.

    – Have good communication and interpersonal skill

    – Has experience in banking and financial systems or finance industrial

    – Good communication In English

    Posisi : RPG Programmer

    – Candidate must possess at least a Associate Degree, Bachelor’s Degree in Engineering (Computer/Telecommunication), Mathematics, Computer Science/Information Technology, Science & Technology or equivalent.

    – At least 1 year(s) of working experience in the related field is required for this position.

    – Familiar with OS/400, DB2/400, Control Language Commands, Query/400

    – Familiar with RPG/400 and RPG ILE

    Posisi : Technical Writer

    – DIII/ S1 Jurusan Teknik Informatika, Sistem Informasi

    – Pengalaman sebagai Technical Writer min. 1 tahun

    – Pengalaman sebagai QA Tester

    – Menguasai konsep database seperti Oracle, PL/SQL

    – Menguasai Ms. Office, Ms Visio, Ms. Project

    – Mengerti konsep OOP

    – Menguasai Output, Spesifikasi disain, Spesifikasi functional, User Manual, Petunjuk installasi, Dokumentasi requirement, Petunjuk pemecahan masalah, Tutorial, User Interface Test Report

    Posisi : Technical Support (Kode : TS)

    – D3/S1 Teknik Informatika, Ilmu komputer, Manajemen Informatika, Sistem Informasi

    – Pengalaman sebagai technical support min. 1 tahun

    – Memiliki pengetahuan networking

    – Menguasai Linux

    – TCP/IP, DHCP

    – Troubleshoot

    – Menguasai Operating System Environtment

    Posisi : System Administrator (Kode : Sys Adm)

    – DIII/S1 Teknik Informatika, Ilmu Komputer dari universitas terkemuka

    – Pengalaman minimal 3 tahun

    – Menguasai Linux, PHP, MySQL

    – Memiliki pengetahuan yang mendalam tentang Networking

    – TCP/IP, DHCP

    – Troubleshoot

    – Mengerti Operating System Environment

    – Bersedia ditempatkan di wilayah Jakarta Utara & seluruh wilayah Indonesia

    Posisi : Power Builder (Kode : PB)

    – Diploma / Bachelor Degree in IT or related

    – Experience min. 3 years

    – Excellent in database oracle

    – Excellent in Sybase Power Builder

    *Kepada calon kandidat yg memenuhi kualifikasi dan untuk informasi lebih lanjut ttg perusahaan dan job desc dapat menghubungi saya

    Haryanto Halim, S.Kom.

    021-999-2971-0.
    atau
    kirimkan application letter, cv, transkrip nilai, ijasah, sertifikat2, foto, dan fotokopi KTP langsung ke
    email pribadi : hars_corp@yahoo.co.id
    agar dapat diproses secara langsung.

    Makasih…

    Nb : tidak ada batas waktu, tp lebih cepat lebih baik =)

    Reply

  16. aisa
    Jan 29, 2009 @ 09:37:05

    nice blog insyALLAH bisa jd motivasi buat ana 🙂

    jazakallah khoiron katsiron pak Tri moga blognya bermanfaat amin

    Aisa,
    Alhamdulillah…. 😉

    Reply

  17. alamsyah1112
    May 15, 2015 @ 11:52:09

    Maaf Pak Tri, sambil share semua ketidak fahaman saya perihal peluang-peluang menjadi dosen / pegawai di Universitas Negeri, sekaligus mohon saran dari Pak Tri begitu pula para Blogger lainnya. Saya masih berumur 28 tahun dan sedang menyelesaikan program Doktor. Kesibukan Saya, kini seorang Tenaga Administrasi dan guru honorer di SMK Negeri Bandung. Saya pun seorang Auditor Internal ISO 9001:2008. S1 saya Hukum Pidana Islam(AkreditasiA) Univ. Negeri di Bandung. S2 Saya Manajemen Pendidikan Univ. Swasta di Bandung Akreditasi B, begitu pula S3 Saya Manajemen Pendidikan di Univ. Swasta Akreditasi B. Artinya S1 Saya tidak linier dengan S2, namun S2 & S3 saya linier. Mohon Masukan & Saran nya Pak Tri, tentang linieritas pendidikan saya, beserta cara bagaimana memanfaatkan peluang atas kompetensi saya..

    Kang Alamsyah,
    Memang anda sekarang sedang menyelesaikan S3 (eh, apa sudah selesai ?), namun menurut saya kalau jadi Dosen Universitas Negeri itu rejeki anda, cepat atau lambat pasti dapat kok.
    Menurut saya kelemahan CV Kang Alamsyah karena saat ini tidak sedang jadi Dosen program S1, namun masih jadi Guru SMK. Menurut pengalaman saya mengamati ex mahasiswa/i virtual saya, biasanya mereka jadi Dosen di Program S1 di PTN atau PTS dulu dengan status tidak tetap (SK Rektor, bukan PNS) baru mereka melamar ke PNS atau status tidak tetap lainnya (tapi meningkat, misalnya sekarang jadi dosen S2).
    Kelemahan lainnya, semua pendidikan S1, S2 dan S3 Kang Alamsyah semuanya di dalam negeri. Di beberapa PTN yang saya amati, itu “kurang sexy”, kecuali IPK Kang Alamsyah di S1, S2 dan S3 semuanya di atas 3.90. Karena dari pengamatan saya juga di sebuah PTN, dari 10 pelamar, hanya 1 atau 2 saja yang lulusan PTN dalam negeri, itupun IPK mereka 4.00 (Straight A’s). Lainnya lulusan Washington, Edinburgh, Leiden, dsb.
    Tapi sekali lagi, patut dicoba. Coba aja cek di website universitas dan fakultas tujuan anda, siapa tahu ada “pembukaan lowongan dosen”. Nah lamar saja. Kalau berhasil, berarti itu sudah rejeki Kang Alamsyah. Tapi kalau belum berhasil, berarti analisis saya di atas benar, karena menurut saya posisi Kang Alamsyah sekarang ini “Againsts All Odds” (peluangnya kecil).
    Demikian, tetap semangat….!

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: