Halusinasi atau Penampakan ?

Kemarin pagi anak sulung saya tidak enak badan (“her body is not delicious”) sehingga dia berangkat ke kantor sendiri tidak ikut mobil saya yang ditumpangi juga oleh anak bungsu. Anak sulung saya naik angkot jam 06.30 dari rumah dan baru sampai 09.00..Katanya, selama di angkot badannya serasa gamang (“dizzy”) dan seakan melayang-layang. Mungkin dia terlalu bekerja keras di bulan puasa dan kurang makan makanan yang bergizi dan minum vitamin yang diperlukan tubuh…

Eh..ternyata apa yang terjadi ? Sampai di kantor jam 09.00 ia langsung disapa Satpam kantornya, “Lho mbak kok mbawa tas segala kok supaya kelihatan baru datang”, tegur Satpam itu ramah. “Lho saya memang baru datang ke kantor pak”, jawab anak saya enteng. “Lho, masak ? Tadi jam 06.30 saya melihat mbak sudah datang ke kantor kok”, jawabnya mulai serius. “Ah masak ?”. “Iya mbak, serius saya nih !”. “Pakai baju apa pak ?”. “Ya pakai baju seperti mbak sekarang ini”. “Duduk dimana pak ?”. “Ya duduknya di tempat duduk embak”. Karena Satpam tersebut penasaran, ia nelpon ke teman anak saya dan menanyakan apakah anak saya memang baru datang jam 09.00. Setelah dijawab iya dari seberang telpon, Satpamnya semakin pucat pasi. Jadi siapa yang sebenarnya datang pada pagi hari dengan “badan” anak saya, “baju” anak saya, dan “duduk” di tempat duduk anak saya ?

Anak sayapun agak berpikir dalam dan ia tidak berani datang ke kantor pagi-pagi. Terpaksa ia minta didrop di kantor anak bungsu saya yang hanya berjarak 500 meter dari kantornya. Setelah itu ia mau jalan kaki saja menuju ke kantornya “just killing the time”….

Sayapun memberi nasehat bijak ke anak saya. Jangan sampai kamu berpikir itu hantu, jin or whatsoever. Analisis saya adalah sebagai berikut :

Pertama, Satpam kantornya mengalami “halusinasi”. Mungkin ini masanya bulan puasa. Mungkin ia kurang banyak makan di waktu buka puasa, dan makan seadanya di waktu sahur. Sudah begitu mungkin ia kurang tidur. Maka dengan kondisi tubuh kecapaian dan gamang (“dizzy”) maka apapun yang ia pikirkan ia anggap sebagai kenyataan. Yah semacam sindrom orang naik gunung lah.. Saran untuk satpam : makan banyak, tidur cukup, minum banyak vitamin, banyak berzikir, agar ia tidak berpikir macam-macam lagi…

Kedua, Satpam kantor itu punya atau berbakat “menerawang ke masa depan” yang bahasa Jermannya “weruh sakdurunging winarah”. Maka walau anak saya baru mulai berangkat dari rumah pakai baju A, dari jarak 30 km ia sudah bisa “melihat” anak saya dengan baju A tersebut. Saran untuk Satpam : supaya “bakatnya” itu diasah terus, siapa tahu akan berguna bagi orang lain atau dirinya sendiri. Caranya dengan banyak dzikir dan mengucap asma Allah. Dan juga banyak berderma..

Ketiga, penampakan ? Saya pribadi tidak melihat hal ini sebagai suatu kemungkinan. Sebagai orang Statistik saya katakan “event ini probabilitasnya 0.01” alias cuman 1% saja benar. Masalah makhluk halus, menurut kepercayaan yang saya anut yaitu muslim, dimanapun pasti ada. Tapi di bulan puasa, bukankah makhluk halus yang jahat sudah dikerangkeng oleh Tuhan dan tinggallah makhluk halus yang baik ? Prinsipnya, mereka itu mempunyai dunia sendiri yang tidak akan overlap dengan dunia kita. Jadi tenang saja, dan kalau anda takut ucapkan saja ayat kursi yang menyebut kebesaran Tuhan. Pasti semuanya akan baik-baik saja…

Cerita di atas serius atau tidak, sebagai Computer Scientist yang sering ngajar Artificial Intelligence di bab Neural Network saya katakan bahwa si Satpam tersebut mengaktivasi ingatan-ingatannya di berbagai prosesor kecil ciptaan Tuhan (konon otak manusia terdiri dari 3,5 milyar prosesor kecil-kecil yang saling terhubungkan), sehingga ingatan…well, atau imajinasi dia semakin “kaya” dan akhirnya timbullah cerita ini…

What do you think about this story…

16 Comments (+add yours?)

  1. Friska
    Sep 24, 2008 @ 10:54:24

    si Satpam tersebut mengaktivasi ingatan-ingatannya di berbagai prosesor kecil ciptaan Tuhan (konon otak manusia terdiri dari 3,5 milyar prosesor kecil-kecil yang saling terhubungkan) –> duh pak, yg ini berat Pak bahasanya :))

    Kl denger cerita na sih, seremin jg sih Pak..wajar ja sih kl ampe anak jd takut kl dateng ke kantor pagi2 :p CMIIW

    Reply

  2. tridjoko
    Sep 24, 2008 @ 13:16:29

    –> Friska :

    Ya intinya sebenarnya tulisan ini menganjurkan, jangan takut kepada apapun kecuali takut kepada Tuhan..

    Juga kepada anda atau siapa saja, janganlah pernah merasa takut kepada sesuatu padahal sesuatu itu anda bayangkan sendiri. Takut hanya kepada Tuhan, maka anda akan selamat dan damai dalam menjalani kehidupan di dunia ini…

    Reply

  3. yulism
    Sep 24, 2008 @ 23:53:39

    Ketika saya masih di Indo, saya bekerja di HRD hotel. Kata semua teman di hotel, terkadang kantor kami ditengah malam hari lampu nyala. Padalah dilantai yang hanya executive offices itu tidak ada yang bekerja diatas jam 5 sore kecuali dulu saya kadang lembur sampai jam 9 malam. Saya sebenarnya takut juga jika harus lembur tetapi karena tuntutan harus selesai besoknya dan menyangkut kelangsungan hidup karyawan, saya harus berani. Cuman satu hal, saya tidak berani masuk ruang file, selalu bikin bulu kuduk saya berdiri. .. šŸ™‚ terimakasih

    Reply

  4. noph2
    Sep 25, 2008 @ 00:52:41

    wah mantap juga kalau analisis Bapak yang ke dua itu penyebab sebenarnya.. ntr lama2 satpamnya berubah profesi jd dukun.. hihihih.. atau nanti bs menyelamatkan dunia kayak yang di film2.. aduh saya kebanyakan ntn film sepertinya.. šŸ˜¦

    Reply

  5. liswari
    Sep 25, 2008 @ 03:51:46

    Wah selain pak Satpam, ada saksi lain yang liat juga gak om? Kalo iya.. waaahh apa itu ya ??? huehuehue gak membantu ya :-p
    Kemarin si Ari juga gitu disini, katanya ada suara ‘orang’ jalan di rumah malem2… akunya cuma.. ‘nggak ah.., paling grandma yg jalan’. Padahal maksudnya buat meyakinkan diri sendiri gak apa2.. soalnya takut juga kalo di pikirin… :-p

    Reply

  6. tridjoko
    Sep 25, 2008 @ 07:26:15

    –> Mbak Yulis :

    Anak saya juga bekerja di HRD (Legal & General Affairs) jadi mengharuskan dia datang pagi-pagi ke kantor or else harus pulang malam-malam untuk mengurusi sesuatu yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak (pegawai)…

    Jadi kalau pagi lampu belum nyala, kalau malam lampu sudah gelap. Dari sononya anak saya pemberani, tapi dia menghadapi masalah yang lebih besar kali ini untuk menguji keberaniannya…

    Mudah-mudahan sih lulus…

    Reply

  7. tridjoko
    Sep 25, 2008 @ 07:27:02

    –> Noph2 :

    Ya..anda harus stop nonton film, atau…keadaan anda akan semakin parah ….. šŸ˜‰

    Hehehehe…

    Reply

  8. tridjoko
    Sep 25, 2008 @ 07:29:35

    –> Mbak Lis :

    Tenang aja mbak, di Amerika tidak ada hantu sebenarnya….kecuali pada hari Halloween….

    Hihihihi….

    Kalau masih takut, baca aja ayat kursi “Walla haulla walla kuatta illa billahi aliyil haziim” (benar nggak spellingnya ?)..

    Artinya, tidak ada kekuatan yang lebih besar daripada kekuatan Allah, dan oleh karena itu aku berlindung kepadaMu ya Allah..

    Pasti takut akan hilang 100%…

    Nggak percaya ? Bisa dicoba tuh…

    Reply

  9. edratna
    Sep 25, 2008 @ 13:22:39

    Quote Lis….Ari dipesan, nggak usah ngomong kalau lihat yang aneh2….dia memang punya bakat.
    Tapi saya sendiri sering dilihat orang, padahal saat itu tak di tempat tsb. Tapi saya sih tenang aja, anggap dia halusinasi…apalagi jika terlihatnya menjadi menguntungkan….disangka udah datang pagi2.

    Reply

  10. tridjoko
    Sep 25, 2008 @ 22:27:01

    –> Edratna :

    Selain Albert Einstein yang menemukan Teori Relativitas E=mc2 yang bisa menerangkan teori Bom Atom…

    saya juga punya teori Relativitas Antar Makhluk yaitu :
    S = md2
    dimana S = sighting, m = mass, d=dizzy. Artinya, kalau lagi sehat wal afiat perut kenyang waktu siang kita jarang melihat “makhluk”. Tapi begitu hari berganti malam dan kita agak merasa gamang alias ngantuk, mulai deh ada sesuatu yang lalu lalang di depan mata kita (seolah-olah), tapi tidak kelihatan walau keberadaannya dapat “kita rasakan”….

    Takut ? Tidak perlu…karena itu termasuk hal-hal yang normal saja. Otak kita tidak occupied jadi ada memory yang kosong sehingga bisa “diisi” dengan apapun….

    Reply

  11. rumahagung
    Sep 25, 2008 @ 23:14:56

    yah,soal “hantu peniru” alias “doppleganger” itu emank bole percaya bole ga.
    dulu di SMA saya jg byk kejadian klo ada sesuatu yg mirip seseorg yg kita kenal.
    yah,saya buka aja spot di SMA saya itu,
    di WC cewe lantai 3 dan perpustakaan.
    byk kejadian yg menyerupai posting Bapak.
    saya sendiri pernah ngalamin,
    2 ato 3x.
    yah,kira2 dgn cerita Bapak ini ada 11 kasus ttg doppleganger ini.
    bole percaya,bole ga.
    yg jls hal2 ginian ga bole ditakuti.
    saya setuju Pak,kalo kita cm bole dan hrs takut ama TUHAN.
    tapi saya juga takut kalo di mata kuliah Bapak saya ga lulus.
    (*klo di mata kuliah Bapak aj ga lulus,gmn kuliah lain???*)
    hehehehehhehe…!!!

    Reply

  12. tridjoko
    Sep 25, 2008 @ 23:37:18

    –> Agung :

    Jadi anda takut kepada saya atau takut kepada….mata kuliah saya ?

    šŸ˜‰

    Reply

  13. Agung
    Sep 26, 2008 @ 12:36:34

    HAHAHAHAAHA…!!
    Both Sir..!!
    bukan takut sih.
    klo ke Bapak saya hormat alias respect.
    klo ke mata kulia Bapak saya menghargai alias appreciate.
    hehehehehhe…!!
    klo ke TUHAN jg bukan takut sih,
    tp sayang, hormat, taat, patuh, dan bersyukur.
    yah,takut cm ama setan doank sih.
    hahahahahhahaha…!!

    Reply

  14. cen
    Sep 27, 2008 @ 03:18:14

    wow… kalo menurut saya, mungkin satpam itu baru bangun dari mimpi tidurnya.. namanya juga pagi2.. masi ngantuk lah… haha…

    atau mungkin juga satpam itu mengalami DeJaVu tingkat tinggi.. hehehhe..

    Reply

  15. ardianto
    Sep 27, 2008 @ 16:48:40

    Pak Satpamnya ngelindur kali Pak… šŸ˜†

    Benar, tak ada yang perlu ditakuti selain Tuhan. Yang membuat perasaan kita takut terhadap sesuatu toh juga pikiran kita, jadi ya intinya kendalikan pikiran aja…

    Reply

  16. ierwan123
    Oct 21, 2008 @ 21:25:35

    kemungkinan laennya sih, pak satpamnya nonton film horor semalam suntuk hihihihi…

    teori S = md2 bapak keren!! ^^

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: