Terpana rencana keselamatan di Air Asia

Kalau anda mau terbang dengan rencana keselamatan terbaik di tanah air, naiklah Air Asia !!

Yang saya katakan itu tidak hanya “bluffing”, tapi mendekati kebenaran. Maklum, jelek-jelek saya nih kerjanya erat kaitannya dengan audit keselamatan !

Minggu lalu selama 3 hari saya bertugas ke Madiun, yang kebetulan kota kelahiran saya. Perginya dari Jakarta saya naik Mandala Air yang sudah saya bahas dalam posting terdahulu. Pulangnya naik Air Asia dari Solo (SOQ) menuju bandara Soekarno-Hatta Cengkareng (CGK)..

Di bandara Adisumarmo Solo, begitu boarding ke Air Asia kejutan pertama adalah tempat duduknya tidak dilapis dengan “fabric” seperti maskapai lainnya, melainkan dengan kulit berwarna hitam jadi serasa naik mobil saja ! Jarak antar tempat duduk juga agak lebar dibanding maskapai lain. Sudah begitu, tidak ada nomor tempat duduk dan siapapun boleh memilih tempat duduk sesukanya..

Saya bersama dua teman lagi memutuskan duduk di deretan dekat “pintu kecemasan” (exit door). Ada keluarga yang membawa dua anak kecil dipersilahkan mencari tempat duduk lain karena memang di kaca “pintu kecemasan” ini ada stiker dengan tulisan “no children in this row”..

Pramugari-pramugari Air Asia juga mempunyai “fair complexion” terbanyak di antara maskapai yang lain. Wah..serasa naik Cathay Pacific saja !

Seorang pramugari mendekati kami bertiga dan bertanya, “Apakah anda bersedia membantu penumpang lainnya untuk keluar dari pesawat melalui pintu di depan anda bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan ?”

Kami bertigapun menjawab, “Siap !!”

Lalu pramugari tersebut menjelaskan bagaimana cara membuka pintu kecemasan, lalu pastikan sebelum membuka pintu bahwa pesawat sudah benar-benar berhenti dan tidak ada api di luar pintu kecemasan. Bila ada api, silahkan menggunakan pintu kecemasan lainnya yang di depan ada satu dan di belakang pesawat ada dua..

Setelah itu, pesawatpun mesinnya mulai di-start menggunakan GSE (Ground Support Equipment) dan pesawat mulai “taxy” ke arah runway. Dua pramugari di depan dan di tengah mulai melakukan demo cara penggunaan sabuk pengaman, pelampung bila pesawat terjun ke air, dan masker oksigen bila tekanan udara di dalam kabin menurun. Semuanya standar menurut ketentuan FAR (Federal Aviation Regulation)..

Yang tidak standar adalah pramugari memberi kata penutup, “…dan marilah kita berdoa semoga kita semua diberi keselamatan dalam penerbangan ini” yang diterjemahkan kemudian ke dalam bahasa Inggris sebagai “..and let us pray for our safety in this flight…”

Wah, bener-bener surprise nih !

Pesawatpun mulai taksi ke ujung runway di sebelah barat. Pesawat akan take off sekitar pukul 16.40. Terlihat beberapa sepeda motor, becak, mobil, truk, dan andong berderet di jalan yang melintang di luar pagar runway. Beberapa penduduk Solo/Boyolali-pun seolah berpiknik dalam rangka Ngabuburit dengan melihat pesawat kami. Memang melihat pesawat memberikan perasaan yang sangat membahagiakan !  Apalagi naik pesawat !

“Cabin crew, please take a take-off position”, kata Pilot pesawat memerintahkan semua pramugari duduk dan mengenakan “tali selendur” di kursi masing-masing..

Pilotpun menggeber habis mesin Rolls-Royce Airbus A320 itu sampai kira-kira 10,000 rpm (?) dan kecepatan 300 km/jam…dan pesawat Air Asia kamipun melesat bagaikan anak panah dengan sudut 40 derajat ke udara yang sore itu amat sangat cerah. Kota Solo yang damaipun terlihat damai di bawah..

Sepanjang jalan, cuaca cerah menyambut kami menuju bandara Soekarno-Hatta. Seperti biasa, landing di bandara yang runway-nya sepanjang 5,000 meter ini berlangsung dengan mulus. A soft landing !!! Thanks Captain !!

Pesawat telah berhenti sepenuhnya di Apron. Kamipun keluar melalui pintu belakang. Pramugari dengan “fair complexion” tadipun mengucapkan selamat sore yang manis dan tidak dibuat-buat !

Sayapun pengin naik Air Asia lagi !

[Disclaimer : ini kejadian di tengah minggu, weekdays, dan bukan di akhir pekan atau di peak season. Keadaan bisa menjadi agak lain pada musim peak season. Ini bukan iklan, hanya pengalaman pribadi. Percaya atau tidak diserahkan sepenuhnya ke pembaca. Tapi lebih baik mencoba sendiri..]

 

44 Comments (+add yours?)

  1. Agung
    Apr 07, 2008 @ 09:30:58

    wah,kalo saya dan keluarga emank uda ketagihan naik airasia Pak.
    uda relatif murah,pesannya gampang lewat internet,dan profesionalismenya itu lho.
    biar murah,tapi ga murahan.
    paling ga airasia ga pernah ada kejadian2 aneh kyk adam air ato garuda.
    dan yang saya tau,airasia itu “lebih tajir” dari garuda lho.
    bayangkan,airasia bisa jd sponsor MU dan EPL.
    pramugarinya juga “baik2” dan modis.
    hehehehehehehehehhehe…!!!
    saya n keluarga skrg2 ini kalo naek pesawat pasti airasia.
    sayang belom ada airasia ke eropa,kalo ada naati saya mao S2 mending naek airasia aja.
    hahahahahahahahahhahahahaha…!!!

    Reply

  2. tridjoko
    Apr 07, 2008 @ 10:40:04

    –> Agung : wah..anda pengagum Air Asia juga ya ? Wah…Air Asia Frequent Flyer dong !!!

    Emang kapan itu saya kaget karena Air Asia jadi salah satu sponsornya MU..

    Tapi kalau ke Eropa, saya sarankan anda naik Cathay Pacific aja. Pramugarinya pakai baju model Cheongsam dan belahannya sampai…wah tinggi sekali !!

    He..he..he…

    Sayang sebagai pegawai negeri saya harus selalu naik Garusa kalau ke luar negeri, selama jalurnya dilayani Garuda. Selama ke luar negeri saya pernah naik : Garuda, Singapore Airlines, Thai, All Nippon Airways, Lufthansa. Kalau pelayanan paling prof mungkin SIA, kalau pramugari paling cantik-ramah-dan-perempuan-dikasih-bunga-anggrek adalah Thai, kalau tempat duduk kecil dan sempit adalah ANA, tapi yang bagi saya serasa “naik haji” (pilgrimage) adalah Luthansa…

    Reply

  3. Agung
    Apr 07, 2008 @ 10:57:37

    hahahahahahaha..!!
    yah,pokoknya minimal setahun sekali (pulang pergi) saya naik airasia.
    kalo ortu saya sih setahun bisa 2 sampe 3 kali.
    saya sih uda percaya penuh lah ama airasia.

    dolo sih saya ke Eropa naik China Airlines.
    wah,itu juga “Wah…..” Pak.
    pramugarinya juga pake baju cheongsam dengan belahan ampe ….. “Wah…”.
    hahahahahahhahaa…!!
    uda gitu ketat gt lagi ampe posturnya jelas terlihat kyk model2.
    luar biasa sekali.
    hahahahahahahahaha…!!
    kalo pegi jauh2 gt naek apa jg OK lah yang penting selamet.
    hehehehehehehehehe…!!!

    Reply

  4. tridjoko
    Apr 07, 2008 @ 13:52:23

    –> Agung : bukankah China Airlines maskapai yang tiketnya paling murah ?

    Saya tidak tahu kalau pramugarinya pakai cheongsam juga kayak Cathay Pacific..

    Kalau sama-sama pakai cheongsam tinggal kita bandingin cakepan mana orang Hong Kong atau orang mainland China ? Yang jelas kalau orang Shanghai biasanya manis-manis, kan Shanghai itu Hollywoodnya mainland China…

    Reply

  5. Agung
    Apr 07, 2008 @ 16:29:57

    China Airlines tuh bukan punya cina daratan Pak.
    tapi punya Taiwan.
    itu satu bos ama Mandarin Airlines.
    (setau saya lho ya.)
    mungkin untuk murahnya karena makanan di pesawatnya relatif sederhana.
    dan baju pramugarinya juga cheongsam yang relatif sederhana juga.
    tapi overall enak lah naek China Airlines.
    hehehehehehehehe…!!

    Reply

  6. tridjoko
    Apr 07, 2008 @ 21:38:05

    –> Agung : yah sama-sama cheongsam-nya tapi kalau Cathay Pacific mungkin cheongsam-nya kayak yang dipakai sama cewek James Bond ya (Michelle Yeoh)…

    Walaupun cheongsam, tapi seragam Cathay Pacific yang mendesain setahu saya orang Perancis lho. Begitu pula baju pramugari batik punya Singapore Girl, itu yang merancang adalah orang Perancis (Pierre Balmain ?)..

    Tapi kalau naik All Nippon Airways saya pernah dikasih makan malam berupa mie hijau….ha..ha..ha..

    Kalau pas naik Continental/Garuda Indonesia Los Angeles-Honolulu saya pernah dikasih makan malam rendang padang yang pedaaaas sekali, padahal air minum belum dikasih…jadinya huss…hah….husss….haaah…kepedasan !

    Reply

  7. Agung
    Apr 07, 2008 @ 21:50:16

    yah,mungkin cheongsam China Air Girl dirancang ama designer lokal aja.
    makanya bisa murah.
    hehehehehehehehe…!!!
    saya mah kalo di pesawat,apa pun saya makan.
    saya ga pilih2.
    tapi yang paling saya suka itu kalo di pesawat disajikan SUSHI….!!!!
    hahahahahahahahahaha…!!!

    kembali ke airasia.
    saya baru aja booking buat akhir tahun ke Singapore via Batam.
    hehehehehehehehe….!!!
    Pak,nanya donk.
    mumpung inget.
    kalo di Singapore,toko buku yang paling lengkap di mana yah??
    saya cuma tau kinokuniya yang di Ngee Ann (takashimaya) doank.
    ato mungkin ada toko buku bekas??
    saya pernah diksh tau di Sungei Road flea market.
    hehehehehehe..!!

    Reply

  8. tridjoko
    Apr 07, 2008 @ 22:07:30

    –> Agung : Wah..selamat anda akan pakai Air Asia lagi…ha..ha..

    Toko buku di Singapore itu ada 2 blok di sebelah barat City Hall, namanya Software City.

    Kalau toko buku Kedokteran ada di ujung Orchard Road di sebelah utara, kurang lebih 1 blok di utara Mt. Elizabeth Hospital dan dekat-dekat dengan Thai Embassy…

    Tapi kalau Toko Buku yang khusus Computer Science ada di Clementi, dengan Singapore Polytechnics nah di ujung baratnya ada perempatan, belok ke kanan (ke utara) 1-2 blok lalu ada Apartemen di sebelah kiri (menghadap ke timur) yang jual buku Computer Science paling murah di Singapore. Saya lupa nama jalannya, yang jelas terusannya Holland Road.

    Atau kalau sempat dan hari kerja, anda bisa datang ke NUS Ridge Crescent Campus, naik loop bus dari Clementi Terminal. Di situ buku Computer Science dan Math cukup lengkap..

    Mengenai flea market yang jual buku-buku bekas di Singapore terus terang saya belum nemu waktu itu..

    Reply

  9. Agung
    Apr 07, 2008 @ 22:16:14

    wah,itu yang di dekat Singapore Polytechnic bisa di tempuh dengan jalan kaki ga Pak dari stasiun MRT clementi?
    kalo hrs ke NUS,saya nyerah Pak.
    saya ga ngerti naik busnya.
    eheheheheheehhe..!!
    katrok nih saya.
    hehehehehe..!!
    saya sebenarnya lagi cari buku RESEARCH METHOD FOR BUSINESS by Uma Sekaran.
    tapi dr taon kemaren ga dpt2.
    dan saya ampe skrg msh penasaran.
    hahahahahahahaha..!!

    Bapak mao ngikut sekalian akhir tahunan di Singapore?
    hehehehehehehehehehehe…!!
    AirAsia, now everyone can fly.
    itu kan mottonya.

    Reply

  10. tridjoko
    Apr 08, 2008 @ 19:48:41

    –> Agung : Singapore Polytechnic itu persis di tengah-tengah antara stasiun MRT Clementi dan Buena Vista, kalau nggak salah bisa jalan kaki dari kedua-duanya. Kalau mau jalan kaki dari Clementi ke toko buku yang saya maksud, bisa sih, dengan jarak antara kampus Binus Anggrek ke SMA 78. Jauh kan ? Jadi lebih baik naik bis kota aja, dari MRT Buena Vista turun lalu nyambung bis sampai kampus Singapoly habis (bus arah Clementi), turun di halte terdekat cari perempatan dan belok ke kanan (kalau nggak salah nama jalannya Holland Avenue). Jalan 1-2 blok tanya toko buku komputer di suatu Apartemen biasa (nggak terlalu mewah) lantai dasar..

    Tapi melihat judul bukunya, mungkin ada di NUS Bookstore, Ridge Crescent Campus. Gampang kok naik bisnya, turun di MRT Clementi, jalan ke arah kiri ada terminal bis Clementi, lalu pilih nomor yang tulisannya Ridge Crescent Loop. Bayarnya di bis tinggal nggesek karcis yang sama dengan karcis MRT. Tanya sopirnya tarifnya berapa. Saya lupa nomor berapa, tapi anda bisa minta buku saku petunjuk nomor2 bis kota di Stasiun MRT terdekat. Cek nomor bus loop ke NUS nomor berapa. Kalau nggak salah bus nomor 47. Nanti kalau sudah mendekati laut dan pemandangan indah, nah itulah kampus NUS. Turun di haltenya dan nanya ke mahasiswi situ (ehm..ehm..), “Which way to the bookstore is ?”. Kalau masih ada waktu nanya juga, “What is your major ?”. “I am from Computer Science”, jelaskan gitu. “Really ? If you are from Comp Sci why you are asking about the bookstore ?”. “Oh, I mean, Computer Science of Binus University, Indonesia”.. {Then see what the student will react..}..

    Mungkin saya juga akan ke Singapore akhir tahun ini atau awal tahun depan, nganter isteri riset di RSAF (Republic of Singapore Armed Forces). Tapi surat2 lagi diurus nih..

    Sebenarnya daripada cari buku langsung ke Singapore mahal, beli aja ke amazon.com pakai credit card. Nggak sampai 2 minggu udah datang bukunya. Atau coba cari tahu ada nggak versi e-book dari buku tersebut di Indonesia…

    Karena e-book kan jauh lebih murah daripada hardcopy..

    Reply

  11. Agung
    Apr 08, 2008 @ 20:15:49

    nah itu dia Pak.
    saya belom cerita yah ama Bapak.
    mata saya ini punya 2 kelemahan,
    selain buta warna,mata saya ga kuat lama2 di dpn komputer.
    paling lama itu cuma kira2 3jam.
    bahkan main game yang paling saya suka aja,ga bisa lama2.
    kalo uda lewat 3jam,mata saya lgs merah2 dan keluar air mata banyak.kyk orang nangis.
    itu lah knp saya sll jelek di nilai praktikum programming.
    dan itu lah knp saya ga suka e-book.
    kalo mampu beli hardcopy,knp ga hardcopy aja.
    hehehehehehehehe…!!

    saya ada kenalan cewe warga singapore.
    anak mathematic di NTU.
    orangnya asik.
    tapi nanti saya akan coba ke NUS,kalo sempat.
    and i’ll try to do you advice.
    tapi tanggal 30 dan 31 desember emank NUS buka?
    emank ada tuh mahasiswi tanggal2 segitu di kampus?
    hehehehehhehehehe…!!

    Bapak pernah beli buku di amazon.com?
    di situ bisa lebih murah yah Pak?
    saya pernah cari2 di amazon.com,
    tapi mahal2.
    belom biaya shippingnya.

    Reply

  12. tridjoko
    Apr 08, 2008 @ 20:23:36

    –> Agung : yah e-Book nya dibeli, harganya kan murah. Sebelum dibaca, ya di-print dulu to mas…

    NUS buka tanggal 30-31 Desember ? Are you kidding ? Ini Singapore bung ! They are all workaholics !!!

    Saya pernah diberi programming assignment dan demonya tanggal 24 Desember jam 5 sore !!! Gokil nggak tuh professor di Singapore ! Besok mau Xmas, kok ini disuruh demo. Kalau univ di AS lebih enak, tanggal 14 Desember – 13 Januari selalu libur !!

    Ya anak Math NUS baik-baik lho, apalagi mahasiswinya…he..he…ehm..ehm…

    Saya pribadi belum pernah beli buku di amazon.com. Tapi anda tahu kan dosen kita Pak Edi Legowo ? Beliau sering beli buku dari amazon.com. Cepat kok shippingnya. Biasanya kalau buku populer, ada yang 100% baru tapi ada juga yang bekas (used book). Nah yang used book ini biasanya harganya tinggal 60% dari buku baru…

    Reply

  13. Agung
    Apr 08, 2008 @ 20:45:09

    saya barusan liat amazon.com.
    yang paling murah aja (used book) $25 + $4 (shipping cost).
    jadi kira2 Rp.280ribu tuh Pak.
    saya pernah tanya ke toko buku spektra (khusus buku import) mereka jual cuma Rp.170rb.
    bedanya lumayan tuh Pak.
    soalnya kan saya harus beli sendiri.
    kalo di amazon.com $20 bersih sih,saya beli juga.
    hehehehehehehehe…!!!

    ngprint e-book??
    aduh,repot Pak.
    saya lebih antusias kalo baca buku2 yang hardcover.
    hehehehehe…!!!

    ooo..mereka buka juga tgl 30 n 31 des.
    kalo buka,tgl 30nya deh saya ke sana.
    nyasar2 gak apa2,masih Singapore ini.
    msh banyak orang2 se”bangsa” ama saya.
    hehehehehehehe…!!
    kalo Bapak jadi,kita bareng aja yuk Pak ke NUS.
    hahahahahahahahahahaha…..!!!!

    Pak,istri Bapak TNI AD yah Pak??
    Papa saya punya beberapa kenalan di TNI AD.
    dan temen paling deketnya Pak Kolonel Morgan Hidayat ama Pak Mayor Iwan (saya lupa nama belakangnya).
    mungkin istri Bapak kenal.
    yang Pak Iwan itu sarjana hukum juga,
    dan beliau masih di bawah 40thn,tp uda mayor.
    lumayan juga kan?
    hehehehehehe..!!!

    Reply

  14. tridjoko
    Apr 08, 2008 @ 21:06:50

    –> Agung : yah..orang bilang kalau mau beli buku murah, pesan di Spektra saja. Tapi lho kapan ntar bukunya nyampe ? Bisa 3 bulan kemudian lho !

    $ 29 di Amazon.com itu “murah” lho Gung. Soalnya, just one phone call away…dan bukunya udah datang…

    Ya isteri saya di tentara. Kalau PM dan CHK, isteri saya banyak yang kenal. Tapi korps lain juga banyak yang kenal soalnya saya dulu kan pernah tinggal di Perumahan AD Cimanggis. Tetangga-tetangga ada yang dari ZI, PAL, Pulahta,KES, dan sebagainya…

    Reply

  15. Agung
    Apr 08, 2008 @ 21:14:13

    bahkan ampe sekarang saya belom dpt kabar dr spektra.
    hehehehehehe..!!
    uda 5bulan kali.
    yah,saya tunggu aja deh.
    sekalian sering cek di internet,
    sapa tau ada yang murah.
    kalo uda mentok,saya akan pake cara terakhir.
    ke toko GALILEO…!!
    hahahahahahahaha…!!

    wah,kalo satuan2 militer gitu saya ga ngerti Pak.
    hehehehehehehehe…!!!
    kalo istri Bapak ampe S3,berarti nanti mantab juga yah Pak.
    bisa ampe pangkat “bintang” di pundak beliau.
    hehehehehehe..!!

    Reply

  16. tridjoko
    Apr 08, 2008 @ 21:21:41

    –> Agung : ya Galileo adalah solusi terakhir dari perburuan bukumu Gung !

    Satuan-satuan militer, dimana-mana juga standar Gung, mau di Amrik, Jerman, Jepang, atau Indonesia. Bedanya cuman tingkat sophisticated-nya. Kalau di Amrik, Marinir sampai punya “angkatan udara” sendiri, sampai pesawat tempur Harrier-pun (yang bisa STOL = short take off and landing) punya..

    Bintang ? Isteri saya setiap malam kalau sudah pusing selalu minum puyer obat sakit kepala Bintang 7 Gung !

    Reply

  17. Agung
    Apr 09, 2008 @ 18:26:20

    itu juga kalo ada Pak di Galileo.
    kalo ga ada saya akan cari lagi.
    dan kalo ga nemu juga,terpaksa,pinjem ke perpus dan fotocopy hardcover.
    hehehehehehehehe…!!!

    kalo tools militer sih saya ngerti dikit2.
    apa lagi pesawat tempur,lumayan lah saya taunya.
    katanya AS lagi design pesawat F-35 yg juga STOL.
    tuh di film die hard 4 malah uda dipamerin simulasi kira2 dari F-35.
    hehehehehehehehehe…!!

    anyway,Bapak pasti jadi ke Singapore akhir tahun ini??
    langsung ke Changi ato via Batam?

    Reply

  18. tridjoko
    Apr 10, 2008 @ 00:39:36

    –> Agung : ke Singapore mah pengin terus, mungkin akhir tahun ini, atau awal tahun depan..

    Most likely saya langsung Changi (bayar fiskal Rp 1 juta). Tapi kayaknya fun juga tuh lewat Batam (bayar fiskal Rp 500 rb)…

    Tahun 2000 kemarin saya pernah ke Batam naik kapal Kelud (2000 penumpang), saya tidur di kelas 1 yang 1 cabin muat 4 penumpang dengan teman-teman sekantor. Asyik banget habis ! Sepanjang perjalanan kita nonton film atau nyanyi di karaoke. Sayapun bisa sembahyang 5 waktu karena ada mushalla di kapal itu. Kapalnya sepanjang dari ujung pertigaan Syahdan sampai kampus Binus, 8 tingkat lagi ! Wow..is sooo big !

    Setelah urusan di Batam selesai (kita survei IT di sana), teman saya ada yang melanjutkan perjalanan ke Singapore naik kapal bayar Sin $ 20 waktu itu..

    Di Batam kami sempat menuju Pulau Galang naik taksi, untuk melihat bekas penampungan “manusia perahu” orang Vietnam, dan melihat kuburan2 mereka juga.. It was amazing !

    Reply

  19. Agung
    Apr 10, 2008 @ 07:59:53

    sep deh Pak.
    saya sih uda beli tiketnya.
    berangkat tgl 29des dan pul tgl 1jan.
    hehehehehehehehehe…!!!
    yah,mudah2an nanti kita bisa ketemu di pulaunya MERLION.
    hehehehehehehehehehe…!!!
    saya ke Singapore juga dalam rangka membersihkan otak dan mata.
    hahahahahahahahahahahaha…!!

    Reply

  20. tridjoko
    Apr 10, 2008 @ 16:02:45

    –> Agung : kalau saya sih mimpinya melewatkan “New Years Eve” di ruangan suite di atas Singapore Airlines Airbus A380 yang “bongsor” itu dalam rute penerbangan Singapore-London bersama isteri…

    Wah, pasti siiip dah !

    [Tapi gaji dosen apa cukup yah ? Alamak !…]

    Reply

  21. Agung
    Apr 11, 2008 @ 08:43:27

    hahahahahahahahaha…!!
    tapi mimpi dan punya harapan itu kan bole2 aja Pak.
    kan bentar lagi Mbak Ditta lulus,jadi beban uda berkurang.
    abis itu nabung deh Pak.
    (*makanya ngajar di UPH donk PAk,konon gajinya 2-3x lipat gaji dosen Binus lho*)
    hehehehehehehehehe…!!!
    beda ama keluarga saya.
    saya lulus S1 aja msh 2thn lg,belom S2.
    adek2 saya msh sekolah.
    malah yang kecil baru kelas 3SD.
    jadi beban keluarga masih berat2nya.
    hehehehehehehehehehe…..!!!

    kalo saya sih maonya di eropa,aussie,amrik,ato canada.
    pokoknya tempat2 yang kalo taun baru ada salju dan fire work yang banyak.
    hehehehehehehehehehehhehe…!!
    masa taon baruan di pesawat Pak.
    mana seru?!!?!?!?!

    Reply

  22. tridjoko
    Apr 11, 2008 @ 09:56:30

    –> Agung : iya Gung..saya harus nunggu anak saya Ditta lulus dari ITB Juli ini, lalu ia kerja di oil services company yang gajinya setumpuk..ha..ha.. walau kalau perlu di Qatar atau Bahrain sana…

    Tapi ibunya belum lulus S3, jadi beban sayapun masih berat Gung. Makanya saya cuman mimpi aja Tahun Baruan naik Airbus A380 yang full double decker itu…

    White X-mas atau White New Year itu nggak bisa diprediksi lho ! Dulu di Amrik di tahun 1989 kalau nggak salah, white X-mas-nya justru di Arizona yang kering kerontang gurun itu, sehingga banyak kakek-kakek dan nenek-nenek yang mati kedinginan karena nggak siap dengan cuaca sedingin itu ! Sedangkan di Indiana, Wisconsin, Michigan yang biasanya turun salju, malahan tidak turun salju…

    Wah..Gung, nggak tahu ya kalau New Year Eve itu paling top kalau dirayakan di pesawat terbang ? Nanti pramugari dan pilot menyuguhkan champagne, lalu kita dikasih topi badut, dan niup terompet…trett..trett..teeettt !

    Di Singapore, idaman setiap orang untuk melewatkan Tahun Baru di atas pesawat rute internasional. Makanya karena permintaan sangat tinggi, harga tiketnyapun sangat mahal. Mungkin hanya anak cucunya George Soros yang mampu…he..he..he..

    Reply

  23. Agung
    Apr 11, 2008 @ 20:12:54

    yah,tapi uda ga berat2 amat Pak.
    apa lagi Mbak Dessa kan uda punya penghasilan.
    beda ama Papa saya.
    beliau cuma sendiri sebagai “penghasil uang” di rumah.
    hehehehehehehehehe..!!!

    yah,kalo sulit dipredikisi,saya pergi aja ke tmp yang pasti bersalju.
    ke Finland ato Norway gitu.
    hehehehehehehehhee…!!!

    masa segitu aja seru sih Pak?!?!?
    hehehehehehhehehe…!!!
    mungkin ga kebayang aja ama saya,kalo taon baruan di pesawat.
    mungkin kalo bisa dugem di pesawat baru saya kebayang serunya.
    AJEB..AJEB…..AJEB..AJEB….!!
    hahahahahahahhahahaha…!!

    Reply

  24. tridjoko
    Apr 12, 2008 @ 07:21:06

    –> Agung : anak sulung saya memang sudah punya penghasilan sendiri, tapi dia juga sudah punya rencana sendiri buat ngapain. Dia juga lagi mikir “membiayai sekolah” adik bungsunya di ITB dan mamanya di Unibraw…ha..ha..

    Wah…dugem di pesawat ? No kidding ? Emangnya Agung tuh sebangsanya Michael Gascoigne yang bekas pemain Lazio dan Spurs itu ?

    Waktu timnas Inggris melawat ke Hong Kong di tahun 2000 (?), pulangnya di atas pesawat British Airways yang notabene flag carrier-nya mereka, mereka mabuk-mabukan di atas pesawat lalu saling melempar bantal dsb. sampai pramugari dan pilotnya dan British Airways malu sampai Mr. Gascoigne kalau bepergian ke luar negeri dipersilahkan numpang Mr. Gatotkaca aja instead…

    Ha..ha..ha…

    Asyik lho melewatkan Tahun Baru di atas pesawat, kita bisa saling bersulang champagne….”tiiiinggg”….”Happy New Year, Sweety”…cup..cup..cup..muah..muah..

    Ha..ha..ha..

    Reply

  25. Agung
    Apr 13, 2008 @ 09:24:53

    hehehehehehe..!!
    namanya juga anak muda jaman sekarang Pak.
    dugem,salah satu bagain kecil dari bagian kelam dunia ini yang saya cukup suka.
    yah,tapi saya tau batasnya lah,lagian sekali masuk aja 120rb,belom beli minum dll.
    hahahahahahahahahha…!!!
    kalo setahun sekali sih,gpp lah.
    asal pulang jangan mabok dan check in ke hotel.
    hehehehehehhehehe…!!

    buat lebaran tahun ini ortu saya uda booking Air Asia (LAGI) buat ke Bangkok (+Pattaya)-ChiangMai-ChiangRai.
    saya mah malas ikut kalo ke Thailand.
    soalnya ilmu saya belom cukup buat bedain cewe ato “sissy” di sana.
    hehehehehehhehehhehee….!!!!

    yah,kalo kita berusaha ga ada yang mustahil Pak.
    kalo menurut teori dan algoritma estimasi saya.
    kurang dari 5tahun lagi Bapak uda bisa ngrayain tahun baru di pesawat dgn penerbangan Singapore – Roma.
    terus abis itu Bapak nonton pertandingan Juventus langsung dari Del Alpi.
    hehehehehe..!!

    Reply

  26. tridjoko
    Apr 13, 2008 @ 23:55:05

    –> Agung : wah..ke Bangkok lagi. Tapi Thailand is a beautiful country, banyak pagoda, dan cewek2nya konon cantik2, asal bisa mbedain yang cewek asli sama cewek palsu…ha..ha..ha..(godain kita dong oom…hi..hi..)

    Saya nggak pernah bermimpi lihat pertandingan Juve di Olympico Grande (Delle Alphi lagi di-renov). Cukup puas misalnya Juve datang ke Indonesia dan main di Stadion Senayan lawan Pelita Jaya he…he..he.. (sementara Persija belum mengesankan saya, kecuali mereka beli banyak pemain bagus..)..

    Dugem Rp 120 ribu ? Oh my Gawd, dulu di Bloom dengan $ 5,- aja kepala udah kliyengan dan kuping budeg karena denger live music yang sangat keras…he..he..

    Reply

  27. Agung
    Apr 14, 2008 @ 12:48:11

    itu dia Pak.
    iman dan ilmu saya belom cukup buat ke thailand.
    apa lagi jln2 di pattaya.
    aduh2…!!!
    mending saya ke singapore ato malaysia aja deh.

    Juventus lagi kurang baik dari segi keuangan.
    sama kyk klub2 italia lain.
    jadi agak sulit kalo untuk tour2 ke luar negeri buat promosi.
    lagian,skrg2 ini yg lg byk fansnya itu klub2 inggris dan spanyol.
    tapi kadang2,malah yg ga terimpikan itu yang bisa terwujud lho Pak.
    hehehehehehehehehe…!!

    Pak,kata Papa saya Singapore Airlines Airbus A380 itu gagal produksi dan terancam ga beroperasi lagi ampe diperbaikin.
    katanya pesawat itu kurang ramah lingkungan dan ada hubungannya dengan keselamatan gitu yang bermasalah.
    tapi itu kata Papa saya.
    saya mah ga tau.
    kalo kata ortu saya,yang enak itu taon baruan di kapal pesiar yang gede.
    kyk star cruise virgo ato yg di karibia itu.
    hehehehehehehe..!!!

    Reply

  28. tridjoko
    Apr 14, 2008 @ 13:50:09

    –> Agung : Yah..memang Singapore dan Malaysia cocok untuk turis kategori “keluarga”, sedangkan Thailand lebih cocok untuk kategori turis “bujangan”. Jadi lain dong !

    Juventus memang lagi nggak bagus karena barusan terlempar ke Serie B dan tahun ini tidak “pergi ke Eropa” (Liga Champions, Eufa Cup) yang sebenarnya mendatangkan duwit sangat banyak. Kalau masuk final Liga Champions saja kalau nggak salah prize moneynya $ 32 juta bagi yang kalah, dan $ 64 juta bagi yang menang. Tapi di antara klub Italia yang banyak duwitnya cuman Inter Milan saja. Milan juga agak pelit belanja pemainnya. Juve awal musim ini sudah keluar $ 40 juta, padahal nggak dapat pemasukan dari Eropa..

    Wah, bener gitu, papamu bilang Airbus A380 itu produk gagal dan nggak ramah lingkungan ? Wah..jangan-jangan papamu orang Boeing…ha..ha..

    Airbus itu jelek-jelek banyak orang Indonesia yang ngerjain, bahkan IPTN ikut membangun sayap pesawat itu. Kalau Boeing semuanya dia kerjakan sendiri. Jadi bagusan mana ?

    Wah…kalau naik Kapal Pesiar apapun namanya, kalau di Singapore dan Malaysia itu konotasinya “mau berjudi” makanya banyak cruise line yang rutenya cuman muter-muter di Singapore-Malaysia sana. Dulu di Indonesia ada kapal Awani Dream, tapi sudah lama nggak ada lagi..

    Reply

  29. Agung
    Apr 15, 2008 @ 18:35:43

    tapi kalo kapal pesiar kan fasilitasnya banyak Pak.
    yah,konotasi ini,yg penting kita ga judi.
    hehehehehehhee..!!
    Bapak saya orang Boeing??
    kalo ampe iya,saya uda kuliah di Harvard Pak,bukan Binus.
    hehehehehehe..!!
    saya suka aircraft gara2 Papa.
    yah,jadi ngerti dikit2 lah soal pesawat.
    mungkin beliau baca artikel di mana gitu soal pesawai airbus yg satu ini.

    klo juara di liga champion,
    selain dapat prize money dari penyelenggara liga champion,
    akan dapet duit juga dari royalty hak siar di TV.
    nah,kalo yang satu ini tergantung klub itu datang dr negara mana.
    dan kalo dari inggris bisa dapet jauh lebih gede dari negara lain.
    misalnya aja,wkt final Barcelona vs Arsenal (2006) ato AC Milan vs Liverpool (2007),
    walopun Arsenal dan Liverpool yang kalah di final dan cuma jadi runner up,
    tapi pendapatan total mereka bisa mengalahkan sang juara saat itu (AC Milan dan Barcelona).
    begitu juga di liga lokalnya.
    makanya klub inggris rata2 lebih mapan dari pada klub italia ato spanyol.

    Reply

  30. tridjoko
    Apr 15, 2008 @ 19:41:12

    –> Agung : he..he..jadi sudah confirm ya, papamu bukan orang Boeing…ha..ha..ha..

    Saya nggak tahu gimana itungan bisnisnya. Katamu klub Inggris menerima banyak prize money dari Liga Champions baik dari UEFA maupun dari hak siar TV. Tapi kok kejadiannya di Indonesia sebaliknya, dulu RCTI nyiarin Liga Italia selama bertahun-tahun. Nah karena Liga Italia ongkos menyiarkannya mahal yaitu USD 6,500 per partai, maka RCTI give up (tepatnya : kalah bidding) dengan TV lain, dalam hal ini TV7..

    Saya kira hak siar Liga Inggris lebih mahal dari Liga Italia itu baru tahun 2007 saja karena adanya “monopoly” dari Sky (?) yang di Indonesia haknya diberikan ke Astro, tahun-tahun sebelumnya Liga Inggris mah nggak mahal nyiarinnya di TV..

    Tapi ada lagi Paradox, ada 3 klub Inggris dalam semifinal Liga Champions. Tapi di lain pihak Inggris (England) sebagai negara kalah dan bahkan tidak ikut pesta Euro 2008. Apa yang dapat disimpulkan ? Liga Inggris penuh dengan pemain-pemain asing yang bagus, tapi bukan orang Inggrisnya. Pemain asing itu seperti Christiano Ronaldo, Carlos “Red Tevil” Tevez, Fernando Torres, Michael Ballack, dan Cesc Fabregas (analisis lain: atau pelatih Timnas-nya waktu itu yang be’o, sedangkan pelatih Timnas yang bagus macam Sven Goran Eriksson malah diisukan macem-macem…)

    Reply

  31. Agung
    Apr 15, 2008 @ 20:53:28

    kalo hak siar TVnya liga italia itu ga dibagi ke smua negara.
    maksudnya sejak thn 1997 negara yang menyiarkan liga inggris lebih banyak dari liga mana pun.
    dan kenapa bisa mahal (yg dimaksud mahal adalah pemasukan buat klub liga)?
    karena liga inggris hak siarnya di pegang penuh oleh ESPN dan Star sport.
    sedangkan liga italia “dijual” bebas.
    nah,ESPN dan Star Sport menjual lagi hak siar kepada stasiun TV umum atau berlangganan.
    karena peminatnya (stasiun yang mao siarin liga inggris) banyak,mungkin bagi ESPN ato Star Sport asal balik modal saja.
    karena pemasukan ESPN dan Star Sport dari iklan2 merek sport saudah sangat tinggi.

    nah,kenapa klub liga inggris jarang kena masalah ekonomi??
    karena penjualan hak siar dikuasai oleh ESPN dan Star Sport maka kendalinya pun lebih baik.
    sehingga hak siar dijual secara kolektif oleh FA.
    jadi tiap klub dapat duit yang hampir sama dalam hal kontrak standard.
    dan pembeda kalo tim itu juara ato masuk 4 besar.
    karena dianggap lebih menjual,maka hadiah dari hak siar lebih besar.

    berbeda dengan liga italia.
    karena “dijual” bebas,
    maka ga ada kontrol atau yang mengurus soal hak siar.
    tiap klub harus keluar modal sendiri buat promosi liga italia ke luar lewat hak siar.
    maka nilai kontrak tiap klub berbeda2,sesuai dengan nilai investasi yang dikeluarkan klub itu.
    jelas tim yang berinvestasi besar dan dianggap menjual,akan dapat duit lebih gede.
    makanya tim kyk AC Milan,Inter,dan Juventus ga mungkin miskin lagi.
    karena investasinya banyak dan nama yang sudah terkenal,maka dapet duitnya juga banyak.
    lain kalo tim kyk genoa,palermo,torino,dll.
    mereka sering kelilit utang.

    satu hal lagi,knp klub inggris lebih mapan dari klub italia.
    karena klub inggris punya stadion sendiri.
    makanya tiketnya pun masuk kantong klub.
    dan staf TVnya ESPN dan Star Sport juga kalo mao masuk hrs bayar lebih.
    karena itu ga ada dalam kontrak.
    kalo klub italia kan stadionnya punya pemerintah kota.
    maka tiketnya pun harus dibagi dua.

    nah,soal monopoli Astro di indonesia.
    itu mah bisa2nya Astro dan Jusuf Kalla aja.
    hehehehhehehehe…!!!

    iyah,Pak.
    Papa saya bukan orang Boeing.
    hehehehehehehehe…!!

    Reply

  32. Agung
    Apr 15, 2008 @ 21:28:02

    NB:
    soal prestasi timnas inggris ada 4faktor.
    pertama,faktor kiper.
    sejauh ini dari David Seamen,ampe Paul Robinson kiper inggris kurang bagus dari smua sisi.
    kalo di banding ama Pter Cech,Van der Sar,ato Buffon.
    jelas kiper inggris kalah jauh.
    berharap lah kiper muda seperti Joe Hart (man city) dan Ben Foster (Man Utd) bisa lebih baik dr senior2nya.

    kedua,faktor pelatih.
    inggris perlu pelatih yang keras dan ga pandang bulu.
    sejauh ini yg saya tau,dari Glen Hoodle ampe steve McClaren,itu pelatih bermental tempe.
    masih mengharapkan sinar dari pemain bintang.
    jelas,pemain spt Frank Lampard uda ga berguna dan ga tune dengan Steven Gerrard..
    tapi masih sering jadi starter.
    saya kira Fabio Capello cukup bertangan besi.
    tapi belum terbiasa dengan pola main di inggris.

    ketiga,faktor liga.
    liga inggris terlalu banyak dipengaruhi oleh pelatih2 dan pemain asing yang berimbas pada permainan yang terlalu variatif pada tiap klub.
    jelas kalo spanyol,italia,jerman,dan belanda,
    di liga mereka pelatihnya kbanyakan lokal dan walopun pemain asingnya ga kalah banyak ama liga inggris,namun pola permainan ciri khas masing2 negara masih dipegang teguh tiap klub.
    jadi saat di timnas para pemain lebih mudah beradaptasi dengan rekan se-timnas.

    keempat,faktor media dan supporter.
    sungguh di inggris media dan supporter sangat kenal sepakbola.
    bahkan bole dibilang terlalu tahu banyak soal sepakbola.
    maka kritikan dari media dan supporter mengalir terlalu deras,sehingga tekanan pada timnas pun lebih berat.
    belum lagi desakan media dan supporter untuk memainkan salah satu pemain idolanya yg mungkin bagi sang pelatih kurang tune dengan tim.

    kira2 itu Pak.
    hehehehehehehe…!!!

    Reply

  33. tridjoko
    Apr 15, 2008 @ 23:03:56

    –> Agung : masalah pemasukan fulus buat klub di Liga Inggris atau Liga Italia itu, whatever you saya lah…

    Tapi seolah-olah anda memandang Liga Inggris tuh bagus banget nggak ada tandingannya. Tapi saya mau kritik sedikit, anda lupa bahwa banyak klub di Liga Inggris udah milik orang asing. Abramovich yang orang Rusia memiliki Chelsea. Hicks & Taylor yang orang Amrik udah mengangkangi Liverpool, dan oom saya Taksin Sinawatra yang orang Thailand sudah menguasai Manchester City. Banyak lagi klub yang mau ditawarkan ke orang Asing, atau malahan sudah milik orang asing (saya lupa West Ham atau mana ya, juga milik orang asing).

    Terus pelatih asing juga banyak di Liga Inggris. Jangan lupa, Alex Fergusson adalah “orang asing” karena ia orang Scotland. Belum lagi Prof. Wenger yang orang Perancis melatih Arsenal, dan Rafael Benitez yang orang Spanyol melatih Liverpool. Begitu juga pelatih Spurs kan juga orang asing kan ?

    Jadi liga Inggris adalah kasus yang sudah sangat parah : pemilik asing, pelatih asing, pemain asing, mungkin hanya tukang coca cola dan tukang kacang goreng di depan stadion aja yang asli orang Inggris !

    Makanya tidak heran, timnas Inggris (England) berpenampilan sangat memprihatinkan, tidak seperti penjelasan anda yang sampai berbusa-busa tadi…he..he…

    Sven Goran Eriksson, sampai dijebak-jebak bule berpakaian orang Arab pakai baju syeikh, ngaku sebagai syeikh dari negara teluk, mewawancarai Sven sampai “semua isi perutnya keluar”. Wah..gimana tuh ?

    Padahal di tahun 1990an saya suka sekali melihat penampilan Timnas Inggris yang kalau nggak salah sampai masuk semifinal (Euro Cup tahun berapa ? lupa ya)….

    Singkat kata, saya masih suka memakai kostum timnas Inggris walaupun jeblok prestasinya, tapi saya nggak mau makai kostum klub Liga Inggris walaupun bagus prestasinya, karena orang Inggrisnya cuman minoritas alias dikit banget..

    Gitu lho !

    Reply

  34. Agung
    Apr 17, 2008 @ 09:27:39

    yah,kalo soal internationalisasi liga inggris sih emank supaya klub2nya banyak duit.
    saya ga maksud secara arogan nunjukin kalo saya bener2 suka ama liga inggris.
    yah,saya emank suka karena saya suka MU.
    tapi kan tadi cuma jelasin soal pemasukan klub2 inggris dan italia.
    gt aja kok Pak.
    no offense to other football club.
    hehehehehehe…!!

    dan soal prestasi klub inggris dan timnas inggris juga cuma sekedar ksh pendapat aja.
    hehehehehhee..!!
    emank kalo soal kepemilikan dan pelatih yg orang asing.
    saya juga ga setuju.
    yah,kalo orang scotland,wales,north ireland,ato ireland sih masih OK.
    tapi kalo org perancis,spanyol,portugal,ato bahkan israel jadi pelatih inggris,
    saya juga ga setuju.
    mereka cuma beri dampak buruk ke timnas.

    gitu aja Pak.
    saya cuma mao kasih pendapat dan jelasin sedikit fakta.
    no offense.

    Reply

  35. tridjoko
    Apr 17, 2008 @ 12:50:22

    –> Agung : di kantor saya banyak banget Master dan Ph.D lulusan Inggris, mereka bisa cerita lebih banyak lagi tentang Liga Inggris..

    Seperti diketahui, United Kingdom (UK) sebagai penemu football diberi hak istimewa oleh FIFA untuk diwakili oleh 4 “negara” yaitu England, Wales, Scotland, dan North Ireland. Baik di tingkat EUFA maupun FIFA, UK padahal sebagai satu negara tetapi diwakili oleh 4 “negara”..

    Keterangan anda seolah-olah, jika England bertanding maka orang Wales, Scotland dan North Ireland bakal berdiri, bertepuk tangan dan cheers dan roots for England ! Kenyataannya jauh daripada itu man !

    Teman saya yang Ph.D nya dari England cerita, waktu pertandingan kualifikasi Euro 2008 waktu England bertemu Croatia misalnya, maka orang Scotland berharap supaya Croatia menang dan England kalah ?

    Tidak percaya ?

    Silahkan buka lagi buku sejarah atau film-film sejarah dimana kerajaan England dengan semena-mena menarik pajak kepada petani miskin di Scotland dan North Ireland sehingga banyak terjadi resistansi di kedua “negara” itu. Sampai-sampai muncul Robin Hood sebagai “hero” bagi kaum tertindas yang melawan kerajaan Inggris (baca : England)..

    Rupanya sampai 2008 sekarang inipun, hal itu masih berlaku..

    So, Alex Fergusson itu pelatih “asing” di England sesuai dengan cerita saya tadi…

    What will you say if Italia won Euro 2008 ? Padahal klub-klub Italia tidak ada yang terwakili di Semifinal Liga Champions 2008 ?

    Reply

  36. Agung
    Apr 17, 2008 @ 19:36:24

    hehehehehe..!!
    santai Pak.
    saya ga maksud gitu lho.
    maaf kalo saya seakan2 jagoin english dan jelek2in liga negara lain.
    jujur,waktu piala dunia 2006,kandidat saya nomor satu italia,kedua spanyol,dan ketiga baru inggris.
    saya ini pecinta sepakbola sejati.
    tapi karena pertama kali saya tahu itu liga inggris dan MU.
    jadilah saya suka itu ampe sekarang.
    tapi saya juga senang ama liga lain.
    bahkan ampe liga belgia (anderlech,genk,dll).
    dan buat saya kalo ampe MU nanti kalah ama Barca.
    yah harus di terima dengan lapang dada.
    hehehehehehehe..!!

    soal sikap scotish,north irish,dan welsh pada english juga saya tau.
    saya sempet bikin makalah itu waktu SMA.
    jadi sejarah UK dari Arthurius sampe Ratu Elizabeth II ini garis besarnya saya tau.
    bahkan ada permaisuri yang selingkuh gara2 rajanya mandul juga saya tahu.
    hehehehehehehehehe…!!!

    Reply

  37. tridjoko
    Apr 17, 2008 @ 20:43:01

    –> Agung : ya Gung, santai aja….;-)

    Tapi untung point saya anda bisa nangkap : lebih penting mana sih prestasi klub atau prestasi negara di bidang sepakbola ?

    Walau klub Inggris diwakili 3 klub yang masuk semifinal Liga Champions, itu masih nggak ada artinya karena timnas Inggris (=England) bahkan tidak diundang di pesta Euro 2008 di Swiss dan Austria..

    Walau klub Italia tidak diwakili satu klubpun di semifinal Liga Champions, tapi watch out…mereka bisa Juara Euro 2008 kalau Donadoni milih pemain dan strategi yang tepat, mengingat pool mereka dipenuhi Perancis, Belanda dan Kroasia (?)..

    Artinya pula, saya nggak terlalu suka kalau Persik atau Sriwijaya FC misalnya menjuarai Liga Champions Asia kalau timnas Indonesia di SEA Games-pun nggak masuk semifinal. Saya lebih suka timnas Indonesia moncer prestasinya di Asean dan Asia, dan kalau ada klub Indonesia moncer juga, nah..itu baru bonus…

    Ada banyak drawback dengan prestasi klub. Sebagai contoh di Liga Italia, Inter Milan walau prestasinya bagus tapi pemain Italia-nya yang masuk timnas Italia cuman Materazzi doang.

    Artinya, Inter raih scudetto ?

    So what gitu loh !!

    Reply

  38. Agung
    Apr 17, 2008 @ 20:58:57

    yah,emank sampe sekarang saya masih bingung buat lebih suka sebuah negara ato sebuah klub.
    soalnya saya pertama kali tau sepak bola tuh klub sih.
    jadinya ga gt suka ama piala dunia ato piala eropa.
    selain saya harus nunggu 4tahun,uda gitu jarang ada kejutan.
    baru piala eropa 2004 ada kejutan kalo Yunani juara.
    mungkin karena the englishmen uda pd frustasi dgn timnasnya,maka mending fokus di klub aja.
    soalnya 4faktor yg saya sebut di atas bener lingkaran setan yang susah di putus buat mendongkrak prestasi timnas.
    sepakbola cuma sekedar hiburan.
    kalo MU menang saya seneng.
    nontonnya juga enak,sepakbola tempo cepat dan atraktif.
    itu aja kok.

    Reply

  39. tridjoko
    Apr 17, 2008 @ 21:20:29

    –> Agung : kalau orang-orang seusia saya mengenal sepakbola dari permainan suatu negara. Dulu waktu TV di Indonesia cuman TVRI doang, kalau ada Piala Dunia 1974, 1978, 1982 selalu disiarkan langsung…

    Sudah gitu, ada fitur film sepakbola “Bala-Bala” yang amat sangat lucu itu, yaitu filmnya dibalik urutannya. Jadi ada orang yang meludah, maka ludahnya bisa masuk lagi ke mulut. Ada yang celananya melorot, tapi bisa kembali ke tempat semula. Ada yang ditackle, kemudian bangun lagi dan sebagainya. Ada juga “Sepakbola Ayam”, jadi ayam disuruh main sepakbola. Kayaknya itu film buatan Jerman karena ayamnya disuruh lari pakai bahasa Jerman “Lauf..lauf…!!!!”. Kalau mau tahu gimana lucunya, tanya papamu atau oom-mu…

    Penayangan klub sepakbola macam AC Milan, Inter Milan, dsb baru dimulai waktu RCTI mulai masuk ke rumah kita tanpa decoder (pertengahan 1990). Itu yang intens alias siaran langsung. Dulu di tahun 1980an Liga Jerman juga sudah ditayangkan TVRI : Dortmund, Schalke 04, Bayern Munchen, Werder Bremen, dsb., tapi bukan siaran langsung, jadi “ikatan kita” dengan klub belum sekuat tahun 1990 sampai sekarang…

    MU ? Saya suka MU waktu ada Eric Cantona saja…

    Reply

  40. Agung
    Apr 17, 2008 @ 21:25:58

    malah saya belom ngerti bola waktu jaman eric cantona.
    jadi belom pernah liat eric cantona maen bola secara langsung di TV.
    kalo rekaman2nya sih uda.

    Reply

  41. tridjoko
    Apr 17, 2008 @ 21:40:06

    –> Agung : Cantona ? Wow…he is a great player. Rather crazy though ?

    How crazy ?

    Dia mau berhenti padahal performance-nya lagi top-topnya saat itu. Dan dia memutuskan pensiun pada usia 28 atau 29 tahun (?), usia yang amat sangat muda….

    Dan dia hidup sebagai “orang biasa” di tanah kelahirannya, Perancis sana, setelah pensiun…

    Salah satu cirinya, “leher baju MU-nya” selalu diurai tegak ke atas, dan satu-satunya pemain MU yang melakukan itu…

    Reply

  42. Agung
    Apr 17, 2008 @ 21:45:22

    iyah,cantona emank hebat Pak.
    kurang lebih mirip rooney.
    cuma bedanya jaman sekarang defender lebih galak2.
    hehehehehehe..!!!
    kalo ga salah umur 29 Pak,terus ampe skrg cantona suka maen sepakbola pantai tarkam.
    hehehehehehehe..!!!

    Reply

  43. tridjoko
    Apr 17, 2008 @ 21:57:35

    –> Agung : sekarang defender lebih galak ?

    Kayaknya nggak, yang saya tahu defender jaman sekarang tidak sehebat jamannya Baresi, Maldini, Bergomi, Gentile..

    Defender jaman dulu bisa merebut bola tanpa dirasakan oleh pemain yang direbut bolanya. Jadi cuman….zlebbbb…dan tiba-tiba bola sudah berada di kaki defender itu…

    Defender sekarang kalah skillnya sama defender jaman dulu, jadi maunya memotong kaki…dan bukan mengarah ke bola…

    Pemain sebesar Cantona hanya main tarkam ?

    Wow…that’s a really wonderful life !!!

    Reply

  44. Agung
    Apr 18, 2008 @ 16:21:32

    atuh kalo bisa rebut bola tanpa kontak dengan sang penggiring bola sih namanya buka galak Pak.
    itu namanya jago n sopan.
    hahahahahahahahaha..!!
    yang saya maksud galak tuh yg keras dan mendekati kasar.
    macam martin taylor,yg cederain eduardo da silva.
    macam fereira yang cederain rooney.
    dan lain2.
    hehehehehehehehe..!!!
    kalo defender maennya bringas2 gitu gimana pemain sekarang bisa sehebat pele,maradona,george best,cantona,michelle platini,beckenbeuer,dll??
    baru nunjukin hebat dikit,uda patah kaki.
    absen deh 6bln,terus pas maen lagi,skillnya uda turun.
    hehehehehehehehe…!!!

    eh,bnr lho Pak.
    sepakbola pantai itu kan msh klub amatir gitu.
    dan mirip tarkam di indonesia gitu lah.
    walopun ada piala dunia sepakbola pantai.
    tapi yah,sederhana saja.
    kayak tarkam.
    hehehehehehehe..!!

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: