Braakkk…dan kakiku (mungkin) patah..

Kemarin malam, ada dua ekor tikus setengah gede setengah kecil, ya seukuran botol Coca-Cola lah, mampir ke luar dapurku untuk mencari makan. Satu masuk ke tempat sampah (yang memang terbuka), satu lagi memelototi dari jauh. Entah kenapa, yang memelototi dari jauh kakinya berwarna putih. Di keluargaku fenomena itu disebut “White Sox” seperti nama kucingku jaman dulu. Tapi saya lebih suka menyebutnya…PT (Polisi Tikus) !

Sayapun berusaha menakut-nakuti dua ekor tikus itu dengan menghentakkan kaki kananku amat sangat keras ke lantai…….brrrraaaaaakkkk !

Ooouuuuch !  Ternyata sakit sekali !

Semalaman saya pakai minyak tawon memijati kaki kananku dari mata kaki ke bawah, tidak lupa membaluri pakai minyak tawon yang konon bikinan para pakar pengobatan dari Makassar itu. Kalau di Jawa minyak serupa disebut “minyak sangkal putung” karena bisa “menyangkal” (mengobati) tulang-tulang yang “putung” (patah)..

Pagi hari saya bangun pagi-pagi karena mau menjemput mamanya anak-anak yang baru datang dari Malang di Gambir. Jam 5.00 saya sudah bangun dan ketika berdiri…ouuuchh…kaki kananku sakit sekali. Maka hal pertama yang saya cari adalah mengambil payung…ya payung…sebagai tongkat agar kaki kananku tidak tertekan oleh tubuhku yang “sejahtera” ini..

Setelah mengambil air wudhu, saya membayangkan tidak bisa sembahyang subuh dengan kondisi kaki merana seperti itu. Sayapun mengambil kursi, menghadapkannya ke kiblat, dan pagi itu untuk pertama kalinya saya sembahyang dari kursi…

Ternyata setelah sembahyang segalanya menjadi lebih baik. Sayapun melakukan sejenis gerakan yoga sederhana yaitu berdiri dengan satu kaki, yaitu bertumpu pada kaki kananku yang sakit itu. Ouuuch…tapi rasa sakit sejenak saya lupakan, saya konsentrasi saja. Ini hanya sebuah sikap yoga, dan saya belum menggunakan pernafasan…

Awalnya saya berpikir, apakah bisa menyopir mobil ke Gambir dengan kondisi kaki seperti ini ? Apalagi menaiki dan menuruni tangga di stasiun Gambir yang jumlahnya banyak itu ? Ternyata, saya masih bisa nyopir ! Dari rumah jam 6.15 saya sudah sampai Semanggi jam 6.35, masih bisa masuk ke Sudirman nih karena Three-in-One berlaku mulai jam 7.00. Sayapun masuk jalan Sudirman yang sepi di hari Sabtu pagi ini, dan akhirnya sampai ke Gambir jam 6.42..

Setelah parkir di tempat parkir favoritku, sayapun tertatih-tatih menuju ke lantai 2 karena Gajayana katanya datang jam 07.15. Masih ada waktu buat membaca segala berita tentang klub sepakbola favoritku di TopSkor. Rupanya Gajayana baru masuk jam 08.10…much..much late daripada biasanya. Ternyata di peron sudah banyak berbagai bangsa : bule, dan india yang mau pergi ke luar kota di weekend ini..

Saya tidak pergi kemana-mana dengan kondisi kaki seperti itu. Gajayana-pun tiba, isterikupun menelpon saya yang berjarak 5 meter di depannya dan saya jawab, “Ya saya sudah lihat….”

Sebelum pulang, sarapan dulu dengan HokBen yang ada di stasiun Gambir. Habis makan sayapun tertatih-tatih lagi menuju mobil. Tapi things are not that bad…I feel better now..

Tapi tetap, pertanyaannya adalah, bisakah saya ngajar Senin pagi di Paramadina ?

Masih ada waktu 2 hari, mungkin kakiku perlu dimandikan dengan minyak tawon lagi nih…

 

58 Comments (+add yours?)

  1. Agung
    Apr 26, 2008 @ 13:21:06

    wah,mungkin Bapak kurang kalsium Pak.
    coba minum CDR tiap hari.
    hehehehehehhee..!!
    yg penting bisa ajar AI di Binus selasa paginya Pak.
    hehehehehehhee..!!
    get well soon,Sir..!!

    Reply

  2. simbah
    Apr 26, 2008 @ 15:55:01

    Wah…ngati ati Dik Yon! dgn kakimu. Saya dulu termasuk jagoan kalau anjlog dari bis PPD. Kantorku ada di Jl. Rasuna Said, sebelah hotel Regent dulu. Sarapanku tiap pagi ya anjlog dan kaki sebelah kiri duluan, seperti disarankan oleh kondekturnya.
    Tapi waktu bulan Juni tgl-6 tahun 2003 aku mencoba anjlog dari kereta api di stasiun Meguwo Yogyakarta, kaki kananku patah dan disambung dgn 6 pin. Harus istrirahat di rumah 6 bulan dan tidak boleh bekerja di laut yg beresiko. Baru sembuh..mbuh setelah th 2006. Itupun ikutannya nambah, saraf punggung terjepit dan mau dioperasi, aku gak mau. Ada lagi ikutannya, setelah jatuh itu saya juga kena Skoliosis, tulang belakang yg bengkok, kemudian syaraf tulang belakang bawah juga tergencet. Jadi hampir 3 tahun aku menderita, wah sakitnya bukan main. Tapi Allah maha pengasih, rupanya di belakang rumah sampeyan, samping jl.Husen Palila ada ahli Chiropractice dan Skoliosis namanya pak Radji, pensiun AURI yg dgn telatennya, menereapi saya hingga sembuh 100 persen tanpa operasi.
    Bagaimanapun kaki tengahku juga masih berfungsi…he…hee…
    Ngomong2 mengkonsumsi calsium seperti disarankan mas Agung boleh juga, aku dulu pake Tianshi Calsium…

    Reply

  3. tridjoko
    Apr 26, 2008 @ 15:56:06

    –> Agung : trims doanya…

    Saya Selasa pagi definitely bisa ngajar kok, soalnya sekarangpun sudah bisa lari walau masih terpincang-pincang…

    CDR ? wah jangan sebut merk di blog ini, soalnya mereka belum bayar….;-)

    Reply

  4. Agung
    Apr 26, 2008 @ 16:17:12

    ooops…!!
    hehehehehe..!!
    itu Pak Simbah juga pake merek.
    hehehehehehhee..!!
    yah kalo bisa byk konsumsi calsium Pak,dan jgn minum kopi n ngrokok (krn dua itu byk mengikis calsium).
    ikan tenggiri kalsiumnya tinggi lho Pak.
    terus susu kacang kedelai juga kalsiumnya tinggi,bahkan lebih tinggi dr susu sapi mana pun juga.
    hehehehehehehe…!!!

    Reply

  5. tridjoko
    Apr 26, 2008 @ 16:45:30

    –> Simbah : Wah..makasih sarannya. Ternyata keadaan kakiku tidak seburuk yang dikira, mengingat tadi malam saya langsung ambil inisiatif membaluri kaki dan memijatnya dengan minyak tawon…

    Sekarang saya sudah bisa “lari” tapi dengan berjingkat-jingkat tentu..

    Wah..chiropractor itu kalau di Amerika menyebut dirinya “Doctor” lho. Jadi Pak Radji itu kalau praktek di desa saya di Amerika saya pasti ada plang namanya bertuliskan “Dr. Suradji, Chiropractor”…

    Saking banyaknya plang nama “chiropractor” saya sempat nanya ke teman apa sih maksudnya ? Katanya kayak pijit tapi lebih tepat “pijit tulang” gitu ya mas. Jadi katanya badan ini diengkok-engkok, dicoklek-coklek, dan ditekan-tekan sampai bunyi…kreek…kreek…kreek… gitu ya mas. Yah katanya mirip potong rambut di tempatnya orang-orang Cianjur itu yang kepalanya dicoklek-coklek ke kiri ke kanan….ha..ha..ha..

    Saya pernah punya teman dosen di Binus yaitu Pak Dafris, suatu hari tangan kanannya tidak bisa digerakkan, lalu dia pergi ke Pak Haji di Tangerang. Apa yang terjadi ? Tangannya diputer-puter sekuat tenaga sama Pak Haji itu sampai Pak Dafris menjerit-jerit kesakitan. Tapi besoknya…tangan Pak Dafris sudah bisa digerakkan…

    Ya deh, saran minum kalsium saya lakukan nih…

    Reply

  6. simbah
    Apr 26, 2008 @ 17:26:53

    Wah…kalau habis cukur terus di-oklek-oklek lehernya tuh bahaya…maka jangan mau lagi kalau dibegitukan, Dik Yon. Ada barengan saya phisioterapi di RS dulu ada yg jadi korban tukang cukur yg ngoklek seperti itu. Dr. Dalyono juga melarang.
    Pak Radji memang kompetitornya dr. Bambang Ning, neurologist di Mediyun. Betapa tidak, pasien yg dah habis dana banyak gak sembuh2, trus iseng-2 pindah ke pak Radji, lah kok cocok….cuman pak Radji ongkosnya Rp.30 ribu sekali terapi. Kalo tetangga sendiri, malah nggak mau diberi ongkos….ilmunya pak Radji didapat dari Yogya ada gurunya di sana, disamping beliau juga seorang Warok Ponorogo….

    Reply

  7. edratna
    Apr 26, 2008 @ 17:55:28

    Hati-hati…karena semakin tua ada kemungkinan osteoporosis, sehingga olah ragapun tak boleh yang banyak loncat-loncatnya.

    Beberapa minggu lalu mas Awi ketabrak sepeda motor di depan STSI, syukurlah setelah diperiksa di RS Siaga (dulunya khusus tulang, diditikan oleh Prof Dr Chehab)….ternyata masih bagus tulangnya…agar tak nyeri cuma disuruh mengolesi pake counterpain pxm (ada tambahan pxm karena ada anti inflamasi nya)

    Reply

  8. edratna
    Apr 26, 2008 @ 17:58:06

    O, iya…gara-gara itu terus rajin minum susu kedelai…bagus untuk tulang, juga ikan yang tulangnya bisa dimakan seperti teri…, terus buah yang antioksidan (nenas termasuk yang ditengahnya, tomat dll) …itu juga bisa mempertahankan tidak kena osteoporosis….pasti kena sih nantinya, tapi minimal bisa dikendalikan.

    Reply

  9. tridjoko
    Apr 26, 2008 @ 20:08:32

    –> Simbah : wah…padahal pengin belajar ilmu chiropractor dari Pak Radji, jebule kok njenengane warok Ponorogo…wah kalau saya meguru, berarti harus punya “gendhak” dong….ha..ha..ha…

    Wah..kalau leher dioklek-oklek itu bahaya ya ? Saya makanya paling sebel cukur di beliau-beliau itu. Kadang-kadang lupa ngasih tahu duluan, tiba-tiba leher ini sudah “dipithing” lalu dioklek-oklek….kreekk…kreekk….

    Ahhhhh….

    ha..ha..ha..

    [Masih mendhing leher dioklek-oklek daripada kaki ketiga dioklek-oklek…hi..hi..hi..]

    Reply

  10. tridjoko
    Apr 26, 2008 @ 20:11:59

    –> Bu Edratna : wah…ngingetin yang nggak-nggak..

    Ngingetin kalau saya nih sudah “remaco” (remaja kolot)…padahal perasaan masih seperti teenager..ha..ha..ha..

    Saya selalu mencret kalau minum susu kecuali merk HL itu mendingan, nggak terlalu mencret…

    Memang udah tua, body sudah oversized, semua mur dan baut udah kendor…he..he..

    Reply

  11. simbah
    Apr 27, 2008 @ 08:34:33

    Iya…betul Bu Edratna, dik Yon…secara nggak sadar saya juga menderita osteophorosis…setelah di chek sama alat yg namanya aku lupa, saya dapat nilai minus 3. Padahal ambang batasnya adalah minus 1-1/2. Rupanya setelah orang berumur 30 kepadatan tulang kita menurun.
    Pak Radji…Warok modern, beliau menikah dan punya keturunan. Pernah suatu kali diusili preman di perempatan klegen, preman tsb cuman dipencet bahunya, ….besoknya kepalanya gak bisa buat berpaling, badan sakit semua katanya. Setelah sowan dan minta ma’af, dipencet lagi…langsung sembuh…

    Reply

  12. tridjoko
    Apr 27, 2008 @ 15:55:15

    –> Simbah: ha..ha…ha….brarti ilmunya Pak Radji asal-usulnya pasti dari Ki Demang Sangkal Putung yang ada di buku Api Di Bukit Menoreh itu…dan gurunya Agung Sedayu…

    Saya tidak pernah cek kesehatan apapun, mudah-mudahan everything is ok. Belum ada pantangan, dan beberapa tahun yang lalu mata juga masih +-0 bagi yang kiri dan -1.75 bagi yang kanan..

    Kalau kita banyak berdoa dan dzikir, mudah-mudahan diberi selalu kemudahan olehNya dan kalaupun sakit ya tidak terlalu sakitlah…

    Reply

  13. simbah
    Apr 27, 2008 @ 16:15:10

    Ya…ya betul, dik Yon. Setelah menderita sakit itu saya baru tahu, bahwa harta yg tak ternilai adalah…’kesehatan’ ini benar-benar nyata.
    Meskipun waktu itu yg membiayai perusahaan, toh kocek pribadipun ikut terkuras….

    Reply

  14. tridjoko
    Apr 28, 2008 @ 00:18:13

    –> Simbah : makanya mas, prinsip hidup saya adalah “nrimo ing pandum”..

    Tapi khusus masalah kesehatan, saya sangat bersyukur kepada yang di Atas, karena untuk seusia saya sekarang kondisi kesehatan saya jauh lebih baik daripada orang tua saya dulu..

    Kalau aku mau sakit, lebih baik uang yang ada buat beli makanan yang ueennaaak tenan, dan saya makan sepuasnya. Biasanya, terus nggak jadi sakit….he..he..he..

    “ngelu” atau “ngeluwe” (luwe) he..he..he..

    Reply

  15. simbah
    Apr 28, 2008 @ 11:27:38

    Iya…..anda khan masih punya ilmu pernapasan, seperti yg diajarkan di MP dulu khan..? Nah, napasku sik mengkis-mengkis…he..he…karena belum pernah belajar di MP. Yah…paling-2 ikut2 meditasi saja…

    Reply

  16. tridjoko
    Apr 28, 2008 @ 14:19:15

    –> Simbah : wah..kalau cuman sakit tulang atau cekot-cekot, ya mungkin sisa-sisa pernafasan di MP dulu masih berguna…

    Tapi kalau sakit “kanker” (kantong kering), ya mau pernafasan kayak apa ya tambah kembang-kempis mas….

    MP itu hanya bisa ngobati diri sendiri, namun kalau untuk ngobati orang lain tidak bisa…(entah ya kalau sudah selevel tingkat Ki Demang Sangkal Putung)..

    Reply

  17. agus L
    May 24, 2008 @ 15:10:22

    saya sedang mendapat gangguan penyakit tulang belakang ; jadi bila masih ada tolong alamatnya Pa Suradji yang tinggal dekat Jl. Husen Palila di infokan lewat alamat e-mail diatas.Trims atas bantuannya.

    Reply

  18. agus L
    May 24, 2008 @ 15:12:59

    alamat e-mail Agus. L : spankykonijn@yahoo.co.id

    Reply

  19. tridjoko
    May 24, 2008 @ 19:09:15

    –> Agus L. :

    Mas..alamat prakteknya Pak Suradji ya di Jalan Husen Palila, kodya Madiun, letaknya kira-kira 2 blok di sebelah selatan Stadion Wilis Madiun. Kalau anda tinggal di Madiun, tinggal ke sana saja..

    Kalau anda tinggal di luar kota Madiun, anda bisa nanya Informasi Telkom 0351-108 tentang No. Telpon Tempat Praktek Pak Suradji, Jalan Husen Palila..

    Itu kan yang anda mau infonya ? Kalau lewat e-mail ya sulit mungkin Pak Suradji tidak bisa atau tidak biasa berkomunikasi lewat email.

    Ok ?

    Reply

  20. agus L
    May 25, 2008 @ 13:35:41

    trimakasih banget mas Tridjoko utk memberikan titik-terang no. tlp-nya Pa Suradji.Krn 108 tak tahu nomornya,ya saya minta tolong salah satu tetangga Jl. Husen P utk mengecek langsung kealamatnya. Mudah2an Ia berhasil mendptkan no tlp/hp nya nanti mlm.
    Saya divonis rontgen di Jkt terkena(istilah Kedokterannya) penyempitan discus intervert L5-S1 sehingga kesan dari dokter Tulang+Radioloog-nya:suspect HNP L5-S1. Sehingga mnrt istilah awamnya kira2 bantalan antara tlng-rusuk belakang Lumbal no 5 dgn Sacral no1 tlh aus/habis sehingga urat syaraf diantara 2rusuk itu terjepit hingga sakitnya luar biasa dari pinggang kiri sampai ujung jari kaki-kiri hingga yaah tak dpt jalan. Dokter sih maunya operasi saja meskipun selain jutaan juga belum tentu menjamin sembuh total. Sedangkan chiropractor dari milis2 yangada tak menyebutkan secara spesifik kesanggupan mengatasi problem di-lokasi HNP L5-S1 tsb.Sekian dahulu, trimakasih atas bantuan informasinya. Salam, agus L.

    Reply

  21. tridjoko
    May 25, 2008 @ 15:17:17

    –> Agus L :

    Ya mas, mudah-mudahan no. telp & hp Pak Suradji cepet ketemu…

    Kalau tidak, nanti saya minta tolong teman saya yang pertama cerita di Blog ini tentang Pak Suradji (Mas Didiek alias Simbah), tapi kayaknya ia sedang di Rig Minyak (di laut) dekat Kuala Trengganu (Malaysia) sana sekarang. Nanti kalau sudah pulang, saya minta dia mencari no. telp dan no. hp Pak Suradji…

    Kalau Mas tinggal di Jakarta, apa pernah Mas datang ke Dokter Syaraf Sutarto/Sukanto (???) saya lupa persis nama beliau, tapi beliau, isterinya dan anaknya dulu praktek di Cilodong Jalan Raya Bogor. Tempat prakteknya di sebelah barat jalan menghadap ke timur. Ciri-cirinya warnanya biru, karena beliau dulu adalah Dokter TNI-AU. Letaknya dari pertigaan Depok ke selatan ke arah Cibinong. Mudah-mudahan masih praktek karena waktu tahun 1993 saya masih tinggal di Cimanggis beliau masih praktek. Beliau terkenal bisa menyembuhkan dengan Fisioterapi keluhan-keluhan seperti yang diderita oleh Mas Agus ini..

    Tapi karena Pak Suradji sebagai chiropractor pernah menyembuhkan teman saya Simbah itu dulu, berarti beliaupun sudah “proven” bisa menyembuhkan keluhan seperti yang Mas Agus derita. Hanya mohon sabar karena chiropractor harus berkali-kali bekerja sampai anda sembuh. Simbah dulu kira-kira perlu waktu 3 bulan sampai sakitnya bener-bener ilang. Mungkin sementara itu anda harus tinggal / kost di Madiun supaya nggak bolak balik Madiun-Jakarta..

    Gitu deh, tetap semangat dan tetap optimis !!

    Reply

  22. simbah
    May 25, 2008 @ 19:41:14

    Iya…Dik Yon,…keluhan saya sama persis mas Agus L. sementara saya masih nunggu anakku yg nyimpen nomor tlp nya di HP nanti akan saya beritahukan kalau sudah dapat, mudah-2an bisa membantu…

    Reply

  23. simbah
    May 25, 2008 @ 19:55:23

    Ini.nih…Dik Yon / mas Agus L. nomor telepon dari Pak Suradji, ……(disensor, atas permintaan Bapak yang bersangkutan yang sudah sepuh…)….

    Reply

  24. tridjoko
    May 26, 2008 @ 05:05:34

    –> Simbah :

    Wah..makasih banyak ya mas Didiek. Ya biar jawaban mas Didiek tentang no. telponnya Pak Suradji itu dibaca sama Mas Agus L.

    Reply

  25. agus L
    May 26, 2008 @ 14:04:19

    waduh senang rasanya ada teman2 baru(mas Tridjoko & mas Didiek) yang dapat membantu memberikan informasi yang diperlukan. Pak Suradji kelihatannya memang tak diragukan lagi kebolehannya ; cuma sambil menunggu kakinya agar dapat dibawa jalan2 jauh, rasanya bolehlah sementara waktu ini cari2 yg dekat2 Jkt dahulu spt dr. Sutarto yg diCilodong tsb. Tapi bagaimanapun terimakasih atas perhatian keduanya. Ngomong2 , kembali pd Pak Suradji, kira2 berapa umur beliau sekarang dan apa masih suka berpergian keluar-kota seperti ke Jakarta, Semarang, dll ? Syukur2 bila sewaktu2 perginya ke Jkt. Pucuk dicinta ulam tiba, kan? Salam,

    Reply

  26. simbah
    May 26, 2008 @ 20:38:20

    Mas Agus / Dik Yon,….pak Radji usia sekitar 64th, ya kadang-2 pergi juga ke Jkt. Cuman beliau pernah cerita kalo pergi gak pernah lama-lama, berhubung banyak yg nungguin di Rumahnya..
    Saya dulu kena HNP di Lumbal-2, alhamdullillah saya sekarang sudah merasa 100% sembuh, cuman diwanti-wanti karena pernah cacat saya tidak diizinkan olahraga berat, seperti angkat beban, main silat dan judo…bolehnya yoga, pernapasan, jalan-2 pagi, naik sepeda…naik istri saya..he..he..
    Saya di Surabanya pernah dicheck dengan MRI trus juga ditusuk pake jarum dibeberapa simpul saraf yg dihubungkan dgn oscilooscope..kesimpulannya memang harus operasi, tapi dokternya bilang bahwa hasilnya memang 50-50…..

    Reply

  27. tridjoko
    May 26, 2008 @ 23:16:03

    –> Agus L./Simbah :

    Wah..senang juga saya dan mas Didiek bisa membantu minimal memberi informasi kepada mas Agus L.

    Iya mas, cari yang dekat-dekat dulu. dr. Sutarto yang di Cilodong itu pernah menyembuhkan ibu teman saya yang kejatuhan almari waktu tokonya pindahan di kota Medan. Dari tidak bisa bangun, sampai beliau bisa jalan kembali..

    Konon dr. Sutarto mendapat “ilmu” itu karena anaknya yang menderita penyakit saraf dan waktu berkunjung ke AS, dr. Sutarto dan isterinya belajar “sesuatu” sampai putranya dapat disembuhkan penyakit syarafnya. Dulu rumah beliau penuh dengan pasien yang menginap menunggu tangan-tangan dingin suami-isteri itu dalam menyembuhkan pasien. Mengingat saat ini usia dr. Sutarto sudah 70-an tahun saya tidak yakin kalau beliau masih berpraktek, tapi mudah-mudahan masih banyak “murid” beliau yang mau membantu pasien…

    Pak Suradji juga sudah sepuh, dan beliau punya banyak pasien nunggu di rumah beliau di Madiun, makanya kalaupun bepergian ke Jakarta untuk jagong manten dsb. pasti tidak lama dan kembali ke Madiun lagi..

    Menurut pengalaman pribadi saya sendiri mas Agus L., untuk tahap awal sakit di punggung mas Agus bisa disembuhkan dengan yoga ringan plus pernafasan bila mas Agus tahu caranya. Bila ada teman sekitar rumah mas Agus yang pernah berguru silat Merpati Putih, mungkin bisa minta tolong, minimal untuk mengurangi sakitnya untuk sementara…mudah-mudahan bisa, tapi saya yakin bisa karena saya pernah menderita hal yang sama tapi tidak separah mas Agus. Saya akhirnya bisa sembuh hanya dengan gerakan yoga yang sederhana…waktu itu yang nyeri adalah di bagian dengkul saya…ternyata dengan berdiri satu kaki yang “jinjit”, kaki satunya ditekuk…begitu kira-kira 10 menit saya lakukan…berulang-ulang kira-kira 3 kali setiap latihan, lama-lama keluhan hilang dan saya bisa sembahyang lagi dengan nyaman tanpa rasa sakit…

    Reply

  28. agus L
    May 27, 2008 @ 17:32:59

    mas Didiek, tolong dong diteruskan kisahnya sampai happy end ; misalnya bagaimana cara penanganan Pa Radji dan sebelumnya apa pernah consult dgn yg lain2nya lagi ? Menarik juga mengenal ilmu yg didapat dr Sutarto(dlm rangka menyembuhkan penyakit anaknya) ; jadi apa ia mempunyai keakhlian khusus tentang apa yg dikenal sebagai Neuroloog atau Psykiater ?Apa yg dimaksud dgn ” murid2-nya” dr. Sutarto adalah teman2 sejawat juniornya atau asisten2nya ? Mudah-an ia masih tinggal disekitar Cilodong hingga setidak2nya ada jalan keluar atau pandangan second opinion dari ahli yg dekat2 di JKT dahulu. Dalam waktu dekat, akan saya survey ke Cilodong sambil menunggu redanya mogok2 angkot sebab repot kakinya bila tiba2 dipaksa turun oleh Pendemo2 itu.Salam

    Reply

  29. simbah
    May 27, 2008 @ 23:17:22

    Permisi.. ya…Dik Yon, saya diminta ndongeng sama mas Agus L. Begini kronologisnya singkat saja. Saya merasakan sakit yg tidak terhingga pada pinggang belakang, kalau sedang berjalan membungkuk, karena kalau tidak membungkuk berasa sangat sakit. Kemudian saya coba memanggil tukang pijat tuna-netra, tidak sembuh. Saya beli bantal panas buatan Cina, tidak sembuh juga. Oleh dokter perusahaan saya diberi surat pengantar untuk rujukan ke dokter spesialis syaraf dan specialis bedah tulang juga specialis rehabilitasi medis, dus ada 3 orang dokter yg harus saya kunjungi.

    Pertama saya menjalani rehabilitasi medis sebanyak 37 kali kunjungan, tidak sembuh. Kemudian oleh Neurologist diberi pengantar utk di check ulang oleh seorang profesor di Surabaya pake jarum yg dihubungkan dgn alat semacam oscilooscope, sekalian MRI. Disitu disimpulkan, bahwa saya harus menjalani pembedahan. Tapi dgn pertimbangan yg sangat panjang, saya tidak mau dioperasi. Untuk mengurangi rasa sakit saya diberi obat-2an anti inflamasi dan mengenakan korset.

    Suatu hari saya disarankan oleh pak De, supaya mencoba ke pak Radji itu. Dan saya mencobanya, menurut ilmu kedokteran tulang belakang tidak boleh disentuh samasekali, tapi oleh pak Radji, saya disuruh tengkurap dan siku tangannya ditindihkan (dipliridkan) pada otot-2 di samping tulang belakang dari atas menyusur ke bawah berkali-kali, jadi tulang belakang tidak disentuh samasekali, hanya kiri-kanannya…sambil diperiksa kaki kanan dan kiri…

    Sekali saya menjalani, rasa badan tambah ‘njarem’, sakit semua. Untuk mengatasinya saya diminta minum kapsul jamu asam-urat ginseng malam itu. Paginya setelah bangun tidur,….lho kok rasanya agak beda, membaik. Akhirnya saya putuskan untuk diteruskan, 3 atau 4 hari sekali saya di terapi. Yah kurang lebih 3 bulan, seperti kata Dik Yon….alhamdullillah sembuh…tidak pake obat-2, jamu pertama yg diminum mungkin hanya utk meredakan rasa njarem saja…

    Sekarang kalau berjalan tegap, kayak tentara menang perang, bermesraan dng orang tercinta tidak masalah… itu saja terimakasih…

    Reply

  30. simbah
    May 28, 2008 @ 00:53:54

    Ohya… ada yg kelupaan, utk mas Agus L, kalo jadi ke pak Radji, jangan lupa membawa photo rontgen atau hasil RMI kalau ada…thanks..

    Reply

  31. tridjoko
    May 29, 2008 @ 21:55:56

    –> Simbah : Terima kasih lho ceritanya…

    –> Mas Agus L. : Mudah-mudahan cerita Mas Didiek bisa memberi pencerahan tentang kira-kira ke arah mana pengobatannya nanti…

    Mengenai kisah dr. Sutarto (maaf, saya bahkan salah menyebut nama beliau), beliau sebenarnya adalah dokter TNI-AU dengan spesialisasi Syaraf (Neurologist). Isteri beliau juga dokter tapi saya tidak tahu apakah juga di TNI-AU, mungkin spesialisasi isterinya adalah Rehabilitasi Medis (Physioteraphist). Menurut cerita, salah satu putra pasangan dokter itu sejak kecil menderita kelainan syaraf tertentu. Saya tidak tahu apakah punggung rasa sakit, tidak bisa jalan tegak, dan sebagainya. Pada suatu hari, pasangan dokter tersebut dikirim oleh negara untuk belajar ke Amerika. Anak beliau berdua yang masih sakit syaraf itu juga dibawa. Tekad pasangan dokter itu sangat bulat, yaitu mencari ilmu agar sakit putranya bisa tersembuhkan. Setelah berguru di Amerika selama beberapa lama (saya tidak tahu apakah 3 bulan atau 3 tahun), akhirnya pasangan dokter ini bisa mengobati putranya sampai normal kembali…

    Lha di Cilodong, pasangan dokter ini membuka semacam klinik atau rumah sakit untuk Rehabilitas Medis khususnya Rehabilitas Syaraf. Konon putranya yang dulu sakit itu juga akhirnya menjadi dokter dan meneruskan karya orangtuanya untuk menyembuhkan banyak orang yang memerlukan..

    Setahu saya sampai tahun 1993, dr. Sutarto dan klinik rehabilitasi syarafnya di Cilodong merupakan “the only game in town” (top banget), setidaknya di kelas “pengobatan ilmiah”. Soalnya kan ada pengobatan dengan doa, dzikir, dan sebagainya….

    Maka, mas Agus L. kalau ada waktu boleh deh ke Cibinong. Kalau membawa mobil sendiri (diantar saudara), mending naik tol Jagorawi arah ke Bogor lalu exit di Cibinong. Setelah exit belok kanan masuk ke Jalan Raya Cibinong, setelah pertigaan pasar Cibinong belok kanan. Nah nanti sebelum pertigaan / Simpang Depok, klinik ada di sebelah kiri. Perkiraan saya ada di sekitar KM 40 sampai KM 45 (Simpang Depok itu KM 37 kalau tidak salah)…

    Demikian, semoga cerita ini menambah pencerahan Mas Agus L.

    Reply

  32. agus L
    May 31, 2008 @ 20:18:38

    Sorry, dari Kamis 29/5 saya tak buka2 blog ini; soalnya saya survey naik motor keCilodong(sdh hampir dekat Cibinong). Habis bila jalan/kejar2 bis/angkot bisa2 kakinya sakit; sedangkan kalau naik motor sendiri, pinggangnya kan dpt distel posisinya. Hanya jauhnya p.p 2x40KM = 2x2jam sampai pulang2 dapat Flu sedikit.Rupanya dr Sukarto prakteknya Senin s/d Jumat mulai jam22.00 sampai subuh ; saya tak habis pikir orang sdh tua, kok sanggup tak pernah tidur malam kecuali Sabtu&Minggu &H.Raya saja ?Saya sih mantap juga utk kesana lagi, tapi sedang pikir2 bagaimana justru biasanya kalau mulai sore2 kaki mulai nyut2-an dan kaki rasanya dingin ngegreges kok malah bergadang semalaman diCilodong?Mungkin , bila msh ada alternatip lain, lebih baik berobat dulu pd yg ahli dekat2 sini dahulu & bila sdh sedikit fit, barulah dpt ke Cilodong/Madiun. Anaknya yg dimaksud namanya mungkin dr Aviandi yg praktek diKlinik 128 & di Cilodong juga. Sekian kabarnya dan terimakasih atas perhatiannya. Salam

    Reply

  33. tridjoko
    May 31, 2008 @ 20:24:07

    –> Mas Agus L. :

    Terima kasih atas update beritanya. Syukur alhamdulillah beliau masih sehat walafiat dan masih berpraktek, bisa beramal untuk sesama..

    Ya mas, cari yang dekat2 dulu atau yang bisa dipanggil ke rumah. Bila sudah bisa berjalan agak jauh bisa ke Cilodong atau Madiun untuk menyehatkan 100%…

    Yang penting tetap berusaha, tetap optimis, dan semangat !!!

    Reply

  34. sudaryana
    Jul 28, 2008 @ 13:41:53

    Saya juga satu-satunya penderita HNP, mohon mas-mas, adik-adik semuanya yang mengetahui penyembuhan HNP ini e-mail/SMS ke no. 0778 7231208.

    Reply

  35. Agus L.
    Sep 10, 2008 @ 16:46:37

    salam jumpa lagi utk mas Tridjoko & mas Didiek.
    Bulan2 juni dan juli ini saya benar2 disibukkan dengan berobat/konsultasi yg ditangani dokter2
    kesana-kemari naik motor diJkt(krn dgn motor
    dapat lebih cepat dijalanan dan juga HNP-nya maunya naik motor krn posisi kakinya lebih enak). Memang berobatnya paling 1-2 x/minggu,
    tetapi ‘kan sukses atau tidaknya memerlukan
    observasi agak lama sebelum saya dapat sharing
    disini lagi.Pertama saya pergi kedokter syaraf/
    neurolog yg pasiennya dapat +-80 orang tiap sore dan hasilnya dpt suntik+resepParacetamol
    +Ibuproven+Piroxicam+Obt Selaput Maag (dosis penuh 3×1)utk 2mgg. Baru makan 5-6hr
    keruan saja Maag sdh perih padahal skt dikakinya belum ada perubahan. Lalu pergi keKlinik 128 dan disana “distrum” pakai alat yg namanya Chronosonic Ultra Sound yg rasanya
    lumayan ngilu/sakitnya spt kena pegang api-
    busi selama +-15menit/cure. Tiap-kali datang berobat(1minggu sekali) membeli obat lagi seperti diatas tapi dgn dosis kurang
    dari setengahnya + daun teh + daun pegagan+
    daun tempuyung +akar alang2+vitamin2 (tiap minggu berganti2 kasihnya). Kalau tanya soal
    biaya sih, tak kalah atau dekat2 tarip chiropractor.Alatnya sih cuma ada di Cibinong,
    OMNI,IMC-Bintaro &K 128 dan yg nanganinya
    juga sama dokternya. Setelah 2x datang kaki rasanya berkurang sakitnya tetapi utk 3x beri-
    kutnya kok boleh dikatakan tak ada perubahan
    lagi meskipun strumannya tambah luar biasa sakitnya. Jadinya yah saya berhenti dahulu berobat-nya sambil browsing internet lagi (barangkaliada pengobatan yg lbh mujarab lagi).
    Tapi ngomong2 krn tertarik utk melihat keseluruhan(dalam 1lembar)daftar isi-nya web
    https://triwahjono.wordpress.com/ , tolong beritahukan saya apa2-nya dong yg harus diklik ? Contoh: saya tahunya “braaakk”krn dulu mencatat lengkap dgn /2008/04/26/…
    ; tetapi kalau saya cari “braaakk” dari web
    https://triwahjono.wordpress.com/ maka
    “daftar isi” yg lengkap 1 halaman kok tidak
    ketemu ?Trimakasih dulu ya ?

    Reply

  36. tridjoko
    Sep 12, 2008 @ 23:00:25

    –> Mas Agus L. :

    Wah…terima kasih berita update dari pengobatan anda. Walaupun saya belum terlalu yakin, apakah kondisi mas Agus semakin baik atau tetap saja ?

    Intinya harus bersabar terus mas, memang pengobatan itu makan waktu lama, makanya banyak-banyak berdoa dan berderma (memberi uang Rp 1000 kepada ibu tua yang membutuhkan misalnya)…

    Komentar ini yang penuh bisa dilihat dengan cara membuka blog saya https://triwahjono.wordpress.com/ lalu di dalam Search Bar masukkan string “Brakkk kakiku mungkin patah”…saya sudah coba dan postingnya ketemu kok…

    Nah, untuk mencetak komentar lengkapnya, klik di bagian komentar. Nah, setelah muncul semuanya, bisa langsung diprint kok…

    Sekali lagi trims, dan semoga sakit anda lekas sembuh ya…..

    Reply

  37. Agus L.
    Sep 14, 2008 @ 19:08:49

    mas tri yang baik,
    wah, kok saya jadi heran amat waktu baca blog
    diatas(hari ini) sebab kemarin kok pas kejadian
    waktu saya akan mertamu kerumah orang, kok
    ada ibu2 tua minta sedekah dan pas yang saya
    kasihkan juga Rp 1000. Apa mas pakai ilmu MP-nya nih ?Maksud saya, bila saya ingin cari2 judul
    judul lain yg menarik diBlog tsb(selain yang ada terlihat di-Top-posts & Recent-Posts), apanya
    yg harus diklik dari Blog tsb supaya kelihatan
    seluruh judul2 karangan dalam 1-2view ?Kalau sakit HNP-nya dikaki kelihatannya diKlinik 128
    sembuhnya hanya mentok di 50%saja ; bila diteruskan selain biayanya jadi tinggi sekali,
    maka sakit2 lainnya(yg saya rasakan)justru muncul krn penanganan dgn alat strum tsb.
    Diatas ada comment dari Sdr Sudaryana dimana
    sudah saya jawab ke-SMS-nya tetapi krn rupanya sudah baik maka tak ada kabarnya.
    Sekian dahulu,selamat berbuka puasa Mas.

    Reply

  38. tridjoko
    Sep 14, 2008 @ 20:42:05

    –> Mas Agus L. :

    Wah..saya nggak pakai ilmu apa-apa kok mas, hanya pakai common sense saja. Selain itu, kalau orang sudah setua saya biasanya dengan sendirinya akan tahu “sesuatu” sebelum “terjadi” entah dengan jantung berdebar-debar, gelisah, dan sebagainya… Setiap orang yang berangkat “senja” pasti akan mendapatkan ini secara alami…

    Saya menggunakan MP kalau lagi mau menyembuhkan encok atau rhematik saja kok, tidak lebih dari itu..

    Syukurlah, kelihatannya Mas Agus L tambah baik keadaannya walau belum sembuh 100%. Yah perlu waktu sedikit mas, sabar saja dan banyak berdoa dan banyak berderma…

    Kalau mau lihat posting saya yang lalu-lalu. Klik saja bulannya posting tersebut muncul, misalnya April 2008. Klik April 2008 maka semua posting di bulan April 2008 akan muncul kembali..

    Besok pagi saya akan ke Madiun lagi. Pulang kampung sambil dapat kerjaan. Naik pesawat turun Adisutjipto karena murah cuman 289 rb lalu nyambung kereta Argo Wilis 68 rb.

    Sekian mas, nanti disambung lagi…

    Reply

  39. Agus L.
    Sep 17, 2008 @ 08:09:10

    mas Tridjoko :
    sudah kembali keJakarta lagi ?
    Kalau saya lihat biaya transport keMadiun=289+68=357rb rupiah, maka biayanya sudah beda tak banyak lagi dgn waktu saya pergi 1x saja keKlinik 128 tsb.Jadi kalau
    sudah tak capai lagi, bolehkah saya tahu jadwal
    plane apa dan K.A yg jam berapa yang mas Tri
    tumpangi sehingga perjalanan JKT-MADIUN p.p
    dapat nyambung dgn waktu yg effisien ?Trimakasih atas infonya.

    Reply

  40. tridjoko
    Sep 17, 2008 @ 11:47:37

    –> Mas Agus L. :

    Biaya ke Madiun p.p. kalau naik pesawat turun Yogya lalu nyambung KA adalah : Rp 30 rb (DAMRI ke Bandara) + Rp 289 rb (tiket Mandala ke Yogya) + Rp 30 rb (airport tax) + Rp 3 rb (bis kota Bandara Adisutjipto-Stasiun Tugu) + Rp 68 rb (Argo Wilis/Sancaka) + Rp 10 rb = Rp 488 rb SEKALI JALAN dan tidak termasuk biaya penginapan. Jadi kalau pp ya dikalikan dua menjadi Rp 976 rb…

    Silahkan dihitung-hitung mas…

    Semoga lekas sembuh..

    Reply

  41. iaaaay
    May 25, 2009 @ 17:26:00

    patahin aj kakinya…
    ganti sm kaki lembu, kan enak tuh klo bosen pake kaki lembu di sop sum2 aja.

    Reply

  42. restoe
    Jul 03, 2009 @ 08:55:55

    salam kenal…

    saya iseng2 browse , dan ketemu blog mas ini..
    boleh minta email, atau nomer hape …
    mo tanya2 detail ni..

    saya bingung, cari solusi buat kesembuhan HNP lumbal 4 dan 5 saya ini..

    dokter bilang, mendingan operasi karena masih muda, dan bila banyak gerak, dan potensi salah posisinya besar, maka sakitnya muncul terus

    Mas Restoe,
    E-mail saya tridjokoeta@yahoo.com … tapi saya tidak yakin dengan membicarakan via e-mail solusi sakit tulang punggung mas akan dapat disembuhkan…soalnya saya ini hanya penulis blog saja, bukan dokter..atau chiropractor…

    Dari komentar-komentar di atas di posting saya ini, sebenarnya solusinya ada beberapa :
    1. Tidak melakukan apa-apa (ostrich syndrome)
    2. Melakukan perawatan dengan dokter yang dikenal
    3. Melakukan perawatan di Dr. Sukarto, Cilodong, Cibinong
    4. Melakukan perawatan di Madiun

    Jika anda tinggal di Jakarta, solusi 2 masih murah, solusi3 agak mahal, dan solusi 4 termahal, karena anda harus membayar biaya perjalanannya (dan akomodasi selama di Madiun)…

    Dan kata seorang penderita yang menulis komentar di atas, dalam perjalananpun juga merasakan sakit jika harus pergi yang agak jauh misalnya ke Cilodong, Cibinong..

    Jadi solusinya ada di anda sendiri, kekuatan doa dan pengobatan alternatif mungkin juga harus dicari…

    Salam, semoga lekas sembuh…

    Reply

  43. restoe
    Dec 04, 2009 @ 20:52:44

    Mas tri,

    alhamdulillah , saya sudah ke tempat Pak Suradji..
    sudah sering pijat disana..

    alhamdulillah, saya sudah merasakan “hasil pijatan” Pak Radji..he3.
    malah ketagihan…
    habisnya, kalo saya bandingkan dengan metoda pengobatan saya..
    – akupunktur..
    – chiropractor
    – fisioterapi

    saya ke Pak Radji, sambil bawa hasil MRI,
    dan beliau pelajari hasil MRI saya..

    kata beliau..alhadulillah sudah sembuh..
    tetapi kalau perlu perawatan saja..
    ibarat mobil, perlu diservice secara berkala..

    mungkin kalau ada sodara2 yg menderita seperti kondisi saya..mohon direkomendasikan..

    Mas Restoe,
    Syukur alhamdulillah, anda dinyatakan sudah sembuh sakit kejepit syaraf tulang belakangnya yang sakit nyerinya luar biasa karena dirawat oleh Pak Soeradji, di Madiun…

    Saya dengar dari Mas Purwoko (Simbah) di Madiun, bahwa ada 2 pengunjung blog ini yang akhirnya berobat ke Pak Suradji di Madiun dan akhirnya sembuh…

    Akhirnya, kalau bisa mbok ya no hp atau no telpon Pak Soeradji di-share di sini, kalau tidak keberatan…

    Reply

  44. restoe
    Jan 15, 2010 @ 20:09:19

    fyi, no telp Pak Radji , 0351452605 ,
    alamat rumah, jl. anggur no 6 ,kota madiun..

    saya ke madiun 1- 1.5 bulan sekali ,
    jadi, buat alternatif, saya terapi juga di ATFG-8

    titik2 pemijatan hampir sama dengan Pak Radji,
    tapi lebih detail Pak Radji..

    To : Pak Agus,
    boleh dishare no- telp Bapak ?
    saya kehilangan data telp Bapak ..
    kalau boleh saran, sementara Pak agus ke ATFG-8 dulu, kalau fisik rada lumayan OK..
    kita bareng2 ke Pak Radji..

    just saran saja..

    Reply

  45. agus L
    Jan 26, 2011 @ 14:25:43

    Saya kebetulan sedang browsing dan mampir keblog-nya mas Tri krn ingin melihat perkembangan
    atau mungkin nostalgia dgn “si braakkk” yang telah memberikan pengalaman duka dan senang
    secara bersamaan. Senang karena melalui blog ini kita mungkin telah membantu sharing utk tujuan meringankan penderita2 HNP termasuk juga berkenalan dengan kawan2 yg bersimpati/empati dan
    “duka” krn ranking “si braakkk” kok melorot sampai komentar terakhir yg muncul adalah 1 tahun terakhir yaitu Januari 2010 (dari Mas Restoe).
    Halo mas Restoe ; kalau melihat tulisan namanya,kelihatannya msh ikut ejaan-lama. Apakah
    Anda sdh berusia diatas 50 tahun ?Memang melalui blog ini saya lht ada 2 orang yg telah pergi
    berobat keMadiun(yaitu Sdr Sudaryana & Sdr Restoe)dgn hasil yg cukup baik sehingga melanjutkan
    maintenance-nya keMadiun lagi. Saya sendiri belum sempat pergi keMadiun krn faktor umur (sdh
    lansia) dan juga tak memungkinkan utk berjalan kaki atau berdiri ber-lama2 dan apalagi bila
    harus menginap diMadiun sendirian lebih dari 1 minggu. Sementara gangguan HNP-nya dapat
    dikendalikan diJakartan saja dgn maintenance 3bulan sekali diurut dari pinggang sampai kaki
    bila kaki kiri sedikit kaku akibat terlalu lama browsing misalnya. Memang kelihatannya HNP ini
    tak dpt 100% sembuh spt sebelum sakit; tapi dengan hati2 dan sedikit maintenance kita dpt men-
    jaga supaya rasa sakit yg menyengsarakan ini tak timbul lagi. Penderita HNP yg dioperasi syaraf
    nya oleh dokter-pun selain biayanya azubilah masih berisiko 50-50 antara lumpuh dan tidak
    lumpuhnya. Jadi wajar2 sajalah dengan sedikit biaya maintenance kita tak mengambil risiko
    diatas (kalau bukan dalam situasi yg benar2 darurat dimana urat syarafnya sedang gawat kecepit).
    Utk berbagi pengalaman lebih lanjut, alamat email saya ada di : spankykonijn@yahoo.co.id .
    Salam hangat, dari Agus L.

    Mas Agus L.,
    Terima kasih mas Agus yang telah berbagi pengalaman dan sharing di Blog ini..

    Mohon jangan dilihat jumlah komentar di posting Blog ini tentang “Braakk…”, karena Mas Didiek mengabarkan dari Madiun kalau pembaca Blog ini terutama posting “Braaak….” banyak sekali dan biasanya ngeprint halamannya untuk dibawa berobat ke Madiun….

    Terima kasih juga mas Agus telah bersedia sharing dengan menyediakan e-mail yang bisa dihubungi. Semoga apa yang kita lakukan bersama ini bisa membantu banyak orang yang membutuhkan. Amien…

    Reply

  46. surlinks
    Aug 19, 2011 @ 12:30:32

    Salam kenal semua. menarik sekali membaca topik ini. kebetulan saya juga baru dapet vonis hnp l5-s1. Kalo ke madiun, rasanye belum memungkinkan. Nia
    tnya mau ke dr.sutarto dulu. @mas restoe, ATFG8 itu apa ya?

    Surlinks,
    ATGF8 itu semacam peralatan dari besi panjang skt 40 cm lebar 10 cm yang menurut penemuanya (Pak Soegito ?) diklaim bisa atau banyak menyembuhkan berbagai penyakit terutama yang ada hubungannya dengan pembuluh darah dan terutama syaraf…

    Yang saya tahu gerainya ada di Jl. Taman Mini Pintu II (Tamini Square –> Rumah Sakit Haji –> belok kanan –> lewat depan TPI (MNC TV) –> 500 meter kemudian di sebelah kanan ada gerai pijat dengan ATGF8…

    Reply

  47. Heru Hartanto
    May 02, 2012 @ 14:27:57

    Mas Tri,
    Salam ketemu lagi. Salam kenal dengan Simbah, Mas Agus, dan lainnya.
    Tahun 1978 saya sering diasisteni Mas Tri di Bogor, Wajah Mas Tri ada kemiripan wajah Mas Tri Joko Suyono kuliah E13 di Darmaga, apa memang ada hubungan saudara atau bahkan saudara kembar.. Saya di E15. Posisi saya sekarang di Madiun.
    Saya sangat tertarik dengan topik pembicaraan dalam blog ini. Kebetulan ayah saya saudah lama menderita penyakit di tulang pinggang, yang saya tidak tahu namanya. selama ini berubat ke RSU Dr Sudhono Madiun. Berjalannya susah. Saya akan mencoba memeriksakannya ke Pak Radji, mudah-mudahan bisa membantu. Ayah saya, Suparman, usia 84 tahun. Pernah menjadi guru di SMAN 1/SMPN 1 Caruban sekitar 1960-1970an. Fenotipe masih kelihatan sangat bagus, kekar, berisi, Terjadi kemunduran daya ingat.
    Bagi yang mau berobat ke Madiun yang sudah Posting di Blog ini dan kesulitan menginap, mungkin saya bisa bantu seperlunya. Alamat saya (RD) di Jl Rimbamulya 14 Madiun.
    Terima kasih semuanya yang telah memberi informasi melalui blog ini, dan,
    Terima kasih Mas Tridjoko Wahyono.

    Dik Heru,
    Hehehehe….selamat berjumpa kembali Dik….saya tidak ada hubungan darah atau saudara dengan mas-mas yang kebetulan bernama depan “Tri Djoko” di IPB (Tri Djoko Suyono, Tri Djoko Mulyono, Tri Djoko Paryono…dan 13 Tri Djoko lainnya…hehehe). Malah gara-gara ada 15 orang “Tri Djoko” di IPB, beasiswa Supersemar saya pernah dihentikan pemberiannya, karena “saya masih punya hutang”, kata mas pegawai bank-nya. “Utang apa, orang saya tidak pernah hutang”, kata saya. “Ya sudah, mas ke BKAK aja dulu”…..terus di BKAK baru ketahuan deh kalo yang punya hutang itu salah satu dari “Tri Djoko” yang lainnya….hehe…cerita pahit…
    Kalau Bapak anda pernah ngajar di SMPN 1 Caruban, jangan-jangan pernah ngajar isteri saya. Nanti deh saya tanyakan (dia sekarang ke Malang, 3 minggu lalu lulus sebagai Doktor Ilmu Hukum di UB)…
    Iya terima kasih atas kesediaan Dik Heru buat menawarkan penginapan di rumahnya untuk pasien rawat inap Pak Radji…
    Salam untuk semuanya Dik….

    Reply

  48. aziza
    Aug 30, 2012 @ 08:38:36

    Ass. saya mauu ikutan sharing dan mengharapkan juga respon dr rekan2 sesama HNP’erz
    2 bulan yang lalu saya (+) difoni sHNP, setelah sekian lama merasakan ketidaknyaman ini (kira2 1.6th yang lalu).Lambatnya diagnosa ini karena gejala yang saya alami bersamaan dgn saya hamil.
    gejala awal yg dulu saya rasakan adlh rasa pusing spt brputar2 yg sangat parah, apabila dipaksa untuk brjalan bisa smpe muntah, dan sholatpun dgn posisi duduk.
    Leher sampai pundak terasa kaku, lengan – tangan sebelah kanan terasa kebas/ kesemutan, kadang2 disertai dengan sensasi panas dan perih yang menjalar.
    Dokterpun mendiagnosa saya kelebihan hormon karena hamil, dan mengatakan bahwa hal trsebut akan sembuh dgn sendirinya pasca melahirkan nanti.
    Tetapi selang 6 bln melahirkan kondisi saya tidak byk beubah, hanya saja pusing yg dl saya rasakan sudah benar2 hilang.
    Malah rasanya kekuatan tangan kanan saya makin melemah, dan kadang2 nyerinya sampai ke punggung. otomatis saya tidak bisa menggendong bayi saya,
    karena kalau dipaksakan rasa sakitnya smakin menjadi.
    Saya memang tidak prnah melakukan MRI, berhubung di batam fasilitas tsb hanya ada di satu rumah sakit swasta dan biaya nya kurleb 3jt (brasa sangat mahal),
    tapi dari hasil rontgen saya nampak sekali bahwa kurva kemiringan tulang leher saya melebihi batas normal meskipun difoto tsb tidak nampak discus ato lesis pada tulang (kata dokter lg, kmungkinan tulang saya tidak cukup kuat menyangga BB saya yg naik drastis saat hamil dr 39 ke 68 kg)
    Jadi dokter saraf saya menyimpulkan bahwa saya + HNP, ini dilihat dr struktur posisi tulang leher saya yg katanya ( tumpang tindih/sangat rapat), apalagi skrg lengan kanan saya mulai mengecil dibandingkan dengan yg sebelah kiri, begitupun dg respon geraknya jg lebih lemah dibanding yg sebelah kiri)

    JIka kasusnya yg seperti saya alami ini, kira2 bisa g ya pak dibenerin spt halnya kasus yg bpk alami?

    Trims..

    Mbak Aziza,
    Walaupun mahal, sebaiknya MRI dilaksanakan….karena di Jakarta pun biaya untuk MRI sekitar segitu (Rp 2,7 jt – Rp 3,0 juta). Karena dengan MRI, semuanya akan terlihat gamblang dan jelas, apakah mbak Aziza menderita HNP atau yang lain, misalnya Skoliosis (pembengkokan tulang)…

    Walaupun kebanyakan di sini penderita HNP adalah pria, tapi saya curiga, penderita HNP wanita-pun juga lumayan banyak, mungkin salah satu contohnya mbak Aziza. Tapi melihat gejala-gejala tangan kesemutan hebat, dan hamil dengan menanggung rasa sakit yang hebat, coba deh…apakah itu bukan Skoliosis atau penyakit pembengkokan tulang ?

    Bagaimana posisi pundak mbak Aziza sekarang, apakah tinggi pundak kiri dan kanan sama persis tingginya, atau ada salah satu pundak yang lebih rendah dari pundak lainnya ? Berapa cm beda tingginya kalau ada ? Dari sini bisa dihitung sudut kemiringan tulangnya, kalau sudutnya sudah > 65 derajat, berarti tulangnya juga harus dibetulkan…

    Saran saya, segera lakukan MRI, mahal atau murah itu kan bisa minjam duwit dulu. Terus, temui dokter ahli tulang. Kalau tidak ada di Batam, ya mungkin perlu ke Jakarta. Supaya jelas apa penyakit tulang yang menimpa mbak, supaya bisa diambil tindakan pembetulan seperlunya….

    Reply

  49. aziza
    Sep 01, 2012 @ 09:01:39

    Stelah cek dengan pasti ternyata memang klo dilihat² pundak kanan saya lebih rendah dibandingkan yang kiri 😦
    Apakah itu artinya syaraf terjepit saya disebabkan oleh bengkoknya tulang saya?
    Itu brarti gimana ya pak, hopeless rasanya takut banged klo memang harus operasi.
    Apakah klo mmg skoliosis harus operasi? tidak bisakah hanya dengan terapi?
    Insyaallah pak saya akan segera MRI,,
    Terima kasih atas masukan bapak..

    Mbak Aziza,
    Setelah menghadap dokter spesialis tulang di Batam, mbak bilang aja ke Pak Dokter kalau kemungkinan nyeri yang mbak derita ada kemungkinan HNP atau Skoliosis. Minta ke Pak Dokter untuk memberi surat pengantar buat petugas laboratorium MRI untuk spesial melihat ke tulang belakang mbak Aziza. Setelah hasil MRI keluar, mbak tunjukkan hasil MRI itu kembali ke dokter spesialis tulang di Batam tersebut, pasti beliau akan bisa memberi saran tindakan yang terbaik…

    Sementara itu, mbak bisa Googling dengan memasukkan pencarian “HNP” atau “Skoliosis” untuk mengetahui kira-kira apa yang mbak derita. Menurut perkiraan saya sih, mbak menderita Skoliosis, bukan HNP…

    Reply

    • aziza
      Nov 04, 2012 @ 22:24:20

      Ternyata saya memang trserang HNP Cervical pak, dan juga scolio dengan kemiringan thorac 32′ dan lumbal 30’… (jd mnurut dokter yg bikin sakit itu HNP nya pak, bukan scolio)
      Kurang lebih dah 5 bulan fisio terapi tp blm ada perubahan yg signifikan, ikut atfg jg malah makin nyeri…
      Haruskah saya operasi? di batam blom ada dokter spesialis tulang belakang 😦

      Mbak Aziza,
      Memang HNP itu bikin nyeri…tapi kalau dioperasi juga masih ada resiko syaraf juga..
      Kalau mau ke Madiun juga jauh ya mbak….
      Ya sekarang terserah mbak sih….tapi kalau saya sarankan sebelum operasi, mbak ketemu Pak Suradji yang saya sebutkan di posting ini yang rumahnya Madiun. Kalau terbang berarti mbak harus Batam – Jakarta – Solo (atau Jogja) – Madiun (via bis/kereta api)…

      Reply

      • aziza
        Nov 06, 2012 @ 22:08:29

        insyaallah awal tahun depan saya k jawa pak..
        oya,beliau apa masih praktek ya pak?
        saya takut skali pak krn trjepitnya di leher yg konon katanya mrupakan jalur syaraf2 pntg 😦

        Mbak Aziza,
        Mudah-mudahan Pak Suradji masih praktek di Madiun mbak, tapi nanti saya bisa tanyakan ke teman saya yang tetangga beliau…
        Tidak perlu takut mbak….semua masalah pasti ada jalan keluarnya….

  50. yhudi
    Mar 15, 2013 @ 08:19:26

    Assalamualikum
    Alhamdulillah Mbah Suradji masih buka praktek, saya habis dari tempat beliau.
    Sebelumnya terimakasih banyak buat seluruh informasi di blog ini, dari informasi2 di blog ini sy langsung menuju lokasi….. thx

    Mas Yhudi,
    Iya mas, terima kasih menginformasikan kabar bahwa Mbah Suradji masih buka praktek di blog ini, siapa tahu nanti ada pasien lain yang perlu pertolongan…

    Reply

  51. aziza
    Apr 01, 2013 @ 12:29:34

    Ass.
    Pak Yhudi, bagaimana perkembangannya skrg pak?
    saya sampai saat ini masih fisioterapi, tp blm ada perkembangan yg signifikan. Saya ingin sekali ke tempat mbah Suradji, semoga saya bisa ke tempat beliau jg.

    Reply

  52. rahma nur chaerani
    Apr 12, 2015 @ 12:01:47

    Rasanya biasa
    Parahan ayah aku

    Reply

    • vivie
      Aug 26, 2015 @ 10:05:59

      baru saja saya telp ke rmh pk suradji,skrg sdh tdk buka praktek.beliau sedang sakit.mungkin ada info lainnya tmpt pengobatan syaraf kejepit..???

      Vivie,
      Sebenarnya tempat Pak Suradji itu yang terbagus di daerah Madiun, tapi sayang beliau sudah sepuh dan lagi sakit, jadi tidak lagi membuka praktek. Sayangnya beliau tidak mempunyai murid di Madiun.
      Kalau di Jakarta/Depok, ada klinik dr. Sutarto (?) seperti komentar teman-teman di Posting ini…

      Reply

  53. vivie
    Aug 26, 2015 @ 09:45:38

    ass….saya juga menderita syaraf kejepit hmpir 2 th.sdh ke dr spesialis tdk ada perkmbangan. rencana pengen ke pak suradji kebetulan saya di madiun. sebelum ke pak suradji apakah perlu MRI dulu?mohon infonya

    Dear Mbak Vivie,
    Pak Suradji sudah beranjak sepuh dan beliau oleh keluarganya tidak boleh berpraktek lagi.
    Sebenarnya sayang, karena kelihatannya beliau tidak menunjuk seseorang sebagai penerusnya.

    Reply

  54. restoe
    Oct 21, 2015 @ 22:04:03

    assalamu’alaykum mas tri, pripun kbare ?
    sampun lama saya lost track dengan blog’s njenengan yg merupakan bagian”sejarah/historical’ pengobatan HNP saya ke Pak Radji,

    sudah lama pula (mungkin) sekitar tahun 2012 an, saya sudah tidak ke madiun lagi, dikarenakan kerjaan&waktu yang tidak bisa diupayakan untuk ke madiun,
    alhamdulillah nya, saya ada rekomendasi dari temen , pijat di Pak Hartoyo (sunter, Jakarta)

    pijatan beliau, agak berbeda dengan Pak Radji, karena ada tambahan efek stroom listrik, sebagai media untuk “memaksa” otot bahkan aliran darah yg terkendala (seperti saluran air , musti di semprot tekanan tinggi agar kotorannya bisa keluar) agar bisa lancar.

    beliau juga ada bnyak terima pasien HNP, Stroke, dan salah urat,sejenisnya.
    bila ada saudara yang membutuhkan infonya,
    monggo, email saya ke :

    restoe_sanjaya@yahoo.com

    kalau saya bisa, nanti saya anterin ke rumah beliau, di sunter.

    tapi, saya juga kangen suasana madiun, biasa habis pijat ke Pak Radji,
    suka nongkrong di warung2 kopi pinggir jalan, minum susu jahe dengan saudara.

    Dan, saya pernah telp Pak Radji, kira2 1 tahun yang lalu, beliau masih buka praktek.
    tapi, saya baru tahu, kalau dari info njenengan di agustus 2015, sampun mboten buka praktek lagi, krn faktor usia & fisik/stamina.

    semoga, ada “Pak Radji” lainnya yang bisa membantu melanjutkan tugas mulia beliau, membantu saudara2 yang mengalami HNP & sejenisnya.

    salam,
    restu

    Mas Restu,
    Kabar saya baik-baik saja mas…
    Seneng mendengar Mas Restu juga sudah sembuh dari sakit HNP-nya..
    Pak Radji memang sudah tidak berpraktek di tahun 2015 ini karena faktor usia.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: