Shop till you drop !!

Cerita ini favorit anak sulung saya, makanya saya share dengan anda…

Pada suatu hari anak saya yang bekerja sebagai HRD di suatu perusahaan asuransi sedang mempersiapkan acara Employee Day di perusahaannya. Event tahunan itu besarnya tidak main-main dan terpaksa menggunakan hall basket terbesar yang ada di ibukota negara ini..

Nah, dalam rangka menyiapkan event ini anak saya beserta seorang temannya perempuan dan bossnya yang laki-laki sedang mencari barang-barang yang akan dijadikan door prize nanti. Rupanya setelah bekerja seharian, boss anak saya mulai mengeluh..

“Haiyyaaa..susah banget cari barang-barang, sudah gitu banyak macamnya lagi”, kata si boss..

“Ah masak Pak, santai aja Pak, papa saya malah seneng kalau disuruh belanja kayak gini”, kata anak saya.

“Ah masak ? Bapakmu suka belanja sayur-sayuran dan kebutuhan rumah tangga gitu ?”, tanya si boss..

“Bukan sayur-sayuran Pak, tapi bapak saya sukanya belanja buku atau VCD. Kalau belanja sayuran mah kan tugas ibu saya”, jelas anak saya

“Ooo..gitu tho ? Gimana ceritanya kok bapakmu bisa sampai suka belanja kayak gitu ?”, tanya si boss

Terus…anak saya cerita dong dengan kebiasaan saya karena disuruh advisor saya di Indiana University dulu itu seperti apa. Cerita anak saya sih kurang tepat, nah yang tepatnya seperti ini :

Saya berangkat ke AS dulu sepuluh hari sejak Ibu saya meninggal dunia di Madiun. Bahkan belum 40 harinya kan ? Nah, sebagai anak bungsu laki-laki sendirian di keluarga, I felt so lost, because I love my mom so much ! Sudah begitu, isteri saya sedang sekolah di sebuah Akademi Hukum yang mahasiswanya khusus anggota militer dan kejaksaan, dan kedua anak saya masih kecil-kecil..

Awal datang ke Indiana di Spring Semester, nilai saya ok-ok saja walaupun saya bukan kelasnya straight A’s student (nilai A semua). Tapi mulai Summer Semester nilai saya mulai agak terjungkal ke bawah, bukan karena saya tidak mampu tapi kiriman uang dari Indonesia 3 bulan nggak keluar !!! Bagaimana bisa belajar bila membayar asramapun kesulitan ? Itu gara-gara perubahan nama bank saya dari First Bloomington, NA menjadi Bank One, NA. Walaupun kode bank sama tapi nama bank berubah, jadi uang saya belum sampai. Teman-teman yang sekolah di state lainnya seperti Colorado atau New York sih tenang-tenang saja. Tapi temen-temen di Indiana, Illinois dan Michigan yang menggunakan Bank One semua kirimannya telat..

Akhirnya nilai saya semakin menukik dan sayapun dipanggil oleh advisor saya. Seorang Associate Professor dengan cambang memenuhi dagunya..

“Mr. Wahjono, I think you make your bad situation deteriorates”, kata si professor kalem. Kata-katanya nggak menyiratkan nada marah, tapi pilihan katanya sudah menunjukkan bahwa ia maraaaaaah sekali. Mirip Jack Nicholson di film A Few Good Men…

“I’ll tell you what…go get a fresh air..to Chicago or New York or try the great American roads..and hopefully when you come back in the next semester you can have a better situation”, nasehat pak advisor…

Sayapun segera ngepak barang-barang dan berempat cowok semua orang Indonesia langsung heading north to Chicago !!

Hello Chicago, here we go !!!

Saya, Agus Suparmanto si Menteri Pariwisata, Aryo Saloko, dan Pak Adnan yang kyai Yogya itu akhirnya merasakan nikmatnya leyeh-leyeh di pinggir danau Michigan yang lebih tepat disebut “laut” ini. Asyiiiik..kayak di film-film…

Itu nasehat advisor saya, rupanya sayapun menemukan kiat untuk meningkatkan nilai saya…

Seperti diketahui, uang saku saya dari BPPT setiap bulan adalah USD 625 ditambah uang buku USD 50 per bulan tapi dibagikan setiap tiga bulan sekali. Nah, dari uang itu sebesar USD 100 saya kirim pulang ke isteri saya di Indonesia karena saya harus melunasi cicilan mobil minibus Suzuki Carry yang saya ambil kreditnya sebulan sebelum saya berangkat ke AS. Jadi, bisa dibayangkan menderitanya saya hidup dengan dana USD 525 per bulan, yang setelah dipotong USD 333 untuk ongkos asrama berikut makan, sisanya tidak seberapa. I mean, cukup sih untuk beli sabun, odol, shampoo, kacang mete, dan gatorade…tapi tidak cukup jika saya mau sering bepergian ke luar kota seperti orang-orang lainnya…

Akhirnya saya temukan kiat, yaitu sering-sering pergi ke College Mall, mall terbesar di Bloomington. Sayapun mulai membeli kaos-kaos Indiana, dari t-shirt, sweatshirt, celana pendek dan sebagainya (yang belum cuman CD dengan tulisan Indiana..ha..ha..). Saya juga beli banyak polo shirt ada yang biru, coklat, kuning, merah, apapun. Saya juga rajin menyambangin toko Service Merchandise yang beli barangnya dengan cara lucu itu, yaitu kita lihat katalog, catat barang yang mau kita beli, ngisi formulir order, serahkan ke si mbak yang menjaga, barang datang, dan kita bayar..

Karena uang saya terbatas setiap bulannya, sayapun sreet—sreeet…sering pakai kartu kredit yang sejak tahun kedua banyak ditawarkan kepada saya di Indiana…

Tagihan kartu kredit saya membengkak, membubung naik, tapi begitupun nilai-nilai saya. Kalau dibikin grafiknya, kenaikan tagihan kartu kredit saya sebanding banget dengan kenaikan nilai-nilai saya. Kalau dulunya dapat nilai B suliiiit banget, sekarang nilai saya A semua. I mean, semuanya !!! Jangankan cuman A, computer architecture sama si prof yang gendut lucu itu sayapun malah dapat A+ dan ditawari mata kuliah yang di ajar berikutnya di semester berikutnya…

“Sorry prof, I am graduating in the end of this semester”, kata saya memohon pengertian…

Yeah man, shop till you drop !!!!

[Sejak itu saya suka belanja. Kadang-kadang isteri saya marah kenapa orang laki kok suka belanja. Ya kalau nggak belanja kita bakalan mati kedinginan di Indiana sana. Gitzu loh !!…]

5 Comments (+add yours?)

  1. Agung
    Mar 09, 2008 @ 20:52:07

    hahahaha..!!
    sebenernya smua orang tuh doyan belanja Pak.
    itu cuma masalah dompet dan kebiasaan aj.
    hehehehe..!!
    saya juga jadi sedikit suka belanja,kalo di bugis n orchard.
    hehehehe..!!
    ato di petaling.
    hehehehehehe..!!

    Reply

  2. tridjoko
    Mar 10, 2008 @ 11:59:34

    –Agung : O ya ya ? Saya dimana saja berada paling senang belanja, apalagi kalau duwit lagi ada. Tidak harus di tempat hebat-hebat, kalau perlu di Pasar Loak-pun saya pengin belanja apa saja..
    Dan nafsu belanja akan berhenti dengan sendirinya kalau duwit sudah menipis alias habis…hi..hi..hi..

    Reply

  3. Agung
    Mar 10, 2008 @ 12:44:36

    iyah sih Pak.
    3 tmp di atas itu cm melambangkan tmp2 yang barang2nya bagus2 n pas di dompet saya.
    sejauh ini saya belom dapet tempat yang kyk gitu di daerah jakarta.
    pengen ke kuitang,tapi belom kesampean.
    saya sih sukanya belanja baju,buku,dan pernak pernik cowo.
    DVD bajakan juga. hehehehehehe..!!!
    sama satu lagi,yang sampe sekarang sulit saya belanjakan.
    LUKISAN dan BARANG2 ANTIK EROPA.
    hahahahahahahhahahaha….!!!!

    Reply

  4. simbah
    Mar 11, 2008 @ 23:35:04

    Terbukti,…bahwa penyakit ‘suka belanja’ bukan melulu kaum Hawa. Pertama dapat kredit kard, saya juga suka belanja. . .ha.. . ha. . .bahkan penyakit itu masih kuderita. . .sampai kini….

    Reply

  5. infoGue
    May 30, 2008 @ 13:57:50

    artikel anda bagus dan menarik, artikel anda:

    http://belanja.infogue.com/shop_till_you_drop_

    anda bisa promosikan artikel anda di http://www.infogue.com yang akan berguna untuk semua pembaca. Telah tersedia plugin/ widget vote & kirim berita yang ter-integrasi dengan sekali instalasi mudah bagi pengguna. Salam!

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: