Kuliah pertama di Amerika

Inilah cita-cita saya sejak lama, yaitu bisa kuliah S2 atau S3 di Amerika ! Makanya, waktu saya sudah datang di kota Bloomington buat kuliah di Computer Science Dept, maka perasaan saya excited banget. Rasanya nggak sabar nunggu matahari esok hari…

Maka di pagi yang cerah itu saya bangun pagi, lalu mengambil handuk dan sikat gigi yang sudah dibaluri odol Colgate, lalu keluar kamar buat mandi di share bathroom. Seperti biasa, sayapun ke belakang dulu, buat menumpahkan isi perut. Bagi yang nggak biasa, pergi ke belakang dengan WC ala Amerika pasti akan bermasalah karena yang namanya air pembasuh tidak ada, yang ada cuman tissue 3 roll yang nempel di dinding..

Setelah itu saya masuk kamar mandi, yang di wing saya jumlah yang bershower ada 2 dan yang ber-bathtub ada 1. Sayapun milih yang ada showernya. Karena ini bulan Januari, udara di luar masih sangat dingin dan penginnya mandi dengan air yang super hangat. Maka kranpun saya setel yang paling panas.

Air panaspun menimpa punggung, asyik !! Pantas saja saya tidak pernah merasa “masuk angin” selama di Amerika ini karena selalu mandi dengan air panas yang barangkali “mengusir angin” dari tubuh saya..

Setelah selesai mandi dan pakai baju yang dialasi “long john” atau baju hanoman sebagai dalaman, sayapun menuju ke dining hall buat makan pagi. Makan pagi hari itu sangat standar, yaitu kue waffel (rumah tawon) yang diguyur “juruh” (larutan gula) manis, scrambled egg (telur orak arik), segelas susu segar, dan segelas orange juice.

Sayapun makan dengan cepat, dan kelihatannya setiap pagi semua penghuni asrama graduate dorm ini makan dengan cepat dan tidak ada yang sengaja mengobrol berlama-lama. Selesai makan, sayapun menuju ke Lounge yang sangat luas dengan sekitar 20 pasang sofa tamu dan 1 grand piano itu. Untung jadwal bis sudah saya dapatkan kemarin, sehingga saya tahu jam berapa bis akan datang. Walaupun jam sudah menunjukkan 7:40 am namun suasana di luar masih seperti jam 5.00 pagi di Indonesia alias masih “peteng ndedet” (gelap gulita), maklum ini kan musim dingin..

Lima menit sebelum bis tiba, sayapun keluar dari Lounge melalui pintu dorong dari tangga fire exit. Busnya mirip bis roti jurusan Baranangsiang-Darmaga di jaman dulu. Cuman bis di Indiana University ini warnanya putih dengan setrip merah dan ada tulisan Indiana University di badan busnya.

Sayapun antri masuk bus, dan menunjukkan kartu mahasiswa saya ke Pak Sopir yang pria setengah tua itu. Di kartu mahasiswa saya memang sudah ditempeli sticker bis kampus selama Spring semester ini dengan tarip $ 65 per semester untuk perjalanan sesukanya asal masih sekitar kota Bloomington.

Bispun menderu di sepanjang Tenth Street ke arah barat. Di Depan IU Library bispun berbelok kiri. Waktu bis berhenti di halte, banyak naik mahasiswi yang tinggal di Sorority (asrama mahasiswi, lebih mewah daripada dorm) yang jumlahnya puluhan di IU ini. Kebanyakan rambut mereka itu di-perm (di-krul kalau bahasa Jawanya, yaitu rambutnya dibuat berombak dengan mesin khusus). Rata-rata mereka juga membawa jaket tebal, ear muff (penutup telinga), dan sarung tangan. Celana jeans dan sepatu kets tidak ketinggalan. Bag pack mereka hampir semuanya bermerk “Jansport”, dengan berbagai warna tapi kebanyakan biru atau hitam..

Dalam waktu 5 menit, buspun sudah berhenti di halte depan Sweeny Hall tempat Physics Dept terletakdi Third Street, sayapun harus berjalan sekitar 30 meter menuju ruang kuliah pertama saya di Lindley Hall, ruang 201..

Di dalam ruangan, sudah sekitar 30 mahasiswa hadir di kelas. Tidak ada obrolan dengan suara keras, semuanya berbicara dengan lainnya dengan nada rendah, mungkin karena ini kelas baru maka di antara mahasiswa belum saling kenal. Saya lihat di kelas “Introduction to Digital Computing” (semacam Discrete Mathematics ini) ada seorang mahasiswi S1 dari Indonesia bernama Miranda. Ternyata ia ambil jurusan Business tapi dengan Computer Science sebagai minor. Saya juga melihat seorang mahasiswi dari Greece, teman Miranda. Saya juga melihat seorang mahasiswa dengan baju PDU IV US Air Force, seorang mahasiwa lagi dengan baju PDU IV US Marine Corps, dan seorang mahasiswa yang sudah berumur 30 tahunan dengan kaos hijau tentara dengan celana camouflage (loreng). Belakangan saya mengerti bahwa mahasiswa yang menggunakan PDU IV adalah mahasiswa yang ikut program R.O.T.C. (Reserved Officer Training Corps) yang 5 hari sebagai mahasiswa, dan 2 hari di weekend sebagai tentara dan nanti kalau sudah lulus akan menjadi Officer (Perwira) di kesatuan masing-masing. Sedangkan mahasiswa yang menggunakan camouflage adalah mahasiswa yang sekolah dengan menggunakan G.I. Bill (dibiayai oleh General Insurance tentara)..

Setelah menunggu 5 menit, tepat pada waktunya seorang professor, sebut saja namanya Professor A, masuk kelas. Ia lalu menjelaskan administrivia (tetek bengek mengenai peraturan nilai, tugas, kode academic dishonesty) terlebih dahulu. Tidak lupa menyebutkan alamat e-mail dan office hour jika ada mahasiswa ingin nanya mata kuliah ini di luar jam kuliah.

Sayapun mencoba mencatat apapun yang dikatakan professor itu, apapun yang ditulis oleh professor itu di papan tulis yang masih blackboard itu, juga saya catat di loose leaf saya. Hari ini so far so good dan yang disampaikan professor itu masih bisa saya tangkap dengan jelas dan terang karena yang dibicarakan masih sekitar Fungsi.

Di luar kelas, saljupun turun dengan derasnya. Sering mata ini berpindah-pindah dari papan tulis ke pemandangan luar kelas 201 ini. Pemanas di gedung Lindley yang sudah hampir 200 tahun ini masih dialiri oleh gas, dan seringkali suara knocking yang keras, “thok..thok..thok..” terdengar di dalam pipa-pipa heater itu..

O ya selain 1 mahasiswi Indonesia dan 1 mahasiswi Yunani tadi, serta saya sendiri, maka mahasiswa-mahasiswi sisanya adalah bule Amerika berjumlah sekitar 50 orang dengan 15 orang mahasiswi.

Tak terasa kuliah 90 menit ini selesai di hari Senin tanggal 14 Januari 1987 ini. Kuliah berikutnya adalah kuliah 60 menit di hari Rabu nanti di ruang yang sama.

Selepas kuliah, sayapun membawa backpack saya yang cukup berat untuk menuju ke Indiana Memorial Union untuk membeli buku yang kemarin belum sempat saya beli..

Sesampainya di IMU, saya menuju cafe dan mengambil secangkir kopi dalam gelas sterofirofom dan menyeruput kopi itu di salah satu pojok cafe ini..

Udara semakin dingin, dan sayapun akan segera naik bis kembali ke dorm saya, Eigenmann Hall..

Sayapun diam-diam tersenyum puas, karena sudah merasakan kuliah pertama di Amerika..

 

2 Comments (+add yours?)

  1. tya ajaa...
    Jul 05, 2008 @ 09:15:33

    Om…
    namanya sypa c?
    pengen knal n dpet crita bnyk ttg education abroad kya gni nih..

    Reply

  2. Henirita Susila
    Jan 02, 2009 @ 11:31:11

    salm kenal mas..
    aq jg dr English Department Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, bagi2 cerita ttg Kuliah di Indiana Dunk…and kasih aku contoh2 tulisan anda, biar aku beljar dari sana. Thnks

    Heni,
    Cerita tentang kuliah di Indiana ada di bulan-bulan awal saya membuat blog ini (Nop 07, Des 07, Jan 08). Tapi karena saya kuliahnya ngambil Computer Science maka ngambil English Course selama 1 semester jarang atau belum saya ceritakan. Tapi kalau ada peminatnya, nanti deh saya tulis kembali tulisan tangan saya dulu dalam bentuk teks, atau saya scan saja supaya penggemar seperti anda (ceileeee) bisa melihat langsung seperti apa tulisan tangan saya dan seperti apa komentar dari Prof di Linguistics Dept Indiana dulu…
    Saya kira masih ada kok tulisan saya dulu, nanti deh saya cari lagi…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: