Madiun Air Show

Saya lahir dan dibesarkan di sebuah tempat yang kira-kira 10 km jauhnya dari lapangan terbang militer paling penting di Indonesia, yaitu Lapangan terbang Maospati yang sejak masa Orde Baru lebih terkenal dengan nama Lanud Iswahyudi Madiun. Komandan Lanud adalah perwira penerbang terbaik di negeri ini dengan pangkat bintang satu – Marsekal Pertama..

Sewaktu saya kecil, kira-kira kelas Nol atau Taman Kanak-Kanak yaitu di tahun 1962 Indonesia sedang berusaha untuk merebut Irian Barat yang waktu itu masih diduduki Belanda. Setiap hari di RRI Madiun setelah warta berita pagi diputarlah lagu “Irian…Irian…”

Rasanya seluruh bangsa Indonesia pikirannya terkonsentrasi untuk merebut Irian Barat. Srikandi Indonesia yang bernama Herlina Kasim, seorang cewek pemberani berusia belasan tahun yang mukanya waktu muda mirip Sabria Kono pacarnya Rio Febrian itu, berani terjun di tengah rimbaraya Irian Barat yang masih dikuasai Belanda. Akhirnya Presiden Soekarno memberikan hadiah 1 kg emas kepada Herlina Kasim dalam bentuk sebuah kendi kecil. Makanya Herlina Kasim juga dijuluki “Si Pending Emas”..

Selain Herlina Kasim, keberanian Kapten RPKAD Benny Moerdani dan Dokter RPKAD Ben Mboy juga melegenda. Belum lagi keberanian Kolonel Laut Yos Sudarso yang gugur di Laut Arafuru karena kapal patroli Macan Tutul yang dikomandaninya ditorpedo sama Korvet Belanda. “Macan Tutul tenggelam secara gentle and brave….!!!”, itu kata terakhir Kolonel Yos Sudarso di radio sebelum kapalnya tenggelam…

Di tahun 1962 mungkin jarang yang mengetahui bahwa ujug-ujug (tiba-tiba) Indonesia digerojog dengan bantuan militer yang amat sangat banyak, yaitu sekitar 300+ pesawat terbang (!!!!!!!!), puluhan ribu Jeep merk Gaz, truk kreo merk Gaz, mobil amphibi yang bisa berjalan di darat maupun di air untuk perwira Angkatan Udara dan Angkatan Laut, dan tidak terhitung senapan serbu Assault Rifle Kalashnikov AK-47 yang sangat melegenda itu ! 

Nah, jika sebelumnya di Maospati ada pesawat terbang Mustang P-51 alias Si Cocor Merah yang melegenda sebagai sebuah pesawat tempur serbu tercanggih di Perang Dunia II itu, di tahun 1962 tiba-tiba Maospati kedatangan puluhan jenis pesawat terbang. Ada Mig-15, Mig-17, Mig-19 dan yang terakhir dan yang anggegirisi (medeni, menakutkan, heart-breaking) adalah Mig-21 !!

Setiap hari sepulang sekolah saya nongkrong di tegalan sebelah rumah, mencari pisang yang sudah matang yang perlu dipetik atau mencari sarang burung dan melihat anak-anak burung gereja yang lucu-lucu di atas pohon pisang..

Tiba-tiba… WWWWUUUUUUUUUUUZZZZZZZZZZZZ !!!

Tiga buah pesawat tempur tercanggih Indonesia itu terbang di atas kepala saya dengan formasi V. Tingginya mungkin sekitar 150 meter di atas permukaan tanah dan hampir menyentuh pucuk pohon kelapa !!!

Ah dasar pilot Russia gila, pikirku !!

Besoknya saya melihat hal yang lebih aneh lagi. Di suatu siang yang cerah, sebuah pesawat Mig-21 meluncur tepat ke atas sampai jauh menembus awan, setelah itu si Mig-21 kelihatan seperti kehilangan power dan mau jatuh…setelah beberapa detik kloget-kloget di udara kayak uler keket, tiba-tiba mesinnya hidup lagi dan lagi-lagi…

WUUUUUUUUUUUZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZ, lewat atas tegalan saya yang banyak pohon pisangnya dan seolah pilot Russia (sorry, lebih tepat Uni Sovyet kali ya)  itu tahu ada seorang anak nakal sedang memperhatikan gerakannya !!!

Belakangan di tahun 1987 saya baca buku “General Chuck Yeager: An Autobiography” di Amerika. Dan menurut General Chuck Yeager sebenarnya gerakan pesawat tempur yang mendekati daratan dengan kecepatan Mach 2.0 itu atau secara teknis disebut “buzzzing” itu di Lapangan Udara Wright-Patterson Ohio tidak diperbolehkan. Alasannya, Air Force pernah di-sue sama penduduk sipil karena ayamnya tidak mau bertelur atau telur yang sudah dikeluarkan jadi pecah karena si induk ayam ketakutan mendengar suara pesawat terbang !!!

Kalau kita lewat di depan Lapangan Terbang Maospati waktu itu, selain Mig-21 dari kejauhan terlihat pesawat pembom strategis TU-16, jenis pesawat pembom strategis yang pernah dimiliki Indonesia hanya di kurun waktu 1962-1971 itu..

TU-16 itu dengan gagahnya parkir di Apron. Bentuknya yang panjang dengan body langsing dan ekor yang besar dengan angkuhnya seolah berkata, “Irian Barat ? Enteng boo !!”..

Konon, sejak insiden Arafuru yang menenggelamkan kapal Macan Tutulnya Komodor Yos Sudarso itu, Amerika memperingatkan Belanda agar segera menyerahkan Irian Barat kalau tidak ingin dihajar sama kekuatan udara Indonesia yang anggegirisi. Tentunya dengan photo udara yang didapat dari pesawat mata-mata U-2 milik Amerika..

Pernah saya pergi ke Dokter Garjito (obstretis dan ginekologis) yang prakteknya di sebelah Rumah Sakit Madiun, untuk mengantar ibu saya di tahun 1962, saya melihat seorang cewek bule yang baru melahirkan anak berumur beberapa hari. Bayinya itu menangis keras-keras tapi si ibu kelihatannya nggak mau nyusui..

“Anu Bu dipun susui punika bayinipun”, bujuk beberapa ibu-ibu dengan bahasa Jawa

“Anu Bu, bayinya segera disusuin”, bujuk beberapa ibu lainnya dengan bahasa Indonesia, tapi rupanya nggak mempan wong sononya nggak ngarti bahasa Jawa sama Bahasa Indonesia..

Tidak lama kemudian datang truk kreo besar merk Gaz masuk ke halaman parkir Dokter Garjito, seorang perwira Angkatan Udara bule turun dengan baju militer berwarna khaki. Diapun menghampiri bayinya dan mengambilnya dari gendongan isterinya dan bayi itu diberdirikan kepalanya…

“Oooooooooohhhh…!!!”, kata ibu-ibu menahan nafas karena tahu bayi berusia beberapa hari belum bisa “berdiri” kepalanya..

Si perwira bule berseragam khaki dan si isteri yang kalau tidak salah memakai baju rok hamil warna khaki juga ketawa besar, dan truk kreo yang serem itu segeri pergi…vroooooommmm !

[Beberapa tahun kemudian saya barusan bisa menebak, mungkin si perwira berbaju khaki itu orang Russia, Ukraina, atau Cekoslovakia, yang mungkin banyak menghuni Madiun pada waktu itu, mengingat 1 pesawat tempur idealnya dipiloti oleh 2 orang pilot tapi jumlah pilot Indonesia pada waktu itu tidak sebanyak 300+ pesawat tempur yang didatangkan tiba-tiba. Kalau tidak begitu, bagaimana bisa saya menyaksikan aerobatik udara di Madiun yang baru bisa saya saksikan tahun 1986 di Kemayoran ? Walaupun di tahun 1962, Indonesia punya pilot legendaris semacam Leo Wattimena ? Tapi kan hanya ia sendirian, tapi Mig-21 yang sering lewat di atas kepala saya adalah tiga, jadi perlu tiga pilot. Orang Indonesia ? I don’t think so !]

4 Comments (+add yours?)

  1. simbah
    Mar 11, 2008 @ 22:22:31

    Sekarang masih ada juga suara ‘sonic boom’ dari pesawat tempur sewaktu latihan, cuman tidak sesering dulu. . th 1962 rumah di sekitar Maospati kacanya ada beberapa yg bergetar juga ada yg pecah. .tapi duluan lapangan terbangnya dari pada rumahnya waktu dibangun. Jawab kahumas AURI seperti dikutip ‘radar madiun’.

    Reply

  2. tridjoko
    Mar 14, 2008 @ 14:31:03

    –> Simbah : he..he..he..mas Didiek, terima kasih tambahan infonya. O ya saya baru ingat kalau suara yang amat dahsyat kerasnya itu disebut “sonic boom”, tapi di tahun 1962 itu bukan sonic boom tapi ya suara pesawat tempur jet yang keras banget karena terbang terlalu rendah. Mungkin teknologi jet Mig-21 masih kuno sehingga suaranya keras banget. Masih ingat kasus pesawat Concorde yang tidak boleh mendarat di banyak Bandara, termasuk Changi karena suaranya terlalu keras ? Makanya Concorde sekarang tidak terbang lagi, walau secara desain bentuk Concorde adalah pesawat penumpang yang sexy sekali ?
    Tapi kalau saya penduduk Maospati, saya akan nerima saja dengan suara keras seperti itu, justru itu kelebihannya dekat dg bandara militer. Toh selama ini belum pernah dengar ada penduduk Maospati yang budeg, ya toh mas ?

    Reply

  3. haryo
    May 31, 2009 @ 20:46:13

    Apa yang terjadi sekarang:
    Para pilot2 banyak berlatih di ruangan simulator,karena biayanya lebih murah,jadi uangnya bisa dipakai buat memenuhi sembako rakyat,buat ongkos pemilu,pilkada,dan tambahan kesejahteraan untuk pejabat.
    Akibatnya apa?
    Para penduduk disekitar pangkalan tidak merasa terganggu oleh sonic bom,jadi bisa beristirahat dengan nyaman,dan kasihan nasib para pilot akan kagok bila menghadapi keadaan yang sebenarnya,dan para pilot akan ragu2 dalam menerbangkan pesawat karena tidak yakin dengan kondisi pesawat..

    Mohon perhatian para bapak2 penguasa,kasihan
    mereka kan aset bangsa,jangan biarkan mereka gugur dengan sia2……?!!

    Mas Haryo,
    Setuju mas !!!
    Makanya pesan saya cuman satu : pada Pemilihan Presiden kali ini PILIHLAH PRESIDEN YANG LEBIH BERPIHAK KEPADA PEMBANGUNAN DAN PEMELIHARAAN ALUTSISTA TNI !!!!
    Dari 3 pasangan Capres-Cawapres yang ada, masak sih nggak ada satupun yang berpihak ke alutsista TNI ?

    Salah pilih 5 menit, menyesal 5 tahun, dan mungkin 50 pesawat rusak dan jatuh !!

    Reply

  4. M Riady Bakri
    Feb 25, 2010 @ 13:36:22

    Halo mas, salamkenal. apakah mendengar cerita ada pesawat Mig yg jatuh saat latihan terbang malam di pertengahan tahun 1963 ? Paman saya adalah penerbang Mig yg gugur saat latihan malam di Madiun.

    Mas Riady,
    Memang di tahun 1960-1965 di Lapangan Terbang Iswahyudi Madiun konon ada ratusan pesawat terbang ex Russia, dari Mig-17, Mig-19, Mig-21, Tu-16 dsb belum termasuk helikopter-helikopter Mi nya…

    Saya masih ingat, 3 pesawat Mig-21 dengan formasi V selalu membangunkan kota kecil saya Madiun dengan cara terbang yang amat sangat rendah hampir di pucuk pohon kelapa…

    Dan seperti kebiasaan di militer, biasanya kalau ada pesawat jatuh dan pilotnya gugur (disebut “beli sawah” atau “bought the farm”) biasanya tidak diumumkan ke publik, melainkan hanya keluarga aja yang tahu, soalnya di tahun-tahun itu koran dan tv kan sepenuhnya di bawah kontrol pemerintah..

    Anyway, pasti Mas bangga sekali dengan paman Mas yang pernah menerbangkan salah satu pesawat tempur paling canggih di Indonesia….

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: