Pengalaman mengojek sehari

Aki mobil “Camry” saya sowak, terpaksa saya nganter isteri dengan motor matic “sejuta ummat” Yamaha Mio mencari taksi ke Kampung Rambutan, dan siangnya mengingat anak saya Dessa bangun kesiangan, saya terpaksa ngantar diapun naik Mio ke perpotongan Jalan Jatiwaringin dengan Jalan Tol Cikampek supaya dia bisa nyambung M18 ke Kampung Melayu..

Sialnya sore hari kemarin pinggiran Jakarta rumah saya diguyur hujan cukup lebat sehingga paginya saya terpaksa melalui beberapa jalan yang digenangi air. Dan anak sayapun hobbynya tereak-tereak dari atas boncengan Mio, “Awas pa ada air…awas genangan…awas comberan !”. Masyak ampyun ampyun ! Diam dikit kenapa sih !

Sayapun mengendarai Mio saya di sela-sela mobil. Menjelang pertigaan Chandra trafficpun berhenti karena nggakada yang mau ngalah. Sebuah pickup (di Amerika disebut “truck”) Daihatsu warna biru tuapun mogok. Mobil lumayan baru, mungkin sopirnya stress kena macet, jadi dikit-dikit ngadat. Selepas pertigaan Chandra, saya mau belok kanan di Rawa Bacang, tapi deretan mobil panjang yang berhenti sama sekali menyurutkan niat saya, sayapun balik arah ke arah Patria Jaya. Rupanya ada sepasang anak muda yang takut memajukan motornya karena permukaan pinggir jalan agak miring. Celakanya bapak-bapak yang membawa motor di belakang saya terus bilang, “Ayo pak, terus pak..terus pak…”. Sayapun mengeluarkan keahlian saya bersepeda motor dan menuruni permukaan semen 20 derajat seperti mengendarai sepeda balap di Velodrome ! Miopun bisa menaklukkan velodrome dan sayapun berhasil belok ke dalam Patria Jaya. Sialnya, semua jalan diportal ! Sayapun tanya sama tukang ojek “asli” gimana caranya keluar dari kompleks ini. “Anu pak, lewat Patria 7 aja”. Sayapun mengikuti petunjuk “beliau” dan mengikuti arus besar motoris belok ke Patria 7. Segera sayapun bisa menemukan jalan lewat Satkomlek menuju ke Jati Makmur…

Teman saya Satrio yang setiap pagi lewat depan Jalan Jatimakmur bilang “Pak, depan Suzuki itu ada pengecoran jalan lho !”. Celakanya, 10 meter sebelum pengecoran jalan saya baru ngeh dengan apa yang dikatakan temanku Satrio itu. Sayapun balik arah menjauhi cor-coran jalan dan masuk ke Jalan Kompleks AL. Jalan yang di depannya sempit itu ternyata di dalamnya melebar dan to my surprise, cukup mulus ! Maklum, Ketua MPR konon rumah aslinya di daerah ini, makanya banyak bendera PKS berkibar. Sayapun menemukan tembusan jalan ke dalam Kompleks AL dan tanya tukang ojek “asli” lagi bagaimana nembus ke SMA 5 Bekasi. Mengikuti petunjuk “beliau” lagi sayapun tiba di kompleks Jatiwaringin Asri yang rumahnya besar-besar itu. Dari sana ke arah ujung tol Pemandian Al Ikhlas yang khusus perempuan itu saya sudah hapal…

Motorpun saya geber melewati perumahan Antelope. Jalanan cukup mulus, dan kalau diperkenankan warga perumahan ini, saya penginnya mengganti nama perumahan ini menjadi Penelope !!!  He..he…ngikutin bintang pujaan saya “Penelope Cruz”…hehehe…

33 menit mengojek, sayapun sampai di ujung pertemuan Jalan Jatiwaringin dan Jalan Tol Cikampek. Anak saya Dessapun turun dan menyeberang jalan, dan sayapun masih penasaran bagaimana jalan menuju rumah melewati jalan-jalan perumahan barusan yang baru saya lalui sekali itu…

Dan…tidak heran, sayapun nunak-nunuk mencari jalan menuju rumah melewati kompleks AL tadi….

Sampai rumah, sayapun cukup capai. Tidak secara fisik, namun secara mental. Mungkin tidur barang setengah sampai satu jam akan mengembalikan kesegaran saya hari ini…

Dan sayapun….zzzzz…zzzzz…zzzzzz…. (mimpi menggergaji pohon)…

5 Comments (+add yours?)

  1. Agung
    Jul 29, 2008 @ 08:39:24

    hahahhhahahaha…!!
    wah,kpn2 saya juga mao tulis pengalaman naek motor dari rumah ke kampus ahhh…!!
    hahahahahaha..!!!

    Reply

  2. nel
    Jul 29, 2008 @ 10:58:27

    brarti bapak belum ke kantor dong?

    apa hari ini cuti karena ngojek 😀

    Reply

  3. tridjoko
    Jul 30, 2008 @ 08:26:28

    –> Mbak Nel :

    Ya hari Senin kemarin terpaksa saya mbolos ngantor soalnya mobil belum bisa jalan (baru tengah malam, mobil bisa distart lagi setelah diganti akinya)..

    Selain itu, kecapean ngojek euy !

    Mau ngantor pakai Mio belum berani (fisiknya, mentalnya sih udah), maklum kayak Jalan Jatiwaringin itu sudah ibarat “jalan tol” buat motorist yang ngantor. Semua motor bunyinya…grrrnggg…grrrnggg…. karena kebanyakan motor besar macam Tiger 2000, Vixion atau minimal Bajaj Pulsar. Sedangkan motor saya Mio paling bunyinya…. mioooonggg…miooooong… kayak kucing !

    Hehehehe…

    Reply

  4. tutinonka
    Jul 30, 2008 @ 22:20:02

    Profesi baru nih, Pak … ngojek. Lumayan buat persiapan masa pensiun. Kalau saya ngojek, ada yang mau naik gak ya …
    Ngomong-ngomong, kapan mantunya, Pak?

    Reply

  5. tridjoko
    Jul 30, 2008 @ 23:12:29

    –> Bu Tutinonka :

    Wah..kalau saya ngojek setelah pensiun, kasihan si tukang ojek yang asli. Yang jelas bakal nambah saingan….hehehe…

    Nah, kalau ibu yang ngojek…mungkin banyak yang naik lho. Lha wong di Jakarta kalau sopir taksi Bluebird-nya cewek kayaknya dapat sewa (baca : tumpangan) terus tuh..

    Mantu masih lama Bu, yaitu Nopember. Saya tidak mau stress Bu, soalnya isteri dan anak yang mau manten udah stress. I will take it easy…hihihi…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: