Kapan merokok pertama ?

Wah..cerita ini sangat sensitif, yang sebenarnya nggak mau saya ceritakan karena akan banyak orang akan terkejut karenanya !

Saya pertama kali merokok pada saat Taman Kanak-Kanak !

Ceritanya, pada suatu hari Bapak saya menerima tamu dari suami-isteri yang datang dari kampung sekitar Madiun, entah dari Sewulan atau dari Munggut, tempat saudara-saudara Bapak banyak tinggal..

Rupanya tamu satu ini sangat istimewa, selain suaranya keras dan ketawanya ngakak, dari tadi nglepus terus, merokok ! Saya yang masih TK dari tadi mengintip Bapak tamu yang sangat macho itu ! Wah..bagaikan melihat The Marlboro Man !

Rupanya Bapak tadi masih tetap merokok sambung-menyambung. Saya tidak tahu mengapa Bapak saya kerasan tamunya merokok. O ya saya lupa, walaupun Bapak saya tidak merokok tapi kadang-kadang beliau merokok kalau ditawarin sama temannya..

Dari balik gorden kulihat Bapak tamu tadi masih punya satu pak rokok berwarna merah. Lalu tibalah saatnya Bapak dan Ibu tamu tadi mohon pamit. Bapak dan Ibu saya mengantar sampai ke gerbang yang berjarak sekitar 10 meter. Saya lihat rokok berwarna merah masih di atas meja. Saya langsung lari cepat buat “menyelamatkan” itu rokok. Ternyata mereknya “Tokek” dan masih utuh. Cepat saja rokok itu saya taruh di laci lemari buffet yang ada di ruang tengah. Dan sayapun lalu bersembunyi…

Rupanya Bapak tadi sadar bahwa rokoknya ketinggalan. Lalu ia balik ke rumah. Bapak saya nanya, “Wonten punapa Pak ?” (Ada apa pak ?). “Anu, rokok dalem kentun” (Rokok saya ketinggalan). “Lha mangga dipun pirsani” (Lha silahkan dilihat)..

Tentu saja Bapak tadi tidak bisa menemukan rokoknya yang sudah saya sembunyikan di laci. Dengan santai, Bapak tamu tadi pamit lagi untuk kedua kali..

Dan sayapun tereak “Party time !!!!”

Besoknya, ketika Bapak dan Ibu sudah berangkat kerja, dan saya sudah pulang dari sekolah TK yang berjarak sekitar 1 km, saya segera memanggil beberapa teman karib saya seperti Dik Dibyo dan Dik Edy Suprayitno. Dengan bisik-bisik ala anak kecil saya ceritakan bahwa kemarin saya menemukan “harta karun” yaitu satu pak rokok merk Tokek. “Mau nggak ngrasain ?”, tanya saya. Mereka tidak menjawab, tapi dari mata mereka yang berbinar-binar saya tahu merekapun ingin segera merasakan “daun surga” itu..

Kamipun menuju ke pavilyun sebelah rumah, tepatnya ke sebelah pavilyun dimana kandang ayam terletak. Ayam saya si Manis yang lagi bertelur dan mengerami telurnyapun kaget karena ada tamu-tamu kecil “The Little Rascals” pada datang ke tempat pertapaannya. Iapun berkokok keras sekali tanda terkejut..

Rokokpun kami buka, satu orang satu rokok. Korekpun kami ambil dari dapur di sebelah kandang ayam, dan rokokpun kami nyalakan..

Kamipun mengisap rokok untuk pertama kalinya, “Sreeeeep…”

Dan kamipun terbatuk-batuk sambil ketawa-ketawa. Setelah beberapa kali batuk, rokokpun kami matikan apinya dan dibuang jauh-jauh ke tengah ladang jagung di sebelah kandang ayam..

Sisa rokok saya simpan lagi di laci lemari buffet di ruang tengah. Karena kalau siang rumah sepi Bapak Ibu kerja, maka tidak ada seorangpun yang tahu kalau saya barusan merokok.

Sampai hari ini, ketika blog ini saya tulis..

Bagaimana dengan anda ?

9 Comments (+add yours?)

  1. simbah
    Mar 30, 2008 @ 01:29:12

    Saya mengenal rokok baru kelas III SD, waktu itu rasanya kok pait… kalo gak salah rokok cap ‘Grendel’ atau cap ‘Kerbau’…yg manis ya rokok klobot mateng cap ‘Kunir’ atau ‘Kitiran’. Baru SMA kelas I agak sering ngrokok, soalnya perasaan kalo ngrokok kok ‘Gagah’, ngeper supaya dikagumi cewek. Itupun cuman kadang2, baru setelah kerja punya Gaji sendiri tambah ngebul. Apalagi kalo pas sedang ‘patah-hati’ wah ngrokokku gak brenti2.

    Brenti-2 setelah menikah, istriku ngancam pilih Rokok apa Dia, yah demi Cinta aku brenti ngrokok.
    Sampai detik ini aku gak ngrokok lagi, nah nular Anakku yg gede coba2 ngrokok, katanya buat ngurangi ‘stres’ meski Emaknya ngomel-2 mulu…

    Reply

  2. tridjoko
    Mar 30, 2008 @ 07:21:37

    –> Simbah : sejak merokok pertama waktu TK itu saya merokok lagi 1 batang rokok waktu kelas V SD. Ketahuan ibu saya, langsung dicabut dari mulut dan dibanting ke tanah, apinya dimatikan. “Kamu ikut ngisap ganja ya sekarang ?”, kata Ibu sambil menjewer telinga keras-keras. Padahal itu rokok Kerbau beli 1 linting…he..he..

    Merokok lagi waktu SMP II dengan teman-teman SMP. Merokoknya di alun-alun Madiun. Wah, rasanya gagah sekali, seperti menjadi orang gede. Setelah merokok, kami berempat (Purwoko, Gembes, Budi Mulyanto dan saya) masuk ke Bioskop Arjuna buat nonton film “Pengantin Remaja” yang dibintangi pasangan abadi Sophan Sophiaan dan Widyawati itu..

    Waktu sekolah di AS saya merokok kadang-kadang, tapi agak sulit karena banyak cewek bule terbatuk-batuk ngisap asapku dan matanya langsung melotot ke arahku..

    Waktu di Singapore, saya sama sekali nggak berani merokok takut didenda Sin $ 150 kalau membuang puntung rokok sembarangan..

    Prinsip saya, saya tidak pernah merokok di depan : 1) ibuku 2) isteriku dan 3) anakku…

    Kalau prinsip teman saya 3W : Wareg, Waras dan Watuk…

    Jadi belum top kalau belum ngudut…he..he..he..

    Reply

  3. Agung
    Mar 30, 2008 @ 08:32:58

    wah,
    ternyata si Bapak bandel juga yah waktu kecil.
    hahahahahahaa…!!!
    kalo saya sih uda berprinsip buat ga pernah nghisap rokok seumur hidup.
    dan ampe sekarang emank belom pernah tuh saya ngrokok.
    yang ada jadi perokok pasif kalo di bus ato halte.
    hehehehe..!!
    eh,pernah sih nghisap rokok waktu kecil.
    TAPI GA DISUNDUT API,alias rokok baru yang ga ada apinya.
    hehehehehe..!!

    Reply

  4. tridjoko
    Mar 30, 2008 @ 13:47:34

    –> Agung : baru tahu ya saya bandel sejak kecil ? He..he..emang iya..

    Bagi orang Madiun tidak mengisap rokok itu hal yang aneh. Dimana-mana orang merokok, maklum Jarum, Gudang Garam, Sampurna, kan semuanya sekitar Kediri-Madiun-Kudus. Belum pabrik rokok yang kecil-kecil..

    Tapi saya tidak pernah jadi perokok kontinu lho, hanya occassionally saja..

    Reply

  5. Aldi
    Mar 30, 2008 @ 15:33:36

    wah pak…, sampai skrg saya blum pernah jadi perokok aktif, cuma jadi perokok pasif yang merupakan korban dari perokok aktif
    🙂

    Reply

  6. edratna
    Mar 30, 2008 @ 22:05:43

    Kalau ibu alm baca ini, bisa pingsan….

    Reply

  7. tridjoko
    Mar 30, 2008 @ 23:06:29

    –> Aldi : Good to know that…

    –> Bu Edratna : kalau Ibu alm denger ini bisa pingsan..he..he.. Benar juga ya !

    Reply

  8. wahyu
    Jul 18, 2010 @ 12:34:24

    kalo saya pertama ngerokok aktip pas kelas sau smp,,,,,sampe sekarang saya ngerokok, udah kerja!!!!!

    Wah !!!!!!

    Reply

  9. febrian
    Dec 02, 2013 @ 19:11:48

    klo saya ngrokolk pertama kali waktu kelas 4 Sd karna ikut ikutan teman dan yang agak sering kelas 7 smp sering di rumah kosong atau di tanggul kan saya sering ngarit sama teman” biasanya rokok L.A. patungan sama teman teman

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: