Mendengarkan radio “musuh”

Ah..the beauty of having Speedy (ADSL+) connection at home is…you can have a lot of things you haven’t had imagine before..such as, download a big chunk of information from the internet in just a flip of time, or else..listening to the radio that you haven’t had done in 15-20 years….

Dan itulah yang saya lakukan minggu kemarin ini…

Setelah seorang mas dari Telkom datang ke rumah untuk memasang modem ADSL dalam skema Speedyfree time, limited 1 GB download” dengan bayaran hanya Rp 200.000 per bulan..maka kehidupan sayapun sedikit berubah..

Tiba-tiba puluhan MB data penelitian yang ada di internet dengan mudahnya saya download. Kalau sebelumnya saya menggunakan TelkomNet (dial up) connection dengan kualitas koneksi “kaki lima” tapi jumlah rekening “bintang lima” yang kalau men-download file sebesar 4.0 MB saja ngeri lamanya nggak ketulungan, maka sekarang men-download file sebesar 51.0 MB dapat dilakukan kurang dari 5 menit (kalau tidak salah malah hanya 2+ menit)…  Asyik kan ?

Yang lebih asyik lagi…. adalah mendengarkan radio-radio luar negeri, baik yang berbahasa Melayu, Inggris, Jepang, ataupun Italia. Jika sebelumnya saya pernah mendengarkan sebuah stasiun radio Singapura dengan Telkomnet dan keselnya saya minta ampun karena “streaming“-nya amat sangat bermasalah karena hilang-timbul, maka dengan koneksi Speedy hal itu bisa diatasi dengan mudah..walaupun “streaming” tidak bisa 100% full tanpa gangguan dalam 1 jam siaran misalnya…. [hal ini saya duga karena buruknya line telpon di Jakarta khususnya dan Indonesia umumnya yang banyak nabrak pohon, ketimpa ranting, dsb..bukan karena teknologi ADSL itu sendiri..]…

Setelah mencari-cari alamat web yang bisa mendengarkan radio dari seluruh dunia, akhirnya saya menemukan alamat web ini : http://www.surfmusic.de/country/singapore.html

Sayapun berusaha untuk mendengarkan stasiun radio “Ria FM” dari Singapore.. ketika saya klik, sayapun disarankan untuk men-download terlebih dahulu software skin-nya yang disebut “radiograbber” (www.radiograbber.com)… Ternyata besar juga yaitu 51.3 MB..untung ada Speedy, jadi kurang dari 5 menit software radiograbber sudah terpasang di desktop komputer saya…

“Ria FM” yang dulu sering saya dengarkan di waktu malam menggunakan Sony Walkman sebelum saya tidur itu, adalah stasiun radio berbahasa Melayu yang memutar banyak lagu-lagu berbahasa Melayu atau bahasa Indonesia. Banyak artis Indonesia yang lagunya diputar di sana, sehingga sayapun bisa menyimpulkan bahwa Peterpan, Mike Idol, dan banyak artis Indonesia lainnya yang juga digemari di Singapura [tahun 1992-1993 dulu, Ruth Sahanaya dengan “Kaulah Segalanya” sangat ngetop di radio ini..]..

Begitu sambungan ke “Ria FM” tersedia, sayapun tereak-tereak seperti orang gila dan menari-nari di lantai keramik KW2 (sich !) yang ada di rumah saya, “Aku bisaaa…aku bisaaa….” seolah menirukan Dora the Explorer…ha..ha..ha..

Bila tersambung ke “Ria FM” Singapura sekarang dapat saya lakukan, maka target selanjutnya adalah saya ingin tersambung ke stasiun radio “WBWB 97 FM” dari kota Bloomington, Indiana. Setelah sepanjang kemarin saya belum bisa tersambung ke “WBWB 97 FM” karena dari alamat web stasiun radio tersebut saya belum bisa “memutar” radionya…maka mulai pagi ini saya kembali lagi ke alamat web berikut :  http://www.surfmusic.de/country/indiana.html

[Catatan : Radio Prambors 102.2 FM melalui websitenya www.pramborsfm.com hanya memerlukan Winamp 5.2 untuk memutar radionya. Namun radio dari luar negeri kebanyakan memerlukan software lebih canggih seperti “radiograbber” tadi. Radio di Amerika yang terletak di sebelah kiri (barat) Sungai Mississippi diberi nama dengan huruf awalan “K” misalnya KABL Radio dari San Fransisco. Sedangkan stasiun radio yang terletak di sebelah kanan (timur) Sungai Mississippi diberi nama dengan huruf awalan “W” seperti misalnya WBWB 97 FM Radio dari Bloomington, Indiana]…

Setelah sepanjang malam kemarin dan pagi ini saya mencoba nyambung ke stasiun radio “WBWB 97 FM” Bloomington, tapi tidak bisa. Saya mulai sedih dan putus asa. Padahal saking bagusnya lagu-lagu yang diputar oleh WBWB maka semua Mall yang ada di kota Bloomington tidak pernah menyetel musiknya sendiri, dan cukup memutar siaran ke WBWB 97 FM saja..

Akhirnya, apa yang mestinya tidak saya lakukanpun saya lakukan…yaitu mencoba menyetel radio kepunyaan “musuh” yang berasal dari kota West Lafayette, Indiana yaitu stasiun radio “WBAA 920 AM”. Kenapa radio “musuh” ? Karena di negara bagian Indiana ada 2 universitas besar yang bersaing habis-habisan di segala segi, dari basketball, football hingga hal-hal remeh-temeh seperti besarnya kantin di kampus, dan sebagainya. Universitas saya, Indiana University at Bloomington adalah sebuah sekolah “liberal art” yang mungkin bisa disamakan dengan Unpad di Bandung, sedangkan 200 km di sebelah utara Bloomington ada sebuah universitas “engineering” bernama Purdue University yang terletak di kota West Lafayette yang mungkin bisa disamakan dengan ITB. Nah, kami selalu berantem secara verbal, nyek-nyekan, name calling, dan mud slinging…24 jam sehari, 7 hari seminggu, sepanjang waktu…mungkin sampai akhir dunia…ha…ha..ha…

[Don’t take it seriously, di kantorku BPPT saya seorang diri lulusan Indiana dan “dikeroyok” oleh sekitar 3-4 orang lulusan Purdue, tapi saya merasa “menang” melawan mereka buktinya kalau ketemu di kantor mereka selalu senyum duluan kepada saya…ha..ha..ha..]

Ya udah, denger radio “musuh” gak apa-apa. Yang penting, saya bisa merecall kembali kemampuan bahasa Inggris saya karena barusan saya mendengarkan wawancara dengan K.D. Lang, penyanyi cewek yang penampilannya agak kecowokan dan orang Kanada itu. Dia bilang, “Sekarang ini setelah 9/11 sulit sekali bagi penyanyi seperti saya untuk berkarya..entah kenapa, tapi seperti ada perubahan kultur dan tuntutan masyarakat yang berbeda..bla..bla..bla….”. Anda tahu sendiri kan, penyanyi bule kalau ditanya 1 kalimat jawabannya pasti 1 paragraf, tidak seperti penyanyi Indonesia yang suka menjawab “Ya” dan “Tidak” saja tanpa penjelasan lebih lanjut…]

Jadi, not bad lah. Pagi yang indah. Makan roti isi peanut butter and jelly, minum teh Tongci nas-gi-tel (panas-manis-kental), dan ndengerin “radio musuh”..

Kapan anda nyusul ?

O ya, dari www.surfmusic.de itu anda bisa mendengarkan radio dari seluruh dunia, tinggal klik aja kok…

 

23 Comments (+add yours?)

  1. Agung
    May 03, 2008 @ 09:21:28

    bebae Pak,nanti jebol tuh 1GB dan hrs bayar Rp.0,5/KB.
    hahahahahahahahahaha…!!!
    kyk saya,dolo wkt pertama kali pasang speedy jg “norak2” gt.
    tp,kalo radio, saya mah dngr prambors aj.
    hehehehehehehehe..!!

    Reply

  2. tridjoko
    May 03, 2008 @ 11:31:54

    –> Agung : ah masa, “streaming” disamakan dengan “download” ???

    Kan tidak ???

    Ya deh ntar dilihat apa rekeningku meningkat pesat atau cuman bayar Rp 200 ribu doang…

    Reply

  3. Agung
    May 03, 2008 @ 11:38:38

    yah,saya juga kurang ngerti kalo soal streaming.
    heheheheehehhee..!!
    tp kalo sering donlod yg ampe berpuluh2 mega.
    kadang kita akan keterusan,karena keenakan.
    heheheheheheehheheehe…!!

    Reply

  4. tutinonka
    May 03, 2008 @ 11:51:44

    Kayaknya Pak Tri layak dapet komisi (minimal langganan gratis sekian bulan) dari Telkom, lha wong sudah mempromosikan Speedy habis-habisan je …. Padahal pembaca blog Pak Tri kan dari seluruh ujung dunia.

    Saya betul-betul kagum, dalam sehari Pak Tri kok bisa nulis sekian buanyaak …. wueleeh ….
    Ngetik di kibodnya kecepatan berapa mil/jam Pak? Yang ditulis kok ya nggak habis-habis gitu lo ….

    Reply

  5. edratna
    May 03, 2008 @ 12:59:58

    Aku lagi suka dengerin “Sonora”…terutama kalau malam. Prambors belum nyoba lagi…

    Reply

  6. simbah
    May 03, 2008 @ 17:08:42

    Wah..asyik ‘donk’ ! bisa nangkep siaran luar. Di Mediyun, kayaknya radio lokal masih kurang sip dah, Dik Yon. Bukannya aku Jakarta minded, sewaktu tinggal di mBekasi, pertama aku suka Delta FM, baru kemudian P2SC terutama sandiwara bahasa Jawa. Justru orang suku Jawa yang tinggal di Jabotabek lebih nJawani, dari pada orang Jawa yang masih tinggal di Jawa. Wolak waliking jaman.
    Kalo Delta FM jelas lagu-2 oldiestnya yang aku suka. Oya…aku dah men’darat’ lagi sekarang….Dik Yon….

    Reply

  7. tridjoko
    May 03, 2008 @ 19:44:28

    –> Bu Tutinonka : ah…biasa aja kok bu (malu…)…

    Ngetik saya biasa aja kecepatannya soalnya ngetik pakai “11 jari” ini (alias telunjuk kiri + telunjuk kanan doang…)..

    Mengenai banyaknya tulisan, itu karena sambil nyetir di Jakarta lalu terkena macet, lha sambil macet sambil mikir apa yang mau ditulis di blog. Atau Ibu bisa lihat Blog Stats yang mengunjungi Blog ibu apa saja yang ditanyakan / dicari oleh pembaca. Caranya, mungkin ibu bisa baca di Blog saya bagian “About me” dimana saya menjawab pertanyaan mahasiswa atas topik Blog Stats..

    Masalah Bonus dari Speedy, yah tunggu aja tanggal mainnya !

    Ha..ha..ha…

    (bagaikan “menunggu Godot”, ngkali !)..

    Reply

  8. tridjoko
    May 03, 2008 @ 19:47:07

    –> Bu Edratna : saya juga suka dengerin “Sonora” tapi ada musim-musimnya, yaitu musim banjir, musim ada kerusuhan atau kebakaran, dan musim-musim darurat lainnya…

    Selain “Sonora”, saya juga suka dengerin “Elshinta” kalau bumi Jakarta lagi kacau. Kalau Jakarta lagi damai aman tenteram sejahtera, pasti saya kembali lagi ke Delta FM, Female, atau Prambors…

    Reply

  9. tridjoko
    May 03, 2008 @ 19:55:41

    –> Simbah : aku dulu (1997-2000) juga sering ndengerin Delta FM. Akhir-akhir ini nggak pernah lagi karena beberapa acara dan beberapa penyiar menjadi berubah…

    Dulu aku sepulang dari ngajar Pemrograman di Teknik Industri Binus – Astra Sunter di setiap hari Selasa malam (sekitar 20.30 – 21.30 pas saya jalan menuju rumah), saya suka nyetel Delta FM yang kebetulan ada acara Jazz. Tapi akhir-akhir ini acara Jazz-nya udah berubah, akhirnya saya nggak pernah nyetel Delta FM lagi…

    Isteri saya yang suka nyetel P2SC mas, kadang-kadang juga RKM (Radio Kayu Manis) yang paling suka diledek sama Ronald “Extravaganza” itu soalnya musiknya dari dulu seperti itu (dan gaya penyiarnya juga)…

    Radio Madiun tidak ada yang bagus ? Jaman saya kecil (SMP) dulu ada Radio Gabriel, Radio Remaco, dan Radio Bima milik SMA kita.

    Radio Gabriel paling suka dipakai oleh cewek yang mau ngirim AMKM (Aku Meminta Kami Memutar) saya cowok, dan sebaliknya, dengan lagu-lagu “bakiak” macam Victor Wood sama Eddie Peregrina…

    Radio Remaco banyak memutar lagu rock sehingga agak “sesuai” dengan bacaan kita Majalah Aktuil… penyiarnya juga agak nge-punk juga…

    Radio Bima milik SMA 1 Madiun kita…nah ini yang paling seru. Dulu semasa kita masih kelas 1 SMA setiap minggu kita dibagikan formulir AMKM dari Radio Bima dan kita disuruh memesan lagu. Anehnya lagu yang banyak dipesan oleh para pendengar adalah lagu Arab yang berjudul “Ya Mis Mis”. Masih ingat mas ?

    Aladi ya mis mis
    Aladi ya mis mis
    Aladi ya mis mis
    Aladi aladi aladi
    ya mis mis

    Begitu diulang-ulang sampai 1 lagu dinyanyikan selama 30 menit !!!!!

    Ha..ha..ha..ha…

    Sekarang Radio Bima sudah awarahum ya ?

    Reply

  10. simbah
    May 04, 2008 @ 13:09:26

    Yah benar….Radio Bima sudah almarhum, gara-2 waktu itu ada peraturan pemerintah, bahwa radio swasta tidak boleh menempati gedung atau bangunan kepunyaan negeri. Nah trus pindah ke Hotel Purboyo, yg jadi satu sama pemandian itu. Dan tak lama kemudian gersang dan…matilah… konon penyiarnya suka diweruhi memedi… Purboyo kan angker…
    Radio Gabriel dulu, yg kalo tutup siaran pake lagu Amazing Grace…(masih ingat kan?) letaknnya ada di Jl. Pesanggrahan, kidul-kulon Rumah anda. Masih di MW, padahal kompetitornya sudah pada pindah ke FM. Wah prihatin, hidup segan mati tak mau…

    Reply

  11. tridjoko
    May 04, 2008 @ 14:38:34

    –> Simbah : jangankan setelah pindah ke Penginapan Purbaya, lha wong semasa masih di tingkat III SMA 1 Madiun aja para penyiar Radio Bima banyak diweruhi sama macam-macam makhluk kok…he..he.. Tapi anehnya, Pak Sadarno yang jadi penyiar itu tenang dan kalem orangnya, berarti beliau termasuk golongan yang sama dengan para makhluk itu …he..he..he..

    Wah, Radio Gabriel masih ada ya ? Gelombang MW lagi ? Ha..ha..ha.. jadul banget sih tuh radio !

    Ya mas, saya masih ingat lagu “Amazing Grace” yang suka dinyanyikan oleh Radio Gabriel kalau mau tutup itu, soalnya saya dulu di mata pelajaran bahasa Inggris pernah disuruh oleh Pak Slamet Sudibyo menyanyikan lagu itu di depan kelas (dan juga “Jingle Bells”..he..he..)..

    Dulu waktu ada film seri “Paradise” di RCTI (masih ingat ? tentang cowboy yang menjadi buronan dari para rangers dari Texas ?). Ada seorang wanita kurang waras yang selalu menyanyikan lagu “Amazing Grace” di dekat kereta kudanya karena ia ingat anaknya yang sudah meninggal….

    O ya mas, hari Rabu kemarin Pak H. Salam Pramono yang menunggu rumahku SB22 itu dipanggil oleh Yang Maha Kuasa karena gagal ginjal. Beliau dimakamkan di Sewulan esok paginya. Saya belum sempat ke Madiun nih. Jadi rumah saya sekarang ditungguin sama mbak Titin, isteri beliau…

    Reply

  12. simbah
    May 05, 2008 @ 18:45:37

    Innalillahi wa’innallilahi rajiun, ya..saya masih di laut waktu itu….pulang belum sempat keluar rumah…nanti tak iseng-2 singgah…Dik Yon…

    Reply

  13. tridjoko
    May 06, 2008 @ 01:35:24

    –> Simbah :

    Matur nuwun mas atas simpatinya….

    Reply

  14. Harry
    May 13, 2008 @ 23:07:29

    Wah, asik juga ngobrolin radio-radio ya mas. Nimbrung ah, kalau aku 24 jam penuh hanya ndengerin Radio Elshinta. Baik di Jakarta, mbandung atau kalau aku pulang kampung ke Surabaya. Enaknya Elshinta hampir ada dimana-mana dengan siaran nasional. Jadi aku juga bisa tahu keadaan Jakarta kalau lagi di surabaya. Apalagi sekarang dimana negeri ini lagi krisis, wah ndengerin Elshinta jadi tahu ini itu… Eh, aku bukan promosiin Elshinta lho hehehe

    Reply

  15. tridjoko
    May 14, 2008 @ 00:09:39

    –> Harry : Ya mas Harry, ngobrolin tentang radio aja asyik…apalagi ndengerinnya….

    Wah, mas 24 jam sehari ndengerin Elshinta ?

    Jangan-jangan mas Harry ini sopir taksi…ha..ha..ha.. Saya lihat puluhan sopir taksi Jakarta suka ndenger Elshinta mas…eh salah ding, di Jakarta taksinya kan nggak ada radio ding…kalau di Singapore baru ada…

    Gini mas, kayaknya saya ndengerin radio mana itu tergantung “papan” dan “empan”. Kalau pagi hari mood lagi bagus, karena saya nyopir ke kantor bareng anak saya (kantor kami berdekatan, cuman jarak 1 km) maka saya ndengerin Prambors (DJ = Cici Panda, dilanjutkan Arie Daging & Desta). Kalau pulang sore, saya ndengerin Prambors (DJ = Darto & Ocky). Nah, kalau pulang dari kantor sudah sekitar 20.30 saya ndengerin Delta FM (Delta dan Prambors satu perusahaan, Prambors untuk anak muda, Delta untuk orang tua). Karena kalau malam Prambors diisi penyiar “biasa-biasa” aja, tidak seheboh pagi dan sorenya…

    Nah kalau jalanan tol macet atau asap tebal membubung tinggi ke udara tanda ada demo mahasiswa (mudah-mudahan kalau BBM naik akhir Mei atau awal Juni ini, mahasiswa & rakyat tidak marah dan membakari ban-ban bekas)…maka saya pasti dengerin Sonora..

    Kalau lebih gawat lagi, dicirikan motor bisa masuk tol, mobil berjalan di jalan yang berlawanan arah, orang pada panik….saya baru dengerin…..Elshinta kayak sampeyan mas Harry !

    He..he..he.. gitu aja kok repot..

    Catatan : malam sebelum tidur, barang 1 jam-an, saya setelah memasang Telkom Speedy di rumah, bisa streaming ke radio West Lafayette, Indiana, USA….yah sekedar “nguping” orang Amerika lagi ngapain ya sekarang…

    Atau sombong dikit, saya “nguping” radio Jerman, Jepang atau Italia….walaupun nggak tahu apa artinya babar blas….ha..ha..ha…

    Radio luar negeri (dan juga dalam negeri) bisa di-stream dari website : http://www.surmusic.de/

    Gitu lho mas !

    Reply

  16. jangkung
    Sep 16, 2008 @ 02:06:19

    Tolong, ada yg tau nggak dulu waktu radio Bima menyiarkan acara pilihan pendengar (atau entah apa istilahnya saat itu) itu lagu pembuka dan penutupnya judulnya apa ya?
    trims

    Reply

  17. tridjoko
    Sep 19, 2008 @ 08:15:12

    –> Mas Jangkung :

    Wah…ngapunten mas, tidak ada yang tahu persis judul lagu instrumentalia pembuka dan penutup siaran Radio Bima itu apa judulnya…

    Sulitnya mencari judul lagu instrumentalia di Google karena nggak ada kata-katanya (lyric-nya). Kalau ada, wah…mas Gugun Google pasti tahu judul lagunya…

    Dugaan saya, judul lagu instrumentalia itu “Calcutta” dari group band tahun 1960-an yang saya lupa namanya…

    Cuman nebak asal saja lho mas, jangan dipercaya… hahahahaha….

    Reply

  18. Arya - moderatofm.com
    Oct 26, 2008 @ 15:53:45

    Madiun sekarang dah berbeda mas

    Reply

  19. tridjoko
    Oct 26, 2008 @ 23:20:22

    –> Arya :

    Wah..kapan-kapan saya kalau ke Madiun pengin ndengerin Radio Moderato lagi deh…sekedar bernostalgila…hahaha…

    Apakah tempatnya masih di Jalan HOS Cokroaminoto di sekitar mbah-mbah yang jual kembang buat nyekar itu ? (Just curious, soalnya Radio Gabriel sudah pindah ke dekat rumah saya sekarang)..

    Kalau bisa di-streaming dari Jakarta, nanti deh saya streaming Radio Moderato-nya…

    Reply

  20. Arya - moderatofm.com
    Oct 28, 2008 @ 21:37:44

    hallo boz…
    Juni 1975, radio Moderato mulai mengudara di Jl. Mayjend Sungkono 137 Madiun.

    Tahun 1999, radio Moderato pindah ke jalur 105,450 FM sampai pada tahun 2004 berpindah lagi menjadi 107.2 FM hingga sekarang.

    Kalo main madiun, mampir aja…

    Reply

  21. tridjoko
    Oct 29, 2008 @ 00:09:02

    –> Mas Arya :

    Wah…terima kasih atas info tambahan tentang Radio Moderato Madiun saat ini. Tapi…Jalan Mayjen Sungkono itu sisih ngendi sih mas…soale pas saya tinggalkan kota tercinta Madiun di bulan Desember 1975 dulu untuk merantau ke kota hujan, nama jalan itu belum ada sih mas… 😉
    Ya deh, nanti kalau ke Madiun saya sempatkan mampir…

    Reply

  22. Rudie
    Feb 19, 2009 @ 13:33:39

    nyuwun sewu om, ikutan nimbrung, weeeee ganyeng tenan ki. Ya mungkin era udah berbeda, apa yang nurut kita terbaik pas jaman kita dulu, nggak berlaku pada jaman sekarang, tapi kita sebagai praktisi radio di madiun kalo menurut pendapat ipun simbah waaaah nggih repot nggih mbah. Dalem mboten nyalahaken simbah, nanging nggih pripun mangke nawi radio mboten ngikuti jaman, salah maleeeehhhh, tuntutan pengiklan mbah hehehehehehe ugi tuntutan Bos Besar. Dalem Lulusan Moderato tahun 1995 – 2000. Moderato ingkang ndadosaken kulo kados sak meniko Om. Sekarang saya di Cemara Radio Madiun 89.5 FM, Punya nya Bapak Budi Santoso (Budi Sangen, Katanya Lulusan SMA 1 Madiun tahun 1974 Sempat di UI) Kenal nggak Om? Wah Om Pengetahuan Radionya Banyak yang Om, boleh berguru kaaaaan? Salam Hormat Om, Kalo pulang ke Madiun Mampir Om.

    Mas Rudie,
    Wah…kok yo kebeneran ! Tamtu kemawon kulo tepang kalih sing jenenge Mas Budi Sangen niku. Piyambake riyin cemeng, duwur, langsing, lan numpake motor Yamaha L2S (“el-tu-es”) atau L2G (“el-tu-ji”) kulo taksih kemutan. Nek njenengan ketemu Oom Budi, tolong sampaikan salam saking kulo. Riyin di tahun 1973 Mas Budi niku pacare konco kulo sekelas dek teng SMP, namine “S.I.”. Cobak sampeyan tangletaken piyambake, pasti kemutan piyambake sinten niku “S.I.”…hehehe…rahasiane Oom-e enten teng kulo…

    Wah..sakjane kulo mboten ngertos katah soal radio lho. Nek koyoke faham betul, niku nggih lepat. Lha dos pundi mboten faham, lha riyin di kurun waktu 1967-1975 pas kulo teng Madiun jumlah radio Madiun nggih namung 3 : Radio Remaco (AM) teng Jalan Cokroaminoto, Radio Gabriel (AM) teng kidule Klenteng Madiun, lan Radio Bima (AM experiment) teng Lantai 3 Gedung SMA 1 Madiun sing kabare katah ndruwone..hehe..

    Tapi kala riyin sing paling keren nggih Radio Remaco, suarane penyiare Bariton kabeh, sing paling terkenal Mas sinten ngaten lho kulo kok kesupen (maklum 40 tahun kepengker). Radio Remaco mirip Radio Bahama FM Jakarta di awal tahun 1980an tipe penyiar lan pilihan lagunipun. Lha nek Radio Gabriel niku gadahe tiyang Katholik (nopo Kristen nggih ?), sak niki Radio Gabriel niku persis kaleh Radio Sonora teng Jakarta mriki. Ucapan penyiare, pilihan lagune, persis plek ! Lha nek Radio Bima niku sing paling seru ! Rumiyin penyiare antara lain Pak Sadarno (sekaligus guru pembimbing), sing riyin ngajar kulo nopo nggih..Civic (Pancasila) mbok menawi ? Terus penyiare setiap kelas diambil 2 orang : laki dan perempuan. Setiap minggu setiap murid diberi 5 kartu ucapan AMKM (Anda Mbingung Kami Mbantu…eh..bukan ding ! Anda Meminta Kami Memutar). Asyik lho ! Asal naksir cewek kelas lain atau kelas kita sendiri, kita kirimi lagu (istilah anak sak niki “request”..)..

    Ngaten mawon mas, mengke nek kulo wangsul Madiun kulo nyambangi Radio Sampeyan lah. Syukur saged ketemuan kalih Mas Budi Sangen. Sak niki piyambake taksih langsing nopo empun gendut ? Riyin rambute gondrong sak bahu lurus…(SMA 1 Madiun satu-satunya SMA di Madiun yang boleh gondrong waktu itu, niru SMA De Britto Yogya, katanya…)..

    Reply

  23. rudie
    Mar 12, 2009 @ 12:41:04

    Sugeng siang ooom.
    Sak meniko bapak radi endut, nanging kabar terakhir nderek fitnes, dados radi kurusan maleh. Menawi mboten lepat Radio Remaco meniko sak meniko dados Radio Moderato niku Om. Wah nawi ngaten, nyuwun bocoranipun to Om Tri, biar nanti bisa ngerjain bapak (Huuus Bos Besar kok di kerjain, di pecat nyahooo looo). Mboten namung nggudo-nggudo kemawon. Sak meniko Bapak Istrinya Bu Nin (Katanya pentolannya Draksi, gank cewek SMA 1 pas 80-an, Gank SMA 1 Juga) Putranya 2, Pak Andre (Direktur saya) dan Mbak Nesya (Calon Direkttur Saya, kalo udah lulus nantinya, dan Pak Andre di Kontraktornya). Om sekarang kesibukannya apa to Om? Wah nawi gondrong lak kados reman no Om. Wah dalem nembe mireng lho nawi Madiun pernah wonten sekolah kados De Britto Jogja utawi PL Jakarta. Menawi Ngaten majuin riyin di banding sak meniko nggih (Lha saged gondrong ten sekolah kok) ????? Matur nuwun lho Om, Sugeng Makaryo.

    Mas Rudi,
    Pokoke mas Budi Sangen riyin perawakane kurus tapi rambute gondrong. Wah nek menikah kalih Mbak Nin (angkatan 80an) berarti kacek 6-7 tahun nggih yuswo keduanya. Pacare riyin panggilannya “Iin”. Coba deh ditangletken teng piyambake, mangke lak kemutan…
    Foto-foto SMA sing gondrong-gondrong sampun tak pasang teng Facebook…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: