Lempeng Gapit

Apa yang dilakukan oleh anak kelas 1 Sekolah Rakyat (SR) ketika jam istirahat di tahun 1963 dulu ?

Jawabnya: mereka langsung ngacir keluar kelas untuk berebut beli makanan yang disebut “Lempeng Gapit”. Mungkin bahasa Inggrisnya adalah “Rice cracker sandwich with hot- ground-nut-chili-sauced vegetables”…he..he.. nama yang mentereng ya ?

“Lempeng” adalah istilah orang Madiun untuk menyebut kerupuk beras yang oleh orang Betawi disebut kerupuk puli. “Gapit” ya artinya kerupuk berasnya ada dua yang “menjepit” atau “mengapit” atau “menggapit” sayuran pecel. Pecel sendiri adalah sejenis makanan yang terbuat dari sayuran seperti bayam atau kangkung atau daun kedele yang disebut “mbayung” atau daun ketela, yang di atasnya ditaburi sambal kacang pedas..

Makanan tersebut selain cepat saji, juga berharga murah, pas harganya dengan rata-rata uang saku anak SR kelas 1 waktu itu..

Sebagai anak kelas 1 SR yang masih lugu, jangan harap andapun cepat mendapatkan makanan tersebut ketika jam istirahat yang hanya berlangsung 15 menit, karena harus berebut dengan kakak-kakak kelas yang badannya lebih gede-gede..

Di Sekolah Rakyat saya dulu, kira-kira ada 3 penjual Lempeng Gapit, dan ada 2 penjual es  sirop. Salah satu penjual es sirop saya masih ingat namanya yaitu Pak Karno, yang es siropnya sedaaaap sekali, pas manisnya, pas kelapanya, pas siropnya, dan ditanggung besok pagi anda beli ke dia lagi. Pak Karno ini juga amat laris dagangannya, tapi biasanya saya jajan es sirop ketika sekolah sudah usai dan saya sudah pulang ke rumah dan berganti dengan baju rumahan dan kembali lagi ke sekolah sekedar untuk merasakan es sirop Pak Karno..

Selain Pak Karno yang laris, ada 1 lagi penjual es sirop yang tidak terlalu laris. Pada suatu hari, karena rasa belas kasihan, saya beli es sirop yang satu ini..

Wah…alangkah kecewanya saya !! Rasanya tidak terlalu manis, siropnya juga ogah-ogahan merahnya, pokoknya yack !!!

Dari sejak itu saya belajar, bahwa lebih baik beli makanan ke penjual makanan yang laris, yang walaupun ngantri agak lama tapi ditanggung rasanya tidak mengecewakan. Daripada beli ke penjual yang memang orang segan membeli darinya…

Bagaimana dengan anda ?

4 Comments (+add yours?)

  1. Edratna
    Mar 09, 2008 @ 10:27:15

    Justru itulah kuncinya, mengapa rumah makan yang satu lebih laris dibanding lainnya, karena ada ke khas annya….entah rasa yang enak, entah pelayanannya yang ramah, suasana yang menyenangkan dsb nya.

    Saya kangen dengan lempeng…btw masih ada yang jual nggak ya? Saat baru pindahan ke Cipete, lempeng yang digoreng tanpa minyak ini masih banyak di jual di pasar tradisional, tapi sejak sepuluhan tahun ini tak pernah lagi melihatnya.

    Reply

  2. simbah
    Mar 09, 2008 @ 11:46:25

    Dik Yon, lempeng gapit itu di SD Modjoredjo, di SD B.O. ada krupuk remet. . krupuk putih di tugel2 dimasukin mangkok kecil kayak panci trus dibubuhi pecel. . wah uwenak sekali. .cuman harganya mahalan dikit dari ‘lempeng gapit’ soalnya bahan dasarnya ‘krupuk putih’ lebih mahal dari ‘lempeng’.

    Bu Edratna, kangen sama ‘lempeng’kah . .Mau tak bawain dari Mediyoen?, saya tiap 2 minggu sekali ke Jkt. Kalo ‘kersa’ nanti tak bawain, cuman mohon ma’af sebelumnya ya. . ini ‘utusan’ sopir ato siapa buat jemput di stasiun Jatinegara. Soalnya kalo nganter sendiri . .Ibu pirsa traffic di Jkt . .gimana. . tapi ini serius kalo ‘ngersakne’ . . . .

    Reply

  3. tridjoko
    Mar 09, 2008 @ 19:51:50

    –> Bu Edratna : Ya sejak SD kita sudah tahu bahwa ada penjual makanan yang enak, tapi ada juga yang tidak. Jika harganya sama, tentu mudah bagi kita mau beli ke yang mana…

    –> Simbah : wah..jangan repot-repot mbawain lempeng dari Madiun. Kalau saya pulang ke Madiun, mbak yang ngontrak rumah sudah mbawain seabreg kok mas. Tapi ide ketemu di Stasiun Jatinegara ok juga. Saya libur ngajar hari Rabu dan Jumat. Kalau njenengan pengin ketemu sebentar, saya bisa say Hi di Jatinegara lho ! Hape saya nul-wol-ji-ji-wol-nem-mo-nul-ro-nul mas… Ok mas ?
    [Tapi Jatinegara berhentinya cuman 2 menit lho. Di pasar dekat rumah kebetulan lempeng masih mudah didapat. Maklum lebih ndeso daripada tempatnya Bu Edratna..]

    Reply

  4. simbah
    Mar 11, 2008 @ 21:55:00

    Iya, . dik Yon. . .ntar aja kalo anda pas kondur neng Mdn bae. . .waktunya biar lega, saya pernah tilpun2 an dng beberapa teman alumni SMA1 sampe nyang kuping panas . .mulane kalo keteme di Mdn kan, lebih santai . . oya nomer hape sudah tak rekam.

    Saya berkesempatan lewat lagi di depan rumah jl. SB no.22, wah pangling tenan tapi masih esuk umun2. Trus rumanya dik Edy Prayitno, sebelah mana rumahnya dik Yon . .?

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: