The 1984ers

“The nineteeneightyfour-ers” alias “Dosen Angkatan 1984” Binus ibaratnya adalah Pasukan Khusus dalam suatu Angkatan Darat atau Angkatan Laut, setidaknya mirip dengan “C Company” dari 82nd Airborne 101st Division United States Army seperti yang saya tonton di film “Band of Brothers” baru-baru ini…

Mengapa ?

Karena banyak dosen angkatan 1984 yang hebat-hebat, dan paling setia mengajar di Binus hingga saat ini (24 tahun kemudian). Contoh Angkatan 1984 ini adalah Pak Sablin Yusuf (sekarang Dekan Fasilkom), Pak Tohar Danakusuma, Pak Harjono Soeparno (pernah menjadi Direktur Penelitian dan Pengembangan), Pak Edi Abdurachman, Pak Marcellus Rantetana, Pak Tassim Billah, Pak Djunaedi Santosa, Pak Oon Amroni, Pak Saulus Silitonga, Pak Sunarya Djajaprawira, Pak Subandijo, Pak Richard Lungan, Pak Abdul Hamang (alm), dan sebagainya…

Dari segi latar belakang, pengalaman mengajar, dan kematangan mengajar mereka selalu nomor 1. Rata-rata pendidikan minimal adalah S2 dari luar negeri : dari Inggris seperti Pak Oon, Thailand seperti Pak Saulus dan Pak Sunarya, Jerman seperti Pak Djunaidi, Jepang seperti Pak Subandijo, dan Amerika Serikat seperti Pak Sablin, Pak Haryono dan Pak Tassim..

Oleh karena itu, tugas-tugas penting yang perlu diemban di Binus kebanyakan dibebankan pertama kali kepada The 1984ers ini, karena bisa dijamin hasilnya akan sukses !!

Kebanyakan beliau tersebut sampai saat ini masih aktif mengajar…

Lecturers never die, they only fade away……

4 Comments (+add yours?)

  1. Agung
    Mar 11, 2008 @ 19:48:25

    yup.
    emank Pak,
    sejauh ini dosen2 yang “senior”,lebih enak ngajarnya.
    lebih bisa dimengerti dan dapet nilainya juga lebih mudah.
    dan yg paling penting,SANGAT PROFESIONAL.
    sejauh ini ada Bapak,Pak Wikaria,Pak Djunaedi, Alm. Pak Hamang,dan Pak Agus Prahono yang pernah ngajar saya.
    bener2 keren dan memberi saya inspirasi untuk jadi dosen di suatu saat nanti.
    hehehehehhe..!!

    Reply

  2. tridjoko
    Mar 14, 2008 @ 14:56:29

    –> Agung : tidak semua dosen senior enak ngajarnya. Ada juga dosen junior yang enak ngajarnya. Tapi menurut saya, dosen senior lebih bisa memberi motivasi..
    Di universitas lain selain Binus, saya mendapatkan nasehat untuk saya sebagai dosen “Bapak Ibu sebagai dosen jangan berpretensi sebagai sumber pengetahuan karena pengetahuan bisa didapat dari berbagai sumber. Bapak Ibu sebagai dosen hanyalah fasilitator saja…”.

    Nanti mau jadi dosen ? Boleh Gung tapi siap-siap hidup sederhana. Konon profesi dengan gaji terkecil adalah : guru (termasuk dosen) dan tentara, dimanapun di negara di dunia ini itu berlaku…

    Reply

  3. Agung
    Mar 15, 2008 @ 21:48:11

    masa sih Pak?
    saya liat di korannya THES gaji dosen per shift (50menit) bisa 20pounds.
    kalo gaji per bulan bisa 4000an pound.
    tapinya saya ga tau gaji pekerjaan lain (kecuali pemain sepakbola).
    hehehehehe..!!
    dosen cuma kerjaan sambilan nantinya Pak.
    saya emank suka ngajar orang.
    tapi saya juga butuh banyak uang.
    hehehehehehehehehehe…!!

    Reply

  4. vinnian
    May 26, 2014 @ 22:38:08

    blog nya bagus pak
    saya mahasiswa baru di binus(semester 2)
    dan sekarang di ajar oleh pak richard lungan
    benar2 enak dan mudah dimengerti pengajaran nya
    walaupun mungkin karena sudah tua, maka banyak yang suka gak merhatiin bapak ini ketika ngajar
    walaupun gitu masih banyak mahasiswa baru(termasuk saya) yang sadar dengan kesetiaan bapak yang satu ini dalam mengajar ^_^

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: