Mahasiswa asing di Binus ?

Kalau ada mahasiswa asing di Binus International yang terletak di daerah elit di dekat Yanti (Senayan City) tentunya biasa. Tapi adanya mahasiswa asing di Binus University yang reguler berbahasa Indonesia, bukankah sedikit aneh ?

Hari Kamis pagi kemarin ketika ngajar hari pertama di kelas Skripsi e-Application, setiap mahasiswa saya minta untuk menuliskan Daftar Riwayat Hidup. Eh, ternyata salah seorang mahasiswa di kelas saya berkebangsaan Korea. Saya sangat terkejut, sekaligus senang. Berikut cuplikan dialog saya dengan mahasiswa tersebut ?

“Jadi tepatnya dimana anda tinggal di Seoul”, tanyaku.

“Di sebelah Utara Seoul pak”, jawabnya.

“Incheon atau Kimpo (Gimpo) ?”, tanya saya lagi.

“Oh..kalau Incheon atau Kimpo itu sudah di luar kota Seoul pak. Rumah saya masih di dalam kota Seoul”, jawabnya lagi.

“Jadi, jalur subway ke rumah anda berwarna apa ?”, tanyaku.

“Ada hijau dan kuning pak”, jawabnya.

“Saya pernah lho pergi ke Seoul National University dan Korea University. Bahkan pernah berfoto-ria di di kedua kampus itu. Coba lihat di Friendster saya (http://profiles.friendster.com/tridjoko), di sana ada foto-foto saya di Seoul”.

“Saya dulu di Seoul tinggal di daerah Yang-Je, selama 2 bulan tinggal di Hotel Kyo-Yuk Mun-Hwa Hu-Kwan (artinya, “Persatuan Guru Korea”)”, tambah saya..

“Yang Je, oh itu bersama-sama dengan Gwan Yang merupakan daerah tempat tinggal orang kaya pak”, katanya.

Saya baca lagi Daftar Riwayat Hidup mahasiswa yang bernama Chang Soon Oh ini. Ternyata ia masuk Binus angkatan 2001. Sebelumnya ia menempuh SMA di Indonesia. Satu tahun di Binus, ia balik ke Korea dan menjalani wajib militer selama 2,5 tahun dan kembali belajar lagi di Binus.

“Wah..apakah ibumu menangis waktu mengantarkan kamu pergi wajib militer ? Soalnya di banyak film Korea saya lihat para ibu pasti menangis ketika melihat anaknya masuk truk tentara untuk mengikuti wajib militer”, tanyaku menggoda..

Chang Soon lalu melirik temannya dan berkata “Wah..rahasia saya sudah terbongkar nih…”

Selain Chang Soon ini, sudah beberapa kali saya melihat mahasiswa asing sekolah di Binus. Konon karena disarankan oleh Kedutaan Besar masing-masing. Bila mereka ingin belajar Computer Science, maka Binus is the best !

Di sekitar tahun 1995 ada seorang mahasiswa putri asing di Binus yang merupakan anak duta besar sebuah negara Eropa Timur. Setiap ia kuliah, ia diantar mobil Mercedes Benz berplat nomor diplomatik xx-01 milik bapaknya.

Tahun-tahun berikutnya saya melihat mahasiswa asing asal Amerika, kalau nggak salah namanya Ditrich. Mukanya bule banget tapi ia lebih suka berbicara dalam bahasa Indonesia daripada bahasa Inggris.

Sekitar tahun 2000 ada 2 mahasiswa kembar di Binus asal India. Mereka berdua selalu berbicara dalam bahasa Inggris, walaupun saya tidak pernah mengajar kelas mereka.

Setahun kemudian, ada seorang mahasiswi dari India yang mengambil kelas saya, Artificial Intelligence. Ia selalu nanya dalam bahasa Inggris dan saya jawab dalam bahasa Inggris juga. Mahasiswi ini sangat semangat sekali setiap kali mengerjakan assignment yang saya berikan dan selalu mengerjakannya beyond the call of duty, makanya di akhir semester ia mendapatkan nilai A++..

Kembali ke Chang Soon tadi, mestinya dalam mendukung Visi Binus University 20|20 sebagai sebuah universitas kelas dunia, mahasiswa diperbolehkan menulis skripsi dalam bahasa Inggris atau bahasa-bahasa internasional lainnya termasuk Hang-Guk (bahasa Korea)..

Cool kan ?

22 Comments (+add yours?)

  1. Agung
    Feb 22, 2008 @ 23:33:52

    cool banget..!!
    hahahaha..!!
    btw pak,
    Senayan City itu singkatan GAULny SenCi,pak.
    hehehehehehe…!!!!

    Reply

  2. tridjoko
    Feb 22, 2008 @ 23:35:38

    Agung : Yanti soalnya berada di depan PSG !

    Reply

  3. Agung
    Feb 22, 2008 @ 23:46:08

    PSG?
    apa itu yah?
    ga ngerti saya pak.
    hehehe..!!
    iya,pak,
    mnurut saya (sbg mahasiswa),emank lbh baik ada mata kuliah yg pake bhs inggris.
    emank mungkin blum sanggup kalo smuanya pake english.
    tp klo dosennya lulusan amrik ato aussie,knp tidak.
    yahh,dibantu bhs indo dikit2 bole lah,kalo nantinya ada kesulitan.
    itu cm masukan saya pak.
    mungkin bapak bisa sampaikan ke pihak binus.
    Thank’s.

    Reply

  4. tridjoko
    Feb 23, 2008 @ 12:14:24

    Agung : PSG = Pasar Senayan Goblok !!!!

    (Sorry ya Gung, saya sering menjebak anak saya dengan bertanya Yanti itu apa, kalau nggak tahu baru saya bilang depan PSG. Kalau PSG nggak tahu, saya bilang Pasar Senayan Goblok !!..he..he..kepancing deh..)

    Mengajar pakai bahasa Inggris di Binus Reguler tidak diperlukan, karena gaji dosennya juga standar. Katanya sih, gaji dosen Binus Internasional adalah 2 x lipat. Mungkin kelebihannya untuk beli roti biar bisa ngomong English dengan cas..cis..cus..ha..ha..ha..

    Tapi saya dulu di IPB kalau menjawab soal ujian sering pakai bahasa Inggris, dan dosennya juga berkomentar terhadap jawaban saya di buku ujian dengan bahasa Inggris. Misalnya dengan Pak Rambe (Dr. Abdurrauf Rambe)..

    Reply

  5. Agung
    Feb 23, 2008 @ 21:10:23

    santai aj pak ama saya mah.
    hahaha..!!

    iya yah..!!
    saya lupa ttg gajiny.
    hahahaha..!!
    yah tp dikit2 pake inggris bole lah.
    pantes aj kita cm urutan ke 6 univ swasta seindo.
    dan ga msk 15besar univ terbaik seindo.
    binus cm bgs di computer science doank.
    hehehehe..!!

    Reply

  6. Tri Djoko
    Feb 23, 2008 @ 22:21:43

    Agung : Binus cuman No.6 universitas swasta di Indonesia ?

    Bagi saya Binus is the best, sekurangnya untuk ukuran universitas swasta yang lahir setelah tahun 1981..

    Tapi ya perlu diakui banyak kekurangan yang masih ada di Binus. Stakeholders di Binus kan banyak: ada dosen, mahasiswa, pengurus yayasan, pemerintah (Dikti), dsb. Jadi Binus jadi begini ini karena ada tarik ulur berbagai kepentingan yang diemban oleh masing-masing stakeholder..

    Kalau saya ditanya, bisa nggak memperbaiki Binus ? Saya jawab bisa !

    Tapi masalahnya, ada nggak yang nanya saya ? He..he.. (jadi GR dan narcis nih…hi..hi..)…

    Reply

  7. Agung
    Feb 23, 2008 @ 22:32:34

    baik lah.
    sayah aja yg tanya.
    “Bapak, sebagai salah satu dosen paling senior,bagaimana bapak bisa mengubah BINUS?”
    paling tidak bs msk 3besar univ swasta indonesia,dan 10besar univ di indonesia.
    hehehehe..!!
    saya liat di kompas kapan gt deh pak.
    no 1 utk univ swasta itu UPH yg jauh lbh muda dibanding Binus.
    tp wajar lah.
    UPH duitny lbh kenceng.
    hehehehe..!!

    *(btw,pak. maaf yah kalo saya banyak comment yg aneh2. saya emank orangnya suka kasih2 komentar. ga maksud bikin blog bapak ini jelek sih. sekali lagi maaf.)*

    Reply

  8. Tri Djoko
    Feb 23, 2008 @ 22:47:12

    Agung : Pertanyaan mudah “Sebagai dosen senior Binus, bagaimana Bapak bisa mengubah Binus ?”

    Jawabnya : Gaji dong saya yang setinggi-tingginya !

    He..he..he..

    Gpp Gung kalau anda tanya yang bukan-bukan, bagi saya itu pertanyaan yang iya-iya. Take it easy man, paling yang baca blog ini cuman Agung doang he..he..he..

    Tapi to tell you the truth, untuk mengubah Binus jadi universitas top harus “dihajar dari berbagai sudut” (minjem istilah Ade Rai)..

    Ya gedungnya, ya perpusnya, ya labnya, ya ruang kelasnya, ya pelatihan dosennya, ya gaji dosennya, ya sistem penilaiannya (A+, A, A-, B+, B, B-, dst), ya sistem pengambilan mata kuliahnya (bisa nggak W=withdrawal, I=incomplete), ya sistem registrasinya (sekarang ngambil kelas di Binus tidak ketahuan siapa bakal ngajar. Yang fair, ada “Schedule of Classes” dimana mahasiswa bisa memilih dosen sesuai maunya. Jadi, tidak sistem “dipaketin” seperti yang ada saat ini)..dsb..dsb…

    Masih banyak lagi sih, tapi seminar 7 hari 7 malam belum cukup sih.

    Perlu studi banding ke Harvard, Stanford, Cambridge, Oxford, SNU (Seoul), NUS (Singapore), Tokyo U, U Kyoto, MIT, Purdue, Indiana..

    baru…bisa top…

    Reply

  9. Agung
    Feb 23, 2008 @ 23:01:51

    yahhh..!!
    kalo ampe sebayak itu ngubahnya mah,UI dan ITB jg bs kalah ama Binus.
    hehehehe..!!
    tp bnr jg.
    lingkaran setannya sll muter2 diurusan dana yg ga cukup.
    dan ga pernah cukup.
    hehehehehe..!!
    tapi sejauh ini kerabat2 saya di amrik dan aussie kenal kok ama Binus.
    dan mereka tau Binus computer sciencenya paling bagus di indo.
    hehehehe..!!

    Reply

  10. tridjoko
    Feb 23, 2008 @ 23:10:56

    Agung : Good to know that…

    Reply

  11. Agung
    Feb 25, 2008 @ 15:35:43

    soal indonesian universities ranking ada di kompas tgl 11feb2008 hal.26.
    itu dibuat oleh malajah GLOBE asia.
    (weleh ikut2 majalah TIME yg bikin THES).
    trus klo versi THES kykny univ di indo cm bs msk top 500.
    itu pun cm UI,UGM,dan ITB (ranking 400an).

    Reply

  12. Tri Djoko
    Feb 25, 2008 @ 19:00:04

    Agung : Thanks ya infonya tentang ranking universitas. Ntar saya cek deh di koran Kompas saya. Untung belum diloakin hi..hi.. !

    Reply

  13. Tri Djoko
    Feb 25, 2008 @ 19:01:25

    Agung : Thanks ya infonya tentang ranking universitas. Ntar saya cek deh di koran Kompas saya. Untung belum diloakin hi..hi.. !

    Reply

  14. nandya_wardhono
    Feb 26, 2008 @ 18:55:29

    bagaimana dengan nasib Paramadina?
    bagaimana pendapat bapak dengan Paramadina?

    Reply

  15. nandya_wardhono
    Feb 26, 2008 @ 19:18:26

    pak gmana sih pak biar bisa berbahasa inggris dengan lancar..??
    saya setiap hari selalu buka kamus bahasa inggris saya, nyobain ngomong bahasa inggris yg bener(liat ejaan indonesianya)..atau nyari arti dari bahasa inggris yang saya gak ngerti wktu ntn TV atau baca tulisan inggris…
    tetep aja saya kalo ngomong nih susah ngt yah…jadi aya mesti berpikir agak lama dulu buat nyusun kata2 di otak saya baru saya ungkapkan, eh tapi waktu diutarakan tambah ejaannya salah atau belibet bicara gitu….
    saran donk pak..dulu bapak gimana caranya.

    Reply

  16. qnoi
    Feb 26, 2008 @ 19:26:59

    wahh.. dosen gaul.. hehehe.. :D…

    iyaa.. saya mendukung kuliah berbahasa inggris.. perlu dan penting tuhhh buat para mahasiswa domestik.. apalagi kalo punya mahasiswa non-domestik.. bukan masalah mereka gak bisa bahasa indonesia.. tapi masalah peningkatan kualitas lulusan yang mampu berbahasa inggris secara akademis.. *halah.. apa sih? hehehe*..

    salam kenal om… ^_^v

    Reply

  17. Tri Djoko
    Feb 26, 2008 @ 20:08:44

    Hallo Nandya : ini “resep” saya dulu belajar berbahasa Inggris. Cukup manjur buktinya saya dan roommate saya yaitu Hermawan Sulistyo (Kikiek) dua-duanya akhirnya melanjutkan studi di US.. Pertama, cari sebuah buku tulis, setiap hari usahakan sekurangnya ada 50-100 kata bahasa Inggris yang anda belum tahu, tuliskan di situ ! Kedua, belajarlah dari lirik lagu orang-orang bule: Amrik, Inggris, Aussie, dan coba serap apa maksudnya, kalau belum ngerti ulangi terus sampai mengerti, memang beberapa lagu sulit dimengerti liriknya tapi beberapa lainnya mudah dimengerti. Ketiga, cari partner yang pinter bahasa Inggris, terutama lawan jenis biar lebih termotivasi, syukur-syukur bule asli yang banyak sekolah di Jakarta. Good luck, semoga sukses. Kalau anda berani ngomong, pasti lama-lama bisa..

    Mbak Qnoi : trims sudah mampir di blog saya. Welcome aboard mbak…Ya saya setuju mahasiswa dibebasin mau nulis skripsi pakai bahasa Indonesia, bahasa Inggris, atau bahasa asing yang lainnya. Yang menjadi masalah di Binus, hal itu belum diatur secara prosedural..
    Saya blogroll blog anda, boleh kan ?

    Reply

  18. Tri Djoko
    Feb 26, 2008 @ 20:18:36

    Nandya lagi : Nandya ini pendapat saya tentang Paramadina…(tapi ini pendapat pribadi loh !)

    Paramadina adalah universitas yang bagus. Coba anda search di Internet, maka tidak ada secuilpun komplain tentang Paramadina. Berarti universitas yang bagus dong. Saya pernah melihat sebuah forum di internet yang menyimpulkan, bahwa Paramadina adalah universitas pilihan ketiga di bawah Binus dan UPH..(ketiga universitas tersebut cukup “stabil” dalam arti, jarang ribut, jarang berkelahi…)

    Beberapa bagian Paramadina sudah me-nasional atau gaungnya terdengar secara nasional. Banyak tokohnya yang suka nulis di koran, dan itu memberikan gambaran yang positif tentang Paramadina. Ada Pak Anies Baswedan, Pak Yudi Latif, dan beberapa yang lainnya. Beberapa pakar yang berkecimpung di Kajian Islam dan Kewilayahan – Paramadina adalah personil “kelas berat” di bidangnya…

    Jurusan Komunikasi Paramadina juga sudah menjadi jurusan “hot” yang banyak dipilih oleh para lulusan SMA di Jakarta dan sekitarnya. Bahkan, banyak artis kuliah di sini lho ! Ya kan ?

    Mengenai Teknik Informatika Paramadina, saya sebenarnya agak terkejut ketika diberitahu bahwa ada beberapa mahasiswanya yang dari IPS, bukan IPA. Saya tahunya baru-baru ini saja, ketika tahun lalu ngajar saya masih belum tahu. Idealnya, Teknik Informatika diisi oleh lulusan IPA dan ada jurusan lain yaitu Sistem Informasi yang bisa diisi oleh anak lulusan IPS. IPA dan IPS beda lho “keberanian” mahasiswanya, dan menurut saya Teknik Informatika agak njlimet dibanding dengan Sistem Informasi yang “lurus-lurus” saja. Saya bukan anti lulusan IPS memilih Teknik Informatika, saya sih setuju saja. Tetapi itu artinya, effort yang harus dikeluarkan oleh mahasiswa untuk mengikuti kuliah juga harus besar..

    Di tahun 1995 dulu saya ikut Team yang mendirikan Paramadina (waktu itu namanya “Universitas Paramadina-Mulia”), bersama-sama satu team dengan Pak Kenny Bajora Lubis dan beberapa teman yang lain, kebanyakan mantan karyasiswa yang sekolah di luar negeri. Kami sering ketemu dengan Pak Oetomo Dananjaya di Gedung Kodel, Kuningan. Biasanya pada hari Sabtu atau Minggu. Jadi bagusnya Paramadina, saya juga merasa ikut bertanggung jawab 100% lho.. Mari buat Paramadina jadi bagus. Ayo !

    Tapi umur Paramadina kan masih belum 10 tahun. Mungkin nanti kalau sudah >= 15 tahun akan menjadi universitas yang besar dan maju, mungkin sejajar Binus, UPH dan Gunadarma..

    Kalau mau memperbaiki Paramadina secara total, bisa dilihat komentar saya tentang perbaikan Binus di posting ini juga..

    Reply

  19. ALINA
    May 20, 2010 @ 01:41:46

    mau tanya dong kuliah yg jurusan komunikasi yg bgus dimana aja? trus komunikasi paramadina sama binus bagusan yg mana y??? thank sblumnya

    ALINA,
    Kalau menurut saya sih, jurusan Komunikasi yang bagus tuh ya di London School of Public Relations, karena kuatnya mereka emang di situ. Saya yang pernah ngajar di Paramadina juga bilang Komunikasi Paramadina bagus (saya pernah lihat Alfito DiNova penyiar TvOne ngajar di sana dan parkir persis di sebelah mobil saya)…

    Di Binus gak ada jurusan Komunikasi, adanya jurusan Markom (Marketing Communication) walaupun beda2 tipis sama jurusan Komunikasi sih…Jurusan Markom di Binus juga sedang “hot” dan banyak diserbu mahasiswa/i baru dari seluruh nusantara…

    Yang menarik lagi di Binus ada jurusan Hospitality Management (=Perhotelan) yang sedang banyak2nya diserbu mahasiswa/i (saya lihat 65% cewek). Karena Binus punya Asrama Mahasiswa paling canggih se Indonesia yang diberi nama “Binus Square” yang lebih mirip Hotel daripada Dormitory. Kalau ALINA sempet, ajak aja ortu ALINA lewat di depan “Binus Square” letaknya persis di depan SMA 78 (SMA Unggulan di wilayah Jakarta Barat).. Nanti anak2 Hospitality Management banyak berpraktek di sini, ya Food & Beverage nya, dll….

    Reply

  20. stevanus
    Dec 31, 2013 @ 18:01:39

    pak di binus harus ngomong inggris ya ? dan pelajarannya pke bahasa inggris semua ya ?

    Stevanus,
    Anda mau masuk Binus ya Stev ?
    Singkatnya, Binus itu ada 4 macam :
    – Binus yang sehari-harinya harus berbahasa Inggris, dan bayar uang kuliahpun pakai US Dollars, yaitu Binus International (di samping Senayan City)
    – Binus yang mostly berbahasa Inggris, dan di semester 3 nanti selama 1 semester stay sebagai mahasiswa Computer Science di universitas-universitas di Korea, China atau Thailand, disebut Binus Global Class, tempatnya di kampus Anggrek
    – Binus yang sometimes berbahasa Inggris sometimes berbahasa Indonesia, tidak ada program kuliah di luar negeri, disebut Binus Smart Class, di kampus Anggrek dan Alam Sutera
    – Binus yang tidak diwajibkan kuliah dalam bahasa Inggris, alias Binus Regular, ada di kampus Anggrek, Syahdan dan Kijang..

    Mudah-mudahan penjelasan saya cukup jelas…

    Reply

  21. win
    Jun 06, 2014 @ 16:14:37

    pak, hotel management binus itu regular kan? full inggris gak? apa masih memungkinkan masuk perhotelan kalo ga lancar ngomong inggris tapi bisa baca buku inggris? saya dari sekolah non internasional

    Reply

    • kevin
      Apr 06, 2015 @ 19:42:45

      numpang jwb ya,soalnya aku perhotelan binus hehe πŸ™‚ sorry telat jg. ga full inggris kok, hanya di ppt bahasa inggris tapi dosen ngajar tetep bhsa indo, tp tugas slalu wajib inggris. untuk ujian bahasa indo, tp klo km jwb bhsa ingg ada nilai plus. dan tes msuk jg cmn formalitas doang. buku ya mmg bhasa inggris. tp untuk bocoran buku GAK AKAN pernah dipakai. klo dipkai pun cmn 1x bsa dblg cmn wjib beli biar bsa ikut uts 😦 saya saranin km cb perhotelan trisakti,uph,sahid dan nhi hehe

      krena angkatan aku ini aja ud byk yg keluar krna ngerasa krg puas hehe bukan ngejelek”in ya, tp mau ksih referensi aja buat km biar ga nyesel hehe btw, km ud kuliah dong ? aku jwb + tanyanya telat bgt ya hahaha πŸ˜€

      Kevin,
      Kalau di jurusan Teknik Informatika ada Global Class yang ngajarnya harus bahasa Inggris dan ujian serta semua tugas membuat paper, dilakukan dalam bahasa Inggris. Gak tau ya kalau di Perhotelan…
      UPH, Trisakti, Untar….semua punya plus minus sendiri-sendiri, yang dengan mudahnya saya bisa sebutkan di sini, tapi kan tidak bagus menjelekkan warung tetangga…hahaha…
      Yang jelas, Binus punya ceruk pasar sendiri yang stabil dan makin lama makin membesar, saya juga bisa dengan mudahnya menjelaskannya di sini, tapi gak bagus juga membanggakan diri sendiri….hihihi….

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: