Changcutters : juara 17 Agustusan 2008

Sebagai Pak RT di kampung saya, sejak tanggal 16 Agustus 2008 siang saya dan para tetangga sudah mendirikan tenda di depan rumah saya untuk acara perlombaan 17 Agustusan esok harinya. Tahun 2008 ini memang giliran jalan saya yang menyelenggarakan lomba, karena tahun lalu sudah gilirannya jalan di sebelah selatan dan tahun depannya di jalan sebelah utara..

Tanggal 17 Agustus 2008 tepat jam 09.00, anak-anak yang belum sekolah SD sudah disuruh ikut lomba menggambar. Kira-kira yang ikut sekitar 20 orang anak. Wah, rame sekali. Loud speaker SHARP 1500 Watt pun memutar lagu-lagu perjuangan seperti Kebyar-Kebyar Pelangi-nya Gombloh..

Setelah itu anak-anak pra SD balapan “track and field” yaitu memindahkan 5 bendera merah putih kecil yang dijepretkan ke sedotan botol. Jadi anak-anak itu berlari, mencabut bendera, dan balik kanan berlari lagi untuk menaruh bendera tadi ke sebuah botol minuman (merk tidak disebutkan, belum bayar iklan ke saya…hahaha..).

Paling seru adalah pertandingan antar anak2 SD laki-laki yaitu perlombaan memindahkan belut. Ada sekitar 30 ekor belum yang perlu dipindahkan dari satu wadah berisi air ke 5 buah wadah berisi air di seberang “track“. Maka 5 anak berlari sekitar 10 meter, mengobok-ngobok belut di ember, mengambil satu belut (ya..kalau bisa !), lalu memindahkan lagi belut tersebut ke wadah di seberang. Serunya, ketika belut tinggal 1, dan ada 5 anak yang berebut memegang belut tersebut, maka terjadi dorong-mendorong kecil antar 5 anak laki. Keempatnya berjatuhan, dan belutpun jatuh (“fumble”) ke tanah, dan Fauzanpun yang dari tadi tidak ikut berebut, dengan cepat mengambil belut untuk berlari ke embernya. Dia pikir itu aman, nggak tahunya baru lari 3 meter keempat anak yang berebut lagi sudah menjegalnya dari belakang dan belutpun terlepas dari tangannya ! Kali ini Ahmad yang bisa menangkap belut tadi ketika keempat anak yang lainnya sedang berebut bergulung-gulung di tanah. Ahmadpun berlari menuju embernya. Tak dinyana, 3 meter kemudian keempat anak laki yang ada menarik bajunya dan Ahmadpun terjatuh, kali ini Steve yang memang badannya paling besar mengambil belut dan dengan sekali gerakan ia “touch down” mencapai end zone dan melemparkan belut yang dipegangnya dari jarak 1 meter ke embernya…dan plung !!!!…..Belutpun nyemplung di ember Steve dan iapun Juara Belut Kelas SD !

Untuk menyemarakkan suasana, saya mengeluarkan sound systems mini saya berupa : DVD player Philips, Power Speaker Sharp 1500 Watt, dan wireless Mike Weston yang harganya hanya Rp 125 ribu berikut 2 wireless Mike ! Beberapa VCD originalpun saya beli di Disc Tara dekat rumah saya, seperti : Bagimu Negeri-Idris Sardi, Kebyar-Kebyar oleh Harry & Iin, Hip Hop III The Collection (isinya Snoop Dogg, Pharell, D12, 5D Cent, Outkast, Ja Rule, Jay Z, Nelly, House of Pain, Kanye West), The Changcutters : Mencoba Sukses Kembali, dan 2 VCD Indie yaitu : LA Lights IndiFest – Compilation Album Vol. 02, dan Kompilasi Satu Hati (Time-Levi’s)…

Semua lagu telah dicoba untuk mengiringi perlombaan-perlombaan 17 Agustusan 2008 ini. Tapi kelihatannya anak-anak kembali dan kembali memutar Changcutters. Ada 3 lagu yang disukai anak-anak kecil sampai ABG, dari Racun, Pria Idaman Wanita, dan tentu saja I Love You Bibeh

Ketika lagu-lagu ini disetel, anak-anak pada menari, berlompatan, dan tereak-tereak mengikuti lagunya…

It was so weird !!

[Malam sebelumnya ketika di Disc Tara, saya tidak berhasil menemukan VCD original dari The Upstairs yang sebenarnya Indie-nya se angkatan dengan Changcutters. Bahkan di Global TV (?) waktu itu kedua band aliran 70s ini sudah pernah dipertemukan. Rupanya The Upstairs tetap Indie dan cari VCD Indienya susah setengah mati, sementara Changcutters telah diambil oleh sebuah Major Label dan rekamannya sukses..malahan mereka sudah membintangi film berjudul “Tarix Jabrix“…Agak aneh cerita ini, mengingat The Upstairs-pun tidak kalah materi dibanding dengan Changcutters. Muntazam sebagai vokal cukup OK, vokal kedua malahan seorang gadis manis yang mukanya mirip gadis-gadis Jepang..]

22 Comments (+add yours?)

  1. Resi Bismo
    Aug 19, 2008 @ 01:13:52

    wah mas tri, saya diprotes istri karena menyanyikan lagu racunnnya changcuters……. hhihihihihi
    M
    E
    R
    D
    E
    K
    A
    !

    Reply

  2. yulism
    Aug 19, 2008 @ 01:34:47

    Kalau Changcuter saya sering liat juga di imediabiz tv, mungkin karena aneh dan apa adanya yang membuat mereka terkenal kali ya. Thanks

    Reply

  3. edratna
    Aug 19, 2008 @ 06:31:42

    Wahh saya baru benar-benar menikmati suasana kompleks yang beraneka ragam, walau penghuninya sebagian besar sudah sepuh (60 tahun ke atas), dan rata-rata udah bercucu, semangat merayakan kemerdekaan lebih hebat dibanding di kompleks yang lama. Maklum di kompleks yang lama, begitu ada kesempatan istirahat, penghuninya kesempatan libur juga, melarikan diri ke luar Jakarta.

    Di kampung Cilandak, lombanya sejak tanggal 16 Agustus plus bazar (sayangnya saya harus beres-beres rumah dan setelah selesai teler), tapi masih bisa ikut malam renungan malamnya…..syukurlah karena besoknya tak bisa ikut acara RW bazar dan panggung gembira, karena sibuk menata dan masak untuk farewell partynya si sulung, yang ngundang anak-anak Fasilkom UI dan UGM (diwakili Anjar dan temannya).

    Akibatnya sisa hari Senin benar-benar libur dan istirahat total…pagi ini masih agak mumet, tapi ada meeting…..

    Reply

  4. tukangobatbersahaja
    Aug 19, 2008 @ 15:02:08

    suasana khas 17-an memang cuma terjadi setahun sekali ūüôā

    Reply

  5. tridjoko
    Aug 19, 2008 @ 23:05:03

    –> Mas Resi Bismo :

    Tentu saja anda diprotes isteri karena syair lagu Changcutters yang “Racun” antara lain berisi bait….”Wanita, racun dunia”….

    Hahahaha…lha kok anda akhirnya mau sama wanita, orang itu racun lho…..

    Hik…hik…hik…(geli)…

    Reply

  6. tridjoko
    Aug 20, 2008 @ 06:42:00

    –> Mbak Yulis :

    Saat-saat sekarang ini jika ada PENSI (Pentas Seni dan Kreasi) di SMA-SMA Jakarta, suasana akan jadi heboh jika mereka mengundang salah satu atau dua band sekaligus : Changcutters (dari kata : man’s pants) dan The Upstairs. Keduanya bergaya pemusik tahun 1970an seperti yang sering kita lihat di film “Grease”-nya John Travolta. Pengikut merekapun fanatik mengenakan pakaian gaya 70an jika menonton pertunjukan mereka. Menurut saya ini pantas masuk “Weird TV”…tapi yah…saya suka-suka aja tuh nontonnya..

    Reply

  7. tridjoko
    Aug 20, 2008 @ 06:45:46

    –> Bu Edratna :

    Yah..memang asyik tuh merayakan 17 Agustusan di lingkungan kita masing-masing. Kita jadi kenal dengan tetangga sebelah-menyebelah rumah yang biasanya cuman bisa say “Hi” saja, njur sudah segitu…

    Balap karung, memindahkan belut, berjalan pakai sendok yang dikasih kelereng, bagi anak2 kecil is the real show dan kita sebagai orang tua mereka wajib mengadakan agar show itu tetap ada di setiap tanggal 17 Agustusan.

    Biayanya ? Nggak mahal tuh. Di RT saya dengan biaya dari RT Rp 1 juta sudah bisa mengadakan lomba dari jam 9.00 pagi sampai 5.00 sore, termasuk malamnya ada syukuran sambil makan-makan dan bagi-bagi hadiah (dana yang di-raise oleh Ibu2 di RT saya Rp 1,3 juta)…

    Reply

  8. tridjoko
    Aug 20, 2008 @ 06:47:48

    –> Tukangobatbersahaja :

    Iya mbak, suasana hari kemerdekaan seperti 17 Agustusan ini cuman ada di Indonesia lho. Di Singapore aja kalau jelang hari kemerdekaan mereka tanggal 9 Agustus, nggak ada tuh acara2 spt di Indonesia yang meriah. Di Amerika jelang 4 Juli paling juga cuman ada fireworks show..

    Reply

  9. rika
    Aug 21, 2008 @ 11:11:37

    Wah.. di komplek saya ngumpulin dana sampe 1.9 juta.. tetep nombok 300 rebu.. hahahaha.

    Seru memang 17an kemarin, saya jadi belajar juga karakter orang-orang. Maklum warga dan komplek baru, jadi belum kenal tetangga. ada cara malah jadi ajang kenalan.

    btw, on changcutters, si Naufal (5 th) aja ngefans berat kok Pak! Biasanya, dia action dengan gitar ukelele dan pake pake standing speaker (pura pura jadi mik) sambil tereak, “Wanitaaaah.. Racun duniaaaaaaah”

    Mamanya cuma bisa ngurut dada..:)

    Salam kenal Pak!

    Reply

  10. tridjoko
    Aug 21, 2008 @ 19:27:08

    –> Mbak Rika :

    Salam kenal juga mbak….

    Wah, selamat atas rumah barunya ya..mudah-mudahan kerasan karena kuncinya…harus bergaul dengan tetangga, karena tetangga itu yang pertama tahu atas diri kita dan keluarga, dan bukan saudara yang jauh (lho..kok jadi menasehati)…

    Memang kalau bunyi syairnya “Wanita..racun duniaaaa..” dinyanyikan si kecil, kita masih bisa maklum. Tapi kalau yang nyanyi penganten baru laki-laki di depan penganten baru perempuan kayak Mas Resi Bismo di atas, wah..bisa gawat (terjadi Perang Dunia III)…hahaha…

    Lho, Naufal belum minta adik ya mbak ?

    Reply

  11. Farijs van Java
    Aug 24, 2008 @ 07:58:27

    merdeka!

    paling seru itu kl pas 17-an adl lomba panjat pinang. meski yg ikut cm bapak2 kekar, tp semua menikmati. tp skrg kekny sudah jarang sekali, ya.

    salam kenal, pak.

    (^_^)v

    Reply

  12. tridjoko
    Aug 24, 2008 @ 10:30:16

    –> Mas Farijs :

    Alasan tidak adanya lagi Lomba Panjat Pinang salah satunya adalah mahalnya pohon pinang di kota sebesar Jakarta ini mas. Kalau jauh dari 17 Agustusan 1 pohon pinang yang lurus dan sudah dikupas mungkin harganya Rp 400 – Rp 600 rb, tapi pas 17 Agustusan harganya sudah meningkat dari Rp 1,5 – 3 juta per batangnya !

    Makanya RT atau RW di kalangan biasa tidak akan bisa membelinya (sebagai contoh, RT saya budget perlombaan cuman Rp 1 juta). Yang bisa RT atau RW di tempat orang-orang tajir. Makanya di Jakarta yang menyelenggarakan Lomba Panjat Pinang cuman sepanjang Kalimalang karena disponsori banyak perusahaan telepon seluler, ataupun 200 Pohon Pinang di Taman Impian Jaya Ancol.

    O ya, harga tadi cuman pohon pinangnya, belum beserta hadiahnya. Coba bayangkan kalau ada sepeda Polygon Strada digantung di atas, harganya Rp 2 juta, belum hadiah yang lebih kecil, jadi untuk hadiahnya saja bisa sekitar Rp 3 – 4 juta. Jadi, 1 pohon pinang berikut hadiahnya bisa sekitar Rp 4,5 – 7 juta sebuahnya…

    Mana tahan ?

    Reply

  13. Irwan
    Sep 09, 2008 @ 02:16:49

    wah wah… bapak pemerhati musik berat juga nih, ampe familiar ama situasi pensi sma terkini he5x

    saking mautnya sihir the changcutters nih pak, ponakan saya yang baru berumur 1,5thn bisa ngomong lancarnya cuma “acuuun, acuuun” aja hahahaha…kayaknya dia masih kesusahan buat ngikutin lirik lagunya the upstairs,lagu-lagu pak AT.Mahmud&Ibu Sud ^^

    Reply

  14. tridjoko
    Sep 09, 2008 @ 15:42:11

    –> Irwan :

    Hahahaha….lucu juga ya keponakan anda….

    Reply

  15. Dimas
    Sep 19, 2008 @ 20:03:25

    The Upstairs juga masuk major kok pak, cuman “penyebaran”nya aja yang kurang dan ternyata masyarakat lebih condong ke Changcuters … hehehe

    Reply

  16. tridjoko
    Sep 20, 2008 @ 22:42:21

    –> Dimas :

    Oo ya ? The Upstairs sudah major label ?

    Soalnya kapan itu waktu saya cari CD atau kasetnya album yang ada lagu “Disco Darurat” dsb saya nggak nemu, padahal tokonya cukup besar lho. Disc Tara namanya…

    Mungkin apa saya harus nyari di Duta Suara Jalan Sabang baru ketemu ?

    Reply

  17. iwan
    Sep 26, 2008 @ 17:44:55

    Mas kirimin syair and kunci lagu The changcuter dong yang judul Hijrah Ke London,krim ke E-mail aku aja ya Mas.trim’s

    Reply

  18. tridjoko
    Sep 27, 2008 @ 04:39:08

    –> Iwan :

    Ini lirik lagu Changcuters “Hijrah ke London” :

    Hijrah ke London
    Kau berkelana
    Ke negara sepak bola
    Bukan Italia
    Bukan juga Argentina
    Ohoho… Ohoho…
    Ditinggal cinta
    Buat aku tak berdaya
    Gundah gulana
    Ingin aku menyusulnya
    Ohoho… Ohoho…
    Dia jauh
    Dia jauh
    Aku rindu
    Aku rindu
    London, London…
    Ingin ku kesana
    London, London…
    Pergi menyusulnya

    Kunci lagu (chord) nya ?

    Wah…gampang, cari aja sendiri. Lagu-lagu Changcuters grip-nya kan cuman “tiga jurus”, kalau anda main C ya jatuhnya C-F-G (ditambah C7 untuk transisi)…

    Kalau anda main kunci D pasti jatuhnya D-G-A (ditambah D7 untuk transisi)…

    Ok ?

    Reply

  19. fadiya
    Oct 18, 2008 @ 11:47:50

    Hijrah ke London
    Kau berkelana
    Ke negara sepak bola
    Bukan Italia
    Bukan juga Argentina
    Ohoho… Ohoho…
    Ditinggal cinta
    Buat aku tak berdaya
    Gundah gulana
    Ingin aku menyusulnya
    Ohoho… Ohoho…
    Dia jauh
    Dia jauh
    Aku rindu
    Aku rindu
    London, London…
    Ingin ku kesana
    London, London…
    Pergi menyusulnya

    Reply

  20. nauval
    Oct 18, 2008 @ 11:55:21

    aq jadi ingat kekasiku yg di london nih !! ^_^

    Reply

  21. kris
    Jan 28, 2009 @ 20:10:07

    Kemarin pas klak klik lihat lirik lagu the changcutters ehh.. taunya nemuin bahwa domain
    http://www.thechangcutters.com itu di Jual dan di lelang dengan harga tinggi.
    kenapa di jual yah nama bandnya?

    Kris,
    Hati-hati lho di Indonesia sudah ada hukum yang melarang orang mempunyai “nama dagang” walaupun itu cuman nama website. Dulu ada 2 perusahaan kosmetik yang saling bersaing, perush kosmetik A punya merk kosmetik A, tapi perush kosmetik B punya website yang namanya A. Maka di pengadilan, B dipersalahkan dan harus membayar milyaran rupiah…

    Jadi mudah2an yang punya website changcutters itu ya group band changcutters sendiri… Kalau tidak, wah….berbahayaaaaaa…..

    Reply

  22. icha
    Feb 28, 2009 @ 15:55:27

    kk kk changcuth smgat 45 na bsar jga yawh , aq smkin bniat wat ktmu kk kk changcuth

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: