Kampus Binus Anggrek rasa JWC

Pernahkan anda mengunjungi Kampus Binus University di Jakarta ? Binus University di Jakarta mempunyai 4 kampus, dari yang paling lama dibangun sampai yang paling baru dibangun adalah : Kampus Syahdan, Kampus Kijang, Kampus Anggrek, dan Kampus Hang Lekir (disebut juga Kampus JWC, yang resminya bernama “The Joseph Wibowo Center for Advance Learning”, dan Joseph Wibowo adalah nama pendiri Binus)..

Kampus Syahdan dibangun pada tahun 1984 diarsiteki oleh “Atelier 6”, sebuah firma arsitek papan atas pada masa itu. Arsitektur Kampus Syahdan bisa disebut sebagai joglo, yaitu rumah di Jawa yang atap-atapnya berbentuk “daun”. Tapi Kampus Syahdan dibangun secara bertahap, dan tanahnyapun dibeli secara bertahap. Tidak heran bila “gambar” arsitektur asli Kampus Syahdan setahu saya sempat terselip entah kemana, dan mencari “peta” saluran air kotor saja sempat bingung, pada waktu itu. Tapi saat ini di tahun 2008 kampus Syahdan sudah cukup modern, dengan setiap ruang kelas dilengkapi 2 buah AC, 1 infocus, 1 komputer desktop, dan 2 buah papan tulis “white board”..

Kampus Kijang dibangun sekitar tahun 1990 kalau tidak salah. Arsiteknya adalah Bapak Theo Salim, yang juga dosen Arsitektur Binus. Beliau alumni ITB dan University of Texas at Austin. Mulanya dipakai untuk perkuliahan Binus University, tetapi ketika kelas malam diadakan banyak penduduk sekitar yang waktu itu protes karena “bising”, maka kampus itu dipakai kuliah sampai jam 17.00 saja. Nggak tahu ya sekarang setelah semua ruang kelas dipasangi AC, mestinya penduduk tidak bisa mengeluh “bising” lagi. Ketika pada tahun 1995 kalau tidak salah Kampus Kijang dipakai untuk Binus High (SMA Binus), maka arsitektur aslinya diatur ulang oleh Arsitek Hendra, lulusan Tarumanagara. Arsitek Hendra ini terkenal dengan perhatiannya sampai ke detail, terutama untuk interiornya. Makanya Bung Hendra ini juga mengerjakan interior ruang Manajemen Binus di Kampus Syahdan, dan juga ruang Manajemen Binus Kampus Anggrek tempat Fakultas MIPA berada.

Kampus Anggrek mulai dibangun pada tahun 1996, namun belum sempat 1005 selesai ketika krisis ekonomi tahun 1997-1998 melanda Indonesia, makanya sempat terhenti. Kampus Anggrek dirancang oleh Firma Arsitek TOTAL, dan dibangun oleh TOTAL juga. Rencana awal Kampus Anggrek yang berbentuk persis seperti Mall itu dengan adanya “void” di tengah, jumlah lantainya ada 12, makanya di lift jumlah angkanya sampai 12. Tapi karena krisis ekonomi, dan mungkin untuk alasan keamanan, hanya dibangun sampai lantai 8 saja. Sebenarnya ada 2 tower dan 1 auditorium. Tapi ketika Tower 1 sedang dibangun, krisis ekonomi mendera sehingga Tower 2 dan Auditorium tidak sempat dibangun sewaktu dioperasikan pada bulan September 1998 lalu..

Kampus Hang Lekir atau Kampus JWC dibangun pada tahun 2000 dan selesai pada tahun 2001. Arsiteknya adalah dari TOTAL dan pembangunnya juga TOTAL. Kampus JWC dicirikan dengan banyaknya kaca-kaca, bentuk gedung minimalis, dan interiornya berkesan “hi tech” dilengkapi dengan lift yang tembus pandang sampai ke mesin-mesinnya ! Kampus JWC ini berwarna dominan abu-abu, warna minimalis masa kini. Binus International dan S2 menempati gedung JWC ini, dan juga program-program sertifikasi semacam CIA, CFA, CISA dan CISM..

Rupanya di tahun 2007 kemarin Binus sudah mempunyai cukup uang untuk meneruskan pembangunan Kampus Anggrek yang sempat terhenti pembangunannya tahun 1998 yang lalu. Seiring dengan diubahnya nama Binus dari “Universitas Bina Nusantara” menjadi “Binus University” sesuai Visi Binus 20|20, maka logo Binuspun berubah dari dulunya dominan berwarna kuning-oranye sekarang menjadi dominan biru-kuning. Maka kampus Binus Anggrek baru yaitu Tower  2 dan Auditoriumnyapun dominan berwarna biru tua dan kuning. Kalau mau “ngintip”, datang aja ke ruang dosen pura-puranya mau mencari Pak Tri Djoko…dan mendekatlah ke kaca di sebelah timur…kelihatan deh Tower 2 yang georgeous itu !!!

Ternyata dari desain awal Kampus Anggrek, yang berbeda adalah jumlah lantainya yang berkurang dari 12 menjadi 8 lantai. Selain itu, arsitektur Tower 2 dan Auditoriumpun agak berbeda dari konsep awalnya. Kalau anda berdiri dari samping Kampus Anggrek, akan kelihatan beda “kulit luar” Tower 1 dan Tower 2 serta Auditoriumnya. Warna Tower 1-pun sudah berubah dari Kuning-Oranye menjadi Abu-Abu, sewarna dari Tower 2 dan Auditorium yang Abu-Abu-Kuning..

Makanya saya sebut “Kampus Anggrek rasa JWC”..

Sebenarnya banyak gambar-gambar menarik dari Kampus Anggrek Tower 2 dan Auditoriumnya. Saya sebenarnya mau naruh gambar-gambar itu di sini, tapi ribet ah, makanya mendingan cerita aja…biar penasaran…

Last but not least, mesjid (tepatnya disebut “mushala”) kampus Anggrek akan digeser mendekati gedung Tower 1. Sekarang mushala yang baru berukuran 10 x 12 meter sudah dibangun dan selesai 65%, arsitekturnya berbentuk “limas terpancung” dengan nuansa hi-tech karena pilar-pilarnya didominasi struktur baja berwarna abu-abu, dengan atas plastik warna abu-abu juga. Sedangkan mushala lama akan dibongkar (tear down) karena di sana akan dibangun gedung parkir bertingkat untuk menampung mobil dan motor mahasiswa, cuman saya kurang jelas berapa jumlah tingkat gedung parkirnya. Mungkin 8 tingkat juga. Lantai 2 Tower 1 akan digunakan oleh perkantoran unit-unit kerja yang ada di Binus yang sampai sekarang masih tersebar di JWC dan Simprug (Binus High). Food court dan tempat ngeceng (“a place to see and to be seen”) tetap di lantai 1 di depan Bank BCA..

Konon September 2008 nanti gedung Tower 2 dan Auditorium sudah bisa digunakan. Kabarnya, lantai 5 saja akan terdiri dari 30 ruang kelas dari 501 sampai 530 !

Kebayang nggak ?

 

7 Comments (+add yours?)

  1. Agung
    Jun 15, 2008 @ 16:30:44

    mantabbbb…!!!
    hahahahhahahahaa..!!!
    dgn ada gedung baru,saya sbg mahasiswa Binus ga minder2 amat kalo ktmu mahasiswa UPH (yg jg lg bangun gedung business school).
    hehehehehehehe..!!
    tapi emank kampus baru itu keren.
    dan yang saya tunggu2 akan lama terealisasinya.
    yaitu gedung parkir.
    aduh,susah banget kalo bawa mobil ke kampus siang2.
    cari parkir di basement.
    muter2 3-4x baru dpt tempat parkir.
    parah2…!!!
    hehehehehehe…!!

    Reply

  2. Denny
    Jun 16, 2008 @ 21:17:50

    jadi penasaran…
    saya pernah lihat sekilas gedungnya mirip2 sama gedung binus lama tp warna abu2
    Yang paling penting Ac dan elevatornya jalan uda OK 😉

    Reply

  3. Way Atmadja
    Jun 21, 2008 @ 21:41:44

    Saya mencari alamatnya arsitek Theo Salim yang disebut di artikel ini. Saya temannya dari Austin, Texas. Bulan depan (Agustus 2008) saya mau ke Indonesia, dan saya ingin banget ketemu dengan pak Theo setelah 13 tahun tidak hubungan. Kalo ada yang tahu email, alamat, atau telponnya, tolong yah?

    Reply

  4. tridjoko
    Jun 22, 2008 @ 00:13:34

    –> Pak Way Atmadja :

    Kebetulan semester ini saya tidak sama schedule ngajarnya dengan Pak Theo Salim, tapi semester kemarin masih sama. Pak Theo ngajar di jurusan Arsitektur, sedangkan saya di jurusan Teknik Informatika (Computer Science)..

    Kalau Bapak berkenan, bapak bisa menelpon Kampus Binus Anggrek 062-21-534-5830 dan minta kepada operator untuk dihubungkan dengan jurusan Arsitektur. Bapak bisa minta bicara dengan Pak Bob Saragih, sekretaris jurusan Arsitektur..

    Tapi karena sekarang Binus sudah memasuki semester pendek (Summer Semester), saya juga tidak tahu apakah Pak Theo juga ngajar di Semester Pendek ini..

    Anyway, saya akan berusaha mencari tahu no hp atau email Pak Theo dan nanti saya posting di sini..

    Go Longhorn !

    Don’t mess with Texas !

    Reply

  5. Edwin - 08PAV
    Jun 27, 2008 @ 19:31:07

    pak, menurut design awalnya, catnya ungu. dan abu2, kok malah sekarang munculnya oranye, dan abu2 ya?

    btw nyolok banget antara tower 1 dan tower 2. Emang ntar binus tower 1, dicat, di ganti keramiknya seperti tower 2 ?

    Mana mungkin lantai 5. bisa nampung 30 kelas.. dalam 1 tower.

    emang sih, matakuliah entrepreneur gw di semester dpn dpt 425.

    btw ntar akademis, perpus (lt3,4,5), lab lantai 6 digempur ?

    sebab perpusnya uda pindah lantai 1 tower 2.

    saya liat kok aslinya sebelum binus tower 1 yg sekarang…

    btw bagus banget tower 2. ada tempat hang out..

    katanya hall ntar bisa video conference ama lecture luar negeri katanya….asyik ya…

    binus juga lagi bermigrasi dari IPv4 ke IPv6 jg….

    ga rugi bayar murah (sebelum BBM naik 2x dari 2000 an jadi 4500) , dapat fasilitas canggih…

    hahehe

    Reply

  6. Jonah LF - Binusian 2012
    Jun 23, 2009 @ 05:44:19

    Pak, update baru, kantin sebagai tempat ngeceng udah dilanda badai (jadi “a place to be unseen”). Sekarang adanya di basement, deket tempat parkir, bener-bener udah jadi buangan–sama seperti koperasi–dan panasnya ujubileh. Ajaib dah kalo ada yang betah ngeceng di sono lama-lama.
    Dan, tempat yang dulunya kantin (seberang BCA) udah jadi A&W dan tempat latihan anak-anak perhotelan (kalo gax salah) berbentuk kaya rumah makan elit dan dapurnya yang bak akuarium, alias bisa keliatan dari luar, cuman dibatesin kaca..

    Tentang ruangan, dari lantai 2, memang udah mencapai angka 30, tapi bener-bener penipuan deh. Pasalnya, dari 301-310 (atau 311) ada, 311-320 nggak ada, 321-330 ada. Jadi intinya satu lantai cuman 20 ruang. Penomoran ini cuman buat ngebedain, kalo dapet kuliah di 30x, tandanya kuliah di gedung lama, kalo 32x tandanya di gedung baru.

    Ada juga beberapa lantai yang punya ruangan tambahan macem Lab. Bahasa, jadi tiap lentai jumlahnya gax sama..

    Jonah,
    Memang kantin sebagai tempat umum di kampus mestinya “a place to see and to be seen”. Tapi kantin di ground floor dekat tempat parkir Anggrek itu kata anda menjadi “a place to be unseen”…tapi melihat konstruksi dan detail bangunannya nggak Binus banget…kesimpulan saya…itu cuman temporary canteen aja…nanti mungkin akan dibuat yang lebih hebring….di suatu tempat (saya gak dapat info, kan saya cuman dosen biasa aja…)…

    Mengenai nomor ruangan…hahaha…pengamatan yang tajam dari anda…ternyata nomor ruang 311-320 nggak ada ya ? Saya juga baru nyadar… Dulu waktu kampus Anggrek baru dirancang, saya tahu satu tower itu setiap lantai berisi 10 kelas, jadi tower I (lama) dan tower II (baru) jumlah kelasnya ya 10+10 = 20 kelas. Saya hampir yakin 1 lantai menjadi 30 kelas karena waktu pembangunan tower II memang filosofi membangunnya beda dengan tower I, ada sedikit adjustment. Jadi saya pikir ruang kelas di tower II ukurannya kecil-kecil sehingga setiap lantai bisa menampung 20 kelas…

    Secara pribadi, saya senang Binus punya jurusan Hospitality Management (saya lupa apa nama resmi jurusan ini, tapi di luar negeri ini nama resminya). Saya pernah ngobrol dengan salah satu pengajarnya yang alumni S2 Hospitality Management dari Inggris…

    Reply

  7. ratu
    Dec 01, 2014 @ 22:05:30

    Om gw lulusn binus td baru wisuda
    S.Kom

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: