Kisah cinta Guan-Yang dan A Lan di DAAI TV

Kisah percintaan klasik Chinese seperti Sampek – Eng Tay disukai banyak orang, termasuk isteri saya, yang dulu di masa kecilnya sering nonton Ludruk yang melakonkan drama percintaan itu..

Akhir-akhir ini ada yang aneh di TV-TV rumah saya. TV Toshiba di ruang keluarga setelah saya set secara otomatis salurannya, mengeluarkan serangkaian saluran TV standar seperti RCTI, SCTV, Indosiar, dan sebagainya seperti yang sudah anda kenal, ditambah dengan saluran baru DAAI TV yang rupanya berpusat di Mangga Dua Mal. TV di kamar belakang yang bermerek Panasonics setelah saya set salurannya, selain mengeluarkan saluran TV standar juga menemukan saluran TV baru yaitu Elshinta TV. Sedangkan TV LG di kamar saya belum saya set, karena saya takut dia akan mengeluarkan saluran TV baru lagi yang mengejutkan !! Ha..ha..

Awalnya saya iseng melihat DAAI TV ini. Eh..iseng-iseng jadi kesenangan, rupanya setiap hari sekitar jam 3.00 sore diputar film seri yang sampai sekarang saya tidak tahu judulnya, yang jelas berlokasi di Taiwan di jaman tahun 1960-an (??) yang penduduk Taiwan waktu itu masih banyak menggunakan bahasa Hokkian, sedangkan sebagian lagi terutama warga pendatang dari mainland China, yang sudah mulai menggunakan bahasa Mandarin..

Ceritanya ada cewek Taiwan bernama A Lan dari keluarga penjual payung yang berbahasa Hokkian. Dia ditaksir oleh serombongan guru yang tinggal di kota itu. Ada Ji Zheng yang amat diidolakan oleh orangtua A Lan untuk dinikahkan dengan A Lan. Ada You Zheng si Bozo atau si Humoris yang sering menjadi Mak Comblang dan juga sering menaksir banyak cewek karena kepintarannya ngomong dan merayu. Lalu ada Pak Guru Guan Yang yang keluarganya mempunyai hotel di kota itu, tapi dia sendiri sebagai pendatang baru dari mainland China, sebenarnya penghasilannya pas-pasan..

Masalahnya, sejak awal ibunya A Lan penginnya punya menantu Ji Zheng dan dia sering menampik lamaran Pak Guru Guan Yang terhadap A Lan. Celakanya, A Lan yang awalnya ingin menjadi biksuni dari awal sudah vegetarian. Jadi waktu ditraktir sama teman-temannya termasuk Guan Yang, A Lan selalu menolak makan daging padahal Guan Yang makanan kesukaannya adalah Daging Angsio (Angsio bak) !!

Alasan lain ibu A Lan menolak Guan Yang karena Guan Yang ini orang pendatang yang berbahasa Mandarin. O ya film ini kebanyakan berbahasa Hokkian, dan kadang-kadang baru menggunakan Mandarin. Akhirnya Guan Yang mengakali dengan berbagai cara agar ibu A Lan mau menerimanya. Iapun menyuruh isteri Panglima Tentara untuk melamar A Lan. Celakanya, isteri Panglima Tentara melamar dengan bahasa Mandarin ! Lamaranpun ditolak mentah-mental..

Di film seri ini banyak tabrakan budaya (cultural shock) yang terjadi. Vegetarian versus pemakan daging. Bahasa Hokkian versus bahasa Mandarin. Makanan Taiwan asli versus makanan mainland China. Pokoknya seru…

Saya tidak bisa membaca aksara China, tapi selintas saya lihat huruf China yang dipakai adalah versi “full stroke” atau “traditional chinese”, jadi saya simpulkan ini adalah film Taiwan. Tapi nggak tahu ya kalau ternyata yang membuat adalah orang mainland China. Soalnya pemandangan pedesaannya sangat indah, tapi juga sekaligus ndeso dan katrok. Apalagi wajah bintang film mainland China sudah ketahuan punya wajah klasik dan kurang banyak dipoles make-up, dibanding dengan pemain film Taiwan yang kebanyakan saya sudah kenal rupa…

Supaya seru, nonton saja sendiri…

O ya, bahasa Hokkian dan Mandarin di film ini dubbing asli dan baru terjemahan teksnya berbahasa Indonesia. Jadi kalau nonton film ini dijamin bisa belajar 2 dialek bahasa sekaligus…

[Pertanyaan nakal : ada nggak ya VCD-nya dijual di Jakarta ?..]

2 Comments (+add yours?)

  1. Agung
    Mar 07, 2008 @ 10:16:44

    kebanyakan film2 di DAAI TV itu film2 taiwan Pak.
    kalo dilihat dari film2nya,kelihatan lebih rapih.
    soalnya yang saya tahu,orang Cina daratan ga gitu suka bikin film2 drama.
    hehehehehe..!!
    duh,belajar mandarin susah Pak.
    waktu kecil ud pernah belajar,
    trus pas SMA belajar lagi.
    tp skarang msh ndak iso opo2.
    hehehehehhe..!!
    mending disuruh belajar Jerman ato Perancis ato Belanda.
    hahahahahhaha…!!!!!
    ada lagi Pak dialek Cina yang sulit,
    yaitu Khe.
    saya sendiri berasal dari leluhur suku Khe.
    tapi my ancestors speak Mandarin.
    maybe because Khe is too difficult.
    hehehehe..!!

    cari aja di glodok ato mangga dua,
    kyknya ada pak DVDny.
    heheheh..!!

    Reply

  2. tridjoko
    Mar 08, 2008 @ 08:59:29

    –> Agung : Tse tse Gung, ntar kalau ada waktu aku cari VCD-nya..

    Tapi cerita tentang Guan Yang dan A Lan setelah menikah tidak seseru sebelum menikahnya. Dan ceritanya cenderung sedih…

    Ternyata judul film seri itu “Menggapai Impian”…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: