File PDF di Binus

Selain sebagai dosen di Binus saya juga berkarir sebagai peneliti. Belakangan ini saya kebanjiran order meneliti tentang masalah transportasi, salah satu core kemampuan saya. Ada yang mengevaluasi pengurangan emisi transportasi yang dihubungkan dengan global warming yang dibiayai dengan dana luar negeri, ada yang mengevaluasi keselamatan kereta api dengan dana dalam negeri, dan ada yang mengevaluasi teknologi informasi di beberapa perusahaan atas permintaan client…

Banjir order, he ? Cool man  * mode membetulkan dasi kupu-kupu sambil tersenyum on *

Dalam perjalanan saya turne ke beberapa kota di Indonesia alias njajah desa milang kori, saya menemukan bahwa di setiap kota besar sudah berdiri STMIK yang cukup ternama yang barangkali 5-10 tahun kemudian akan berubah menjadi universitas, seperti yang Binus alami dulu..

Brarti, banyak mahasiswa Teknik Informatika atau Sistem Informatika atau Sistem Komputer di luar sana yang sangat haus akan informasi, terutama informasi mengenai topik skripsi, judul skripsi, atau contoh skripsi di bidang komputer..

Masih untung Binus masih mempunyai program “Sarjana + skripsi = Oke”, coba universitas lain yang lebih mapan daripada Binus (you know who I am talking about) sudah lama tidak mengharuskan mahasiswa tingkat akhirnya nulis skripsi. Mereka itu tinggal mbludus, mbrobos keluar pintu tanpa skripsi, sudah bisa jadi Sarjana Komputer.

Di Binus ? Semua mahasiswa-mahasiswi di pantatnya harus sudah dicap “SUDAH MENULIS SKRIPSI” baru bisa diwisuda di Jakarta Convention Center sebagai Sarjana Komputer. Tidak ada pertanyaan, tidak ada tawar-menawar, take it or leave it. Siapa suruh milih Binus ?

Malahan beberapa mahasiswa tingkat akhir mengeluh “Binus lebih kejam dari ibu tiri”

Saya bilang, “Sebodo teuing !!”

Karena Binus punya banyak mahasiswa dari luar kota, dan di Jakarta sudah ada pemeo “ibukota lebih kejam dari ibu tiri” dan mengingat pemeo di atas “Binus lebih kejam dari ibu tiri”, maka bagi mahasiswa yang dari luar kota, memutuskan sekolah di Binus bagaikan mempunyai 2 ibu tiri !!! Ya tho ?

Kembali ke file PDF. Saya banyak menerima e-mail permohonan sangat dari mahasiswa komputer di luar kota (Palembang, Yogya, Pekanbaru) yang memohon “mbok yao, Binus itu menaruh beberapa contoh skripsi terbaik dalam bentuk PDF yang bisa diakses oleh mahasiswa luar kota”..

Setahu saya, sebagai dosen dan mahasiswa, kita bisa melihat file PDF itu. Masalahnya, itu hanya bisa dilihat oleh you and me, and that’s the secret between us…

Tapi, di beberapa posting yang lalu saya menyatakan tentang ranking Binus sebagai universitas swasta No.4 di Indonesia menurut Webometrics. Mengapa kok belum No.1 ? Ya karena belum banyak menyediakan file PDF yang bisa diakses oleh orang luar itu..

Karena saya dosen biasa yang tugas dan wewenangnya hanya “show-and-go” (ngajar, selesai, pulang), maka saya nggak berwenang memerintahkan seseorang untuk menaruh file PDF di website Binus, terutama file skripsi…

Di tahun 2008 ini, saya telah melihat banyak universitas di Amerika yang menaruh “apa saja informasi tentang mereka” dalam file PDF..

Pertanyaannya, apakah “kepintaran” Binus bakal luntur bila beberapa skripsi terbaiknya ditampilkan di website Binus sebagai file PDF ?

Ada pro dan kontra tentang hal ini. Bagi yang pro, sebagian skripsi di-download oleh orang, maka mahasiswa dan dosen pembimbing bisa menulis lagi tentang skripsi yang lebih advance dan state-of-the-art lagi, sehingga Binus tetap di depan !!! (Bukan cuman Yamaha doang !). Sedangkan bagi yang kon, semakin banyak orang men-download skripsi Binus maka “kepakaran” dan “kejeniusan” Binus bakal hilang terserap oleh orang lain…

Biarlah orang lain menjawab pertanyaan ini, yang jelas saya sudah lapar, mau membuat mie rebus dulu….

Gitu aja kok repot !

9 Comments (+add yours?)

  1. Aldi
    Mar 29, 2008 @ 16:09:20

    Pak menurut saya, skripsi dan knowledge yang dimiliki bisa dijadikan lahan bisnis oleh binus, kan lumayan klo bikin skripsi dan tulisan ilmiah lainnya seperti paper, siapa yang mau download silahkan bayar. Dan yang membuat mendapat royalti.

    Klo kepintaran luntur kayaknya gak pak, menurut saya dengan berani melakukan publikasi suatu karya berarti berani menerima kritik dan saran, sehingga dapat membuat lebih maju dan kreatif. Bisa juga sebagai lahan bisnis industri kreatif, cuma permasalahan di Indonesia penghargaan dan dukungan terhadap karya intelektual kurang.

    terima kasih

    Reply

  2. tridjoko
    Mar 29, 2008 @ 16:34:08

    –> Aldi : wah komentarmu bukan seperti komentar mahasiswa, tapi sudah seperti komentar seorang dekan. Wah…salut sekali !

    Reply

  3. Aldi
    Mar 29, 2008 @ 17:08:14

    Waduh dekan.. gak kepikiran tuh pak jadi dekan he he…..

    Saya cuma mahasiswa Binus jurusan SI yang blum lulus S1, dan masih mengabdi jadi PNS 🙂

    Kata-kata itu saya ingat2 waktu ada dosen ngajar ttg e-commerce, dan menceritakan ttg bisnis di dunia pendidikan dengan e-commerce, trus mata kuliah topik-topik lanjut Sistem Informasi/Kapita Selekta yang pernah membahas tentang industri kreatif.

    nb : pak alamat blog saya

    arip1982.worpress.com

    maaf masih kosong, baru bikin, mohon didaftar menjadi blogroll bapak.. terima kasih

    Reply

  4. Agung
    Mar 29, 2008 @ 19:52:21

    setuju tuh ama Aldi.
    bisa jadi lahan bisnis yang subur tuh Pak.
    dan kalo dipublikasikan,sbnrnya bukan hal negatif yang perlu dicemaskan,
    tapi kita perlu liat positifnya.
    susah Pak,di Binus msh byk org2 konserfatif n kolot.
    hehehehehehe..!!
    kalo di UPH,diksh pilihan.
    yang mao skripsi ya boleh,yang ga harus ambil kerja magang dan bikin laporan yang menurut kabar2nya mending bikin skripsi juga,
    karena laporan kerja magang itu ga gampang dan malah lebih rumit,ga bisa “bacot2”,dan harus di ACC byk org.
    gt lho.

    Reply

  5. tridjoko
    Mar 29, 2008 @ 19:55:58

    –> Aldi : ya deh nanti di-blogroll ya…

    Ooo..gitu tho..yah minimal ternyata anda itu mahasiswa yang perhatian terhadap dosen yang sedang memberikan kuliah. Nah, bakat itu bisa anda gunakan segera untuk menyelesaikan skripsi lho !

    Reply

  6. tridjoko
    Mar 29, 2008 @ 20:09:31

    –> Agung : dan juga Aldi, lahan bisnis gimana ? Anda pikir di Indonesia orang bisa download lalu bayar, gitu ? Pakai apa bayarnya ? Pasti pakai kartu kredit kan ? Nah, di Indonesia itu belum diatur yang namanya transaksi elektronik yang menggunakan digital signature dsb. Entah kalau sudah dimasukkan ke UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) itu. Tapi PP (peraturan pemerintah) yang mendukung UU kan belum dibuat (biasanya perlu 2-3 tahun lagi), jadi UU itu masih jadi “macan ompong” tanpa PP dan belum bisa dilaksanakan di lapangan..

    Point kedua, apakah Binus mau berbisnis file PDF seperti itu ?

    Maksud saya semula adalah mestinya Binus bisa memberikan file PDF di internet for free, nggak usah bayar, gitu…

    Point kedua, coba dibaca pelan-pelan posting saya, bahwa saya setuju Binus mengharuskan skripsi bagi mahasiswanya yang ingin lulus sarjana, walaupun saya pribadi kurang sreg dengan judul skripsi yang ditulis oleh mahasiswa (mis. bidang peminatan database)..

    Mengenai universitas lain, ya terserah mereka saja mau pakai skripsi atau kagak.

    Dari sudut employer, sepengetahuan saya dalam beberapa wawancara yang merekrut calon pegawai jurusan IT, menulis skripsi lebih banyak manfaatnya sewaktu wawancara. Minimal bisa ditanya apa judul skripsi yang ia tulis. Kalau tidak ada skripsi, bagaimana untuk menjawab pertanyaan tersebut ?

    Reply

  7. Agung
    Mar 29, 2008 @ 20:24:42

    mungkin sistemnya ga ampe hrs bayar kalo mao download.
    tapi sistem member website.
    orang kalo mao liat2 aja ya bole.
    tapi kalo mao bisa download file PDF ke HDnya ya ikut member yang cukup bayar berapa gt,cukup sekali bayar aja.
    sebenernya yah,saya kurang rela juga kalo skripsi saya nanti “dicontek” org lain.
    hehehehehehehe…!!
    bukannya terlalu pelit ato gimana.
    tapi ya perlu dihargai donk.
    sebenernya emank mahasiswa bikin skripsi supaya dia lulus.
    tapi kalo oleh pihak univ skripsi itu “dipublikasikan”,itu perlu ada harga tertentu,kalo menurut saya.

    yah,itu kan kalo mao pusing.
    ide yang mungkin jadi surplus bagi Binus,spy yang kontra dengan publikasi skripsi liat duit,dan jd pro.
    hehehehehe..!!!
    kalo ga mao ambil pusing.
    yah,hajar aja.
    go public tuh binusmaya.
    hehehehehe..!!
    saya juga sbnrnya bukan tipe org yang mao ambil pusing.
    hehehehe..!!
    aduh,
    saya belom bole makan mie rebus nih.
    padahal adek2 saya juga lagi masak mie rebus tuh,pake telor lagi.
    heeheheehehehe..!!!

    Reply

  8. tridjoko
    Mar 29, 2008 @ 20:33:15

    –> Agung : yah pasti ada yang rela dan ada yang tidak rela skripsinya dipublikasikan pakai file PDF. Tapi selama sudah diberitahukan sebelumnya dengan baik-baik, mestinya tidak ada complaint lah…

    Noh, makan mie rebus dulu noh…

    Reply

  9. Vera
    Jan 19, 2009 @ 12:49:41

    siang pak,,
    saya mhs ilmu komputer di salah satu univ di Medan. saya gi ngerjain srpsi ney..
    bingung ney masalah virtual visit..
    bapak bisa kasi pendapat tentang itu g?
    tentang apa saja software yang dipake, masalah apa yang diangkat, dll

    tx b4

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: