Head of the class

Judul posting ini “Head of the Class” sebenarnya adalah judul film seri yang dulu setiap hari Rabu sore selalu diputar di RCTI. Ceritanya tentang suasana ruang kelas sebuah SMA di Amerika yang siswa-siswinya pandai-pandai. Salah satu siswi di kelas ini diperankan oleh Robin Givens, yaitu mantan isterinya Mike Tyson yang nuntut cerai gara-gara sering dijadikan “sansak” hidup ini. Gurunya adalah Pak Moore, seorang pria paruh baya dengan rambut panjang dikuncir ala Duncan McLeod di film seri Highlander..

Nah, disebut “Head of the Class’ yang artinya “kelas anak-anak pintar” karena mahasiswanya memang pintar-pintar. Persis seperti mahasiswa saya di Binus yang memang pintar-pintar. Cuman bedanya, siswa di kelas “Head of the Class” ini suka bertanya dan mendebat guru di dalam kelas, persis dengan konsep Binus tentang “Student-centered learning” atau persis dengan konsep Paramadina tentang “dosen bukan satu-satunya sumber pengetahuan”. Jadi jika ada murid bertanya tentang hal yang barusan diterangkan oleh guru, maka guru akan mendengarkan sambil duduk di “lingiran” (pinggir) bangku, lalu memberikan jawaban “kira-kira” yang masih bisa didebat oleh siswa lainnya, atau memberikan masalah baru yang perlu untuk didiskusikan..

Bedanya mahasiswa Binus dengan siswa “Head of the Class”, yaitu ketika ditanya “Ada pertanyaan ?”. Maka siswa “Head of the Class” akan angkat tangan semua, tanpa kecuali. Sedangkan mahasiswa Binus akan langsung melihat ke sepatu, atau lantai, atau tas masing-masing dan tidak berani menatap mata dosen, apalagi bertanya !!!

Sebagai guru cum dosen, saya pernah menemukan kelas “Head of the class” sewaktu saya volunteer sebagai guru komputer di SMP Nasional I tempat anak saya Dessa belajar. Mulanya ibu Kepala Sekolah yang menawari apakah saya mau menjadi guru volunteer tanpa dibayar setiap Sabtu selama 1 jam. Saya jawab, “Mau Bu, akan saya coba”.

Sejak itu, jika saya sedang mengajar pemrograman C dan saya memberikan soal-soal, maka jika ditanya “Ada pertanyaan ?”, maka semua siswa akan mengangkat tangannya tinggi-tinggi dan tidak akan meletakkannya kecuali pertanyaannya telah dijawab oleh guru volunteer. It is really amazing, isn’t it ?

Yang kedua, ketika saya setelah menyelesaikan program Master’s in Computer Science dari Amerika dan kembali mengajar di Binus pada semester genap tahun 1980, saya juga sering mengajar “Head of the Class” di Binus. Maklum sampai dengan tahun 1993 kalau tidak salah, mahasiswa Binus yang kode kelasnya abjad awal A, B, C (misalnya 1PAT, 1PBT, 1PCT) pasti mahasiswanya pintar-pintar. Yaitu kelas A paling pintar, kelas B paling pintar kedua, dan kelas C paling pintar ketiga, dan seterusnya…

Entah “demi pemerataan” apa bagaimana, sejak semester ganjil 1984 kalau tidak salah, semua kelas di Binus diacak habis sehingga yang ada di kelas ada yang pintar sekali, pintar, agak pintar, sedang, agak kurang, kurang, dan kurang sekali !!

Wah..wah..wah…pantas saja dosen harus bawa katrol merk DEMAG agar mahasiswanya banyak yang lulus !!!

Beberapa minggu yang lalu saya dihubungi oleh kawan lama saya di jurusan Teknik Industri Binus yaitu Dr. Djoko Soetarno, “Pak Tri Djoko, kami undang untuk membawakan kuliah Kapita Selekta di mahasiswa semester 4 jurusan Teknik Industri nanti pada tanggal 27 Maret 2008 jam 15.20”. Saya langsung menjawab tawaran Pak Djoko dengan antusias bukan karena saya butuh uang (ya dech, butuh, tapi nggak terlalu butuh sih..he..he..), tapi yang utama saya sangat curious..

Celakanya, buku “Management of Technology” karangan Tarek Khalil yang akan saya gunakan untuk membawakan topik Kapita Selekta itu sedang ketlisut. Saya cari-cari di beberapa lemari dan plastic box nggak ketemu. Belakangan saya ingat buku tersebut dipinjam seorang teman yang lagi butuh banget buat ngajar di UI. Akhirnya, saya dig-out komputer saya dan sayapun menemukan bahan presentasi lama berjudul “Total Quality Management (TQM) : Leadership and Management Track”. Ya udah bahan itupun saya kirim via e-mail kepada Pak Djoko..

Pada hari yang ditentukan, sayapun masuk ke kelas K1C kalau tidak salah. Mahasiswapun saya bagikan bahan presentasi saya tentang TQM yang sebenarnya untuk mahasiswa S2 UI !!!

Tapi karena saya pengin membawakan “Management of Technology” seperti niat saya semula, saya minta izin mahasiswa apa boleh saya membawakan MoT secara lisan ? Mahasiswa mengiyakan, dan akhirnya sayapun menjelaskan pentingnya MoT di kalangan industri teknologi macam Microsoft, Sun, HP, Google, Yahoo, dan Apple, serta tak lupa Samsung (sekedar pembanding). Perusahaan-perusahaan teknologi ini semuanya sudah listing di bursa, kalau di Amerika bursa khusus saham teknologi adalah NASDAQ, sedangkan kalau di Korea adalah KOSDAQ.

Di perusahaan setingkat Microsoft, kalau mereka ingin meluncurkan produk baru maka hanya segelintir orang saja yang tahu, karena mereka menerapkan MoT dengan ketat. Yaitu menjaga kerahasiaan teknologi demi untuk tetap mempertahankan keunggulan teknologi mereka di pasar dunia…

Demikian kira-kira apa yang saya sampaikan di Kapsel Teknik Industri itu. Ketika diberi kesempatan untuk bertanya, ternyata hampir semua mahasiswa bertanya !!!

Wah, saya sangat antusias menjawab pertanyaan mereka satu persatu sampai-sampai kehabisan waktu dan Kapita Selekta harus segera ditutup. Mendapatkan pertanyaan di suatu seminar dimana kita sebagai pembicara, adalah much more rewarding daripada menerima honor pembicara sebesar segepok uang !!!

Itulah prinsip saya…

[Walaupun setelah saya hitung-hitung, sebagai pembicara Kapsel saya diberi honor lebih kecil daripada kalau saya ngajar..he..he..maklum dosen senior ! ]

Yang jelas, hari itu saya puas begitu saja…

[niruin iklan Rinso jaman baheula]…

 

22 Comments (+add yours?)

  1. Agung
    Apr 05, 2008 @ 17:26:38

    sebenarnya saya punya bakat sebagai anak yg hyper curious (aduh,maap kalo salah spelling yah Pak).
    tapi kelemahan saya,saya susah konsentrasi penuh di kelas,kalo yg di dpn kelas ga bisa “ambil” perhatian saya.
    nah,makanya saya terkesan bawel n sering komen2 aneh di kls.
    di mana itu bikin guru2 saya dari TK ampe SMA BT berat ama saya.
    hehehehehehehehe…!!!
    apa lg wkt SD.
    jadinya yah….
    sejak SD itu saya jadi males nanya.
    masih bawel sih,cuma jadi lebih ga penting aja.
    dan ditambah lagi saya suda ngerti sepenuhnya ato ga ngerti sama sekali.
    jadi makin malas tanya.
    tapi bagaimana pun juga,bakat antusias di kelas msh saya miliki.
    cuma saya harus “bangunin naga yg lagi tidur ini”.
    OK Pak.
    mulai selasa besok,saya mao aktif lagi di kelas.
    saya usahakan aktifnya positif.
    hehehehehehehe..!!

    NB:
    posting di blog saya yg Kuliner Tangerang akan sering2 saya update,soalnya kyknya byk yg kelewatan,dan mungkin saya nemu tmp baru.
    hehehehehehehehehe…!!!
    jadi,kpn Pak ke Tangerang??
    hehehehe..!!

    Reply

  2. tridjoko
    Apr 05, 2008 @ 21:48:55

    –> Agung : wah..bakat “hyper curious” itu bagus lho Gung untuk modal. Sebenarnya istilah “hyper curious” itu tidak ada, karena curious itu sudah mengandung makna “hyper”..ha..ha..ha..

    Ya, bukan salah anda kalau nanya nggak ada guru yang mau njawab. Saya juga punya keponakan seperti itu, akhirnya malah dibenci sama guru-guru satu SMP. Tapi sejak SMA gurunya sudah agak pengertian dibanding waktu SMP, jadi sedikitnya bakatnya jadi agak tersalurkan..

    Bagi saya, anak yang aktif jauh lebih bagus daripada anak yang acuh. Karena kalau anak yang acuh, agak “susah dibangunin”. Sedangkan yang aktif lebih mudah diarahkan dan diajak bicara…

    Tapi kelas anda yaitu kelas ganda agak lumayan lah. Tidak 100% seperti The Head of The Class, tapi toh rambut saya juga tidak panjang dikuncir seperti Duncan McLeod, jadi ya sudah ok. Cuman kurangnya, jarang mahasiswa yang pegang buku text di kelas jadi seolah-olah dosen hanya “the only game in town” yang tidak bisa diimbangi sama mahasiswanya..

    Dulu di tahun 1990 waktu saya mengajar lagi di Binus selepas pulang dari Amerika, mahasiswa Arsitektur Komputer jurusan Teknik Komputer waktu itu sangat kritis-kritis lho. Semuanya punya textbook dan kalau saya salah menjelaskannya, wah..pasti deh habis didebat terus. Saya masih ingat nama mahasiswa paling kritis itu yaitu Ruslan, teman se angkatan sama Pak Suryadi Liawatimena..

    Saya akan sering ke Tangerang, karena nanti Agustus keponakan saya akan menikah di Tangerang..

    Reply

  3. Agung
    Apr 05, 2008 @ 22:41:33

    makanya saya bilang pake “hyper”.
    karena waktu SD saya lebih dr curious itu sendiri.
    aneh yah,saya lahir prematur,waktu msh bayi saya anteng,ga bandel,ga cerewet.
    gitu bisa ngomong,langsung cerewet.
    hehehehehe..!!
    makanya tiap mata kuliah saya selalu berusaha beli bukunya.
    biar pun lagi bokek,saya bela2in beli di toko buku bekas di jln Haji Senen.
    hehehehehehehe..!!
    itu bedanya saya ama teman2 saya di kelas.
    saya bole kalah kalo diadu IPKnya.
    tapi kalo ilmunya,belom tentu.
    apa lagi rejekinya.
    hahahahahahahahahahahahaha….!!!!!

    Reply

  4. tridjoko
    Apr 06, 2008 @ 13:22:44

    –> Agung : Toko bekas di Jalan Haji Senen itu sebelah mana sih ? Ada nggak buku Rich & Knight, “Artificial Intelligence” asli tapi bekas ?

    Wah..kapan2 saya harus ke Jalan Haji Senen itu buat cari-cari buku lama, siapa tahu ada Serial karangan SH Mintarja “Api di Bukit Menoreh”. Saya mau beli nih, soalnya kalau terbitan baru harga 1 set (293 jilid) adalah Rp 2,5 juta !!

    Wah..rumah dekat lapangan golf mengenal istilah “bokek” juga ? Dikemanain tuh uangnya, apa buat main Dota di Empo ? He..he..he..

    Memang pengalaman sih, yang IPK-nya tinggi itu memang pinter, tapi nanti dalam kehidupan selanjutnya yang paling pinter biasanya yang ekonominya paling less-advantage, sedangkan bagi yang IPK-nya biasa-biasa saja biasanya “punya bakat lain” yang nantinya bakal jadi CEO perusahaan gede, minimal perusahaan sendiri. Saya sudah mengamati teman2 saya dulu memang seperti itu..

    Reply

  5. Agung
    Apr 06, 2008 @ 14:13:09

    hehehehehehehehe…!!
    kayaknya ga ada deh Pak buku AI yang asli.
    paling yang fotocopyan kyk yg punya saya.
    soalnya toko itu kan cuma “nampung”buku2 bekas mahasiswa Binus.
    itu lho Pak,tinggal masuk Jl Haji Senen paling cuma 10meter,ada di sebelah kanan.
    namanya Galileo.
    nanti kita ke sana bareng deh Pak.
    saya juga lagi cari2 buku nih buat koleksi.
    di sana juga ada buk2 sastra,mungkin buku yang Bapak cari ada.
    walopun ga jaminan.
    hehehehehehehe…!!
    yah,saya mah kan tau diri Pak.
    masa mao jadi parasit di ketiak ortu terus.
    kalo bisa saya mao cari kerja sambilan yang gajinya gede.
    hehehehehehehehehehehehe…!!!
    yoi donk Pak.
    yang penting hidup ini mah rejekinya.
    hehehehehehehehehe…!!!

    Reply

  6. tridjoko
    Apr 06, 2008 @ 20:10:05

    –> Agung : thanks infonya, hobby saya dari kecil memang mengubek-ubek tukang loak yang khusus jual buku-buku dan komik-komik lama..

    Kalau mau cari sambilan gajinya gede adalah : a) develop program b) have a blog that discuss selling a certain stuff e.g. camera, game station c) selling insurance d) buy-and-sell share e) sell yourself !!!

    Ha..ha..ha..

    Reply

  7. Agung
    Apr 06, 2008 @ 22:46:14

    sell my self?
    astaghfirullah…!!!
    haram atuh Pak.
    hahahahahahahaha..!!
    sejauh ini saya belom nemu kerjaan sambilan yang pas.
    yah,mungkin gajinya ga usa gede2.
    asal kerjanya dgn waktu yg fleksibel (supaya ga bentrok ama kuliah),santai (ga pake target2 gt kyk MLM),dan ga jauh dari rumah.
    macam mana itu lah Pak.

    yoi Pak.
    nanti hari selasa saya pasti ke sana.
    tiap kali kuliah di syahdan,saya pasti mampir di toko itu.
    hehehehehehehehe..!!

    Reply

  8. tridjoko
    Apr 06, 2008 @ 23:30:20

    –> Agung : he..he..lumayan Gung, bisa untuk bayar kuliah 😉

    Itulah yang saya selalu katakan ke mahasiswa pria yang hp-nya berdering nyaring, saya selalu nyeletuk, “Cowok panggilan nih…”

    Dan seisi kelas langsung ketawa !

    Mengenai MLM, sayapun secara pribadi kurang senang dengan model bisnis macam gitu…

    Saya lebih suka “enterpreneurship” macam anak-anak yang drop-out dari Harvard macam Bill Gates. Mereka biasanya membuat “start-up company” yang berdasarkan teknologi. Begitu pula anak-anak muda yang mendirikan Yahoo (salah satunya anak India ?), dan anak-anak muda yang mendirikan Google. Mereka itu sekarang menjadi milyuner dollar lho !

    Reply

  9. Agung
    Apr 07, 2008 @ 09:21:11

    iyah Pak.
    MLM itu macam game teori kalo saya belajar di Mathematic Modelling.
    jadi perusahaan MLM pasti untung besar.
    dan agen2nya pasti lah berkorban besar.
    nah, tinggal gimana agen2 dapet untung juga supaya pengorbanannya ga sia2.
    hehehehehehehhe..!!
    say pernah diskusi ama anak2 “bandel” kota Jakarta.
    mereka bilang sih,sekali dipanggil “tante” bisa ampe 10jutaan.
    ampe2 ada teman saya pernah ditawari MLM,dengan santai dia menolak, “dari pada ikut MLM,mending dipanggil tante2.”
    astaga,itu padahal juara umum SMA Santa Ursula BSD yang sekarang lagi berjuang buat dpt beasiswa di NTU.
    hahahahahahahaha..!!

    aduh,
    maonya juga gt Pak.
    bikin inovasi baru dalam teknologi.
    trus dapet duit banyak.
    cuma kyknya skill saya ga cukup buat kyk Bill Gates,dll itu.
    saya sempet mikir buat jd web designer gt.
    cuma saingannya uda kebanyakan.
    yah,nasib Pak.
    saya hidup di masa di mana penduduk indonesia uda 237juta dan penduduk dunia sudah 6milyar lebih.
    hehehehehe..!!

    Reply

  10. tridjoko
    Apr 07, 2008 @ 10:33:39

    –> Agung : memang dari yang saya dengar dari business MLM, jika pangkat udah tinggi yaitu Diamond sekalipun dan ia dapat gaji/honor tinggi, maka gaji tinggi tersebut nggak ada artinya karena ia harus “memelihara” downline-nya agar hidup terus…

    Mengenai “cowok panggilan”…itu cuman teasing aja kok ! Jangan dianggap serius….!

    Lama atau sebentar di dalam bisnis anda akan menemukan “bentuk” bisnis yang anda sukai dan mendatangkan rejeki banyak. Bukankah bisnis yang paling simpel adalah “trading” ? Yaitu ambil dari sana, lalu dijual ke sini, dan kita dapat “fee” dari rantai tataniaga yang ada. Itu yang paling aman, dan yang paling pasti…dan tidak banyak resiko..

    Reply

  11. Agung
    Apr 07, 2008 @ 10:51:52

    hahahahahahaha…!!!
    bener Pak.
    ikut MLM tuh ampir ga ada gunanya.
    saya sudah lelah dengan itu semua.
    hehehehehhee..!!

    ini Pak,saya sekarang lagi coba jadi distributor jaket.
    si Ala kan lagi bikin replika jaket adidas predator Pak.
    saya jadi yg jual2in di kelas.
    untungnya kecil,susah lagi jualnya.
    tapi lumayan lah.
    hehehehehehehhe…!!
    sekarang2 ini,kalo mao bisnis trading yang baik.
    modal harus kuat,gitu juga koneksi.
    kita juga perlu sering2 cek pasar.
    belom lagi kalo ada saingan.
    tapi kalo Bapak ada peluang buat saya,bole juga.
    heheehehhehehehe…!!

    Reply

  12. tridjoko
    Apr 07, 2008 @ 13:48:14

    –> Agung : saya dulu waktu mahasiswa juga nyambi jualan kaos. Kalau sudah laku 35 kaos, sudah break even dan kaos selanjutnya sudah gratis milik kita (buat dibagikan ke saudara-saudara lain)..

    Bisnis trading yang paling aman, ya trading sembako (beras, gula, minyak goreng) karena kapan aja baik ekonomi bagus maupun ekonomi sulit orang harus tetap makan. Jadi keuntungan sudah pasti di depan mata..

    Kalau awal bisnis, ya pasti sulit. Tapi mulailah dari bisnis kecil-kecilan (Eka Tjipta dulu mulai dari jualan telur), dan ambil fee dikit aja, nggak sebanyak pesaing, ntar kan pesaingnya rontok sendiri. Yang penting kembangkan jaringan yang berdasar trust !

    Teman saya jadi leveransir ikan segar (lele, gurame, nila, emas) juga sukses dan bisa beli rumah geddeeee banget…

    Yang penting serius kerjanya, pasti keuntungan akan datang dengan sendirinya…

    Reply

  13. Agung
    Apr 07, 2008 @ 16:31:29

    padahal kalo jaket itu.
    kalo uda laku 15,yang ke16 gratis.
    hehehehehehehe..!!
    cuma agak susah jualnya,soalnya harganya lumayan.
    apa Bapak berminat?? (hehehehe…!! sekalian promosi).
    cuma 130ribu lho Pak.
    aslinya bisa 650rban.
    hehehehehhe..!!

    Reply

  14. tridjoko
    Apr 07, 2008 @ 21:28:01

    –> Agung : Oh my Gawd, Rp 130.000 ?

    Padahal kalau pakai jaket Predator, saya serasa jadi David Beckham nih….lah lalu Victoria Beckham-nya siapa ?

    Ha..ha..ha..

    Saya yang naksir malah jaketnya TI-MAT angkatannya Dea, kayaknya agak cool gitu dibandingkan yang angkatan anda Gung !

    Reply

  15. Agung
    Apr 07, 2008 @ 21:33:25

    iya tuh.
    padahal si Ala wkt itu uda bikin design yg lebih keren.
    tapi karena di kls byk cinanya.
    jadi mereka lebih suka jaket bernuansa Genk Motor gitu.
    hehehehehehe..!!!

    iyah,Pak..!!
    itu model terbaru gitu.
    mao ga Pak?
    yah,kalo Bapak David Beckhamnya yah Ibu yang sedang S3 di UniBraw lah Victoria Beckhamnya.
    hehehehehehehehe….!!!!

    Reply

  16. tridjoko
    Apr 07, 2008 @ 22:01:00

    –> Agung : Ya deh aku ntar lihat jaketnya seberapa cool…

    Boleh nggak kredit nyicil 5 kali ? Atau bayar pakai nggesek kartu kredit gitu ?

    Isteriku Victoria Beckham ? Ya..didobel ngkali ! Ha..ha..ha..

    Reply

  17. Agung
    Apr 07, 2008 @ 22:08:16

    hahahahhahahahaha..!!
    parah si Bapak teh…!!!
    kalo soal gitu2an saya ga ikut2an ahh…!!
    saya takut salah bicara.
    hehehehehehe..!!

    nanti deh,kalo yang saya uda jadi,
    saya jadikan barang contoh.
    ya ampun Bapak,
    kan dosen senior,jangan menghancurkan harga diri gitu donk…!!
    hahahahahahahahaha…!!
    masa 130rb aja cicil 5x??
    hahahahahahahahaha….!!!

    NB:
    saya juga lagi belajar jd “makelar” properti nih Pak.
    mungkin ada temen Bapak yg cari rumah ato tanah di daerah Tangerang.
    nanti komisi kita bagi dua.
    hehehehehehehe…!!

    Reply

  18. Tri Djoko
    Apr 07, 2008 @ 22:18:56

    –> Agung : maksudnya kalau Vic Beckham kan slim banget, tapi kalau isteri saya tuh slom banget..ha..ha..kebalikannya lah !

    Ya udah kalau nggak boleh dicicil, pakai kartu kredit saja yah ?

    Reply

  19. Agung
    Apr 07, 2008 @ 22:27:46

    yah,pokoknya kalo ngomongin soal istri seseorang,
    saya ga ikut2an.
    hehehehehehehe…!!!
    ditransfer aja deh Pak.
    hehehehehehe…!!
    kita ga ada gesekan buat credit cardnya.
    hehehehehehehehe..!!

    Reply

  20. tridjoko
    Apr 08, 2008 @ 19:51:47

    –> Agung : he..he..he..

    Reply

  21. didi
    Apr 09, 2008 @ 22:41:45

    halo pak tri wahjono…. saiyya mahasiswa t.industri yang ada dikelas PAD tempat waktu itu bapak ngisi seminar dikelas saya..

    saat bapak isi seminarnya saya seneng pak. bapak orngnya kocak..apalagi yang saat menjelaskan bagan umbrella tapi bukan yang ella..ella.ella…hehehe..sepertinya bapak orangnya humoris nih?! eh bener aja pak.Saya seneng tiap baca artikel di blog bapak yg diwordpress ini..Lucu2, bahasa anak mudanya jaman sekarang nya ngga ketingalan, biar udah setengah abad gaul gitu lhooc…

    wah pak klo saya lagi suntuk saya suka buka my document saya tempat saya nyimpen halaman blog bapak buat baca artikel bapak yg Quantum Leaping …ok banget tuh pask sarannya….Simple dan mudah dimengerti…

    pak, knapa bapak ngga ngajar jadi dosen di jurusan t.industri aja pak??? kan dulunya bapak jadi dekan fak. teknik tuh (klo ngga salah). wah hampir 2 tahun di binus keknya saya blom pnah dapet dosen yang suka nglawak kayak bapak!! bawaannya Serius trusss…hehehe…

    Reply

  22. tridjoko
    Apr 10, 2008 @ 00:16:27

    –> Didi : wah seneng juga akhirnya ada anak kelas 04PAD (Kapita Selekta Teknik Industri) yang memberi komentar untuk posting “Head of the Class” ini..

    Memang posting ini sebenarnya didedikasikan untuk mahasiswa-mahasiswi kelas anda 04PAD itu Did ! Saya impressed banget lho waktu itu dengan kelas anda, ibarat bensin beroktan tinggi (emang Premix ?), begitu disulut dikit langsung …blessss…terbakar…

    Saya dulu pernah ngajar Computer Programming (IF304) di jurusan Teknik Industri, tapi TI extension yang di kampus Sunter itu, yang mahasiswanya pegawai semua. Saya ngajar selama 12 semester berturut-turut (6 tahun) dan ngajarnya malam terus…makanya saya akhirnya quit. Nah, di Sunter ini saya bersama-sama ngajar dengan Pak Dr. Djoko Soetarno di sana..

    Mengapa saya nggak ngajar di jurusan Teknik Industri reguler ? Yah, penginnya saya ngajar di Teknik Informatika, Sastra Inggris, Teknik Industri, DKV, Manajemen, Akuntansi, dsb tapi in the end of the day..Sekjur juga yang menentukan dosen siapa mengajar mata kuliah apa. Ya nggak ?

    Keep on rolling untuk kelas anda ya…!

    [Saya gaul karena suka dengerin radio Prambors..ha..ha..]

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: