Bagaimana supaya tidak mudah lupa, pak

Ini adalah pertanyaan salah seorang mahasiswa saya. Wah, pertanyaan yang bagus karena saya tidak siap menjawabnya saat itu juga. Nanti deh saya tulis di Blog saya ya, janji saya..

Kalau anda mudah lupa, ada beberapa cara agar anda tidak mudah lupa. Tapi sebelum membahas itu mungkin ada beberapa kemungkinan mengapa seseorang mudah lupa, apalagi seseorang yang masih bisa digolongkan “orang muda”..

Seorang bisa lupa itu banyak sebabnya. Mungkin waktu ia kecil ia pernah menderita trauma (benturan) di kepalanya yang mungkin “menghapus” beberapa memorinya. Saya bukan dokter, jadi ini jawaban computer scientist lho. Ibaratnya disket yang jatuh ke tanah dengan keras, terinjak pula, maka beberapa sektor datanya mungkin terhapus. Kalau tidak, ia pernah menderita penyakit dengan demam yang tinggi di masa lalu. Sekali lagi, saya bukan dokter, apa mungkin demam bisa menghapus memori ?

Ok lah, sebab nggak penting, yang penting bagaimana cara mengatasinya..

Pertama, tulis apa yang anda perlu lakukan di kertas khusus dengan lem di ujungnya seperti yang bermerk “Post It Note”. Kertas Post-it itu bisa dibeli di toko-toko buku dekat kampus. Warnya kertasnya biasanya mencolok seperti merah, kuning, hijau dan biru, tapi yang paling umum adalah warna kuning. Anda bisa menulis apa-apa yang perlu dikerjakan dan kapan due date-nya di kertas Post It itu. Tempelkan di tempat yang mudah anda lihat, misalnya di cermin besar atau di monitor komputer yang ada di meja belajar anda…sehingga dengan melihat “catatan peringatan” itu maka anda akan segera teringat dengan apa yang harus dilakukan segera…

Cara kedua, tuliskan apa yang perlu anda lakukan di handphone anda. Biasanya handphone jaman sekarang ada fitur “Reminder” yang bisa diisi apa yang akan anda lakukan besok, lusa, minggu depan, dsb. Anda tinggal set “Kalender” yang ada di situ, dan tulis apa “Message” anda. Nah, pada waktunya handphone anda akan bunyi dan akan menyala dengan tulisan janji yang anda harus kerjakan itu secara berkelap-kelip..

Cara ketiga, mintalah seseorang yang dekat dengan anda yang bisa anda percayai dan mintai tolong untuk mengingatkan anda selalu. Orang itu bisa pacar anda, ibu anda atau kakak anda. Bilang aja padanya kapan anda harus diingatkan untuk melakukan sesuatu. Biasanya seorang ibu akan senang membantu anaknya mengingatkan apa yang perlu dilakukan..

Jadi, pilih aja salah satu cara di atas…

Atau paling afdol, coba ketiga-tiganya sekaligus..

Selamat mencoba dan mudah-mudahan anda tidak cepat lupa !!!

 

16 Comments (+add yours?)

  1. tutinonka
    May 23, 2008 @ 23:43:04

    Saya pernah membaca (kalau tidak salah ya, wong sudah luaama), bahwa proses memory di dalam sel-sel otak kita adalah berupa lintasan-lintasan atom dengan orbit/sirkuit tertentu. Jika memory itu sering kita aktifkan (artinya dihafal), maka lintasan atom di dalam sirkuit itu akan terus terjaga. Tapi jika memory itu lama tidak kita aktifkan, maka lintasan atom di dalam sirkuit itu akan buyar. Maka disitulah kita berada pada tahap LUPA.

    Nah, ada orang yang atom-atom di dalam sel-sel otaknya mudah di’suruh’ membuat lintasan dalam sirkuit tertentu, sehingga dia cepat mengingat dan ingatannya kuat. Ada juga orang yang atom-atom di sel-sel otaknya ‘bandel’, susah disuruh ‘berbaris’ dan mengikuti lintasan sirkuit, sehingga sulit untuk mengingat sesuatu.

    Bahkan jenis data yang mudah diingat oleh otak seseorang pun berbeda-beda. Saya mungkin agak mudah mengingat sesuatu yang pernah saya baca di buku atau saya lihat di teve, tapi agak susah mengingat wajah orang. Pernah saya kedatangan tamu, lama kami ngobrol kesana-kemari dengan seru. Suatu saat saya menyebut namanya, dan kami sama-sama kaget, karena ternyata saya salah mengira dia sebagai orang lain !! Aduh, malunya jangan ditanya ….

    Jadi kalau suatu saat saya ketemu Pak Tri dan minta tandatangan di buku harian atau di punggung baju, jangan bingung Pak, karena mungkin saya mengira Bapak adalah Russel Crowe …. he he ….

    Reply

  2. tridjoko
    May 24, 2008 @ 01:08:00

    –> Bu Tutinonka :

    Wah..jangan menghina gitu dong Bu menyamakan saya dengan Russell Crowe…sebenarnya saya lebih miripan dengan Brad Pitt atau Ben Afleck….hehehehehe….ini ngarang Bu, maklum suka nonton Tukul Arwana Show…

    Wah, bagaimanapun teorinya tentang Lupa, kalau sudah lupa ya sudah, lha wong lupa…

    Sebenarnya ada latihan-latihan menghimpun konsentrasi, apalagi kalau disertai pernafasan. Pasti tidak mudah lupa, dan pasti mudah ingat dengan yang pernah diingat duluan…

    Konon ingatan orang itu ada 2 macam yaitu Short-Term Memory dan Long-Term Memory. Short-Term Memory orang dalam sehari hilang 70% dari yang sudah diingat kemarin. Jadi misalnya pada hari ke-1 orang ingat 100% tentang sesuatu, maka pada hari ke-2 orang tersebut cuman ingat 30%, dan pada hari ke-3 cuman ingat 10% saja. Makanya tidak heran kalau orang punya hutang sama temannya, ngembaliinnya suka lupa…heheheheh…lha wong lupa…njur gimana….

    Kata orang saya punya photographic memory tentang masa lalu dan sejenis “speech writer” spt Pak Murdiono mantan Mensesneg itu. Jadi kalau saya mewawancarai seseorang dan saya bikin coretan2 di buku saya, maka 1 jam kemudian saya bisa menuliskan dengan persis apa yang pernah saya ketahui sebelumnya…

    Reply

  3. tutinonka
    May 24, 2008 @ 21:49:59

    Aduh, maap beribu maap Pak, sebenarnya saya sudah lupa (kan topik diskusi kita memang tentang ‘lupa’, jadi boleh dong saya juga lupa … he he) tampang Russell Crowe itu seperti apa. Emang jelek ya?. Saya cuma ingat, Bapak suka permainannya di Gladiator (tak pikir yo ganteng dan kharismatik gitu lho … ). Yo wis, Bapak pilih aja deh, mau seperti siapa, Brad Pitt, Ben Afleck, Mel Gibson, Richard Gere, Arnold Scwarzenegger …..

    Wah, karena Bapak punya kemampuan ‘speech writer’, kayaknya cocok juga lho jadi wartawan. Kalau ‘deja vu’ gimana Pak ….

    Reply

  4. tridjoko
    May 24, 2008 @ 23:18:19

    –> Bu Tutinonka :

    Kalau saya ikut-ikutan jadi wartawan, maka wartawan beneran kasihan Bu…ladangnya tergerus oleh saya. Oleh karena itu saya jadi wartawan Blog saya sendiri aja deh…nulis sendiri, baca sendiri, dan ketawa sendiri…hahahaha…

    Tapi BTW, saya dulu lulusan IPB lho Bu, “Institut Publisistik Bogor”…hehehehe…

    [Kalau melihat rambut abu-abu saya, kayaknya saya lebih mirip dengan Richard Gere lho….]

    Reply

  5. simbah
    May 25, 2008 @ 23:44:54

    Jangan jadi wartawan Dik Yon,…nyambi jadi penulis aja…apa saja yg sampeyan tulis terserah. Baik nulis, maupun berdiri di depan kelas, apa yg anda bawakan kayaknya gampang dipahami.. …saya nggak tahu darahnya swargi pak Marsono atau bu Marsono yg dominan, tapi apa yg sampeyan tulis itu mudheng kabeh..tak tompo..
    Itu mungkin barangkali bedanya antara Guru dan Pendidik, kalo Guru berdiri di depan kelas trus ewess…ewess muridnya mudheng atau tidak urusan belakang… tapi bagi Pendidik…diburu terus muridnya sampe…mudheng bener-2….

    Saya pernah sekali-kali diberikan training oleh perusahaan…..setelah berakhir, biasanya dibagikan formulir kwistioner mengenai bagaimana Instruktur membawakan materinya…di situ saya jawab apa adanya. Yang membekas pelajarannya dan nyangkut diotak sampe sekarang, memang yang membawakan jempolan. Seingatku bapak tsb S-1 dari teknik industri ditambah mempunyai surtifikat-2 macam-2. Mungkin karena pinternya bapak tsb menyampaikan materi, honornya jadi mahal…kalau nggak salah kutip, tahun 2002 training 2 hari saja perkepala murid dicharge 5 jt, waktu itu ada sekitar 15 orang yg ikut. Maka nggak heran beliau datang pake sedan honda accord keluaran terbaru dan disopiri, duduk di jok belakang sambil kendangan dengkul…..uwenak tenan….

    Reply

  6. tutinonka
    May 26, 2008 @ 21:05:30

    Pak Gere … eeh Pak Tri, sebenarnya saya malu mau tanya masalah ini, tapi berhubung saya benar-benar lupa, dan malu bertanya akhirnya tidak bertanya (lha iyo lah … ) saya tanya aja deh. Saya nggak tahu ini long term memory or short term memory yang dalam sehari hilang 70%, yang jelas saya lupa cara nge-link ke blogroll. Ada beberapa blog yang ingin saya masukkan, tapi saya kutak-kutek kok nggak ketemu jalannya. Padahal dulu ya sudah bisa, termasuk blog Bapak sudah ada. Saya buka ‘design’, terus ‘widget’, tapi habis itu kemana lagi? Saya klik ‘edit’ di link-blogroll kok pilihannya cuma ‘there are no options for this widget’ dan ‘remove’. Dospundi niki Pak? Tuluuung … lung … lung …

    Pak Didiek, kalau dengkul buat kendangan, lha gongnya apa ya? he he … Kalau darah dagingnya memang penari, maka term-termnya ya pasti bangsa gamelan ya. Mathuk Pak.

    Reply

  7. tridjoko
    May 26, 2008 @ 23:39:01

    –> Simbah :

    Wah..biasa aja kok mas, saya dosen biasa, paruh waktu malah, tidak seperti Bu Tutinonka yang dosen purna waktu di Yogya sana…

    Memang pembicara yang andal itu kadang-kadang ada. Mas pernah denger yang namanya Andre Wongso ? Yang tampangnya mirip aktor film Hong Kong itu ? Dia itu dulu tidak tamat SD di Malang sana lho mas, sekarang malah menjadi motivator ulung karena walau tidak lulus SD bisa mengembangkan beberapa bisnis dengan sukses…

    Saya pernah tahu juga seorang lulusan Teknik Perminyakan ITB yang menjadi pembicara internasional dan sering diundang ke Singapore, Malaysia, Qatar, dan Australia dan konon honornya sudah tinggi sekali. Waktu beberapa tahun lalu ngadain seminar “Advance Seismic” di Bandung, wah tiketnya lumayan mahal dan teman anak saya bisa masuk secara gratis karena statusnya yang masih mahasiswa…

    Tapi saya belum ke sana mas…yang bisa baru “ketengan” sak ler sak ler gitu…..hehehe…

    Reply

  8. tridjoko
    May 26, 2008 @ 23:43:25

    –> Bu Tutinonka :

    Lupa caranya membuat Blogroll itu short-term memory Bu. Long term memory itu contohnya “bau” ibu kita sendiri, atau “bau parfum” cinta pertama kita, dan sebagainya yang kebanyakan “diisi memorynya” waktu kita amat sangat muda itu lho Bu…

    Untuk menambah Blogroll, ibu bisa membaca Blog saya klik di About Me, karena dulu pernah mengajari mahasiswa saya…

    Tapi caranya seperti ini kok Bu…
    Pertama, klik sbb :
    http://tutinonka.wordpress.com/wp-admin/index.php
    Masukkan userid dan password…
    Nah, nanti akan muncul “Dashboar”..
    Klik “Manage”, klik “Link”, lalu klik “Add link”
    Nah, di “Add link” ini Ibu isi apa nama Blog yang ibu mau masukkan, misalnya “Tri Wahjono”, lalu isi URLnya apa, masukkan “https://triwahjono.wordpress.com/”
    Terakhir, klik save..
    Dan begitu Ibu check Blog Ibu, pasti Blog saya triwahjono.wordpress.com sudah ibu Blogroll…

    Gitu kok Bu, mudah kan ?

    Reply

  9. simbah
    May 26, 2008 @ 23:56:35

    Dik Yon,…saya pernah baca di blognya bu Edratna, sekarang beliau malah berkerja lagi…di suatu organisasi pelatihan…nah bener khan…meskipun sudah pensiun malah dicari-cari….yaitu tadi kalau sudah prof. dikampung saya, orang bilang kagak ada matinye…

    Benar bu Tutinonka..saya tidak bisa meninggalkan suara klenengan…makanya saya pindah ke Madiun, karena diantaranya ya klenengan itu. Coba kalau saya tinggal di Amrik sana, malah menderita…..karena bakalan nggak kesampaian..he..hee….cecak nguntal setliko…..

    Reply

  10. tridjoko
    May 27, 2008 @ 00:02:33

    –> Simbah :

    Iya mas, tetap sibuk setelah pensiun adalah idaman dari setiap orang. Mungkin Bu Edratna diminta tetap kerja itu karena ya ngeblog itu…

    Saya juga kebasahan rejeki alhamdulillah karena dengan ngeblog mungkin aura negatif ilang semua dan yang muncul adalah aura positif…

    Gitu kira-kira analisa amatiran dari saya….hahahahaha….

    Reply

  11. tutinonka
    May 27, 2008 @ 00:51:03

    Sampun saged Pak, maturnuwun. Lhadalah … ternyata cuma gitu. Tapi yang namanya lupa ya lupa … mau bilang apa. Iya, saya tahu Bapak sudah pernah nulis di About Me. Saya sudah coba nyari disitu (karena malu bertanya … he he) tapi komentar disitu kan 200 lebih, lha saya pusing nyarinya. Terimakasih Pak Tri mau repot-repot menulisnya lagi.

    Pak, ‘purna waktu’ itu pensiun ya? Wah, lha saya belum pensiun lho Pak. Mosok masih kinyis-kinyis gini sudah pensiun … he he …

    Pak Didiek, cecak nguntal setliko itu yang nggak waras cecaknya atau setlikanya ….

    Reply

  12. simbah
    May 27, 2008 @ 22:39:59

    He…he…ibaratnya hil yang mustahal…Bu Tutinonka….selamat berkinyis-kinyis ya…

    Reply

  13. tutinonka
    May 28, 2008 @ 11:04:01

    Sebelum dikoreksi Pak Tri (dan malu lagi … he he) saya koreksi duluan. ‘Purna waktu’ itu mungkin coro Jowone ‘full time’ ya Pak? Kalau pensiun kan ‘purna bakti’. Saya tahunya ‘paripurna’ je, ituu … kalau mantenan sudah selesai, kan Pranoto Coro bilang, “sedoyo reroncening acara sampun paripurna kanthi wilujeng nir ing sambekala ….. ”

    Pak Didiek, kinyis-kinyis itu karena disetliko. Tapi karena setlikonya sudah diuntal cecak, sekarang jadi konyos-konyos (woaaa ….)

    Reply

  14. tridjoko
    May 29, 2008 @ 21:27:56

    –> Bu Tutinonka :

    Injih leres Bu, “purna waktu” itu bahasa Ngawi-nya “full time” gitu lho Bu…

    Kalau “purna bhakti” itu pangsiun. Kalau “paripurna” itu lengkap, perfect, afdol. Lha kalau “majapurna” itu desa di sebelah desa saya…

    Hwahwahwahahahaha…

    Wah, mobilku keunthal cecak ? Soalnya mbakyu saya EdPurbayanti yang dosen di Semarang bilang mobilku yang Camry-un itu ibarat “setliko diwenehi ban”…Lha yen setliko keunthal cecak, berarti rak mobilku keunthal cecak ?

    Hehehe…

    (Saya baru datang dari Makassar nih mas Didiek, nanti deh saya cerita di Blog saya..)..

    Reply

  15. simbah
    May 31, 2008 @ 22:01:57

    Welcome home…Dik Yon, …istirahat dulu…nanti ceritakan perkembangan kuliner di sana…ya..

    Reply

  16. tridjoko
    Jun 01, 2008 @ 00:46:05

    –> Simbah :

    Iya mas, sebenarnya saya mau nulis posting tentang Makassar di tahun 2008 sekarang. Wah njenengan temtu pangling tenan dengan Makassar. Kemajuane mpun ruaaaarrrr biasssaaa !!

    Mal yang di tahun 1999 cuman 2, sekarang mungkin ada 10. Hotel Bintang 4 yang dulu cuman 2, sekarang sudah 10. Belum Bintang 5-nya !!

    Makanan masih mak nyusss semua. Saking mak nyuss-nya saya jadi kekenyangan dan akhirnya ke belakang melulu…

    hehehe…

    Yang penting sabar nunggu saya bisa nulis, soalnya hari-hari ini sibuk latihan volley sore tadi, nonton pertandingan badminton malam tadi, besok pagi ngecat lapangan volley, dan sorenya nonton pertandingan volley di lapangan volley yang satunya…

    Wah…pokoknya full KKN lah !

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: