Cerita tentang Einstein dan Sopirnya

Di sekitar tahun 1930an dan 1940an, siapa di dunia yang tidak kenal dengan Albert Einstein ? Orang jenius yang menyebabkan bandul Perang Dunia II jatuh untuk kemenangan Amerika Serikat dan Sekutu ? Soalnya ia menemukan Teori Relativitas yang berbunyi E = m C2, yang bisa digunakan untuk “menjelaskan” bagaimana sebuah bom atom bisa dibuat. Coba Einstein tidak berimigrasi ke Amerika di akhir tahun 1930an dan tetap tinggal di Jerman, mungkin akhir Perang Dunia II ada di tangan Jerman…

Nah, saking terkenalnya Einstein dengan Teori Relativitasnya, maka iapun banyak diundang untuk berbicara di depan Seminar, Workshop, Conference, Keynote Speech oleh berbagai universitas baik di Eropa maupun Amerika Serikat. Maka iapun membuat jadwal, sebulan berkeliling Eropa dan bulan berikutnya berkeliling Amerika Serikat..

Seperti layaknya manusia biasa, Einstein-pun juga punya rasa capek. Mungkin waktu itu belum obat penghilang rasa sakit atau jamu pegel linu, barangkali. Maka pada suatu hari sewaktu ceramah di sebuah universitas terkenal di Paris, saking capeknya, Einstein-pun bilang sama sopirnya, “Eh Pir, gua capek nih, kalau gitu gua tiduran di mobil saja ya. Masalah ceramah di gedung universitas itu kamu aja yang melakukannya. Toh, kamu sudah jadi sopir saya selama 5 tahun ini dan kamu sering ngintip saya berceramah, jadi pasti kamu sudah mahir gimana caranya berceramah kayak saya…”

Sopirnyapun mengangguk tanda setuju, walaupun ia agak ketakutan karena harus bicara di depan orang banyak…

Dan surprise-nya, si sopir membawakan makalah Einstein tentang Teori Relativitas itu dengan sangat baik, hampir sebaik Einstein sendiri. Beberapa pertanyaanpun bisa dijawabnya dengan mudah, misalnya tentang siapa isteri Einstein, berapa anaknya, dimana ia menemukan Teori Relativitas, sudah mengunjungi universitas mana saja, dan sebagainya…

Tapi, tanpa diduga tanpa dinyana, datanglah sebuah pertanyaan dari seorang profesor universitas Paris itu yaitu “Bagaimana caranya anda membuktikan bahwa Teori Relativitas itu benar. Saya bersumpah tidak akan pulang ke rumah sebelum Tuan Einstein berkenan membuktikan Teori itu”…

Tapi dasar sopir banyak akal, tidak sedikitpun ia terlihat grogi dengan pertanyaan sesulit itu. Iapun dengan tenang menjawab, “Bapak-bapak dan Ibu-ibu hadirin sekalian, itu sebuah pertanyaan mudah, saking mudahnya sopir sayapun bisa menjawabnya. Izinkan saya ke mobil sebentar untuk memanggil sopir saya”, katanya mantab seperti Pak Djunaidi Santoso dosen Binus itu kalau berkata…

Maka iapun pergi ke mobil, memanggil “sopirnya Einstein” dan mengajak “sopirnya Einstein” itu ke ruang seminar. Maka sambil mengusap mata dan menguap karena masih mengantuk, “sopirnya Einstein” itu mulai menjelaskan bagaimana membuktikan bahwa Teori Relativitasnya adalah benar. Iapun mengambil kapur dan mulai menulis di papan tulis hitam itu. Dengan pelan dan jelas ia menerangkan tahap demi tahap pembuktian rumus itu. Total 10 papan tulispun ia perlukan untuk membuktikan Teori Relativitas itu…

Tak pelak, semua hadirin di universitas Parispun terkagum-kagum dibuatnya…

“Busyettttt….sopirnya Einstein aja pintarnya kayak gini, apalagi Einstein-nya !”..

Hah ? Preeettttt…!

 

14 Comments (+add yours?)

  1. Agung
    Apr 23, 2008 @ 17:01:13

    emanknya jaman segitu belom ada fotonya Einstein di koran2 yah Pak??
    masa profesor2 di paris ga bisa ngbedain yg mana Einstein,yg mana sopirnya.
    hehehehehehehe…!!
    bener Pak,
    Pak Djunaidy Santoso kalo ngomong mantab banget dah..!!
    hahahahahaha..!!

    Reply

  2. edratna
    Apr 23, 2008 @ 19:54:17

    Hahaha…ini pasti jokes ya

    Reply

  3. tridjoko
    Apr 23, 2008 @ 20:42:54

    –> Agung : Photo ? Mungkin di masa itu sudah ada sih…

    Tapi Einstein kan penemu Teori Relativitas, jadi iapun sangat pintar di bidang lain juga dong. Sebelum ia memutuskan untuk “bosen sebentar” dalam memberikan seminar-seminar internasional yang sangat mencapekkan diri itu, ia “dandani” dulu sopirnya sehingga kira-kira mirip dia-lah. Kalau Einstein pakai setelan Giorgio Armani, maka sopirnya dibelikan juga Armani tapi versi Mangga Dua, gitu lho !

    [Jangan nanya pula….apa Mangga Dua waktu itu sudah ada…ha..ha..ha…]

    Jadi orang bisa terkecoh, termasuk para professor dan mahasiswa universitas di Paris…

    Ya Pak Djun San emang toopppp bgt !!!

    Reply

  4. tridjoko
    Apr 23, 2008 @ 20:43:58

    –> Bu Edratna : You bet !

    Reply

  5. Agung
    Apr 24, 2008 @ 14:49:37

    eh,itu bukan sekedar jokes lho.
    kata guru SMA saya sih ini bnr2 terjadi,cuma mungkin ceritanya sudah termodifikasi saat sampai di kita.
    hehehehehehe..!!
    mungkin jg gitu yah Pak.
    sopirnya di make over jadi Einstein.
    hehehehehehehe…!!
    Pak Djun San tea..!!
    si Cu Pek Tong (Bocah Tua Nakal),beliau yg ngaku sendiri lho.
    hehehehehehe..!!

    saya baru dari kwitang nih Pak.
    beli buku ampe Rp225rb.
    abis deh tabungan.
    besok UTS AI.
    semoga saya dapet bagus yah Pak.
    hahahahahahaha…!!!

    Reply

  6. tridjoko
    Apr 24, 2008 @ 19:20:58

    –> Agung : ya probabilitanya antara 0.0 dan 1.0 peristiwa tersebut benar-benar terjadi..

    Tapi yang benar terjadi adalah, pakar selebriti ataupun selebriti itu sendiri kadang2 capek banget karena diundang di sana dan di sini walaupun duwit banyak tapi istirahat kurang. Makanya kalau “Einstein” pengin istirahat….that’s human

    To err is human, to moo is bovine…..;-)

    Wah, belanja buku apa saja segitu Gung ?

    Reply

  7. Agung
    Apr 24, 2008 @ 22:49:08

    buku metode numeric,
    judulnya Numericial Methods for Engineer by Chapra & Cannel.
    fotocopyan sih,tapi cuma 50rb.
    dan buku analisis real,
    judulnya Introduction to Real Analysis by Manfred Stoll.
    ini bukunya asli dan keadaan msh 90% baru.
    harganya masih tertera 448rb,tapi saya beli 175rb.
    hehehehehehhe…!!

    Reply

  8. tridjoko
    Apr 25, 2008 @ 08:47:01

    –> Agung : Ooo…itu Kwitang di sebelah mana ? Katanya toko-toko buku itu sudah digusur sama Satpol PP seperti yang saya baca di koran ?

    Wah…lumayan juga ya kalau ada buku 450 rb jadinya cuman 175 rb. Kalau mereka punya website-nya, wah di rumah tinggal milih, lalu kita datang ke sana.

    Pakai nawar nggak ?

    Reply

  9. Agung
    Apr 25, 2008 @ 22:30:02

    di deket per-empatan senennya Pak.
    pokoknya di situ msh ada sedikit tenda2.
    nah,masuk aja,di pojok kiri ada toko kecil yg isinya banyak banget buku2 bekas.
    hehehehehehe..!!
    tadinya dia ksh harga 220rb,tp saya tawar 15rb.
    jadinya 175rb deh.
    saya msh ga nemu bukunya Uma Sekaran yg Research Methods for Business.
    adanya yg bahasa indo,saya maonya yg inggris.
    soalnya yg indo ada 2jilid gitu,dan terjemahannya saya anggap aneh.
    hehehehehehehehe…!!!
    kalo webnya sih ga ada,
    tapi kemaren si Ronald (kbetulan saya nebeng mobilnya ke kwitang) dapet no telpnya.
    Bapak mao no telpnya?
    jadi nti telp dulu,kalo ada bukunya baru dateng ke situ.
    saya juga pengen ke kwitang lagi nih.
    tapi mungkin nanti,ngumpulin duitnya dulu.
    hehehehehehe…!!
    saya butuh buku operation research yg bagus.
    hehehehehehe..!!

    Reply

  10. Agung
    Apr 25, 2008 @ 22:31:01

    salah tuh Pak,saya tawar bukunya 150rb,bukan 15rb.
    hehehehehehe…!!

    Reply

  11. tridjoko
    Apr 26, 2008 @ 05:47:05

    –> Agung : wah..boleh tuh ntar nyatat no telp-nya…

    Saya mau buku Hamdi Taha yang bekas (judulnya “Operations Research”) dan juga bukunya Saati (saya lupa judulnya, apa “Operations Research” juga tapi yang jelas di dalamnya harus membahas tuntas tas tentang AHP – Analytical Hierarchical Process)..

    Kedua buku tersebut cocok banget dan modal dasar buat “ngasong”. Saat ini saya kembali banyak ngasong sebagai “transport analyst” dan harus banyak tahu tentang AHP dan sebagainya..

    Maklum kegiatan sebagai dosen saja hanya memenuhi satu syarat dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu “Pengajaran”. Masih perlu lagi Dharma kedua “Penelitian”, dan yang terakhir baru “Pengabdian Masyarakat”.. Tapi dharma yang ketiga ini saya nunggu saja ajakan dari Binus membantu masyarakat sekitar…

    Reply

  12. Agung
    Apr 26, 2008 @ 13:40:39

    nanti,pas hari selasa deh Pak.
    saya tanyakan dulu ke Ronald.
    hehehehehhee..!!
    kyknya ada tuh Pak buku itu.
    saya lihat kira2 ada 4-5 jenis buku operation research di toko itu.
    dan smuanya bekas2.
    hehehehehehhehe..!!

    Reply

  13. buku kwitang
    Aug 24, 2008 @ 22:32:44

    makasih masih mau belanja buku di kwitang.walaupun dalam suasanapenggusuran. kami masih bertahan kok dan akan tetap bertahan. mudah2an dalam waktu dekat ini akan di buat situsnya
    pedagang buku kwitang

    Reply

  14. taufik
    Apr 22, 2011 @ 09:04:10

    hahaha,,,, keren banget….
    lucu abis dah,,,

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: