Listrik mati

Sore ini tadi listrik di perumahan saya mati, dari jam 5 sore sampai jam 8 malam. Semua tetangga pada mencari lilin ke warung sebelah, termasuk saya. Maklum, lampu neon cadangan saya merk Kenmaster kelihatannya cuman bagus di 3 bulan pertama dan sekarang sudah tidak bisa nge-charge lagi..

Sayapun heran, apakah PLN masih kepanjangan dari Perusahaan Listrik Negara ? Menurut saya lebih tepat PLN disebut Perusahaan Lilin Negara karena listrik yang dipasoknya mati melulu dan telpon bantuan nomor 123 ditelpon ratusan kali tidak ada yang menjawab !

Waktu saya kecil dulu di Madiun sekitar tahun 1960an, listrik di kota saya juga sering mati yang oleh orang Jawa disebut sebagai “giliran”. Waktu itu listrik hanya nyala 2 malam, dan pada malam ketiga mati dari maghrib sampai subuh. Untuk sumur-sumur penduduk pada masa itu masih sumur timba jadi listrik mati atau tidak kami masih mudah untuk mendapat air bersih untuk mandi..

Bagaimana di luar negeri, apakah listrik juga suka mati ?

Saya pernah tinggal selama 3 tahun 2 bulan di Amerika Serikat, dan tidak sekalipun saya mengalami blackout alias listrik mati. Listrik di Amerika tidak pernah mati, mungkin karena bagusnya sistem interkoneksi di antara power plant di Amerika sana. Juga mungkin bagusnya kontrol pengendali tenaga listrik, sehingga kalau mau mati pasti sudah digantikan oleh power station yang lain. Kemungkinan lain, banyak power plant di Amerika dipasok dari PLTN yang jumlahnya puluhan..

Saya pernah tinggal 2 bulan di Korea Selatan, dan tidak sekalipun pernah terjadi listrik mati. Saya dengar, Korea Selatanpun sumber listriknya banyak dipasok dari PLTN yang jumlahnya sekitar 10..

Tapi ketika saya tinggal di Singapore selama 9 bulan, saya pernah mengalami listrik mati ketika dibawa bertamu oleh guide saya dari MFA ke PSA (Port of Singapore Authority). Waktu kita tiba di lantai dasar listrik masih hidup, tetapi ketika kita akan naik lift, listrikpun mati. Untung belum sempat masuk ke lift. Kalau listrik mati, wah…berabe ! Saya dengar Singapore belum punya 1 PLTN pun, dan power plant-nya kebanyakan adalah tenaga uap yang bahan bakarnya BBM..

Thailand mungkin sama dengan Indonesia, dan belum pernah mempunyai sumber listrik berupa PLTN. Saya di Thailand selama 2 minggu dan pada suatu malam listrik di Hotel AIT tempat saya menginap mati, dan sayapun terpaksa nongkrong di pinggir kolam teratai yang terletak di depan Hotel AIT. Di sana saya ketemu dengan bekas teman saya di IPB, tapi bukan dari satu jurusan. Jadi kamipun ngobrol ngalor ngidul di pinggir kolam teratai itu, dan cerita kamipun nyambung. Anehnya, saya tidak bisa mengenali wajahnya dan diapun tidak bisa mengenali wajah saya…maklum listrik lagi mati dan bulanpun lagi tanggal muda alias “bulan mati”…

Hehehehe…ngobrol di kegelapan di tepi kolam teratai…

Ada ada saja !

 

5 Comments (+add yours?)

  1. simbah
    Jun 16, 2008 @ 10:20:12

    Yah,….di Madiun tiap 4 hari sekali giliran dik Yon!…minimum satu jam tiap mati, paling lama ya 7 jam…diprediksi sampai tg 2009. katanya pabrik-2 yg biasa makai mesin beralih ke listrik…ya…tekor lah….

    Reply

  2. tridjoko
    Jun 16, 2008 @ 15:17:53

    –> Simbah :

    Lha iyalah mas…

    Kalau pakai genset sendiri kan harga BBM-nya sudah membubung naik 35%, sedangkan kalau pakai listrik PLN kan masih murah karena disubsidi…

    Homo economicus bilang, ya lebih baik pakai input yang murah….

    Reply

  3. edratna
    Jun 17, 2008 @ 07:42:12

    Hari Senin tgl 16 kemarin listrik di Cilandak mati seharian, dari jam 8 am s/d 5 pm…saat Tiah ke pasar ternyata gardunya lagi di bongkar… alasannya pemeliharaan. Padahal biasanya listrik mati cuma sekitar 1 jam. Akibatnya target saya kacau balau, niatnya seharian mau kerj adi rumah jadi ga bisa ngapa-ngapa in….apalagi persediaan air menipis. Tiah terlanjur merendam baju banyak, yang terpaksa di cuci daripada bau…..

    Akhirnya malam terpaksa lek-lek an…dan bisa diduga malah jadi sulit tidur, jadi pagi ini masih ngantuk, padahal mau rapat seharian… Oaaahemm

    Reply

  4. tridjoko
    Jun 17, 2008 @ 09:01:07

    –> Bu Edratna :

    Ya..kata mas Didiek alias Simbah, listrik di Madiunpun sudah byar pet mati terus setiap 4 hari sekali. Listrik Jakarta juga sudah makin tidak secure…

    Nggak tahu nih apakah tarif “insentif dan disinsentif” PLN sudah dilaksanakan ? Kalau sudah, mestinya listrik sudah nggak mati-mati lagi. Tapi saya denger emang permukaan air danau Waduk Jatiluhur sudah turun sehingga PLTA Jatiluhur listriknya tinggal dikit. BBM mahal pula…Minggu malam semalaman saya sudah pakai “lilin” yang disuplai oleh PLN (Perusahaan Lilin Negara)…

    Hahahahaha…

    Nikmati aja ! Modalnya radio dengan baterai, lumayan ndengerin Cessa Nasution di Prambors lagi siaran sambil nunggu listrik nyala kembali…

    Reply

  5. rumahagung
    Jun 17, 2008 @ 17:00:50

    wah,syukur daerah saya ga mati.
    padahal blok sbelah kmrn mati seharian.
    tapi blok saya ga mati sama sekali.
    hehehehehehehehehe…!!!

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: