Manusia tidak bermuka

Sudah saya menjadi pelanggan jalan tol dalam kota Jakarta. Mungkin sejak jalan tol itu ada dan sejak saya mempunyai mobil tentunya. Di masa yang panjang itu, telah banyak terjadi perubahan dari fisik jalan tolnya sampai dengan Dirut Perusahaan jalan tol, sampai dengan si mas dan si mbak yang melayani gate masuk jalan tol..

Seingat saya, mbak-mbak penjaga gate Halim dari arah timur menuju dalam kota adalah yang paling ramah. Dulu di tahun 1995-an tidak lupa menyapa, “Selamat pagi pak”. Lalu kita jawab “Selamat pagi” sambil menyodorkan uang. Si mbak akan segera menyodorkan uang kembalian sambil kembali bilang “Terima kasih pak, selamat jalan”…

Itu dulu sekali, sekarang sudah tidak ada lagi…

Mengapa ? Ya karena mbak-mbak itu sudah mengalami banyak “harrassment” (pelecehan) dalam berbagai bentuknya. Sewaktu saya masih mengajar di Institut Sains dan Teknologi Al-Kamal – Kedoya, sewaktu pulang masuk tol ke arah Tomang saya dengar seorang mbak bertereak keras melalui loud speaker dan kata-kata yang keluar sangat tidak enak didengar yaitu, “Ambil uang kembaliannya, bangsat !!!”..

Saya membayangkan, masuk jalan tol Kebon Jeruk-Tomang yang dulu hanya membayar Rp 500, ada segerombolan anak muda atau orang tua naik Honda Civic warna hitam mungkin melecehkan mbak itu dengan kata-kata misalnya, “Hallo sayang, ini uang Rp 5000, kembaliannya buat kamu aja ya cantik…”

Mungkin kata-kata seperti itu yang membuat si mbak marah besar dan mengata-ngatai seperti di atas…

Jika saya melewati tol Taman Mini menuju Cawang yang bayar Rp 1500 itu, saya selalu bilang sama isteri saya sama anak saya, “Nih, coba lihat, penjaga gate tol-nya nggak mempunyai muka soalnya tangannya saja yang kelihatan !”. Dan karena sudah hapal dengan kata-kata saya seperti itu, isteri dan anak saya pasti langsung tersenyum kecut…

Memang, entah karena takut asap yang berasal dari knalpot bis atau apa saya juga kurang tahu, penjaga tol di gate Taman Mini arah Cawang ini selalu membuka jendela sedikit, mungkin 15 cm, lalu tangannya terjulur keluar dengan maksud mau mengambil uang Rp 1500 yang dibayarkan oleh pengemudi mobil yang lewat gate ini. Tapi muka si mbak ini nggak kelihatan sama sekali !!!

Oleh karena itu, saya sebut saja “Manusia tidak bermuka” !!!

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: