Penyanyi bakiak

Di awal tahun 1970an seorang pengamat musik kenamaan Indonesia yang selalu dijadikan “patokan” oleh remaja Indonesia, Remy Silado (23761), mencap bahwa dua penyanyi terkenal Filipina pada masa itu yaitu Eddie Peregrina dan Victor Wood adalah “penyanyi bakiak”…

Entah apa sebenarnya yang dimaksudkan oleh Remy Silado mengenai hal itu, tapi saya duga kedua penyanyi tersebut membawakan lagu-lagu sederhana alias “lagu grip tiga jurus” dengan bahasa Inggris “tingkat SMP” yang mudah dimengerti. Artinya, sangat simpel lah…

Tapi anehnya, 30 tahun telah berlalu. Dan bahkan lagu-lagu bakiak itu masih terngiang-ngiang di telinga saya, dibandingkan dengan lagu Beatles “Till There Was You” yang grip guitarnya sangat sulit itu. Tanpa terasa sayapun ikut menyanyikan beberapa bait lagunya…contohnya salah satu lagunya yang berjudul “Two Lovely Flowers” :

Two lovely flowers
One is red, the other’s white
Wondering what the other will say
Should I pick one to stay

Fickle heart I have
I don’t know which of the two is bad
I’d rather have a broken heart
Than to see the good one’s hurt

Two lovely flowers
I don’t know which one to choose
Two lovely flowers
Surround my heart with fear

Two lovely flowers
One is red, the other’s white
Wondering what the other will say
Should I pick one to stay

Two lovely flowers
I don’t know which one to choose
Two lovely flowers
Surround my heart with fear

Two lovely flowers
One is red, the other’s white
Wondering what the other will say
Should I pick one to stay

 Ok ?  Selamat menyanyi yooo…..

 

19 Comments (+add yours?)

  1. tutinonka
    May 01, 2008 @ 13:11:54

    Bakiak alias theklek nggak begitu nyaman dipakai, soalnya keras dan kaku. Tapi zaman doeloe, ketika belum ada sandal plastik Lily, hampir semua orang Jawa memakai theklek sebagai alas kaki. Alasnya terbuat dari kayu, dan bagian penahan kaki terbuat dari bekas ban. Kalau dipakai di jalan aspal atau semen, suaranya klothak … klothak … Dan kalau dipakai untuk melempar kepala, insya Allah akan membuat si empunya kepala kontan semaput …

    Kalau nggak salah, lagu “Two Lovely Flowers” itu diyanyikan Eddy Peregrina ya Pak? Victor Wood mah ngetop dengan “I’m Sorry”nya.
    Saya dulu nggak tahu lirik lagu Two Lovely Flowers, tapi hafal melodynya. Karena sekarang Pak Tri memberikan liriknya, saya jadi bisa nyanyi. Ok, ayo nyanyi …

    Oh ya, waktu itu saya baru umur 10-an tahun. Tapi bukannya nyanyi “Lihat Kebunku”, malah nyanyi lagu pop cinta-cintaan. Pantes saja kalau dimarahin bu guru di kelas … he he …

    Reply

  2. tridjoko
    May 01, 2008 @ 13:49:42

    –> Bu Tutinonka : terima kasih bu komentarnya…

    Tapi Bu, saya masih belum tahu mengapa Remy Silado menyebut dua penyanyi Filipina itu “Penyanyi Bakiak”..

    Tapi gara-gara itu, majalah Aktuil laku keras lho…

    Reply

  3. simbah
    May 01, 2008 @ 14:43:08

    Apapun istilahnya, tapi saya sangat menyukai lagu-2 masa itu. Apalagi lagu kroncong tahun 60-an. Kalo dengar lagu itu didendangkan, ingatan trus ‘mak-nyuu…tt’ kelingan sewaktu balita. Gak mikir minyak goreng mahal, beras antri, minyak tanah juga ngantri pake girik segala. Yang jelas tanpa sadar, trus nglamun…seandainya masa itu kembali lagi…he….he….susah diungkapkan, cuman bisa dihayati….
    Dik Yon, seumpanya kita berburu ‘piringan hitam’ jadul di stasiun-2 RRI, apa mereka masih punya ya…?

    Reply

  4. tridjoko
    May 01, 2008 @ 16:36:48

    –> Simbah : wesss…njenengan suka juga lagu keroncong yang asli portugis itu ya mas…

    Wah, penikmat kroncong cuman ada di Indonesia, Singapura dan Malaysia loh !

    Sayapun kalau ada Sundari Sukotjo nyanyi, “Putriiiii Solooooo ayune kepara nyata….” wah….walaupun tanggal tua (20 ke atas) serasa tanggal muda (28-10) ha…ha..ha..

    Saya kira mas, di RRI banyak piringan hitam yang lama-lama. Di pasar loak Jalan Surabaya kayaknya juga banyak, tapi kalau nyari di sana jangan kelihatan nyari…ntar harganya digenjot jut..jut-an. Maklum sekarang di Jakarta banyak OKB, entah duwit dari mana…

    Kalau saya dulu tinggal di Amerika, piringan hitam dari lagu-lagu tahun 1930an, 1940an, 1950an masih lengkap dan masih bisa diorder pakai pos….

    Itu yang hilang dari jagad yang bernama Indonesia ini…

    Reply

  5. edratna
    May 02, 2008 @ 07:23:11

    Kenapa lagu-lagunya Koes Plus sampai sekarang masih dinikmati, dan setiap Jumat malam jam 10-12 pm di bahas disalah satu radio, justru karena kesederhanaannya…siapapun bisa menyanyikannya, dari tukang becak sampai penyanyi handal.

    Jadi lagu-lagunya penyanyi bakiak tadi juga seperti itu…akan diingat terus…dan katanya…membuat lagu sederhana lebih sulit….

    Reply

  6. tridjoko
    May 02, 2008 @ 12:57:27

    –> Bu Edratna : ya saya juga sering ndengerin Radio P2SC atau RKM (Radio Kayu Manis) yang punya fans setia Koes Plus itu..

    Memang lagu sederhana lebih mudah diingat oleh segala usia..

    Tapi saya tidak setuju kalau lagu sederhana lebih sulit membuatnya. Lha wong grip guitarnya saja cuman 3 jurus, jadi ya dibolak-balik lagunya seperti itu saja..

    Kalau Beatles itu grip guitarnya bisa loncat antar note, ganti kunci grip, ganti ke minor, ganti ke minor kres 7, dsb yang bakalan membuat jari kita ibarat “keriting” memainkan gitarnya. Tapi tidak banyak penyanyi di dunia ini, apalagi di Indonesia, yang intuisi bikin lagunya setajam The Beatles dulu..

    Orang Indonesia mungkin masih bisa memainkan lagu bila diberi partitur-nya (musical score-nya), tetapi giliran mengarang lagu…sulit keluar karena musisi Indonesia kebanyakan adalah musisi otodidak yang tidak biasa menulis dalam bentuk not balok…

    Reply

  7. Alan
    Jul 04, 2009 @ 08:50:17

    saya termasuk yang (agak) suka sama lagu2 eddie peregrina, tapi lucunya waktu kantor saya ada kerja sama dengan orang/konsultan pilipina, mereka gak kenal penyanyi itu … mungkin sok aja kali, karena ‘bakiak’ tadi itu … kalo gak salah lagu pertamanya itu ‘don’t ever go’ … betul lagunya sederhana dan bhs inggrisnya cetek, mulanya saya kira yg nyanyi itu cewek, karena nama ‘eddie’ kan juga banyak dipakai sama cewek … dia juga pernah muncul di tvri kira2 tahun 1971, saya masih ingat dia berusaha ngomong bhs indonesia: ‘selamat malam, saya eddie peregrina, mau nyanyi …’ … lagunya yg lain ‘since you’ve been gone’ … saya ingat ada kata2 ‘give me a chance’ yg dulu diplesetin oleh teman2 ‘give me seceng’ (seceng=seribu perak) … lagunya yg lain ‘ i do love you’ yg juga bakiak banget …

    Alan,
    Wah…pasti anda seumuran dengan saya ya, kalau selisih paling 5 tahunan….;-)

    Alasan orang Filipina tidak tahu Eddie Peregrina atau Victor Wood atau Jose Marichan (yang nyanyi “Beautiful Girl”), mungkin ada beberapa. Pertama, hampir semua orang Filipina bisa nyanyi…maklum hampir semuanya (kecuali di Filipina bagian Selatan) beragama Katolik, yang sering ke Gereja menyanyi… Kedua, mungkin penyanyi Filipina yang terkenal di Filipina beda dengan yang terkenal di Indonesia, contohnya Jose Marichan itu walaupun suaranya bagus, tapi sebenarnya profesinya sebagai dokter (kayak Tompie) dan bukan berprofesi sebagai penyanyi…. Alasan terakhir, may be you asked the wrong persons…..kalau mereka orang Filipina generasi 70an mungkin tahu siapa Eddie Peregrina…tapi kalau orang Filipina generasi 80an atau 90an mungkin mereka don’t care aja ditanya siapa Eddie (“Not big deal”, kata mereka). Alasan terakhir sekali, banyak orang Filipina memang rada sombong….saya pernah punya seorang teman cewek Filipino waktu sekolah di AS yang cita-citanya kemana-mana bawa Toyota Camry, padahal saya tahu sehari-hari ia kemana-mana pakai Jeepney….;-(

    Jadi sebenarnya don’t care aja kalau orang Filipina juga nggak tahu siapa itu Eddie Peregrina, yang penting kita bisa mengenang lagunya….mengenang syairnya…..siapa tahu sambil nyanyi lagu Eddie Peregrina, juga terbayang teman-teman SMP kita dulu yang manis-manis…..”I do love you, I only do…nobody but you….”….

    Hahaha….asal ngelamunnya nggak ketahuan isteri saja….;-)

    Reply

  8. Alan
    Jul 08, 2009 @ 21:09:32

    setelah membaca ‘about me’ ternyata saya tiga tahun lebih tua dari mas tri (bener gak panggilannya? atau mas djoko?:)) karena pada saat mas tri/djoko lulus sd th 1969 saya lulus smp saya kerja di depkeu pernah bercounterpart dengan dr sumaryanto di bppt, kenal gak? tahun depan saya pensiun karena sudah akan berumur 56 tahun … salam kenal:)

    Mas Alan,
    Panggil saja saya Djoko, atau Tri, atau Tri Djoko…..sama saja kok mas….maklum, nama pasaran…hahaha…
    Dr. Sumaryanto alias Pak Pokil ya ? Yang dari Tambang ITB ? Soalnya ada Dr. Sumaryanto lain yang dari Farmasi UGM…
    Iya mas….saya pensiun masih 3,5 tahun lagi, sekarang lagi ditawarin jadi Perekayasa yang bisa menunda pensiun 5 tahun lagi….tapi kayaknya saya tidak tertarik…

    Reply

  9. Alan
    Jul 11, 2009 @ 07:10:22

    ok djoko, terimakasih, saya kira sumaryanto yg itb, yg mengepalai salah satu satker di bppt yg menjadi blu (badan layanan umum), dulu saya pernah di direktorat pembinaan pengelolaan keuangan badan layanan umum dan pernah datang ‘membina’ ke tempat beliau, tapi sudah lah, “Not big deal”, he he he …

    Mas Alan,
    Ya…berarti Dr. Sumaryanto “Pokil” sebagai Kepala Satker BLU yang diberi nama BE (BPPT Engineering)….

    Reply

  10. Alan
    Jul 14, 2009 @ 15:33:39

    iya bener djok, kemaren ketemu dia punya bc, namanya Y. Sumaryanto Martosudarmo, Ph.D … kenapa “Pokil” …?

    Mas Alan,
    Wah…itu sih panggilan dia sejak sekolah di ITB dulu….dan berlaku terus sampai sekarang…..;-)

    Reply

  11. Alan
    Jul 19, 2009 @ 11:13:25

    mudah2an gak bosen ngobrol sama saya, secara selektip saya juga suka sama lagu2 titek sandora saat awal2 … ada salah satu lagu nya yg mungkin judulnya ‘teman sekolah’ saya senang lagu itu, sedikit berbau cinta tapi gak cengeng dan ceritanya mungkin (mirip2) dialami banyak orang yg pernah sekolah, kalo ada yg punya syair apalagi rekamannya saya mau banget, potongan syairnya kira2 begini:… pergi ke sekolah, selalu bersama, kala pulang seiring sejalan, selalu singgah ke rumah, ketika hujanpun turun berpayung bersama … kini ntah dimana kawanku yg dulu sebangku sekolah … lucunya waktu dia kawin sama muchsin saya kecewa, ha ha ha …

    Mas Alan,
    Hahaha….cinta monyet memang disimpan di “long-term memory” mas, jadi pasti kita ingat terus sampai mati….masalahnya Mas Alan ini seneng sama teman sekelas dulu di sekolah atau seneng sama Titiek Sandhora ? Saya kenal banyak lagu Titiek Sandhora sendiri dan juga Sandhora-Muchsin, lagu pertama yang saya kenal adalah (remake) lagu “Set me for a while” (kayaknya begini nih tulisannya)… lalu ada terjemahan “Torn between two lovers” yang diterjemahkan ke bahasa Indonesia itu….
    Sebenarnya lirik itu kalau memang ada di internet bisa dicari, masukkan di Google “lirik Titiek Sandhora [+potongan liriknya]”…..

    Reply

  12. Alan
    Jul 20, 2009 @ 00:24:44

    udah djok, tapi gak nemu, lagu lain memang banyak, seperti merantau dll, tapi lagu teman sekolah yang saya mau ini sepertinya gak ada yg upload … lagu2 yg djoko bilang saya malah gak tau kalo ada jiplakannya, yg saya tau lagu geloof hoop en liefde yg diterjemahkan (remake/jiplak) menjadi percaya harapan dan cinta … saya kira semua kita punya teman favourite waktu sekolah dulu …

    Mas Alan,
    Ya iyalah….waktu kita dulu sekolah, jaman-jaman SMP gitu, pasti ada teman favorit…..Ikut FB aja mas, ntar teman favorit itu pelan-pelan akan muncul dari dalam bumi…..dan nongol lagi….
    Coba nanti kalau ke Solo saya tanya mbak Titiek Sandhora sendiri, lirik lagu itu terusnya apa….
    Ya in general saya banyak complain, banyak lagu-lagu jaman dulu yang hilang dari peredaran padahal banyak yang masih meminta atau pengin beli albumnya. Remaco tuh banyak stock, tapi entah dikemanain “master rekamannya”. Kalau pengalaman saya semasa sekolah di AS, lagu-lagu dari jaman 1920an, 1930an, 1940an, 1950an, dan 1960an masih ada dan masih bisa dipesan. Kurang dari seminggu, kaset dan CD-nya sudah sampai ke rumah kita. Jadi tidak ada “missing link” dalam sejarah perlaguan, gitulah kira-kira…..Yang ada di Indonesia sekarang ? Masih jauuuuhhhhhh……

    Reply

  13. Alan
    Jul 20, 2009 @ 09:28:14

    saya sudah FBan koq sejak 2007, kalo berkenan add, email saya alan_hakim@yahoo.com, iya udah banyak teman lama yg ketemu lagi lewat FB … wah, kemis yl saya baru dari oslo, eh, solo … nginep di hotel sunan jl ahmad yani … iya ya saya dengar di luar negeri master rekaman lagu2 lama diremaster dengan teknologi yg sekarang … saya pernah membeli cd bekas lagu2 Mozart, John Denver, dll di Ottawa kualitasnya masih ok, semboyan mereka Used but not Abused

    Mas Alan,
    Ya nanti saya add di FB….;-)

    Reply

  14. agus
    Oct 01, 2009 @ 23:11:27

    Saya dengar lagu “Two Lovely Flowers” waktu SMA th ’80an. Saya masih ingat lagunya tapi nggak hafal lyricnya. Maklum Inggris saya level SD. 🙂
    Saya nggak pernah tahu Eddie Peregrina seperti apa, dan baru tahu dari posting ini bahwa dia orang Filipino (dan dikatain “penyanyi bakiak” 🙂 )
    Saya baca “about me”. Teman Pak Djoko, Pak Amril Aman adalah dosen saya di IPMI.

    Agus,
    Wah…seneng dengarnya anda suka juga dengan lagu “Two Lovely Flowers”..

    Yah, Pak Amril Aman itu sahabat baik saya yang juga ada fotonya di “About Me”…

    Reply

  15. tj yulianto
    Jun 11, 2010 @ 11:30:59

    ada lirik ‘memories of our dreams’ nggak pak atau ‘mardy’ itu juga oke lho,punya eddie peregrina.kalo ada tolong kirim ke email ya thanks.

    Reply

  16. widi
    Jun 24, 2010 @ 15:15:59

    ….sy pengemar lagu eddy….hampir semua lagu eddy punya….meskipun ngedownload di internet…..mantap….romantis….pokoknya….siiip dech.

    Selamat deh…

    Reply

  17. anton
    Oct 15, 2010 @ 22:52:40

    saya juga penggemar lagu2nya eddie peregrina,tapi gak ada satu pun teman seumuran saya yang tau lagu2nya..lha wong saya ini hitungannya memang msh kecil (kelahiran 1982)..suka lagu2nya eddie peregrina gara2 waktu kecil dulu bapak saya sering muter kasetnya di rumah,jadinya sampe sekarang malah lebih suka dengan lagu2 ‘jadul’..

    Reply

  18. Rini Arwita
    Sep 20, 2014 @ 18:02:49

    Wahhhhh seru baca comment bapak dan ibu about Edy. Yang jelas saya pengagum suara polosnya he…he…

    Reply

  19. Deden Sukarna
    Jan 09, 2015 @ 23:36:17

    Saya salah satu pengagum suara Eddie Feregerina,lagu2nya melankolis bangets,agak sejenis kualitas suara michael jackson,aku paling demen dengerin lagu two lovely flowers dan since youve been gone,gak bosan2 deh dengerin lagu2 eddie feregerina……bagaimana dengan kalian?

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: