Struktur Data yang membawa derita

Dalam cerita terdahulu, saya mengambil mata kuliah Data Structures sebanyak 4 credit hours dan Introduction to Digital Computing sebanyak 3 credit hours, dan English Writing serta English Reading sebanyak 4 credit hours. Sebelum saya mengambil mata kuliah ini, saya bertemu dengan salah seorang Graduate Advisor yang ada di Department of Computer Science. Ia masih muda dan kelihatannya cukup disukai para mahasiswa, namun belakangan saya tahu kalau ia sudah dalam proses untuk meninggalkan Indiana..

Mata kuliah Introduction to Digital Computing tidak sulit-sulit amat karena sama dengan mata kuliah Kalkulus I waktu di IPB dulu yang membahas fungsi, fungsi ganda, dan sebagainya. Setelah UTS si professornya memberikan standing kita di dalam kelas, dan ternyata nama saya tercatat di ranking nomor dua ! Wah lumayan nih, pikir saya..

Tapi keadaan sebaliknya terjadi dengan mata kuliah Data Structures. Saya agak kagok dengan gaya bahasa Inggris Aho, Hopcroft dan Ullman yang merupakan murid-murid “mbahnya Computer Science” yaitu Donald Knuth itu. Sebenarnya dalam mengikuti pelajaran teori saya tidak terlalu bermasalah, walaupun sudah mulai bingung ketika dibahas tentang pointer. Maklum background saya di undergraduate adalah Statistics. Namun yang membuat saya menyesal adalah Programming Assignment-nya. Kalau saya boleh mengulang jarum sejarah, maka saya akan sewa tutor dan membayar $ 10 per jam untuk mengajari saya bagaimana membuat program tentang linked list yang mencari occurence dari string tertentu. Dan ini adalah assignment pertama di Data Structures. Sudah sesulit itu ? Oh my Gawd !!!

Sebagai orang yang berlatar belakang Fortran dan Cobol, saya agak kagok dengan syntax Pascal yang dipakai sebagai bahasa pemrograman di mata kuliah Data Structures ini. Mungkin salah saya adalah terlalu memandang enteng mata kuliah Data Structures ini sebelumnya. Beberapa teman Indonesia  kelihatannya tidak mempunyai masalah, karena sebelum ia datang ke Indiana ini mereka sudah kursus Struktur Data di Bidang Peminatan Ilmu Komputer, jurusan MIPA UI di kampus Salemba..

Sebagai contoh, kalau di Fortran deklarasi array A dua dimensi yang berukuran 5×4 adalah  A(5,4)  tetapi di Pascal deklarasinya menjadi A[5][4]. Wah, kelihatannya sepele, tapi saya tetap mengalami kesulitan dalam mengertinya.

Assignment keduapun datang, yaitu mengenai Hashing. Jelasnya, bagaimana kita menyimpan record di dalam database sehingga record tersebut tersebar merata yang membuatnya mempunyai waktu akses yang relatif sama…

Assignment tentang Hashing inipun saya agak kebingungan bagaimana mengerjakannya. Akhirnya pas dikumpulkan programnya belum jalan sepenuhnya. Sayapun ketemu dengan TA (Teaching Assistant) saya yaitu Scott Swirzynski yang juga tinggal di asrama yang sama dengan saya itu. Scott-pun bertanya, apa sih sebenarnya problem saya. Saya jawab, wah..saya ini sebenarnya sangat comfortable dengan bahasa Fortran kok tiba-tiba harus memprogram dengan Pascal begini. Ya udah, kerjakan terus, tetap semangat, kata Scott…

Ujian akhirpun tiba. Di Indiana mahasiswa harus membeli sendiri  “buku ujian” yaitu semacam buku tulis berwarna biru muda sebesar buku SD dulu. Belinya di toko buku yang terletak di gedung Indiana Memorial Union. Di dalamnya ada sekitar 10 lembar kertas berwarna putih dan bergaris biru muda. Di Indiana mahasiswa Computer Science dianjurkan menyelesaikan soal ujian dengan pensil ! Mungkin maksudnya agar mudah terhapus dan supaya professor mudah mengoreksinya. Selain itu, menjawab soal ujian juga harus urut, yaitu No.1, 2, 3, 4 dan 5 (Di Binus, mahasiswa menjawab soal ujian dengan ballpoint yang kalau salah mereka menghapus pakai Tip-Ex yang kadang-kadang 1 cm tebalnya, dan nomor soal ujian yang dijawabpun loncat-loncat ada yang menjawab No. 3, 2, 1, 5, 4 sehingga dosen sulit mengoreksinya..). Waktu ujian biasanya 60 menit atau 90 menit dengan jumlah soal yang audzubillah bejibun !!

Beberapa setelah ujian, hasil ujian akhirpun diumumkan di pintu kamar professor saya, ternyata saya mendapat B-. Alamak, saya harus mengulang lagi nih di Summer Session nanti karena Data Structures sebagai salah satu mata kuliah prerequisite saya harus mendapatkan nilai minimal B.

Sayapun mencoba nego dengan sang professor. Sayapun menghadap beliau, namun beliau cuman berkata, “Tri, I know you are a good student. But your mark in assignment was not good enough for you to get a B“…

Mati aku !!!!

Ya dah, siap-siap ngambil lagi Summer Semester nanti…

[Bersambung…]

 

1 Comment (+add yours?)

  1. embar
    Jun 15, 2008 @ 21:49:55

    sukses deh bro buat SP nya 😀 , besok i ujian struktur data nech.. doain yach

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: