Sandyakalaningkomputerku

Membeli komputer brand name, seperti komputer desktop Compaq Presario 5121AP, yang saya beli di tahun 2001 yang lalu di MetroData sungguh suatu keberuntungan buatku. Tidak hanya dapat diskon berupa Monitor Compaq MV740 sebesar 17 inch tapi seharga 14 inch, tetapi juga jaminan after sales service yang baik..

Komputer itu “dibelikan” oleh teman-teman Inovasi Teknologi, waktu saya bergabung dengan mereka. “Dibelikan” karena honor saya sebagai peneliti saya minta dalam bentuk komputer desktop, yang saya taruh di rumah.

Tujuh tahun penuh komputer itu telah berjasa, tidak hanya bagi saya, tetapi juga bagi isteri dan anak-anak saya. Waktu saya beli, anak sulungku baru saja masuk Fakultas Hukum Undip sedang anak bungsuku masih kelas 2 SMA. Sekarang, anak sulungku sudah selesai kuliah dan bahkan sudah kerja sejak 2 tahun yang lalu serta anak bungsuku Insya Allah minggu depanpun sudah lulus ujian sarjana di Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan ITB..

Komputer desktopku itu di rumah biasanya nyala 24 jam sehari, 7 hari seminggu, dan jarang sekali saya matikan kecuali listrik PLN memang sedang mati. Alasan saya, komputer yang sering dimatihidupkan akan pendek usianya dibandingkan dengan yang dipanjerterushidupnya..

Sejak 2 minggu lalu komputer dekstopku saya gunakan untuk menulis laporan bahasa Inggris Technology Needs Assessment – Transportation Sector setebal kira-kira 35 halaman. Banyak chart yang saya harus buat di Excel, yang full warna. Ternyata pas enak-enaknya menggambar beberapa chart, jebul….prepet…prepet…monitorku mulai padam warna merahnya !!

Oh my Gawd ! Apa nggak tahu saya lagi sibuk dikejar deadline nih ? Yang jelas dikejar temenku, soalnya laporan itu sebenarnya kolaborasi antar beberapa teman di lingkungan R&D dan universitas/institute di Indonesia. Rencananya, selepas dari meja saya, laporan itu akan diputar ke beberapa teman lainnya untuk perbaikan..

Terpaksa saya bekerja hanya dengan warna Green-Blue saja, soalnya Red-nya di monitor saya lagi habis. Celakanya, komputer desktop saya yang satunya “jeroannya” diborong ke Bandung oleh anak bungsu saya karena motherboard komputernya di Bandung terbakar. Sedang laptop satu-satunya yang kami punya juga dibawa ke Bandung oleh anak bungsuku yang nulis TA..

Isteriku sudah usul, “Ya sudah, beli LCD Monitor aja”. Saya langsung lihat di www.bhinneka.com ternyata harga LCD 17 inch yang paling murah adalah merk Acer yang harganya sekitar USD 185. Ya sudah, ini lagi tanggal tua sehingga kamipun terpaksa merogoh “cadangan devisa” agar dapat membeli monitor yang baru untuk mengganti monitor tabung 17 inch yang saya punya dan sekarang rusak warnanya itu..

O ya, menurut patokan sekarang, komputer desktop Compaq Presario 5121AP saya itu termasuk kategori “komputer nenek-nenek” karena Processornya hanya Pentium III 900 MHz. Menurut ukuran umur manusia, mungkin komputer desktop saya ini sudah berumur sekitar 70 tahunan…

Tapi yang menolong adalah, konon Compaq mempunyai desain bus khusus di dalam motherboard-nya sehingga kecepatannya jauh melebihi komputer jangkrik dengan kecepatan 2 GHz sekalipun..

Entah itu mitos, atau realitas, saya nggak tahu..

Yang jelas, Senin nanti saya akan hunting LCD Monitor…

 

7 Comments (+add yours?)

  1. simbah
    Jun 22, 2008 @ 10:59:56

    Kata Kompas, ada pameran laptop di Jakarta Dik Yon..? dan harganya sekitar 5-6 jutaan apa benar…kenapa nggak ngambil yang itu saja…? kalau saya ada dana mendingan ambil yang itu…kira-2 kepenak makai laptop apa desktop Dik Yon..? Perasaan kok kepenak makai desktop ya…lebih nyaman…gitu….

    Reply

  2. tridjoko
    Jun 22, 2008 @ 11:28:51

    –> Simbah :

    Hehe..sampeyan lucu juga, masak komputer di Pameran bisa “diambil”. Ngambilnya sih enak, bayarnya itu..

    Tahun ini penuh dengan kegiatan keluarga mas, jadinya nyisihin uang segitu untuk beli laptop memang agak berat…

    Saya pribadi sebenarnya juga lebih suka kerja di desktop dengan layar 17 inch daripada kerja di laptop dengan layar 12 inch. Itu kalau kerja di rumah atau di kantor, pakai desktop lebih nyaman (terutama merk HP atau Compaq yang keyboardnya sangat empuk)…

    Kalau kerjanya sambil traveling, sebagai konsultan atau peneliti, dan kita harus menayangkan sesuatu ke client, ya lebih enak pakai laptop. Karena laptop kita bisa kita isi dengan ratusan file yang sejenis, kalau-kalau client kita nanya sesuatu. Kita tinggal bilang, “Ini lho Pak/Bu, hasilnya nanti kayak begini, metodenya pakai ini..” dst..dst..

    Tapi hati-hati bawa laptop di Bandara lho mas jaman sekarang ini. Di Jakarta ada issue ada 2 orang yang dicegat di Bandara Soekarno-Hatta dan ditanyai apakah software Windows sama MS-Office-nya asli apa tidak. Setelah terbukti tidak asli, kedua orang itu didenda masing-masing Rp 950.000. Walaupun akhirnya dibantah oleh pihak Bandara (Imigrasi atau apa gitu) bahwa denda sebesar itu tidak benar, eh toh sudah menimbulkan ketakutan kita yang luar biasa..

    Saya juga dengar dari seorang teman, hati-hati ke luar negeri pakai tas YSL, Gucci, D&G, Channel palsu, karena di airport Changi Singapore bakal ditanya kalau palsu dan harus membayar denda di tempat ! Makanya kalau ke luar negeri, lebih baik pakai sepatu merk Pak Atmo sebelah timur alun-alun Madiun, tas kulitnya bikinan Magetan, dan pakai tas merk Dagadu saja. Dijamin aman, dan tenteram dalam perjalanan…

    Hahahaha…

    Reply

  3. LoveMe
    Jun 22, 2008 @ 20:06:14

    pak ini cahyadi dari o4PKT tolong add saya alamat blog saya huarakiri.wordpress.com

    Reply

  4. tridjoko
    Jun 22, 2008 @ 21:58:52

    –> Cahyadi :

    Nanti ya saya add…

    Reply

  5. crotsd4
    Jun 27, 2008 @ 19:25:55

    setuju dengan pak tri… keyboard hp ato compaq memang cocok dengan tangan saya…
    biarpun keyboard saya merk hp jadul bekas milik temen, rasanya masih nyaman. dipake main game, dipencet keras2 juga masih nyaman…….
    tahan banting….

    Reply

  6. edratna
    Jun 28, 2008 @ 10:39:18

    Komputer keluarga sampai sekarang masih dipakai oleh seluruh anggota keluara Cilandak (beli tahun berapa ya…?). …dan satu2nya yang terhubung ke internet. Keyboardhuruf-hurufnya mulai hilang dan ditempeli kertas yang ada hurufnya… tiap 2 minggu sekali diganti… berhubung masih nyaman ya oke aja.

    Reply

  7. tridjoko
    Jun 28, 2008 @ 11:11:31

    –> Bu Edratna :

    Keyboard komputer yang cukup baguspun merk Philips harganya cuman sekitar Rp 30 ribuan di Mangga Dua…

    Jangan-jangan lebih murah daripada harga sticker yang ditempel-tempelin ke huruf komputer..

    Saya di rumah ada komputer Compaq yang setiap hari dipakai berempat. Sudah 7 tahun dipakai, huruf keyboardnya tidak ngelotok sedikitpun dan masih tetap sama dengan yang baru nggak berubah sama sekali, kecuali warnanya yang sudah dipenuhi dengan bekas sambal, kopi atau roti….hehehehe…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: