Binus itu aman, dan indah !

Tahun 2008 ini genap 26 tahun saya sudah mengajar di Binus. Perkembangan Binus memang sangat pesat. Tahun 1982 ketika saya mulai mengajar di Binus, jumlah mahasiswanya hanya sekitar 200+ orang. Jumlah dosennya hanya sekitar 10 orang..

Kini di akhir tahun 2007 (tidak termasuk mahasiswa baru angkatan 2008 yang disebut Binusian 2012)  jumlah mahasiswa Binus sekitar 30,000 orang diasuh oleh Dosen sebanyak sekitar 2,000 orang..

Binus sekolah yang besar. Sama besarnya dengan Purdue University di West Lafayette, Indiana sana..

Keamanan Binus pertama-tama dijamin oleh Civitas Academica-nya: para pejabatnya, para stafnya, para dosennya, para karyawannya, dan juga para mahasiswanya.

Setelah itu keamanan Binus didukung oleh lingkungan dimana Binus berada, yaitu Kelurahan Kemanggisan di Kecamatan Palmerah (untuk Kampus Syahdan dan Kijang) dan Kelurahan Meruya Utara (?) di Kecamatan Kebon Jeruk (untuk Kampus Anggrek)..

Tentu tidak lupa, bapak-bapak aparat Kepolisian dari Polsek Palmerah juga ikut membantu keamanan. Last but not least, bapak-bapak aparat Militer dari Koramil Palmerah juga tidak lupa dan dengan terus-menerus mendukung keamanan Binus secara luas…

Masyarakat sekitar kampus, tentu saja dengan antusias akan membantu keamanan kampus Binus. Termasuk mesjid di depan kampus, yang bahkan pada masa paling kelam di sejarah republik ini (1998), terus-menerus menjaga keamanan kampus yang kita cintai..

Tapi, semua itu tidak berarti bila anda, mahasiswa Binus, tidak ikut menjaga keamanan Binus.

Taatlah kepada hukum dan peraturan perundangan yang berlaku. Be a law-abiding citizen !

Bertindaklah secara common sense, ikuti instinct anda. Sebenarnya tidak ada yang perlu ditakuti kecuali Tuhan Yang Maha Esa.

Mulailah hari-harimu dengan berdoa semoga hari ini diberi keselamatan, kesehatan, dan kesuksesan dalam belajar..

Kami, dosen-dosen Binus, telah tahan banting hampir 20 tahun lebih mengajar di Binus…di masa senang maupun di masa sulit…

Masa depan adalah di tangan kita, orang-orang yang berani..

Masa depan adalah di tangan mereka, penduduk sekitar kampus yang ramah-tamah..

Masa depan adalah di tangan kita semua, penduduk Jakarta Barat khususnya dan penduduk Indonesia umumnya..

Marilah kita jaga keamanan dan keindahan kampus kita tercinta..

xxxxxxx (kiss..kiss..kiss..muah..muah..muah..)

Tri Djoko

9 Comments (+add yours?)

  1. simbah
    Feb 24, 2008 @ 14:09:56

    Coba kalau aku masih tinggal di Pd.Gede, pasti anakku tak sekolahkan di Binus, . . pernah ada cerita, bahwa Binus dalam bidang computer belon ada yg ngalahin. Berhubung tinggal di Mediyoen, sing paling cedhak yo Suroboyo . .Stikom. . . mana lagi . .??
    Lah gimana kabarnya kalo Gundar, Guna Dharma yg di Depok itu ?? . .

    Reply

  2. edratna
    Feb 24, 2008 @ 14:39:17

    Kayaknya lokasi di Kemanggisan biang macet ya…kan dulu menantuku pernah bekerja dan kost didaerah dekat Binus?

    Reply

  3. Tri Djoko
    Feb 24, 2008 @ 14:48:04

    Simbah : he..he..he..

    Binus katanya memang sekolah bagus. Tapi salah seorang mahasiswa saya bilang Binus baru No.6 rankingnya di antara universitas swasta di Indonesia, dan No.10 di antara semua universitas di Indonesia..(sumber : Kompas)

    Universitas Gunadharma juga bagus. Bahkan lahirnya Gunadharma sama dengan lahirnya Binus. Kalau di tahun 1981 Binus namanya masih “Akademi Tehnik Komputer” di Jalan Kyai Tapa, maka Gunadharma namanya masih “Akademi Tehnik Gunadharma” di Jalan Kenari, kalau nggak salah…

    Alm. Rektor Binus Ibu Th. Widia bahkan sahabat karibnya Rektor Gunadharma Ibu Margiyanti. Mereka bersaing dalam bisnis, tapi bersahabat secara pribadi. Waktu saya sebagai Dekan Fakultas Teknik Binus, kami dari Binus sering makan-makan satu meja dan ngobrol dengan Ibu Margiyanti dari Gunadharma. Bagi saya pribadi, Ibu Margiyanti sudah seperti kakak sendiri..

    Cuman secara bisnis ada perbedaan “jalur” yang diambil oleh Binus maupun Gunadharma. Binus ekspansinya cenderung vertikal. Makanya kalau ngomong “Binus”, sebenarnya ngomong TK Binus, SD Binus, SMP Binus, SMA Binus, Univ Binus, Binus International (S1 berbahasa Inggris), dan S2 Binus..

    Sebaliknya kalau bicara Gunadharma, adalah berbicara Gunadharma Kenari, Salemba, Kalimalang, Depok, dan Jalan Akses UI untuk program S1, S2 dan S3. Jadi Gunadharma ekspansinya lebih ke horizontal..

    Jumlah mahasiswa Gunadharma juga lebih banyak karena kampusnya juga lebih banyak dan tersebar..

    Reply

  4. Tri Djoko
    Feb 24, 2008 @ 15:02:08

    Bu Edratna : sekitar Kemanggisan memang biang macet, soalnya di sini banyak terdapat sekolah yang bagus-bagus yang siswa atau mahasiswanya banyak diantar pakai mobil…

    Ada SD-SMP-SMA Sang Timur, ada SD-SMP-SMA Tarsisius II, ada SMA 78 (SMA Unggulan di Jakarta Barat), dan Univ Binus.

    Masing-masing jaraknya satu sama lain antara 100 meter hingga 600 meter. Jadi kalau pagi, macetlah daerah situ. Tapi orang-orang sekitar situ sudah mafhum kok, dan mencari jalan alternatif lain yang tidak macet..

    Reply

  5. tanti
    Dec 06, 2008 @ 07:08:25

    aman apanya? udah berapa kali teman-teman saya ditodong dan dicuri hape nya di angkutan umum sekitar Binus.

    Reply

    • tridjoko
      Dec 06, 2008 @ 17:58:46

      Tanti,

      Ditodong dan dicuri hp-nya di sekitar Binus ?
      Mungkin anda baru datang ke Jakarta ?
      Hal itu terjadi di mana-mana di Jakarta, tidak hanya di Binus ! “Ini Jakarta Bung”, kata orang-orang. Anak saya yang tidak kuliah di Binuspun pernah kecopetan hpnya di angkot..

      Supaya tidak ditodong atau kecopetan ada beberapa langkah :
      1. Jangan pakai pakaian yang mencolok, terlalu “revealing” (terbuka), lebih baik yang konservatif dan aman-aman saja;
      2. Jangan menelpon di angkot, apalagi tipe hape anda yang baru dan mengundang
      3. Hape anda hendaknya di-“silent” ketika di angkot dan jangan main telpon pakai hape kalau tidak perlu banget
      4. Bawa tas yang retsleting-nya agak jauh dari tempat hape
      5. Jangan lupa berdoa untuk keselamatan anda selama naik angkot, itu ada gunanya
      6. Jangan membaca dan terpaku membaca dan tidak memperhatikan kiri-kanan, lebih baik bersikap tenang (tidak membaca) dan bersikap waspada..

      Saya pernah bekerja di Binus, jadi Binus hanya bertanggung jawab yang terjadi di dalam pagar kampus Binus saja. Sedang kalau terjadi di luar kampus Binus, itu sih tanggung jawab masing-masing individu, walaupun Binus juga selalu bekerja bersama Polsek dan Koramil setempat dalam masalah keamanan di lingkungan luar kampus Binus..

      Yang terakhir, kalau anda rasa Binus nggak aman….silahkan cari universitas lain saja : Trisakti, Untar atau UPH !!! Apakah anda akan terbebas dari masalah ?

      Belum tentu ! Ini Jakarta Bung !!

      Reply

  6. Agung
    Dec 08, 2008 @ 22:05:25

    Tanti n Bapak :
    dan kalo bisa naek angkot ato jalannya rame2.
    dan kalo bs jg pasang tampang serem.
    hehehehhe..!!

    klo UPH mungkin sedikit lebih aman Pak.
    mungkin lho yah.
    cm klo di dlm angkot sih,
    polisi ama preman ud ga ada bedanya.
    hehehehhee…!!

    tp bnr kata si Bapak,
    inilah MegaPolitan,
    jagalah diri baik2.
    msh bagus yg ilang cm HP.
    lha,klo yg laen??
    hehehehehhe…!!

    Kata anak saya, mereka di angkot bergerombol. Kadang-kadang salah satu bertugas untuk mengalihkan perhatian (mau muntah, mijitin kakinya yang sakit, dsb). Menurut saya, satu-satunya cara menghindar itu adalah berdoa,,,berdoa…dan berdoa. Kalau perlu di angkot ada temannya, jangan sendiri…benar sih..

    Reply

  7. Be147rry
    Mar 09, 2009 @ 17:12:48

    Ya itulah sifat manusia, suka mengagung-agungkan.

    Tidak ada itu yang namanya Universitas yang unggul dari Universitas lain baik itu Negeri maupun swasta. Semua Universitas sama saja, yang beda SDM-nya.

    Bayangkan kalau mahasiswa/i (yang sekarang) dari Universitas “X”(Universitas yang lebih unggul), ditukar dengan mahasiswa/i dari Universitas “Y” (Universitas yang kurang unggul). Maka Universitas “Y” akan berubah posisi lebih unggul dari Universitas “X”.

    Jadi tergantung manusianya yang mau kemana, siapa tahu tahun-tahun ke depan calon mahasiswa baru akan lebih memilih Univ. “Y” daripada Univ. “X” berdasarkan alasan tertentu masing-masingnya.

    Reply

  8. kasihhati
    Sep 14, 2011 @ 16:04:46

    wah saya baru tahu kalo di Binus ternyata orang yg berprestasi ya pak….hebat-hebat bangeeeeeeeet, jadi ngak sayang bayar uang kuliah mahal tapi mutu terjamin pastinya…Its Oke bangeeeeeet

    kasih.hati2011
    http://www.youtube.com/watch?v=we5P3hbdbcA Lagu Mengejar Mimpi u/ anak2 Binusian 2015
    http://www.youtube.com/watch?v=mlg712UZx3s Lagu mengurangi frustasi & stresss

    Iyaaaaaaaa….hehehehe

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: